Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7092

Dampak Wafatnya Ulama Terhadap Umat dan Ilmu

Bogordaily.net – Rentetan berita wafatnya para ulama tak kunjung usai. Pada masa pandemi ini, mereka seperti ‘berlomba’ menghadap Illahi.

Sederet nama besar diantaranya, seperti KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Prof Baedhowi, KH Mohammad Siddik, KH M Lutfi Fathullah dan terakhir adalah Prof Huzaemah Tanggo, meninggal dalam waktu berdekatan.

Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Ustadz Syamsul Hidayat, menjelaskan sejatinya kematian didatangkan Allah SWT sebagai sebuah nasihat yang terbaik bagi umat manusia.

Kematian juga merupakan ujian yang didatangkan agar menjadi pertanda dan juga pengingat.

“Kita diingatkan bahwa kita harus menjaga diri sendiri dan menjaga keselamatan orang lain. Tak lupa, pendidikan juga sangat penting untuk mengingat jasa-jasa ulama,” kata Ustadz Syamsul, Rabu (28 Juli 2021).

Dia menambahkan, berpulangnya ulama jika diselisik berdasarkan hadis Nabi adalah sebuah ujian dan pertanda dari Allah SWT.

Sejatinya Allah SWT mencabut ilmu, khususnya ilmu agama, yang menjadi pedoman umat manusia di muka bumi.

Menurut dia, ilmu agama merupakan pelajaran dan pedoman untuk dijalankan. Karena itu, ulama harus dijaga agar fungsi penyelenggaraan pendidikan agama bisa berkembang dan meregenerasi kalangan sesudahnya.

Menurut dia, wafatnya ulama merupakan pertanda bahwa Allah mencabut ilmu-Nya dari muka bumi.

Bukan berarti Allah mencabut ilmu dengan telanjang mata, tapi mencabut orang-orang yang berilmu terlebih dahulu.

Ustadz Syamsul pun khawatir hanya tersisa orang-orang yang tidak berilmu yang berpo tensi menyesatkan orang lain.

Untuk itu, dia menjelaskan, wafatnya para ulama perlu dimaknai sebagai ajang untuk merekatkan kembali niat dalam pendidikan.

Menurut dia, untuk menyiapkan pendidikan terbaik bagi generasi penerus merupakan ikhtiar dalam menghidupkan jasa-jasa ulama yang sudah berpulang agar ilmu dan cahaya Allah tetap menerangi bumi.***

Lama Absen di TikTok, Abdul Kampung Inggris Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Kabar duka datang dari pengajar bahasa Inggris yang juga dikenal sebagai TikTokers. Abdul Besid atau Abdulism Kampung Inggris, dikabarkan meninggal dunia. Abdul menghembuskan nafas terakhirnya hari ini setelah terpapar virus COVID-19. Pria yang pernah viral karena teori bahasa Inggrisnya itu sebelumnya sempat mengaku sedang istirahat dari TikTok.

Lama tak terdengar kabarnya Abdul Kampung Inggris diberitakan meninggal. Hal tersebut sudah dikonfirmasi di akun beberapa media sosial Abdul. Dalam Instagram dan TikTok-nya disampaikan bahwa pria tersebut sudah berpulang karena virus Corona. Hal yang sama juga diungkap oleh akun @kampunginggrism yang pernah bekerja sama dengannya. Banyak orang ikut berbelasungkawa atas meninggalnya guru bahasa Inggris tersebut.

Sebelum meninggal, pria yang dikenal dengan akun @abdulism_kampunginggris tersebut pernah mengungkap soal rehatnya dari media sosial. Minggu lalu ia menulis, “mau istirahat dulu 😊 ,dan mundur jadi ketua tiktok teachers 😊”. Pria tersebut juga sempat mengunggah video bertuliskan terima kasih kepada TikTok dan para netizen. Sebelum sakit, Abdul pernah mengungkap alasannya jarang mengunggah konten karena masalah teknis sehingga ingin fokus di Instagram.

Profil Abdul Kampung Inggris
Abdul dikenal sebagai pengajar bahasa Inggris yang sering menjawab pertanyaan netizen mengenai kosa kata atau tata bahasa. Pria yang berdomisili di Pare, Kediri tersebut dikatakan mempelajari kemampuannya secara otodidak. Ia pun sering membagikan ilmu melalui grup Whatsapp dan mendirikan les bahasa Inggris.

