Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 7281

Kabupaten Bogor Raih Predikat WTP Enam Kali Berturut-Turut

Bogordaily.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020.

Predikat WTP ke-enam kalinya diraih, setelah sebelumnya lima tahun berturut-turut mendapatkan predikat serupa. Hal ini dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin saat penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD tahun 2020.

Penghargaan WTP diberikan langsung oleh Kepala BPK RI perwakilan Jawa Barat, Agus Khatib kepada Bupati Bogor, Ade Yasin didampingi Wakil Ketua DPRD, Wawan Haikal di Gedung BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Bandung, Jumat 21 Mei 2021.

Ade Yasin mengatakan di tengah tugas yang cukup melelahkan dalam mengatasi pandemi Covid-19, menjaga masyarakat tetap sehat dan memulihkan ekonomi, Pemkab Bogor mendapat hadiah yang sangat berharga yakni meraih predikat WTP ke-enam secara berturut-turut atas LKPD tahun anggaran 2020.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama yang baik antara DPRD dan Pemkab Bogor serta dukungan masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.

“Keberhasilan ini merupakan keberhasilan bersama, ini adalah hasil kerja keras pihak legislatif, eksekutif, seluruh stakeholder yang didukung oleh masyarakat, sehingga Kabupaten Bogor dapat meraih opini WTP enam kali berturut-turut,” tambahnya.

Lanjut Ade Yasin, telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai Peraturan Pemerintah nomor 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

“Kami bertekad akan terus mempertahankan predikat WTP ini, serta meningkatkan upaya pengelolaan keuangan daerah yang semakin baik dan berkualitas,” ucapnya.

“Tentunya masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu disempurnakan dan juga masih terdapat temuan-temuan yang harus kami tindak lanjuti demi perbaikan di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua BPK RI Perwakilan Jawa Barat, Agus Khotib menuturkan, hari ini BPK RI memberikan opini WTP kepada Pemerintah Kabupaten Bogor atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020.

Diraihnya Opini WTP oleh Kabupaten dan Kota merupakan wujud kerja keras yang dibangun seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah menyajikan laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Pemberian opini WTP kepada kabupaten dan kota didasarkan atas kriteria tertentu, sehingga BPK RI patut memberikan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang telah diraihnya,” kata Ketua BPK RI Perwakilan Jawa Barat, Agus Khotib.

Agus menjelaskan, opini ini bukan tujuan akhir, tujuan akhirnya adalah bagaimana mewujudkan pengelolaan keuangan yang akuntabel.

“Semua catatan yang telah direkomendasikan BPK RI agar segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.***

Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor Optimalkan Realisasi Pemberian Vaksinasi Bagi Lansia

Bogordaily.net – Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, minta Satgas Covid-19 Kecamatan meningkatkan kolaborasi agar realisasi pemberian vaksinasi masyarakat Lansia bisa sesuai target yang telah ditentukan.

Hal itu disampaikan Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteran Rakyat, Deni Ardiana usai rapat evaluasi, di Sekretariat Satuan Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Jumat 21 Mei 2021.

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Deni Ardiana menyatakan, berdasarkan hasil evaluasi bahwa realisasi Pemberian Vaksinasi Covid-19 khususnya terhadap kaum Lansia di Kabupaten Bogor baru mencapai 7 persen.

“Untuk itu kita mendorong kepada satgas Covid-19 Kecamatan untuk meningkatkan kolaborasi dengan unsur Kecamatan, Polsek, Koramil, Puskesmas, dan tokoh-tokoh yang ada di Desa/Kelurahan untuk segera melakukan mobilisasi vaksinasi Covid-19 khususnya kepada mereka masyarakat Lansia,” ujar Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Deni Ardiana.

Deni menuturkan, bahwa saat ini untuk stok vaksin Covid-19 masih tersedia sekitar 60 ribu dosis, yang diperuntukkan tidak hanya untuk masyarakat Lansia.

Diprioritaskan juga untuk tenaga pendidik yang belum mendapatkan vaksinasi mulai dari tingkat PAUD, hingga SMA, pelayan masyarakat, hingga desa/kelurahan dan RT/RW.

“Stok vaksin sudah di Puskesmas, tinggal dijadwalkan saja di kecamatan untuk pelaksanaan vaksinasinya. Ini perlu mobilitas untuk meningkatkan realisasi pelaksanaan vaksin Covid-19 terutama Lansia. Perlu upaya mobilisasi yang intens baik itu mobilisasi tingkat desa bahkan door to door,” katanya.

