Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 6880

Pemerintah Kembali Datangkan 1,2 Juta Dosis Vaksin Pfizer

0

Bogordaily.net – Telah tiba sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Pfizer dalam bentuk jadi, melalui Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 2 September 2021.

“Jumlah persisnya adalah 1.195.340 dosis vaksin. Saya ucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama semua pihak yang membuat kedatangan vaksin ini dapat terlaksana dengan baik,” ujar Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono, dalam keterangan pers menyambut kedatangan vaksin.

Dengan kedatangan ini vaksin tahap ke-47 ini, imbuh Dante, Indonesia telah memiliki sekitar 220 juta dosis vaksin, baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku atau bulk.

“Untuk Pfizer, kita akan mendapatkan kurang lebih 54,6 juta (dosis), dengan kedatangan yang sudah diterima sekitar 1,5 juta (dosis) dan ini adalah kedatangan kedua sebesar 1,2 juta dosis,” imbuhnya.

Lebih lanjut Wamenkes mengungkapkan, pemerintah terus meningkatkan kecepatan laju vaksinasi.

Sejak vaksinasi pertama pada 13 Januari lalu, cakupan vaksinasi telah mencapai 50 juta dosis di bulan Juli atau dalam waktu 26 minggu.

Kemudian, di akhir Agustus Indonesia telah berhasil mencapai 50 juta dosis kedua atau hanya kurang lebih enam minggu, sejak 50 juta dosis vaksinasi pertama.

“Jadi percepatan vaksinasi sudah sedemikian rupa, sehingga kita makin lama makin punya pengalaman untuk melaksanakan vaksinasi ini lebih cepat,” ujarnya.

Disampaikan Dante, selama bulan Agustus pihaknya telah menerima tambahan vaksin sebanyak 43 juta dosis.

Adapun distribusi vaksin ke daerah telah mencapai rata-rata 8-15 juta dosis vaksin.

Dengan tambahan vaksin tersebut, Wamenkes pun optimis target 2,3 juta dosis vaksinasi harian di bulan September yang ditetapkan pemerintah dapat tercapai.

“Laju suntikan berhasil ditingkatkan menjadi 10 juta (dosis) per 10 hari sejak bulan Agustus. Dengan distribusi vaksin sebesar 15,2 juta (dosis) di pekan ke-4 Agustus dan 20,3 juta (dosis) di pekan ke-5 Agustus hingga awal September ini, kami optimis target 2,3 juta dosis per hari yang tadi saya sampaikan akan dapat tercapai,” ujarnya.

Percepatan laju vaksinasi tersebut, ujar Wamenkes, akan dapat terwujud dengan dukungan dari seluruh elemen bangsa.

“Diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dan dinas kesehatan daerah, TNI, Polri, organisasi masyarakat, dan swasta untuk terus dapat mempercepat laju vaksinasi,” pungkasnya.***

Sambil Nyanyi, Saipul Jamil Tinggalkan Lapas Cipinang

0

Bogordaily.net – Hari-hari yang ditunggu oleh Saipul Jamil akhirnya datang juga. Hari ini, penyanyi dangdut tersebut bebas, setelah mendekam 5 tahun penjara atas kasus pencabulan dan suap.

Untuk merayakan kebebasannya mantan suami Dewi Persik bernyanyi di atas mobil sport warna merah yang dikendarai kekasihnya Indah Sari sambil meninggalkan Lapas Cipinang.

Saipul Jamil masih tak menyangka bisa kembali menikmati kehidupan bebas di luar penjara. Ia merasa masih seperti orang yang baru bangun tidur setelah 5 tahun lamanya.

Sambil berdiri di atas mobil sport berwarna merah, Saipul Jamil pun bernyanyi. Saipul Jamil membawakan lagu terbarunya yang ia buat di dalam penjara.

“Kalau yang di dalam penjara itu karya Bunda Dorce, makasih buat Bunda Dorce, itu judulnya Manusia Biasa. Nah begitu saya bebas ada single terbaru saya itu, judulnya Sanggupkah Engkau Untuk Setia,” ungkap Saipul Jamil saat ditemui di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Kamis 2 September 2021.