Dalam keterangan Instagramnya, Abdul Kampung Inggris mengaku sebagai pakar dalam aksen Amerika dan Inggris. Ia memiliki tempat kursus bernama Abdul and The Theory Course yang dibuka secara online dan offline. Mereka yang tertarik untuk belajar bersama pria kelahiran Probolinggo tersebut bisa mendaftar melalui DM.

Abdul Kampung Inggris Pernah Viral
Abdul Kampung Inggris sebelumnya pernah viral karena salah satu video tutorial bahasa Inggrisnya. Saat menjelaskan kepada netizen, pria tersebut menyebutkan jika tidak ada orang ‘native’ yang berbicara ‘I’m drinking a cup of coffee’. Hal itu menjadi masalah karena banyak orang menganggapnya tidak benar dan kurang sopan dalam penjelasannya. Beberapa pakar dan orang yang mahir berbahasa Inggris pun menentang teori dan cara penyampaiannya hingga jadi sebuah tren di TikTok.***

 

 

Epidemiolog : Indonesia Perkuat Upaya Diversifikasi Vaksin Covid-19

Bogordaily.net – Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menyerukan agar pemerintah Indonesia memperkuat upaya diversifikasi vaksin Covid-19.

Langkah ini perlu diambil karena kini sebagian negara di dunia punya kebijakan khusus soal vaksin.

Dicky menekankan pentingnya diversifikasi atau keragaman vaksin bagi warga Indonesia.

Tujuannya agar mereka lebih mudah bila ingin berpergian ke luar negeri, salah satunya untuk tujuan Umrah yang segera dibuka lagi.

“Harus ada diversifikasi vaksin. Negara-negara di dunia mulai ada travel bubble dengan status pengendalian pandemi yang sama. Kalau ngandelin satu jenis vaksin saja sulit, bisa merugikan,” kata Dicky dalam konferensi virtual Indonesia Industry Outlook 2021, seperti dikutip dari Republika pada Rabu (28 Juli 2021).

Dicky mengingatkan pemerintah Indonesia supaya selektif dalam menggunakan vaksin bagi masyarakat. Ia mengimbau masyarakat tak disuntikkan vaksin yang efikasinya rendah.

“Vaksin yang dipakai harus pilihan dan lebih miliki efikasi tinggi dalam respon ancaman varian baru. Inilah perlunya diversifikasi, termasuk riset dalam negeri seperti vaksin merah putih,” ujar Dicky.

Dicky memantau varian baru Covid-19 kian bertambah dan membahayakan, salah satunya varian Delta.

“Tak bisa hanya mengandalkan vaksin tertentu saja seperti Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca karena ada varian baru tantangan jadi makin besar. Masih ada peluang efikasi turun karena varian baru yang lebih berbahaya,” lanjut Dicky.

Selain itu, Dicky menyayangkan partisipasi vaksinasi yang cenderung rendah di angka 8,71 persen dari 208.265.720 orang yang ditargetkan pemerintah.

Menurutnya, perlu diupayakan untuk peningkatan partisipasi vaksin di berbagai sektor.

“Game changer (perubahan besar) vaksin agar keluar dari pandemi ialah orang mau divaksin itu baru berhasil,” ucap Dicky.

Berdasarkan edaran keputusan Menteri Kesehatan, ada tujuh macam vaksin COVID-19 yang disetujui untuk digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia.

Adapun vaksin tersebut yakni: Vaksin Sinovac, PT Bio Farma, Novavax, Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Moderna dan Sinopharm.***

Heboh! Salmafina Pamer Bokong Bohay. Netizen: Bagus Pantat nya…

0

Bogordaily.net – Salmafina Sunan mendadak membuat mata laki-laki tak berkedip. Anak dari pengacara kondang Sunan Kalijaga ini kembali mengunggah foto seksi di Instragram. Ia memamerkan bokong bohay saat main ATV di pantai.

Salmafina senagaja tak memperlihatkan wajahnya dan lebih memilih pamer bagian belakang tubuhnya. Pose Salmafina begitu seksi dan mengundang perhatian.

Apalagi pakaiannya juga terlalu seksi, memakai tank top ketat dan legging. Bagian bokong sangat menonjol di foto ini.

