Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7598

Peti Jenazah Covid Dibongkar di RSUD Kota Bogor, Ternyata Jasadnya Tertukar

BOGOR DAILY-Cerita mengerikan terkait penanganan jenazah pasien Covid-19 terjadi di Bogor, Jawa Barat.

Keluarga korban terkejut lantaran jenazah korban Covid-19 tertukar.

Mereka baru mengetahui jasad ibunda tertukar saat memaksa petugas untuk membuka peti jenazah.

“Jenazah kan katanya gak boleh dilihat, gak boleh, gini-gini. Kita gak mau, kita saklek sekeluarga mau lihat,” kata DF, warga Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Dan ternyata, peristiwa mengerikan pun terjadi.

Begitu peti jenazah dibuka, jasad yang telah membujur kaku korban Virus Corona di Bogor tersebut bukan orangtuanya.

Almarhum ibunda DF semasa hidup hingga meninggal dunia dirawat di RSUD Kota Bogor.

Sementara itu, Humas RSUD Kota Bogor, Taufik Rahmat, menjelaskan kenapa mayat korban Covid-19 tertukar.

Dia mengatakan, korban meninggal malam hari, sehingga tidak bisa langsung dipulangkan untuk dimakamkan.

“Petugas pemakaman tidak ada kalau sudah malam,” ujar Taufik Rahmat.

Dia juga mengakui adanya kelalaian dalam komunikasi antara petugas kamar jenazah dan petugas lainnya yang menerima laporan.

Semula dilaporkan hanya satu orang meninggal, ternyata hari itu lebih dari satu korban Virus Coron di Bogor yang meninggal dunia.

Meski demikian, Taufik menyesalkan sikap petugas yang tidak melakukan pemeriksaan ulang atau lalai dalam mengecek jenazah.

Cerita Jenazah Korban Covid-19 di Bogor Tertukar

Sebuah keluarga asal Leuwiliang, Kabupaten Bogor kaget bukan kepalang saat membuka peti jenazah ternyata bukan sang ibu.

Mereka pun protes ke RSUD Kota Bogor. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (30/12/2020).

Menurut DF, ibunya dirawat di RSUD Kota Bogor lantaran positif Covid-19. Ibunda DF, yakni WT dirawat di ruang isolasi. Namun, pada Rabu (30/12/2020) pada pukul 00.30 WIB, ibunya menghembuskan nafas terakhir.

Meski demikian, petugas ruangan isolasi baru mengabari petugas forensik sekitar pukul 06.00 WIB.

Kemudian mengabari pihak keluarga almarhumah WT untuk mengambil jenazah pada pukul 07.30 WIB.

Namun, pihak keluarga harus menunggu hingga pukul 09.00 WIB.

Jenazah ibunya akhirnya dibawa ke ruang forensik kemudian diserahkan dengan peti jenazah khusus Covid-19.

“Jenazah kan katanya gak boleh dilihat, gak boleh, gini-gini. Kita gak mau, kita saklek sekeluarga mau lihat,” katanya.

Saat peti jenazah dibuka, lanjut DF, ia terkejut lantaran di dalam peti tersebut bukan jenazah ibunya, melainkan jenazah pria.

Hal itu pun membuat keluarga DF protes kepada pihak rumah sakit sampai akhirnya jenazah WT bisa diambil keluarga untuk dimakamkan.

“Pas dibuka, ternyata jenazah cowok dan itu bukan keluarga dari kita, itu bukan mama saya,” kata DF.

Sumber: wartakota.com

Celoteh Negeri Utara : Orang Kampung Belajar Main Ski

0

BOGORDAILY – Tadi siang saya pergi ski pertama kali dalam musim ini. Tidak jauh dari tempat tinggal kami, ada tempat di mana kami bisa “main” ski, hanya 5 menit naik mobil.

