Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7211

600 Petugas Gabungan TNI Polri Lakukan Penyekatan di Tengah Kota Bogor

0

Bogordaily.net– Pemerintah Kota Bogor melakukan penyekatan di enam titik, 600 petugas lakukan penyekatan di 2 pintu tol dan dilakukan penyeleksian secara ketat.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan 600 petugas yang berjaga, salah satunya meninjau kawasan dari pintu tol dari daerah Ciawi ke Kota Bogor dan dari arah sebaliknya, sudah lakukan penutupan sehingga setiap kendaraan yang menuju Kota Bogor sudah dilakukan penyekatan di kota bogor

“Untuk 2 penutupan pintu tol dari daerah Ciawi ke Kota Bogor atau dari daerah ssentul ke Bogor itu sudah kami lakukan penutupan, sehingga setiap kendaraan yang menuju kesini sudah dilakukan penyekatan secara ketat,” ujarnya.

Team sosialisasi juga berjalan dan melakukan penindakan-penindakan bagi para pelaku usaha dan sektor-sektor yang seharusnya melaksanakan kegiatan, sesuai dengan ketentuan dengan PPKM Darurat.***

Melalui Bogor Gercep, Ade Yasin Sebar Bantuan untuk Isoman

Bogordaily.net – Melalui Bogor Gercep Bupati Bogor Ade Yasin melakukan berbagai upaya untuk menangani pandemi Covid-19 di Kabupaten Bogor, terlebih dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Seiring dengan terus meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor dan banyaknya masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri hari ini.

Ade Yasin distribusikan bantuan paket sembako kepada warga Kabupaten Bogor yang sedang isolasi mandiri di rumah melalui tim Bogor Gercep.

“Saya instruksikan melalui tim Bogor Gercep untuk menyalurkan bantuan sembako dari desa ke desa, dari rumah ke rumah untuk mereka yang sedang isolasi mandiri dan merupakan warga yang benar-benar membutuhkan. Alhamdulillah tim setiap hari turun ke lapangan, dari Bogor Timur, Bogor Utara, Bogor Barat, Bogor Tengah dan Bogor Selatan,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ade Yasin menegaskan, aksi Bogor Gerak Cepat ini merupakan salah satu strategi percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor yang tidak menggunakan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Dana yang digunakan merupakan hasil bahu membahu (swadaya) dari tim Bogor Gercep, bantuan perorangan maupun perusahaan-perusahaan swasta di Kabupaten Bogor.

“Persoalan pandemi dan kemanusiaan ini memang bukan hanya tugas pemerintah daerah, untuk itu siapapun yang ingin membantu masyarakat yang terpapar covid bisa menyalurkan melalui Tim Bogor Gercep, baik berupa sembako, vitamin atau obat-obatan kami terima,” jelasnya.

Bupati Bogor juga menginformasikan, apa saja yang perlu dilakukan oleh warga yang isolasi mandiri, yakni tetap berada di rumah selama 14 hari, menggunakan kamar terpisah dari anggota keluarga lain, jaga jarak minimal 1 meter dengan anggota keluarga lain, menggunakan masker selama isolasi mandiri. Melakukan pengecekan suhu harian, hindari pemakaian bersama peralatan makan dan mandi.

Lalu, terapkan perilaku Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terutama makan dengan gizi seimbang dan sering cuci tangan dengan sabun, berada di ruang terbuka dan sering berjemur di bawah sinar matahari pagi, jaga kebersihan rumah dengan cairan disinfektan, serta hubungi fasyankes jika mengalami perburukan gejala untuk perawatan lebih lanjut.

“Sebetulnya isolasi mandiri jika tidak ada gejala itu yang terpenting makan makanan bergizi, minum teratur, konsumsi vitamin dan tetap jalankan protokol kesehatan. Namun jika khawatir dan merasakan gejala atau perburukan segera hubungi Satgas Desa setempat atau Fasyankes untuk ditindak lanjuti,” terangnya.

Ade Yasin yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor menambahkan, bahwa kerja keras pemerintah tidak akan berdampak maksimal jika masyarakatnya tidak patuh atau abai terhadap protokol kesehatan.