“Sanggupkah engkau setia, menemaniku di sini. Di saat Bang Ipul merana dalam luka terpedih,” lanjut Saipul Jamil sambil bernyanyi dengan kekasihnya, Indah Sari.

Seperti diketahui Saipul Jamil di penjara karena kasus pencabulan dan suap. Ia mendekam di penjara selama 5 tahun setelah mendapatkan beberapa kali remisi.

Saipul Jamil divonis bersalah atas laporan DS, pemuda yang mengaku dicabuli olehnya. Divonis 3 tahun penjara, mengajukan banding hukuman Saipul jamil justru ditambah 2 tahun.***

KI Jabar: Saatnya Meng-Evaluasi Keterbukaan Informasi Badan Publik

0

Bogordaily.net – Ketua Komisi Informasi (KI) Jawa Barat, Ijang Faisal mengatakan bahwa dalam waktu empat bulan ini, September hingga Desember 2021, saatnya warga Jawa Barat melakukan evaluasi implementasi ketebukaan informasi publik yang dilakukan Badan Publik yang ada di Jawa Barat, baik OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang ada di lingkungan Pemerintahan Provinsi Jawa Barat, 27 Pemerintahan Kabupaten/Kota yang ada di Jawa Barat, institusi vertikal yang ada di Jawa Barat, BUMD, Partai Politik, dan organisasi non-Pemerintah lainnya. Warga dapat menyampaikan berbagai hal pengalaman “pahit” ataupun “manis” terkait pelayanan pencarian dan/atau permohonan informasi publik yang dikuasai oleh Badan Publik tersebut kepada Komisi Informasi Daerah Jawa Barat.

Lebih lanjut Ijang mengatakan bahwa empat bulan ini merupakan masa monitoring dan evaluasi implementasi keterbukaan informasi publik terhadap 118 badan publik yang ada di Jawa Barat. “Hasil monev tersebut akan menentukan peringkat badan publik dalam implementasikan keterbukaan informasi, apakah sudah baik sehingga dikategori Badan Publik menjadi Informatif atau sebaliknya”.

Seusai pengarahan Gubernur Jawa Barat, H.M. Ridwan Kamil terhadap Badan Publik di Jawa Barat belum lama ini.
Menurut Ijang, Komisi Informasi Jawa Barat sudah menunjuk sembilan anggota Tim Penilai Independen yang diketuai Dr. Deddy Djamaludin Malik, M.Si. dengan Wakil Ketua merangkap anggota Dr. Antar Venus, M.A. Comm dan anggota masing-masing : Dr. Anne Friday Safaria, Dr. Diah Fatma Sjoraida, M.Si, Dadan Saputra, M.Si, Agus Salide, SH, MH, Budi Yoga Permana, Neni Nur Hayati dan Faiz Rahman. Mereka ditugaskan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi keterbukaan informasi publik pada Badan Publik yang ada di Jawa Barat.

Salah satu indikator yang menjadi pertimbangan penilaian adalah masukan dari masyarakat selain fakta-fakta di lapangan hasil check and recheck oleh Tim Independen, baik melalui evaluasi quesioner, realitas pada sarana publikasi Badan Publik, maupun kebijakan dan program lainnya yang terkait dengan implementasi keterbukaan informasi publik.

Oleh karena itu, Ijang sangat berharap pada seluruh masyarakat Jawa Barat untuk ikut berpartisipasi dalam monitoring dan evaluasi implementasi keterbukaan informasi publik pada Badan Publik yang ada di Jawa Barat. Hal itu menjadi penting karena masyarakatlah yang merasakan secara langsung baik atau buruknya kualitas keterbukaan informasi publik. “Kami berharap masyarakat Jawa Barat dapat ikut serta aktif memberikan masukan kepada Tim penilai Independen agar Badan Publik yang mendapat peringkat terbaik betul-betul menunjukkan kualitas layanan ketebukaan informasi terbaik pula di mata masyarakat,” kata Ijang yang didampingi Komisioner Komisi Informasi Jawa Barat, Yudaningsih.

