Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 7271

Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Mendukung UMKM Lokal

0

Bogordaily.net – Calon Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia periode 2021-2026, Arsjad Rasjid merasa yakin dengan dukungan suara di daerah.

Dengan dukungan suara itu, calon Ketua umum Kadin ini juga akan mendukung UMKM lokal sebagai pembangunan ekonomi daerah.

Pada temu wicara Investasi Daerah Bersama Kadin Kalimantan Barat, Kamis (27 Mei 2021). Arsjad mengatakan, jika terpilih nanti akan fokus pada investasi dari luar.

Dalam acara yang digelar di Aston Hotel Pontianak itu, Arsjad juga mengatakan bahwa agar ekonomi di Indonesia dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan investasi.

“Kalau investasi kita saat ini, setiap negara ekonomi semuanya hampir stop. Semua membutuhkan investasi, kita membutuhkan dan berjuang untuk investasi dari luar dapat masuk. Diharapkan investasi dapat masuk dan mengalir di Indonesia. Harapan itu bisa membantu agar roda ekonomi dapat berjalan,” kata Arsjad Rasijd dalam keterangan tertulisnya.***

Diduga Akibat Kecanduan Game Online Seorang Siswi SMP Meninggal Dunia

0

Bogordaily.net – Seorang siswi kelas 1 SMP asal Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Diduga akibat kecanduan game online meninggal dunia.

Siswi SMP ini dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan saraf akibat kecanduan game online, pada Selasa (25 Mei 2021).

Siswi tersebut sampai tidak mengenali dirinya sendiri. Dia larut dalam karakter game online yang dimainkannya.

Kepala Desa Pageralang Sumadi mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarga. Sebelum meninggal Siswa tersebut sempat dibawa ke RSUD Banyumas.

“Saya kemarin juga sempet jenguk ke rumah duka. Keterangan dari ibunya, siang malam tidak terlepas dari ponsel,” kata Sumadi seperti dikutip dari Jabarnews, Kamis (27 Mei 2021).

Menurut Sumadi, sebelumnya Siswa tersebut sempat merasa tidak enak badan. Kemudian kondisinya memburuk, sehingga keluarga memutuskan untuk membawa ke Rumah Sakit.

Semwntara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Banyumas dr. Rudi Kristiyanto membenarkan Siswa tersebut sempat dirawat di RSUD Banyumas pada tanggal 16-17 Mei 2021.

Tim medis belum dapat memastikan apakah anak tersebut sakit akibat kecanduan game online atau bukan.

“Pasien tersebut didiagnosis gangguan mental organik dan encephalitis. Itu berdasarkan rapat bersama antara dokter spesialis jiwa dengan dokter spesialis anak,” kata Rudi.

Tim medis rencananya akan melakukan CT scan untuk memastikan diagnosis tersebut. Pasien juga telah diberi obat-obatan sesuai dengan diagnosis tim medis.

“Tapi untuk kasus ini, pasien tidak jadi dilakukan CT scan karena, penolakan CT scan. Pasien meninggalnya di rumah, karena menolak tindakan untuk penegakan diagnosis,” ujar Rudi.***

Pesan Singkat Gempa Serta Peringatan Dini Tsunami

0

Bogordaily.net – Pesan singkat yang berisi gempa berkekuatan magnitudo 8,5 serta peringatan dini tsunami dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beredar di masyarakat.

Masyarakat yang mendapatkan pesan dari BMKG itu pun ramai menanyakan kebenaraannya dengan mengunggah tangakapan layar ke Twitter.

Salah satunya ditanyakan oleh akun @Mantis_jr. Dia menanyakan lokasi gempa, pasalnya yang tertulis dalam pesan disebutkan ada beberapa daerah.

“Gempa dimana y??? Ko ada peringatan sunami?” tanya akun @Mantis_jr.

Pesan yang tersebar berisi peringatan dini Tsunami untuk Provinsi Jawa Timur, NTB, Bali, NTT hingga Jawa Tengah. Disebutkan gempa berkekuatan 8.5 magnitudo.