“Saya memohon kepada masyarakat untuk terus disiplin dan patuhi protokol kesehatan dimanapun berada agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Melalui tim Bogor Gercep juga saya perintahkan untuk mengingatkan warga di lapangan agar selalu melakukan prokes 5M, yang terpenting memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengindari kerumunan dan mengurangi mobilitas, terlebih di masa PPKM Darurat ini,” pungkasnya.***

Pemkot Bogor Dapat Bantuan 100 Tabung Oksigen Untuk Rumah Sakit yang membutuhkan

0

Bogordaily.net – Tabung oksigen untuk kebutuhan medis di rumah sakit di Kota Bogor terus meningkat. Hal ini disebabkan karena melonjaknya kasus positif dalam beberapa minggu terakhir. Tingginya permintaan ini rupanya tidak bisa diimbangi dengan ketersediaan oksigen dari pemasok.

Satgas Covid-19 Kota Bogor kemudian bergerak cepat dengan melakukan koordinasi kepada Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN. Hasilnya, Kota Bogor mendapatkan bantuan 100 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik untuk kebutuhan di rumah sakit.
Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, bantuan oksigen tersebut tiba di Posko Logistik PPKM Darurat, Jalan Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin 5 Juli 2021 sekitar pukul 23:00 WIB. Dimana tabung-tabung tersebut telah dilakukan isi ulang oksigen oleh PT Krakatau Steel di Cilegon, Banten.
“Stok di lapangan menipis, suplayer banyak yang tidak mampu lagi memasok. Kami data berapa RS yang memerlukan pasokan tambahan oksigen,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya saat memantau pendistribusian oksigen Senin malam.
Sambung Bima Arya, ada beberapa RS yang menyampaikan bahwa akan habis per-hari Senin tadi. Karena itu dirinya bergerak cepat, akhirnya bisa dibantu oleh Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN.
“Jadi, Krakatau Steel siap untuk memberikan bantuan 100 tabung besar oksigen. Kami kirim truk ke sana dari Satpol PP dibantu BPBD, kemudian didistribusikan ke beberapa RS yang memang sudah habis stok oksigennya,” jelasnya.
Pada malam tersebut, Bima Arya memonitor penyaluran oksigen untuk tiga rumah sakit, yakni RS Azra (16 tabung), RS Hermina (5 tabung) dan RS Medika Dramaga (20 tabung).
“Hari ini ada beberapa RS lagi termasuk Rumah Sakit Lapangan, Pusat Isolasi Asrama IPB dan RS lainnya yang membutuhkan,” pungkasnya.***

Ini Harapan Dirut PPJ Kota Bogor pada Hari Jadinya yang ke 12

0

Bogordaily.net – Rabu 7 Juli bertepatan dengan hari jadi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) yang ke 12 tahun, Direktur Utama (Dirut) PPJ Muzakkir mengatakan, bertepatan dengan hut dikala pandemi tidak menyurutkan langkah Perumda PPJ, dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Bogor.

Khususnya pedagang pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor sesuai dengan Moto PPJ, (Pasar Bersih, Belanja Nyaman, Pedagang Untung).

“Pelayanan kami tidak hanya sebatas pengelolaan pasar, tetapi juga hadir langsung menyentuh masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya,” ujar Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Muzakkir, Rabu 7 Juli 2021.

Muzakkir menyampaikan pada hut ke 12 ini ingin menjadikan pasar rakyat yang ramah keluarga, aman, nyaman, dan dikelola secara profesional serta menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bogor.

“Dengan program-program kerja seperti Program Kujang Fresh yang menyediakan paket pesanan untuk masyarakat yang ingin berbagi kepada sesama, khususnya pada masa-masa sulit seperti ini,” katanya.

Adaptasi pandemi dengan cara transaksi online (diantaranya adalah dengan program eKujang dan pesan layanan online untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat), program revitalisasi pasar seperti Pasar Cumpok, Pasar Tanah Baru, Pasar Merdeka dan Pasar Sukasari, berikut upaya solusi agar PKL masuk ke dalam pasar.

