Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 7303

Pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi Megamendung Dikebut

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau lokasi Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi Megamendung Kabupaten Bogor.

Peninjauan dilakukan untuk mengetahui progres pembangunan dua bendungan, Rabu 5 Mei 2021.

Kedua bendungan itu akan dipercepat pembangunannya mengingat dapat mengurangi dan mengendalikan masalah banjir di Jakarta mencapai 12 persen.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, Bendungan Ciawi dan Sukamahi Megamendung, memiliki fungsi sebagai penahan air ketika terjadi luapan air sungai. Bendungan itu akan menahan dan menampung air sekitar 20% sehingga air tidak turun semua ke Jakarta.

“Kami sangat mendukung pembangunan dua bendungan ini, karena untuk kebaikan kita semua. Kebetulan Kabupaten Bogor berada di hulu, banyak aliran dan sumber air yang mengalir ke Jakarta. Harus didukung karena bendungan ini sebagai upaya pengendalian banjir, kita berharap agar pembangunannya cepat selesai, mudah-mudahan Juni mendatang sudah rampung,” ujar Bupati.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan dua bendungan tersebut dapat menampung lebih dari 6 juta kubik air, selain dapat menampung juga air dapat dikontrol sehingga air tidak langsung tumpah ke Jakarta.

Daya tampung air di Jakarta hanya 2.000 debit air sedangkan ketika banjir ada 3.000 debit air yang masuk ke Jakarta, artinya ada 1.000 debit air yang jadi permasalahan dan harus segera diatasi.

“Kalau dua bendungan ini sudah jadi, akan mengurangi 12% potensi banjir di Jakarta, tadi saya lihat untuk sodetan sudah setengah selesai mudah-mudahan sore ini bisa selesai,” Kata Luhut.

Menurutnya, kerjasama antara Pemkab Bogor, Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat dalam hal pengendalian bajir melalui pembangunan dua bendungan itu sudah paten, dan menjadi contoh kerena koordinasinya sangat bagus.

“Kita berharap Juli mendatang dua bendungan itu bisa selesai. Pekerjaan ini sangat masif yang dapat mengurangi banjir di Jakarta. Kita juga akan bekerjasama dengan Kodam untuk mendisiplinkan masyarakat kerena manfaat bendungan ini sangat baik,” tutupnya. (Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor)

Setelah Sunda Empire, Muncul Kekaisaran Sunda Nusantara

Bogordily.net – Pada 2020 warga Indonesia digegerkan oleh kemunculan kerajaan Sunda Empire. Kerajan itu dikomandoi Nasri Banks, Raden Ratnaningrum, dan Ki Ageng Rangga.  Akibat perbuatannya, mereka divonis bersalaha karena dianggap menyebarkan berita bohong. Kini ditemukan kembali kerjaan serupa yang diberi nama Kekaisaran Sunda Nusantara.

Kemunculan Kekaisaran Sunda Nusantara berawal setelah polisi memeriksa Sebuah mobil Pajero Sport dengan plat nomor SN 45 RSD.

Pada kendaraan tersebut terdapat logo Kekaisaran Sunda Nusantara.

Setelah diperiksa petugas, ditemukan pula STNK kendaraan, dengan kop penerbit dari Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.

SIM pengemudinya pun menggunakan keluaran dari kerajaan tersebut.

Polisi menangkap Rusdi Karepesina (55), pria yang mengaku sebagai jenderal di Kekaisaran Sunda Nusantara.

Penangkapan Rusdi diawali saat polisi melakukan penilangan terhadap mobil yang dikemudikan pria kelahiran Ambon tersebut.

Awalnya, jajaran Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya menilang mobil Rusdi di Jalan Tol Cawang hari ini pada pukul 11.00 WIB. Saat itu polisi melihat mobil Rusdi mengenakan pelat nomor yang tidak sesuai aturan.

“Jadi kita mengamankan satu buah kendaraan Mitsubishi Pajero yang menggunakan pelat nomor yang tidak sesuai tanda nomor kendaraan yang dikeluarkan oleh Polri dan menggunakan pelat nomor polisi SN-45-RSD,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu 5 Mei 2021.

