Friday, 8 May 2026
Home Blog Page 7964

Hari Ini, Pengguna KRL Wajib Pakai Masker Kain 3 Lapis-Medis

0

BOGORDAILY – Sekarang adalah hari pertama penerapan kewajiban menggunakan masker yang efektif mencegah droplet di dalam Kereta Rel Listrik (KRL). Masker scuba tidak boleh lagi digunakan di dalam KRL.

“Mulai Senin (21/9) KCI mewajibkan seluruh penggunanya untuk memakai masker yang terbukti efektif dalam mencegah droplet atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung,” ujar VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba, dalam keterangannya, Jumat (18/9) lalu.

PT KCI mengajak para pengguna KRL menggunakan masker dengan cara yang tepat, yakni menutupi hidung dan mulut sampai ke dagu.

Masker scuba atau buff termasuk masker satu lapis, bukan masker tiga lapis. Memang aturan yang mulai diterapkan hari ini tidak menyebut soal pelarangan masker scuba. Namun sebelumnya, PT KCI telah melakukan sosialisasi kepada pengguna KRL agar menghindari pemakaian masker buff dan masker scuba.

“Hindari pemakaian masker scuba atau buff yang hanya 5% efektif dalam mencegah risiko terpaparnya akan debu, virus, dan bakteri,” tulis Instagram @commuterline, ditengok sejak Selasa (15/9) pekan lalu.

Sidak ke Rumah Makan dan Resto, Bima Arya Klaim Ada Penurunan Pengunjung

0

BOGOR DAILY-Kota Bogor hingga saat ini belum beranjak statusnya dari zona merah Covid-19. Wali Kota Bogor Bima Arya pun memastikan akan lebih gencar inspeksi mendadak protokol kesehatan.

Kali ini bersama Unit Pengawasan atau Tim Elang, Bima Arya melakukan sidak ke sejumlah rumah makan dan kafe yang biasa banyak dikunjungi warga, baik dari dalam maupun luar Kota Bogor terutama di akhir pekan. Sidak awal dengan menyisir kawasan Pajajaran Indah, Bogor Timur.

Sejumlah rumah makan dan kafe di sepanjang jalan ini di cek terlebih dahulu fasilitas penyediaan protokol kesehatan di pintu masuk, yakni cek suhu dan tempat cuci tangan maupun hand sanitizer. Bahkan, beberapa resto melakukan penyemprotan cairan desinfektan usai meja tersebut dipakai pengunjung sebelumnya.

Kemudian Bima Arya bersama Tim Elang melihat kondisi di dalam rumah makan tersebut untuk memastikan kapasitas pengunjung. Sesekali Bima Arya berdialog menanyakan asal daerah para pengunjung yang tengah menikmati hidangan. Rata-rata pengelola tertib dengan membatasi maksimal 50 persen pengunjung.

Sidak Bima Arya bareng Tim Elang dilanjutksn ke kafe di kawasan Bina Marga hingga kawasan Pandu Raya. Namun, saat tim melintas di simpang Bogor Permai, sebuah pusat jajanan pinggir jalan tampak padat. Tim pun berhenti untuk memberikan peringatan kepada para pedagang.

“Pemantauan kami dari pagi sampai sore kondisi akhir Minggu ini relatif lebih sepi. Restoran-restoran tertib. Hanya satu ini saja (Es Sekoteng Boper) yang tadi ramai, resto yang lainnya dibatasi hingga 50 persen, protokol kesehatan cukup berjalan,” kata Bima arya.

“Di warung-warung seperti ini juga saya minta diperhatikan itu. Karena tadi dempet semua, ngumpul semua,” ucapnya lagi.

Bima mengatakan, temuan ini akan menjadi catatan Tim Elang untuk kemudian dilaporkan kepada Satpol PP untuk diberikan tindakan. Sesuai aturan, mereka yang melanggar akan disanksi.

“Ada sanksi teguran hingga denda, tergantung pelanggarannya. Tapi secara keseluruhan Kota Bogor hari ini relatif sepi,” ucapnya.

Total Pasien Sembuh di Kota Bogor capai 692 Orang

BOGIR DAILY-

Jumlah pasien Covid-19 di Kota Bogor mengalami penambahan.   Tercatat pada 20 September 2020, jumlah pasien sembuh sebanyak 692 orang dari 1.025 orang yang terkonfirmasi positif.

