Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7183

2000 Peserta Ditargetkan Kadin Kabupaten Bogor dalam Vaksinasi Massal

Bogordaily.net – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Bogor gelar vaksinasi massal di Grha Kadin jalan Tegar Beriman, Pakansari, Cibinong Kabupaten Bogor.

Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawati mengatakan bahwa vaksinasi massal ini untuk membantu pemerintah dalam pencapaian target vaksinasi yang kini sudah diangka 70 persen.

Kadin

“Kadin menggelar vaksinasi massal ini guna membantu pemerintah dalam pencapaian herd immunity Covid-19 seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Bogor,” ungkapnya, Kamis 15 Juli 2021.

Sintha juga menjelaskan bahwa vaksinasi dibutuhkan percepatan guna mencapai kekebalan komunal, sehingga dapat menghambat penyebaran Covid-19 yang masih saja melonjak.

Kadin

 

Vaksinasi massal yang digelar selama dua hari, pada tanggal 15-16 Juli 2021 serta menargetkan 2000 peserta dari masyarakat Kabupaten Bogor.

“Ini Vaksinasi yang pertama, dua hari 15 dan 16 Juli 2021, selanjutnya ada vaksinasi kedua yakni tanggal 12 dan 13 Agustus 2021,” ujar Sintha.

Sebelumnya, Kadin Kabupaten Bogor juga memberikan bantuan berupa 10 tabung oksigen dan 50 peti jenazah kepada Pemkab Bogor yang diterima langsung Bupati Bogor.***

Yuk Cari Tahu 5 Alasan Mengapa Bruntusan Susah Hilang

Bogor Daily – Bruntusan memang sangat mengganggu penampilan seseorang tak jarang hingga membuat orang tersebut menjadi tidak percaya diri. Pasalnyab runtusan kerap kali muncul pada spot area wajah yang berminyak seperti dahi, hidung dan juga pipi. 

Sebagian orang telah banyak mencoba untuk menghilangkan masalah kulit satu ini tetapi justru bruntusan semakin meradang. Yuk cari tahu penyebab dan cara menghilangkan pada ulasan berikut ini.

Alasan Bruntusan Tak Kunjung Hilang

  1. Salah Menggunakaan Produk Kecantikan

Salah satu dampak yang diakibatkan dalam salah menggunakan produk kecantikan adalah bruntusan. Dilansir dari harapanrakyat.com, apabila anda menggunakan produk kecantikan tanpa memilih produk yang sesuai dengan tipe wajah anda dapat berakibat fatal pada kulit wajah.pasalnya tidak semua kandungan produk kecantikan dapat digunakan oleh semua tipe jenis kulit wajah, terlebih saat kulit wajah anda sensitif anda perlu ekstra hati-hati memilih produk kecantikan.

Sembarangan dalam menggunakan produk kecantikan dapat membuat kulit wajah akan bermasalah sehingga membuat bruntusan tak kunjung mereda. Pastikan  untuk melihat kandungan yang terdapat dalam sebuah produk kecantikan saat akan membelinya. Pilihlah produk kecantikan yang memiliki kandungan alkohol rendah atau bahkan tidak memiliki kandungan alkohol karena produk kecantikan tersebut sangat aman untuk semua jenis tipe kulit wajah.

  1. Stress

Kondisi stress juga kerap kali membuat bruntusansusah hilang. Hal ini disebabkan hormon kortisol pada tubuh akan terus meningkat. Sehingga membuat bruntusan justru semakin banyak meski anda telah meredakannya dengan beberapa obat-obatan. Biasanya pada saat seseorang stres bruntusanakan lebih sering muncul pada area dahi. Oleh sebab itu usahakan anda menjaga suasana hati dan pikiran tetap stabil.

Pasalnya bruntusanakan timbul sebagai reaksi dari emosi anda yang tidak stabil akibat terlalu banyak pikiran atau memiliki suasana hati yang buruk. Sehingga hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan kulit. Namun sebagian orang tak menyadari bahwa stress dapat membuat masalah kulit semakin meradang. Kebanyakan dari mereka hanya fokus pada cara pengobatan dari luar saja.

