Monday, 20 April 2026
Home Blog Page 7214

Segera Tampung Air, Level Reservoir Rancamaya Rendah, Cek Wilayah yang Terdampak

0

Bogordaily.net – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor menginformasikan bahwa Level Reservoir Rancamaya rendah, Senin 5 Juli 2021.

Dikutip laman instragam Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Level Reservoir Rancamaya terlihat rendah diakibatkan oleh kekeruhan air baku yang tinggi dan banyaknya sampah.

Wilayah yang terdampak dari Level Reservoir Rancamaya yaitu, Warung Nangka, Bojongkerta, Bakom, Dekeng, Kertamaya, Pakuan Hill, Royal Tajur dan Tajur disekitarnya.

Kepada pelanggan agar tetap menampung air untuk mengantisipasi gangguan pasokan, selama terganggunya Reservoir Rancamaya kembali normal.

Silahkan hubungi nomer call center 0251-8324111 atau datang langsung ke customer service di Jalan Siliwangi 121 untuk informasi lebih lanjut. Adv

RSUD Kota Bogor Kawasan Wajib Double Masker

0

Bogordaily.net – Naiknya kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, adanya kebijakan baru dengan double masker, yakni pemakaian dua masker sekaligus. Hal ini diterapkan wajib di Rumah Sakit Umum (RSUD) Kota Bogor.

Dalam keteragan tertulisnya, RSUD Kota Bogor salah satu tempat yang mewajibkan masyarakat, pasien dan perawat bahkan dokternya menggunakan double masker.

“Pemakaian dua masker ini sudah direkomendasikan oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC),” tulis @rsud_kotabogor pada Minggu, 4 Juli 2021.

Tetapi, ada ketentuan yang harus dilakukan sebelum memakai dua masker ini, seperti pemakaian masker KN95 tidak boleh dengan masker medis, begitupun masker tidak boleh dengan masker medis lagi.

“Yang dianjurkan yaitu penggunaan masker medis terlebih dahulu di bagian dalam, juga selanjutnya menggunakan masker berbahan kain untuk diluarnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, RSUD Kota Bogor juga menghimbau masyarakat yang akan berobat ke poliklinik, harus menggunakan dua masker.

“Semua harus saling menjaga dan melindungi. Mari kita tingkatkan kesadaran protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, untuk mencegah penularan Covid-19,” pungkasnya. Adv

PPKM Diberlakukan, Menebar Kebaikan Tetap Gaspol Dijalankan!

0

Bogordaily.net – Pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat kembali dilakukan, walaupun sekarang serba terbatas Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak untuk melakukan aksi kebaikan tanpa batas.

“Disela-sela kesibukan WFH, kuliah daring, membersihkan rumah atau segudang aktivitas yang tidak bisa ditinggalkan, kamu tetap bisa jadi penghubung kebaikan bagi jutaan saudara yang membutuhkan,” tertulis di @actbogor.

Menjadi Relawan Filantropi Indonesia (RFI), bisa juga ikut menguatkan perekenomian dan dijamin kegiatanmu jadi lebih bermakna.

“Menjadi relawan, kamu bisa mengajak bersedekah, mengajak berwakaf, mengajak berzakat, dan bisa juga mengajak untuk melakukan qurban,” dalam keterangan tertulisnya.

Menjadi relawan RFI bisa menginspirasi, mengedukasi kebaikan, juga bisa berkontribusi dalam kemanusiaan.

“Untuk lebih lanjut kunjungi bit.ly/RFIkotabogor lengkapi identitas diri, verifikasi email yang terdaftar dan kamu sudah bisa menyebarkan link campaign program yang disediakan,” pungkasnya. Adv

4 Poin Regulasi PPKM Darurat Menurut Ketua DPRD Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyampaikan, poin regulasi PPKM Darurat harus disiapkan secara baik dan disosialisasikan secara masif kepada masyarakat hingga lapisan RT.

“Kita berharap bahwa sosialisasi ini bisa sampai langsung ke setiap rumah yang ada di Kota Bogor, sehingga menjadi satu kesadaran bersama agar PPKM darurat ini bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya, yaitu menekan laju penyebaran covid-19 yang begitu tinggi saat ini,” ujar Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Sabtu 3 Juli 2021.

Atang menambahkan, terkait dengan informasi SOP untuk penanganan dan pelaksanaan isolasi mandiri (isoman).

“Dengan penuhnya ruang perawatan di RS, banyak warga yang melakukan isoman. Perlu ada informasi SOP bagi warga yang isoman. SOP bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan warga lainnya dalam menjalani isoman. Termasuk pendampingan dari Satgas agar isoman bisa dilaksanakan secara benar dan optimal,” ucapnya.