Polisi kemudian memeriksa surat-surat kendaraan dari pelaku.

Namun saat itu Rusdi tidak mampu menunjukkan surat kendaraan resmi sesuai aturan yang telah dikeluarkan oleh Polri.

Saat dilakukan pemeriksaan, polisi justru menemukan surat-surat identitas Rusdi terkait keberadaan Kekaisaran Sunda Nusantara.

Rusdi bahkan mengaku sebagai jenderal di kekaisaran tersebut.

“Ditemukan berbagai kartu identitas yang dikeluarkan oleh negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Saudara RK ini mengaku bagian dari seorang jenderal Kekaisaran Sunda Nusantara dan merupakan bagian anggota Kekaisaran Sunda ini,” ungkap Sambodo.

Berbekal kartu identitas itu, Rusdi tidak bersikap kooperatif saat diperiksa petugas.

Pria tersebut bersikeras surat-suratnya itu resmi sehingga tidak layak untuk ditilang.

“Kalau menurut petugas yang menangkap, yang mengamankan, pada saat diperiksa pengemudi ngotot bahwa dia menggunakan STNK dan SIM yang sah menurut Kerajaan Nusantara,” sebut Sambodo.

Polisi kini masih menggali keterangan dari Rusdi Karepesina.

Kendaraan itu hendak menuju Bogor. Dengan tujuan menjemput keluarga.

Namun, saat diperiksa petugas, pengemudi tidak bisa menunjukan surat-surat resmi kendaraan.

Malah menunjukan identitas dari Kekasisaran Sunda Nusantara.

“Surat kendaraan enggak ada. Cuman bawa STNK terbitan Negara Kekaisaran Sunda Nusantara,” imbuh Akmal.

Kendati demikian, polisi baru melakukan penegakan hukum berupa sanksi tilang. Belum ada pengusutan pidana terkait kemungkinan Kekaisaran Sunda Nusantara sama seperti Sunda Empire.

“Sementara kita tilang. Tidak ada dokumen Pasal 288 sama 280. Dia pelanggaran tidak ada nomor (plat kendaraan) dan tidak dapat menunjukkan STNK,” pungkas

Sambodo mengatakan pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, untuk mendalami asal usul Kekaisaran Sunda Nusantara.

Selain itu, kondisi kejiwaan Rusdi kini akan diperiksa polisi.

“Kita juga akan coba koordinasikan dengan Biddokes untuk kita periksa kejiwaannya. Jangan sampai ada gangguan kejiwaan apakah dia disorientasi atau delusi yang justru nanti akan sangat membahayakan para pemakai jalan lainnya karena bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” terang Sambodo.***

Luncarkan Program Si Kabayan, Perumda Tirta Pakuan Gratiskan Pemasangan Air Bersih

Bogordaily.net – Melalui Program Si Kabayan (Silaturahmi Tirta Pakuan Berbagi Untuk Melayani), Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan pelayanan pemasangan sambungan rumah secara gratis kepada warga.

Pada kesempatan kali ini warga yang beruntung pelayanan pemasangan sambungan rumah secara gratis adalah Eti Rohayati, di Kampung Pangkalan Raya, RW02, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indra Gusniawan didampingi Direktur Umum Rivelino Rizky dan Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf, menyambangi rumah Eti Rohayati pemerima bantuan pemasangan sambungan rumah gratis.

Rino berharap, program Sikabayan, memawa barokah serta dapat membawa Kota Bogor menjadikan Kota ramah keluarga. Sebagai Kota Ramah Keluarga, masyarakat harus memiliki akses air bersih.

“Kalau airnya bersih, insyaallah hidupnya akan sehat,” ujar Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan, Rino Indra Gusniawan, Rabu 5 Mei 2021.

Rasa terharu dan bahagia terlihat dari mata

Menerima layanan pemasangan sambungan rumah secara gratis dari Program Si Kabayan, tampak Eti Rohayati, berkaca-kaca karena haru.

Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan bantuan pemasangan air gratis karena Eti Rohayati seorang janda yang tinggal bersama dua anaknya, dan kesehariannya sebagai tukang cuci baju.

Disisi lain, Dirut Perumda Tirta Pakuan, Rino Indra Gusniawan menyampaikan, kondisi pengaliran di daerah Kampung Pangkalan Raya ada dua, dari Kabupaten dan Kota Bogor.

Daerah Kampung Pangkalan Raya kondisi pengaliran relatif tidak ada masalah karena wilayahnya berada di bawah.

Pada pemasangan baru, Rino menjelaskan, pertama bagi mereka yang sudah mendaftar, bisa log in ke website Perumda Tirta Pakuan secara online. Nanti di data terlebih dahulu alamatnya dimana, lalu nanti di verifikasi.

“Kalau untuk aduan-aduan keluhan, kami ada call center 24 jam, nanti bisa hubungi lewat telpon, Whatshapp dan Media sosial, nanti akan respon secara cepat,” katanya.

Kemudian Rino menambahkan, kalau untuk mengecek-ngecek Perumda Tirta Pakuan mempunyai aplikasi yaitu Simotip.

“Aplikasi Simotip ini perkembangannya baru sampai kalau pelanggan mau mengecek tagihan sudah bisa online, lalu melaporkan meteran mandiri, nanti kedepannya pengaduan juga ada. Termasuk pembayaran bisa lewat Simotip,” jelasnya.

Rino berharapkan dengan adanya aplikasi ini bisa memudahkan pelayanan untuk pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Selanjutnya, sebagai penutup Rino menyampaikan, di beberapa tempat pihaknya punya program khusus, mulai dari diskon, cicilan, termasuk didaerah tertentu di gratiskan.***

 

Bangun Zona Integritas, Dedie Minta Pegawai Kejari Jadi Teladan

Bogordaily – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor mencanangkan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Selasa 4 Mei 2021.

Pencanangan Zona Integritas ikut disaksikan langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Serta unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) lainnya secara virtual di Aula Kantor Kejari Kota Bogor.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Herry Hermanus Horo menegaskan, WBK dan WBBM jangan hanya menjadi seremonial semata. Bukan hanya sekedar mendapat penghargaan dari Kemenpan-RB, namun bisa terimplementasikan dengan baik.

“Bagaimana Kejaksaan Negeri Kota Bogor bagi masyarakat dilihat sebagai satu institusi yang betul – betul menjadi wilayah bebas dari korupsi dan memiliki orientasi yang bersih untuk melayani, itu yang paling utama,” kata Herry.

Selain itu, target WBK dan WBBM yakni kepuasan dari warga Kota Bogor sendiri. Memang, kata Herry, diketahui sudah beberapa kali Kejari Kota Bogor mengajukan upaya untuk dapat memperoleh WBK.

Sehingga pihaknya berharap bahwa pencanangan hari ini adalah titik awal untuk bisa mencapai atau memperoleh predikat bebas korupsi tahun ini.

“Memang sudah ada beberapa perubahan baik secara fisik maupun non fisik yang sudah dilakukan, ada enam area perubahan. Yaitu perubahan manajemen, perubahan penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan kinerja, penguatan pengawasan dan penguatan kualitas pelayanan publik,” urai Herry.

Sebagai instansi vertikal, memang enam penguatan ini sebagian besar diprakarsai oleh Kejaksaan Agung. Sebagai bagian dari pelaksanaan, Kejari Kota Bogor tetap mencoba memberikan beberapa inovasi. Termasuk inovasi digitalisasi.

“Dalam waktu dekat juga kita akan membentuk satu unit pelayanan hukum bagi masyarakat Kota Bogor. Siapapun yang membutuhkan konsultasi terkait dengan permasalahan hukum, dapat dilakukan di kantor Kejaksaan Negeri Kota Bogor tanpa dipungut biaya,” jelasnya.