  1. Hormon

Ketika seseorang memiliki hormon testosteron yang berlebih hal tersebut akan membuat permasalahan kuli tak kunjung usai. Salah satunya adalah bruntusansusah hilang meski telah menggunakan berbagai macam obat untuk memulihkannya. Biasanya jika hormon testosteron ini meningkat dapat membuat bruntusan bertahan cukup lama pada wajah anda. Pasalnya hormon testosteron akan merangsang kelenjar sehingga memicu bruntusan timbul kembali.

  1. Sisa Make Up Yang Tidak Bersih

Tentunya di kalangan wanita menggunakan make up merupakan kebiasaan yang dapat dilakukan setiap hari. Hal tersebut merupakan hal yang wajar, namun menggunakan make up dalam jangka waktu yang cukup lama dapat membuat bruntusan semakin meradang. Sehingga saat anda mencoba mengatasi bruntusan dengan berbagai macam treatment akan tetap membuat bruntusan pada wajah susah hilang. 

Usahakan anda menggunakan make up dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama sehingga kulit wajah dapat bernafas. Pasalnya saat anda menggunakan make up pori-pori pada kulit wajah akan tertutup sehingga menimbulkan sumbatan. Selain itu pastikan untuk menghilangkan bekas make up sebelum tidur. Hal ini dikarenakan saat seseorang tidur dengan sisa make up yang masih menempel dapat menimbulkan berbagai macam masalah kulit.

Terkadang mencuci muka saja tidak cukup untuk menghilangkan sisa make up. Pasalnya saat ini banyak produk kecantikan yang waterproof sehingga tidak hilang bila terkena air. Anda perlu membersihkan sisa make up dengan cleansing oil atau cleansing balm. Kedua pembersih tersebut merupakan pembersih khusus untuk make up sehingga dapat dijamin noda make up akan menghilang tanpa meninggalkan sisa. 

  1. Makanan

Bruntusansusah hilang juga dapat disebabkan karena mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung lemak sehingga membuat kulit wajah semakin berminyak. Seperti saat anda mengkonsumsi goreng-gorengan akan membuat skin barrier menjadi rusak sehingga tidak dapat menyembuhkan bruntusan. Oleh sebab itu usahakan untuk selalu mengkonsumsi makanan yang rendah lemak terutama sayuran dan buah yang baik untuk kulit.

Jika anda sering kali mendapati wajah andabruntusan pastikan lebih dulu mengetahui penyebabnya. Pasalnya tanpa mengetahui penyebab yang pasti anda tidak akan bisa menemukan solusi yang tepat untuk atasi bruntusan pada kulit wajah. bruntusan tidak hanya dapat dihilangkan menggunakan obat atau produk kecantikan. Anda dapat mengurangi bruntusan dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. (*)

Korban Tewas Akibat Covid-19 Melonjak, Lahan Makam Makin Sempit

Bogordaily.net – Melonjaknya korban tewas akibat Covid-19 sejak sebulan terakhir, memicu terjadinya krisis lahan pemakaman di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Kamis 15 Juli 2021. Lahan makam semangkin sempit.

Kepala unit pelaksana dan pengawas TPU Pondok Rajeg Muhammad Atang Rahmat menjelaskan, bahwa hampir setiap hari ada 10 pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Pondok Rajeg.

“Kita sebagai petugas di TPU ini kadang sedikit kewalahan karena hampir setiap hari tuh ada sekitar 10 korban yang dimakamkan.” Ujarnya

Atang juga menjelaskan bahwa sejak 1 Juli 2021, terdapat sekitar 60 korban meninggal yang dimakamkan di TPU Pondok Rajeg, akibat Covid-19.

