Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7599

Cucu Pendiri Ponpes Gontor Dinikahi Eks Ketum Muhammadiyah Din Syamsuddin

BOGOR DAILY- Eks Ketum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin akan menikah hari ini dengan cucu pendiri pondok pesantren (Ponpes) Gontor, Rashda Diana. Momen bahagia ini akan berlangsung di Ponpes Gontor, Ponorogo.

“Iya, mohon do’anya,” ucap Din saat dihubungi, Minggu (3/1/2021).

Informasi mengenai hari pernikahan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu juga disampaikan oleh Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murad. Ma’mun menyebut bahwa pernikahan itu akan berlangsung pukul 09.00 WIB.

“Prof. Din Syamsuddin menikah pagi ini, Ahad, 3 Januari 2021, jam 09.00 di Pesantren Gontor dengan Dr. Rashda Diana, Lc. MA., cucu pendiri Pesantren Gontor,” tulis Ma’mun dalam akun twitternya seperti dilihat detikcom.

Diketahui, Rashda Diana adalah putri kedua dari almarhum KH Imam Subakir Ahmad yang merupakan putra dari KH Ahmad Ridwan. KH Ahmad Ridwan merupakan pendiri Ponpes Gontor.

Wisatawan Puncak Positif Covid-19 Usai Rapid Antigen

BOGOR DAILY-Setelah menggelar rapid test antigen kepada 1.200 orang di sepanjang Jalur Puncak Bogor, Jawa Barat, tim gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menemukan sejumlah wisatawan positif corona (Covid-19).

“Data dengan Dinas Kesehatan itu kurang lebih 1.200 yang sudah kita lakukan rapid test antigen dan ada sejumlah wisatawan positif,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Bogor Agus Ridho kepada wartawan di Simpang Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/1/2021).

Dari jumlah itu, Agus menjelaskan, 22 wisatawan terkonfirmasi positif Covid-19 dan 2 di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Negara Yaman, Jazirah Arab.

Dua wisatawan dari negara Arab itu, menurut Agus, tinggal di Jakarta dan hendak berlibur ke kawasan berhawa dingin di Puncak Bogor.

“Iya ada warga negara asing dari Yaman yang positif Covid-19, sebanyak 2 orang. Mereka kebetulan mau berkunjung untuk liburan ke Puncak,” tutur Agus.

Terhadap dua warga dari Yaman tersebut, pihaknya langsung meminta untuk tidak melanjutkan perjalanan dan liburan ke Puncak Bogor.

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor yang terdiri dari TNI/Polri dan Satpol PP kemudian meminta dua warga negara Yaman itu putar balik ke rumah mereka di Jakarta untuk isolasi mandiri.

Agus mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jakarta sesuai data by name by address.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, dr Kusnadi membenarkan kabar tentang dua WNA asal Yaman terkonfirmasi positif Covid-19.

Dia mengatakan, sejauh ini sudah ada 1.200 alat rapid test antigen yang telah digunakan di Puncak Bogor dengan 22 hasil di antaranya positif Covid-19.

Jumlah 1.200 itu, kata Kusnadi, adalah data kumulatif sejak layanan rapid antigen dibuka pada 24 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021, dan akan terus berlanjut.

“Oh iya itu (warga negara Yaman positif Covid-19) yang tanggal 27 Desember 2020,” kata Kusnadi seperti dilansir kompas.com

Dia menyebut bahwa dua warga Yaman itu merupakan pasangan suami istri yang ingin berlibur ke Puncak Bogor.

Terlebih kawasan berhawa dingin yang terdiri dari tiga kecamatan yakni Ciawi, Cisarua dan Megamendung itu juga dihuni orang Arab.

Kendati demikian, Kusnadi enggan menyebut nama warga dari Yaman tersebut ketika ditanya lebih detail.

“Ya keduanya suami istri. Tentu pada dasarnya siapa pun (warga Yaman) yang hasil rapid antigen positif Covid-19, remondasinya ya putar balik (ke tempat asalnya),” kata Kusnadi, menegaskan.

Hingga data diperbarui Jumat (1/1/2021) malam, jumlah pasien atau kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor mencapai 5.356 orang dengan rincian kasus Covid-19 aktif sebanyak 776 orang terinfeksi.