Deni berharap, mudah-mudahan dosis vaksin Covid-19 bisa mencukupi untuk seluruh masyarakat, terutama bagi mereka masyarakat Lansia.

“Pelayan publik dan pelaku usaha seperti pariwisata, para pedanga baik itu di pasar, mall dan lainnya, agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir,” ungkapnya.***

RDPRD Kota Bogor Bahas Revisi Perda RTRW

Bogordaily.net – Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengungkapkan, pembahasan revisi Perda RTRW, karena pansus Raperda RTRW sudah tidak bertugas.

“Pansus sudah melebihi kadaluarsa, jadi revisi Perda RTRW langsung dibahas di Bapemperda, kemudian dilaporkan di Banmus dan disiapkan untuk disahkan di paripurna,” ujarnya.

Atang mengatakan, DPRD menargetkan sekitar dua pekan kedepan, selanjutnya langsung diparipurna kan.

Dalam pembahasan, ada beberapa catatan yang dibahas, terutama terkait pentingnya bagaimana menurunkan RTRW ini, dalam kontek RDTR yang lebih detail dan lebih tepat, sehingga selesai RTRW ini perlu ada pekerjaan berikutnya yang diselesaikan.

“Saya kira ini sudah tahap akhir karena pembahasan sudah selesai, hanya mengesahkan dari yang sudah di jalankan. Mudah mudahan dengan adanya RTRW ini setidaknya ada klasifikasi maupun pembagian wilayah yang ada di Kota Bogor. Kita akan lihat dulu isi RTRW yang disetujui oleh Kemenentrian ATR dan BPN, mudah-mudahan nanti akan kelihatan apa yang kita sempurnakan lagi dalam RDTR nya,” ucapnya.

Kepala Bappeda Kota Bogor, Rudi Mashudi menambahkan, revisi RTRW sudah mendapat persetujuan substansi dari Kementrian ATR, sehingga langsung dikirimkan surat ke DPRD untuk dibahas dan dilakukan pengesahan Raperda.

“Pembahasan terkait stuktur pola ruang dan penyesuaian dengan arah pembangunan Kota Bogor. Kita berharap pembahasan bisa secepatnya sehingga langsung di paripurnakan,” katanya.***

Mari Rawat Gigi dan Mulut bersama Dokter Gigi di RSIA Nuraida Bogor

0

Bogordaily.net – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nuraida Bogor memiliki banyak dokter yang siap dan sigap dalam menangani pasien, salah satunya dokter gigi.

Salah satu dokter yang baru bergabung di RSIA Nuraida Bogor yaitu drg, Cahya Adriani Putri yang merupakan Dokter Gigi.

Drg Cahya baru bergabung dan akan memulai praktik di RSIA Nuraida InsyaAllah dari tanggal 1 Maret 2021.

Dari keterangan tertulis di akun resmi RSIA Nuraida, Dokter Cahya akan melayani pemeriksaan gigi, dan mulut untuk pasien wanita maupun laki-laki.

Drg Cahya Adriani Putri akan dimulai pada Senin 24 Mei, dari hari Senin sampai Minggu sesuai janji.

Pada hari Senin praktik akan dimulai pukul 08.00 – 10.00 WIB dan hari Selasa pukul 08.00 – 09.00 WIB.

Lalu hari Kamis praktik dimulai pukul 08.00 – 11.00 WIB, hari Jumat pukul 08.00 – 11.00 WIB, dan Sabtu pukul 08.00 – 09.00 WIB, bahkan hari Minggu harus dengan perjanjian.

Yu datang ke RSIA Nuraida untuk merawat gigi dan mulutmu.Adv

Wujudkan Kota Ramah Anak, Disdukcapil Kota Bogor Berikan Layanan KIA

Bogordaily.net – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, memiliki sejumlah layanan bagi masyarakat Kota Bogor, salah satunya pembuatan Kartu Indentitas Anak (KIA). KIA berfungsi seperti KTP. Namun selain untuk identitas, juga perlindungan kepada anak.

Kepala Dinas Disdukcapil Kota Bogor Sujatmiko Baliarto mengatakan, Disdukcapil memiliki beberapa layanan bagi masyarakat Kota Bogor, salah satunya pembuatan Kartu Indentitas Anak (KIA).