“Mungkin ada sekitar 60 korban per 1 Juli kemarin dan rata-rata dari masyarakat kecamatan Cibinong.” ujarnya

Pihak TPU akan terus mengupayakan penambahan lahan agar pemakaman korban meninggal akibat Covid-19 bisa segera di kebumikan.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tengah berusaha memperbanyak jumlah tempat pemakaman umum (TPU) khusus pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Ini sebagai langkah antisipasi ledakan kasus penularan Covid-19.

“Ada sebanyak 10 TPU untuk pasien meninggal akibat Covid-19. TPU tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Bogor,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin.

Dia menjelaskan 10 TPU khusus korban Covid-19 itu, yaitu TPU Pondok Rajeg di Cibinong, TPU Tajurhalang Kecamatan Tajurhalang, TPU Ciomas Kecamatan Ciomas, TPU Cicadas di Gunungputri, TPU Cipenjo di Cileungsi.

Selain itu, TPU Singasari di Jonggol, TPU Jabon Mekar di Parung, TPU Rancabungur di Rancabungur, TPU Galuga di Cibungbulang, dan TPU Gorowong di Parungpanjang.***

Sssttt…Wali Kota Bogor Sebut Ada 2% Warganya yang Ketiban Untung Saat Pandemi

BOGORDAILY Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui sebanyak 42% warganya menganggur dan berhenti bekerja (PHK) saat masa pandemi Covid-19. Angka tersebut diambil berdasarkan survei yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam dua bulan terakhir. Kendati demikian, ada sekitar 2% warganya yang di masa pandemi ini penghasilnya ini naik hingga 300%.

“Mereka yang bergerak dalam bidang kesehatan, olahraga, sayur mayur, buah-buahan, dan dekorasi rumah yang penghasilannya naik hingga 300%,” ungkap Bima Arya dalam dalam acara Investor Daily Summit 2021, yang disiarkan secara daring, Kamis 15 Juli 2021.

Sementara itu, lanjut Bima, bila dibedah dari 42% warganya yang menganggur dan berhenti bekerja (PHK) itu, dari sisi profesi pekerjaan adalah buruh, sopir, atau pekerja jasa yang terdampak dengan menurunnya sektor hotel, restoran, atau tempat wisata. Sektor lainnya disumbang dari pekerja toko, pedagang kaki lima, hingga pekerja swasta.

“Sebagian besar kondisinya sama, mulai dari beberapa kebijakan PSBB. Ada juga sempat menganggur dan bekerja kembali, juga ada yang sempat menganggur dan pindah tempat kerja,” papar Bima.

Dari data survey, Lanjut Bima, hampir seluruh responden juga mengalami penurunan penghasilan. Sebagian besar atau 35% mengatakan penghasilan turun tidak dari setengahnya, 33% turun dari setengahnya, 22% sama dengan kondisi sebelumnya. Namun terdapat 2% warganya yang mengalami lonjakan pendapatan hingga 300%.

Untuk itu, Pemkot Bogor saat ini tengah mengembangkan atau terus memacu pengembangan dari sektor-sektor potensial dengan menggandeng beberapa dinas, PHRI atau Kadin. (*)

 

Setiap Hari 10 Pasien Covid-19 Dimakamkan, TPU Pondok Rajeg Krisis Lahan

Bogordaily.net – Tingginya angka kematian terhadap pasien Covid-19 membuat lahan pemakaman penuh, tak terkecuali Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rajeg di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Kepala Unit Pelaksana dan Pengawas TPU Pondok Rajeg Muhammad Atang Rahmat menjelaskan bahwa hampir setiap hari ada 10 pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di TPU Pondok Rajeg.

“Kita sebagai petugas di TPU ini kadang sedikit kewalahan karena hampir setiap hari tuh ada sekitar 10 korban yang dimakamkan.” ujarnya kepada Bogordaily.net, Kamis 15 Juli 2021.

Atang juga menjelaskan bahwa sejak 1 Juli lalu, ada sekitar 60 korban meninggal akibat Covid-19 yang dimakamkan di TPU Pondok Rajeg.

