Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 7603

Habib Rizieq Ogah Tandatangan Perpanjangan Masa Tahanan

BOGOR DAILY- Habib Rizieq melawan, menolak tandatangan perpanjangan masa tahanan. Eks pentolan FPI Habib Rizieq Shihab ditahan lagi selama 40 hari ke depan.

Alasan perpanjangan masa penahanan Rizieq ini dilakukan lantaran proses pemeriksaan belum selesai.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, mengatakan, sesuai dengan Pasal 24 dalam KUHP dan untuk kepentingan pemeriksaan yang belum selesai maka penahanan terhadap Rizieq diperpanjang.

“Maka masa penahanan MRS diperpanjang 40 hari terhitung mulai tanggal 1 Januari hingga 9 Februari 2021,” kata Argo dalam keterangannya, Rabu (30/12/2020).

Habib Rizieq menolak untuk menandatangani Berita Acara (BA) surat perintah perpanjangan penahanan tersebut. Namun, kata Argo, penyidik tetap menghormati keputusan Rizieq tersebut.

“Penyidik tetap membuat BA penolakan penandatanganan Sprin tahan dan BA perpanjangan penahanan,” tuturnya.

Sebelumnya, perpanjangan masa penahanan ini disampaikan oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian melalui pesan singkat kepada Suara.com. Namun Andi belum menjelaskan secara rinci mengenai alasan masa penahanan Rizieq diperpanjang.

Diketahui, Habib Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh kepolisian terkait kasus kerumunan massa di Petamburan, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Kasus itu pun kini telah diambil alih Bareskrim Polri dari Polda Metro Jaya. Rizieq sendiri ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya sejak Minggu (13/12) dini hari usai pilih menyerahkan diri.

Oleh penyidik Habib Rizieq disangkakan dengan pasal 160 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman 6 tahun penjara dan pasal 216 KUHP.

Positif Covid-19, Maia Estianty Isolasi Mandiri di Kamar Al Ghazali

0

BOGOR DAILY-Kabar tak enak datang dari Maia Estianty. Rupanya dia sempat terkena COVID-19.

Hal itu diungkapkan Maia dalam video kanal YouTubenya, Maia Al El Dul, pada Rabu (30/12/2020). Dalam video itu, mantan istri Ahmad Dhani itu mengaku telah positif virus corona sejak hari Minggu, 20 Desember 2020 lalu.

Dalam kesempatan itu, Maia mengaku hasil PCR test di angka 29. Memang hal itu di batas angka normalnya adalah 35.

“Aku ada kewajiban swab lagi sebagai juri Indonesian Idol pada hari Minggu aku divonis positif COVID-19,” kata Maia dilihat detikhot, Rabu (30/12/2020).

Sehingga usai itu, dirinya harus cuti menjadi juri Indonesian Idol. Namun tetap digantikan oleh juri lain.

“Pada akhirnya saat aku divonis positif COVID-19 aku harus cuti dari Indonesian Idol dan digantikan oleh juri-juri yang lain. Jadi kenapa aku waktu itu menghilang dari Indonesian Idol, ya karena aku kena COVID-19,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Maia Estianty tak menyangka dapat terkena virus Corona. Pasalnya di minggu sebelumnya, saat tes swab Maia dinyatakan negatif.

Padahal pada hari Kamis minggu sebelumnya test swab Maia Estianty masih dinyatakan negatif. Dia merasa hasil itu lantaran terpapar rekannya yang sudah positif COVID-19.

“Setelah itu aku analisa mungkin pada hari Kamis itu pas swab antigen. Ada salah satu temanku, yang mungkin sudah terpapar. Tapi di swab antigen tidak terdeteksi,” bebernya.

Akhirnya Ibunda Al, El, dan Dul itu memutuskan untuk menjalani isolasi mandiri. Yaitu di rumahnya tepatnya di kamar Al Ghazali, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Maia Estianty yakin dengan menjalankan isolasi mandiri di rumah. Supaya ia tidak menyebarkan lebih banyak virus ke dalam tubuhnya.

“Aku memutuskan isolasi mandiri di rumah saja. Di kamarnya Al Ghazali yang kosong ini,” jelas Maia.

Namun untuk saat ini Maia Estianty memastikan sudah sembuh. Ia mengaku telah negatif COVID-19 usai dites.

