Saturday, 18 April 2026
Home Blog Page 7570

Nindy Ayunda Dicecar Penyidik soal Kepemilikan Senjata Api

0

Bogordaily.net – polisi bareskirim hingga kini masih memerika artis Nindy Ayunda. Nindi dicecar 17 pertanyaan terkait kepemilikan senjata api serta sejumlah amunisi.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, Nindy dicecar selama 10 jam.

“Satreskrim sudah melakukan pemanggilan pertama kepada saudari Nindy. Tiba pukul 8 WIB, mulai pemeriksaan sekitar pukul 9.00 WIB. Pemeriksaan sekitar 1,5 jam, ada 17 pertanyaan terkait permasalahan,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, sama seperti sebelumnya, Nindy terlihat kooperatif dan menjawab semua pertanyaan.

Meski demikian, Polisi sendiri enggan membebarkan terkait asal muasal senpi jenis barreta bersama sejumlah amunisi. Menurutnya semua itu merupakan teknis penyidikan.

“Itu materi penyidikan yang tidak dapat kita sampaikan. Nanti kalau ada update akan kami beritahu rekan rekan,” tutupnya.

Nindy Ayunda disebut telah menggugat cerai suaminya, Askara Parasady Harsono atau APH karena kekerasan dalam rumah tangga. Hal itu dituturkan kuasa hukum Nindy, Herman Y Simarmata, saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu 27 Januari 2021.

Herman menjelaskan beberapa alasan lain terkait latar belakang Nindy Ayunda mengugat Askara. Kurangnya perhatian dari suami menjadi salah satu poin gugatannya.

“Ya mungkin kalau kita lihat, ada beda pendapat, kurangnya perhatian dari suami, dan adanya tindakan kekerasan dalam rumah tangga juga ada,” jelas Herman.

Lebih lanjut, Herman turut menegaskan kejadian KDRT dialaminya pada 2020. Hal itu sampai Nindy membuat laporan ke Polres Jakarta Selatan pada 19 Desember 2020.

Saat itu Nindy Ayunda telah mengambil langkah hukum karena merasa kejadian KDRT itu sudah fatal.

“Terjadinya itu yang fatalnya KDRT itu tahun 2020 sehingga membuat laporan,” tutur Herman.

KDRT yang diterima Nindy Ayunda berupa kekerasan verbal maupun psikis. Hal ini juga turut dijelaskan Herman.

“Ya secara verbal dia,” lanjut Herman. ***

 

Sumber: detik.com

Rogoh Kocek Rp770 Miliar Demi Jalan-jalan ke Luar Angkasa

0

Bogordaily.net – Tiga orang asal Ohio dan Israel akan pergi ke luar angkasa dengan SpaceX. Ketiganya membayar masing-masing US$ 55 juta atau setara dengan Rp 770 miliar dengan asumsi kurs Rp 14.000.

Mengutip Aljazeera, disebutkan penerbangan ini akan dipimpin oleh mantan astronot NASA yang kini bekerja di Axiom.

Presiden Axiom Mike Suffredini, mengungkapkan ini merupakan penerbangan pribadi pertama ke stasiun luar angkasa internasional.

“Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya,” ujar Suffredini dikutip, Rabu (27/1/2021).

Ketiga pengusaha ini hanya ingin menikmati perjalanannya ke luar angkasa dan Axiom menyediakan fasilitas tersebut.

Dalam tur ini tim akan menghabiskan waktu delapan hari di stasiun antariksa dan dua hari menempuh perjalanan dengan SpaceX Dragon yang lepas landas dari Cape Canaveral di Florida, Amerika Serikat.

Pelanggan pertama Axion yakni Larry Connor merupakan pengusaha real estate dan teknologi di Dayton, Ohio. Kemudian pengusaha Kanada Mark Pathy dan pengusaha Israel Eytan Stibbe.