Data terbaru menyebutkan, kasus positif Covid-19 pada Minggu (20/09/2020) terjadi penambahan sebanyak 17 orang, sembuh 37 orang, dan dalam pengawasan 20 orang.

“Dengan demikian, total kasus positif di Kota Bogor betambah menjadi 1.025 dengan rincian meninggal 39 orang, selesai isolasi/sembuh 692 orang, dan masih sakit 294 orang,” ucap Juru Bicara Pemkot Bogor untuk Siaga Corona, Sri Nowo Retno, dalam keterangan pers tertulisnya, Minggu (20/9/2020).

Ia menambahkan, untuk kasus suspek hingga saat ini mencapai 2.608 orang, meninggal 45 orang, discarded atau selesai 2.371 orang, dan masih sakit 192 orang.

“Adapun penambahan kasus suspek hari ini 6 orang, yang sembuh/selesai bertambah 1 orang, pindah ke konfirmasi 1 orang, dan meninggal tidak ada penambahan,” ujar dia

Proyek Rel Ganda Libatkan Tenaga dari Warga Lokal

0

BOGIR DAILY- Kementrian Perhubungan (Kemenhub)  turut menggandeng warga setemoat dalam pengerjaan proyek jalur rel ganda Bogor-Sukabum. Sedikitnya, 300-an warga sekitar sebagai pekerja.

Direktur Prasarana Perkeretaapian Kemenhub, Heru Wisnu Wibowo, mengatakan  program padat karya Kemenhub didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 73 tahun 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Program Padat Karya di Lingkungan Kemenhub.

“Saat ini yang dikerjaan pada sesi I, Bogor-Cicurug sejauh 26,7 kilometer (km),” katanya.

Heru menjelaskan, proyek pembangunan jalur rel ganda Bogor-Sukabumi sejauh 26,7 km ini ditargetkan selesai pada Agustus 2021. Sedangkan, program padat karya pada pembangunan jalur rel ganda tersebut, saat ini sekitar 300-an orang dengan waktu kerja rata-rata sekitar enam bulan.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kemenhub, Erni Basri, menambahkan, pada pembangunan jalur rel ganda Bogor-Sukabumi ada beberapa jenis pekerjaan, mulai dari tenaga terampil sampai tenaga tidak terampil. “Pekerjaan tenaga tidak terampil ini dengan memberdayakan masyarakat sekitar,” kata Erni.

Kegiatan padat karya ini, kata dia, merupakan program pemerintah untuk membantu masyarakat sekitar lokasi proyek agar bisa berkontribusi dalam pembangunan perkeretaapian. Di sisi lain, Erni menjelaskan, kegiatan padat karya ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, meningkatkan pertumbuhan ekonomi rakyat, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Program padat karya ini ditujukan bagi warga pengangguran, setengah pengangguran, penduduk miskin dan stunting yakni penduduk yang memiliki balita bermasalah dengan gizi,” katanya.

Erni menjelaskan, program padat karya ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 300-an orang yang tersebar di 30 titik di seluruh lokasi proyek jalur ganda Bogor–Sukabumi. “Rinciannya adalah18 titik di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, serta 12 titik di kota Bogor,” katanya

Hari Ini Bima Arya Launching WiFi Publik dan Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh. Cek Lokasi dan Teknisnya!

0

BOGOR DAILY – Walikota Bogor akan melaunching Pedoman Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) & Wifi Publik, hari ini Senin, 21 September 2020. Kegiatan akan diousaykan di RW16/4, Kelurahan Tegalgundil.

Namun demikiam ada sejumlah lokasi yang akan dijadikan pusat kegiatan tersebut.

Berikut titik lokasi dan tatacara acara tersebut:

1. LOKASI

– Lokasi di 50 titik Se-Kota Bogor, dimana akan ada 1 lokasi utama yang dihadiri oleh Walikota & Ketua DPRD (info lokasi akan disampaikan oleh Diskominfo).
– Diutamakan lokasinya diluar ruangan (taman, halaman parkir atau tempat lainnya). Jika berada didalam ruangan agar memiliki jalur ventilasi yang maksimal.