Sedangkan angka kasus sembuh sebanyak 4.501, kemudian ada 73 kasus yang dilaporkan meninggal dunia.

Sementara itu, untuk jumlah zona merah Covid-19 di Kabupaten Bogor masih terbilang banyak. Hingga data saat ini, ada 36 dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor berstatus zona merah, termasuk di kawasan puncak.

Cewek di Bogor Dihajar 10 Pemuda

BOGOR DAILY-Seorang wanita berinisal KA (21) menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda di Lebaksari, Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Akibatnya, korban mengalami luka parah di bagian kepala karena dipukul dengan gitar.

Paur Subbag Humas Polresta Bogor Kota Iptu Rachmat Gumilar mengatakan, kejadian itu bermula saat adik korban RM (16) menelepon karena ada permasalahan dengan sekelompok pemuda saat merayakan Tahun Baru, Jumat 1 Januari 2021 dini hari.

“Datanglah korban ke lokasi mencoba membantu menyelesaikan permasalahan adiknya itu,” kata Rachmat dalam keterangannya, Sabtu (2/1/2021).

Namun, ketika mencoba menyelesaikan masalah korban justru dianiaya oleh para pemuda tersebut. Tidak hanya dengan tangan kosong, KA juga sempat dipukul bagian kepalanya dengan gitar hingga bocor.

“Diduga korban dianiaya sekitar 10 orang salah satunya inisial F. Korban luka memar dan luka sobek karena pukulan gitar di kepalanya,” jelas Rachmat.

Akhirnya, korban melaporkan kejadian yang dialaminya itu ke Polresta Bogor Kota. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui pasti asal muasal penganiataan tersebut termasuk memburu para pelaku yang masih buron.

“Pasalnya170 KUHP terkait secara bersama-sama di muka umum melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain. Pelaku masih kita kejar,” katanya.

Butuh 3,5 Tahun untuk Vaksinasi Covid-19 Semua Penduduk Indonesia

BOGOR DAILY – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan bahwa membutuhkan waktu selama 3,5 tahun untuk dapat menyelesaikan proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia

“Kira-kira butuh waktu 3,5 tahun untuk vaksinasi semuanya,” ucap Budi dalam laman Kemenkes yang dikutip Indozone, Sabtu (2/1/2021).

Budi menjelaskan, untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) pemerintah telah menyiapkan sebanyak 426 juta dosis vaksin untuk 181 juta penduduk Indonesia. Sesuai dengan standar dari WHO, nantinya setiap penduduk akan dilakukan dua kali penyuntikan.

“Kami menyiapkan buffer stock sebanyak 15%, jadi total yang kita butuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin,” terangnya.

Lebih lanjut, pihaknya merinci pembelian vaksin oleh Pemerintah Indonesia berasal dari 5 jalur yakni empat produsen berasal dari bilateral yaitu Sinovac dari Tiongkok, Novavax dari Kanada-Amerika, Pfizer dari Jerman-Amerika, AstraZeneca dari Swiss-Inggris dan satu berasal dari multilateral yakni COVAX/GAVI dari aliansi vaksin GAVI dengan didukung WHO dan CEPI.

Komunikasi terus dilakukan secara intens, mengingat saat ini vaksin menjadi komoditas yang paling diperebutkan oleh seluruh negara di dunia.

“Karena memang ini belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi ada isu kemanusiaan disini, itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita ngak kebagian,” ungkap Budi.

Persiapan Sarana dan Prasarana Tahun Perkuliahan Baru di STAI Al-Hidayah Bogor

BOGOR DAILY – Bersiap di tahun baru dengan masa perkuliahan tahun baru ya, masih bingung untuk mencari yang terbaik dan membawa kebaikan, cuma STAI Al-Hidayah Bogor jawabannya.