Suffredini mengungkapkan para penumpang ini juga akan melakukan penelitian ilmiah di orbit dan mengembangkan pengetahuan di negara mereka.

Untuk menumpangi SpaceX, penumpang harus lulus tes kesehatan dan mendapatkan pelatihan selama 15 minggu. Connor yang berusia 77 tahun merupakan orang tertua kedua yang ke luar angkasa. Setelah sebelumnya John Glenn berangkat di tahun 1998 di usia ke 77 tahun.

Detik.com

Ini Penyebab Kebakaran RS Sentra Medika Cibinong

0

Bogordaily.netPemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam ke Rumah Sakit Sentra Medika, Jalan Raya Mayor Oking, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (27/1) pagi. Terungkap apa yang menjadi penyebab kebakaran di RS Sentra Medika Cibinong.

Ini menyusul terjadinya peristiwa kebakaran di lantai satu dan dua rumah sakit yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada 28 Januari 2021.

Komandan Regu (Danru) Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Burhansyah mengatakan, kebakaran bermula dari lantai satu sebelum merambat ke lantai dua.

“Dugaan sementara akibat korsleting listrik. Kejadiannya sektar jam 5 pagi tadi. Berhasil dipadamkan sekitar jam 6 pagi lalu kami lakukan pendinginan,” ungkapnya mengungkap dugaan penyebab kebakaran.

Dia menjelaskan, objek yang terbakar di rumah sakit tersebut yakni berkas-berkas, bangku dan meja. Karena api berkobar cukup besar di ruang UPT BPTS.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Hanya berkas-berkas, printer, bangku dan meja terbakar. Tapi bisa padam dengan dua unit mobil pemadam kebakaran,” kata Burhan.***

Diberitakan sebelumnya kobaran api seketika menyambar bangunan yang merupakan pabrik elektronik di kawasan Cileungsi.  Peristiwa terjadi di Jalan Gandoang, Kecamatan Cileungsi,  Kabupaten Bogor,   Sabtu 23 Januari 2021.

Diduga karena hubungan arus pendek aliran listrik,  pabrik elektronik ludes dilalap si jago merah. Api dengan cepat menjalar ke sejumlah bagian gedung. Kebakaran di pabrik elektronik berawal dari gudang kardus, lalu api membesar dan meyambar bangunan pabrik tersebut. Kobaran api yang cepat membesar, membuat karyawan pabrik yang sedang bekerja panik. Mereka berhamburan ke luar dari pabrik menyelamatkan diri.***

9.160 Jatah Vaksin Kedua Tiba Kota Bogor, Ini Sasarannya

0

Bogordaily.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menerima jatah vaksin kedua, Rabu 27 Januari 2021. Sedikitnya ada 9.160 botol vaksin diterima di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor, Jalan Kesehatan No.04, RT.02/RW.02, Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor.

Kepala dinas Kota Bogor Dr. Erna menyampaikan bahwa jatah vaksin kedua diperuntukkan bagi 10 orang pejabat publik dan 9.150 untuk tenaga kesehatan dan non kesehatan di Kota Bogor

“Rencana pelaksanaan pemberian vaksin tahap kedua akan dilaksanakan pada hari kamis 28 Januari 2021 besok, ” ujar Dr. Erna.

Erna juga menegaskan bahwa pemberian Vaksin Covid-19 di Fasilitas Pelayanan Kesehatan ( Fasyankes) akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat 5 M.

“Sesuai standar pelayanan dan prosedur operasional pelaksanaan teknis Vaksinasi, ” kata Dr. Erna.

Ia berharap agar program Vaksinasi ini dapat terus mengurangi penularan Covid-19.

“Agar bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan masyarakat (herd immunity) dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi, ” pungkasnya. ***

 

 

Sah! Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Baru

0

Bogordaily.net– Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri. Dengan jabatan tersebut, Listyo Sigit Prabowo resmi berpangkat jenderal.