Dirinya memaparkan, pasar rakyat adalah denyut ekonomi mikro yang jika terpuruk maka perekonomian akan runtuh, untuk itu inovasi-inovasi terhadap situasi pandemi adalah suatu keharusan.

“Besar harapan Kami agar pandemi ini segera berakhir, perekonomian kembali stabil dan masyarakat diberikan kesehatan dan kemampuan untuk bertahan. Mari kita saling berbagi dan menjaga, agar semua bisa kembali seperti semula,” pungkasnya. Adv

Pedagang Kehilangan Pendapatan, PPKM di Kota Bogor Menuai Protes

Bogordaily.net – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Bogor pada hari ke-3 di Kota Bogor terus menuai protes.

Kali ini protes keras datang dari para pedagang yang mengeluhkan dengan pemberlakuan PPKM Darurat.

Yani salah seorang pedagang gas dan air dalam galon di BTM mengungkapkan dengan diberlakukannya PPKM dirinya tidak bisa menjalankan usahanya.

“Habisnya gimana, dengan PPKM saya tidak bisa mengirim gas dan galon ke pelanggan saya,” ungkapnya kepada Bogordaily, Rabu, 7 Juli 2021.

Tentunya ia melanjutkan dengan tidak bisa berjualan, hal itu berdampak pada menurunnya penghasilan setiap hari.
“Udah jelas pendapatan saya anjlok dengan diberlakukannya PPKM ini,” bebernya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Eman pedagang kaki lima di sekitar BTM. Menurutnya sejak diberlakukannya PPKM para petugas memaksanya untuk menutup usahanya.

“Saya diancam akan didenda Rp 200 ribu kalau masih tetap berjualan,” bebernya.***

Penyekatan Titik Sekat Simpang BTM, Pengendara Protes ke Petugas

0

Bogordaily.net – Penyekatan enam titik akses membuat tim gabungan TNI, Polri dan Pemerintah Kota Bogor menutup akses masuk Kota Bogor. Penutupan simpang BTM terjadi kesemrawutan dan protes para pengendara.

PPKM Darurat yang berada di titik simpang BTM dimulai dari pukul 13:00 WIB hingga pukul 15:00 WIB, menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Ir. H. Juanda mencapai 1 km.

Pantauan Bogordaily.net, laju kendaraan dari arah Jalan Tugu Kujang menuju Jalan Ir. H. Juanda terlihat tersendat, Rabu 7 Juli 2021 pukul 14:20 WIB,

Pada penyekatan ini pengendara harus menunjukan surat keterangan kerja dengan kategori esensial, jika pengendara tidak bisa menunjukan surat tersebut, terpaksa petugas garus memutar balikan kendaraan.

Situasi dan kondisi ditunjukkan karena disebabkan adanya aturan PPKM Darurat di titik sekat Simpang Salabenda. Pengendara roda dua dan roda empat diberhentikan oleh petugas dan dihimbau, untuk tetap mengikuti peraturan.

Terlebih lagi, akibat penutupan ini angkutan umum diberhentikan dan penumpang terpaksa harus berjalan kaki.

Lalu salah satu pengendara, Mulyana mengatakan, kesal karena tidak di beritahukan sebelumnya kalau jalan ke arah BTM di tutup.

“Kalau mau penutupan di jalur Tol, Sukasari. Jangan tiba-tiba di tutup seperti ini,” pungkasnya,***

Tol Jagorawi Lumpuh, 600 Personel Aparat Dikerahkan pada Penyekatan di Kota Bogor

Bogordaily.net – Sebanyak 600 personel yang berasal dari TNI Polri dan petugas Satpol PP Kota Bogor dikerahkan pada penyekatan di enam titik di Kota Bogor. Tol Jagorawi pun lumpuh, karena Dua pintu tol terpaksa ditutup dan dilakukan penyeleksian secara ketat.

Petugas gabungan TNI Polri melakukan penyekatan di daerah Kota Bogor, kendaraan yang menuju Kota Bogor sudah dilakukan penyeleksian secara ketat oleh setiap petugas gabungan.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan penutupan pintu tol dari daerah Ciawi ke Kota Bogor dan dari daerah Sentul ke Bogor itu sudah lakukan, sehingga setiap kendaraan yang menuju Kota Bogor sudah dilakukan penyekatan di Kota Bogor.