Meski begitu, Salmafina cukup cuek dengan penampilannya serba ketat.

Netizen pun gagal fokus melihat penampilan Salmafina. Potret Salmafina ini pun dikomentari netizen.

“Maaf mau tanya, itu kok kayak gak pake celana dalam ya? Apa gimana. Sumpah saya gak ngerti mode,” tanya jago***.

“Kekar,” puji sonya***.

“Bohay say…cantik Kak Alma😢,” kata aferenciaf***.

“Bagus Pantat nya…. 😮😮😮,” kata yang lain.***

Hadir Kembali, Bree Coffee and Kitchen Terima Dine In

0

Bogordaily.net – Hadir kembali untuk kamu yang sudah rindu, Bree Coffee and Kitchen kini bisa untuk makan di tempat (dine in).

Manager Operasional Bree Coffee and Kitchen, Reza Rahman mengatakan, mulai Senin 26 Juli 2021 Bree sudah menerima untuk makan di tempat.

“Ditetapkannya aturan pemerintah yang memperbolehkan tempat makan menerima dine in, kami siap menyambut baik, dan menunggu kedatangan kalian,” ucapnya.

Dine in
Iga Bakar dari Bree Coffee & Kitchen. (Istimewa/Bogordaily.net)

Lanjutnya, tim Bree Coffee and Kitchen akan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) ketat, agar pengunjung merasa aman dan nyaman.

Tidak hanya itu, Bree juga memberikan promo-promo untuk menyambut hal baik ini.

“Kami memberikan beberapa promo untuk maincourse, varian minuman dan juga kopi,” ujarnya.

Untuk maincourse, Bree memberikan promo buy 2 get 1 free.

“Jika pengunjung membeli 2 maincourse, kami berikan 1 free alias gratis,” ungkapnya.

Lalu untuk minuman dan kopi, ada promo buy 1 get 1 untuk varian yang sama.

Dine in
Minuman mix berries yoghurt di Bree Coffee and Kitchen.(istimewa/Bogordaily.net)

“Promo buy 1 get 1 untuk minuman yang sama, kalo varian kopi ada hot cappucino dan hot latte,” paparnya.

Jangan khawatir, promo ini berlaku untuk hari Senin sampai Jumat, pukul 10.00 pagi sampai jam 3 sore.

Sebelumnya, memasuki masa PPKM Darurat Bree Coffee and Kitchen mengadakan jasa layanan antar yang bisa langsung diantarkan kedepan pintu rumah para pelanggan.

Di masa PPKM Darurat bukanlah halangan dalam menikmati menu-menu andalan yang Bree suguhkan.

Pesan antar ini dimulai dari tanggal 3 Juli ini, sampai tanggal 20 Juli 2021 khusus daerah Kota dan Kabupaten Bogor.Adv

Bupati Bogor: Stok Vaksin Covid-19 Makin Menipis…

BOGORDAILY- Pemkab Bogor menargetkan 160.000 orang divaksin setiap pekan. Namun, stok vaksin Covid-19 malah menipis pada saat masyarakat antusias melakukan vaksinasi.

Bupati Bogor Ade Yasin menyebut, stok vaksin di wilayahnya dari pemerintah pusat tersisa 104 vial dari semula 93.000 vial.

“Masyarakat sudah paham pentingnya vaksin, karena setiap ada vaksinasi itu antusias masyarakatnya cukup tinggi. Kendalanya ketersediaan vaksin mulai berkurang, kebutuhan vaksin saat ini sangat mendesak,” papar Ade, Rabu (28/7/2021).

Ade menyebutkan, selain 104 vial vaksin sisa dari bantuan pemerintah pusat, ada pula 552 vial milik Kodim 0621 dan 62 vial milik Polres Bogor.

Ia mencatat, progres vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor hingga 26 Juli 2021 telah mencapai 690.312 dosis dari target 8.576.268 dosis atau sasaran vaksin 4.288.134 orang.

Ade Yasin menyebutkan, Pemkab Bogor terus menggenjot vaksinasi massal. Kini vaksinasi dilakukan serentak di puskesmas 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor dua kali dalam seminggu.

Pemkab Bogor menargetkan vaksinasi terhadap 160.000 orang tiap pekan dengan acuan 2.000 orang pada tiap kali kegiatan vaksinasi massal di 80 titik sebaran.