Pelantikan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2021). Pelantikan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan dihadiri undangan secara terbatas.

Pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu ‘Indonesia Raya’. Kemudian dibacakan Keppres tentang pengangkatan Listyo menjadi Kapolri. Jokowi kemudian memandu pembacaan sumpah jabatan Kapolri.

“Demi Tuhan Yang Maha Esa saya menyatakan dan berjanji sungguh-sungguh bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung tinggi Tribrata,” kata Jokowi saat membacakan sumpah jabatan yang diikuti Sigit.

Sebelumnya, DPR menyetujui Listyo menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis. Persetujuan itu diambil dalam rapat paripurna DPR.

Persetujuan Sigit menjadi Kapolri diawali dengan pembacaan hasil fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi III DPR. Berdasarkan hasil fit and proper test, Komisi III menyetujui Komjen Sigit menjadi Kapolri.

“Komisi III menyadari dan menyadari bahwa kecakapan, integritas, dan kompetensi calon Kapolri merupakan persyaratan mutlak untuk menjadi Kapolri. Atas dasar itu, Komisi III DPR RI menyetujui untuk mengangkat calon Kapolri yang diusulkan Presiden RI,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni dalam rapat paripurna pengambilan keputusan Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri digelar di gedung Nusantara II, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/1).

Surat persetujuan itu kemudian dikirimkan DPR kepada Mensesneg Pratikno pada Jumat (22/1). Berdasarkan surat tersebut, selanjutnya dibuat Keputusan Presiden tentang pengangkatan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Dalam fit and proper test di Komisi III DPR, Listyo Sigit Prabowo berjanji akan membawa Polri makin profesional dalam berbagai bidang, termasuk penegakan hukum. Listyo Sigit Prabowo mengenalkan konsep presisi, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Sigit mengatakan penegakan hukum harus tegas tapi juga humanis. Dia tidak ingin ada lagi kasus-kasus yang mengusik rasa keadilan di masyarakat.

“Betul penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, namun humanis. Di saat ini masyarakat memerlukan penegakan hukum yang memberikan rasa keadilan bagi masyarakat, bukan penegakan hukum dalam rangka untuk kepastian hukum,” ujarnya ***

Dimasa Pandemi, Ular Piton jadi Mas Kawin di Bogor

0

Bogordaily.net– Gimana ya kalau nikah dikasih mas kawin ular? Kebayang nggak? Di Sukaraja Kabupaten Bogor peristiwa langka ini terjadi. Pasangan pengantin yang mengikat janji suci sengaja menyiapkan ular piton sebagai bagian dari mas kawin.

Seperti yang dilakukan Sigit Agus Setiawan. Ia meminang sang kekasih, Tiara Puspita Dewi, dengan memberikan mas kawin berupa dua ekor ular Piton yang berukuran sekitar satu meter. Kok bisa? Bagaimana awal mulanya?

Dalam sebuah video yang diunggah di Youtube, awalnya Sigit mengaku menyukai reptil, terutama ular. Ternyata, kegemarannya itu mengantarkan Sigit bertemu dengan sang pujaan hati, Tiara.

“Jadi emang sebenernya dari awal kan saya suka reptil terutama ular. Nah, di situ saya gabung ke komunitas. Ketemulah istri saya ini. Kebetulan dia juga suka ular,” ujar Sigit dalam sebuah video yang diunggah di Youtube Djo Kobray, seperti dilansir VIVA, Rabu 27 Januari 2021.

Sejak saat itu, Sigit memiliki pemikiran untuk memberikan ular sebagai mas kawin pernikahan. Bak gayung bersambut, keinginannya tersebut ternyata mendapat respons baik dari Tiara.

Saya pernah bilang, nanti kalo nikah ngasih mas kawin ular ah. Kebetulan dia mau. Ya udah, jadi di situ konsepnya uler,” lanjut dia.