2. PESERTA
A. Tamu VVIP dilokasi utama :
– Walikota
– Ketua DPRD
– Ka Disdik
– Ka Diskominfo
– Kabag Pem
– Founder PRPMD
– CEO Kelas Pintar
– Camat setempat
– 1 orang Ketua RW Siaga setempat
– 5 Siswa SMP Kelas 3.
– 6 orang Kepala PAUD, SD & SMP (Negeri & Swasta).
– Media

B. Tamu VIP dilokasi lain :
– 49 Anggota DPRD
– Camat
– Lurah

C. Tamu lainnya disetiap lokasi :
– 5 Siswa SMP Kelas 3.
– 6 orang Kepala PAUD, SD & SMP (Negeri & Swasta).
– 1 orang Ketua/Perwakilan RW Siaga.

D. Ketentuan Jumlah Peserta On The Spot :
– Maksimal 30 orang : jika lokasi di RW Non Zona Merah.
– Maksimal 10 orang : jika lokasi di RW Zona Merah.

E. Pembagian Peserta :
– Tamu VVIP akan berada di satu lokasi utama.
– Tamu VIP akan menyebar di 49 lokasi lain.
– Tamu lainnya akan menyebar di 50 lokasi.

3. SUSUNAN ACARA
A. Acara berlangsung serentak secara mandiri pada pukul 10.00 wib di 50 lokasi. Namun pada pukul 10.30 wib akan berlangsung Pengajaran dengan materi PPKN oleh Walikota & Ketua DPRD melalui Zoom Meeting kepada siswa SMP Kelas 3 di 49 lokasi.

B. Susunan Acara di Lokasi Utama :
– 10.00 – 10.02 : Pembukaan oleh MC.
– 10.03 – 10.05 : Doa
– 10.05 – 10.10 : Sambutan Founder PRPMD
– 10.10 – 10.15 : Sambutan CEO Kelas Pintar
– 10.15 – 10.20 : Sambutan Ketua DPRD
– 10.20 – 10.25 : Penyerahan Buku Pedoman PJJ dari Walikota kepada Ka Disdik.
– 10.25 – 10.30 : Sambutan Walikota sekaligus launching Wifi Publik (aktivasi zoom di 50 lokasi).
– 10.30 – 10.55 : Penyampaian materi PPKN oleh Walikota & Ketua DPRD melalui zoom.
– 10.55 – 11.00 : Penutupan oleh MC.

C. Susunan Acara di 49 Lokasi Lain :
– 10.00 – 10.05 : Pembukaan oleh MC (MC disediakan oleh kecamatan)
– 10.05 – 10.10 : Doa
– 10.10 – 10.20 : Sambutan Camat/Lurah
– 10.20 – 10.30 : Sambutan Anggota DPRD sekaligus launching Wifi Publik (aktivasi zoom).
– 10.30 – 10.55 : Penyampaian materi PPKN oleh Walikota & Ketua DPRD melalui zoom.
– 10.55 – 11.00 : Penutupan oleh MC.

4. KEBUTUHAN DISETIAP LOKASI :
– MC dan pembaca doa
– Jaringan internet
– Layar/TV dan kamera untuk online
– Sound system dan perlengkapan lainnya

5. PROTOKOL KESEHATAN :
Pada setiap lokasi wajib menerapkan protokol kesehatan sebagai berikut :
– Memakai masker dan menjaga jarak minimal 1 meter.
– Mengecek suhu tubuh, jika suhu tubuh diatas 37° C maka dilarang mengikuti acara.
– Tersedia tempat cuci tangan atau hand sanitizer.
– Mengisi buku tamu, untuk memudahkan tracing jika terjadi hal yang tidak diinginkan dikemudian hari.
– Tidak boleh ada kerumunan disekitar lokasi acara.
– Melaksanakan Ketentuan Jumlah Peserta On The Spot.
– Melarang untuk mengikuti acara : anak dibawah 5 tahun, lansia diatas 60 tahun dan ibu hamil. (*)

Jalin Silaturahmi, DPRD hingga Kades Mancing Bersama Saat Pandemi

BOGOR DAILY – Jurnalis Bogor Barat (JBB) mengadakan acara “Mancing Bareng” ke-2 di Villa Angkasa, Cimayang 2, Pamijahan Bogor dengan dihadiri oleh beberapa Dewan, Camat, hingga Kepala Desa di Kabupaten Bogor demi membangun sinergitas antara pemerintah yudikatif, eksekutif, dan legislatif.