Masukan hasil evaluasi masyarakat terhadap Badan Publik dapat dikirim melalui surat eletronik ke email: [email protected] atau surat langsung ke Sekretariat Komisi Informasi Jawa Barat Jalan Turangga No. 25 Bandung Tlp. 022.75311656 dengan disertai bukti-bukti yang cukup. “Insya Allah Komisi Informasi akan menetapkan identitas warga yang memberikan masukan akan menjadi informasi yang dikecualikan atau dirahasiakan sepanjang atas permintaan warga tersebut,” tegas Ijang Faisal. *

Bantu Para Petani, Warga Kota Bogor Borong 1.8 Ton Cabai

0

Bogordaily.net – Harga cabai yang jatuh secara tajam saat ini membuat petani di beberapa daerah sangat menderita dan menelantarkan tanamannya. Harga cabai di petani saat ini bahkan tidak cukup untuk menutupi biaya panen.

Berkaitan dengan hal tersebut sekelompok masyarakat Kota Bogor bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian berupaya melakukan kegiatan sosial ‘Bantu Petani Cabai’ dan mendapat sambutan luar biasa dari warga Kota Bogor.

Ton cabai
Cabai yang tiba Selasa 1 Agustus di Halaman Mesjid Al Muttaqin Jalan Pandu Raya, Kota Bogor.(Istimewa/Bogordaily.net)

Koordinator kegiatan sosial ini, Dwi Sudharto menyampaikan bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam, kegiatan sosial ini berhasil mengkoordinir pembelian 912 paket atau 1.8 ton cabai dari para petani Kediri dan Kebumen.

Ton cabai
Serahterima Cabai dari Petugas BKP Kementan kepada Koordinator Tim, Dwi Sudharto.(Istimewa/Bogordaily.net)

“Cabai-cabai tersebut telah tiba di Kota Bogor dalam dua tahap. Tahap satu tiba pada hari Selasa petang 31 Agustus sebanyak 682 paket (1,4 ton) yang diserahkan di tiga titik di Bogor yakni Mesjid Al Muttaqin Jalan Pandu Raya, Kompleks Kehutanan Selakopi dan Perumahan Yasmin,” ucap Dwi Sudharto yang juga merupakan Ketua Badan Pengurus Yayasan RS Islam Bogor, Dwi Sudharto.

Ton
Foto bersama pembeli Cabai Petani di Kediri dan Kebumen. (Istimewa/Bogordaily.net)

Lanjutnya, tahap kedua tiba pada Rabu petang 1 September sebanyak 230 paket (0,4 ton) diserahkan di Mesjid Nurul Ikhwan Bogor Baru dan Perumahan Yasmin.

Terdapat 140 paket (0,3 ton) yang diserahkan oleh pembelinya, kepada tim untuk dikelola dan distribusikan kepada yang berhak.

Cabai
Warga Membantu Membagi Paket Cabai untuk Siap Didistribusikan.(Istimewa/Bogordaily.net)

Kemudian tim juga telah mendistribusikannya antara lain ke Pondok Pesantren Ummul Quro Muara Istiqomah (UQMI), RS Islam Bogor dan masyarakat di sekitar mesjid dari beberapa DKM.

Ton
Pengurus Pondok Pesantren UQMI menerima distribusi cabai sebanyak 20 paket. (Istimewa/Bogordaily.net)
Ton
Ucapan Terimakasih Atas Donasi Cabai dari Donatur Kepada RS Islam Bogor.(Istimewa/Bogordaily.net)

Dwi Sudharto menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasih kepada tim dan warga Kota Bogor, yang telah berpartisipasi membantu meringankan beban petani cabai dan berharap semoga menjadi amal jariah bagi semua pihak terkait. Adv

Warga Tapos I Gotong Royong Membuka Wisata Curug Ereng

0

Bogordaily.net – Warga Tapos I Kecamatan Tenjolaya bergotongroyong menata tempat wisata Curug Ereng, yang selama ini dianggap berpotensi dalam peningkatan ekonomi warga setempat. Dari hasil musyawarah dan kesepakatan masyarakat, akhirnya Curug Ereng di buka dan dikelola oleh warga setempat.