Sedangkan untuk pemilihan jenis ular, Sigit mengatakan Tiara sendiri yang meminta agar diberikan ular piton albino.

“Kalo ulernya ini aja yang kecil-kecil ini permintaan beliau sendiri juga mintanya yang albino. Sebenarnya pengen ular yang lain, cuma karena kayaknya ini lebih menggoda dari segi matanya, kulitnya,” kata Sigit.***

PKS Jabar Usul Isolasi OTG di Desa, Setuju Nggak Nih?

Bogordaily.net – Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mengapresiasi langkah pemerintah Jawa Barat untuk mengaktivasi rumah sakit darurat tersebut. Walau demikian, Anggota dewan PKS Jabar itu, berharap rumah isolasi bagi pasien yang terpapar virus Corona juga bisa disiapkan di tingkat desa atau kelurahan.

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) pasien COVID-19 di rumah sakit menurun di Jawa Barat (Jabar), seiring dengan pengoperasian rumah sakit darurat di sejumlah daerah. Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, saat ini okupansi rumah sakit rujukan COVID-19 se-Jabar berada di angka 70% dari angka 80%.

Meski demikian, tingkat BOR yang masih di angka 70% itu masih melebihi batas standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 60%.

“Saya baca (rumah sakit darurat) di Hegarmanah Secapa AD, kemudian di Bogor juga sudah ada, ini mohon diperbanyak sehingga rumah sakit ini tidak dalam keadaan tertekan,” kata Abdul Hadi dilansir detikcom, Rabu (27/1/2021).

“Namun pendirian rumah isolasi mandiri di desa dan kelurahan juga bisa dilakukan untuk orang yang tidak bergejala, sehingga bisa langsung ditangani. Khususnya bagi masyarakat yang rumahnya tidak cukup luas sehingga bisa tertampung, tidak menularkan dan tidak tertulari,” ujar politikus dari Fraksi PKS tersebut.

Bahkan menurutnya, fasilitas isolasi mandiri pun bisa memungkinkan untuk dilaksanakan sampai ke tingkat RT dan RW dengan menggunakan fasilitas seperti gedung sekolah, GOR atau balai desa. “Kalau satu desa saja bisa menampung sepuluh sampai dua puluh orang bisa terbantu,” ujar Anggota dewan PKS Jabar itu.

Selain soal ruang isolasi di tingkat desa/kelurahan, Hadi juga meminta agar Satgas COVID-19 lebih mengintensifkan sosialisasi protokol kesehatan yang kreatif dan merekatkan penegakan hukum agar memberikan efek jera bagi pelanggar.

“Bukan hanya merazia yang tidak memakai masker, tapi menegakkan adanya sanksi yang jelas sehingga ada efek jera. Penyekatan jalan pada jam yang diwajibkan perlu kita pertimbangkan untuk diperluas areanya, karena kasus replikasi rate ini sangat berbanding lurus dengan interaksi manusia,” ujarnya.

OPINI : Sultan Sulèyman Khan Dan Paksaan Berjilbab

0

Oleh: Johnny Pinot.

Kebetulan saya sedang menonton sinetron asal Turki, Magnificent Century judulnya. Belum selesai karena banyak sekali episodenya, sampai 139. Dan saya menontonnya saat ada waktu luang saja.

Magnificent Century atau Abad Kejayaan bercerita tentang masa masa kejayaan kesultanan Utsmaniyah/Ottoman saat dipimpin Sultan Suléyman Khan, Sultan ke 10 (1520-1566).

Saya suka film film bertema kerajaan. Nontonnya sambil buka buka Google, mencocok cocokkan isi cerita dengan sejarah.

Ada beberapa kali adegan perang kolosal jaman dulu, salah satunya saat perang melawan kerajaan Hungaria yang dimenangkan hanya dalam waktu 1 hari.

