Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 7643

Anas Berharap Bogor Berkebun Ikut Berperan Memulihkan Ekonomi Rakyat

BOGOR DAILY – Diawali dari Urban Farming, kini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor memiliki program untuk memulihkan ekonomi di masa pandemi saat ini yaitu, Bogor Berkebun.

Kepala Dinas Pertahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor Anas Rasmana mencetuskan program Bogor Berkebun yang berada di Jalan Raya Cipaku Blok Kampung Suka Warna No 13, Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor. Selasa (08/12/2020).

Selama pandemi ini pihaknya memiliki program paten pertahanan, untuk dampingi masyarakat yang ingin bertani terutama ibu-ibu untuk memperkuat pangan di wilayahnya.

“Banyaknya permintaan bibit tanaman dari masyarakat, kami menawarkan bibit gratis dengan syarat sudah di sah kan oleh kelurahan adanya kelompok tani, punya lahan dan dihadiri oleh kami,” ujarnya kepada bogordaily.net.

Ia menyampaikan bahwa hal tersebut bagus untuk sistem kolaborasi seluruh badan-badan penelitian pertanian, kementrian pertanian, dinas provinsi kota, dan akademisi ada ipb, lipi dan lain nya, maka dibuatlah program yaitu Bogor Berkebun. Supaya ada sistem komunikasi dari pemerintah dan komunitas.

“Dengan kegiatan ini kami ingin masyarakat yang memiliki lahan dan anak muda untuk bercocok tanam supaya meningkatkan ekonomi keluarganya,” kata Anas.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya memiliki aplikasi yang baru saja diluncurkan untuk mewadahi pertanian tersebut.

“Ada satu sistem aplikasi yang kita buat, kemarin launching di balai kota yaitu Bogorberkebun.com. Di situ ada komunitas yang ikut serta dalam bogor berkebun,” ia meneruskan.

Ia berharap adanya program ini membantu pemulihan ekonomi masyarakat kota Bogor akibat covid-19.

“Salah satu sektor yang terdampak kecil yaitu pertanian, oleh karenanya kita berharap sektor ini ikut berperan dalam pemulihan ekonomi,” tukasnya.(Ibnu)

Persiapan Pembelajaran Tatap Muka 2021, Pemkot Masih Mengkaji

BOGOR DAILY – Dunia pendidikan masih berjalan cukup stagnan selama pandemi Covid19. Meski begitu, harapan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah terus mencuat, karena kejenuhan orang tua menemani anak-anak belajar di rumah.

Peluang untuk menjalankan kembali sistem pendidikan normal pada tahun depan masih terus dikaji. Pemerintah kota (pemkot) Bogor juga tak ingin gegabah membuka sekolah kembali di tengah peningkatan kasus-kasus Covid-19, yang masih merajalela.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim

Bahkan, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menerangkan, status Kota Bogor juga terancam menjadi zona merah kembali. Lantaran jumlah pasien di rumah sakit sudah membeludak. Dedie menyebutkan, angka okupansi rumah sakit saat ini naik drastis menyentuh angka 70 persen. Jika terus belanjut, batas okupansi itu bisa kembali membuat Kota Bogor dalam status zona merah.

Baginya, membuka pembelajaran tatap muka di sekolah harus dipikirkan secara matang-matang. Apalagi, selama ini peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bogor cenderung meningkat tajam. Hanya dalam waktu tiga minggu, data dari Gugus Tugasnya merangkum hingga total 538 kasus.

“Menariknya, ketika data ini kita breakdown, ada empat kasus yang timbul dari pertemuan di sekolah. Padahal secara resmi pemerintah belum memberikan instruksi untuk membuka sekolah-sekolah,” beber jebolan magister dari Jurusan Administrasi/Kebijakan Publik FISIP UI ini.

PJJ memang biasanya diselingi dengan pertemuan di sekolah dalam jumlah terbatas. Hanya saja, tak ada kegiatan belajar mengajar selayaknya kurikulum normal. Beberapa sekolah hanya mengumpulkan tugas peserta didik karena tak semua orang tua memahami sambungan secara online.