Belum tiba di lokasi saya sudah merasakan “keramaian” yang luar biasa. Hari ini cerah, matahari bersinar terang benderang, tidak ada awan sepotong pun di langit. Temperatur sekitar -4 tadi. Salju relatif baru, lunak, berbentuk bubuk (powdery) – ideal untuk bermain ski. Banyak mobil parkir di sekitar lokasi, bahkan meluber ke tempat-tempat yang tidak biasa.

Saya pergi ski dengan anak perempuan saya. Istri saya ikut, tetapi beliau tidak bisa ski, jadi statusnya “jalan-jalan” dengan anjing peliharaan kami, Kenzo.

Turun dari mobil, kami menyiapkan peralatan ski kami, dan langsung menuju ke titik permulaan lintasan. Ramai orang di sana, ada yang sudah selesai, ada juga yang baru mulai seperti kami. Tidak ada loket, jadi tidak perlu bayar, karena lintasan ski adalah bagian dari alam, milik semua orang.

Karena ramai, kami menunggu sampai orang-orang yang di depan kami berkurang. Semua orang tampak bersemangat, tua muda, besar kecil, mulai dari bayi yang ditarik di dalam kereta salju, sampai kakek nenek yang sudah keriput. Tidak sedikit anjing peliharaan pun ikut dalam kelompok mereka.

Ski adalah bagian dari kehidupan orang Norwegia, seperti bulutangkis untuk orang Indonesia. Ada pepatah yang mengatakan bahwa orang Norwegia terlahir dengan ski di kakinya. Mereka sering menjadi juara dalam berbagai cabang olah raga ini. Hampir semua orang Norwegia bisa ski.

Pada dasarnya kami mengenal dua jenis ski: ‘cross country’ dan ‘downhill’. Kebanyakan orang memiliki jenis ski yang pertama. ‘Cross country’ ski itu seperti pelengkap sepatu di saat musim dingin. Dan, orang bisa melakukan ‘cross country’ ski hampir di mana saja di Norwegia. Hal ini seperti layaknya orang ‘hiking’ atau jalan-jalan ke alam. Sedangkan ‘downhill’ ski ini perlu lokasi yang khusus dan perlu fasilitas yang tidak murah, seperti lift. Jenis ski ini yang populer di Swiss and Austria, biasanya hanya bisa dilakukan di lokasi resort. Sekarang ski model ini juga populer di Norwegia.

Untuk membeli peralatan ski di sini tidak terlalu mahal. Hampir selalu ada penawaran khusus dari toko-toko yang ada. Saat ini, dengan modal kurang lebih 3500 kroner (Rp. 5.7 juta) anda sudah mendapatkan satu set ‘cross country’ ski dengan kualitas yang baik. Bagi kebanyakan orang lokal biaya ini dianggap investasi. Peralatan ski yang baik bisa bertahan sampai 10 tahun.

Ada alternatif lain, yaitu dari pasar barang bekas. Kalau kita mau mencari, banyak orang yang menjual peralatan ski mereka dengan harga miring. Saya membeli peralatan ski kami dari ‘loppe market’ (pasar loak) dengan harga yang sangat murah, 100 – 200 kroner saja per set (Rp. 150 ribu – 300 ribu).

Alternatif lain yang juga bisa ditempuh, adalah pinjam. Tidak sedikit organisasi atau institusi di Norwegia yang menawarkan jasa peminjaman alat ski. Ada yang berbayar, ada yang gratis total (mungkin dengan uang jaminan).

Intinya, berat di ongkos tidak perlu menghalangi orang untuk pergi ski di Norwegia.

Nah, untuk bisa ski, itu cerita lain. Memang butuh latihan dan keberanian. Buat saya, ski itu antara jalan kaki dengan bermain sepatu roda. Saya “dipaksa” belajar ski, karena waktu kecil anak saya ikut kegiatan ekstra kurikuler yang mengharuskan dia pergi ski di mana orang tuanya ‘harus’ mengikuti. Untungnya saya cukup cepat belajar. Sejak belajar ski, saya baru tahu betapa orang Norwegia itu cinta dengan alamnya, seperti orang Indonesia dengan mall-nya.