Walaupun dalam masa pandemi, panitia tetap melaksanakan silaturahmi dengan protokol kesehatan: social distancing dan memakai masker untuk semua peserta.

Ivan Pramudia, Camat Dramaga, panitia di acara ini menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan demi menjaga sinergitas agar selalu terjalin keharmonisan di Kepemerintahan Kabupaten Bogor.

“Acara mancing bareng ini tidak lain hanya untuk menjaga sinergitas di pemerintahan kabupaten Bogor supaya tidak ada kesalahpahaman satu sama lainnya” Ujarnya

Ruhiat Sujana, DPRD dapil 4 Kabupaten Bogor, mengapresiasi dan berharap acara seperti ini dapat mempererat silaturahmi antar kelembagaan sehingga terbangun sinergitas untuk pembangunan di wilayah Bogor Barat.

“Saya atas nama wakil rakyat asal dapil 4 Bogor Barat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh rekan-rekan media yang tergabung dalam wadah Jaringan Bogor Barat (JBB) mudah-mudah dengan kegiatan ini bisa mempererat silaturrahmi antar kelembagaan antara eksekutif, legislatif dengan insan pers sehingga terbangun sinergitas dalam rangka pembangunan di wilayah Bogor Barat” Ucapnya. (egi)

Satpol-PP Kabupaten Bogor Disemprot Komnas HAM : Borgol Itu Untuk Tindakan Pidana

BOGOR DAILY – Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menilai sanksi pemborgolan tangan dari aparat kepada para pelanggar yang kedapatan tidak menggunakan masker di kawasan Puncak, Bogor, Kabupaten tidak tepat. Dia minta aksi ini dihentikan.

Beka mengatakan hal ini tidak bisa dikategorikan sebagai sanksi sosial. Sebab pemborgolan hanya bisa dilakukan terhadap seseorang yang berpotensi membahayakan orang lain atau pelaku berniat melarikan diri.

“Diborgol untuk tindakan pidana yang berpotensi membahayakan orang lain, melarikan diri, sanksi sosial harusnya memberi dampak kepada publik,” kata Beka seperti dikutif suara.com, Minggu (20/9/2020).

Dia meminta praktik ini dihentikan.

Sebab tidak akan memberikan efek jera terhadap pelanggar protokol kesehatan.

“Saya mendorong sanksi-nya kerja-kerja sosial seperti membersihkan fasilitas publik atau juga ikut dalam kampanye pencegahan covid seperti pembagian masker, hand sanitizer, dan lain-lain,” ucapnya.

Sebelumnya, seorang pengendara roda dua yang melintasi Jalan Raya Puncak Bogor, Jawa Barat memaki-maki anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bogor karena tidak terima tangannya diborgol, Sabtu (19/9/2020).

Pria bernama Andi Albar (29) asal Megamendung Bogor Jawa Barat itu tidak terima karena tangannya diborgol.

Padahal, tujuan anggota Satpol PP Bogor menindak dengan cara memborgol tangan pria tersebut agar tidak mengulangi lagi, dan selalu patuh untuk menggunakan masker.

Saat didata oleh anggota, pria yang bertujuan ke arah Puncak Bogor itu masih tidak terima tangannya diborgol dan membandingkan dengan terpidana korupsi. (*)

Tak Pakai Masker Diborgol di Bogor. Satpol-PP : Itu Cuma Bercadaan Doang

0

BOGOR DAILY – Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Iman Budiana, mengatakan aksi borgol yang dilakukan anggotanya pada operasi masker di Gadog Bogor, Jawa Barat Sabtu (19/9/2020) itu hanya main-main saja.

Kasatpol PP beralasan, anggotanya kenal dan teman akrab dengan pelanggar tidak menggunakan masker yang diborgol bernama Andi Albar (29) asal Megamendung Bogor.

“Enggak, itu mah gini, itu mah kemarin orang itu kenal dengan petugas, jadi kenal dengan petugas kemudian mereka bercanda awalnya,” katanya kepada wartawan, seperti dikutif suara.com, Minggu (20/9/2020).

Berhubung pelanggar dan anggota (Satpol PP) di lapangan teman akrab, kata Iman, langsung dilakukan pemborgolan sesuai permintaan si pelanggar.

“Dia (pelanggar tidak menggunakan masker) bilangnya sok mau diborgol juga tidak apa-apa, gitu, ya akhirnya pinjem borgol, hanya itu saja gak ada unsur sengaja,” alasannya.