Menurut dia, hasil dari data itu harus diperhatikan dengan mata terbuka. Artinya, belajar tatap muka harus dipersiapkan secara matang agar tidak mengorbankan anak-anak maupun guru di dunia pendidikan. Ia mencemaskan, pembukaan sekolah justru mendorong peningkatan kasus yang lebih tajam. Bisa saja penularan masif terjadi hanya dalam waktu seminggu. Sebagaimana hal yang terjadi di luar negeri, seperti Prancis dan Korea.

“Ini harus disikapi dengan bijaklah bahwa semua orang terbebani, anak-anak tidak sekolah karena ada di rumah, bahwa nanti ada lost generation, dan semacamnya, saya pikir yang seharusnya adalah bagaimana justru selama ini menyelamatkan generasi muda kita supaya tidak terpapar wabah global ini,” tegasnya.

Kendati demikian, kondisi itu bukan berarti akan berlangsung secara terus-menerus. Dedie yakin, harapan masih ada. Apalagi, pemerintah juga tengah menyiapkan vaksin sebagai salah satu solusi jangka panjang. Jika vaksin bisa terlaksana dan menunjukkan hasil yang baik, tentu saja pembelajaran tatap muka bisa terlaksana pada tahun depan.

Hal itu dibenarkan Anggota DPRD Kota Bogor, Safrudim Bima. Ia mendukung langkah pemerintah dalam mempertahankan belajar di rumah selama kondisi pandemi belum mereda. Angka kasus yang terus meningkat menjadi alasan kuat untuk menjaga keselamatan peserta didik maupun unsur dari satuan pendidikan.

“Kejenuhan orang tua itulah realitas yang dihadapi. Bukan cuma persoalan pendidikan yang terdampak pandemi. Ekonomi juga goncang. Karena realitasnya begitu, ya kita harus berkompromi. Kalau ada masalah (dengan dibukanya kembali sekolah), guru adalah orang yang paling terpojok,” tandas politikus asal PAN ini.

Ia menilai, kondisi yang ada justru seharusnya menjadi tantangan. Ia mafhum dengan PJJ, pendidikan bakal kehilangan ruhnya. Lantaran belajar daring hanya membuat pelajar memahami materi dengan basis transfer of knowledge. Sedangkan, pesan emosi dan batin tidak tersampaikan dengan baik. (*/mam)

Ramu Skenario Tatap Muka

Pembelajaran tatap muka masih menjadi pertimbangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor. Meski peluangnya tipis, skenario untuk membuka sekolah tetap dipersiapkan dengan baik.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin mengakui, keselamatan peserta didik dan semua unsur pendidikan juga menjadi hal prioritas yang harus dipikirkan. Membuka sekolah bukan serta-merta hanya karena menyikapi kejenuhan orang tua. Jauh lebih banyak dampak yang bakal diperoleh jika sekolah benar-benar dibuka.

Meskipun ia juga menyadari kurikulum pendidikan saat ini memang sudah sangat berat dijalankan di tengah pandemi. Kurikulum itu disusun untuk menghadapi situasi yang normal. Tak heran, Disdik lebih condong meminta kepada para guru untuk mengembangkan kecakapan peserta didik selama pandemi.

“Kita di dunia pendidikan juga merasakan dampaknya. Pendidikan untuk anak-anak (di tengah pandemi) lebih kepada mengembangkan kecakapan hidup, bakat, dan minat. Bagaimana kondisi anak-anak dibentuk saat ini tergantung orang tua. Hanya Disdik terus memantau agar anak-anak dan orang tua tidak stres,” ungkapnya.

Skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang ada saat ini menjadi alternatif. Keluhan masyarakat terus diantisipasi Disdik, baik dari sisi infratruktur maupun materi pembelajaran. Sembari mereka terus berupaya untuk mempersiapkan kemungkinan pembelajaran tatap muka bisa dibuka kembali, tahun depan.

“Kita sedang menyusun daftar check list di tiap-tiap bidang, PAUD, SD, maupun SMP. Itu nanti akan jadi acuan monitoring ke sekolah untuk memonitor kesiapan sekolah. Di zona hijau atau kuning, kita akan melakukan secara bertahap. Jadi, datanya dulu, nanti kita fokus kepada sekolah-sekolah yang persiapannya masih minim,” bebernya.

