Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 7594

Kasus Covid-19 Naik Terus, Bamus DPRD Raker Bareng SKPD

BOGORDAILY-Pandemi Covid-19 yang belum mereda membuat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Kabupaten Bogor menyepakati adanya agenda untuk menggelar Rapat Kerja Gabungan lintas komisi dan SKPD terkait untuk monitoring dan evaluasi penanganan covid-19.

Anggota Bamus DPRD, H. Fikri Hudi Oktiarwan menyampaikan bahwa di awal tahun ini harus dilaksanan rapat kerja gabungan yang melibatkan semua elemen terkait penanganan Covid-19.

“Hal ini kita angkat mengingat dampak Covid-19 ini sudah banyak berpengaruh ke dalam permasalahan secara multi dimensi. Selain masalah kesehatan yang sudah kita rasakan bersama, masalah ekonomi, masalah pendidikan juga. Seperti halnya proses belajar mengajar yang sampai hari ini harus dilakukan secara daring,” papar Fikri, usai rapat Bamus, Selasa (5/1/2020).

Menurutnya, saat ini Kabupaten Bogor masih termasuk dalam zona merah, maka belum bisa dilakukan pembelajaran secara tatap muka. Ini terlihat dengan makin bertambahnya warga yang terpapar, sehingga proses pembelajaran harus dilakukan tetap secara daring.

Ia pun menyampaikan perihal kondisi rumah sakit yang tidak lagi bisa menambah pasien dikarenakan kapasitasnya sudah tidak bisa menampung pasien baru.

“Orang yang terpapar covid-19 ini semakin banyak di Kabupaten Bogor. Kapasitas rumah sakit hari ini dilaporkan penuh, baik di RSUD maupun RS yang ditunjuk untuk menangani pasien Covid-19,” tambahnya.

Kondisi demikian menjadikan masyarakat mengalami kesulitan ketika memerlukan penanganan khusus untuk dilakukan perawatan, karena sulit untuk mendapatkan kamar.

“RS Darurat yang di Kemang pun telah habis masa sewanya, maka ini harus disikapi juga. Apakah akan diperpanjang atau seperti apa, di tengah pandemi covid yang belum mereda ini,” ungkap pria yang juga Ketua Fraksi PKS ini.

Selain itu juga tentang rencana vaksinasi yang akan dilakukan di Kabupaten Bogor. Pihaknya menilai untuk dibahas dan diketahui bagaimana rencananya.

“Banyak aspek yang multi dimensi, yang harus disikapi oleh semua komisi dan SKPD. Karena hingga saat ini belum terlihat adanya penurunan angka masyarakat yang terpapar,” pungkasnya. (egi)

Dua Bulan Hilang, Ini Kabar Terbaru Jack Ma

0

BOGOR DAILY- Beijing. Taipan dan pendiri Alibaba, Jack Ma (56) menjadi trending belakangan ini. Pasalnya, sudah 2 bulan Jack Ma tak muncul di hadapan publik pasca kritiknya terhadap pemerintah China. Walhasil ada spekulasi Jack Ma dipenjara atau bahkan diasingkan. Benarkah Jack Ma telah hilang?

Jurnalis CNBC David Faber memberitakan Jack Ma tidak hilang. Melansir CNBC, sebuah laporan berspekulasi tentang keberadaan Jack Ma pada Selasa (5/1/2021).

Keberadaan Jack Ma masih misterius, sebelumnya orang-orang memperkirakan bahwa dia bermasalah secara hukum karena telah mengkritik sistem keuangan yang dikelola pemerintah China. Kabar tentang hilangnya miliarder itu bahkan mencuatkan kembali sebuah video prediksi yang mengatakan bahwa kemungkinan akhir riwayat taipan itu hanya ada 2.

“Hanya ada dua cara (akhir) bagi miliarder di China, dia dipenjara atau mati,” ungkap Miles Kwok, pebisnis China yang diasingkan, dikutip dari Real Vision saat melakukan wawancara dengan Kyle Bass.

Tak hanya sosoknya yang dikabarkan menghilang dari peredaran publik, tapi fotonya juga dihapus dari situs web Alibaba.com

Jack Ma tidak hilang, menurut sumber yang mengetahui masalah itu. “Dia tidak muncul, tapi dia tidak hilang,” kata Faber, “Dan akan terjadi dalam beberapa waktu.”

Laporan itu tidak memberikan informasi detail tentang keberadaan Jack Ma. Padahal, istilah ‘tidak muncul’ dalam literasi China memiliki banyak makna, salah satunya bisa berarti menjadi ‘tahanan rumah’, lapor New York Post.