Dirinya juga mengaku bahwa anggotanya tidak mempunyai borgol dan kemarin (19/9/2020) meminjam ke anggota Samapta Bhayangkara (Sabhara) Polres Bogor.

“Anggota kami nggak ada yang punya itu (borgol), itu punya anggota Sabhara Polres Bogor,” akunya.

Masih kata Iman, aksi borgol bagi pelanggar itu hanya dilakukan kepada satu orang yang memang teman akrab anggotanya (Satpol PP).

Padahal, penindakan pelanggar tidak menggunakan masker itu tidak dilakukan kepada satu orang saja melainkan sebagian ada juga yang diborgol.

“Nggak ada, cuma satu orang doang, itu juga saya baru liat pas saya nyampe, terus terang saja saya sama pimpinan (Kasatpol PP) gak tahu, itu hanya bercanaan saja anak-anak (anggotanya),” ucapnya.

Sebelumnya, seorang pengendara roda dua yang melintasi Jalan Raya Puncak Bogor, Jawa Barat memaki-maki anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bogor karena tidak terima tangannya diborgol, Sabtu (19/9/2020) kemarin.

“Nih yang korupsi gua di borgol, jangan yang gak pakai masker di borgol, nih suruh sama bapak-bapak ini, korupsi bisa dadah-dadah (melambaikan tangan),” kata pria bernama Andi Albar (29) tersebut. (*)

Detik-detik Korban Pelecehan Sek Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta, Disuruh Bayar, Diserayangi Lalu Dicumbu

0

BOGOR DAILY – Peristiwa tidak mengenakkan saat rapid test dialami oleh seorang wanita berinisial LHI. Ia menjadi korban kekerasan seksual di Bandara Soekarno-Hatta saat melakukan rapid test Covid-19 sebelum naik pesawat.

Hal tersebut dia beberkan melalui cuitan dia akun Twitter-nya, @listongs.

Menurut LHI, peristiwa itu terjadi pada 13 September lalu saat dia hendak terbang dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menuju Nias, Sumatera Utara.

“Saya penerbangannya kan jam 6 (pagi), enggak sempat rapid juga di RS (rumah sakit). Jadi saya di bandara jam 4 pagi, sekalian mau rapid test di bandara,” ujar dia kepada Kompas.com, Jumat (18/9/2020) malam.

LHI kemudian melakukan rapid test di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, di fasilitas rapid test yang dimiliki Kimia Farma.

Setelah melakukan rapid test, LHI mengatakan, petugas pria yang memeriksanya secara tak terduga melakukan pelecehan seksual.

Awalnya petugas itu mengatakan hasil rapid test LHI reaktif.

“Ya sudah saya mikir enggak jadi ke Nias karena takut nularin juga orang-orang di Nias,” kata dia.

Namun, petugas pria itu menyarankan agar LHI lakukan tes ulang dan dia menjamin akan memberikan hasil nonreaktif pada tes kedua itu.

Korban bingung karena merasa ada sesuatu yang tidak beres, tetapi kemudian mengikuti usulan itu.

Setelah LHI mendapat hasil rapid test dengan hasil nonreaktif dan hendak menuju tempat keberangkatan, terduga pelaku rupanya mengejar dan menghampirinya.

Petugas itu, kata LHI, meminta sejumlah uang untuk keterangan nonreaktif yang dikeluarkannya. Korban pun merasa diperas oleh pelaku.

“Orangnya manggil, kemudian ngobrol minta duit gitu,” kata dia.

Karena tidak mau ribet pada pagi hari itu, LHI kemudian mentransfer uang sebesar Rp 1,4 juta melalui ponselnya ke rekening pribadi terduga pelaku.

Setelah itu, tanpa diduga, pria tersebut melakukan kekerasan seksual dengan mencium korban dan meraba bagian dadanya. Hal itu membuat korban syok dan trauma.

“Saya nangis. Kaget,” kata dia.

Kondisi bandara saat itu masih sepi. Waktu masih sekitar pukul 04.00 WIB. Korban yang dalam keadaan syok merasa tidak bisa melawan ataupun teriak meminta tolong.

Setelah tiba di Nias, LHI melaporkan kejadian yang dia alami ke polisi setempat. Namun, polisi setempat menyarankan untuk melapor ke polisi di mana kejadian perkara berlangsung.

