Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 7035

Innalillahi, Ulama Besar Palu Habib Saggaf Meninggal Dunia

Bogordaily.net – Kabar duka datang dari Palu, Sulawesi Tengah. Ulama karismatik Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri meninggal dunia pada Selasa (3 Agustus 2021).

Habib Saggaf meninggal dunia sekitar pukul 15.50 Wita dalam usia 84 tahun di Rumah Sakit Al Khairaat Palu akibat penyakit yang dideritanya.

Habib Saggaf juga merupakan Ketua Al Khairaat yakni pusat organisasi komunitas Islam terbesar di Indonesia Timur yang berkecimpung di dunia pendidikan.

Lembaga ini dibangun ulama Arab berketurunan Indonesia Habib Idrus Bin Salim Aljufri sejak 1930.

Atas meninggalnya Habib Saggaf, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyerukan dan mengajak seluruh warga setempat mengibarkan bendera merah putih setengah tiang, Rabu (4 Agustus 2021).

Langkah ini guna mengenang dan menghormati jasa ulama besar Habib Sayyid Saggaf Bin Muhammad Aljufri yang wafat Selasa (3 Agustus 2021) sore.

“Saya segera menginstruksikan para camat dan lurah agar mengumumkan kepada masyarakat untuk menaikkan bendera merah putih setengah tiang sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa-jasa beliau,” katanya seperti dikutip dari Republika, Rabu (4 Agustus 2021).

Ia menginstruksikan pengibaran bendera merah putih setengah tiang karena ketua utama Al Khairaat itu merupakan tokoh nasional yang turut serta membantu pemerintah menjaga kedamaian dan keharmonisan antarumat beragama di tanah air.

Berpulangnya tokoh panutan Sulteng, bukan hanya Abhaul Khairaat dan Al Khairaat merasa kehilangan, tetapi ini juga menjadi duka mendalam bagi warga secara luas, khususnya umat Muslim di ibu kota Sulteng.

Betapa tidak, kecintaan dan pengorbanan Habib Saggaf terhadap umat selama ini sangat besar dalam rangka membimbing dan mengajarkan hal-hal kebaikan untuk saling menghargai satu sama lain sebagai makhluk sosial.

“Habib Sayyid Saggaf selama ini sangat konsisten memperjuangkan hal-hal yang bersifat keumatan dan Al Khairaat adalah tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun umat,” ucap Hadianto.

Berdasarkan catatan Al Khairaat, Habib Saggaf lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada 17 Agustus 1937.

Selain itu, almarhum juga sempat mengenyam pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir pada 1959 dan meraih gelar sarjana pada 1963.

Kemudian melanjutkan pendidikan Strata Dua di universitas yang sama dan lulus pada 1967.***

Pemkot Depok Imbau Warganya Tidak Selenggarakan Perlombaan 17 Agustusan

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat mengimbau kepada warga Depok untuk tidak menyelenggarakan perlombaan 17 Agustusan.

Kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan seluruh kegiatan dilaksanakan secara virtual untuk menekan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor : 003/393-PROMENTASI Tentang Peringatan HUT Kemerdekaan RI KE-76 Tahun 2021 Tingkat Kota Depok yang diterbitkan Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

Terbitnya SE tersebut sebagai tindak lanjut SE dari Kementerian Dalam Negeri RI Nomor: 03.1/3743/SJ tanggal 30 Juni 2021 tentang Pelaksanaan Pemasangan Bendera dan Umbul-umbul dalam rangka Peringatan HUT ke-76.

Melalui SE Wali Kota Depok tersebut, sejumlah imbauan dikeluarkan Pemerintah Kota (Pemkot).

Antara lain menyemarakkan Bulan Kemerdekaan Tahun 2021 dengan memasang Bendera Merah-Putih di lingkungan tempat tinggal masing-masing sejak tanggal 1-31 Agustus 2021.

Selain itu, imbauan ini juga berlaku bagi setiap lingkungan gedung atau perkantoran pemerintah dan swasta serta tempat-tempat strategis lainnya.

Agar memasang dekorasi, seperti, umbul-umbul, poster, spanduk, baliho atau hiasan lainnya secara serentak pada bulan Agustus 2021.***

Widiih, Maria Vania Sering Dapat Direct Message yang Tidak Senonoh

0

Bogordaily.net – Presenter seksi Maria Vania tak pernah lolos dari perhatian publik. Unggahannya di instagram berupa foto maupun video selalu membuat warganet rame.

