Friday, 24 April 2026
Home Blog Page 7184

Dinamis! Sekolah Masih Menyesuaikan PPKM Darurat

Bogordaily.net – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melihat saat ini data sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) masih terus berubah-ubah.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Jumeri mengatakan, saat ini pemerintah daerah dan sekolah masih dinamis menyesuaikan PPKM darurat.

“Data yang kita miliki berubah, dengan PPKM darurat karena daerahnya dinamis. Kepada daerah diminta menyesuaikan dengan ketentuan PPKM darurat,” kata Jumeri, di Jakarta, Selasa (13 Juli 2021).

Sementara itu, Koordinator Penjamin Mutu Pendidikan dan Kerjasama Ditjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek Katman mengatakan, pihaknya masih perlu melihat kondisi beberapa daerah yang masuk zona aman dari Covid-19.

Sekolah
Ilustrasi Sekolah Pertemuan Tatap Muka (PTM). (Istimewa/Bogordaily.net)

Namun, bagi daerah Jawa-Bali yang saat ini masih termasuk PPKM darurat, menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Tentunya mereka juga kalau yang di Jawa-Bali masih MPLS-nya daring, untuk tahun ajaran baru itu daring,” kata Katman.

Saat ini, Kemendikbudristek melakukan survei sekolah yang sudah akan PTM. Kemendikbudristek pun sudah memiliki laman khusus untuk pemetaan sekolah-sekolah yang sudah melakukan PTM.

Terkait hal ini, kepala sekolah diminta melaporkan kondisi sekolah agar data yang terdapat pada laman tersebut bisa bersifat real time

Katman menjelaskan, pihaknya saat ini sudah menyebarkan informasi secara langsung kepada kepala sekolah untuk segera memperbarui data sekolahnya di laman sekolah.data.kemdikbud.go.id.

Katman pun meminta agar kepala sekolah aktif memperbarui data mengenai status sekolah masing-masing.

Lebih lanjut, Katman menegaskan terdapat dua prinsip dalam sekolah tatap muka. Kedua prinsip tersebut yakni kesehatan dan keselamatan.

Jika pemerintah daerah dan sekolah yakin bahwa di wilayah tersebut aman maka diizinkan membuka sekolah.

Namun, jika ada satu orang saja di lingkungan sekolah yang mengalami gejala dan terkonfirmasi positif Covid-19, maka tatap muka wajib dihentikan.

Katman tidak memungkiri saat ini kondisinya begitu dinamis. Sehingga kemungkinan kepala sekolah belum sempat memperbarui status tatap muka di satuan pendidikan.

Menurut Katman, akan ada perubahan terlihat dari sebelum dan sesudah PPKM darurat diberlakukan.***

Operasi PPKM Darurat, Polsek Gunungputri Sanksi Tipiring 10 Pelanggar

Bogordaily.net – Tim gabungan yang terdiri dari jajaran Polsek Gunung Putri, Koramil, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Pemdes Wanaherang melaksanakan kegiatan operasi yustisi serta pembagian masker dalam rangka PPKM Darurat yang berlokasi di Jalan Raya Cikuda Kampung Cikuda Desa Wanaherang Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor.

Pada operasi gabungan aparat yang bertugas di lapangan itu memberikan teguran dan memberikan himbauan kepada masyarakat tentang sosialisasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan dan Pencegahan penularan Covid-19 sesuai dengan Peraturan Bupati Bogor No. 60 Tahun 2021.

“Dari hasil kegiatan operasi yustisi ini masih ditemukan adanya kegiatan masyarakat yang mengabaikan protokol Kesehatan dan masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker sehingga petugas memberikan sanksi Tipiring kepada 10 pelanggar serta pembagian 300 pcs masker,” ujar Kapolsek Kompol Andri Fran Ferdyawan kepada wartawan, Kamis 15 Juli 2021.