Meski begitu, Partai Komunis China juga telah mengonfirmasi kabar tersebut, lapor seseorang yang mengaku bagian dari partai. Jack Ma yang pernah menjadi guru bahasa Inggris itu juga tidak sedang mengalami konflik hukum.

Dilansir dari Sky News, seorang konsultan bisnis di Shanghai, Shaun Rein mengatakan bahwa dirinya bertemu dengan manajer Alibaba dan orang-orang yang kenal baik dengan Jack Ma. Menurut keterangan mereka, Rein dikabarkan bahwa Jack Ma tidak sedang berada dalam konflik hukum. “Mereka menamparnya. Dia telah belajar [dari kesalahannya] dan itulah [jawaban] mengapa dia diam selama 2 bulan terakhir.

Rein yang juga mendirikan China Market Research Group menambahkan, “Beberapa temannya mengatakan pada saya bahwa mereka tidak percaya betapa bodohnya dia.”

Sumber: Kompas.com

Polres Bogor Rombak Jabatan Empat Kapolsek

BOGOR DAILY- Polres Bogor merombak jabatan empat Kapolsek di Kabupaten Bogor.

Serah terima jabatannya (sertijab) digelar di Lapangan Apel Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor dipimpin Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Selasa (5/1/2021) kemarin.

Empat kapolsek yang dimutasi adalah Kapolsek Cileungsi, Ciampea, Cisarua dan Parungpanjang.

Dalam mutasi jabatan ini, Kapolsek Ciampea yang semula dijabat Kompol Andri Alam Wijaya, diserahterimakan kepada kompol Beben Susanto.

Kapolsek Cileungsi dari Kompol Benny Cahyadi, diserahterimakan jabatan barunya kepada Kompol Andri Alam Wijaya.

Kapolsek Cisarua dari AKBP Yayan Sopyan diserahterimakan jabatannya kepada Kompol Supriyanto.

Dan Kapolsek Parungpanjang yang semula dijabat oleh AKBP Suharto, jabatannya diserahterimakan kepada Kompol Wagiman.

“Saya ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pejabat yang lama atas dedikasinya selama menjabat sebagai kapolsek. Untuk pejabat yang baru selamat datang di polres Bogor, diharapkan kepada para pejabat yang baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungannya,” kata AKBP Roland Ronaldy.(*)

Sumber: TribunnewsBogor

Begini Kronologi Lengkap Jenazah Covid-19 yang Tertukar di Bogor

BOGORDAILY – Bagaimana bisa jenazah pasien Covid-19 tertukar saat hendak dibawa pulang oleh keluarga??

Kabar soal tertukarnya jenazah itupun heboh dan jadi perbincangan warga dan para netizen.

Apa yang sebenarnya terjadi?
Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor Desta Lesmana menjelaskan Kronologis lengkapnya kepada Bogordaily.net pada hari Selasa (05/01/2021).

Pada pukul 00.30 dini hari Ibu WT meninggal di RSUD, lalu perawat menghubungi keluarga untuk datang Ke RSUD . Karena almarhumah positif covid maka diberlakukanlah protokol yang sudah ditentukan.

“Petugas mengambil jenazah tersebut jam 07.00 pagi, karena memberikan kesempatan untuk dokter menjelaskan kepada keluarga agar mengikuti tahapan protokol covid. Tetapi pihak keluarga menolak,” ungkap desta Humas RSUD Kota Bogor.

Pihak keluarga ingin jenazah dimandikan dan langsung dibawa pulang. Dengan mengintimidasi petugas pemulasaran akhirnya dengan dibawah tekanan, petugas setuju mengurangi protokol Covid yang berlaku.

“Lalu kenapa tim jenazah baru mengambil jenazah pukul 07.00, karena petugas yang ada waktu itu hanya satu orang. Jika menggunakan protokol covid yang menggunakan peti , kan diperlukan minimal 2 orang untuk mengangkat petinya,” ucapnya.

Pihak RSUD juga memberikan kesempatan kepada keluarga untuk menyiapkan surat pernyataan yang menyatakan kesediaan pemakaman di alamat yang sesuai dengan domisili almarhumah, dan mempersiapkan pemakamannya.

Pada pukul 07: 30 petugas masuk ke ruangan Batutulis untuk mengambil jenazah, sebelumnya saat itu petugas sedang ganti shift sehingga tidak menemukan satu orangpun perawat di ruang Batutulis.