Sering Maria Vania membagikan momen berolahraga menggunakan pakaian ketat yang jelas menjadi sorotan bagi para warganet, khususnya pria.

Ada hal yang tidak menyenangkan yang dia terima ketika menggunakan media sosial insatgramnya.

Maria mengakui banyak sekali mendapatkan pesan pribadi atau Direct Message yang tidak diinginkan.

“Banyak banget DM aneh-aneh,” kata  Maria Vania , Senin (2 Agustus 2021).

Menurut wanita berusia 29 tahun itu mengatakan bahwa warganet zaman sekarang sangat berani. Sampai-sampai melakukan tindakan yang tak senonoh kepadanya di instagram.

“Di DM tuh aku dikirimin foto kelamin mereka. Banyak banget yang ngirimin,” ucapnya.

Awalnya Vania kaget melihat foto yang dikirim oleh orang tidak bertanggung jawab itu.

Semenjak itu dia jarang membuka gambar-gambar buram yang dikirim dari orang yang tak dia kenal.

“Jadi awalnya aku liatin deh satu-satu karena burem. Pas kebuka, ya ampun. Jadi segala macem bentuk aku udah liat,” jelasnya.

“Ada lagi yang DM aku siap jadi calon suami,” tambahnya.

Namun, Maria Vania masih memaafkan perbuatan orang yang berprilaku tidak baik itu padanya di media sosial.

Sejauh ini, baiknya dia mengaku tidak ingin mempermasalahkan masalah tersebut.

“Ya buat lucu-lucuan aja sih,” ujar  Maria Vania.***

Kapolri dan Bupati Bogor Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Kampus IPB

Bogordaily.net – Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Rektor IPB, Arif Satria melakukan peninjauan Vaksinasi Massal Covid-19 di Kampus IPB Bogor, Dramaga, Selasa (03 Agustus 2021).

Kapolri mengatakan kasus Covid-19 di Indonesia saat ini masih cukup tinggi meskipun ada penurunan secara nasional, maka perlu kerja keras agar Indonesia cepat pulih.

Kapolri juga berharap kegiatan vaksinasi semakin hari semakin meningkat dan meminta masyarakat tidak takut untuk divaksin karena selain aman, ini juga demi kebaikan bersama.

“Saya imbau vaksinasi dalam rangka meningkatkan imunitas saudara-saudara dalam menghadapi Covid-19, oleh karena itu jangan ragu divaksin karena di semua negara melaksanakan itu. Jadi bagi warga yang ragu-ragu, ini untuk kebaikan kita bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan bahwa pada hari ini dilakukan percepatan vaksin dari berbagai pihak termasuk IPB.

Ini dilakukan untuk membantu meningkatkan vaksinasi di Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor dengan IPB saling membantu satu sama lain, begitu juga dari TNI-Polri saling support bila kekurangan vaksin.

“Target vaksinasi Kabupaten Bogor sebanyak 20% dari jumlah penduduk juga akan dicapai dalam bulan ini. Capaian vaksinasi di Kabupaten Bogor tergantung dari datangnya vaksin. Program vaksinasi massal di tingkat kecamatan telah berjalan selama ini setiap Senin dan Rabu, Selain itu vaksinasi massal juga dilakukan di Pakansari setiap hari Selasa dan Kamis. Alhamdulillah antusias masyarakat cukup tinggi saat ini,” ujarnya.

Ade Yasin juga mengatakan bahwa Pemkab Bogor telah melakukan vaksinasi sebanyak 800 ribu, dan akan terus mengejar sampai 1,2 juta vaksin sampai bulan Agustus ini.

Mudah-mudahan Pemkab Bogor bisa mencapai 70% atau sekitar 4,3 juta masyarakat yang sudah divaksinasi sebagaimana target nasional.

Rektor IPB Arif Satria dalam kesempatan ini mengapresiasi kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Bupati Bogor beserta seluruh jajarannya. Menurutnya ini momentum penting untuk mengakselerasi vaksinasi.

“Saya ucapkan terima kasih atas support dari Polri untuk mempercepat vaksinasi mahasiswa, keluarga dosen dan masyarakat sekitar kampus dengan menyediakan sebanyak 5.000 dosis, sehingga ini menjadi upaya membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah. Di sini ada ibu bupati juga, kegiatan ini dilakukan untuk memperluas cakupan vaksin di Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Arif mengatakan IPB saat ini sudah menjadi sentra vaksinasi. Selain itu IPB juga menyediakan tempat isolasi mandiri untuk yang bergejala ringan dengan kapasitas 300 tempat tidur.