Dilokasi yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut baik pencanangan yang dilakukan oleh Korps Adhyaksa ini. Sehingga pada pelaksanaannya, perlu diiringi pembangunan integritas dari seluruh personil yang ada di Kejaksaan Negeri Kota Bogor.

“Karena kunci dari pembangunan dari WBK dan WBBM ini tidak lain adalah integritas. Kalau ditanya integritas itu apa, integritas itu ilmunya ‘dewa’. Semua harus latihan dan belajar setiap hari. Akan ada ujian – ujian yang datangnya mendadak,” ungkap Dedie.

Tentu dengan demikian, Dedie berharap sebagai partner dari Kejaksaan Negeri Kota Bogor bisa menjadi teladan bagi semua.

Terlebih untuk itu, pegawai di birokrasi Pemkot Bogor juga bisa terhindar dari permasalahan atau kesalahan administrasi, apalagi sampai dengan ke ranah pidana.

“Mudah – mudahan bisa menjadi kekuatan dan sinergi baru bagi kita semua untuk membangun Indonesia yang lebih baik lagi. Dan nanti penilaian akhirnya bisa diselesaikan pada tahun ini serta statusnya bisa diperoleh. Dan kita semua Insya Allah akan mendukung langkah – langkah yang diambil Kejari Kota Bogor,” kata Dedie.

Iwan Setiawan Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat

Bogordaily.net – Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan pimpinan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2021, di Lapangan Tegar Beriman, Rabu 5 Mei 2021.

Hal ini dilakukan sebagai wujud kesiapan Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk pelaksanaan kebijakan larangan mudik dan antisipasi pemudik dan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan menjelaskan, berdasarkan data dari Kapolri menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03 persen.

“Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya menjelang akhir Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” ujar Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan.

Kemudian Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut karena situasi pandemi Covid-19.

Iwan Setiawan menambahkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik, maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7 persen atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik.

Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat 2021, harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi.

“Peningkatan aktivitas masyarakat akan terjadi dalam bentuk kegiatan ibadah dan kegiatan masyarakat di sentra-sentra ekonomi, destinasi pariwisata, serta kegiatan budaya seperti takbir keliling dan halal bi halal,” katanya.

“Hal ini tentu saja sangat berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, gangguan Kamseltibcar lantas, dan pelanggaran Protokol Kesehatan Covid-19,” tambahnya.

Lanjut Iwan Setiawan menyatakan, penyelenggaraan Operasi Ketupat 2021 akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai dari tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021.

Pada Operasi Ketupat tahun 2021, substansi dari kebijakan pelarangan mudik oleh Pemerintah adalah mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 agar tidak terjadi klaster-klaster pada saat kegiatan di Bulan Suci Ramadhan seperti klaster pesantren, klaster mudik, klaster ziarah, klaster taraweh, dan sebagainya.

“Menindaklanjuti ini, Kami Pemkab Bogor bersama TNI, Polri, dan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor sudah melakukan persiapan mulai dari rapat, penentuan 8 titik penyekatan di Kabupaten Bogor terutama di wilayah perbatasan,” ucapnya.

“Untuk yang terlanjur mudik kita sudah siapkan tempat karantina di Megamendung dan Kemang, saat ini sedang diinventarisir oleh Satgas Covid-19 Kecamatan kalau memang ada siap kita karantina,” ungkapnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bogor Kompol Fitra mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 12 Pospam, dan 157 pos pantau untuk mengantisipasi pemudik yang berusaha masuk melalui jalur tikus.

“Mulai malam ini kita akan lakukan razia kesemua kendaraan baik roda dua, empat, angkutan umum dan travel. Setiap pos akan dijaga oleh personil yang stand by 24 jam,” ungkapnya.***

Karang Taruna Damai Mekar Santuni Anak Yatim

Bogordaily.net – Tidah mau ketingalan dalam menebar kebaikan di bulan Ramadan. Karang Taruna Damai Mekar, memberikan santunan, nasi box dan takjil sebanyak 80 paket ke anak yatim, di Kampung Situ Pete, Blok Sawo RT02/RW13 Keluran Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa 4 Mei 2021.