Standar Operasional Prosedur (SOP) sedang disusun Disdik sebelum tatap muka dibuka. SOP tersebut, kata Fahrudin, bakal dipublish besar-besaran agar siswa dan guru di tingkat satuan pendidikan siap menjalankannya. Hal itu untuk menghindari kontribusi dunia pendidikan terhadap penularan wabah Covid-19.

Sedangkan Dewan Pendidikan, Abdul Hakim pun menganggap langkah menutup sekolah selama pandemi memang sudah cukup tepat. Tak bisa dipungkiri, keselamatan peserta didik dan guru adalah hal paling utama. Hanya saja, ia berharap agar kejadian-kejadian “nikah muda” di kota dan kabupaten lain tidak melanda peserta didik Kota Bogor. (Adv)

Testimoni jelang penerapan sekolah tatap muka di Kota Bogor:

Anggota DPRD Kota Bogor Syafrudin Bima

 

“Guru Paling Terpojok. Kejenuhan orang tua itu realitas yang dihadapi. Kalau ada masalah dengan sekolah dibuka, maka guru orang yang paling terpojok,”

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin

 

“Tergantung Orangtua. Pendidikan untuk anak-anak (di tengah pandemi) lebih kepada mengembangkan kecakapan hidup, bakat, dan minat. Bagaimana kondisi anak-anak dibentuk saat ini tergantung orangtua,”

Dewan Pendidikan, Abdul Hakim

 

“Keselamatan Siswa Paling Utama
Keselamatan peserta didik dan guru adalah hal paling utama. Saya berharap agar kejadian-kejadian “nikah muda” di kota dan kabupaten lain tidak melanda peserta didik Kota Bogor,”

 

Bupati Bogor Berikan Anugerah Pajak Daerah Bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat Disiplin Wajib Pajak

BOGOR DAILY – Badan Pengelola Penerimaan Pajak Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan anugerah pajak daerah tahun 2020, bagi pegiat usaha dan masyarakat yang disiplin wajib pajak di Kabupaten Bogor dari sektor pajak, Selasa (8/12/2020).

Pemkab Bogor melalui Bappenda Kabupaten Bogor mengelola 10 jenis pajak. Di mana 10 jenis pajak telah mencapai target, bahkan menunjukan kecenderungan meningkat.

Meskipun saat ini mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Pada tahun 2018 pendapatan daerah Kabupaten Bogor termasuk 16 terbesar nasional.

Nomor dua untuk level Kabupaten/Kota, dan nomor satu untuk level Kabupaten. Di mana kontribusi PAD terhadap APBD mencapai 38,28 persen di atas rata-rata nasional 15,5 persen. Kontribusi pajak daerah PAD sebesar 70,74 persen.

Bupati Bogor Ade Yasin meminta, agar Bappenda Kabupaten Bogor terus rutin melakukan sosialisasi, tingkatkan dan perluas jangkauan serta melakukan terobosan, inovasi layanan untuk memudahkan dan memaksimalkan penerimaan pemerintah Kabupaten Bogor dari sektor pajak.

“Kita harus bergerak, menggali dan optimalkan pengelolaan untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Bogor. Karena kebutuhan pembangunan Kabupaten Bogor sangat besar,” katanya.

Ade menambahkan, tercapainya target pajak daerah tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, salah satunya apresiasi terhadap peran PHRI sebagai wadah para pengusaha hotel dan restoran, yang telah mempermudah komunikasi antara Pemkab Bogor dengan para pengusaha hotel dan restoran.

Kemudian IPPAT sebagai wadah pada notaris/pejabat pembuat akta tanah, yang perannya terhadap pajak daerah cukup besar.

“Khususnya BPHTB yang paling besar kontribusinya, lebih dari 30 persen pajak daerah berasal dari BPHTB. Peran mereka sangat besar terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah Kabupaten Bogor. Maka kami Pemkab Bogor memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya, salah satunya melalui anugerah pajak daerah ini,” tegas Bupati Bogor.

Ade Yasin melanjutkan, di samping mengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Bogor juga mempunyai sumber pendapatan lain yang cukup besar yakni, dana bagi hasil pajak dari Pemerintah Provinsi Jabar. Bahkan tahun ini peningkatan dana tersebut cukup signifikan.