“Dengan adanya sanksi ini kami berharap semua masyarakat Khususnya di Kecamatan Gunung Putri bisa mengikuti aturan PPKM Darurat guna mengurangi penyebaran Covid-19 dan sanksi tersebut bisa membuat efek jera terhadap masyarakat yang abai tentang Prokes,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Kepala Desa Wanaherang Heri Sudewo menambahkan, bahwa masyarakat harusnya lebih sadar arti pentingnya kesehatan dengan memakai masker karena itu buat kesehatan masyarakat juga.

“Kegiatan ini akan rutin dilaksanakan Pemdes Wanaherang pelanggar protokol kesehatan COVID-19 dan menemukan banyak warga yang tidak menggunakan masker,” ujarnya

“Operasi yustisi merupakan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di pemerintahan desa Wanaherang sehingga terus digalakkan dan kami menemukan masih banyak warga yang tidak menggunakan masker,” katanya lagi

Disebutkan kades ada 10 pelanggar yang dapat sanksi Tipiring dan juga masih banyak ditemukan warga terjaring dan mereka diberi pembinaan untuk tetap menggunakan masker saat bepergian. “Para pelanggar juga diberi sanksi push up serta sanksi sosial lainya,” tutupnya.

Selain itu Kapolsek dan kepala desa pun menyampaikan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M untuk memutus mata rantai covid 19 yang semakin meningkat setiap harinya.***

 

Keren, Bree Bagi Nasi Box Gratis Kepada Warga

Bogordaily.net – Bahu membahu mengatasi kondisi yang serba sulit dimasa PPKM Darurat Covid-19 dilakukan oleh management Bree Coffee and Kitchen.

Restoran dan Coffee shop yang berlokasi di jalan raya Cijeruk, Kabupaten Bogor itu menggelar kegiatan berbagi nasi box untuk paket makan siang kepada warga sekitar dan pengendara yang melintas di depan Bree Coffee and Kitchen.

Kegiatan Bree bagi-bagi nasi box gratis, start 13 sampai 19 Juli 2021.
(Foto: IG Bree Coffee and Kitchen/Bogordaily.net).

“Rencananya kegiatan ini berlangsung selama satu pekan. Kita bagikan gratis untuk paket makan siang kepada warga dan pengendara yang memang melintas di depan Bree,” ungkap Reza Rahman, Operational Manager Bree Coffee and Kitchen.

Management Bree Coffee and Kitchen melakukan kegiatan tersebut guna membantu warga dan pengendara yang terdampak Covid-19 serta aturan PPKM Darurat pada saat ini yang masih berlangsung.

Tampak warga antusias menerima paket nasi box gratis dari Bree Coffee and Kitchen.
(Foto: IG Bree Coffee and Kitchen/Bogordaily.net)

“Kita start 13 sampai 19 Juli 2021. Ada 100 nasi box perhari yang kita bagikan secara gratis. Target utama menyasar kepada orang-orang pencari nafkah yang sedang melintas di depan Bree,” papar Reza.

Reza kembali menjelaskan, respon baik diterimanya ketika memberikan paket nasi box tersebut. Para pengendara dan warga yang menerima paket nasi box mengucapkan terimakasih.

Warga dan pengendara yang melintas di depan Bree Coffee and Kitchen saat menerima paket nasi box gratis.
(Foto: IG Bree Coffee and Kitchen/Bogordaily.net).

“Harapan kedepan semoga pandemi ini segera berakhir. Sehingga membuat Bree Coffee and Kitchen dapat kembali melayani para tamu dengan sajian makanan, minuman dan coffee terbaiknya. Aamiin,” pungkas Reza Rahman.****

 

 

 

Inalillahi…Mantan Menteri BUMN Meninggal Dunia

Bogordaily.net – Mantan Menteri BUMN Sugiharto meninggal dunia. Almarhum pernah menjabat sebagai Menteri BUMN pada 2004-2007.
Sugiharto meninggal pada pagi ini. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Komisaris Utama PT Pertamina Basuki T Purnama (Ahok).