Adapun bunyi pesan yang dikirim oleh Kominfo BMKG,

” Peringatan Dini Tsunami di JATIM NTB BALI NTT JATENG Gempa Mag:8.5 04-Jun-21 10:14:45WIB Lok:10.50LS 114.80BT Kdlmn:10Km::BMKG,” .

Setelah ditelusuri pesan singkat itu benar dikirimkan oleh BMKG, namun ada kesalahan sistem pengiriman pesan tersebut.

BMKG menjelaskan bahwa pesan ini terkirim karena adanya kesalahan dari sistem pengiriman test.

“Mohon maaf terjadi kesalahan system pengiriman TEST– Peringatan Dini Tsunami di JATIM, NTB, BALI, NTT, JATENG,…::BMKG,” kata Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami saat dikonfirmasi, Kamis
( 27 Mei 2021).***

Sebuah Masjid di Garut Dirusak Seorang Pria Tidak dikenal

0

Bogordaily.net –  masjid di Jalan Raya Karangpawitan, Kabupaten Garut, mengalami perusakan. Peristiwa yang dilakukan oleh orang tidak dikenal itu terjadi Selasa malam ( 25 Mei 2021 )

Kapolres Garut, AKBP Adi Benny Cahyono membenarkan adanya aksi perusakan masjid tersebut dan akibat perusakan itu, kerugian mencapai jutaan rupiah.

Adi menyebutkan bahwa masjid yang dirusak berada di Kampung Nyalindung, Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.

“Tadi kita sudah melakukan pengecekan langsung di tempat kejadian perkara,” kata Adi seperti dikutip dari Merdeka, Kamis (26 Mei 2021).

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi di lokasi. Perusakan itu dilakukan seseorang yang menaiki mobil Nissan warna abu.

“Platnya depannya D, namun nomornya tidak diketahui keseluruhan,” ujarnya.

Saat melakukan aksi perusakan, pelaku berjenis kelamin pria dan menggunakan helm. Akibat perbuatannya itu, kerugian materi diperkirakan sebesar Rp3 juta.

Pelaku merusak kaca jendela masjid berukuran 120 X 60 cm sebanyak empat buah dan ukuran 60 X 60 cm rusak sebanyak dua buah.

Dari informasi yang diterima, sebelum terjadi aksi perusakan tersebut. Dua hari sebelumnya sempat terjadi perselisihan yang tidak setuju masjid itu diwakafkan.

Melihat hal tersebut, polisi menduga perusakan itu mungkin dikarenakan masalah tersebut.

“Kita langsung tangani karena masjid ini fasilitas umum. Kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku perusakan itu. Semoga pelaku segera terungkap dan kita tangkap,” tegasnya.***

 

Dana Samisade Cair, Kepala Desa Jangan Main Mata dengan Pengusaha!

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin memperingatkan seluruh kepala desa agar jangan main mata dengan pengusaha yang menggunakan anggaran Samisade.

“Awas! Kades jangan main mata dengan pengusaha, dengan minta komisi dulu kepada pengusaha yang nantinya ditukar dengan program Samisade ini,” tegasnya.

Kepala Desa yang mendapatkan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) harus menjalankan program sesuai yang diajukannya. Usai memberikan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).

“Uang ini bukan turun dari langit. Ini uang pajak dari masyarakat yang akan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui program Samisade,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin, Kamis 27 Mei 2021.

Ade Yasin juga khawatir para Kepala Desa agar tidak bermain-main dalam menggunakan anggaran Samisade tersebut.

Terlebih Pemkab Bogor telah menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Bogor untuk ikut serta mengawal program Samisade tersebut.

Ade Yasin berharap dengan program Samisade ini dapat memajukan potensi yang ada disetiap Desa, serta melibatkan unsur masyarakat dalam pembangunanya.

