Tuesday, 21 April 2026
Home Blog Page 7762

Jeje Hilang Sejak Hari Minggu, Siapa Saja yang Menemukannya Hubungi 081210832311

0

BOGOR DAILY- Jeremy atau yang akrab dipanggil Jeje hilang saat ayahnya sedang ada pertemuan di salah satu rumah di daerah Perumahan Bambu Duri, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu sore (15/11/20). Jeje diketahui merupakan anak berkebutuhan khusu.

“Kejadiannya pada hari minggu sore jam 3 pergi meninggalkan saya pada saat lagi ada pertemuan di rumah bapa H Kemal. Dan sampai saat ini belum di ketemukan,” ungkap Jenly, ayah Jeje, Selasa (17/11/20).

Jenly menjelaskan ciri-ciri fisik anaknya yang berusia 15 tahun itu memiliki tanda bekas luka operasi di bagian kepala dan perutnya.

“Anaknya berkebutuhan khusus, ada luka bekas operasi di bagian kepala dan perutnya, badannya bongsor, jalannya jingjat dan tangan kanannya kurang berfungsi dengan baik ” kata Jenly.

Ia meneruskan saat terakhir bersamanya, Jeje mengenakan pakaian kaos hitam, celana pendek, serta memakai sendal kulit.

“Pakaian terakhir bersama saya, ia pakai kaos hitam, celana pendek, dan sendal kulit,” ia meneruskan.

Jenly berharap bagi siapapun yang menemukan anaknya yang berciri-ciri fisik dan pakaian yang disebut, segera menghubunginya.

“Saya harap, Jeje segera ditemukan. Bagi yang menemukan anak bercirikan tersebut segera langsung mengabarkan kepada saya dengan no 081210832311,” pungkasnya, penuh harap. (Egi)

Gusdurian Kabupaten Bogor Sebut Intoleransi di Kabupaten Bogor masih Tinggi

BOGOR DAILY – Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada Senin 16 November 2020 , disambut baik oleh Para Aktivis Kemanusiaan dari Gusdurian Bogor, Jemaat Katolik Tulang Kuning, Aktivis Ormas Pemuda Pancasila, BPPKB dan Benteng Bogor Raya Kecamatan Kemang, Pemuda Ahmadiyah, Para Pengasuh Pesantren Nahdatul Ulama dan beberapa pihak lainnya dengan diisi diskusi dan sharing dari para peserta Lesehan Hari Toleransi Internasional.

Dalam forum diskusi tersebut, beberapa gagasan disampaikan oleh berbagi pihak lintas agama dan lintas kepercayaan, salah satunya tingkat intoleransi Kabupaten Bogor yang masih tinggi angkanya.

“Kondisi Kabupaten Bogor masih banyak tindakan-tindakan intoleransi, Kesulitan mendirikan rumah ibadah, dan tindakan-tindakan yang membatasi hak-hak umat beragama,” Kata Sekretaris NU Tajur Halang, Aris.

Di hari Toleransi Internasional ini, ia bersama dengan pihak lainnya akan berusaha melakukan advokasi dengan pihak Pemkab Bogor agar tidak adanya hak asasi manusia yang tebang pilih, karena menurutnya, kepercayaan dan beragama adalah hak setiap warga negara.

” Guna menghapuskan arogansi atau hak-hak terbatas yang dirasakan minoritas, kami akan melakukan advokasi kepada kepemerintahan guna menyamaratakan hak umat beragama serta adil tidak berpihak pada satu kepercayaan saja,” ungkapnya

Ia berharap, Pemkab Bogor khususnya dapat berlaku adil kepada seluruh agama dan kepercayaan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Intinya, kondisi pluralisme di Kabupaten Bogor saat ini masih memprihatinkan. Kami berharap Pemkab Bogor mampu berlaku adil kepada seluruh agama dan kepercayaan di Kabupaten Bogor. Jangan menghambat mereka yang minoritas karena agama dan kepercayaan adalah hak setiap manusia,” pungkasnya.

Rizwan Putra Sule Menolak Endorse Ratusan Juta

0

BOGORDAILY – Sule baru saja resmi menikah dengan Nathalie Holscher. Pernikahan tersebut digelar pada Minggu (15/11).

Momen pernikahan tersebut digelar terbatas di sebuah restoran di kawasan Jatisampurna, Bekasi. Namun ada cerita unik yang juga mencuri perhatian selain kabar pernikahan Sule dengan Nathalie Holscher.