Berikut kita akan ulas, liputan Eksklusif Bogordaily.net kepada Ustadz Sarifudin S.Pd.I, M.Si. Wakil Ketua II (Bidang Keuangan, Kepegawaian dan Sarana dan Prasarana) STAI Al-Hidayah Bogor

Berikut Petikan wawancaranya :

1. Apa saja yang disiapkan oleh STAI Al-Hidayah dalam hal sarana dan prasarana untuk menyambut tahun perkuliahan baru ini ???
Jawaban :
√ Di masa pandemi covid 19 ini, STAI Al-Hidayah Bogor sudah sangat siap dalam menyambut perkuliahan di semester genap ini secara offline (tatap muka), akan tetapi kami sedang menunggu surat rekomendasi Satgas Covid 19 Kota Bogor agar kampus STAI Al Hidayah Bogor bisa melaksanakan perkuliahan secara offline (tatap muka) karena surat rekomendasi itu sebagai dasar hukum kami dalam melaksanakan perkuliahan secara tatap muka.

Adapun bukti kesiapan sarana prasarana dalam menyambut perkuliahan baru ini adalah adanya peremajaan dan pembangunan gedung yang ada di STAI Al-Hidayah (baik itu gedung A dan Gedung B). Untuk meningkatkan kenyaman para masyarakat (civitas) kampus STAI Al-Hidayah Bogor kami melakukan pengecoran terhadap seluruh area parkir yang ada di lingkungan STAI Al-Hidayah Bogor.

Di masa pandemi covid 19 ini, kami menyediakan cek suhu tubuh (termometer) yang kami siapkan di depan pintu gerbang masuk STAI Al-Hidayah (pos satpam), dan mewajibkan penggunaan masker di area kampus dengan menyediakan poster-poster tentang pencegahan covid 19, kami juga menyediakan tempat (perlengkapan) untuk cuci tangan dan Hand Sanitizer.

Sarana adalah peralatan atau perlengkapan yang secara langsung mendukung proses pembelajaran di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor. Sampai saat ini Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hidayah Bogor telah memiliki sejumlah sarana untuk menunjang kegiatan Tridharma perguruan tinggi di semua jurusan dan program studi. Sarana yang dimiliki oleh STAI Al-Hidayah Bogor adalah meliputi sejumlah gedung B berlantai 3 yang difungsikan untuk ruang kuliah (kelas-kelas), laboratorium, perpustakaan serta ruang-ruang lainnya. Kami juga berusaha untuk memenuhi fasilitas kelas dengan menyediakan AC pada tiap-tiap kelas yang ada.
Untuk menunjang kegiatan perkuliahan di STAI Al-Hidayah Bogor, kami juga memiliki fasilitas yang lengkap, seperti laptop, komputer, LCD, layar, AC, perlengkapan ruang kuliah kursi, meja, papan tulis, speaker, perlengkapan ruang dosen seperti meja, kursi, rak buku, sarana teknologi informasi, internet yang sangat kuat sehingga dapat digunakan oleh seluruh masyarakat kampus, dan sarana yang lainnya yang sangat memadai serta lengkap untuk kepentingan sistem pembelajaran di STAI Al-Hidayah Bogor.
Prasarana adalah peralatan atau perlengkapan yang secara tidak langsung menunjang proses
pembelajaran di kampus STAI Al-Hidayah Bogor. Prasarana yang digunakan saat ini adalah: luas tanah yang luas, yang terdiri dari Gedung rektorat, ruang Program Studi, ruang LPPM, ruang LPM, ruang IT, ruang jurnal, gedung pelayanan akademik dan kemahasiswaan seperti Biro Administrasi, Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), ruang Biro Admininistrasi Keuangan (BAKU), Masjid dua lantai, ruang Dewan Eksekutif Mahasiswa, ruang pos keamanan (Satpam), halaman parkir yang sangat luas (betonisasi), ruang UKS, ruang dosen, ruang rapat dosen, ruang aula, ruang staf pengelola program studi, ruang sidang, ruang seminar, asrama mahasiswa beasiswa yang sangat luas, perlengkapan toilet, kamar mandi, sarana transportasi mobil dan motor dinas, Sarana olahraga seperti lapangan bulutangkis, lapangan tenis meja, lapangan panahan, dan prasarana lainnya.