Kegiatan bakti sosial itu dihadiri juga anggota DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi dan ketua KNPI Kecamatan Tanah Sareal, yang dilakukan Kampung Situ Pete, Blok Sawo RT02/RW13 Keluran Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa 4 Mei 2021.

Damai Mekar

Ketua Karang Taruna Damai Mekar, Jamaludin menyampaikan acara santunan dan pembagian nasi box bisa membantu warga yang terdampak Covid-19.

“Diharapkan keberadaan Karang Taruna Damai Mekar ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ketua Karang Taruna Dama Mekar, Jamaludin kepada Bogordaily, Selasa 4 Mei 2021.

Dalam acara tersebut, pengurus Karang Taruna di bantu oleh Babinsa Didi Soemadi dan Bhabinkamtibmas Dedi Wahyu Nugroho.

Dijelaskan Jamaludin, khusu untuk anak yatim sebanyak 15 orang. Santunannya berupa pemberian uang.

Kemudian, untuk pembagian takjil, Karang Taruna membagikan 100 kotak makanan untuk warga tidak mampu dan warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Damai Mekar

“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat baik,” katanya.

Pelaksanaan santunan Karang Taruna Damai Mekar, tetap menerapkan protokol kesehatan berupa memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

Ia berharap kegiatan bagi-bagi takjil dan nasi box bisa terus di laksanakan di bulan Ramadan yang masih ada sisa 8 hari lagi. Semoga membawa keberkahan buat bersama.***

Saling Berbagi, BWC ingin Terus Bergerak Nyata dan Kongkrit

0

Bogordaily.net – Bogor Women Club (BWC) bekerja sama dengan Jabar Bergerak dan Summarecon Bogor, mengadakan kegiatan Ayo Berbagi Untuk Janda & Dhuafa Perempuan di The Mahogany Club Summarecon Bogor, Selasa 4 Mei 2021.

Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh seperti Ketua Jabar Bergerak Yantie Rachim, Sekcam Bogor Timur Rena De Frina, Ketua Bogor Women Club (BWC) Sari Bramastra, dan Product Vloggers, Lita.

Ketua Bogor Women Club (BWC), Sari Bramastra mengungkapkan, acara ayo berbagi untuk janda & dhuafa perempuan ini dibuka dengan Bakti Sosial (Baksos) di daerah Katulampa Kecamatan Bogor Timur.

“Tadi kita mulai jam 10.00 membagikan baksos di Katulampa, kepada janda dan dhuafa perempuan di area Kecamatan Bogor Timur” ujarnya.

Acara dilanjutkan pada sore hari untuk berbuka puasa dengan para sahabat BWC, serta mengundang para partner yang selalu mensupport BWC baik dari Private Company maupun perseorangan.

Lanjutnya, tujuan acara ini antara lain berdiskusi mengenai program, yang bisa dilakukan BWC dengan partner-partnernya.

Pada kegiatan ini, BWC menggaet Jabar Bergerak, gerakan pakai masker, Gojek, DPMPPA, ingin berkolaborasi dalam program-program di masa yang akan datang.

Sari mengatakan, BWC dalam waktu dekat ini akan berkolaborasi dengan Jabar Bergerak, dalam kegiatan pengumpulan koin di setiap rumah maupun tempat usaha.

Dari hasil pengumpulan koin tersebut, rencananya dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita akan berkolaborasi dengan Jabar bergerak dalam kegiatan pengumpulan koin di setiap rumah dan tempat usaha ini. Hasilnya akan disalurkan kepada masyarakat yang seperti kehilangan pekerjaan, dhuafa, dan yang membutuhkan” ucapnya.

Program ini merupakan milik Jabar Bergerak, namun BWC sendiri pun memiliki program yang bersifat donasi keluarga.

“Dengan adanya dua program yang sama, maka sengaja disatukan agar menjadi satu sinergi kolaborasi,” ungkapnya.