“Saya juga apreasiasi kepada seluruh Pemerintah kelurahan dan desa atas kontribusinya dalam peningkatan pemungutan pajak daerah. Khususnya penerimaan PBB P2. Semoga ke depan sinergi dengan Bappenda Kabupaten Bogor dengan Pemprov Jabar semakin optimal, terutama menyangkut validasi data objek pajak dan wajib pajak. Agar bagi hasil pajak untuk kabupaten Bogor semakin tinggi,” ungkapnya.

Ia juga mengaku, sangat mengapresiasi kinerja Bappenda Kabupaten Bogor dalam pemungutan pajak. Menunjukan kecenderungan yang meningkat.

Untuk itu pihaknya meminta agar Bappenda terus melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi semua jenis pajak daerah, dan segera lakukan pendataan potensi pajak yang belum tergali.

“Khususnya terhadap PBB P2, Hotel dan villa yang belum memiliki izin. Juga parkiran penitipan motor yang saat ini sudah berkembang pesat namun belum digali secara optimal.Mohon bantuan PHRI untuk inten melaporkan kepada Bappenda atau melalui UPT Pajak,” tutupnya.(*/Egi)

Geram dengan Korupsi yang Belum Dituntaskan KPK, Iwan Fals pun Bernyanyi

0

BOGORDAILY – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Sosial Juliari Batubara atas dugaan penilepan dana bansos COVID-19 belum lama ini. Akan tetapi bukan hanya itu, rupanya Indonesia memiliki serangkaian daftar panjang kasus suap dan korupsi yang belum tuntas.

Hal itu rupanya membuat musisi Iwan Fals turut berkomentar. Dia mempertanyakan dan mengungkapkan kegemarannya terhadap kasus korupsi melalui sebuah nyanyian.

Nyanyian itu tidak berbentuk lagu yang utuh, melainkan Iwan Fals bawakan secara minimalis dengan gitar dan harmonika. Dia mengunggah video itu di akun YouTube-nya, Iwan Fals Official, dengan judul video Apakah Masih.

Sambil bernyanyi, Iwan Fals sekaligus mengajak para penontonnya berbincang. Liriknya tampak ditulis secara spontan, beberapa kali sang musisi tampak melihat ke bawah kamera, tempat ia meletakkan catatan liriknya. Penampilannya dalam video itu terasa intim dan lugas.

Sebelum bernyanyi, ia bercerita dirinya mengungkapkan ada banyak hal yang terjadi di minggu pertama Desember 2020.

“Akhir Desember ini banyak cerita ya. Sekarang pukul 11 malam. Banyak yang bilang Bang pakai harmonikanya dong, ya sudah kita pakai harmonika,” kata Iwan Fals dalam video itu.

Iwan FalsIwan Fals. Foto: Asep Syaifullah

“Ya banyak cerita nih, luar biasa nih, tapi mudah-mudahan masih dalam kontrol yang bagus lah,” sambung dia lagi.

Dia kemudian mulai bernyanyi dan menyebutkan kasus-kasus korupsi dan suap dari masa ke masa. Tidak semuanya kasus baru, akan tetapi beberapa kasus yang disebut Iwan Fals penyelesaiannya masih menggantung hingga kini.

Kasus yang ia sebutkan dalam nyanyiannya antara lain kasus bank Century, korupsi alkes (alat kesehatan), kasus proyek pembangunan Wisma Altet Hambalang, kasus e-ktp, kasus Jiwasraya dan lain-lain.

Di akhir lagu, dia juga menyinggung soal penembakan anggota ormas religi oleh oknum kepolisian.

Iwan Fals pun mengakhiri nyanyiannya dengan lirik, “Ikuti saja kemana nuranimu berbicara.”

Sebelumnya, Iwan Fals juga telah mengungkapkan kegemarannya pada kasus korupsi dana bansos yang dilakukan oleh Menteri Sosial. Hal itu dia ungkapkan dalam kicauan di akun Twitter-nya.

“Korupsi bansos rame juga ya di hp. Brengsek pandemi-pandemi gini kok tega-teganya ya,” kicau dia.

Bukan hanya melalui kicauan di Twitter, Iwan Fals juga membuat lagu tentang korupsi dana bansos COVID-19. Ia mengunggah video nyanyian berjudul + Almari.