“Iya benar,” ujar Ahok, Kamis 17 Juli 2021

Sugiharto lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 29 April 1955. Dia menjabat Menteri Negara BUMN di Kabinet Indonesia Bersatu, dari Oktober 2004 hingga Mei 2007.

Sugiharto juga sempat menjabat sebagai direksi di PT Medco Energy Tbk (MEDC) & Komisaris Utama Pertamina.***

Pemkot Bogor Siapkan Dana Rp.44 Miliar untuk Tangani Covid-19 dan Pembangunan Jalan R3 Rp.42 Miliar di 2022

Bogordaily.net – Pemerintah Kota Bogor menganggarkan 44 Miliar untuk tangani Covid-19 2022. Dana tersebut untuk anggaran kuratif dan rehabilitatif penanganan Covid-19. salah satunya berupa penyediaan fasilitas isolasi.

Hal itu terungkap dari rapat Paripurna DPRD Kota Bogor yang digelar secara virtual, Rabu 14 Juli 2021.

Pada rapat tersebut, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan rancangan Kebijakan Umum APBD, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA/PPAS) Kota Bogor Tahun 2022, yang merupakan tahun anggaran ketiga periode kepemimpinan Bima Arya-Dedie A Rachim.

“Sebagaimana arahan Pemerintah Pusat, pada 2022 diprediksi APBD masih terdampak dan fokus pada penanggulangan Covid-19, baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi belanja,” ujar Bima Arya.

Wali Kota mengatakan, begitu pula APBD Kota Bogor yang fokus pada adaptif dan tanggap Covid-19. Adaptif yakni menyesuaikan pendapatan yang terdampak pandemi dan tanggap dalam penanganan Covid-19.

Ia menerangkan, target Pendapatan Daerah Kota Bogor sebesar Rp 2,1 Triliun yang terdiri dari Rp 1,2 Triliun bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Rp 858 Miliar bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil.

”Terkait pendapatan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Bantuan Keuangan Provinsi, masih dilakukan koordinasi lanjut dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Jabar dan DKI,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, sedangkan untuk target Belanja Daerah sebesar Rp 3,4 Triliun. Dimana Rp 44 Miliar direncanakan untuk anggaran kuratif dan rehabilitatif penanganan Covid-19, salah satunya berupa penyediaan fasilitas isolasi.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 ini menjelaskan, dari target belanja daerah ini, beberapa di antaranya merupakan belanja program prioritas lain.

Sebut saja pembangunan GOR Kecamatan yang terintegrasi dengan pusat kuliner sebesar Rp 18 Miliar. GOR dan pusat kuliner ini untuk mendorong aktivitas olahraga, juga untuk mendorong perekonomian warga.

Kedua, penataan Kawasan Batutulis, melalui pembebasan lahan sebesar Rp 5,3 Miliar. Dengan tujuan untuk mendorong pariwisata yang menjadi identitas Kota Bogor yang pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi terhadap perekonomian warga.

”Ketiga melanjutkan pembangunan Masjid Agung sebesar Rp 52 Miliar. Keempat, pembebasan lahan dan pembangunan jalan R3 sebesar Rp 42 Miliar serta pembangunan Gedung Perpustakaan sebesar Rp 12 Miliar,” tuturnya.

Dari sisi pembiayaan kata dia, Pemkot Bogor akan melakukan penyertaan modal berupa saham kepada PT Bank BJB untuk pengembangan kapasitas usaha dan struktur permodalan, sehingga kedepannya diharapkan PT Bank BJB dapat mendukung implementasi transaksi digital perekonomian di Kota Bogor.