“Kita juga berhasil membuat oksigen konsentrator bekerjasama dengan LIPI, dan Alhamdulillah sekarang sedang dikembangkan yang nantinya akan dikerjasamakan dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk bisa mengatasi kelangkaan oksigen,” ucapnya.

Karena agar Indonesia cepat terbebas dari pandemi Covid-19, salah satunya melalui percepatan vaksinasi.

“Sebagai penyangga Ibukota, Wilayah Bogor sangat penting untuk segera digarap dengan cepat karena angkanya masih sekitar 16% sehingga butuh akselerasi dan kita harapkan dengan memanfaatkan hari kemerdekaan ini maka akselerasi vaksinasi bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan vaksinasi semakin hari semakin meningkat dan meminta masyarakat tidak takut untuk divaksin karena selain aman, ini juga demi kebaikan bersama.

“Saya imbau vaksinasi dalam rangka meningkatkan imunitas saudara-saudara dalam menghadapi Covid-19, oleh karena itu jangan ragu divaksin karena di semua negara melaksanakan itu. Jadi bagi warga yang ragu-ragu, ini untuk kebaikan kita bersama,” katanya.***

Peserta Vaksinasi Ikuti Upacara Bendera di DPRD Kota Bogor 

Bogordaily.net – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro bertindak sebagai inspektur upacara. Bendera merah putih dipegang oleh seorang pria yang juga peserta vaksinasi yang bertempat di halaman parkir gedung DPRD Kota Bogor, Selasa 3 Agustus 2021.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, upacara yang dilakukan singkat disaat menjelang Vaksinasi merupakan sebuah pesan untuk tetap semangat menjaga nasionalisme dan optimisme dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Upacara bendera merah putih singkat sekitar selama 5 menit adalah Momentum dalam perayaan hari Kemerdekaan RI,” katanya.

Pelaksanaan upacara bendera merah putih akan terus dilakukan hingga tanggal 17 Agustus mendatang nanti.

Pelaksanaan upacara bendera merah putih, di lokasi peserta vaksin yang di ikuti oleh warga Kota Bogor akan terus dilaksanakan hingga 17 Agustus mendatang yang bertepatan dengan kemerdekaan Republik Indonesia.

Susatyo berharap, kegiatan ini menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan terus semangat berjuang melawan Covid-19.***

Hiiih Menjijikan, Ayo Cegah Kecoa Masuk Dapur

0

Bogordaily.net – Kalau dapur kotor bisa jadi sarang serangga, seperti kecoa. Anda pun harus bisa mencegah kecoa untuk menghindari risiko penyakit.

Kecoa atau serangga yang berkeliaran di dapur Anda biasanya muncul untuk mencari sisa-sisa makanan.

Anda harus dapat mencegah kecoa yang sering berkembang biak di wastafel, saluran pembuangan, dan sudut lemari.

Selain menjijikkan, serangga dalam dapur dapat menyebabkan adanya kuman pada makanan.

Oleh karna itu, penting membersihkan dapur dan menggunakan bahan yang tepat untuk mencegah kecoa. Ini dia dilansir dari Okezone.

1. Air panas dan cuka

Sangat sederhana, Anda tidak perlu mencari-cari bahan di mana-mana karena Anda dapat menemukannya di dapur Anda.

Ambil air panas, campur satu porsi cuka putih dan aduk rata, bersihkan lempengan dan bersihkan di sekitar bagian atas kompor di malam hari.

Ini akan mendisinfeksi pipa dan saluran pembuangan dan akan mencegah kecoa naik ke dapur.

2. Lemon, air panas dan soda kue

Campurkan satu lemon, dua sendok makan soda kue dalam satu liter air panas, aduk rata dan tuangkan ke saluran pembuangan.

Cuci area di bawah wastafel atau lempengan dengan ini untuk menghentikan perkembangbiakan kecoa di dapur

3. Asam borat dan gula

Obat kuno ini bekerja dengan sangat baik, cukup campurkan sedikit asam borat dan gula, lalu sebarkan ke tempat-tempat kecoa berkembang biak. Sementara gula memikat serangga, asam borat segera membunuh mereka.

4. Essential oils

Jika Anda menggunakan minyak ini untuk perawatan kulit atau tujuan penyembuhan lainnya, Anda akan terkejut mengetahui bahwa minyak esensial seperti minyak peppermint dan minyak lavender dapat membantu mengusir serangga.