“Petugas yang kesulitan untuk mencari dimana jenazah berada, sedangkan keluarga almarhumah sudah meminta untuk segera diambil, akhirnya petugas mencari sendiri jenazah tersebut, dan membawa ke kamar instalasi forensik,” lanjutnya.

Ternyata ada dua pasien yang meninggal di ruang yang sama dan petugas tersebut belum menerima informasi itu dan kebetulan jenazah tersebut keduanya adalah perempuan.

Keluarga meminta untuk melihat dan memfoto dari jauh jenazah wajah ibunya, pada saat itu lah keluarga mengetahui bahwa yang diambil bukan jenazah almarhumah melainkan orang lain.

“Petugas langsung kembali dan mengambil jenazah Ibu WT dan meminta maaf kepada keluarga saat itu juga di kamar jenazah,” tutupnya. (Shandra)

Hap! Ketahuan Korupsi Dana Desa Pak Kades Agus Ditangkap

BOGOR DAILY – Dana Desa kerap kali disalahgunakan para kepala desa. Bantuan untuk pembangunan itu justru ditilep untuk memperkaya diri sendiri.

Ini pula yang menimpa kades yang satu ini. Namanya, Agus Sugiarto (47 tahun), Kepala Desa Bismo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang periode 2013-2019.

Agus malah mengkorupsi dana desa selama tiga tahun berturut, yakni tahun 2017, 2018, dan 2019.

Tak tanggung-tanggung, total kerugian negara yang ia korupsi mencapai Rp741 juta.

Perbuatan Agus ini terungkap dan dia pun ditangkap oleh jajaran polisi Polres Batang.

Kapolres Batang, AKBP Edwin Louis Sengka menjelaskan, Agus mengorupsi dana desa dengan cara meminta seluruh uang dana desa tahun anggaran 2017/2018 dari bendahara Desa Bismo.

Agus kemudian mengelola sendiri seluruh proyek fisik serta pengadaan barang dan jasa di Desa Bismo.

Pada proyek fisik yang dikelola Agus, terdapat perbedaan spesifikasi dari rencana pembangunan.

Tak cuma itu, Agus juga mengambil dana desa tahap I yang tadinya untuk pembangunan fisik. Namun, uang itu malah dikantonginya dan proyek tidak dikerjakan.

Untuk mengelabui orang-orang, Agus menyuruh bawahannya untuk membuat nota pembelian dan kuitansi palsu, dengan cap stempel yang disediakannya sendiri.

Agus mengorup uang dana desa tersebut untuk memperkaya dirinya sendiri. Namun saat ditangkap polisi, sambil tertunduk Agus mengaku khilaf.

AS dijerat Pasal 2,3 jo pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, denda hingga 1 miliar.

Heboh, Deklarasi ‘Tentara Allah’ Puluhan Warga Tertipu Jamaah Jundullah

BOGORDAILY – Viral video puluhan warga mendeklarasikan Pembentukan Jemaah Jundullah di Bandung Barat.

Namun ternyata, orang-orang yang dalam video tersebut tidak tahu-menahu bahwa apa yang diucapkan oleh mereka adalah sebuah deklarasi untuk pembentukan jemaah Jundullah.

Deklarasi Tentara Allah atau Jundullah digelar usai Salat Jumat (1/1/2021) di Masjid Allah Sawah, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas.

Alhasil, pasca mengetahui deklarasi tersebut, sontak 14 orang yang mengikuti deklarasi itu membuat surat pernyataan penolakan, yang mana penolakan ini juga melibatkan unsur pemerintah desa setempat atau Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cihampelas.

Karena deklarasi itu pun menuai sorotan publik, termasuk dari kalangan ulama setempat.

Kepala Desa Mekarmukti, Andriawan Burhanudin, menyebut agenda deklarasi yang diinisiasi oleh seseorang bernama Erwan Sa’ad tidak diketahui jemaah masjid. Sehingga, banyak jemaah yang hadir mengaku terkejut.

“Jadi warga itu tidak tahu mau ada deklarasi. Spontanitas usai salat Jumat diminta jangan dulu pulang. Setelah deklarasi,.ya mereka kaget dan bertanya-tanya tujuannya apa. Tapi mereka sungkan,” papar Andiawan seperti dikutip dari detik.com.(Egi)

Bupati Bogor Distribusikan 10.185 Vaksin Covid-19 ke 121 Puskesmas

BOGORDAILY – Covid-19 tidak juga selesai di Kabupaten Bogor. Berbagai cara dilakukan demi menghilangkan virus korona tersebut, namun hasilnya nihil, Satgas Covid-19 menerangkan 36 dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor masih dalam Zona merah.