Koordinator Pengelola Curug Ereng Jenal, menegaskan warga setempat ingin supaya Curug Ereng secepatnya dibuka. Kehadiran objek wisata Curung Ereng, akan meningkatkan ekonomi warga. Rencananya warga setempat yang akan mengelola lokasi wisata yang berada di RT03/RW06 Desa Tapos I.

“Hari ini kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa agar pemerintahan dapat membantu proses pengembangan wisata desa yang sekarang kami garap,” tegasnya.

Sekdes Tapos I Ukar mengatakan, pada dasarnya pihak desa menyambut baik apa yang saat ini dilakukan warga untuk membuka potensi wisata.

Seperti halnya warga, Ukar juga menilai bahwa keberadaan objek wisata Curug Ereng akan meingkatkan ekonomi warga setempat.

“Untuk saat ini saya pun tidak bisa memutuskan angggaran yang harus di ploting untuk pembangunan akses ke Curug Ereng tapi dalam waktu dekat kami akan bicarakan dengan kepala desa supaya di anggarkan di BPHRD atau Banprov,” ucapnya.***

8 Tahun Penjara, Hari Ini Saipul Jamil Bebas Murni

0

Bogordaily.net – Saipul Jamil bebas murni hari ini setelah menjalani pidana atas kasus pencabulan dan kasus korupsi. Sesuai putusan hakim, harusnya Saipul Jamil menjalani 8 tahun penjara dan bebas pada 2024. Tapi mengapa bisa bebas Saipul Jamil lebih cepat?

Selidik punya selidik, Saipul Jamil dinilai berkelakuan baik selama menjalani masa pemidanaan sehingga layak mendapatkan pengurangan hukuman (remisi). “Total remisi yang diberikan 30 bulan,” kata Kabag Humas dan Protokol Ditjenpas Rika Aprianti saat dihubungi detikcom, Kamis 2 September 2021.

Saipul Jamil menjalani dua hukuman untuk dua kejahatan. Yaitu perkara pidana umum berupa pencabulan anak dan perkara pidana khusus berupa korupsi.

“Untuk pidana umum selama lima tahun dan pidana kedua hukuman 3 tahun dengan denda 100 juta,” ujar Riko.

Untuk mengingatkan lagi, Saipul mulai diusut pada 2016 untuk kasus pencabulan. Di PN Jakut, Saipul Jamil dihukum 3 tahun penjara.

Namun ternyata hukuman itu tidak gratis. Saipul lewat pengacaranya menyogok majelis hakim, meski belakangan uang itu hanya dinikmati panitera pengganti Rohadi.

Akhirnya, Saipul Jamil diadili atas kasus suap tersebut dan dihukum 3 tahun penjara. Di sisi lain, hukuman pencabulan dinaikkan menjadi 5 tahun penjara. Hukuman terberat yang tertuang dalam pasal KUHP.

Suap Saipul membongkar siapa sebenarnya Rohadi. Ternyata ia merupakan makelar kasus kakap. Ia melakukan pencuaian uang mencapai Rp 40 miliar dari dagang perkara. Atas hal itu, Rohadi dihukum 7 tahun penjara untuk kasus korupsi dan 3,5 tahun penjara untuk kasus pencucian uangnya.

Kasus Covid 19 di Leuwiliang Melandai, 13.959 Warga Sudah Divaksin

Bogordaily.net. Kasus Covid 19  di wilayah  Kecamatan  Leuwiliang  sudah melandai, bahkan di beberapa desa sudah kembali ke zona hijau dan kuning.

Meksipun demikian  kini vaksinasi massal terus digeber Pemeritah Kecamatan untuk meningkatkan herd immunity.