“Salam Oi (sebutan penggemar Iwan Fals), baru kemaren menteri apa itu KKP diperiksa KPK, eh barusan baca Mensosnya sekarang yang diperiksa jadi tersangka. Korupsi Dana Bansos gitu ya, duh gimana sih, tega amat, ya udah kita genjrengin aja lagi ya,” kata Iwan Fals sebelum memulai bernyanyi.

Lurah Kebon Pedes Terus Tekan Penyebaran Covid-19, Awalnya 30 Positif Sekarang Tinggal 8

BOGOR DAILY – Lurah Kebon Pedes, Kota Bogor terus bergerak menekan penyebaran virus Covid-19 di wilayahnya dengan berbagai cara.

Erwan Siswanto Lurah Kebon Pedes mengatakan, jajarannya terus meningkatkan keamanan wilayahnya dari covid19.

Di wilayah Kebon Pedes sudah ada warga yang terkena covid, terkonfirmasi ada 30 orang bulan lalu, laporan tersebut dari Puskesmas Kebon Pedes, Karena di Kebon Pedes masuk zona 1 merah di wilayah Kecamatan Tanah Sareal.

Kelurahan punya tim pantau dari puskesmas, dan RW siaga covid di wilayah masing masing RT untuk mencegah meluasnya virus ini di setiap wilayah.

“Alhamdulillah, sekarang yang terkena covid sudah menurun dari 30 orang sekarang tinggal 8 orang. Dan 8 orang ini sedang dalam tahap pemulihan di rumah sakit,” ucap Erwan Siswanto Lurah Kebon Pedes, Selasa (08/12/2020).

Untuk yang di isolasi mandiri, kata dia, secara bergotong royong bersama masyarakat sekitar dan pengusaha menengah ke atas agar membantu yang terkena covid, memberi bantuan seperti sembako, obat obatan dan lain – lain.

“Harapan saya ke depannya, kantor kelurahan dan puskesmas direlokasi untuk kebutuhan pelayanan masyarakat biar optimal,” pungkasnya. (Ibnu)

Blunder Imam Darto soal Rp 17 M Ditanggapi oleh Darius Sinathrya

0

BOGORDAILY – Imam Darto bikin Twitter ramai. Ia disebut melakukan blunder karena mengomentari kasus dugaan korupsi Dana Bansos COVID-19.

Awalnya Imam Darto berkicau mengenai korupsi dana bantuan tersebut yang diduga dilakukan oleh Juliari Batubara, Menteri Sosial. Namun ia menyebut mungkin saja ada orang yang tidak bisa menolak mendapatkan keuntungan meski hal itu adalah sebuah hal yang tidak baik.

“Bukannya mendukung korupsi ya. Tapi di depan mata disodorin Rp17 M siapa yang nggak gentar. Point is, semua orang punya setannya masing-masing. Tinggal waktu bikin dosanya ajah. Huhuhu,” kicau Imam Darto di Twitter.

Tweet itu langsung mendapatkan respons dari banyak orang. Bahkan Imam Darto sempat masuk ke dalam jajaran trending di Twitter.

Kini, tulisan itu sudah dihapus oleh podcaster tersebut. Ia meminta maaf jika ungkapannya itu dianggap punya multi tafsir.

“Demi meredam kegaduhan yang saya sebabkan, saya minta maaf ya untuk opini saya yang multi-tafsir. Twit bersangkutan saya hapus tanda saya menarik kata-kata saya. Sekali lagi, saya minta maaf. Terima kasih,” ucap Imam Darto dalam Twitter miliknya.

Selanjutnya, Imam Darto juga memberikan penjelasan lainnya. Ia kemudian mengubah analogi dari pemikiran yang menjadi tulisan tersebut.

“Wah twitku ramai, gini bukan rasionalisasi, ganti analogi deh. Contoh berita: Seorang publik figur dengan sosok keluarga rukun dicintai jutaan orang, tiba-tiba ketahuan tidur sama Gal Gadot. Komen gue: Disodorin Gal Gadot telanjang di depan mata, siapa yang tak gentar,” ungkap Imam Darto.

Kemudian Darius Sinathrya menanggapi kicauan itu. Menurutnya mungkin memang ada kesempatan yang dimaksud Imam Darto, tapi semua pilihan kembali ke pribadi masing-masing.