Cerita tersebut datang dari Rizwan, putra Sule yang ketiga. Rizwan mendadak jadi salah satu trending Google.

Gara-garanya ia dikabarkan menolak endorse dengan bayaran fantastis. Hal ini disampaikan sang kakak, Rizky Febian, belum lama ini pada Raffi Ahmad.

Saat itu, Rizwan dimintai pendapat soal ayahnya, Sule, yang bakal menikah lagi.

“Kamu pesannya buat ayah apa? Kamu senang nggak? Coba ini (ngomong) di vlog,” kata Raffi Ahmad.

Rizwan yang diminta bicara hanya bisa diam. Ia bingung kata-kata seperti apa yang mesti ia katakan.

“(Kalau A Iki) Pokoknya buat ayah, semoga ayah bahagia. Ke depannya semoga ke depannya menjadi sakinah mawaddah warahmah. Buat Rizwan, ayah ke depannya apa?” pancing Rizky Febian kepada sang adik.

“Ya sama kayak A’ Iki,” balas Rizwan singkat.

Mendengar hal itu, Rizky Febian tertawa. Ia pun buka suara soal Rizwan yang menolak endorse ratusan juta rupiah.

Ia menyebut, adiknya ini pemalu dan suka tak banyak bicara.

“Kemarin ada brand A, gede, ratusan, (dia) embung geura ieu mah (nggak mau),” beber Rizky Febian.

“Ratusan juta?” tanya Raffi lagi.

“(Iya) Embung, malu katanya era,” ungkap Rizky Febian berceloteh dalam bahasa Sunda.

“Wan atulah Wan, sudah sultan kamu teh atau apa?” kata Raffi lagi terheran-heran.

“Kamu nggak mau seratus juta?” tanya Raffi lagi menegaskan.

Mendengar pertanyaan itu, Rizwan pun dengan polos menggeleng-gelengkan kepalanya.

Presiden Jokowi Pelototi langsung Simulasi Vaksin Covid-19 di Puskesmas Tanah Sareal

0

BOGOR DAILY – Pelaksanaan simulasi vaksinasi rencananya, akan dipantau langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dari empat titik yang ditentukan, salah satunya adalah Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor.

Sehari sebelumnya, Wakil Wali Kota Bogor yang juga Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim menyebutkan, untuk simulasi harus dipetakan dahulu siapa saja yang menerima vaksin.

Untuk tahap pertama, pemerintah pusat akan melakukan uji coba di empat titik, yakni Rumah sakit di Badung Bali, RSPI Sulianti Saroso Jakarta, di Ambon dan Puskesmas Tanah Sareal Kota Bogor.

“Pemilihan Puskesmas Tanah Sareal sebagai salah satu lokasi uji coba vaksinasi merupakan suatu kehormatan bagi Kota Bogor,” katanya.

Dedie melanjutkan, Kota Bogor akan menyeleksi warga yang akan mengikuti uji coba vaksin, jumlahnya kurang lebih sekitar 350 orang.

Diutamakan para tenaga kesehatan (nakes), petugas laboratorium, petugas pemulasaraan jenazah, sopir ambulans, penggali kubur dan petugas-petugas yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Untuk pelaksanaan vaksinasi sepenuhnya tanggung jawab pemerintah pusat. Pemkot Bogor ujar Dedie adalah mempersiapkan proses simulasi, tenaga personil dan daftar warga yang akan menerima vaksin.

Satu hal yang perlu diingat adalah orang yang akan diberi suntikan vaksin harus sehat, bebas dari Covid-19 dan itu harus diuji melalui tes usap (Swab test) atau Rapid Test.

Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno sebelumnya menerangkan, sasaran vaksin adalah orang yang berusia 18-59 tahun dengan estimasi 60 persen dari keseluruhan jumlah penduduk Kota Bogor, kurang lebih ada 660 ribu sasaran. Kemudian dari jumlah tersebut akan di screening kembali.

“Yang tidak boleh diantaranya ibu hamil, yang memiliki komorbid. Ada sasaran prioritas juga, selain nakes, ada TNI/Polri dan pendidik. Untuk sasaran berikutnya adalah Satpol PP, ASN, PBI dan yang lainnya,” kata Kadinkes.

Sri Nowo Retno menjelaskan, total jumlah penduduk Kota Bogor adalah 1.112. 081 jiwa, sedangkan jumlah penduduk yang berusia mulai dari 18 hingga 59 tahun yang merupakan sasaran vaksin ada sekitar 691.934 jiwa.