Semprotkan saja beberapa minyak esensial di sekitar dapur dan lemari, dan biarkan aromanya menyebarkan keajaibannya

5. Mentimun

Sayuran yang lezat namun menghidrasi ini rasanya luar biasa, tetapi tahukah Anda kecoa menganggap esensi dan aroma mentimun menjijikkan!

Letakkan beberapa irisan di sekitar tempat Anda menjauhkan kecoa dari dapur Anda.***

Catat! Ini Alat Kesehatan yang Mesti Ada saat Isolasi Mandiri

0

Bogordaily.net – Isolasi mandiri kini sudah menjadi alternatif bagi pasien covid-19 yang tidak merasakan gejala.

Sebelum melakukan isolasi mandiri, diimbau melakukan untuk konsultasi dengan dokter.

Lalu pastikan memegang kontak tenaga kesehatan yang bisa dihubungi jika sewaktu-waktu ada keadaan darurat.

Bila muncul keluhan, hubungi dokter yang sudah mengetahui kondisi agar tenaga kesehatan bisa tetap mengawasi meski tidak berada di tempat isolasi mandiri.

Jangan lupa menyaring informasi sehingga tidak kebingungan saat menjalani isolasi mandiri.

“Saya biasa menganjurkan pasien pegang satu nomor dokter yang dipercaya. Jadi kalau ada apa-apa, pasien kontak sama dokter itu supaya jangan sampai dapat informasi yang simpang siur,” jelas dokter spesialis penyakit dalam Sayuri Suwandi di live akun Instagram @kawalcovid19.id, seperti dikutip dari Antara

Ia melanjutkan, pasien covid-19 yang tidak punya komorbid harus menyediakan alat kesehatan mendasar seperti termometer untuk mengukur suhu minimal dua kali sehari pada pagi dan sore atau pagi dan malam. Pengukuran suhu juga bisa dilakukan tiga kali pada pagi, siang, dan malam.

Catat suhu tubuh secara rutin untuk melihat kurva grafik suhu tubuh. Selanjutnya adalah oksimeter atau alat pengukur kadar saturasi oksigen.

Alat ini bisa memantau apakah pasien memiliki kadar saturasi oksigen rendah tapi tidak merasa sesak.

“Kalau dia punya oksimeter, dia bisa lihat nih. Kalau misalnya saturasi oksigennya saya sudah di bawah 95, ini sudah warning nih. Pasti sudah ada something wrong. Karena kan kalau normal harusnya di atas 95,” kata dr Sayuri.

Bila saturasi oksigen di bawah 95, segera kontak dokter atau langsung bertolak ke rumah sakit.

Jika tidak punya oksimeter, gejala penurunan oksigen bisa dirasakan dari kesulitan bernapas.

Seperti dada yang sakit dan terasa tertekan, bibir yang mulai kebiruan dan ujung jari terlihat agak ungu. Saat itu terjadi, segera cari pertolongan medis.

Alat kesehatan lain yang harus disiapkan tergantung dari komorbid pasien. Bila punya riwayat hipertensi, siapkan alat untuk mengukur tekanan darah.

Mereka yang punya riwayat diabetes sebaiknya menyiapkan glucometer untuk mengevaluasi gula darah.

“Kalau misalnya gulanya tiba-tiba naik melonjak enggak bisa turun-turun, hati-hati. Harus segera konsultasi dokter atau ke rumah sakit,” pungkasnya.***

GM FKPPI, KOPASSUS dan PMI Mengadakan Donor Darah.

0

Bogordaily.net – GM FKPPI, Kopassus dan PMI melaksanakan Donor Darah di Balai Kopassus Cijantung pada hari selasa, 03 Agustus 2021.

Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-76 Republik Indonesia.

Donor

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Ketua Umum PMI Pusat Bapak Jusuf Kalla dan Ir Kopassus, Brigjen TNI A. Buckhori serta Ketua Umum GM FKPPI Dwi Rianta Soerbakti, MBA.

Ketua Umum PP GM FKPPI, Dwi Rianta Soerbakti, MBA mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Kemerdekaan.

Donor

“kegiatan ini dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-76 serta rangkaian HUT GM FKPPI dibulan Agustus dimana mendonorkan darah disaat pandemi covid 19 adalah bagian dr bela negara,” ujarnya.

Dwi Rianta juga menambahkan bahwa kegiatan donor darah ini dilaksanakan serentak bersama GM FKPPI di dua lokasi Mako Cijantung dan Pusdikpassus Batujajar.