STAI Al-Hidayah Bogor memiliki gedung Jurnal, gedung ini merupakan ruangan untuk mempublish penelitian secara online yang dilakukan oleh para dosen dan juga para mahasiswa STAI Al-Hidayah Bogor, serta mempublish laporan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa STAI Al-Hidayah Bogor. Ruangan ini sebagai pusat kegiatan ilmiah untuk mempublish pengembangan penelitian para dosen dan mahasiswa. STAI Al-Hidayah Bogor memiliki 5 (lima) program studi yang masing-masing memiliki jurnal ilmiah yang terakreditasi oleh sinta, serta memiliki jurnal pengabdian kepada masyarakat. Adapun karya ilmiah para mahasiswa di publish melalui PROSA yaitu Prosiding STAI Al-Hidayah Bogor.

2. Sejak kapan proses pendaftaran calon mahasiswa dan mahasiswi baru untuk di STAI Al-Hidayah Bogor ???…
Jawaban :
√ Berdasarkan kalender akademik untuk pembukaan pendaftaran mahasiswa baru sebentar lagi akan kami buka, yaitu mulai bulan Februari sampai Agustus 2021, oleh sebab itu kepada masyarakat luas segera persiapkan diri anda, keluarga anda, saudara anda untuk daftar dan berkuliah di kampus STAI Al-Hidayah Bogor sebagai Sekolah Tinggi peringkat 1 terbaik se-Jawa Barat dan Banten cluster PTKIS.

3. Bila bicara perihal biaya kuliah, boleh sedikit bocoran kemudahan mengenai Pembiayaan kuliah di STAI Al-Hidayah Bogor ???…
Jawaban :
√ -InsyaAllah untuk biaya kuliah di STAI Al-Hidayah Bogor masih sangat terjangkau dengan sistem perkuliahan yang maksimal.
-Biaya kuliah masih bisa di cicil, sehingga terjalin rasa kekeluargaan yang Islami.
-Pada semester yang akan datang (semester genap) pembayaran biaya kuliah bisa melalui sistem SIAKAD Pintar STAI Al-Hidayah (Virtual Acount), para mahasiswa juga dapat mengetahui jumlah tunggakan melalui SIAKAD pintar ini, sehingga para mahasiswa tidak perlu direpotkan datang ke kampus untuk melakukan pembayaran, sehingga hal ini dapat memudahkan para mahasiswa dalam melakukan transaksi pembayaran biaya kuliah karena bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

4. Adakah program beasiswa kuliah untuk mahasiswa baru, bila ada apa saja kriteria penerima beasiswa tersebut ???…
Jawaban :
√ Selain program beasiswa yang diberikan oleh yayasan secara penuh sampai lulus kepada mahasiswa lulus seleksi program beasiswa yayasan.
-Al Hamdulillah di STAI Al-Hidayah Bogor hampir setiap tahunnya kami memberikan beberapa beasiswa kepada para mahasiswa, seperti Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), berkat izin Allah Subhanahu wa Ta’ala di tahun 2020 kami dipercaya oleh Kemenag RI menjadi Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) beasiswa KIP, beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun non akademik yang memiliki kartu KIP/ KJP/KKS, atau yang penghasilan orangtuanya terdampak pandemi covid 19, sehingga sebagaimana arahan dari pemerintah, jangan sampai terjadi lagi orang yang dari keluarga kurang mampu di larang untuk berkuliah karena pada dasarnya mereka sebagai warga negara memiliki hak yang sama yaitu mendapatkan pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi, beasiswa KIP ini diberikan dari semester 1 sampai dengan semester 8 (lulus), persemesternya mereka mendapatkan beasiswa sebesar Rp 6.600.000,-
-Kami juga menjadi PTP program Beasiswa Pendidikan untuk Masyarakat Miskin (BIDIKMISI) pada tahun 2018 dan 2019 beasiswa bidikmisi ini di peruntukkan untuk calon mahasiswa kurang mampu tetapi memiliki prestasi akademik maupun non akademik, beasiswa ini sebanarnya hampir sama dengan beasiswa KIP, dan setiap semesternya mereka mendapatkan beasiswa Rp 6.600.000,-
-Kami juga memberikan beasiswa bagi para calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik, seperti memiliki nilai rapor yang tinggi (rata-rata 80), juara olimpiade-olimpiade dan lain-lain. Serta memberikan beasiswa prestasi non akademik, seperti beasiswa Tahfidz Al-Qur’an, beasiswa ini kami berikan kepada para calon mahasiswa yang memiliki jumlah hafalan Al-Qur’an yang banyak, dan juga beasiswa bagi mahasiswa yang memiliki prestasi olahraga minimal di tingkat kota/kabupaten. Beasiswa akademik dan non akademik ini berupa potongan biaya kuliah, sehingga selain para mahasiswa mendapatkan beasiswa output lainnya adalah para mahasiswa selalu mengembangkan potensi prestasi mereka.