Sumber: detikhot

Bupati Puji Kerja DPRD Kabupaten Bogor Walau di Tengah Pandemi

BOGORDAILY- Dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bogor di akhir tahun 2020, Bupati Ade Yasin acungkan jempol kepada DPRD atas kinerja baiknya walau di masa pandemi.

Ade Yasin menyampaikan tahun ini lebih baik daripada tahun sebelumnya yang mana dalam tahun 2020 ini, DPRD Kabupaten Bogor hasilkan 11 perda 2 diantaranya Perda inisiatif.

“Tahun ini malah lebih baik walaupun dalam masa pandemi, kalau tahun lalu ada 9, tahun ini ada 11 Perda, 2 nya adalah inisiatif dewan,” jelasnya.

Dari 11 raperda tersebut, delapan diantaranya telah disahkan menjadi perda dan tiga raperda dalam proses fasilitasi Biro Hukum Provinsi Jawa Barat.

Atas pencapaian itu, Ade Yasin sampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Bogor yang telah berhasil memaksimalkan kinerjanya meski dalam masa pandemi covid-19.

“Saya apresiasi, disegala keterbatasan pandemi Covid-19, DPRD Kabupaten Bogor masih produktif dan menjalankan tugas-tugasnya dengan sangat baik,” pungkasnya. (Egi)

Bogor Diramalkan Hujan Petir, Tahun Baruan di Rumah Saja

BOGOR DAILY – Sepertinya alampun mendukung himbauan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor, untuk bermalam tahun baruan di rumah saja.

Dilansir dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , diperkirakan cuaca Bogor pada hari terakhir di tahun 2020 (31/12) akan tidak bersahabat.

Potensi hujan disertai petir dan angin kencang diramalkan terjadi siang hari, baik di Kota maupun Kabupaten Bogor.

Berikut ramalan dan peringatan dini cuaca 31 Desember 2020, di wilayah Bogor dari BMKG.

Kota Bogor

Pagi hari: berawan

Siang hari: hujan petir

Malam hari: hujan ringan

Dini hari: berawan

Peringatan dini: waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang dan sore hingga menjelang malam hari

Suhu: 22-29 derajat Celcius

Kabupaten Bogor

Pagi hari: berawan

Siang hari: hujan petir

Malam hari: hujan ringan

Dini hari: berawan

Peringatan dini: waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang dan sore hingga menjelang malam hari

Suhu: 22-31 derajat Celcius

(JP)

Harga Cabai Melambung Tinggi Menjelang Tahun Baru 2021

BOGORDAILY- Menjelang Tahun Baru 2021, harga cabai melambung tinggi di Pasar tradisional Kota Bogor. Hal tersebut disampaikan oleh Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor.

Harga cabai rawit merah dan hijau melambung tinggi per 28 Desember 2020 di beberapa pasar tradisional di Kota Bogor.

Hal ini disampaikan oleh Gina pada Informasi dari enumerator unit pasar dalam Laporan Kebutuhan Pokok/ Perkembangan Harga Barang Kebutuhan Pokok Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor.

Dalam laporan tersebut harga cabai rawit merah dan hijau di Pasar Baru Bogor naik dari 60.000 ke 70.000 untuk cabai rawit merah, sementara cabai rawit hijau dari 36.000 menjadi 45.000 perkilo.

Sementara itu, di Pasar Jambu Dua, cabai rawit merah dari 60.000 menjadi 75.000 dan cabai rawit hijau hampir naik 100% dari 36.000 menjadi 60.000 perkilo.

Pasar Gunung Batu sehari lebih cepat kenaikannya. Harga Cabai rawit merah dan hijau naik pertanggal 27 Desember 2020 dengan harga 70.000 ke 80.000 untuk cabai rawit merah, sementara cabai rawit hijau dari 40.000 ke 60.000 rupiah.

Menurutnya Gina, kenaikan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca. Walaupun harga-harga tersebut naik, tetapi stok kebutuhan pokok yang baik tersebut masih aman.

“Kenaikan tersebut disebabkan oleh faktor cuaca, akan tetapi stock masih aman,” pungkasnya. (Egi)

Antusias Warga Babakan Panen Raya Bersama Kadis DKPP Camat Boteng dan Lurah Babakan

BOGOR DAILY – Panen raya sayur -mayur di Kelurahan Babakan Kecamatan Bogor Tengah, Rabu (30/12/2020) disambut antusias khususnya oleh kaum ibu yang tergabung Kelompok Wanita Tani (KWT) Kenanga Kelurahan Babakan dan warga Babakan lainnya.