“Ada dua lokasi acara, di Mako Kopassus Cijantung dan Pusdikpassus Batujajar Bandung,” ungkapnya.***

Catat! Ganjil Genap di Kota Bogor Kembali Diperpanjang

Bogordaily.net – Setelah PPKM Level 4 diperpanjang hingga 9 Agustus 2021, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Bogor kembali memperpanjang ganjil genap juga hingga 9 Agustus 2021.

“Ganjil genap ini sekali lagi adalah sebuah gerakan disiplin untuk menahan diri satu hari. Sehingga kita bergantian berbelanja dan juga bergantian untuk keluar rumah,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo, kepada wartawan, Selasa 3 Agustus 2021.

Sejauh ini, lanjut Susatyo, aturan ganjil genap yang dilakukannya pada hari kerja dan akhir pekan cukup efektif jika dibandingkan dengan penyekatan.

“Fungsi ini setelah kita jalankan selama hari weekend atau hari kerja itu cukup efektif dan tidak merepotkan masyarakat. Karena kalau kami menggunakan ada esensial dan sebagainya banyak ibu-ibu yang mau ke pasar kena dengan proses penyekatan tersebut termasuk juga masyarakat yang akan berbelanja obat obatan dan sebagainya,” ungkap Susatyo.

Dengan pertimbangan itu, aturan ganjil genap kembali diperpanjang selama masa PPKM Level 4 di Kota Bogor. Terkait aturan ataupun titik check point masih sama dengan ganjil genap sebelumnya.

“Titik-titiknya masih sama, ada 17 titik check point dengan empat pola yang berbeda. Sehingga setiap hari terus kami lakukan evaluasi, evaluasi untuk menentukan jam berapa dan di mana posisinya dan ini agar kami laksanakan berpindah-pindah,” tutupnya.***

Simak Yuk, Akibat Antibodi Abnormal Terjadi Blood Clot Pada Pasien Covid-19

0

Bogordaily.net – Beberapa pasien Covid-19 yang parah mengalami pengentalan yang dapat berujung pada kondisi pembekuan darah (blood clot).

Penyebab munculnya komplikasi ini sedang diperdebatkan selama beberapa waktu, seperti dilansir dari Republika.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Imperial College London dan Imperial College Healthcare NHS Trust atau dikenal sebagai MATIS, mengungkap, beberapa kasus pembekuan darah terjadi pada pasien Covid-19.

Hasil penelitian menyebutkan, bahwa masalah pembekuan darah yang diamati pada pasien Covid-19 yang parah, mungkin merupakan konsekuensi dari respons antibodi.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Blood itu berjudul “Aberrant glycosylation of anti-SARS-CoV-2 IgG is a pro-thrombotic stimulus for platelets”. Dikutip dari Times Now News, Sabtu (31 Juli 2021)

Sel-sel kecil yang disebut trombosit ditemukan di dalam tubuh yang bertanggung jawab atas fungsi pembekuan darah.

Menurut hasil penelitian, pembekuan darah yang terlihat pada pasien dengan infeksi Covid-19 yang parah, mungkin merupakan konsekuensi dari aktivitas trombosit abnormal dalam tubuh yang dipicu oleh infeksi.

“Faktor pemicunya diduga adalah respons antibodi terhadap virus,” menurut temuan MATIS.

Profesor Jon Gibbins, Direktur Institut Penelitian Kardiovaskular dan Metabolik di University of Reading dan penulis studi tersebut menguraikan temuannya.

Menurutnya, penyebab pembekuan darah pada pasien Covid-19 disebabkan karena respon imun yang sejatinya untuk melindungi tubuh dari infeksi justru berimbas memunculkan pelbagai masalah atau kerusakan lain pada organ tubuh.

“Salah satu cara untuk memikirkan apa yang terjadi adalah bahwa respon imun yang dirancang untuk melindungi Anda dari infeksi dalam beberapa kasus, terutama pada pasien yang sakit parah, sebenarnya menyebabkan lebih banyak kerusakan. Dalam hal ini, antibodi yang diproduksi untuk menghentikan penyebaran Covid-19 memicu sel yang terinfeksi untuk menginduksi aktivitas trombosit yang menyebabkan pembekuan, meskipun tidak ada luka yang perlu disembuhkan,” jelasnya.

“Kami sangat senang karena penelitian kami tentang trombosit di laboratorium menetapkan mekanisme penting yang menjelaskan bagaimana dan mengapa pembekuan darah yang berbahaya dapat terjadi pada pasien Covid-19 yang sakit parah, dan yang terpenting, juga memberikan petunjuk bagaimana hal ini dapat dicegah,” katanya.***