Disdukcapil Kota Bogor bekerjasama dengan Ketua Penggerak PKK Kota Bogor, Dinas Pendidikan Kota Bogor melakukan pendataan anak-anak ke sekolah untuk mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA).

“Sekarang kami mulai bergerak ke Sekolah Dasar (SD) sudah ada 8000 ribu data anak yang sudah masuk, dan yang sudah kami cetak sekitar 7000 ribu,” kata Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, kepada Bogordaily.net, Jumat 21 Mei 2021.

Sujatmiko menjelaskan, Kartu Identitas Anak (KIA) fungsinya sama dengan KTP, untuk identitas juga merupakan perlindungan kepada anak-anak.

Cara mendapatkan KIA, Sujatmiko menjelaskan masyarakat hanya perlu datang ke Kantor Disdukcapil dengan membawa akte kelahiran serta kartu keluarga.

“Proses pembuatan KIA bisa ditunggu,” kata Sujatmiko.

Ia menambahkan, Kota Bogor visinya menuju ramah keluarga, harus ada sebuah perlindungan kepada anak.

“Ketika ada anak yang terjadi kecelakaan atau sebagainya, ini bisa terindentifikasi melalui KIA,” katanya.

Kemudian Sujatmiko menuturkan, KIA juga bisa digunakan ketika anak ingin membuka rekening di bank, dan tidak perlu lagi menggunakan KTP orang tuanya.

Terlebih lagi, Disdukcapil Kota Bogor sudah bekerjasama dengan 24 rumah sakit di Kota Bogor. Sebab, kalau ada anak yang baru lahir petugas dari rumah sakit langsung memberi data ke Disdukcapil.

“Data yang sudah di terima dari rumah sakit langsung kami cetakan surat Akte Kelahiran, KK dan KIA, jadi Tree In One,” ucapnya.

Selama Pandemi Covid-19, Sujatmiko mengatakan jam operasi di Disdukcapil dari pukul 07:00 WIB hingga 16:00 WIB, dan adanya pembagian layanan yaitu secara online dan offline.

“Lagi pandemi, kita tidak ada pembatasan. Ada yang daftar secara online, ada juga yang langsung ke loket untuk daftar. Selama pandemi juga kita tidak lagi memberikan kertas nomer antrian, tetapi memakai cap,” paparnya.

Kemudian Sujatmiko mengatakan, jangan bingung dan jangan ragu untuk datang ke Disdukcapil.

“Jangan bingung ngurus berkas, langsung datang ke sini nanti akan ada petugas yang siap melayani warga Kota Bogor, ingat sesuai prokes ya, harus pake masker,” ungkapnya.***

Momen Bahagia Devi Herlina pada Idul Fitri 1442 H

0

Bogordaily.net– Momen bahagia Devi Herlina pada Hari Raya Idul Fitri 1442, yang merupakan hari dimana seluruh umat muslim merayakan kemenangan setelah sebulan menjalankan bulan puasa ramadhan.

Idul fitri merupakan suatu momen untuk saling memaafkan satu sama lain, dan juga kita sebagai manusia kembali fitrah.

Banyak makna disaat kita sebagai umat muslim merayakan idul fitri tersebut, salah satunya seperti yang dirasakan oleh Kader Partai Amanat Nasional (PAN), Devi Herlina.

Devi mengungkapkan, makna idul fitri baginya ialah dimana kita bisa saling memaafkan antar keluarga dengan suasana syahdu, terutama disaat meminta maaf kepada kedua orang tua.

“Saat idul fitri kita bisa merasakan suasana yang sangat syahdu di hari tersebut, dimana saya bisa sungkem kepada kedua orang tua dan merasakan arti keluarga sesungguhnya,” ujarnya.

Bahagia
Devi Herlina, Suami dan Anak saat berminta maaf kepada kedua orangtuanya pada Hari Raya Idul Fitri 1442.(Istimewa/Bogordaily.net)

Saat hari raya idul fitri, tentu berbagai macam cara dilakukan untuk merayakan hari tersebut, seperti berkumpul bersama keluarga, membuat baju seragam untuk mengabadikan momen lebaran dan masih banyak cara lainnya.

Devi mengatakan, setiap tahun biasanya ia beserta keluarga mendekorasi rumah dengan tema khas idul fitri.

Hal tersebut dilakukan merupakan salah satu cara ia dan keluarga, untuk mengabadikan momen disaat hari raya idul fitri.