Bupati Bogor Ade Yasin tidak diam melihat naiknya kasus covid-19 yang sudah setahun ini, ia berupaya menurunkan angka-angka positif covid-19 itu dengan pendistribusian vaksin.

“Sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten Bogor akan mendistribusikan Vaksin yang diperoleh dari Pemerintah Pusat,” kata Ade Yasin.

Pemkab Bogor akan mendistribusikan sebanyak 10.185 vaksin untuk gelombang pertama secara bertahap, mulai dari 14 Januari hingga 22 Januari 2021.

Pendistribusian vaksin tersebut, ia meneruskan, akan diserahkan kepada pihak yang berkompeten dalam bidangnya.

“Rencananya vaksin tersebut akan didistribusikan ke 121 Puskesmas, 7 klinik, 4 RSUD, 7 RS swasta, 2 RS Gunawan dan ATS. Vaksin ini terlebih dahulu diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan (Nakes),” tutup Ade.(Egi)

Kebun Raya Bogor Didaftarkan ke UNESCO agar jadi Warisan Budaya Dunia

BOGORDAILY – Beragam kegiatan seperti melaksanakan kongres, pegelaran budaya dan pameran, menjadi upaya Dinas Pariwisata Kota Bogor (Disparbud) Kota Bogor untuk mewujudkan Kota Bogor sebagai tuan rumah Jaringan Kota Pusaka.

Hal itu disampaikan Kadisparbud Atep Budiman, Selasa (05/01/2021), saat ditemui di ruang kerja.

Payung hukum Program Pelestarian Kota Pusaka tertuang dalam Perwali Tahun 2017 tentang Kota Pusaka.

Atep menjelaskan, Jaringan Kota Pusaka, terdapat asosiasi di Kota dan Kabupaten se indonesia. Pada Tahun 2021, Atep melanjutkan, rencananya Kota Bogor menjadi tuan rumah.

“Nanti akan ada kegiatan kongres, pagelaran budaya dan pameran,” kata Atep Budiman.

Untuk anggota Jaringan Kota Pusaka ada 70 di Kota dan Kabupaten. Dalam kegiatan kongres, nanti akan menetapkan pengurus baru.

Kota Bogor sendiri sudah ada beberapa tempat spot yang akan didaftarkan ke UNESCO, agar menjadi warisan budaya internasional, salah satunya yaitu Kebun Raya Bogor.

Kalau sudah tercatat di UNESCO, mudah-mudahan berdampak adanya tambahan kunjungan wisatawan yang datang ke Kota Bogor. tutupnya.(Ibnu)

Badut-Badut Lampu Merah, Mengais Rezeki di Balik Kostum Panas Dan Pengap

BOGOR DAILY – Namanya Satria (tidak pakai Baja Hitam), umurnya sebentar lagi 17 tahun. Setiap pagi, dia belajar di Pesantren dekat rumahnya, di daerah Sindang Barang Jero. Orang orang menyebutnya SBJ , supaya mudah.

Tidak seperti teman teman sebayanya, dia tak bisa pergi bermain setelah pelajaran berakhir. Pulang ke rumah sebentar , lalu makan siang. Tak berlama lama langsung dia pergi berjalan kaki ke tempat penyewaan kostum milik AM, mengambil baju badut. Dia kebagian kostum Teletubbies warna merah. Harga sewanya Rp.20 rb satu hari penuh.

Ada banyak baju badut di sana. Tiap penyewa sudah ada jatahnya, tidak boleh ganti ganti. Karena sewanya murah, perawatannya juga seadanya. Baru dicuci setelah berhari hari dipakai. Itu alasan penyewa tidak boleh berganti ganti kostum.

Hari ini kebetulan cuacanya mendung, tapi tetap saja dia kegerahan berjam jam terkurung di balik kostum Teletubbies. Sesekali dia duduk dan membuka tutup kepala saat lampu merah berganti hijau dan mobil mobil melaju.

Bila seruan sholat asar bergema, dia berhenti dulu membadut. Ada mushola kecil di sebelah resto cepat saji Mc Donald. Ke sana dia melangkah, menunaikan ibadah 5 waktunya.

” Setelah Asar, nanti dilanjut lagi sampai sebelum Maghrib. Itu namanya 2 x turun om,” katanya.

” Kalau hari Minggu, saya bisa 3 x turun, karena mulainya dari pagi,” lanjut Satria.