“Tidak hanya penegak hukum, kepala desa harus melibatkan masyarakat dalam program ini. Apalagi program ini memang diperuntukan untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Kemudian Ade Yasin mengaku memberikan kepercayaan penuh kepada kepala desa dalam mengelola keuangan Samisade.

Apalagi dalam prosesnya seluruh desa telah melewati beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pelaporan.

Selain itu, dalam program Samisade ini Pemkab Bogor mengucurkan Rp 318,497 Miliar untuk 356 Desa. Sedang 60 Desa yang terlambat akan mendapatkan pada anggaran perubahan.***

Perumda Tirta Pakuan Survey Keberminatan Calon Pelanggan

Bogordaily.net – Asmen Subdept Pemasaran, Nita Dwiyanti bersama para staf melakukan survey keberminatan pemasangan baru bagi masyarakat di Kampung Rambay, RT01/RW06, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, yang di hadiri oleh warga RW04 dan RW06, Selasa 25 Mei 2021

Sebagai yang terdepan dalam hal memasarkan pemasangan baru calon pelanggan, maka tim pemasaran mengambil langkah dengan cara pendekatan langsung yaitu berdiskusi dengan warga masyarakat setempat untuk survey keberminatan calon pelanggan.

Hal ini dilakukan guna menyaring potensi-potensi calon pelanggan dan sekaligus mendapatkan informasi berbagai kendala yang ada terhadap keberminatan warga untuk menggunakan air bersih dari Tirta Pakuan.

Dalam kesempatan ini, beberapa warga mengajukan pertanyaan seputar kemudahan sistem pembayaran dan persyaratan administrasi untuk menjadi pelanggan Tirta Pakuan.

Di samping itu warga juga menyampaikan harapan nya ke depan untuk Tirta Pakuan, bilamana mereka sudah menjadi pelanggan agar pelayanan airnya dapat dilayani 24 jam.

Menanggapi pertanyaan dari warga maka staf pemasaran menjawab bahwa “ada program cicilan PB hingga akhir tahun dengan beberapa persyaratan, namun kami akan tetap membantu dan memberikan kemudahan administrasi, agar calon pelanggan tidak menjadi terbebani dari segi administrasi tersebut,” ucapnya.

Adapun mengenai ketersediaan air bersih yang menjadi kekhawatiran warga, di infokan bahwa pasokan air di Kota Bogor Utara di supply pula dari cibanon spam katulampa.

Maka dapat dipastikan bahwa calon pelanggan akan terlayani selama 24 jam karena baik jaringan pipa dan sumber air nya sudah diperhitungkan dapat mensuplai kawasan disini.***

Warga Kota Bogor yang Terpapar Covid Dirawat di Pusat Isolasi Kemang

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin mengizinkan warga Kota Bogor yang terpapar positif Covid-19 dirawat di Pusat Isolasi Kemang, Kabupaten Bogor.

Hal tersebut dibenarkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Dia mengatakan, perawatan di Pusat Isolasi Kemang itu dilakukan menyusul kasus Covid-19 di Perumahan Griya Melati Bubulak, Kota Bogor masih terus terjadi penambahan hingga saat ini.

“Sudah kita bicarakan namun tidak secara resmi. Intinya beliau siap menampung jika ada kebutuhan di Kota Bogor,” ujarnya.

Dedie A Rachim mengatakan, sejauh ini keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS) Kota Bogor yang merawat pasien positif Covid-19 belum cukup tinggi.

Sehingga, opsi membawa warga Kota Bogor yang terkonfirmasi Covid-19 ke tempat isolasi Kemang masih sebatas rencana jika memang terjadi, termasuk opsi membuka kembali RS Lapangan Kota Bogor pun belum menjadi solusi saat ini.

“Bed occupancy rasio di RS (Kota Bogor) belum cukup tinggi. Kecuali terjadi lonjakan, kemungkinan skenarionya dilarikan ke RS atau menambah tempat tidur,” ucapnya.