Cukup menyenangkan ski hari ini, cukup banyak keringat yang kami keluarkan. Bertemu dengan banyak orang. Hanya saja, saya “lupa” membawa wax (lilin) untuk ski kami, jadi bermain ski-nya kurang optimal (tapi informasi tentang ini untuk lain hari saja).

VR, tinggal di Norwegia.
Lahir dan besar di Bogor.

Thailand Gelar Tiga Turnamen Bulutangkis di Januari, Bagaimana Persiapan Para Atlet?

0

BOGORDAILY – Pada Januari 2021, Thailand langsung tancap gas menggelar sekaligus 3 helatan bulutangkis internasional.
Dimulai dengan Yonex Thailand Open yang digelar 12 sampai 17 Januari 2021, dilanjutkan dengan Toyota Thailand Open di tempat yang sama.

Dua turnamen ini sekaligus menjadi ajang penentu, siapa yang akan lolos ke BWF World Tour Finals yang akan digelar setelahnya.
BWF World Tour Finals sendiri seharusnya dilaksanakan Desember 2020 kemarin .

CBA (China Badminton Association) tidak menurunkan pemainnya di tiga turnamen di Thailand ini. Hal ini memberikan keuntungan kepada pemain pemain Indonesia, karena peluang untuk menjuarai turnamen tidak akan terlalu ketat.

PBSI sendiri hanya akan menurunkan 7 pemainnya di tiga kejuaraan skala Asia ini.
Dengan protokol kesehatan yang begitu ketat, para pemain nasional ini dijadwalkan akan menjalani 8 kali PCR Test , menjelang dan selama kejuaraan.
Di antaranya, satu kali sebelum keberangkatan, sudah dilakukan tanggal 2 Januari kemarin di Pelatnas Cipayung, tanggal 4 Januari setibanya di Thailand, dan 1 kali lagi seminggu setelah masa karantina.

Untuk menjaga keselamatan dan kesehatan para pemain pelatnas ini, PBSI dikabarkan mencharter pesawat Garuda Indonesia.

Bagaimana dengan persiapan atlet atlet negara lain?
Di masa pandemi yang belum juga menunjukkan tanda tanda akan berakhir, prinsip kehati-hatian selalu menjadi prioritas para atlet.

Tai Tzu Ying, peringkat 1 BWF tunggal putri asal Taiwan, di Akun Instagram miliknya memosting sejumlah foto keberangkatan ke Thailand (2-1-2021), dengan memakai APD lengkap bak pegawai medis. Duduk di kabin kelas satu pesawat EVA Air, dia sendiri tidak menyangka, harus bepergian dengan berpakaian seperti itu.

” Naik ke pesawat, salam hangat dari pramugari, musik saat landing , semuanya begitu akrab, namun sama sekali berbeda. Memakai pakaian pelindung di bandara yang kosong, saya tidak pernah mengira akan mengalami hari yang berbeda,” tulis Tai Tzu Ying.

Dibalik masker dan pelindung wajahnya, dia terlihat begitu bahagia, karena ini adalah ajang tanding pertama yang dia ikuti, setelah absen selama 10 bulan lebih.
(JP)

Safari Dakwah HASMI Jawa Tengah, Resmikan Pembangunan Sekolah Tahfidz

BOGOR DAILY – Terus Bergerak menjadi Pioneer terdepan dalam mewujudkan cita-cita membangun Sekolah Tahfidz Qur’an, Himpunan Ahlussunah untuk Masyarakat Islami atau HASMI melakukan Safari Dakwah ke Jawa Tengah. Kongkret saja, HASMI langsung melakukan kegiatan seremonial peletakan batu pertama pembangunan tahap 1 Sekolah Tahfidz Qur’an Az-Zuman yang berada di Jalan Raya Solo – Jogja KM 24, Jambu Kulon, Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Menurut Ustadz Jami Furqon Ketua Dewan Harian HASMI kegiatan untuk terus mewujudkan mimpi dan program kebaikan terus akan dilakukan oleh HASMI. Terpantau kegiatan yang berlangsung pada hari ini (Minggu, 03/01/21) berjalan dengan baik dan lancar, dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat.