“Saya juga sudah telepon ke teman saya yang polisi,” ujar dia.

Akibat kejadian tersebut, LHI kemudian menjadi trauma. Ia sempat tak sanggup melihat laki-laki yang tidak dia kenal karena takut.

“Sampai sekarang saya masih trauma,” ujar LHI.

Bahkan, begitu melihat banyak sopir taksi laki-laki, ia langsung terbayang akan pelecehan yang dia alami.

“Kan biasa kalau di bandara banyak bapak-bapak taksi nawarin, dan aku langsung ingat kejadian itu. Aku langsung balik ke kamar mandi dan nangis. Sebegitunya sampai bapak-bapak taksi nawarin (jasa taksi) aku malah keingetnya itu,” kata dia.

Meski demikian, di tengah trauma, masih banyak terdekatnya yang memberikan dukungan agar dia segera lepas dari rasa trauma.

“Orang-orang terdekat aku, terutama pacar aku,” kata dia.

Polres Bandara Soekarno-Hatta belum menerima laporan terkait adanya tindak pidana pelecehan seksual dan pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Alexander Yurikho mengatakan, belum ada laporan secara resmi hingga Jumat (18/9/2020).

“Belum ada yang melaporkan secara resmi ke pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta,” ujar dia.

Alex meminta pemilik akun Twitter yang menulis thread kekerasan seksual dan pemerasan di Bandara Soekarno-Hatta membuat laporan secara resmi.

“Penyelidik Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta tetap bergerak pada tahap penyelidikan, minimal untuk awal kami mohon pemilik akun untuk dapat membuat laporan secara resmi,” kata Alex.

Alex juga menjelaskan akan melakukan pemeriksaan CCTV untuk memeriksa apakah tindak kriminal tersebut benar-benar terjadi.

LHI sendiri berniat untuk membuat laporan ke Polres Bandara Soekarno-Hatta atas kejadian tersebut agar tidak ada lagi korban kekerasan di bandara itu.

Dia juga berharap agar perempuan yang melakukan perjalanan sendiri untuk tetap berhati-hati dan segera mencari tempat aman apabila mulai ada gelagat mencurigakan dari orang sekitar. (*)

BBRP Zona 3 Kabupaten Bogor Ajak Tanding Bola

Ciawi – Banyak cara yang bisa dilakukan dalam bersinergi dengan semua pihak. Seperti yang dilakukan Barisan Benteng Raya Padjajaran (BBRP) Zona 3 Kabupaten Bogor. Mereka sengaja mengajak tanding sepak bola untuk menjalin persahabatan sportif.

Ketua BBRP Zona 3 Kabupaten Bogor, Gembieth mengatakan, olahraga bisa mempersatukan semua golongan. Terutama sepak bola.

Maka dari itu, dirinya membentuk team sepak bola BBRP Zona 3 Kabupaten bogor FC ini sebagai wadah sinergitas dengan semua pihak.

“Hari ini kita akan tanding dengan karyawan-karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi. Ke depanya tidak menutup kemungkinan akan mengajak pihak-pihak, seperti Kecamatan, Polsek, Koramil, Sekolahan, Perusahaan Swasta dan Negeri, serta semua piak lainnya. Kami ingin membentuk image BBRP Zona 3 Kabupaten Bogor khususnya menjadi ormas yang sportif,” ujarnya.

Masih kata Gembieth, dirinya berharap dengan tanding sepak bola persahabatan ini bisa membawa keharmonisan, antara BBRP Zona 3 Kabupaten Bogor dengan semua pihak. Dirinya juga sangat konsen dan serius untuk membentuk team yang solid. Tidak main-main dirinya ingin membentuk team yang bisa berlaga di divisi 2 atau 3 kompetisi Indonesia.

“Alhamdulillah untuk pertndingan persahabatan perdana dengan RSUD Ciawi team BBPR Zona 3 Kabupaten Bogor FC. Berhasil memenangi laga tadi. Pertandingan sangat sengit dan berjalan lancar. Terlihat keakraban antara pemain. Saya juga berterima kasih kepada semua pemain baik dari kita dan team lawan. Dan tidak lupa saya berharap ada masukan dan dukungan untuk team kami. Saya berjanji dengan olahraga kita bisa bersahabat dan bersinergi,” tutupnya. (ash)