“Pemkot Bogor juga masih berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk mendukung rencana perluasan fasilitas RSUD Kota Bogor dan perbaikan jembatan Otista yang menjadi pusat persoalan kemacetan di Kota Bogor. Kami harap DPRD Kota Bogor juga dapat berkoordinasi dengan DPRD Jabar dalam mendukung permohonan bantuan tersebut, karena kebutuhan anggarannya cukup besar,” katanya.***

Idul Adha di Tengah PPKM Darurat, Bima Arya Cek Kesiapan RPH

Bogordaily.net – Wali Kota Bogor, Bima Arya meninjau kesiapan Rumah Potong Hewan (RPH) di wilayah Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Rabu 14 Juli 2021.

Peninjauan ini dilakukan menjelang Idul Adha 1442 H pada 20 Juli 2021 mendatang yang masih dalam suasana PPKM Darurat.

“Pelaksanaan Idul Adha tahun ini masih dalam kondisi PPKM Darurat. Maka dari itu pelaksanaannya menyesuaikan, tidak ada sholat ied berjamaah, demikian pula penyembelihan hewan kurbannya diatur. Dan diimbau kepada masyarakat semaksimal mungkin agar penyembelihan itu dilakukan di RPH,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Bima menyebut, bahwa secara teknis RPH Bubulak siap melakukan penyembelihan hewan kurban sesuai ketentuan dan syariat Islam.

“Saya tadi cek secara teknis seperti apa. Saya pastikan di sini petugasnya siap, prokesnya juga siap. Estimasi kapasitasnya sampai berapa, sehingga kita bisa memperkirakan agar warga mendapatkan kepastian. Jangan sampai warga diarahkan ke sini, tapi di sini tidak siap. Saya minta koordinasi yang rapi saja,” katanya.

Pelaksanaan kurban juga akan melibatkan pengawasan dari DMI Kota Bogor serta dokter hewan untuk memeriksa kesehatan hewan kurban.

“Kapasitas sehari bisa memotong 200 ekor sapi. Pasti tidak akan semua bisa tertampung di RPH, minimal bisa mengurangi titik-titik yang biasanya memotong secara langsung. Dalam hal keterbatasan kapasitas RPH, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH tapi dengan ketentuan dan protokol kesehatan yang ketat,” terangnya.

Tahun ini pun, Bima Arya mengaku akan mengirimkan hewan kurbannya untuk disembelih di RPH Bubulak.

“Biasanya kan saya langsung ke kampung-kampung, kalau sekarang kita imbau di RPH supaya tidak ada kerumunan dan sesuai prokes sampai dicacah, kemudian dibagikan ke kampung-kampung,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala DKPP Kota Bogor Anas Rasmana menjelaskan, bahwa keuntungan memotong di RPH adalah terjamin aman, sehat, utuh dan halal (asuh).

“Sapinya dicek oleh dokter, setelah dipotong pun dicek lagi post mortemnya dagingnya sehat atau tidak. Kemudian memotong sesuai syariat Islam, waktu pemotongannya lebih cepat hanya 30 menit,” ujarnya.

Anas juga memprediksi bahwa penjualan hewan kurban tahun ini menurun.

“Laporan dari para pedagang yang kita temui sampai dengan H-7 itu mereka menurun sampai 30 persen. Contoh sapi itu baru terjual 2.500 transaksi. Estimasi kita sampai tanggal 20 Juli itu akan terjual 4.500 sapi, tahun lalu 5.200 ekor. Kalau kambing/domba tahun lalu terjual 8.000 ekor, tahun ini diperkirakan hanya 6.000 ekor. Sampai H-7 kemarin kambing baru terjual 4.000 ekor,” bebernya.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Bogor Ustadz Ade Sarmili mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bogor karena telah memperhatikan kesehatan umatnya, terutama dalam momen berkurban nanti.