Panen raya penutup akhir tahun 2020 ini diikuti Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S.Rasmana, Camat Bogor Tengah Abdul Wahid, anggota Komisi 1 DPRD Kota Bogor Anna Mariam Fadillah, Lurah Babakan Mohammad Arifin, Ketua TP. PKK Kecamatan Bogor Tengah dan Ketua TP.PKK Kelurahan Babakan.

Kepala DKPP Anas S.Rasmana menyampaikan apresiasi kepada Kelurahan Babakan yang telah mencanangkan sebuah inovasi ditengah pandemi COVID-19 dalam rangka ketahanan pangan dengan nama programnya BASIPA (Babakan Siaga Pangan).

Anas menyebutkan, walaupun Kebun KWT Kenanga Babakan baru digarap 3 bulan sudah memiliki tanaman holtikultura seperti kangkung, secin, bayam dan tanaman lainnya Selain itu sudah ada budidaya lebah trigona dan budidakdamber (budidaya Ikan lele dalam ember).

“Terima kasih kepada warga Babakan. Ini sangat luar biasa untuk mendukung program Bogor Berkebun yang telah dicanangkan oleh Bapak Wali Kota Bogor,” tutur Anas.

Anas menyebutkan, sejak dicanangkan Bogor Berkebun di Kota Bogor sudah terbentuk 350 kelompok tani.

“Sebelum dicanangkan Bogor Berkebun kelompok tani di Kota Bogor tercatat sekitar 300 an, Namun setelah dicanangkan Bogor Berkebun bertambah 50 kelompok tani dalam satu bulan diseluruh wilayah Kota Bogor,” terang Anas.

Sementara itu Camat Bogor Tengah Abdul Wahid mengatakan, lahan yang telah disulap menjadi Kebun KWT ini tadinya kurang terawat.

Sejak BASIPA diluncurkan oleh Kelurahan Babakan 10 Oktober 2020 lalu, kaum ibu yang tergabung dalam KWT Kenanga bersama kaum bapak warga setempat setiap hari besemangat menggarap kebun.

Dia menuturkan, kebun itu digarap dilahan milik Kepala DPMPPA Kota Bogor Iceu Pujiati. “Ibu Iceu yang bertempat tinggal di RW 01 Kelurahan Babakan meminjamkan lahannya seluas 400 meter2 untuk dijadikan Kebun Pangan dalam.upaya mendukung Program Bogor Berkebun,” pungkasnya. (*)

Belajar Tatap Muka Tahun Depan di Kabupaten Bogor Bagaimana?? Ini Kata Disdik

BOGORDAILY- Kementrian Pendidikan sudah melayangkan izin untuk menggelar pembelajaran tatap muka pada awal tahun 2021.

Sementara Kabupaten Bogor masih diambang ketidakpastian antara mengiyakan ataupun melanjutkan pembelajaran secara virtual.

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor menyerahkan seluruhnya ke pemerintah Kabupaten Bogor untuk menentukan yang menjadi pertanyaan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Pertama kalau dari Disdik diserahkan kepada daerah. Karena peta kondisinya daerah yang tahu,” jelas Pelaksana Humas Disdik, Iqbal Rukmana.

Namun, Disdik tidak hanya menunggu keputusan Bupati, mereka berupaya jika sewaktu-waktu izin pembelajaran tatap muka di Kabupaten Bogor dilayangkan, Dinas Pendidikan sudah siap dengan segala yang telah direncanakan.

“Disdik sudah membuat SOP jadi sewaktu-waktu harus tatap muka, kita pakai SOP nya. Salah satu SOP nya sekolah yang mau mengajukan tatap muka itu harus mengajukan surat dulu ke kita,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian dengan pihak-pihak terkait guna meminimalisir terjadinya penyebaran covid-19 saat pembelajaran tatap muka diberlakukan.

“Kemarin kita sudah melakukan rapat bahwa untuk saat ini kita sedang melakukan kajian yang melibatkan tim gugus tugas dan Dinas kesehatan,” pungkasnya.(Egi)

Selamat, Hafiz/Nurholis Juarai Turnamen Mabar MBI

BOGOR DAILY – Pasangan Gendongan Hafiz/Nurholis berhasil menjuarai Turnaman Tahunan Mabar MBI 2021.

Dalam partai final Hafiz/Nurholis membungkam kandidat kuat juara Jben/Karim 42-34 (rally poin, red).