“Biasanya setiap tahun saya dan keluarga mendekorasi rumah disaat idul fitri, untuk tahun ini nuansa yang saya pakai yaitu warna putih, dari dekorasi nya hingga baju yang kita pakai” ucapnya.

Berbicara hari raya idul fitri, sangatlah identik dengan makanan disaat hari raya idul fitri.

Seperti biasa disaat lebaran tentu kurang afdhol jika tidak ada ketupat dan opor ayam.

Namun tidak hanya ketupat dan opor ayam, tentu ada beberapa yang biasa di masak khusus oleh beberapa orang seperti rendang, semur kambing, dan makanan khas andalan lainnya.

Devi menjelaskan, disaat lebaran seperti ini selain ketupat dan opor ayam, makanan yang selalu dimasak di keluarganya ialah sambel goreng ati.

Menurutnya, kurang lengkap jika disaat lebaran kalau tidak ada sambal goreng ati, karena itu merupakan makanan favorit keluarga nya yang selalu ada.

“Sambal goreng ati merupakan makanan yang saya kangenin disaat hari raya idul fitri,” katanya.

Ia berharap momen lebaran ini menjadi suatu momen yang bahagia karena menurutnya hari raya idul fitri merupakan dimana kita sebagai umat muslim kembali menjadi fitri dan bisa menjadi lebih baik ke depannya.Adv

Halal Bihalal Asosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI)

0

Bogordaily.net– Assosiasi Yayasan Pendidikan Islam (AYPI) yang diketuai oleh, H. Mirdas Eka Yora, mengadakan Halal Bihalal di Yayasan Fajar Hidayah, Kota Wisata, pada Jumat 21 Mei 2021.

Halal Bihalal yang dilaksanakan secara zoom meeting dan langsung ini dihadiri langsung oleh Anggota Dewan DPR RI Komisi delapan, H. Iskan Lubis yang hadir sebagai Dewan Pakar AYPI.

H. Iskan mengatakan di masa Pandemi ini, Sekolah harus cerdas melakukkan pembelajaran dari rumah atau daring.

“Sistem sekolah saat ini harus memakai sistem yang kontennya cepat. Dengan konten kreatif seperti jualan, mereka itu membuat konten. Bagaimana caranya belanja tidak melalui warung atau toko hanya untuk membeli minyak rambut. Mereka cukup mengiklankan jualannya lewat internet dan tidak harus pergi keluar untuk belanja, ini salah satu kecerdasaan yg dibuat,” ucapnya

Setiap sekolah itu harus memilih anak yang kreatif untuk menangani konten, apalagi di masa Pandemi ini jadi menyenangkan.

Sementara itu, Evi Sinaro sebagai Dewan pembina AYPI, menyampaikan bahwa AYPI yang baru berdiri selama dua tahun lebih ini sudah banyak memberikan dampak postif, untuk pendidikan yang berbasis Sekolah Islam.

“AYPI sudah banyak membuat program, khususnya yang terkait dengan peran sertanya di bidang pendidikan Islam juga dari segi kebijakan Pemerintah yang selama ini diikuti, khususnya untuk Sekolah Swasta,”

Diharapkan ke depannya Sekolah Islam atau Pesantren itu menjadi lebih maju dan mampu menyerap semua program yang diberikan oleh Pemerintah.***

Peringati Hari Jadi Bogor Ke 539, Ade Yasin Ajak Masyarakat Cintai Kuliner Tradisional

Bogordaily.net – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor (HJB) ke 539, Bupati Bogor Ade Yasin mengajak masyarakat untuk mencintai kuliner tradisional, Kamis 20 Mei 2021.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, dalam rangka menyambut HJB ke-539 pada 3 Juni 2021 di tengah pandemi ini, salah satu spirit yang harus dikedepankan ialah dengan mencintai kuliner tradisional.

“Kehadiran kuliner tradisional dengan olahan modern menjadi satu inovasi dan alternatif solusi dalam mendukung petani lokal dan komunitas pangan lokal dalam rangka pemulihan ekonomi daerah,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.

Ade menambahkan, dengan mencintai kuliner tradisional berarti menjaga eksistensi dan identitas budaya lokal.