Ketua DPD PKS Kota Bogor memaparkan, perlunya penguatan sinergi dan akselerasi di bidang kesehatan.

“Ada tiga hal krusial yang masukannya disampaikan ke DPRD. Yaitu penambahan ruang perawatan, penambahan nakes, dan penyediaan obat serta oksigen. Kebijakan yang diambil Walikota sudah mengarah kesana. Perlu langkah taktis dan cepat di level operasional,” jelasnya.

Terakhir, Atang melihat penguatan wilayah yang menjadi kunci PPKM Darurat. Peran Kecamatan dan Kelurahan sangatlah sentral dan harus bisa mengarahkan RW/RT di wilayahnya.

Untuk itu, tidak ada lagi kebingungan dari RT dan RW terkait SOP yang ada. Termasuk yang krusial saat ini adalah prosedur pemulasaraan jenazah, bagi warga yang menjalani isoman dan meninggal di rumahnya.

Terlebih lagi, dirinya juga menyarankan agar vaksinasi bisa dilakukan di banyak tempat, tidak terpusat.

“Titik vaksinasi perlu diperbanyak. Agar menghindari terjadinya kerumunan saat antrian. Saya kira perlu dipikirkan apakah vaksinasi harus jemput bola ke RW atau wilayah yang memang tinggi sekali terjadi ada kasus positif aktifnya,” ujarnya.

Ia pun mengaku bahwa DPRD siap membantu pemerintah kota, TNI dan Polri dalam mensosialisasikan PPKM darurat kepada masyarakat dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu meringankan beban masyarakat.

“DPRD siap mendorong, mendukung, dan bekerjasama dengan berbagai pihak, terutama dengan Pemkot dan TNI serta Polri kita kuatkan sampai satu bulan kedepan untuk menghadapi ini semua,” pungkasnya.Adv

Hutang Janji Pemerintah Kepada Masyarakat Perbatasan

0

Bogordaily.net – Negara ini memiliki hutang janji terhadap masyarakat perbatasan yang harus dibayar dalam bentuk pembanguan, untuk meningkatkan kesejahteraan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Pemerintah Kecamatan Lumbis Pansiangan pada postingan di media sosialnya.

Menurutnya, masyarakat perbatasan “pagar hidup” batas negara yang merupakan elemen dan entitas bangsa dan negarayang selalu menjaga perbatasan.

“Merekalah yang sesungguhnya yang menjaga negara dan sebagai eksistensi kedaulatan negara, walau mereka hidup susah tetapi tetap setia bahkan mati dan dikubur dibatas negara,” ucapnya.

Kemudian, keterlambatan pembanguan SDM dan Infrastruktur di perbatasan karena diakibatkan oleh perang Konfrontasi. Tahun 1963-1965 mungkin itu adalah masa sekolah bagi para orang tua diperbatasan pada masa itu, tetapi karena perang konfrontasi mereka harus mengungsi meninggalkan desa dan yang lain menjadi tukang angkut amunisi dan logistik TNI kegaris depan medan tempur.

“Akibat dari perang konfrontasi tersebut desa-desa hancur dan paling mengerikan mengakibatkan tromatik bagi masyarakat perbatasan yang sulit berintraksi dengan orang luar, melihat orang luar yang datang sebagai musuh yang membahayakan sehingga ada kecendrungan tertutup,” jelasnya.

Lanjutnya menurut Lumbis, masyarakat perbatasan menjadi “objek kampanye” di negara ini.

“Jika menang akan memperjuangkan pembanguan perbatasan sebagai halaman depan bangsa dan negara, itu diucapkan oleh semua level tingkatan hingga Presiden, maka janji adalah hutang dan hutang harus dibayar!,” tegasnya.

Perbatasan salah satu elemen penting terhadap eksistensi dan kedaulatan negara bangsa dan negara. Negara ada karena adanya wilayah adanya pengakuan, adanya masyarakat dan adanya pemerintah. Unsur wilayah dan pengakuan kedaulatan itu menjadi ada jika ada perbatasan satu negara dengan negara lain.

“Maka sebagai perpanjangan pemerintah di level bawah di wilayah Kecamatan kami terus berupaya agar warga diperbatasan khususnya wilayah tempat kami, diberikan amanah untuk berupaya agar masyarakat merasa kehadiran negara yang terus berupaya menata wajah perbatasan RI,”pungkasnya. Adv

Penumpukan Penumpang KRL Commuter Line Terjadi di Bojong Gede

Bogordaily.net – Saat Kegiatan Masyarakat PPKM Darurat Jawa Bali, Senin pagi (5 Juli 2021) terjadi tumpukan penumpang KRL Commuter Line di stasiun Bojong Gede, Kabupaten Bogor, tanpa adanya pembatasan jarak antara penumpang.