5. Bagaimana trik dalam menyikapi metode perkuliahan daring di era Pandemi ini untuk STAI Al-Hidayah Bogor ???…
Jawaban :
√ -trik yang kami lakukan dalam menyikapi perkuliahan secara daring adalah dengan menyiapkan segala fasilitas yang ada untuk mendukung suksesnya perkuliahan secara daring tersebut, seperti memberikan pelatihan-pelatihan kepada para dosen agar para dosen selalu berinovasi dalam kegiatan perkuliahan secara daring, sehingga perkulihan tersebut berjalan maksimal dan menyenangkan seperti menggunakan metode google classroom, google meet, zoom meeting dan lain-lain.
-Untuk mendukung kelancaran kegiatan perkuliahan secara daring kami STAI Al-Hidayah memberikan subsidi bagi seluruh mahasiswa berupa bantuan kompensasi biaya kuota Rp 100.000 persemester,
-kami juga telah memfasilitasi agar seluruh mahasiswa aktif STAI Al-Hidayah mendapatkan bantuan kouta gratis sebesar 50 GB perbulan selama pandemi covid 19 ini, sehingga bantuan kuota gratis tersebut sangat menunjang untuk kegiatan perkuliahan secara daring bagi para mahasiswa STAI Al-Hidayah Bogor sehingga tidak ada alasan lagi mahasiswa tidak mempunyai kuota internet karena kami sudah memberikan kuota internet gratis per bulan 50 GB.

6. Untuk informasi lengkap perihal pendaftaran mahasiswa baru, bisa menghubungi kemana dan dengan siapa ???…
Jawaban :
√ Bisa mengakses Website: staia.ac.id atau nomor menghubungi nomor WA/HP Admin STAI Al Hidayah Bogor 0821 1822 2300 serta Tlp kantor: 0251-8625187

7. Adakah penambahan fasilitas perkuliahan dalam tahun perkuliahan baru ini di STAI Al-Hidayah Bogor ???…
Jawaban :
√ STAI Al-Hidayah berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh mahasiswa, hal ini di buktikan dengan akan diberlakukannya Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) Pintar STAI Al-Hidayah Bogor pada semester yang akan datang, sehingga dengan adanya pelayanan SIAKAD Pintar STAI Al-Hidayah Bogor yang dilakukan secara online, kami berusaha melayani para mahasiswa STAI Al-Hidayah Bogor dalam hal pelayanan akademik seperti pembuatan transkrip akademik, administrasi keuangan mahasiswa dan pelayanan akademik lainnya secara online sehingga para mahasiswa tidak perlu datang ke kampus.
Rencana kedepan kampus STAI Al-Hidayah Bogor dalam pengadaan sarana dan prasarana adalah pembangunan gedung C, yang diperuntukkan untuk Gedung Pasca Sarjana STAI-Hidayah Bogor, gedung ini rencananya akan kami bangun berlantai 3 sehingga keberadaan gedung ini dapat menunjang kegiatan perkuliahan pasca sarjana STAI Al-Hidayah Bogor.

=============================

“Biodata Lengkap”
Sarifudin, S.Pd.I., M.Si.
• Wakil Ketua II (Bidang Keuangan, Kepegawaian dan Sarana dan Prasarana) •

√ Nama Lengkap : Sarifudin.

√ TTL : Cirebon, 08 November 1982.

√ Alamat : Jl. Raya Cimanglid Desa Sukamantri Rt.003/001 Kec. Tamansari Kab. Bogor.

√ Hobby : Badminton dan Bersepeda.

√ Quote : Ikhtiar dan Tawakal untuk meraih kesuksesan Dunia dan Akhirat

√ Pendidikan :
1. SD Negeri 2 Kedongdong Susukan Cirebon.
2. SMP Negeri Susukan Cirebon.
3. SMA Negeri 1 Arjawinangun Cirebon.
4. S1 STAI Al-Hidayah Bogor.
5. S2 Menara Siswa Bogor.