Sedangkan jumlah tenaga kesehatan (nakes) atau non nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan jumlahnya mencapai 8.925 jiwa. “Intinya vaksin akan diberikan secara bertahap sampai tahun 2022,” pungkasnya.

Berdasarkan alur proses vaksinasi, sebelumnya warga akan diberi nomor antrean untuk menunggu panggilan, warga diharapkan mengisi form yang ada dalam aplikasi Vaksinku.

Selanjutnya pendaftaran, screening, vaksinasi. Setelah selesai, warga yang diberi suntikan vaksinasi diharuskan menunggu selama 30 menit untuk melihat efek pasca vaksinasi.

Jika ada efek dimasukkan ke ruang KIPI (ruang khusus pasca vaksinasi). Jika tidak ada, langsung pulang.

Liverpool Krisis Bek, Joel Matip Malah Diincar Barcelona

0

BOGORDAILY – Lini belakang Liverpool tengah keropos akibat badai cedera. Ujian The Reds semakin bertambah dengan kabar Joel Matip menjadi incaran Barcelona.

Bek-bek Liverpool satu per satu bertumbangan di awal musim 2020/2021. Tercatat ada empat pemain bertahan yang mesti absen lantaran dibekap cedera.

Virgil van Dijk dan Joe Gomez dihantam cedera lutut dan harus menepi dalam waktu lama. Trent Alexander-Arnold mengalami masalah betis, sementara Andrew Robertson bermasalah dengan hamstringnya saat menjalani laga internasional bersama Skotlandia pekan lalu.

Keroposnya lini belakang Liverpool turut ditambah dengan cederanya Fabinho, gelandang jangkar yang biasa diplot sebagai bek dadakan. Alhasil, The Reds hanya menyisakan Joel Matip sebagai bek senior di skuadnya.

Di tengah masalah yang menghantam barisan pertahanan Liverpool, muncul lagi satu ancaman baru. Melansir Daily Star, Matip dilaporkan menjadi pemain bidikan Barcelona di bursa transfer musim dingin.

Ronald Koeman selaku pelatih Barcelona dikabarkan ingin menambah kekuatan di posisi bek tengah agar bisa dirotasi pada paruh kedua musim. Saat ini, Blaugrana hanya mengandalkan Gerard Pique, Clement Lenglet dan Ronald Araujo di sektor tersebut.

Barcelona sebenarnya menjadikan Eric Garcia sebagai transfer prioritas di bursa musim dingin ini. Namun, Los Cules akan mengalihkan targetnya ke Matip apabila bek Manchester City itu gagal diboyong ke Camp Nou.

Selain Eric Garcia dan Joel Matip, Barcelona kabarnya turut memantau dua bek Liga Inggris lainnya. Keduanya yakni Antonio Rudiger dari tim Chelsea, serta Shkodran Mustafi (Arsenal).

Satgas Covid-19 Jabar Terus Telusuri Pelanggaran Protokol Kesehatan di Megamendung

BOGOR DAILY – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor untuk menelusuri dan menindaklanjuti dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat terjadi kerumunan dalam penyambutan dan kegiatan Habib Rizieq Shihab di Kabupaten Bogor, akhir pekan kemarin.

“DKI Jakarta bisa langsung oleh Satpol PP Provinsi, tapi kalau di Jabar ada Satpol PP kabupaten/kota yang langsung bisa memberikan tindakan sesuai tupoksinya,” kata Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, Selasa (17/11/2020).

Ade mengatakan pihaknya pun belum sempat menerima laporan tersebut sebelumnya, bahkan baru menerima laporannya dari media massa.

“Saya tahu ada acara Habib Rizieq Shihab juga karena berita koran, tidak ada informasi atau laporan akan ada kegiatan Habib Rizieq Shihab di Megamendung sebelumnya,” katanya.

Di sisi lain, ujarnya, Satpol PP Kabupaten Bogor telah berupaya menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan di Megamendung ada dalam wilayah kewenangan Satgas Kabupaten Bogor. Info dari Satpol PP Kabupaten Bogor, yang dilakukan berupa pengamanan sesuai protokol kesehatan,” katanya.

Hal serupa pun dikatakan Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat Daud Achmad.

Pihaknya mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor adalah pihak yang berwenang melakukan penegakan protokol kesehatan di wilayahnya.