Hal tersebut diungkapkan salah satu Pengemudi Ojek Stasiun KRL Bojong Gede, Kosasih mengatakan bahwa penumpukan penumpang Commuter Line terjadi sejak pukul 05.30 WIB.

“Tadi itu memang penumpang membludak, terjadi penumpukan di pintu gerbang stasiun hingga keluar sampai ke tepi jalan raya,” ujarnya.

Sementara itu, penumpang KRL Commuter Line, Nanda mengaku bahwa di stasiun tersebut tidak ada pemeriksaan surat rapid antigen dan Surat Tanda  Registrasi Pekerja Selama PPKM Darurat.

“Tidak ada pemeriksaan untuk hal itu, tidak pula diminta surat registrasi pekerja, khawatirnya saat di pintu masuk stasiun saja, dan kalau untuk di dalam kereta sih aman ya, karena kan diberlakukan sistem 50 persen penumpang, ada pembatasan,” katanya.

Merespon hal itu, Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto menjelaskan bahwa penumpukan penumpang KRL disebabkan oleh beberapa faktor.

“Jadi di Kota Depok kan diberlakukan lockdown, penumpang tidak ada yang turun di stasiun tersebut, jadi sebagian warga memggunakan stasiun Citayam dan Bojonggede sebagai alternatif,” tegasnya.

Ke depannya, imbuh Dwi, pihaknya akan melakukan berbagai cara bersama tiga Pilar, Polri, TNI dan Muspika.

“Saya akan koordinasikan dengan pak Camat dan tiga Pilar Bojong Gede. Insha Allah, sore nanti semua sudah bergerak untuk mengantisipasi penumpukan atau kerumunan,” tegasnya.

Sementara itu Antrean penumpang kembali normal pada pukul 8.30 wib dan situasi dari pantauan kembali normal.***

Perumda Tirta Pakuan Lakukan Pelayanan Sistem Online Selama PPKM Darurat 

Bogordaily.net – Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan mengatakan, selama masa PPKM Darurat, layanan di kantor pusat Jalan Siliwangi 121 dibatasi secara ketat.

Hanya pelanggan yang telah membuat janji dengan petugas Call Center yang akan dilayani petugas secara tatap muka.

Seluruh layanan diarahkan melakukan sistem online, baik untuk pembayaran tagihan maupun pelayanan pelanggan.

“Kami mohon maaf, untuk menghindari kerumunan di kantor pusat, semua layanan kami arahkan melalui saluran online. Semua demi kebaikan bersama,” ujar Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan, Minggu 4 Juli 2021.

Rino Indira menyampaikan, pelanggan bisa melakukan pembayaran melalui ATM dan mobile banking pada bank-bank yang telah bekerjasama dengan Tirta Pakuan. Bisa juga melalui kantor pos, minimarket, loket-loket PPOB dan aplikasi e-commerce.

“Kami juga membuka loket pembayaran di kantor unit pelayanan Jalan Pandu Raya dan Bogor Lakeside. Untuk layanan di MPP, seluruh layanan ditutup sementara oleh pengelola, karena menyesuaikan kebijakan PPKM Darurat,” katanya.

Sebagai gambaran, hanya beberapa jenis layanan yang bisa dilayani di kantor pusat. Antara lain pembayaran Biaya Bukaan Kembali (BBK), cicilan tagihan, Pasang Baru dan PBBK, serta permohonan (Tes Air, Terra Meter, Pemutusan Sambungan Atas Permintaan Sendiri, dan Pindah Letak Meter).

Bagaimana dengan pelayanan pelanggan? Rino mengimbau pelanggan menggunakan saluran Call Center Tirta Pakuan di nomor 0251-8324111, chat WA 08111182123 dan akun instagram @perumdatirtapakuan.

Semua diupayakan tuntas melalui Call Center. Jika memang harus diselesaikan di kantor pusat maka silahkan datang dengan protokol kesehatan ketat dan membuat janji terlebih dahulu melalui Nomor yang sudah disebutkan.

“Sekali lagi, ini demi kebaikan bersama,” pungkasnya.***

Bupati Bogor : Selama PPKM Camat dan Lurah Tidak Mematikan Handphone

Bogordaily.net- Selama PPKM Darurat Jawa Bali yang berlaku 3-20 Juli 2021 berlangsung, Bupati Bogor meminta kepada para Camat dan Kades yang ada di Kabupaten Bogor untuk tidak mematikan handphone.