“Kurban itu kan masalah pribadi, tapi kemudian menjadi masalah umum karena dagingnya dibagikan kepada masyarakat luas. Maka harus dipastikan kesehatan dan higienisnya. Tapi yang tak kalah penting lagi adalah harus syar’i. Ketika kami melihat prosesnya di RPH Bubulak, kami melihat ini sesuai dengan syariat Islam, mulai dari cara penyembelihannya, kemudian proses-proses lainnya,” katanya.

Ade juga mengimbau kepada panitia kurban untuk bisa memahami kondisi pandemi ini dengan menyiapkan kebutuhan sesuai protokol kesehatan.

“Keterserapan sapi untuk disembelih di RPH itu per hari 200 ekor dikalikan empat hari jadi 800 ekor. Praktis, ada sekitar 3.000 ekor hewan kurban tersebar di masyarakat. Ini harus kita tangani ekstra,” ucapnya.

“Bagaimana kesiapan panitia di wilayah, bagaimana kesiapan aparatur untuk mengawasi supaya tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 di masyarakat ketika berkurban. Tapi kita tidak berharap itu terjadi. Mudah-mudahan lewat edaran wali kota itu kemudian terbaca, kira-kira perangkat apa yang harus dipersiapkan ketika kurban itu harus masjid, mushola, dll. Karena di sini tidak tercukupi,” tambahnya.

Ade Sarmili berharap kepada pemerintah agar menyiapkan juga fasilitas antigen untuk panitia kurban di wilayah.

“DKM harus membatasi panitia yang bertugas dan mengimbau warga agar tidak berkerumun ke area penyembelihan. Harus ada protokol kesehatan yang kita pahami bersama dengan para DKM agar kegiatan ini tidak menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Agama menegaskan bahwa kegiatan malam takbiran di masjid/mushalla maupun takbir keliling ditiadakan di seluruh kabupaten/kota yang diterapkan PPKM Darurat.

Begitu juga dengan Shalat Idul Adha di daerah yang diterapkan PPKM Darurat, ditiadakan. Semua kegiatan peribadatan selama pemberlakuan kebijakan PPKM Darurat, dilakukan di rumah masing-masing.

Bima Arya didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S Rasmana, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor Ustadz Ade Sarmili, Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bogor H. Ramlan Rustandi, dan Kepala UPTD RPH Bubulak Didong Suherdi.***

Wakil Bupati Bogor Ungkap Kekurangan Tabung di Posko Pengendalian Oksigen

Bogordaily.net – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengecek kesiapan Pos Komando (Posko) Pengendalian Oksigen di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Rabu 14 Juli 2021.

“Saya mendatangi Posko pengendalian oksigen di BPBD. Posko ini tugasnya mengatur lalu lintas dan komunikasi antar rumah sakit terkait ketersediaan oksigen,” terang Iwan Setiawan.

Iwan menegaskan, Walaupun di Posko tidak punya stok oksigen, tetapi tugas Posko ini mengatur dan mengisi ulang oksigen. Rumah sakit itu membawa tabung kosong ke Posko dan kemudian dibawa ke Cilegon untuk diisi.

Ia mengungkapkan, kemarin Posko bawa 110 tabung oksigen untuk diisi di Cilegon, dan juga ada dua rumah sakit yang bawa tabung kosong dan membawa tabung isi. Tabung kosong disimpan, dan yang sudah diisi dari Cilegon dibawa oleh rumah sakit. Kegiatan ini yang sekarang sudah berjalan dan rumah sakit sangat antusias dengan keberadaan Posko ini. Selain RSUD, kebanyakan rumah sakit swasta juga menggunakan Posko ini untuk mendapat ketersediaan oksigen.

“Namun, permasalahannya kita sekarang adalah keterbatasan tabung, Posko tidak ada tabung. Jadi tabung-tabung dari rumah sakit kita kumpulin dan kita angkut jika sudah mencapai 100 tabung, dibawa ke Cilegon. Sehari kemudian sudah diisi, karena perjalanannya relatif singkat, cuma enam jam kan bolak-balik,” terang politis Partai Gerindra itu.