(Red-BDN).

Komunitas Pers Kritik Maklumat Kapolri Soal FPI, Dinilai Mengancam Kebebasan Pers

BOGOR DAILY – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan maklumat Nomor: Mak/1/I/2021 tentang Kepatuhan terhadap Larangan Kegiatan, Penggunaan Simbol dan Atribut Serta Penghentian Kegiatan Front Pembela Islam (FPI), yang ditandatangani 1 Januari 2021.

Polri beralasan, maklumat ini untuk memberikan perlindungan dan menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat pasca dikeluarkan keputusan bersama tentang larangan kegiatan, penggunaan simbol dan atribut serta penghentian kegiatan FPI.

Salah satu dari empat hal dalam maklumat tersebut disayangkan oleh Komunitas Pers yang terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Isi maklumat tersebut adalah berada di Pasal 2d, yang berisikan: ‘Masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial’.

Menyikapi Maklumat di pasal 2d tersebut, Komunitas Pers pun menyatakan sikapnya, sebagai berikut;

Maklumat Kapolri dalam Pasal 2d itu berlebihan dan tidak sejalan dengan semangat kita sebagai negara demokrasi yang menghargai hak masyarakat untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Soal ini tertuang jelas dalam Pasal 28F UUD 1945 yang menyatakan, “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”.

Maklumat ini mengancam tugas jurnalis dan media, yang karena profesinya melakukan fungsi mencari dan menyebarkan informasi kepada publik, termasuk soal FPI. Hak wartawan untuk mencari informasi itu diatur dalam Pasal 4 Undang Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers yang isinya menyatakan, “(3) Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.” Isi maklumat itu, yang akan memproses siapa saja yang menyebarkan informasi tentang FPI, juga bisa dikategorikan sebagai “pelarangan penyiaran”, yang itu bertentangan dengan pasal 4 ayat 2 Undang Undang Pers.

Mendesak Kapolri mencabut pasal 2d dari Maklumat itu karena mengandung ketentuan yang tak sejalan dengan prinsip negara demokrasi, tak senafas dengan UUD 1945 dan bertentangan dengan Undang Undang Pers.

Menghimbau pers nasional untuk terus memberitakan pelbagai hal yang menyangkut kepentingan publik seperti yang sudah diamanatkan oleh Undang Undang Pers.

Sementara itu Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono memastikan bahwa Maklumat Kapolri soal larangan menyebarluaskan konten Front Pembela Islam (FPI) tak akan menggangu kebebasan berekspresi maupun pers.

Menurut Argo, dalam larangan tersebut, pihaknya hanya menekankan agar masyarakat tak menyebarluaskan berita bohong atau hoaks yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Yang terpenting bahwa kita dengan dikeluarkannya maklumat ini, kita tidak membredel berkaitan konten pers tidak,” kata Argo kepada wartawan di gedung Bareskrim, Jumat (1/1/2020).

“Artinya bahwa poin 2 D tersebut, selama tidak mengandung berita bohong, potensi gangguan Kamtibmas atau provokatif, mengadu domba atau perpecahan dan sara, itu tidak masalah,” kata dia lagi.

Perbaikan Jalan-Jembatan Manunggal Kota Bogor Rampung

BOGORDAILY – Kabar baik bagi warga Kota Bogor yang sering melewati jalan pintas Manunggal kini progres perbaikan Jembatan Manunggal sudah selesai, terlihat pada hari Sabtu (02/01/2021).

Jembatan Manunggal yang ambruk karena longsor, sudah diperbaiki dari beberapa bulan yang lalu, dan sudah selesai di akhir bulan Desember 2020.

Belum ada informasi lebih lanjut kapan jembatan Manunggal diresmikan dan apakah jalan tersebut sudah layak digunakan oleh para pengendara.

Kondisi Jembatan Manunggal, Sabtu (02/01/2021). Foto: Shandra/bogordaily.net

“Untuk perbaikannya sih sudah selesai semua, untuk aspal juga sudah, tinggal tunggu diresmikan saja kapan jalan ini boleh dilewati kembali oleh mobil,” Ucap salah satu pekerja jembatan Manunggal.