“Mungkin ada sekitar 60 korban per 1 Juli kemarin dan rata-rata warga Kecamatan Cibinong.” ungkapnya.

Pihak TPU akan terus mengupayakan penambahan lahan agar pemakaman korban meninggal akibat Covid-19 bisa segera di kebumikan.***

Percepat Vaksinasi Covid-19 DPRD Kabupaten Bogor Kawal Vaksinasi di Kabupaten Bogor

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, minta pemerintah tambah vaksin untuk percepat vaksinasi Covid-19.

Kasus postif Covid-19 naik setelah mudik lebaran di berbagai daerah. Termasuk di Kabupaten Bogor.

Hal itu membuat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus ditunda.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto pun mendukung percepatan vaksinasi Covid-19 untuk warga Kabupaten Bogor.

Maka dari itu Rudy Susmanto meminta pemerintah untuk memberikan vaksin lebih banyak ke wilayah Kabupaten Bogor.

Sebab, jumlah pendudukan Kabupaten Bogor lebih banyak jumlahnya dari wilayah lain di Indonesia.

“Warga Kabupaten Bogor berharap pandemi ini segera berlalu. Salah satu caranya menekan penyebaran Covid-19 dengan vaksinasi. Makanya alokasi vaksin ke Kabupaten Bogor harus lebih banyak, karena jumlah penduduknya besar,” kata Rudy Susmanto.

Rudy Susmanto juga meminta warga Kabupaten Bogor untuk menaati protokol kesehatan. Sebab, kunci untuk melalui pandemi ini dengan displin menjalankan protokol kesehatan.

Bila warga Kabupaten Bogor taat dengan protokol kesehatan, maka diyakini perekonomian akan kembali bangkit.

Masyarakat dapat kembali bekerja dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bogor juga dapat dilakukan sesuai dengan aspirasi masyarakat.

“Jangan keluar bila tak mendesak. Disiplin protokol kesehatan membawa dampak positif terhadap kesejahteraan warga Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Aliansi Mahasiswa Nasional Sukses Selenggarakan Vaksinasi Mahasiswa

Bogordaily.net – Aliansi Mahasiswa Nasional yang terdiri dari DEMA PTKIN Se-Indonesia, BEM Nusantara, BEM PTM Indonesia dan PERMIKOMNAS sukses menyelenggarakan Vaksinasi Mahasiswa Nasional pada Rabu, 14 Juli 2021 yang berlangsung di GOR Bulungan Jakarta Selatan.

Koodinator Pusat DEMA PTKIN Se-Indonesia Onky Fachrur Rozie menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa dalam penanggulangan Covid-19.

“Ini salah satu bentuk kepedulian mahasiswa yang tinggi dalam penanggulangan Covid-19 ini dan ini akan kita lanjutkan di kampus-kampus bagi mahasiswa dan civitas akademika yang belum mendapatkan vaksin,” Onky Fachrur Rozie.

Ginka Ginting Ketum Aman Indonesia juga menegaskan dalam keterangannya bahwa nantinya kegiatan ini akan dilanjutkan di seluruh daerah di Indonesia.

“Kegiatan kami ini dapat memantik, menjadi percontohan kepada seluruh kawan-kawan mahasiswa di daerah lain dan mensosialisasikan kegiatan vaksinasi di tengah masyarakat agar kedepannya Indonesia bisa lepas dari pandemi COVID-19,” Ginka Ginting Ketum Aman Indonesia.

Koordinator Presidium Nasional BEM PTMI, Nur Eko Suhardana mengatakan bahwa agenda ini dapat menstimulus mahasiswa agar terus bergerak untuk memulihkan Indonesia dari pandemi Covid-19.

“Vaksinasi ini adalah bentuk gerakan stimulus yang baik,” ujar Eko.

Dimas Prayoga selaku Koordinator Pusat BEM Nusantara mengatakan pihaknya sangat mendukung agenda vaksinasi nasional yang merupakan bentuk ikhtiar terbaik untuk pulihkan pandemi di Indonesia.