“Untuk tenaga vaksinator sebanyak 1.070 orang sudah kita sediakan, kita kerahkan semua tenaga yang ada, hanya kendalanya saat ini soal ketersediaan vaksin,” terang Ade Yasin.

Sementara itu, Divisi Percepatan Vaksinasi Covid-19 Jawa Barat, Djuanda mengatakan, menghitung waktu sampai target Desember, masih ada 170 hari atau 144 hari kerja yang harus diefektifkan dan dimaksimalkan. Ia menekankan agar semuanya mempunyai kesamaan target.

“Di Jawa Barat ada 627 kecamatan dengan jumlah penduduk 45 juta jiwa lebih, dari mulai Kabupaten Bogor sampai Kota Banjar. Ditargetkan 80 persennya atau 37 juta pendukung divaksin untuk mencapai herd immunity.” imbuhnya.

Ia melanjutkan, Kabupaten Bogor menjadi target vaksinasi paling tinggi, yakni hampir di angka 3,9 juta dan paling rendah Kota Banjar 170.000. (bs)

Hai Gaess! Sudah Tepatkah Juliari Dituntut 11 Tahun Penjara?

Bogordaily.net – Hai gaess, bagi Anda pencinta pemberantasan korupsi, mungkin informasi ini, bisa membuat Anda sedikit tersenyum, Kenapa? Terdakwa tindak pidana korupsi Bansos yakni Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara baru saja dituntut penjara 11 tahun oleh jaksa.

Selain tuntutan pidana badan itu, Juliari dituntut membayar uang pengganti Rp 14,5 miliar.

“Ya nanti kami akan melakukan pembelaan,” ucap Juliari singkat usai sidang di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu 28 Juli 2021.

Sementara itu, di tempat yang sama, pengacara Juliari, Maqdir Ismail, menilai tuntutan untuk Juliari itu terlalu berat.

Selain itu, Maqdir menyebut ada saksi yang disebut dalam tuntutan memberikan uang padahal, menurut Maqdir, saksi itu tidak pernah dipanggil di persidangan.

“Iya terlalu berat apalagi itu kan tidak berdasarkan fakta persidangan, misalnya menyangkut uang, uang itu di dalam fakta sidang pengakuan saksi hanya sekitar 6 koma sekian miliar tetapi kan mereka anggap terbukti 32 (Rp 32 miliar), itu saja sudah tidak sesuai fakta sidang,” ujar Maqdir.

“Kedua, ada saksi yang tidak pernah mereka hadirkan di persidangan tiba-tiba dikatakan seolah-olah memberikan uang, misalnya dari PT Pangan Digdaya itu nggak pernah dipanggil dalam sidang,” imbuhnya.

Maqdir mengatakan pengacara dan Juliari akan mengajukan pembelaan pada 9 Agustus mendatang. Maqdir menyebut pleidoi akan fokus pada tuntutan jaksa terkait penerimaan uang.

“Terutama akan kita persoalkan soal isi daripada tuntutan kalau berhubungan fakta yang berhubungan dengan uang, apalagi misal 3 orang yang dianggap penerima awal atau perpanjangan tangan Pak Ari mereka di depan persidangan mengatakan nggak pernah ada uang, itu artinya kan ada 4 orang yang mengatakan tidak ada uang, ada 2 orang yang mengatakan ada uang, ini kalau bicara logic aja kan nggak mungkin,” ucapnya.

Dia juga meyakini kliennya tidak bersalah. Menurutnya, Juliari sudah memberikan keterangan yang benar dan konsisten dalam persidangan.

Juliari Batubara dituntut 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Juliari diyakini jaksa menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan bansos Corona di Kemensos.

Juliari juga dituntut jaksa membayar uang pengganti senilai Rp 14,5 miliar dan mencabut hak untuk dipilih selama 4 tahun setelah masa pidana pokok dijalankan. Jaksa berharap majelis hakim mengabulkan tuntutannya.

Juliari Batubara diyakini jaksa melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.***

Viral Video Mirip Dirinya, Nathalie Holscher Berikan Klarifikasi

Bogordaily.net – Baru-baru ini, tersebar video viral yang memperlihatkan dua orang wanita sedang bertengkar di sebuah mini market.