Situasi jalan terlihat sepi dan didominasi oleh pengendara roda dua, tidak hanya itu bahkan sudah ada pengendara roda empat yang masuk dan melintasi jalan tersebut.

“Saya juga bingung, belum diresmikan tetapi sudah ada mobil yang masuk. Seharusnya jangan dulu, soalnya masih ada cone dan garis pembatas, “tutupnya.

Semoga jembatan Manunggal bisa segera diresmikan, dapat digunakan kembali oleh warga Kota Bogor dan bisa beroperasi seperti dulu. (Shandra)

Malam Mingguan di Sini Aja! Webinar Trend Konsumen Property Syariah

BOGORDAILY – Rilisnya Rumah.com di tahun 2019 lalu, melaporkan bahwa skema pembayaran syariah atau yang mengacu pada hukum Islam ternyata makin diminati kalangan milenial, pembeli rumah pertama dan konsumen dengan penghasilan menengah ke bawah.

Lalu, bagaimana sebenarnya karakteristik, perilaku serta kebutuhan para calon konsumen property syariah tersebut?

Benarkah minat terhadap property syariah yang tinggi tersebut berkolerasi langsung dengan tingkat penjualan di tiap project?

Bagi yang masih penasaran dengan konsep bisnis property syariah termasuk trend konsumen yang membelinya, yu hadir di webinar Malam Minggu bersama DPS pada hari Sabtu, 2 Januari 2021 pukul 20.00 s/d 21.00 WIB via Zoom Meeting.

Webinar kali ini akan ditemani oleh Don Vito Ammar (Owner DaV Property) sebagai Narasumber, dan M. Wildan (Humas DPS Pusat) sebagai Host.

Tunggu apalagi? Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum, bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dalam terkait bisnis property syariah. Silahkan kontak via WA ke nomer 0811-1953-883 Atau klik link berikut https://bit.ly/DaftarmalammingguanDPS

Ayo daftar, dan Jangan sampai ketinggalan!

Harga Kedelai Naik, Tempe Tahu dan Tauge Jadi langka

BOGORDAILY – Akibat naiknya harga kedelai yang semakin tinggi, para perajin tahu dan tempe di DKI Jakarta dan Jawa Barat melakukan aksi mogok produksi pada 1 sampai 3 Januari mendatang.

Rencana tersebut diketahui dari surat Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo) tertanggal 29 Desember 2020 kepada Pusat Koperasi Tahu dan Tempe Indonesia (Puskopti).

Akibat mogoknya produksi, imbasnya terpantau oleh tim Bogor Daily pada hari Sabtu (02/01/2021) sampai ke pasar Laladon, sehingga para pedagang tidak menjual tahu maupun tempe.

Suasana Pasar Laladon, Sabtu (02/01/2021). Foto: Shandra/bogordaily.net

Salah satu penjual tempe di pasar laladon mengatakan bahwa bahan baku kedelai kosong dan ia tidak bisa memproduksi lagi, dikarenakan harga kedelai yang naik.

“Ga jualan tempe, oncom, tahu hari ini. Lagi demo soalnya harga kedelai mahal banget dari 8 ribu jadi 10 ribu,” ucap Didi penjual tempe.

Tidak hanya penjual tempe dan tahu, pedagang sayuran pun mengatakan tauge kosong dan menjadi langka.

“Dari pagi banyak yang nanya tempe, tahu, tauge juga haduh saya bingung, harga sedang mahal jadinya langka, barang juga susah dicari, tapi konsumen banyak yang minta,” ucap Rudi pedagang sayuran.

Didi dan Rudi berharap agar harga kedelai bisa turun kembali, stabil seperti semula, agar pembuat tempe dan tahu bisa memproduksi dan berjualan kembali. (Shandra)

Raden Z Suroto Dukung Pembangunan Posko 3 Pilar di Petamburan

BOGORDAILY – Ada yang berubah di kawasan Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, yang selama ini sangat dikenal sebagai kawasan Markas Front Pembela Islam (FPI) yang sudah resmi dibubarkan Pemerintah pada Rabu (28/12/2020).

Perubahan pasca pembubaran FPI tersebut, dimana pihak Kepolisian, TNI, dan pihak Kelurahan Petamburan membangun posko baru di depan Jalan Petamburan III.