“Vaksinasi nasional sebagai ikhtiar upaya untuk pulihkan Indonesia ditengah pandemi,” kata Dimas.

Senada dengan keempat aliansi lainnya Husniyati, Ketum PERMIKOMNAS menyampaikan dukungan penuh terhadap agenda gerakan vaksinasi nasional ini.

“BPP Permikomnas mendukung penuh agenda ini, karena dengan adanya vaksinasi nasional, ini langkah konkret untuk sembuhkan Indonesia,” katanya saat wawancara.****

Vaksinasi di Kecamatan Leuwiliang, Gugus Tugas Kecamatan Libatkan Guru

Bogordaily.net – Kegiatan vaksinasi massal untuk warga, yang digelar gugus tugas Kecamatan Leuwiliang, Pada Rabu 14 Juli 2021 berjalan tertib, bahkan antrean warga tidak begitu membludak dan tetap menjaga Prokes.

Tampaknya hal itu tidak luput dari sosialisasi yang dilakukan oleh pihak Puskemas dan Gugus Tugas Kecamatan Leuwiliang.

Kepala Puskemas Leuwiliang, dr James Tambunan mengatakan, bahwa kegiatan vaksinasi massal yang digelar di Kecamatan berjalan tertib dan mematuhi protokol kesehatan.

“Alhamdulillah tertib, karena kita sebelumya telah melakukan sosialisasi dan juga mengatur jam antrean agar tidak terjadi penumpukan antrean,”kata James kepada wartawan, Kamis 15 Juli 2021.

James lebih lanjut mengatakan, untuk target vaksinasi massal untuk warga itu 2000 per-hari, dan jika warga yang tidak bisa vaksin di Kecamatan itu bisa dilakukan di Puskesmas.

“Itu bisa di puskesmas, dan kita juga sudah uji coba pas vaksinasi massal minggu kemaren di puskesmas dan berjalan tertib karena diatur jam datangnya,”katanya.

Untuk vaksinator, lanjut James, pihaknya juga bekerjasama dengan para guru di samping tenaga kesehatan yang ada. Hal itu untuk membantu, proses vaksinasi agar berjalan cepat.

“Tenaga kerja vaksinasi massal di Kecamatan Leuwiliang ini banyak yang terlibat dari para guru, tiga nakes Puskesmas yang ada di Leuwiliang serta dari swasta yang kita undang orang-orang kesehatan yang turut membantu dalam pelaksanaan vaksinasi massal,” tambahnya.

Di sisi lain, sejauh ini tidak ditemukan adanya warga yang mengeluhkan gejala yang fatal usai menjalani vaksinasi. Tetapi, pihaknya tetap menyediakan KIPI bagi masyarakat yang sudah divaksin.

“Pemantauan observasi orang yang sudah melakukan vaksinasi antara 15 sampai 30 menit tidak ada gejala dinyatakan sehat dan boleh pulang,” tuturnya.

Untuk itu, dirinya mengimbau agar masyarakat mau dan tidak perlu khawatir divaksin karena aman dan halal. Terlebih, vaksin ini memberikan banyak manfaat di tengah pandemi covid-19.***

Cek disini, Camat Sahib Terbitkan Nomor Telepon Darurat di Wilayah

Bogordaily.net – Memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dilakukan oleh Camat Tanah Sareal Sahib Khan, pria 41 tahun tersebut resmi menerbitkan layanan nomor kedaruratan untuk warga di wilayah Kecamatan Tanah Sareal.

Melalui sambungan telepon, Sahib menjelaskan bahwa saat ini kecepatan dan ketepatan dalam penanganan Covid-19 di wilayah sangat diutamakan.

Camat Tanah Sareal Sahib Khan bersama Kapolsek dan Muspika Tanah Sareal saat Apel Sinergitas Mengabdi Kota Bogor, beberapa waktu lalu.
(Foto: Bank Foto Bogordaily.net)

“Ini terobosan, warga bisa langsung terhubung dengan Lurah, Puskemas dan saya sendiri sebagai Camatnya. Apapun itu permasalahannya, apalagi tentang Covid-19, mangga silahkan menghubungi nomor yang tertera,” papar Sahib Khan.