Tapi cerita lebih banyak berputar putar tentang kehidupan di dalam istana Topkapi. Bagaimana para selir berebut menarik perhatian sang Sultan. Intrik intrik, kebencian, dayang dayang dan sida sida yang disogok koin emas lalu berkhianat atau malah menjadi mata mata ganda. Belum lagi racun, guna guna dan pembunuhan hadir silih berganti.

Ternyata, kehidupan istana yang indah cuma ada dalam dongeng H.C. Andersen, atau di film film Disney.
Film film tentang kerajaan Jepang, Korea, China, Romawi, sama saja. Kita bisa belajar menjadi jahat dan licik setelah selesai menonton.

Tapi ada 2 hal yang ingin saya ceritakan dari film Turki yang saya tonton. Ada kaitannya dengan berita viral baru baru ini tentang murid SMK di Padang yang merasa dipaksa memakai jilbab di lingkungan sekolah.

Yang pertama, tak lama setelah merebut Hungaria, Sultan Suléyman bersabda, penduduk yang tidak suka padanya boleh meninggalkan kerajaan tanpa gangguan. Mereka yang mau tunduk, dibebaskan dari membayar pajak selama 2 tahun. Gereja tidak dirusak dan boleh dipakai orang Nasrani untuk beribadah.

Yang kedua, cerita tentang Isabella Fortuna, putri dari Castillé yang ditawan Sultan Suléyman. Suatu hari putri Isabella meminta pergi ke gereja. Alasannya dia ingin beribadah dan mengaku dosa. Hatinya merasa bersalah karena dicium paksa oleh Suléyman.
Ibrahim Paşa, tangan kanan Sultan  mengantar dan mengawal sampai ke dalam gereja, mungkin takut kabur.

Banyak kata kata penyemangat yang bilang kita harus bergerak maju dan tidak menoleh ke belakang.
Tapi untuk masalah kebebasan beragama, bolehlah kita mundur sedikit. Apa yang Sultan Turki ke 10 lakukan bisa dijadikan teladan. Negara boleh berperang, bahkan atas nama agama. Tapi memaksakan keyakinan pada orang lain itu hal yang berbeda.

Agama dan keyakinan setiap orang sudah selayaknya dihargai dan dihormati. Beribadah masih bebas di negeri ini, walau ada satu dua kali kasus pelarangan mendirikan rumah ibadah.

Sedih sekali rasanya. Negeri ini sedang terpuruk, tapi gaya berpakaian masih saja diributkan dan dipaksakan.***

Setelah Banjir, BIG Ungkap Tiga Ancaman Bencana di Bogor

0

Bogordaily.net – Pasca banjir bandang di kawasan Gunung Mas Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, ancaman bencana susulan masih mengancam wilayah Bogor.

Dari hasil kajian Badan Informasi Geospasial (BIG), ada tiga ancaman bencana yang perlu jadi perhatian serius pemerintah.

Koordinator Informasi Geospasial Tematik (IGT) Bidang Kebencanaan BIG Ferrari Pinem mengatakan, perlu adanya pemetaan terhadap potensi bencana alam di kemudian hari.

“Wilayah permukiman yang berdiri saat ini memiliki potensi ancaman dari satu atau lebih bencana geologi sehingga sangat berisiko,” kata Ferrari Pinem, Senin (25/1).

Dari hasil kaji cepat tim dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT) BIG terkait banjir bandang di Kampung Gunung Mas, Bogor, dan memperhatikan Peta Kesesuaian Lahan Permukiman dengan Multirawan Bencana Geologi untuk Kabupaten Bogor.

BIG merekomendasikan pembenahan kembali terhadap wilayah-wilayah permukiman yang ada di Kabupaten Bogor terhadap kemungkinan terjadinya risiko bencana di masa datang.

Selain itu, BIG juga merekomendasikan dilakukan penguatan aspek mitigasi baik mitigasi secara struktural maupun non struktural.