“Menjaga eksistensi kuliner tradisional serta menempatkannya sejajar atau bahkan lebih tinggi dari kuliner asing, akan memberi dampak positif bagi masyarakat. Pengenalan makanan tradisional kepada generasi muda juga penting karena dapat memperkuat identitas budaya lokal kita,” katanya.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor, Zainal Syafrudin, menyampaikan bahwa event yang bernama “Gerakan Aku Cinta Makanan Tradisional Bahan Pangan Lokal” ini, menjadi salah satu program dalam rangka pemulihan ekonomi daerah.

“Kita sudah tidak mungkin lagi menghambat laju modernitas, yang kita bisa lakukan sekarang adalah mencoba bersahabat dan sejalan dengannya, namun tanpa meninggalkan identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya,” ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Bogor, Zainal Syafrudin.

“ini merupakan bentuk kepedulian kami untuk ikut ambil bagian dalam melestarikan dan melahirkan berbagai inovasi makanan tradisional asli Kabupaten Bogor agar tidak pudar diterjang serbuan makanan internasional,” tambahnya.

Diketahui Kegiatan Gerakan Cinta Makanan Tradisional, Bahan Pangan Lokal ini akan diselenggarakan oleh Badan Promosi Pariwisata Daerah Kabupaten Bogor di Kebun Raya Cibinong pada 27 Mei 2021.

Dan didukung oleh Perkumpulan Jasa Boga Indonesia Kabupaten Bogor, APICAL, KADIN Kabupaten Bogor, IWAPI Kabupaten Bogor, ASITA, PMI Kabupaten Bogor.***

Menteri BUMN Optimis Ekonomi RI Normal di 2022

0

Bogordaily.net – Menteri BUMN Erick Thohir yakin dan optimis bahwa ekonomi Republik Indonesia (RI) akan kembali normal pada tahun 2022.

Dengan dukungan yang telah diberikan oleh DPR RI, pemerintah pusat dan daerah, terlebih lagi dukungan dari pihak swasta bahwa pemulihan ekonomi nasional akan berjalan lebih baik.

“Kita optimistis pada tahun depan perekonomian nasional akan kembali normal,” ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 19 Mei 2021.

Menteri BUMN berpesan kepada semua pihak untuk terus menyebarluaskan informasi bahwa, sangat penting menjalankan disiplin protokol kesehatan terhadap diri sendiri.

“Jangan sampai ketika masyarakat melihat pergerakan manusia sudah seperti normal akhirnya kita juga melupakan disiplin protokol kesehatan Walaupun tentunya kita mesti sepakat kondisi yang kita alami tentunya pasca pandemi akan tetap seperti sekarang, protokol kesehatan harus berjalan dengan baik seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” katanya.” ujar Erick.***

Opini WTP ke 5 dari Badan Pemeriksa Keuangan Diterima Wali Kota Bogor

0

Bogordaily.net – Opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), telah diterima Kota Bogor secara berturut- turut untuk yang ke lima kalinya.

WTP diterima Wali Kota Bogor, Bima Arya oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Atang Trisnanto dalam penyerahan di kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kamis 20 Mei 2021.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Barat Bapak Agus Khatib bahwa, opini WTP tidak menjamin adanya peluang penyimpangan dalam pengelolaan keuangan negara.

Oleh karenanya, Pemkot dan DPRD harus terus meningkatkan kinerja dan menjalankan terus prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Sementara itu, Ketua Dewan DPRD memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Bogor.

Menurutnya opini BPK ini menjadi gambaran bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) di Kota Bogor sudah baik, meski tengah berada ditengah pandemi Covid-19.

“Selamat kepada Walikota dan jajaran atas pencapaian opini WTP yang kelima kali berturut-turut. Ini adalah catatan yang menggembirakan sebagai bagian ikhtiar menghadirkan pemerintahan yang akuntabel, terlebih di tengah pandemi yang situasinya tidak mudah,” kata Atang.

Dia juga mengungkapkan bahwa hal ini juga merupakan hasil dari bentuk kerjasama eksekutif dan legislatif, dimana DPRD telah menjalankan fungsi pengawasan yang baik dan optimal.

Agar opini WTP bisa dipertahankan kembali tahun depan, pemkot Bogor perlu secara menyeluruh mereview LHP (laporan hasil pemeriksaan) BPK dalam 3 tahun terakhir.

“Pemerintah mesti tancap gas menyelesaikan dan menindaklanjuti catatan dan rekomendasi BPK tanpa harus menunggu 60 hari sebagaimana diatur didalam perundang-undangan”, ujar Atang.***