Jadi, lanjutnya, memang kendalanya di stok tabungnya sendiri. Sejauh ini rumah sakit bawa tabung kosong untuk disimpan, kemudian kalau sudah terisi diambil kembali oleh pihak rumah sakit.

“Kalau makin banyak tabung, kita bisa isi banyak sekaligus, nanti rumah sakit yang butuh tinggal ambil dengan meninggalkan tabung kosong mereka. Jadi memang kita harus punya stok juga, tidak menunggu tabung dari rumah sakit datang,”

Jajarannya juga ingin menggalakkan gerakan peduli oksigen. Mudah-mudahan ada masyarakat atau pelaku usaha yang mau menyumbangkan atau meminjamkan tabung oksigen untuk menjaga ketersediaan stok oksigen. Dengan gotong-royong seperti ini, masalah kelangkaan oksigen bisa diminimalisasi.

” Mudah-mudahan ada pengusaha atau donatur yang mau menyumbangkan atau meminjamkan tabungnya yang tidak terpakai. Nanti kita akan isi dan bantu distribusi oksigen untuk rumah sakit. Jadi tidak mesti nyumbang tabungnya, dipinjamkan ke kita juga boleh. Yang penting ketersediaan untuk rumah sakit bisa teratasi,” pungkasnya.***

Naik Rp8.000/Gram, Harga Emas Antam Melonjak Drastis

0

Bogordaily.net – Pergerakan emas 24 karat milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melonjak drastis pada pembukaan perdagangan hari ini. Harga emas Antam naik sebesar Rp8.000 per gram.

Mengutip laman Logam Mulia Antam, Kamis, 15 Juli 2021, harga emas naik dari posisi Rp945 ribu per gram menjadi Rp953 ribu per gram.

Serupa, harga pembelian kembali emas atau buyback juga melonjak tajam Rp10 ribu per gram atau dibanderol di kisaran Rp850 ribu per gram dari harga sebelumnya Rp840 ribu per gram.

Sementara itu, harga perak naik Rp100 menjadi di kisaran Rp13.100 ribu per gram. Namun demikian harga dan ketersediaan stok bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

Berikut daftar harga emas 24 karat Antam per 15 Juli 2021:

1. Emas batangan 1 gram Rp953 ribu.
2. Emas batangan 2 gram Rp1,84 juta.
3. Emas batangan 3 gram Rp2,74 juta.
4. Emas batangan 5 gram Rp4,54 juta.
5. Emas batangan 10 gram Rp9,02 juta.
6. Emas batangan 25 gram Rp22,43 juta.
7. Emas batangan 50 gram Rp44,79 juta.
8. Emas batangan 100 gram Rp89,51 juta.
9. Emas batangan 250 gram Rp223,5 juta.
10. Emas batangan 500 gram Rp446,8 juta.
11. Emas batangan 1 kilogram Rp893,6 juta.

Terapkan Prokes, Pasar Ciawi Tetap Beraktivitas Meski PPKM Darurat

Bogordaily.net – Walaupun sedang PPKM Darurat pasar ciawi tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dengan menjalankan protokol kesehatan (Prokes).

Seorang yang bernama Idris, penjual gorengan mengatakan bahwa walaupun PPKM Darurat, aktivitas di pasar tetap terjaga dengan tetap menjalankan prokes.

Prokes

Banyaknya orang yang berkunjung kepasar karena kebutuhan ekonomi dan bahan pokok ada sebagian orang yang juga jadi kuli panggul.

“Jika pasar ditutup kita juga yang pusing para pembeli rugi karena sudah ada langganan belanja dipasar ini. Begitupun dengan para penjual,” ujarnya.

Prokes

Menjalani protokol kesehatan 5 M adalah langkah yang baik bagi semua. Salah satunya dengan menggunakan masker setiap hari.

Dalam penerapan protokol kesehatan masyarakat yang mengunjungi pasar harus disiplin hal tersebut agar bisa mengurangi penyebaran covid-19.