Langkah yang paling ekstrem bisa dilakukan dengan melaksanakan proses relokasi terhadap wilayah yang memang secara alami sangat berisiko karena berada pada zona yang sangat berbahaya dan sulit untuk dilakukan upaya mitigasinya.

Dari peta multirawan bencana geologi, Ferrari menuturkan setidaknya ada tiga jenis bencana geologi yang perlu diantisipasi di daerah Kabupaten Bogor yaitu rawan bencana akan gunung api, gempa bumi dan gerakan tanah.

Dari ketiga jenis ancaman tersebut yang perlu diantisipasi adalah potensi gerakan tanah dimana masuk dalam zona menengah hingga tinggi.

Hasil analisa dari berbagai sumber data tematik menunjukkan bahwa wilayah terdampak banjir bandang di Kampung Gunung Mas, Bogor, perlu segera dipulihkan dan diperkuat untuk aspek mitigasinya terutama dalam penyediaan sistem peringatan dini (early warning) banjir bandang dan longsor.

“Itu dikarenakan wilayah tersebut secara alami berada pada wilayah outlet (keluaran) yang berupa jalur buangan material dan air dari daerah hulu di atasnya, sehingga dari sisi ekosistem wilayah itu berpotensi kembali untuk terjadi banjir bandang di masa datang,” katanya.

Berdasarkan hasil olahan data dengan membandingkan persyaratan peruntukan permukiman yang mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 41 Tahun 2007 dengan jenis ancaman bencana geologi yang ada didapatkan kesimpulan bahwa wilayah terdampak Kampung Gunung Mas memiliki peruntukan permukiman yang rendah.

Berdasarkan laporan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diketahui bahwa terjadi curah hujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan durasi yang cukup lama. Intensitas hujan berada di kisaran 50-100 milimeter per hari yang masuk dalam kategori lebat.

Selain dari pola aliran dan kemiringan lereng, faktor morfometri DAS lainnya yang mungkin berpengaruh terhadap kejadian banjir bandang di Gunung Mas adalah bentuk Sub DAS Cisampay, yaitu radial (bulat).***

Lagi! RS Sentra Medika Cibinong Kebakaran, Pasien Panik

0

Bogordaily.net – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di RS Sentra Medika Cibinong, Rabu 27 Januari 2021. Dari video yang dilansir bogor24update, diketahui peristiwa kebakaran terjadi pukul 05:00 wib.   Diketahui,  api sudah menjalar hingga ke lantai satu dan dua di RS yang berada di Jalan Raya Mayor Oking Jayaatmaja,  Cibinong, Kabupaten Bogor.

” Kebakaran hebat pagi ini di RS sentra Medika Cibinong, ” ungkap salah seorang petugas Damkar Kabupaten Bogor yang berada di lokasi.

Hingga berita ini dilansir belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit dan Damkar.

Sebelum kejadian ini,  pada Maret 2020 kejadian serupa juga pernah terjadi di RS Sentra Medika Cibinong lantai 5.

Peristiwa kebakaran membuat panik pengunjung dan pasien rumah sakit hingga berhamburan.

Berikut foto kepanikan pasien yang terdokumentasikan warganet pada Maret 2020.

 

Rumah Sakit Centra Medika diresmikan pada tanggal 10 Januari 2011 oleh Bupati Bogor Rahmat Yasin. RS Sentra Medika Cibinong menjadi Rumah Sakit di wilayah Bogor yang memiliki fasilitas penunjang medik dan layanan yang berkelas. Terletak di Jl. Mayor Oking Jaya Atmaja No. 09, Cibinong, RS Sentra Medika Cibinong merupakan Rumah Sakit ke – 4 dari RS Sentra Medika Group.

Didukung oleh tenaga medis dan non medis yang profesional diharapkan RS Sentra Medika Cibinong menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional. Nyaman dan terjangkau untuk wilayah Bogor dan sekitarnya.***