“Wkwkwkwk harusnya ada batas antara gentar lalu balik badan atau gentar terus buka kolor. Batas itu pilihan, saat ada di garis batas itu integritas diuji, pilihan yang dibuat akan nunjukin dimana level integritas seseorang,” tulis Darius Sinathrya.

Suasana Petamburan Menyambut 6 Jenazah Pengikut Habib Rizieq yang Ditembak Mati

BOGOR DAILY – Markas FPI di Petamburan diwarnai dengan barikade barisan para laskar. Mereka akan menyambut kedatangan 6 Jenazah pengikut Habib Rizieq yang tewas ditembak.

Diperkirakan jenazah tiba di Petamburan pukul 19.00 WIB. Sejak pukul 18.00 WIB, Selasa (8/12/2020), laskar mulai membentuk barisan penyambutan di Jalan Petamburan III. Mereka tampak berjaga di pinggir jalan sambil mengatur lalu lintas.

“Pukul 19.00 WIB akan tiba di Markas Syariah Petamburan. Insyaallah jenazah akan tiba, berangkat dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati insyaallah pukul 18.00 WIB,” ujar salah satu laskar lewat pengeras suara seperti dikutip dari detik.com

Laskar kemudian meminta kepada warga lainnya untuk memindahkan kendaraan yang diparkir di sekitaran Gang Paksi.

“Tolong yang menaruh di Gang Paksi disingkirkan sementara. Baik yang kendaraan roda empat maupun roda dua tolong dipindahkan. Saya mohon pengertiannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, polisi menyatakan enam pengikut Habib Rizieq yang tewas tertembak sudah bisa diambil pihak keluarga selpas Magrib. Saat ini jenazah berada di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk keperluan autopsi.

“Hari ini jenazah bisa diambil keluarga di RS Polri. Kita sudah berkoordinasi dengan keluarga dan pihak pengacaranya. Mudah-mudahan setelah Magrib nanti akan diambil keenam-enamnya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Yusri menerangkan, sejak dibawa ke RS Polri pada Senin (7/12), enam jenazah pengikut Habib Rizieq tersebut masih menjalani proses autopsi oleh tim forensik. Dia memastikan, setelah tim selesai melakukan autopsi sore nanti, seluruh jenazah akan dikembalikan kepada pihak keluarga.

Atta Halilintar Beri Dukungan Saat Aurel Hermansyah Vakum Medsos

0

BOGORDAILY – Aurel Hermansyah menyatakan jika dirinya akan berhenti bermain media sosial. Ia menuliskan jika dirinya akan istrirahat dan mempercayakan akun media sosialnya pada asistennya.

Menanggapi hal tersebut kekasihnya, Atta Halilintar, pun memberikan dukungan. Ia menyebutkan jika pilihan Aurel diambil demi kesehatan mentalnya.

“Iya nggak apa-apa lah untuk kesehatan mentalnya juga kan apa-apa. Hubungan mau diatur-atur sama netizen ya jadi itu pilihan yang terbaik kan yang penting disupport terus didoain,” kata Atta Halilintar ditemui usai Rumpi No Secret, Trans TV, Mampang, Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Senin (7/12/2020).

Berbicara soal kisah asmaranya dengan Aurel, Atta pun mengaku jika kini mereka tengah mengalami Long Distance Relationship (LDR) karena putri Anang Hermansyah itu menetap di Bali sedangkan dirinya berada di Jakarta.

Meski begitu hubungan keduanya pun masih terjalin baik dan tak ada masalah meski dipisahkan jarak.

“Aku ini ya memang namanya saling bekerja sih apa ya LDR, kan namanya kerja. Namanya juga kerja, namanya juga nyari rezeki buat masa depan juga ya nggak apa-apa lah LDR,” beber Atta Halilintar.

Atta pun mengaku berniat untuk menyusul kekasihnya itu ke Bali. Namun ia juga memilki niatan untuk pergi ke Malaysia menemui keluarganya.

“Ada sih kayaknya, pokoknya ini aku kelarin kerjaan, kelar-kelar kerjaan kalau ada kesempatan dan waktu mau ke Bali kan aku juga mau ke Malaysia karena sudah lama sudah setahun nggak ketemu orang tua gitu,” imbuhnya.