“Untuk dua penutupan pintu tol dari daerah Ciawi ke Kota Bogor atau dari daerah Sentul ke Bogor itu sudah kami lakukan penutupan sehingga setiap kendaraan yang menuju Kota Bogor sudah dilakukan penyekatan secara ketat,” ujarnya

Selain itu Kapolresta mengungkapkan, team sosialisasi juga berjalan dan melakukan penindakan-penindakan bagi para pelaku-pelaku usaha dan sektor – sektor yang seharusnya melaksanakan kegiatan sesuai dengan ketentuan dari pada
pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau
PPKM darurat.

“Pagi ini masih aja ada pengendara- pengendara yang terlihat ramai dari arah selatan namun pihak yang berwajib tetap memberikan penjelasan yang jelas terhadap masyarakat,” pungkasnya.

 

Pemkot Bogor Nyerah! Diamuk Ojol dan Sopir Angkot, Sekat Dibuka

Bogordaily.net – Kebijakan penyekatan ruas jalan pada penerapan PPKM Darurat di simpang BTM Jl. Ir H. Djuanda dibuka setelah kemacetan panjang memicu amarah pengemudi Ojek Online dan sopir angkot. Petugas akhirnya membuka penyekatan meskipun waktu penyekatan belum berakhir.

Seharusnya penyekatan arus kendaraan di jalan tersebut dibuka pada pukul 15:00 WIB. Namun karena pengendara Ojol dan sopir angkot ngamuk, petugas akhirnya membuka penyekatan sekitar pukul 14:00 WIB.

Sejumlah pengemudi Ojol melakukan proter keras kepada seorang petugas kepolisian. Meraka merasa tidak pernah mendapat pemberitahuan tentang rencana penyekatan di jalan tersebut. Tidak hanya para pengendara Ojol, sejumlah pengemudi angkot juga melakukan protes. Pertikaian antara petugas dan pengendara tidak terhindarkan.

“Masalahnya kita ngak pernah dikasih informasi tentang rencana penyekatan jalan. kok jadi dadakan begini,” ujar pengemudi Ojol.

Seorang petugas kepolisian adumulut demham pengendara Ojol dan sopir angkot.

Para pengemudi Ojol dan sopir angkot melontarkan keheranannya kenapa penyekatan tidak dilakukan di Jl. Sukasari, yang merupakan tempat mereka mangkal untuk menarik penumpang.

Selain itu mereka juga meminta kompensasi jika mereka tidak bisa bekerja mencari nafkah.

“Klau kita ngak boleh narik, apa konpensasinya?” ujarnya mempertanyakan.

Akibat penyekatan tersebut mengakibatkan kemacetan panjang hingga Tugu Kujang di Jl. Pajajaran.

Tak tahan oleh desakan pengendara Ojol dan sopir angkot. Akhirnya petugas membuka penutup jalan dan mempersilahkan kendaraan untuk melintas.***

 

Rizal Ramli: Proyek Belt and Road Initiatives China Harus Dievaluasi

Bogordaily.net – China perlu mengubah model bisnis “pedang bermata dua” yang salah satunya disajikan dalam proyek-proyek kerjasama Belt and Road Initiatives (BRI). Meski Beijing telah berulang kali membantahnya, namun jebakan utang dengan skema “loan-to-own” yang dibungkus rapih oleh China dengan BRI semakin nyata.

Mantan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Rizal Ramli untuk kesekian kalinya memperingatkan model bisnis China yang hanya menguntungkan Beijing, namun melukai mitranya. Termasuk dalam proyek Belt and Road.

Lewat tulisan opininya yang bertajuk “The Risks of Favoring China” yang dipublikasi The Diplomat pada Selasa, 6 Juli 2021, ekonom senior itu memperingatkan bahayanya BRI bagi Indoneisa.