“Silakan konfirmasi dulu ke Satgas Kabupaten Bogor, karena kewenangannya ada di Satgas Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Begini Skema Simulasi Vaksin Covid-19 di Kota Bogor Besok

0

BOGOR DAILY -Pemerintah Kota Bogor tengah bersiap dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19, dengan membuat beberapa skema. Nantinya dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan mendahulukan kelompok prioritas dengan pertimbangan risiko kesehatan lebih tinggi.

“Sasarannya orang yang berusia 18-59 tahun dengan estimasi 60 persen dari total jumlah penduduk Kota Bogor. Yang tidak boleh di antaranya ibu hamil, yang memiliki komorbid,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Selasa (17/11/2020).

Nantinya, sebanyak 660 ribu vaksin dengan sasaran penerima diprioritaskan. “Tenaga kesehatan, TNI/Polri, tenaga pendidik, petugas laboratorium, petugas pemulasaraan jenazah terinfeksi Covid-19, sopir ambulans, penggali kubur dan petugas-petugas yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kota Bogor,” jelas Sri.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim, menuturkan, pihaknya telah menyiapkan infrastruktur pendukung, jalur distribusi, dan interval pemberian vaksin di Puskesmas Tanah Sareal, yang ditunjuk sebagai lokasi vaksinasi Covid-19.

Selain itu, juga melakukan pelatihan dan beberapa kali simulasi kepada tenaga kesehatan, tenaga keamanan dan relawan yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19. “Senin kemarin kita lakukan simulasi vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal. Jumlahnya kurang lebih sekitar 350 orang,” kata Dedie.

Dedie menuturkan, pelaksanaan simulasi merupakan bagian dari persiapan jelang vaksinasi yang dilaksanakan pemerintah pusat dalam waktu dekat ini.

Simulasi kembali dilaksanakan Rabu besok dan dijadwalkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Jadi orang yang akan disuntik vaksin harus sehat, bebas dari Covid-19 dan itu harus diuji melalui tes usap atau rapid test,” jelas dia.

Namun demikian, keberhasilan dalam menangani pandemi ini bergantung kepada seluruh elemen masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan senantiasa menerapkan 3M.

“Semakin disiplin masyarakat patuh, maka semakin efektif penanganan pandemi Covid-19,” tutupnya.

Oma Nathalie Holscher Tahan Tangis Menjelaskan Pernikahan Cucunya dengan Sule

0

BOGORDAILY – Sule resmi menikahi Nathalie Holscher pada Minggu (15/11/2020). Acara tersebut dihadiri kedua keluarga dari mempelai.

Salah satu yang ikut hadir dan menyaksikan prosesi sakral itu adalah Hetty, nenek dari Nathalie Holscher. Ia mengaku ikut lega karena pernikahan berjalan lancar.

“Sudah (lega). saya sih bersyukur saja yang terbaik pasti Tuhan kasih. Tadi nggak hujan kan ya, semua berjalan dengan lancar,” ujar Hetty di Tsamara Resto, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/11/2020).

Wanita yang dipanggil Oma itu bahkan hampir meneteskan air matanya ketika menjelaskan soal pernikahan cucunya tersebut.

“Sangat (terharu), saya waktu peluk Nathalie tadi banyak suka cita. Saya peluk sule juga sama,” katanya sambil menahan tangis.

“Yang mereka idamkan sudah menjadi satu kenyataan ya,” tambah Hetty menjelaskan.

Sule tampak tersenyum usai ijab kabul dan saat pembacaan doa. Kelegaan tampak di wajahnya. Nathalie pun terlihat lega dan bahagia. Keduanya tersenyum dan tertawa.

Hubungan Sule dan Nathalie Holscher telah berlangsung sejak beberapa lama. Berawal dari perkenalan mereka saat dipersatukan di sebuah proyek acara televisi, hubungan keduanya berlanjut ke kolaborasi YouTube.

Dari situ kemudian keseriusan Sule dalam menjalani hubungan dengan Nathalie Holscher terlihat. Nathalie pun tampak menanggapi niat Sule dengan positif.

Nathalie Holscher mulai melakukan beberapa perubahan salah satunya menghapus tato yang terlukis di badannya.

Tidak berhenti sampai di situ saja, Nathalie Holscher pun pindah agama. Dalam pengakuannya, Sule memberikan bimbingan ketika Nathalie hendak menjadi mualaf. Meski sebelumnya isu tak sedap sempat pula mengikuti peristiwa ini.