Camat Leuwiliang  Daswara Sulanjana mengatakan  kasus penyebaran  Covid 19 sudah mulai melandai, desa zona merah kini sudah tidak ada, sementara  zona oranye 1 desa zona kuning 3 desa, dan zona hijau 7 desa.

“Alhamdulillah sudah mulai melandai  meskipun  demikian  masyarakat  terus waspada  dan masyarakat  tetap mematuhi protokol kesehatan, “kata Daswara  kapada Bogordaily.net Rabu 1 Agustus 2021.

Camat lebih lanjut  mengatakan, untuk jumlah vaksinasi dosis 1 dan 2 saat ini di Kecamatan  Leuwiliang  sudah mencapai 13.959 orang.

 

“Bulan Agustus  ini vaksinasi yang diberikan Puskemas  Puraseda dan Lewiliang  totalnya itu 13.959 orang,”ungkapnya.

Sementara Kepala Puskemas  Leuwiliang  dr James Tambunan menambahkan, meskipun kasus Covid 19 saat ini melandai  jika tidak dibarengi dengan disiplin prokes yang ketat, tentu kasusnya akan kembali meningkat.

“Intinya selain vaksinasi tentu harus adanya disiplin prokes agar benar-benar kasus Covid 19 hilang,”pungkasnya.

Saat ini kegiatan vaksinasi  di wilayah Kecamatan Leuwiliang  selain rutin  dilakukan  di puskemas  juga dilakukan  di beberapa  titik, baik yang dilakukan oleh TNI Polri  atau pun instansi  terkait.***

 

 

Akhirnya Bisa Menghirup Udara di Luar Sel, Saipul Jamil Menangis

0

Bogordaily.net – Setelah mendekam selama 5 tahun di Lapas Cipinang, Saipul Jamil akhirnya bebas dan keluar pukul 09.05 WIB di Jakarta Timur pada Kamis 2 September 2021.

Terlihat keluarga dan kerabat Ipul datang ke Lapas untuk menjemput. Mereka kompak menggunakan pakaian yang bertulisan ‘WELCOME BACK BANG IPUL’.

Tak hanya itu, ada pula karangan bunga yang mejeng di pintu keluar Lapas Cipinang. “Selamat Merdeka Bang Saipul Jamil. SH. Ayo berkarya kembali”.

Kekasih Ipul, Indah Sari turut hadir di Lapas Cipinang. Ia membawa bunga mawar yang sudah ia siapkan untuk sang penyanyi dangdut.

Menggunakan kaus putih, dirinya menangis saat keluar dari peniara. Ia langsung memeluk keluarga dan kerabatnya.

“I love you pull,” sahut Saipul Jamil.

Kerabat langsung mengalungkan bunga di lehernya. Ia juga menyampaikan terima kasih dengan mata berkaca-kaca.

“Terima kasih semuanya,” tukasnya.***

Uji Coba Ganjil Genap di Puncak 24 Jam!

0

Bogordaily.net – Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor mulai melakukan uji coba pemberlakuan sistem ganjil genap di kawasan Puncak pada Jumat 2 September 2021. Ganjil-genap berlaku sepanjang hari saat akhir pekan untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak Bogor.

“24 jam,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun ketika ditanya soal waktu pemberlakuan ganjil genap di kawasan Puncak, Kamis 2 September 2021.

Uji coba sistem ganjil genap di kawasan puncak mulai diberlakukan pada Jumat 3 September 2021-Minggu 5 September 2021. Kendaraan dengan pelat nomor tidak sesuai tanggal akan diputar balik.

“Kita sepakati bahwasannya nanti akan kita lakukan uji coba pelaksanaan ganjil genap pada setiap weekend. Minggu ini akan kita mulai laksanakan pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jadi sementara masih kita lakukan uji coba, sambil kita lihat apa kekurangan dan kelebihannya,” tuturnya.

“Uji coba akan dilakukan mulai Jumat siang, dan pagi hingga malam pada Sabtu dan Minggu,” ucap Harun menambahkan.