BRI memiliki skenario China meminjamkan ratusan miliar dolar kepada negara-negara untuk membangun atau memodernisasi infrastruktur mereka, mulai dari jalan raya, kereta api, jaringan pipa gas, hingga pelabuhan. Tujuannya untuk mendukung lalu lintas perdagangan global.

Tetapi megaproyek bernilai total triliunan dolar itu bukan tanpa masalah.

”Seperti kebanyakan hal baik dalam hidup, BRI adalah pedang bermata dua. Para kritikus mengatakan inisiatif itu adalah jebakan utang besar-besaran, skema “lend-to-own” yang akan memungkinkan Beijing untuk merebut kendali atas aset strategis negara penerima,” tulis Menteri Koordinator Bidang Perekonomian periode 2000-2001 itu, seperti di publish Email.id

Mengambil contol Sri Lanka, ia mengatakan, BRI membuat pemerintah Sri Lanka terpaksa menyewakan pelabuhan Hambantota dan 15.000 hektar tanah di sekitarnya ke China selama 99 tahun.

Setelah proses pembangunan dengan pinjaman China, pelabuhan itu dibuka pada 2010. Walaupun puluhan ribu kapal hilir mudik, namun hanya ada 34 kapal yang akhirnya berlabuh di sana pada 2012. Alhasil untuk membayar utang proyek, Sri Lanka harus menyerahkan pelabuhannya ke China.

Belum cukup, pada akhir Mei lalu, pemerintah Sri Lanka juga telah mengesahkan anggaran dana proyek di Colombo Port City senilai 1,4 miliar dolar AS. Tidak heran banyak pihak menganggap keputusan tersebut seakan membuat pemerintah “menyerahkan kedaulatan ke China”.

Skenario serupa terjadi di banyak negara, baik itu di Indo-Pafisik maupun Afrika.
”Saya sendiri memiliki keprihatinan yang sama untuk negara saya. Beijing telah mengungkapkan niat buruknya dalam kasus proyek kereta cepat Jakarta-Bandung,” sambungnya.

Rizal Ramli menjelaskan, selama proses penawaran proyek, pihak China mengajukan penawaran yang jauh lebih rendah daripada lawan tender mereka, Jepang. Tetapi setelah memenangkan tawaran, angka kemudian berubah.

Terjadi kenaikan harga dan penundaan pada tahap konstruksi. Diperkirakan, biaya akhir dari proyek tersebut akan membengkak hingga 60 persen dari prediksi semula.

”Mudah-mudahan, karena semakin banyak negara mulai mempertanyakan motif China, akan ada peninjauan ulang di aula kekuasaan di Beijing,” pungkasnya.***

Melalui Program Samisade, Desa Parakan Jaya Bangun Jalan Desa 500 Meter

Bogordaily.net – Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang terus digeber.

Pembangunan tersebut guna mempermudah akses warga, khususnya yang terhubung langsung dengan tempat aktivitas warga.

Kepala Desa Parakan Jaya, Suhendar mengatakan, pembangunan jalan salah satunya yang dilakukan di jalan dekat SMA Yadika 7.

“Rencananya akan dibuat jalan tembus di wilayah SMA Yadika 7, sepanjang 500 meter dengan lebar 4 meter. Hal tersebut guna mempermudah aktivitas yang dilakukan warga setempat,” ujar Suhendar.

Kades Suhendar
Kepala Desa Parakan Jaya Suhendar (Istimewa/Bogordaily.net)

Ia mengungkapkan, dibangunnya jalan tersebut selain untuk menpermudah akses warga untuk beraktivitas, juga untuk meningkatkan perekonomian warga setempat.

“Sehingga, tak hanya mempermudah warga beraktivitas, juga melancarkan perekonomian bagi para pengais rezeki seperti tukang sayur, dan pegadang lainnya yang akan melewati bawah kali dekat sekolah SMA Yadika 7 tersebut,” bebernya.

Ia mengungkapkan, rencana pembangunan jalan tersebut akan direaliasikan tahun ini dan dananya bersumber dari program Samiliar Sadesa (Samisade) yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Pembangunan ruas jalan ini cukup penting, mengingat jalan ini merupakan akses perekonomian dan pertanian warga sekitar,” pungkasnya.***