“Untuk kapasitas di BPKP Ciawi itu hanya 100 dan sekarang sudah terisi 78. Mudah-mudahan tidak terlalu banyak atau ada penambahan lagi, itu harapan kita,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Dedie A Rachim juga tak lupa mengingatkan kepada masyarakat Kota Bogor dalam kondisi seperti ini agar tetap disiplin dan menjaga protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas di luar rumah. Karena, tidak ada pilihan lain untuk mencegah penyebaran kasus ini terus bertambah.

Disisi lain, Dedie A Rachim menyebutkan, yang menjadi kekhawatiran pihaknya saat ini dan yang sedang ditunggu adalah hasil tes Whole Genome Sequencing (WGS) warga positif Covid-19 di Perumahan Griya Melati.

Karena, jika nanti hasilnya terbukti warga Perumahan Griya Melati terpapar Covid varian baru, maka pihaknya harus mengantisipasi langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan.

“Itu yang kita khawatirkan dan sedang kita tunggu hasil WGS-nya. Kalau nanti ternyata hasilnya jenis virus ini seperti kaya di India maka kita harus lebih berhati-hari, kemudian nanti Kementerian barangkali juga harus menyiapkan obat-obatan yang sesuai dengan jenis virusnya,” katanya.***

 

2.060 Pelaku Usaha Pariwisata Kabupaten Bogor Divaksin

Bogordailu.net – Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Achmad Zaenudin, memantau pelaksanan vaksinasi massal untuk 2.060 pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran, di Hotel Mars 91, Megamendung, Kamis 27 Mei 2021.

Pada kesempatan tersebut Iwan Setiawan menjelaskan, kegiatan vaksinasi hari ini merupakan kegiatan untuk sektor pariwisata, selain itu dilaksanakan juga untuk sasaran vaksinasi lanjutan yang telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Melalui Satgas Penanganan Covid-19, baik yang telah dilaksanakan secara massal di Gedung Tegar Beriman, Kantor Bappedalitbang dan beberapa lokasi lainnya di Kabupaten Bogor.

“Sasaran pelaksanaan vaksin hari ini sekitar 2.200 sasaran antara lain untuk 2.060 pelaku usaha pariwisata hotel dan restoran. Terdapat 40 usaha hotel dan restoran di empat kecamatan yakni Cisarua, Megamendung, Ciawi dan Babakan Madang,” ujar Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.

“Selanjutnya 140 orang sasaran peserta vaksin kedua yang terdiri dari ASN dan Non ASN, serta pelayan publik yang belum divaksin kesatu atau kedua,” tambahnya.

Iwan menambahkan, kegiatan ini sebagai salah satu kebijakan dan langkah strategis Pemkab Bogor dalam mendukung penanganan Covid-19 bagi garda terdepan atau operator utama sektor pariwisata.

Kemudian demi menggiatkan kembali sektor pariwisata dan melayani setiap kebutuhan pelayanan kepariwisataan, mendukung pemulihan ekonomi nasional terutama di Kabupaten Bogor.

“Karena Kabupaten Bogor tetap menjadi destinasi unggulan dan target kunjungan wisatawan akan kebutuhan rekreasi, hiburan umum dan pariwisata di Kabupaten Bogor yang tentu saja selalu akan mengedepankan protokol kesehatan Covid-19 dan mendukung percepatan penerapan CHSE sektor pariwisata,” katanya.

Iwan berharap, ada peningkatan kepercayaan masyarakat untuk kembali berwisata dan berinvestasi di sektor pariwisata sehingga dapat meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata ke Kabupaten Bogor.

Terlebih lagi meningkatkan daya beli masyarakat dalam mendukung pergerakan ekonomi pariwisata di Kabupaten Bogor, serta meningkatkan komitmen seluruh pelaku usaha pariwisata dalam mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor.

“Kegiatan vaksinasi massal sektor pariwisata tidak hanya akan dilaksanakan pada hari ini saja, tetapi masih akan terus dilaksanakan secara bergelombang sesuai dengan ketersediaan vaksin,” ucapnya.