Sari menambahkan, BWC akan mengikuti program Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA), dalam program membangun mentalitas korban KDRT.

Sari pun berharap, dengan adanya kegiatan seperti ini akan bisa muncul ide-ide program yang baru, untuk bisa diimplementasikan di masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, semoga akan terus ada ide-ide baru untuk program yang bisa di implementasikan, karena niat awal BWC ingin bergerak nyata dan kongkrit dan bisa berefek di masyarakat,” tutupnya. Cc

Kami Kita Keluarga, Aksi Positif Komunitas Musik dan Lingkungan di Bulan Ramadan

Bogor – Di tengah wabah covid 19 yang tak kunjung selesai. kita semua berharap wabah ini cepat selesai dan kondusif agar dapat melakukan kegiatan dengan maksimal. kita harus tetap tabah dan bersabar diri dengan keadaan yang serba dibatasi dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat

Tapi kita jangan terlalu larut dalam kekecewaan, kita harus kuat dan bangkit untuk melakukan hal-hal yang baik. Alhamdulilah puji syukur atas izin Allah SWT di bulan suci ramadhan ini kita yang mengatas nama kan KAMI KITA KELUARGA melaksanakan kegiatan bersih-bersih masjid , lingkungan dan komplek pemakaman. ide ini di gagas oleh beberapa komunitas musik dan komunitas-komunitas peduli lingkungan seperti NC Brothers, Ancaman Mendadak, Tapala, Hijrah Travelers dan Fams Of Beauty. dengan kegiatan kita ini kami menyebut diri kami dengan “KAMI KITA KELUARGA” persis dengan tema yang kita usung.

Mesjid pertama yang kita “eksekusi” adalah mesjid Al Hidayah yang berlokasi di Kampung Cinangka Landeuh Kec. Ciampea Kab. Bogor.

Tidak hanya masjid yang yang kita bersihkan tapi juga komplek pemakaman dan lingkungan sekitaran masjid. warga sekitar pun antusias dan ikut membantu kagiatan kami tersebut.

Aksi ini dilakukan pada tanggal 25 April lalu. dibalik kegiatan semua itu terdengar kabar bahwa KRI Nanggala 402 tenggelam di perairan pulau Bali. kami pun turut bersedih atas kejadian itu. kami yakin korban adalah prajurit terbaik yang dimiliki oleh Tentara Negara Indonesia (TNI).

Adapun peralatan dan konsumsi, kita kolektif untuk membeli peralatan kebersihan dan konsumsi (takjil) untuk berbuka puasa, dan dibantu oleh ibu-ibu warga sekitar yang menyumbang makanan untuk berbuka puasa.

Selain itu kami juga mengadakan lapakan pakaian gratis berupa pakian bekas layak pakai hasil sumbangan dari kolega dan teman-teman komunitas lain nya. dari orang tua, pemuda, sampai anak-anak larut dalam keceriaan.

Kebahagian pun pecah ketika waktu berbuka puasa telah tiba. setelah menahan lapar, haus dan aksi bersih-bersih Mesjid dan sekitar nya yang cukup menguras tenaga terbayar dengan melahap takjil dan aneka gorengan yang sudah tersedia oleh panita perencana. kita larut dalam kegembiraan. bagai mana tidak, masjid kembali bersih, silaturhmi semakin erat, dan menjalankan ibadah shalat berjamaah.

Semoga kegiatan ini dapat berlanjut dan bermanfaat bagi kita semua.

Inshaallah kami tidak merasa pamer (ria) dengan memposting kegiatan ini di media sosial. dan mudah-mudahan ini dapat menjadikan contoh untuk teman-teman yang peduli akan lingkungan nya.

Tetap semangat berbagi kebaikan. apa lagi kita sudah di penghujung bulan ramadhan. mari kita manfaatkan momen ini untuk berbagi dan bersilaturahmi. (*)

Bupati Bogor Bersama Menko Marves Tinjau Progres Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi Megamendung

0

Bogordaily.net – Bupati Bogor, Ade Yasin bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI Luhut Binsar Pandjaitan, meninjau progres pembangunan Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi Megamendung, Kabupaten Bogor, Rabu 5 Mei 2021.