Sesuai dengan instruksi Wali Kota Bogor kepada Camat dan Lurah yang ada di Kota Bogor untuk terjun langsung dengan terus mengecek dan memantau kondisi warga, maka layanan ini bisa dijadikan rujukan utama dalam pertolongan penanganan Covid-19 di wilayah.

“Ada 11 nomor Lurah, 5 nomor Puskesmas dan nomor HP pribadi saya untuk berkomunikasi dan berkoordinasi permasalahan di wilayah,” papar Pria lulusan S2 Universitas Gadjah Mada itu.

Bantuan pemakaman bagi pasien yang wafat karena Covid-19 di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
(Foto: Bank Foto Bogordaily.net)

Berikut nomor Hotline Satgas Covid-19 Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor:

Camat Tanah Sareal : 0818631289

Telp (0251) 8328547

1. Puskesmas Tanah Sareal 08111147222

Lurah Tanah Sareal 08131101376

2. Puskesmas Pondok Rumput 087720605560

Lurah Kebon Pedes 08787 009 1616

3. Puskesmas Kedung Badak 081383361835

Lurah Kedung Waringin 087881958265

Lurah Kedung Jaya 085717616311 Lurah Kedung Badak 0818814257

4. Puskesmas Mekarwangi 087831224622

Lurah mekarwangi 08129050031

Lurah Sukadamai 085796666151

Lurah Sukaresmi 085319141068

5. Puskesmas Kayumanis :082130059743

Lurah Kencana 08981020398

Lurah Cibadak 081284443332

Lurah Kayumanis 081289535436

“Lengkap ya, semoga dengan layanan ini, lebih banyak warga yang dapat tertolong dan mendapatkan pelayanan secara maksimal dalam masa PPKM Darurat pandemi Covid-19 saat ini. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan. Aamiin, ” pungkas Camat dengan jenggot khasnya itu.****

Hari Ini Pemerintah Bagikan Paket Obat Bagi Warga yang Isoman, Begini Cara Mendapatkan…

Bogordaily.net – Hari ini pemerintah akan membagikan paket obat gratis untuk warga positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri. Obat ini gratis dan akan didistribusikan oleh TNI.

Bagaimana cara mendapatkannya?

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjelaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memerintahkan TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan tersebut kepada masyarakat di wilayah Jawa dan Bali.

Presiden meminta TNI memastikan obat-obatan tersebut sampai kepada tangan masyarakat yang membutuhkan.

“300 ribu paket obat-obatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang melaksanakan isoman baik OTG (orang tanpa gejala) maupun ODG (orang dengan gejala) ringan. Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini para Babinsa akan didampingi oleh petugas dari puskesmas maupun bidan-bidan desa di wilayah tersebut,” kata Hadi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Kamis 15 Juli 2021

Jajaran tim kesehatan Kodam termasuk Kodim, Koramil dan Babinsa akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan dan jajaran kepolisian dalam pendistribusian obat gratis ini.

“Harapan kita dengan kolaborasi antar-institusi ini akan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan isolasi mandiri,” ujarnya.

Lantas, bagaimana syarat mendapatkan paket obat gratis dari pemerintah ini? Hadi menjelaskan, puskesmas atau bidan desa akan melakukan pendataan secara detail sehingga nantinya obat gratis tersebut tepat sasaran.

Tentunya pendataan itu dan pendistribusiannya nanti akan diawasi oleh pihak kesehatan Kodam, Kodim dan Koramil serta para babinsa. Dalam pendistribusiannya, pihak puskesmas atau bidan desa juga akan mendampingi.

“Pembagiannya akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh puskesmas dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh puskesmas di antaranya hasil swab, dan memang masyarakat harus melaksanakan isolasi mandiri,” ujarnya.***