Sejak mulai berhubungan serius, Nathalie Holscher tidak ketinggalan mendekatkan diri pada anak-anak Sule. Dia diterima dengan baik oleh Rizky Febian dan saudara-saudaranya. Sebelum menikah Sule juga sempat mengajak Nathalie Holscher untuk berziarah ke makam istrinya, Lina Jubaedah, sekaligus meminta restu.

Banjir Penolakan RUU Larangan Minuman Beralkohol dan Alasan di Baliknya

BOGORDAILY – Usulan Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Larangan Minol) kembali dibahas di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI pada Selasa (10/11). Salah satu pengusul, anggota Fraksi PPP Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, pengusul RUU tersebut tidak hanya berasal dari Fraksi PPP, melainkan juga ada anggota Fraksi PKS dan Fraksi Gerindra.

Illiza menyebutkan beberapa alasan PPP mengusulkan RUU larangan minol. Pertama dia meyakini larangan minuman beralkohol merupakan amanah konstitusi dan agama, pasal 28H ayat 1 undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 (UUD 1945) yang berbunyi, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, dan berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Selain itu, alasan lain adalah larangan dalam agama islam. “Al-Qur’an juga menyebutkan dalam surat Al-Maidah (90-91) yang artinya, wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk berhala), dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung,” terangnya.

Illiza mengklaim, RUU ini bertujuan melindungi masyarakat dari dampak negatif, menciptakan ketertiban, dan ketentraman di masyarakat dari para peminum minuman beralkohol, selain itu adanya RUU ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya minuman beralkohol.

“Sejumlah poin usulan norma larangan minuman beralkohol. Di antaranya, setiap orang yang memeluk agama Islam dan agama lainnya dilarang untuk memproduksi, memasukkan, menyimpan, mengedarkan, dan/atau menjual dan mengkonsumsi larangan minuman beralkohol golongan A, golongan B, golongan C, minuman beralkohol tradisional, dan minuman beralkohol campuran atau racikan yang memabukkan,” terangnya.

Alasan lain, Illiza menyatakan saat ini minuman beralkohol belum diatur secara spesifik dalam bentuk UU. Sebab, saat ini hanya dimasukkan pada Kitab Undang–Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan pasal yang sangat umum dan tidak disebut secara tegas oleh UU.

Penolakan Pengusaha

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bidang Hubungan Antarlembaga, Bambang Britono, angkat bicara soal rencana pemerintah untuk melarang konsumsi minuman beralkohol dalam RUU Minuman Beralkohol. Menurutnya, hal tersebut bisa mengubah wajah Indonesia yang terkenal menyuguhkan destinasi pariwisata kelas dunia.

Menurutnya, pembahasan RUU ini sudah ramai diperbincangkan di media asing. Hal itu tentu akan berdampak kepada kedatangan wisatawan mancanegara yang rata-rata memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Pihaknya berharap diskusi mengenai RUU ini tidak berkepanjangan. Sebab, Indonesia masih harus berjuang menarik wisatawan untuk bertandang dan berlibur di sini usai Corona.

Apalagi, pengadaan alkohol sendiri sebenarnya sudah diatur dengan ketat dari hulu ke hilir. Bahkan sudah ada regulasi jelas jika terjadi penyalahgunaan.

“Jadi kami dari PHRI menolak RUU tersebut karena menurut kami ini kontraproduktif dengan rencana industri pariwisata, yang sebelum Covid-19 digadang-gadang menjadi penyumbang (devisa) terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Umum DPD HIPPI DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, menegaskan rencana pembahasan RUU Larangan Minuman Beralhokol tak tepat di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Sebab, dunia usaha sangat memerlukan iklim usaha dan investasi yang kondusif termasuk dari sisi kebijakan.

Dia mengingatkan keterlibatan industri minol dalam perekonomian nasional sudah cukup lama, hampir mencapai satu abad. Selain itu, industri ini juga memiliki investor dunia.

Sarman mengungkapkan kontribusi industri minol juga nyata. Baik dari sisi pajak maupun cukai alkohol yang mencapai Rp 6 triliun setahun.

Tenaga kerja mencapai 5.000 orang ditambah industri penunjang seperti pertanian, logistik, industri kemasan, distribusi dan jasa perdagangan, jasa hiburan, rekreasi, pariwisata dan budaya.

“Kami sangat mendukung kalau minol ini diatur dan diawasi sehingga edukasi dan informasi kepada masyarakat selalu konsisten dilaksanakan akan bahaya penyalahgunaan minuman beralkohol,” tuturnya.