Ia pun berdalih jika dirinya membutuhkan waktu untuk sendiri dan bersama-sama keluarga. Sang YouTuber tersebut mengaku bosan dengan rutinitasnya di Jakarta.

“Memang sih aku udah agak ini ya di Jakarta, agak bosan juga ya, maksudnya pengin juga kan mengambil waktu me time istilahnya bersama keluarga gitu kan. Kemarin aku juga sudah ke Bali 2 kali yah, 2 kali ke Bali sekarang tinggal mau ke Malaysia ini,” pungkas Atta Halilintar.

Staycation Akhir Tahun di Hotel Salak The Heritage

BOGORDAILY – Liburan akhir tahun masih bingung mau kemana? Hotel Salak The Heritage bisa menjadi salah satu pilihan.

Hotel yang berada di Jl. Ir. H. Juanda No.8, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor memiliki penawaran menarik untuk liburan akhir tahun.

Hotel Salak The Heritage yang sudah ada sejak tahun 1898 ini memiliki 140 kamar, yang terdiri dari standard, superior, deluxe, executive, super executive dan dua presidential suites.

Fasilitas yang ada di hotel Salak The Heritage ini sangat lengkap, dan bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Public Relation Coordinator Hotel Salak The Heritage Mega Jayanti. Foto: Shandra/bogordaily.net

“Untuk kegiatan Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) kami mempunyai 14 meeting room, dan 2 ballroom. Lalu fasilitas lainnya ada pool, kids club, sentral oleh oleh, fitness center, dan 5 restaurant & lounge,” ujar Public Relation Coordinator Mega Jayanti kepada bogordaily.net.

Dari tanggal 1 s/d 30 Desember 2020, Untuk tamu yang langsung datang reservasi ke tempat, Hotel Salak The Heritage memiliki penawaran untuk Weekdays Pine Season Package start from Rp.650.000.

“Penawaran yang kami berikan ada Pine Seasons Package yaitu, standard room yang sudah disemprotkan disinfectant, sudah termasuk buffet breakfast untuk 2 pack dan kami juga memberikan free hazelnut latte & klapertaart,” ucapnya.

Bagi yang ingin staycation selain weekdays, bisa melakukan booking untuk staytour di agent travel online yang hanya bisa dipesan saat di weekend start from Rp.735.000.

“Untuk staytour, setiap hari minggu kami ada yang namanya Alamanda tour, di mana pengunjung akan jalan-jalan ke Kebun Raya. Jadi nanti akan ada bis kebun raya yang menjemput dari jam 09.00 pagi sampai jam 11.00 siang,” lanjutnya.

Selain tour ke Kebun Raya Bogor, anak anak bisa mengikuti kegiatan kids club pada jam 08.00 pagi dan wet wet wet party pada jam 09.00 s/d 10.00 pagi.

“Kami juga ada kegiatan untuk anak anak yaitu kids club, dimana biasanya kami adakan lomba mewarnai. Sedangkan untuk wet wet wet party itu permainan air yang dilakukan di pool,” ujar Mega.

Protokol kesehatan tetap diberlakukan, dengan adanya cek suhu, handsanitizer, tempat cuci tangan di luar, dan semua yang memasuki hotel termasuk staff harus tetap menggunakan masker.

Jadi jangan khawatir, walau pandemi, Hotel Salak The Heritage telah mendapatkan sertifikat Clean, Health, Safety & Environment (CHSE) dari Dinas Pariwisata. (cj)

Gradana Menjadi Satu-satunya Perwakilan Fintech di Habitat for Humanity’s Sheltertech Asia Tenggara 2020

0

BOGORDAILYStartupplatform p2p lending pembiayaan properti Gradana diumumkan berhasil masuk sebagai salah satu finalis yang terpilih pada ajang program ShelterTech Asia Tenggara 2020 diselenggarakan olehHabitat for Humanitybersama denganVillgro Philippines pada tanggal 02 Desember 2020.