“Ya nantinya ditempat ini akan berjalan aktifitas STQ atau Sekolah Tahfidz Qur’an. Kita akan menjaring melalui tahapan khusus untuk mencetak generasi penghafal Quran terbaik untuk negeri.” Ungkap Ustadz Jami.

Sebagai muslim, hidup dengan Quran tentu menjadikan hidup kita berkah dan indah. Mencetak generasi pengahafal Quran selain menjadi ladang pahala untuk kami di HASMI, tentu ini menjadi bagian perjuangan yang tak terpisahkan dari dakwah kami di HASMI.

“Kedepan kita kembangkan program pembangunan STQ di seluruh wilayah di Indonesia, kami mohon doa dan dukungannya dari setiap pihak. In Syaa Allah berkah. Aamiin.” Tutup Ustadz Jami Furqon dengan penuh semangat.

(Red-BDN).

Maklumat Kapolri soal penyebaran Konten FPI Disoal

0

Bogor Daily-Polri angkat bicara soal desakan Komunitas Pers yang meminta Kapolri Jenderal Idham Azis mencabut pasal 2d dalam maklumatnya tentang penyebarluasan ‘konten FPI’. Polri menyebut selama tidak mengandung berita bohong dan gangguan kamtibmas, pemberitaan soal FPI tidak dipermasalahkan.

“Hal tersebut telah disampaikan oleh Kadiv Humas Polri selama tidak mengandung berita bohong, gangguan kamtibmas, mengadu domba, ataupun perpecahan dan SARA, tidak dipermasalahkan,” kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan lewat keterangannya, Minggu (3/1/2021).

“Namun jika mengandung hal tersebut, tentunya tidak diperbolehkan apalagi sampai mengakses, mengupload, menyebarkan kembali sesuatu yang dilarang ataupun yang ada tindak pidananya karena dapat dikenakan UU ITE,” tambahnya.

Ramadhan menjelaskan soal maksud konten FPI yang dilarang. Menurutnya, konten yang dilarang adalah yang memuat provokasi, penghasutan, dan penyebaran hoax yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Yang dimaksud konten yang dilarang adalah narasi-narasi di media sosial yang isinya membuat provokasi, menghasut, dan berita-berita bohong atau hoax yang meresahkan masyarakat sehingga berpotensi mengganggu kamtibmas,” jelasnya.

Sebelumnya, Komunitas Pers mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis mencabut pasal 2d dalam maklumatnya tentang pelarangan penggunaan simbol Front Pembela Islam (FPI). Komunitas Pers menilai pasal 2d dalam maklumat tersebut tidak sejalan dengan demokrasi dan dapat mengancam tugas jurnalisme.

“Salah satu isi maklumatnya, tepatnya di Pasal 2d, yang isinya menyatakan ‘masyarakat tidak mengakses, mengunggah, dan menyebarluaskan konten terkait FPI baik melalui website maupun media sosial’,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/1/2021).