Selain itu, jika nantinya dalam RUU ini kesannya melarang maka dikawatirkan akan terjadi praktik masuknya minol selundupan yang tidak membayar pajak, maraknya minol palsu yang tidak sesuai standar pangan serta maraknya minol oplosan yang membahayakan konsumen.

Penolakan Pemda

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendesak agar wacana soal akan ditetapkannya rancangan undang-undang larangan minuman beralkohol dikaji kembali oleh Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat. Alasannya karena akan mematikan ekonomi perajin dan sosial budaya masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu.

Kepala Biro Humas Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marius A Jelamu mengatakan, minuman beralkohol tradisional di NTT seperti Sopi merupakan salah satu komoditas ekonomi, sosial dan budaya.

“Sehingga kalau dilarang otomatis hal ini akan mematikan ekonomi perajin dan mematahkan budaya masyarakat NTT yang selama ini secara turun temurun sering digunakan dalam adat istiadat,” katanya.

Tak hanya itu bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur khususnya di NTT selama ini menjadikan minuman alkohol tradisional sebagai pemasukan untuk peningkatan ekonomi. Dari hasil jual minuman keras itu, para orang tua atau perajin minuman keras membiayai sekolah hingga kuliah anak mereka sampai kemudian mendapatkan pekerjaan yang laik.

Menurut Felix selama ini minuman beralkohol sudah menjadi kearifan lokal tersendiri dan menjadi penyambut para tamu yang datang ke suatu daerah.

“Sudah pasti pemerintah NTT menolak hal ini. Oleh karena itu perlu dikaji kembali. Jangan menyamakan budaya di daerah pulau Jawa dengan daerah Timur Indonesia, karena sudah pasti banyak perbedaannya,” ujarnya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) menilai, regulasi tersebut bisa berdampak pada sektor pariwisata di Kota Solo. Selama ini, lanjut dia, minuman beralkohol hanya disediakan di tempat-tempat tertentu, seperti hotel berbintang, kafe dan bar. Menurutnya, banyak wisatawan yang biasa mencari minuman beralkohol.

“Kalau jadi, dampaknya kepada yang mau ke hotel, wisatawan yang butuh minuman alkohol. Saya yakin akan berpengaruh ke kunjungan wisata,” ujar Rudy.

Lagi-lagi Ada Mayat Bayi Dibuang, Kali Ini Jasadnya di Tumpukan Sampah

BOGOR DAILY – Penemuan mayat bayi laki-laki di tumpukan sampah yang berada di kolong Kali Sukun Gede, Cilebut, menggegerkan warga Cilebut.

Lokasi penemuan mayat itu persis di bawah kolong jembatan yang berada di depan perumahan Cilebut Residence 1, Desa Cilebut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Sukaraja Kompol Ari mengonfirmasi kebenaran peristiwa tersebut.

“Benar. Kami sudah melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut dengan membawanya ke RS Kramat Jati untuk di lakukan otopsi,” kata Ari di Sukaraja, Selasa (17/11/2020).

“Kasus  penemuan mayat ini masih dalam proses penyelidikan,” imbuhnya.

Ari menjelaskan, penemuan bayi tersebut berawal dari laporan Efendi  (35 tahun) yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

“Tadi pagi Efendi sedang  mencari rongsokan di bawah jembatan  perumahan Cilebut Residence. Ia menduga ada sebuah boneka yang terhalang tumpukan sampah plastik,” jelasnya.

Melihat hal tersebut, Efendi pun mencoba memastikan lagi  bahwa yang dilihatnya adalah boneka.

Namun tanpa di duga yang dilihat Efendi  seorang mayat bayi.

Terkejut dengan penemuan bayi tersebut, Efendi pun melaporkan kejadian itu ke pihak RT setempat, dan langsung meneruskan laporan penemuan mayat tersebut ke Polsek Sukaraja.

“Polsek Sukaraja yang menerima laporan adanya penemuan mayat pun langsung mendatangi lokasi penemuan mayat tersebut untuk langsung di lakukan olah TKP,” papar Ari.

Dari Hasilnya  Olah TKP yang di lakukan pun di dapati Seorang mayat bayi laki-laki berumur sekitar 1 tahun yang sudah mulai membiru.

“Selanjutnya Polsek Sukaraja di bantu warga pun langsung mengevakuasi jasad bayi tersebut,” pungkas Ari.