Gradana terpilih dari  lebih 100 perusahaan startup yangmendaftakan diri berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara setelah melalui seleksi penjurian ketat.  Sebagai salah satu perusahaan startup terpilih dari Indonesia dan satu-satunya perusahaan Fintech dari 10 startupyang berhasil masukketahap Innovation Accelerator, Gradana berkomitmen untuk memberikan inovasi-inovasi global yang diharapkandapat menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Asia Tenggara, sesuai dengan misi dari programSheltertech yang diselenggarakan oleh Habitat for Humanity itu sendiri .

Selain di Asia Tenggara, program ini sudah diadakan di beberapa negara lain seperti di Kenya, Meksiko dan India, yang dukung oleh Habitat’s Terwilliger Center for Innovation in Shelterdan juga para rekanannya.ShelterTechmemiliki misi untuk dapat memberikan akses bagi para perusahan startup dengan para pemangku kepentingan lain yang tergabung dalam ekosistem serta memilikipassion yang sama dalam menyediakan solusi bagi kebutuhan tempat tinggal yang terjangkau seperti investor, pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan serta tenaga ahli sebagai mentors.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019menyebutkanbahwa 43,49%keluarga di Indonesia tidak memiliki akses untuk memilikihunian yang layak, dan menurut Kementrian PUPR sejumlah 13.5 juta keluarga belum memiliki hunian.Hal tersebutdisebabkan oleh pertumbuhanpopulasi yang tidak sejalan dengan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan hunian.Ketidakmampuantersebut menyebabkan terjadinyabacklog yang cukup besar dimana terdapat 13,5 juta unit hunian, namun kurang dari 25% dari total populasiyang mampu membelinya.

Kesenjangan ini terjadi karena kurangnya akses finansial yang memadai, terle­bih hampir 60% masyarakat Indonesia bekerja pada sektor informal. Padahal setiap tahunnya kebutuhan akan hunian yang layak terus bertambah sebanyak 800 ribu unit. Gradana percaya semua orang berhak mendapatkan aksesuntuk hunian yang layak, disinilah Gradana hadir menjembatani kesejangan tersebut, dimana Gradana dapat menjadialternatif pendanaan bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian layak “Gradana telah berhasil menjawab tantangan industri properti dengan menghadirkan alternatif pembiayaan properti dimana Gradana menjembati kebutuhan pembiayaan ini dengan menggandeng masyarakat dan lembaga keuangan lainnya dengan bergabung sebagai pendana dan memberikan pembiayaan dengan metode P2P lending,” ujar Co-Founder Gradana Angela Oetama.

Saat ini Gradana telah memiliki beberapa produk, di antaranya GraDP, Grastrata, GraSewa, GraRenov dan Grakarya,. Semuanya dikembangkan untuk membuat properti lebih terjangkau bagi masyarakat baik dari sisi pembiayaan untuk pembelian, talangan sewa, maupun renovasi propertidan juga pembiayaan modal kerja jangka pendek bagi para vendor/pengusaha yang berhubungan dengan properti. Gradana juga bekerjasama dengan para pemangku kepentingan dalam ekosistem bisnis properti, seperti pengembang, agen, perusahaan interior dan renovasi, investor serta bank; sehingga dapat saling bersinergi dan menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masing-masing pihak.

Tentang Gradana

Gradana merupakan perusahaan startup proptech dan fintech yang fokus pada pembiayaan properti dan real estat. Sebagai platform layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (P2P Lending), Gradana telah terdaftar di OJK, Kominfo serta merupakan anggota AFPI dan Aftech selaku asosiasi yang membawahi P2P Lending dan Tekfin. Gradana saat ini menawarkan 4 produk yaitu: GraDP / GraStrata (untuk pembiayaan pembelian properti); GraSewa (untuk talangan sewa); GraRenov (pembiayaan renovasi dan fitting out) dan GraKarya (pembiayaan anjak piutang untuk vendor properti). Calon peminjam dapat memilih dari 4 produk tersbut untuk kebutuhan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhannya. Gradana juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan di bidang properti sebagai pendana/pemberi pinjaman dalam produk-produk tersebut, Sebelumnya Gradana juga telah mendapatkan beberapa penghargaan seperti salah satu startup pemenang Asian Entrepreneurship Training Program dari pemerintah Swiss, Best Fintech Startup mewakili Indonesia di ASEAN Rice Bowl Awards dan 10 Platform P2P Lendingterbaik versi  KPMG di Fintech Edge.