Pernyataan sikap Komunitas Pers ini disepakati pada 1 Januari 2021. Selain AJI, pihak yang tergabung dalam Komunitas Pers adalah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Forum Pemimpin Redaksi (Forum Pemred), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

“Maklumat ini mengancam tugas jurnalis dan media, yang karena profesinya melakukan fungsi mencari dan menyebarkan informasi kepada publik, termasuk soal FPI. Hak wartawan untuk mencari informasi itu diatur dalam Pasal 4 Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers,” kata Abdul Manan

Sebelum Nikah Lagi, Din Syamsuddin Pernah Diceraikan Istri Gara gara Terlalu Sibuk

0

BOGOR DAILY-Jakarta – Din Syamsuddin alias Sirajuddin Syamsudin hari ini menikah untuk ketiga kalinya. Pernikahan keduanya dengan Novalinda Jonafrianty kandas setelah Din Syamsuddin diceraikan. Apa alasannya?

seperti dilansir detikcom dari putusan PA Jaksel, Minggu (3/1/2021), Din dan Novalinda tercatat menikah di KUA Menteng, Jakarta Pusat, pada 13 Maret 2011. Dari pernikahan itu, mereka tidak dikaruniai anak.

Din Syamsuddin menikahi Novalinda setelah istri pertamanya, Fira Baranata, meninggal dunia pada 2010. Selama 9 tahun berumah tangga dengan Novalinda, pernikahan Din Syamsuddin disebut kurang harmonis.

Novalinda, yang sehari-hari sebagai notaris, mengajukan gugatan cerai atas Din Syamsuddin pada 30 November 2020. Berikut alasan Novalinda menceraikan Din:

1. Bahwa ketentraman rumah tangga Penggugat dengan Tergugat mulai goyah pada bulan Mei 2011 setelah antara Penggugat dengan Tergugat terjadi perselisihan secara terus-menerus sampai saat ini.
2. Antara Penggugat dan Tergugat memiliki prinsip hidup dan visi misi yang berbeda dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
3. Bahwa Tergugat memiliki banyak kegiatan di luar rumah, baik kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan. Yang menyebabkan Penggugat merasa kurang diperhatikan.
4. Bahwa puncak permasalahan antara Penggugat dan tergugat terjadi pada bulan Juli 2020 yang disebabkan oleh antara Penggugat dan Tergugat terjadi silang pendapat. Sejak saat itu antara Penggugat dan Tergugat sudah pisah ranjang dan sudah tidak lagi melakukan hubungan sebagaimana layaknya suami isteri.
5. Bahwa antara penggugat dan tergugat telah berupaya mengatasi masalah tersebut dengan mengajak tergugat berbicara baik-baik tetapi tidak berhasil.
6. Bahwa dengan sebab-sebab tersebut di atas, maka Penggugat merasa Rumah Tangga antara Penggugat dan Tergugat tidak bisa dipertahankan lagi, karena perselisihan yang berkepanjangan dan sulit diatasi dan tidak dapat diharapkan lagi, maka Penggugat berkesimpulan lebih baik bercerai dengan Tergugat.

Pendaftaran gugatan cerai didaftarkan ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan (PA Jaksel) pada 30 November 2020 dan dikabulkan pada 16 Desember 2020.

“Menyatakan, Tergugat yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan, tidak hadir. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek. Menjatuhkan talak satu bain shughra Tergugat (Tergugat) terhadap Penggugat (Penggugat),” demikian bunyi putusan yang diketok dengan ketua Andi Akram serta anggota Uu Abd Haris dan Cecep Makmun.

Sepanjang sidang, Din Syamsuddin tidak pernah hadir sehingga diputus secara verstek. Majelis mengabulkan gugat cerai dengan pertimbangan:

1. Bahwa antara Penggugat dengan Tergugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran sejak bulan Mei 2011 yang disebabkan karena antara Penggugat dan Tergugat sudah tidak ada komunikasi lagi.
2. Bahwa Tergugat memiliki banyak kegiatan di luar rumah, baik kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan. Yang menyebabkan Penggugat merasa 3. kurang diperhatikan.
4. Bahwa Penggugat dan Tergugat telah pisah rumah sejak bulan Juli 2020, sejak itu tidak ada lagi hubungan keduanya sebagaimana layaknya suami isteri sampai sekarang.
5. Bahwa pihak keluarga telah berusaha merukunkan Penggugat dan Tergugat namun tidak berhasil.