Nanti sore sebelum gelap, Satria kembali lagi ke rumah pak AM, mengembalikan kostum sekalian membayar sewanya. Bos kostum ini ternyata baik hati juga. Bila cuaca hujan, Satria boleh membayar sekedarnya saja, bahkan kadang kadang tidak perlu membayar.

Lain lagi kisah pak Dedi. Sehari harinya dia menjadi Kapten Amerika berbaju biru, lengkap dengan tamengnya.
Kostumnya kelihatan lebih baru. Sewanya lebih mahal sedikit. Rp 20 rb hari hari biasa, dua kali lipat di akhir pekan dan hari libur.

“Kenapa tidak bikin sendiri aja sih pak kostumnya?” Tanya saya.

“Mahal pak, ga kebeli,” jawab pak Dedi. Hasil menjadi badut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Tak bersisa untuk ditabung.

Bapak satu anak ini masih mengontrak rumah di daerah Cimanggu. “Bayarnya sebulan Rp. 700 rb, kira kira 1 juta dengan listrik dan lainnya, ” lanjutnya.

Profesi badut baru dilakoni Dedi selama 2 bulan. Sebelumnya, dia pernah menjadi gojek online tapi tidak bertahan lama. Persaingannya sangat ketat katanya, hanya 1 atau 2 orderan didapat tiap hari.

Sebelumnya lagi, Dedi bekerja sebagai salesman produk produk P&G. Saat wabah corona mulai merebak, dia berhenti bekerja di situ.

Di tengah tengah perekonomian yang melambat karena pandemi, dia terombang ambing berganti ganti pekerjaan untuk menghidupi keluarga.

Entah berapa lama lagi, dia harus menjadi badut jalanan, menghibur pengendara mobil dan motor yang menunggu warna lampu merah berubah hijau.
(JP)

Jokowi Serahkan 584.407 Sertifikat Tanah di 26 Provinsi secara Virtual

BOGORDAILY – Kantor Pertanahan Kota Bogor mengikuti penyerahan Sertipikat bersama Presiden RI secara Virtual di Balai Kota Bogor pada hari Selasa (05/01/2021).

Acara dimulai dengan sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, dilanjutkan dengan sambutan oleh Presiden RI Jokowi Widodo serta doa bersama dan Penyerahan Sertipikat Tanah.

“Dengan pembagian sertipikat ini diharapkan masyarakat mendapatkan akses permodalan, disamping dengan kepastian hukum tentang tanah mereka,” ucap Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan sebanyak 584.407 sertifikat tanah di 26 provinsi seluruh Indonesia.

“Hari ini, saya akan menyerahkan 584.407 sertifikat tanah di 26 provinsi dan 273 kabupaten/kota,” ungkap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Jika keadaan masih normal, realisasi sertifikasi tanah pada tahun 2020 bisa mencapai sampai melampaui target yang ditetapkan.

Di tahun 2017, realisasi penyertifikatan tanah mencapai 5,4 juta bidang dari target yang ditetapkan sebanyak 5 juta.

Lalu di tahun 2018, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mampu menyertifikatkan sebanyak 9,3 juta bidang tanah.

Dan pada tahun 2019 dan 2020 sebanyak 9 juta dan 6,8 juta bidang tanah telah disertifkatkan oleh Pemerintah.

Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran ATR / BPN dan memberi pesan kepada masyarakat agar menjaga dengan baik surat tanah tersebut.

“Terimakasih kepada seluruh jajaran ATR / BPN yang telah bekerja dengan keras sampai saat ini. Pesan saya, simpan baik-baik ini yang namanya sertifikat tanah, fotokopi di lemari satu, dan yang asli ditaruh di lemari satunya. Jadi, kalau hilang masih bisa diurus dengan cepat,” tutupnya.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor Erry Juliani Pasoreh, SH, M. Si, M. Kn mengatakan manfaat sertipikat tanah dan target yang akan dicapai pada tahun 2021.

“Di tahun ini ada sebanyak 5 ribu sertipikat yang akan disiapkan untuk anggaran dari klaster 3 ke klaster 1. Manfaatnya sangat banyak, salah satunya agar pajaknya diketahui dan menjadi modal usaha,” ucapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan bahwa di tahun ini tetap melakukan koordinasi dengan Kantor Pertanahan Kota Bogor.

“Kami selama ini sudah banyak bekerjasama dengan Kantor BPN seperti peta digitalisasi di kelurahan dan pengamanan aset – aset. Kedepannya kami akan terus meningkatkan kerjasama yang baik,” tutup Sofiah. (Shandra)