Untuk mendukung sistem ganjil genap, Satgas COVID-19 mendirikan 7 titik penyekatan di jalur-jalur menuju kawasan Puncak. Diantaranya yaitu pintu Tol Ciawi, Simpang Gadog, Rainbow Hills, pos penutupan arus Cibanon, pos penutupan arus Bendungan, dan dua lokasi di kawasan Sentul.

Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata mengatakan sistem ganjil genap diberlakukan hanya untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak. Sementara kendaraan dari arah Cianjur menuju kawasan Puncak tidak berlaku sistem ganjil genap.
“Hanya untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak,” kata Dicky singkat.

Ganjil genap juga tidak berlaku untuk kendaraan yang dikecualikan, seperti ambulan, pemadam kebakaran, angkutan umum, kendaraan tenaga kesehatan, kendaraan dinas, pengangkut logistik.

Uji coba sistem ganjil genap merupakan buntut dari membeludaknya wisatawan di kawasan Puncak pekan lalu. Pelonggaran aktivitas mengakibatkan ribuan orang menyerbu kawasan Puncak untuk berwisata.

“Berita macetnya wilayah Puncak memang sampai ke pemerintah pusat, maka pemerintah pusat meminta kami untuk segera mencari solusinya, agar tidak terulang kembali. Ketika ada pelonggaran biasanya masyarakat menganggapnya apapun sudah diperbolehkan, sehingga akhirnya masyarakat ramai-ramai mengunjungi kawasan Puncak,” kata Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin dalam keterangannya, Senin (30/8).

“Berdasarkan pengamatan, sebetulnya kemarin masyarakat itu ke kawasan Puncak hanya untuk sekedar mencari udara segar, menikmati pemandangan, tidak ke hotel, atau ke tempat wisata karena tempat wisata masih tutup, dan masih dimonitor oleh Satgas Covid-19,” tutur Ade.

Ayahnya Meninggal, Vicky Kenang Momen Kebersamaan Mereka

0

Bogordaily.net – Vicky Prasetyo tengah berduka, karena sang ayahanda, Hermanto bin Suherman, meninggal dunia pada Rabu (01 September 2021).

Almarhum meninggal ketika menjalani perawatan pasca terpapar virus Covid-19.

Lewat postingan di akun Instagramnya, Vicky Prasetyo mengenang momen masa kecilnya bersama sang ayah.

Vicky membeberkan kalau dulu, ayahnya lah yang selalu mengantarnya ke mana pun.

Kini dirinya yang harus mengantar sang ayah menuju ke peristirahatan terakhirnya.

“Dulu, waktu aku sekolah, Papa suka antar aku. Sekarang, aku antar Papa ke tempat peristirahatan kita kembali kepada Sang Mahapenguasa,” ujarnya.

Vicky menambahkan kalau dulu ayah nya lah yang mengantar dirinya untuk belajar di pesantren.

“Dulu, Papa yang antar aku ke pesantren. Sekarang, aku yang antar Papa ke peristirahatan Papa yang terakhir,” terangnya.

Sebagai anak, Vicky hanya bisa berdoa agar sang ayah bisa diampuni segala kesalahannya oleh Allah SWT.

“Semoga Allah SWT mengampuni dosa Papa atas semuanya,” doanya.

Terakhir, Vicky mengucapkan selamat tinggal kepada sang ayah. Ia berterima kasih kepada almarhum atas segala hal yang sudah dilakukan semasa hidupnya.

“Selamat jalan, ya, Pa. Terima kasih, Pa, atas semua apa yang telah Papa lakukan untuk aku adik-adik aku dan keluarga. Maafin aku, ya, Pa,” ungkapnya.

Walaupun berat, Vicky Prasetyo mengaku sudah ikhlas melepas kepergian sang ayah tercinta ke sisi Allah SWT.

“Semoga ini menjadi ketetapan Allah dan kita ikhlas menerimanya ya, Pa. Selamat jalan, Pa,” tutupnya.***