Dari video yang viral beredar, tampak seorang wanita menerobos antrean dan menyenggol wanita satunya yang terlihat sedang antre.

Wanita itu akhirnya marah karena antreannya malah diserobot. Dari perawakannya, ada yang menyebut kalau perempuan itu mirip dengan Nathalie Holscher.

Merasa itu bukan dirinya, Nathalie Holscher pun membantah dengan tegas dan memberikan klarifikasi terkait video tersebut.

“Hai semuanya aku mau klarifikasi bahwa video yang belakangan ramai itu bukan aku,” katanya dengan tegas.

Nathalie meminta agar netizen sebaiknya lebih berhati-hati lagi dalam berkomentar. Terlebih lagi untuk tidak menuduh orang lain yang belum tentu melakukan hal tersebut.

“Jangan berprasangka buruk dulu ya teman-teman,” pinta Nathalie Holscher.***

Panglima TNI Copot Danlanud dan Dansatpom Merauke

0

Bogordaily.net – Panglima TNI marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo supaya mencopot Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Merauke Johanes Abraham Dimara dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud Merauke Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto.

Perintah Panglima TNI itu menyusul insiden dua prajurit yang melakukan tindakan tidak terpuji dengan menginjak kepala pria difabel di Merauke, Papua.

“Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya,” ujar Hadi, Rabu 28 Juli 2021.

Panglima meminta agar proses serah terima jabatan dilaksanakan pada malam ini.

“Jadi saya minta malam ini langsung serah-terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu,” tegas Hadi.

Marsekal Hadi menegaskan bahwa Danlanud dan Dansatpom Lanud Merauke dicopot lantaran tak dapat membina anggotanya. Dia pun marah dengan perbuatan oknum anggota TNI tersebut.

(Alasan pencopotan Danlanud dan Dansatpom Lanud) karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah,” tutur Hadi.

Duet Bareng, Karya Comeback D.O Setelah Wamil Ada Delapan Track

Bogordaily.net – Mini album “Empathy” yang baru rilis milik D.O EXO memiliki delapan lagu yang terdiri dari enam lagu baru dan dua bonus track.

Lagu baru dalam mini album tersebut, antara lain Rose, I’m Gonna Love You, My Love, It’s Love, dan I’m Fine.

Dua bonus track yang ada dalam mini album terbaru D.O. tersebut merupakan lagu versi bahasa Inggris untuk Rose dan lagu versi bahasa Spanyol untuk It’s Love.

Kerennya ada juga versi Spanyol. Dalam versi bahasa Spanyol, lagu tersebut diberi judul Si Fueras Mia.

Selain ada lagu yang ditulis olehnya sendiri, dalam mini album D.O. ini ternyata juga ada lagu duet bareng rapper Wonstein.

D.O. duet bareng rapper tersebut dalam lagu yang berjudul I’m Gonna Love You. Nama Wonstein kemudian menjadi perbincangan dan menjadi trending di Twitter Korea.

Setelah SM Entertainment mengumumkan bahwa D.O. akan berkolaborasi dengan Wonstein.

D.O. EXO juga menggaet Jae Day6 untuk menjadi salah satu komposer lagunya dalam mini album “Empathy”.

Hal itu terbukti dengan nama Jae yang muncul dalam credit lagu My Love sebagai salah satu komposer.

Lagu tersebut berjudul My Love. Melalui cuitan di Twitter, Jae tak lupa juga memberikan dukungan pada D.O.

Jae juga meminta para netizen untuk ikut mendukung mini album D.O, khususnya lagu My Love.

Sebelumnya, Do Kyung Soo atau yang dikenal dengan nama D.O. EXO ini menjalani wajib militer pada 1 Juli 2019 dan selesai pada 25 Januari 2021 lalu.

Kabarnya, mini album bertajuk “Empathy” ini merupakan karya terbaru dari D.O. EXO setelah dirinya menyelesaikan wajib militer.

D.O. EXO juga telah berkarya bersama EXO dengan album terbaru mereka “Don’t Fight The Feeling” setelah keluar wamil.

Meski begitu, mini album D.O. ini menjadi come back D.O. EXO, setelah merampungkan kewajiban militernya selama kurang lebih hampir 2 tahun.***