Soal Harta Gono-Gini

Majelis hakim juga menetapkan harta bersama berupa rumah dan mobil Alphard.

“Menetapkan harta berupa 4.1. Sebuah rumah dua tingkat di atas sebidang tanah seluas 1014 Meter Persegi (Sertifikat Hak Milik No. -/Pondok Labu atas nama Tergugat), yang terletak di Jakarta Selatan. 4.2. Sebuah mobil sedan merek Toyota Alphard tahun 2014 adalah harta bersama Penggugat dan Tergugat,” ujar majelis.

Kini Din Syamsuddin sudah menikah lagi dengan cucu oendiri Ponoes Gontor Rashda Diana.

Khofifah Indar Parawansa Positif Covid-19

BOGOR DAILY- Kabar mengejutkan datang dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Wanita 55 tahun ini dinyatakan positif COVID-19.
Kabar ini disampaikan langsung Khofifah di akun Instagram miliknya, Sabtu (2/1/2021). Dalam keterangannya, ia mengatakan bahwa dirinya tidak merasakan gejala apapun dan tengah menjalani isolasi mandiri.

“Berdasarkan hasil swab reguler mingguan, saya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Tidak ada gejala yang saya rasakan. Saat ini, saya menjalani isolasi mandiri,” tulis Khofifah, dikutip dari Instagram @khofifah.ip, Minggu (3/1/2021).

Khofifah juga menjelaskan bahwa dirinya akan tetap menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Timur. Ia tak lupa memohon doa untuk kesembuhannya.

Di unggahan tersebut, mantan Menteri Sosial ini meminta masyarakat untuk tidak menyepelekan virus COVID-19. Ia pun mengimbau agar seluruh masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Segala tugas pemerintahan tetap bisa saya koordinasikan bersama Wagub, Sekda dan para OPD. Mohon doa, agar saya bisa segera sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya.

“Kepada seluruh masyarakat Jawa Timur, saya mohon untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia. Aamiin.”

Unggahan Khofifah Indar Parawansa ini langsung dibanjiri komentar dan doa dari masyarakat. Mereka berharap, ibu empat anak ini bisa melalui semuanya dan lekas sembuh dari COVID-19.

“Aamiin Bu.. Semoga Lekas Sembuh..dan semoga berakhir segara wabah Ini,” tulis @bi*****.

“Syafakillah Ibu Gubernur Jawa Timur..,” ujar @riz*****.

“Semoga lekas sehat bu…..dan smoga saudara² jawa timur segera bangkit dan terbebas dr covid 19 amin…..,” kata akun @fr*****.

Kabar tentang kondisi kesehatan Khofifah ini memang cukup mengejutkan publik. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan kronologi Gubernur Jawa Timur itu bisa dinyatakan positif COVID-19.

Ini Sosok Rashda Diana, Cucu Pendiri Gontor yang Nikah dengan Din Syamsuddin

BOGOR DAILY– Eks Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin akan menikah hari ini dengan cucu pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Gontor, Rashda Diana. Ini profil Rashda Diana yang resmi menjadi istri Din pagi ini. Rashda Diana lahir di Ponorogo, pada 5 Mei 1973. Rashda merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

Dia diketahui merupakan putri dari almarhum KH Imam Subakir Ahmad Bin KH Ahmad Ridwan dan almarhumah Hj Khurriyah Zarkasyi. Ayah dari Rashda Diana adalah salah satu pelopor kemajuan Pondok Modern Darussalam Gontor.

KH Imam Subakir Ahmad sendiri, merupakan putra KH Ahmad Ridwan. KH Ahmad Ridwan merupakan pendiri Ponpes Gontor.

Berdasarkan data di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat (Litapdimas) Kemenag, nama Rashda Diana tercatat sebagai lektor atau pengajar di perguruan tinggi. Rashda merupakan lektor di Universitas Darussalam Gontor, dengan bidang keilmuan Syariah dan Ilmu Hukum.