Prokes

Sehingga perekonomian dimasa pandemi tetap berjalan dengan menjalankan protokol kesehatan akan lebih baik saat beraktivitas.***

AHM Perbaharui Honda Beat Series dengan Warna dan “Striping” Baru

0

Bogordaily.net – PT Astra Honda Motor (AHM), kembali meremajakan varian Honda Beat dengan menghadirkan warna spesial dan juga stripe baru untuk motor yang paling laris di kelasnya, yakni New Honda Beat dan New Honda Beat Street.

“Pembaruan warna dan stripe yang spesial pada New Honda BeAT dan New Honda BeAT Street menjadikan skutik compact, sporty, dan menyenangkan ini dapat terus mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Honda BeAT series semakin handal menemani di berbagai kegiatan sehingga kami harapkan roda perekonomian kita dapat terus bergulir sesuai kebijakan pemerintah dengan disiplin protokol kesehatan,” kata Marketing Director AHM, Thomas Wijaya dalam keterangan resminya, dikutip Kamis.

Dalam hal ini, New Honda BeAT tipe CBS menghadirkan pilihan warna spesial terbaru yang lebih sporty yaitu Dance White Black dan Techno Blue Black, melengkapi warna sebelumnya yaitu Hard Rock Black dan Punk Red Black.

PT AHM juga memberikan keempat pilihan warna tersebut dengan stripe baru yang spesial dan ekspresif untuk menemani aktivitas yang penuh energi. Sementara itu, untuk tipe CBS-ISS dihadirkan warna matte spesial untuk keseluruhan pilihannya yaitu Garage Matte Black dan Electro Matte Blue.

Sedangkan untuk tipe deluxe, kini hadir dengan pilihan warna matte baru yang spesial dan semakin lengkap. Terdapat juga tambahan dua warna baru yaitu Deluxe Brown dan Deluxe Blue yang melengkapi pilihan warna yang telah ada sebelumnya yaitu Deluxe Black dan Deluxe Silver.

Keseluruhan pilihan warna spesial pada tipe deluxe ini dilengkapi dengan 3D Emblem yang mewah. Khusus untuk Deluxe Silver, disematkan emblem berwarna merah.

Tidak hanya tipe-tipe tersebut, PT AHM juga memberikan penyegaran stripe kepada skutik compact yang bergaya street style, New Honda BeAT Street dengan dua pilihan warna spesial yaitu Street Black dan Street Silver disematkan stripe baru berkonsep Urban Art Image yang artistik, sesuai karakter anak muda perkotaan saat ini.

Honda BeAT series dibekali dengan mesin 110cc SOHC dan juga sistem pembakaran injeksi PGM-FI yang tergabung dalam rangkaian teknologi eSP (enhanced Smart Power).

Penyematan teknologi mesin terbaru ini, mampu menghasilkan tenaga sebesar 6.6 kW @ 7.500 rpm dengan torsi tertinggi di 9.3 Nm @ 5.500 rpm. Mesin ini juga memastikan hasil pembakaran yang ramah lingkungan dengan standar emisi Euro 3.

Teknologi ini juga membuat mesin eSP lebih irit dalam penggunaan bahan bakar. Melalui tes internal dengan metode ECE R40, didapatkan hasil konsumsi bahan bakar mampu hingga 60,6 km/liter (fitur ISS on) sehingga mampu menempuh jarak 254,52 km dalam sekali pengisian bahan bakar.

New Honda BeAT dipasarkan dengan harga on the road (OTR) DKI Jakarta Rp16.665 juta untuk tipe CBS, Rp17.365 juta untuk tipe CBS-ISS, dan Rp17.465 juta untuk tipe Deluxe. Sementara itu untuk New Honda BeAT Street dipasarkan dengan OTR DKI Jakarta OTR Rp17.365 juta. (Advetorial)