Hal itu disampaikan Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Kapolres Bogor AKBP Harun, Dandim 621 Kabupaten Bogor Letkol Inf Sukur Hermanto, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho, saat melakukan monitoring di Kawasan wisata alam di Pamijahan baru-baru ini.

Ade Yasin meminta kepada Camat Pamijahan dan juga Kepala Desa se-Pamijahan untuk tidak mematikan handpone selama 24 jam. Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dimulai dari tanggal 3-20 Juli 2021 mendatang.

“Pak Camat hp nya harus standby 24 jam, pak kades juga Satgas Desa standby selama PPKM Darurat,” ungkap Bupati Bogor dalam kunjungannya ke lokasi Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) di Kecamatan Pamijahan pada, Minggu (04 Juli 2021).

Bupati Ade Yasin menyampaikan, hal itu dilakukan agar mempermudah komunikasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat suka bingung soalnya kalau ada keluhan-keluhan yang sakit atau apa mau koordinasi kesiapa,” ujarnya.

Bupati Ade yasin juga mengatakan, Kepada Camat Pamijahan Imam Mahmudi selama masa PPKM Darurat ini untuk tetap tinggal di rumah dinasnya.

“Pak Camat, itu kan ada rumah dinas, tinggal di rumah dinas selama PPKM Darurat ini,” tegas Bupati Bogor.***

Ridwan Kamil : Kader Karang Taruna Menjadi Relawan Covid-19

Bogordaily.net – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengapresiasi dan berterima kasih pada anggota kader Karang Taruna se-Jawa Barat yang sudah mau ikut terlibat dalam penanganan Covid-19.

” Saya berterima kasih kepada seluruh anggota kader Karang Taruna se-Jawa  Barat yang telah bersinergi untuk menanggulangi penanganan Covid-19,” ujarnya dalam video yang diunggah Karang Taruna Jabar.

Ridwan Kamil mengatakan bahwa saat ini dibutuhkan relawan tracing atau pelacak di semua tingkatan dan Ia berharap anggota kader Karang Taruna dapat membantu.

” Saat ini sedang dibutuhkan relawan Tracing atau pelacak pasien Covid yang diharapkan hadir satu Rt satu relawan. Semoga Karang Taruna bisa membantu kebutuhan ini, sehingga tidak hanya berjibaku di Rumah Sakit tapi juga pro aktif melacak mereka yang sakit untuk segera ditemukan, dites lalu dirawat,” paparnya.

Ridwan menegaskan dengan kebersamaan dan saling bahu membahu dalam menangani, maka pandemi akan cepat terselesaikan.

“Dengan kebersamaan, dengan bela negara ini. Insya Allah Pandemi akan kita selesaikan lebih cepat,” pungkasnya.***

Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo : Tindak Oknum Nakal

Bogordaily.netKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas memerintahkan anak buahnya, untuk menindak tegas oknum nakal yang mengambil keuntungan di tengah krisis pandemi.

Surat telegram yang ditandatangani oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto atas nama Kapolri dengan nomor ST/1373/VII/Huk.7.1./2021. Surat itu diterbitkan Sabtu (3 Juli 2021).

“Benar surat telegram tersebut,” kata Agus saat dikonfirmasi, Minggu (4 Juni 2021).

Dalam surat itu, dijelaskan bahwa intruksi ini ditujukan kepada seluruh Kapolda dan jajaran di seluruh Indonesia.

Adapun intruksi ini bertujuan untuk mengantisipasi tidak terkendalinya harga obat dan alat kesehatan di masa pandemi karena oknum nakal.

Ada lima poin intruksi yang diperintahkan Kapolri kepada jajaran Polda di seluruh Indonesia.

Pertama, melakukan pengawasan terkait kepatuhan semua pihak dalam menjalankan PPKM Darurat dan pengendalian HET obat dalam masa pandemi Covid-19.

Kedua, melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap para pelaku usaha yang melakukan penimbunan serta penjualan obat di atas HET. Sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan obat dan alat kesehatan.

Ketiga, melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap tindakan yang menghambat semua upaya pemerintah dalam melakukan penanggulangan wabah Covid-19, termasuk terhadap penyebaran berita bohong/hoaks.

Keempat, mempelajari dan memahami serta melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan terkait penerapan pasal-pasal yang dapat dikenakan terhadap pelaku tindak pidana di masa pandemi Covid-19.

Kelima, melaporkan hasil kegiatan kepada Kapolri dan Kabareskrim dalam bentuk softcopy melalui email.***