“Kegiatan vaksinasi hari ini terselenggara atas kerjasama dan sinergi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Satgas Penanganan Covid-19 Tingkat Kabupaten, Satgas Tingkat Kecamatan, Dinkes dan Disbudpar Kabupaten Bogor,” pungkasnya.***

Jamaah Maiyah Berduka Salah Satu Tokoh Sentralnya Wafat

0

Bogordaily.net – Jamaah Maiyah yang merupakan kelompok pengajian yang biasa digelar oleh Budayawan Emha Ainun Najib, berduka dikarena salah satu sentralnya wafat.

Kyai yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Rohmatul Umam Kretek, Bantul, Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan budayawan yang akrab dipanggil Cak Nun itu, wafat dini hari tadi, Kamis 27 Mei 2021.

Menurut salah satu jamaah yang juga santri Kyai Muzammil mengatakan kepergian gurunya mengagetkan banyak orang. Baginya sosok sang guru adalah orang yang cerdas.

“Beliau wafat dini hari. Beliau sosok yang baik dan cerdas,” katanya, seperti dikutip dari NU online.

Sementara itu, Dosen Universitas Hasyim Asy’ari Tebu Ireng Jombang Ustadz Amien Zein menambahkan bahwa sosok Kyai Muzammil adalah penghubung antara Kyai Salahuddin Wahid dan Emha Ainun Najib.

“Selama saya mendampingi Kyai Salahuddin Wahid, sosok Kyai Muzammil ini adalah penghubung antara Tebu Ireng dan Cak Nun,” ucapnya.

Kyai Muzammil berasal dari pulau Madura dan merupakan alumni Ma’had Aly Situbondo angkatan pertama.***

Jelang Hari Lanjut Usia (HLUN) Puskesmas Leuwiliang Gelar Vaksinasi

Bogordaily.net – Menjelang Hari Lanjut Usia (HLUN) yang di peringati setiap tanggal 29 Mei, Puskesmas Leuwiliang gelar vaksinasi massal lansia pada hari Kamis 27 Mei 2021.

Kepala Puskesmas Leuwiliang James Tambunan mengatakan, bertepatan di Hari Lansia Nasional (HALUN), Puskemas melaksanakan ramah tamah terhadap para lansia dan juga vaksinasi.

“Dimulai sejak tadi pukul 8 kita ada cara sambutan juga penyerahan bingkisan, dan dilanjut yang paling utama vaksin terhadap lansia pada hari ini,” kata James Tambunan, Kamis 27 Mei 2021.

Lebih jauh James mengatakan, secara global Puskesmas Leuwiliang akan melakukan vaksin kepada 2000 lansia dan saat ini sudah sekitar 300 lansia.

Puskesmas leuwiliang
Suasana Puskesmas Leuwiliang saat vaksinasi lansia pada hari Kamis 27 Mei 2021.(Istimewa/Bogordaily.net)

“Termasuk hari ini kita juga melaksanakan vaksinasi 50 orang,”katanya.

Untuk kendala James mengatakan, untuk di Leuwiliang masih minim kesadaran untuk dilakukan vaksinasi.

“Kendala ketika saya menjadi kepala Puskesmas Bojong Gede antusiasme lansia yang dilakukan vaksinasi lebih besar,” katanya.

Lanjut James, dirinya tetap optimis dan tidak berkecil hati karena Leuwiliang terus berupaya agar vakasinasi tercapai, dengan cara pendekatan langsung terhadap kepala desa.

“Atau pihak-pihak terkait yang bisa memberikan sosialisasi terhadap terhadap para Lansia di wilayah Leuwiliang,” katanya.

Sementara salah satu Lansia yang telah divaksinasi Jaelani mengatakan, di Hari Lansia ini telah dilakukan vaksinasi secara gratis.

“Ini hari pertama vaksinasi, tidak terasa apa-apa, saya pun mengajak ke masyarakat khususnya Lansia jangan takut untuk di vaksinasi,” pungkasnya.***