Beberapa tulisan Rashda Diana juga pernah dimuat di Jurnal Tsaqafah. Tulisan tersebut diantaranya berjudul Partisipasi Politik Muslimah dalam Pandangan Yusuf Qardhawi, Al-Mawardi dan Konsep Kenegaraan dalam Islam, dan Etika Politik dalam Perspektif al-Mawardi.

Diketahui sebelumnya, Din Syamsuddin akan menikah hari ini dengan Rashda Diana. Momen bahagia ini berlangsung di Ponpes Gontor, Ponorogo.

“Iya, mohon doanya,” ucap Din seperti dilansir detikom, Minggu (3/1/2021).

Informasi mengenai hari pernikahan deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu juga disampaikan oleh Dekan Fisipol Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma’mun Murad. Ma’mun menyebut bahwa pernikahan itu berlangsung pukul 09.00 WIB.

Materai 10.000 Dirilis Mulai Pekan Depan

BOGOR DAILY-Tarif bea meterai resmi naik mulai 1 Januari 2021 kemarin. Kini tarif bea meterai menjadi tunggal. Tarif bea meterai yang sebelumnya terdiri dari bea meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000, nantinya hanya ada bea meterai Rp 10.000 saja. Sedangkan, bea meterai lama bakal dihapus.

Demikian yang dituang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2020 tentang Bea Meterai yang merevisi UU Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai.

Pemerintah pun langsung bergegas memfinalisasi desain dan mencetak meterai Rp 10.000. Targetnya, pekan depan meterai baru tersebut siap diedarkan ke masyarakat.

“Kita memang sedang mendesain dan mencetak untuk yang Rp 10.000, mungkin dalam minggu depan kita bisa edarkan,” ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama.

Meski begitu, meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 masih bisa digunakan sampai 31 Desember 2021.

“Di dalam UU No.10 itu diberikan masa transisi juga, jadi meterai yang Rp 3.000 dan Rp 6.000 itu masih bisa dipakai selama setahun ke depan,” terangnya.

Namun, ada syarat yang melekat bila masih mau menggunakan kedua meterai tadi yakni nilainya minimal Rp 9.000. Setidaknya ada tiga cara agar kedua meterai lama bisa dipakai selama masa transisi ini.

Pertama, menempelkan berdampingan satu lembar meterai Rp 3.000 dan Rp 6.000 dalam satu dokumen yang memerlukan meterai.

Kedua, menempelkan berdampingan dua lembar meterai Rp 6.000 dalam satu dokumen yang memerlukan meterai.

Ketiga, menempelkan berdampingan tiga lembar meterai Rp 3.000 dalam satu dokumen yang memerlukan meterai

Petugas SPBU pakai Seragam Mirip Polisi

BOGORDAILY- Pemandangan unik terlihat di Pom Bensin Jakimun, Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Seorang pria mengenakan pakaian dinas mirip institusi kepolisian terlihat mengisikan bensin kepada mobil orang lain, Minggu (03/01/2020).

Hal itu sempat mengherankan pengendara lainnya, karena yang biasanya pegawai pom bensin mengenakan pakaian merah, namun saat ini mengenakan pakaian seperti dinas polisi, coklat.

Saat didekati, ternyata pria itu adalah seorang satpam dengan pakaian dinasnya yang tengah menggantikan tugas pegawai SPBU di Jakimun.

Pakaian dinas satpam saat ini memang hampir mirip seperti pakaian dinas kepolisian sesuai Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa yang ditandatangani Jenderal Idham Azis pada 5 Agustus 2020.

Dalam Perkap tersebut, ada lima jenis pakaian dinas satpam, yakni Pakaian Dinas Harian (PDH), Pakaian Dinas Lapangan Khusus (PDL Sus), Pakaian Dinas Lapangan Satu (PDL Satu), Pakaian Sipil Harian (PSH), dan Pakaian Sipil Lengkap (PSL).