Pembangunan posko sudah dilakukan sejak Kamis (31/12/2020) oleh sejumlah petugas PPSU Kecamatan Tanah Abang.

Kapolsek Tanah Abang, Kompol Singgih Hermawan menjelaskan, Posko 3 Pilar Jalan Petamburan III itu, dibangun untuk dapat melakukan kegiatan kemasyarakatan di sekitarnya.

Singgih menegaskan, pembangunan posko itu pada prinsipnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jalan Petamburan III.

Dari posko itu, 3 pilar akan melakukan patroli untuk memantau kondisi di Petamburan III, agar tak ada lagi aktivitas FPI di wilayah tersebut.

Ketua Umum DPP Dulur Ganjar Pranowo (DGP ), Raden Zieo Suroto, mendukung sepenuhnya keputusan pihak Kepolisian, TNI dan Kelurahan yang mendirikan Posko 3 Pilar di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, dengan tujuan untuk pengawasan terhadap kepatuhan FPI tidak melakukan aktivitas apa pun.

“Memang sudah seharusnya keputusan hukum tentang pembubaran FPI, dikawal ketat di lapangan, baik oleh aparat negara maupun masyarakat luas,” kata Raden Zieo Suroto, Sabtu (02/01/2021).

Tindakan tersebut, kata Raden Zieo Suroto, merupakan implementasi dari keputusan yang diambil pemerintahan Joko Widodo, yang sudah demikian lama dinanti-nanti masyarakat di seluruh negeri ini, yaitu Nawacita nomor 1 Negara Hadir.

“Negara harus hadir dan bertindak tegas terhadap komunitas apapun yang berusaha memecah-belah keutuhan, rasa kebersamaan, mengganggu rasa kenyamanan dan keamanan, apalagi yang bertindak anarkis dan intoleran. Pembubaran FPI, menjadi momentum bangkitnya rasa toleransi yang tinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara harus hadir untuk memutus mata rantai komunitas bar-bar,” kata Raden Zieo Suroto.

Namun, Raden Zieo Suroto menyampaikan saran, pasca dibubarkannya organisasi FPI, kiranya para mantan anggota FPI maupun para simpatisannya jangan diperlakukan seperti saat rezim otoriter Orde Baru (Orba) dulu.

“Saran saya, di zaman demokrasi saat ini, tetaplah diterapkan bahwa hak tiap warganegara adalah sama di hadapan hukum. Hal tersebut harus tetap dijunjung tinggi, demikian juga terhadap mereka para mantan anggota PKI, HTI ataupun FPI dan organisasi-organisasi terlarang lainnya,” katanya lagi.

Bayangkan, kata Raden Zieo Suroto, di zaman rezim otoriter Orba (Soeharto) dulu sampai-sampai di nomor KTP saja dibuat kode khusus yang menunjukkan indentitas sebagai mantan anggota PKI ataupun simpatisan. Bahkan sampai turun ke anak-cucu. Memangnya apa dosa politik si anak dan si cucu terhadap negara ??

“Itu semua bertujuan untuk menghilangkan banyak hak dasar mereka sebagai warganegara. Misalnya, di era itu mereka semua tak akan bisa jadi Pegawai Negeri ataupun Polisi/TNI. Juga tak bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri. Keji nian memang di era itu. Kita tidak ingin hal yang sama diperlakukan kepada para mantan dan simpatisan FPI ini,” kata Raden Suroto.

Sementara itu, Penasehat Dulur Ganjar Pranowo (DGP), Sabar Mangadoe menyatakan dukungan untuk tidak melakukan tindakan ataupun perlakuan terhadap mantan dan simpatisan FPI, seperti yang diperlakukan kepada mantan maupun simpatisan PKI atau organisasi terlarang lainnya di masa Orba dulu.

“Saya setuju, pokoknya jangan sekalipun kita ulangi era kegelapan cara-cara 32 tahun rezim otoriter Orba atau Soeharto dulu itu. Kini kita semua harus bersikap dan bekerja dengan sabar namun revolusioner dalam membangun sistem dan budaya demokrasi sesuai dengan Konstitusi kita sendiri, yaitu Pancasila dan UUD 1945,” tandas tegas Sabar Mangadoe. (Egi)