Progres pembangunan dua bendungan itu akan dipercepat pembangunannya mengingat dapat mengurangi, dan mengendalikan masalah banjir di Jakarta mencapai 12 persen.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, kedua bendungan itu memiliki fungsi sebagai penahan air ketika terjadi luapan air sungai.

Bendungan itu akan menahan dan menampung air sekitar 20 persen, sehingga air tidak turun semua ke Jakarta.

“Kami sangat mendukung pembangunan dua bendungan ini, karena untuk kebaikan kita semua, kebetulan Kabupaten Bogor berada di hulu, banyak aliran dan sumber air yang mengalir ke Jakarta. Harus didukung karena bendungan ini sebagai upaya pengendalian banjir, kita berharap agar pembangunannya cepat selesai, mudah-mudahan Juni mendatang sudah rampung,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin.

Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan dua bendungan tersebut dapat menampung lebih dari 6 juta kubik air.

Selain dapat menampung juga air, bendungan ini dapat dikontrol sehingga air tidak langsung tumpah ke Jakarta.

Daya tampung air di Jakarta hanya 2.000 debit air sedangkan, ketika banjir ada 3.000 debit air yang masuk ke Jakarta, artinya ada 1.000 debit air yang jadi permasalahan dan harus segera diatasi.

“Kalau dua bendungan ini sudah jadi, akan mengurangi 12 persen potensi banjir di Jakarta, tadi saya lihat untuk sodetan sudah setengah selesai mudah-mudahan sore ini bisa selesai,” Katanya.

Menurutnya, kerjasama antara Pemkab Bogor, Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat dalam hal pengendalian bajir melalui pembangunan dua bendungan itu sudah paten, dan menjadi contoh kerena koordinasinya sangat bagus.

“Kita berharap Juli mendatang dua bendungan itu bisa selesai. Pekerjaan ini sangat masif yang dapat mengurangi banjir di Jakarta. Kita juga akan bekerjasama dengan Kodam untuk mendisiplinkan masyarakat kerena manfaat bendungan ini sangat baik,” ungkapnya.***

Trend Mobil Listrik, Mercy Indonesia Tidak Ingin Gegabah

0

Bogordaily.net – Maraknya  sedang trend mobil listrik, Mercy Indonesia katakan tidak ingin gegabah.

Hal ini dikatakan oleh Deputy Director Sales Operation and Product Management Mercedes Benz Distribution Indonesia, Karyanto Hardjosoemarto yang belum bisa membawa kendaraan listrik ke Indonesia dengan alasan infrastruktur.

Dalam hal ini, lanjutnya, banyak yang harus diperhatikan untuk membawa kendaraan masa depan ke Indonesia, mulai dari infrastruktur hingga persiapkan sumber daya manusia untuk ke mobil listrik.

“Berbicara kendaraan listrik ini adalah tren kendaraan masa depan, dan tentu kami juga akan ikut meramaikan. Tapi, kami tidak mau gegabah dengan secara terburu-buru membawa kendaraan listrik ke Indonesia,” ujarnya dikutip dari antaranewscom.

Seperti diketahui bersama, sedan listrik dari Merceds Benz EQS baru saja melakukan world premier pada April lalu ini, hadir dengan platform yang khusus Electric Vehicle Architecture (EVA).

Karyanto menjelaskan, Indonesia memiliki potensi yang cukup bagus untuk kendaraan ramah lingkungan.

Maka dari itu mulai sekarang Mercy sedang mempersiapkan infrastruktur, man power, jika semua sudah siap, maka akan diluncurkan.

“Mercy tidak ingin coba-coba untuk memasarkan kendaraan listrik di hari Indonesia, misal tidak sukses memasarkan lalu dengan enaknya ditinggalkan. Kami tidak ingin seperti itu,” ucapnya. ***