Fran Kurniawan peserta sekaligus mantan pelatnas mengatakan, hasil ini menjadi kejutan. Di mana Hafiz/Nurholis bermain cukup taktis menghadapi pasangan kuat Jben/Karim karena secara fisik dan tehnis, pasangan Karim lebih unggul.

Hal ini dibuktikan dengan menumbangkan pasangan Agung/Malin dalam partai Semifinal yang berlangsung seru.

“Selamat buat pasangan Hafiz/Nurholis keluar sebagai juara,” tukas Fran.

Turnamen ini memang bertujuan menjalin silaturahmi antar para pemain bulutangkis, dalam mengisi liburan tahun baru sekaligus mengisi hiburan.

“Antusias peminat cukup banyak, namun kami membatasi hanya 12 pasang saja,” imbuh Fran, kepada Bogordaily.net

Di tempat yang Sama JBen mengatakan, cukup puas dengan hasil yang di capai. Finish sebagai juara kedua merupakan capaian maksimal. Karena sejak awal. Walau diunggulkan keluar sebagai juara. Niatan menggelar turnamen ini sebagai ajang persaudaraan. Karena peserta nya bisa datang dari Bandung, Lampung dan , Bekasi, Tanggerang dan Jakarta.

“Karena masih dalam suasana pandemi. Peserta dari Jatim dan Jateng belum bisa berpartisipasi,” pungkas JBen, ketika ditemui seusai pertandingan. (gib)

Apa Kabar Taman Heulang Kota Bogor??

BOGORDAILY – Taman Heulang yang berada di Jl. Heulang, Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor telah ditutup, hal tersebut dilakukan agar mengurangi angka kenaikan Covid -19 di Kota Bogor.

Tutupnya Taman Heulang ini tidak membuat para pedagang kaki lima tidak patah semangat, dan tetap berjualan di sekitar taman.

“Ya mau ga mau tetap harus jualan, tapi resikonya sepi banget, jarang ada yang beli, beda waktu pas sebelum pandemi rame terus,” ucap Isak pedagang Lumpia basah di Taman Heulang.

Terlihat di sekeliling taman, adanya pembatas garis kuning dan area permainan anak yang digembok dan diberi jaring, agar masyarakat tidak bisa bermain di area tersebut.

Warga sekitar dan masyarakat tidak diperbolehkan untuk masuk ke area taman, ataupun sekedar duduk bahkan nongkrong di pinggir taman karena menjauhi adanya kerumunan.

“Kadang ada juga masyarakat yang bandel duduk di samping situ, ya paling diusir atau di nasehatin sama kita kita pedagang di sini,” ucapnya.

Ia berharap agar pandemi ini segera berakhir, dan Taman heulang yang sudah lama ditutup bisa dibuka kembali untuk umum seperti dulu.(Shandra)

Nelangsa, Kisah Amir Sopir Angkot Jasinga Akibat Covid-19

BOGORDAILY – Banyaknya angkutan kota (Angkot) di Kota Bogor merasakan dampak Covid-19 sejak adanya kebijakan work from home (WFH) dan para pelajar yang diliburkan karena pandemi ini. Salah satu supir angkot Jurusan Jasinga di Terminal Laladon mengeluh, karena pendapatan yang turun drastis dan sangat jauh dari yang sebelumnya.

“Kami supir angkot benar-benar kena dampaknya, saya pernah sehari tidak dapat penumpang, gimana untuk makan anak istri dirumah,” ucap Amir supir angkot jurusan Jasinga, Rabu (30/12/2020).

Amir mengatakan, pendapatannya sebelum Covid – 19 ia bisa membawa Rp. 250.000 ribu dalam sehari, tetapi sekarang sehari paling banyak hanya Rp. 70.000 ribu.

Ia berkata bahwa teman-temannya yang sesama supir angkot sudah banyak yang tidak beroperasi lantaran sepinya penumpang. Namun ia masih turun ke lapangan untuk menarik angkot, lantaran tidak punya pekerjaan lain.

Amir berharap agar pandemi Covid-19 ini bisa segera berakhir, sehingga ia dan sopir lainnya bisa kembali beraktivitas secara normal seperti dulu.

“Ya semoga lah, ini semua segera berakhir. masyarakat bisa naik angkot lagi, virus ini hilang, soalnya masih ada anak dan istri yang harus dikasih makan,” tutupnya. (Sandra)