Friday, 8 May 2026
Home Blog Page 7965

Wifi Publik Tiap Rw Siap Launching

BOGOR DAILY- Jelang launching Wifi Publik gratis di tingkat RW, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor kini gencar menyosialisasikan kebijakan tersebut ke sejumlah kecamatan.

Kepala Bidang Kominfo Kota Bogor Taufik mengatakan, ada 797 titik pemasangan wifi publik yang akan dilakukan Pemkot Bogor dalam waktu dekat.

” Aturannya sudah ada dalam bentuk perwali, dan penganggarannya juga sudah selesai, “ungkap Taufik.

Ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya menyerahkan ada masing masing kelurahan untuk mengeksekusi kebijakan yang telah disetujui Walikota Bogor Bima Arya. Ia memperkirakan dalam minggu ketiga, akses wiFi publik tiap RW sudah bisa dinikmati warga Kota Bogor.

” Kami memang konsen agar bagaimana wifi ini bisa diakses serentak saat nanti launching. Maka, tiap kelurahan juga diminta untuk segera memfasilitasi. Karena, untuk pemilihan Internet Service Provider atau ISP, kelurahan diberikan kewenangan itu,” kata Taufik.

Terpenting, lanjut dia, sesuai dengan Perwali Nomor 68 Tahun 2020, pemasangan wifi di tingkat RW memenuhi persyaratan yakni pagu anggaran senilai Rp550 ribu untuk biaya berlangganan dan pemasangan. Serta, kecepatan minimal yang harus dipenuhi oleh penyedia yakni 20 mbps.

” Jadi silahkan apakah kelurahan yang mengundang provider untuk exspos. Atau dari penyedia yang datangi kantor kelurahan untuk beri penawaran. Keduanya itu memungkinkan, , ” terangnya.

Komeng dkk Bolak Balik Diusir dari Hajatan

0

BOGOR DAILY-Komedian Komeng menceritakan bagaimana sulitnya dulu mencari uang dari lawak. Dia masih ingat betul pernah mengisi acara di sebuah kelab malam dan undangan pernikahan.

“Kayak habis ikut festival, lawak-lawak zaman dulu banyakan off air-nya di night club. Pangeran Jayakarta, Gajah Mada. Pokoknya saya hapal deh. Saya ngisi-ngisi di situ,” kata Komeng di kanal YouTube Gofar Hilman dikutip Sabtu (19/9/2020).

Menurut Komeng, tampil di kelab malam merupakan pengalaman berharga untuknya. Apalagi dia punya penggemar fanatik.

Komeng bercerita, ada penggemarnya yang rela datang untuk melihat penampilannya bersama grup lawaknya, Diamor, di kelab malam.

Padahal, dia dan grupnya baru beraksi pada tengah malam.

“Kita ada penggemarnya. Ada orang yang ke sana mau nonton lawak. Tapi dia sambil minum. Ada jamnya. Misalnya diskonya jam sekian, terus ada yang senang dengan penyanyi ini. Dia datang sekitar jam 8 jam 9. Nah yang demen lawak bangsa jam dua belas, udah ke sananya baru striptis,” ujarnya.

“Makanya saya kelar jam satu jam dua, tapi saya nggak langsung pulang. Nonton yang terakhir. Kan rugi mumpung gratis, jadi sekalian” katanya lagi disambut tawa Gofar.

Komeng membenarkan dia dan grup lawaknya pernah dibayar dengan kue.

“Itu sih acara kondangan. Sebenarnya nggak diundang. Setiap lihat janur kuning biasanya kita menawarkan diri. Itu buat jam terbang aja,” ucap Komeng.

Menurut Komeng hal tersebut dilakukan karena saat itu sangat jarang ada program komedi di televisi.

“Kalau dulu jarang banget. Mana ada program lawak di televisi. Ada cuma selingan,” kata Komeng.

Miris sekaligus lucu, Komeng dan grupnya tak jarang diusir ketika menawarkan diri melawak di acara pernikahan

Jadi kita carinya ke situ-situ (undangan pernikahan). Ada juga yang nolak ‘macam-macam aja lu. Orang lagi kondangan lu ngelawak. Diusir ya udah kita jalan lagi. Lihat janur berhenti,” ujarnya lagi.

Penutupan Pedestrian KRB Dibagi Sembilan Titik

0

BOGOR DAILY -Wali Kota Bogor Bima Arya memantau sterilisasi jalur pedestrian seputar Kebun Raya Bogor, yang biasanya mengalami kepadatan setiap akhir pekan. Di hari pertama sterilisasi, jalur pedestrian tersebut terpantau sudah sepi dari segala aktivitas.

“Jalur pedestrian ini setiap Sabtu-Minggu merupakan jalur favorit orang untuk olahraga. Tapi rawan sekali terjadi kerumunan. Karena tidak hanya olahraga, banyak orang bertemu dan berkumpul di sini. Karena itu khusus Sabtu-Minggu, jalurnya kita tutup dulu sementara,” ungkap Bima Arya, dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2020).

Hal itu ia sampaikan saat berpatroli menggunakan sepeda bersama petugas Satpol PP. Bima menjelaskan dirinya hanya menemukan beberapa warga yang masih belum mengetahui penutupan jalur itu.

Meski begitu tidak ada penindakan pelanggaran yang dilakukan pada hari pertama, petugas hanya memperingatkan dan mengimbau warga untuk mencari titik olahraga lain yang aman dari kerumunan.

“Terima kasih yang telah menunda aktivitas olahraganya di jalur seputar Istana-Kebun Raya ini untuk cegah kerumunan dan juga untuk batasi mobilitas warga. Warga bisa mengganti aktivitasnya di pedestrian ini dengan berolahraga di lingkungan tempat tinggal masing-masing,” imbuhnya.

Menurut Bima Arya, untuk menunjang sterilisasi jalur tersebut Pemkot Bogor mengerahkan petugas Satpol PP dibantu jajaran TNI/Polri. Bima Arya juga menegaskan Pemkot Bogor fokus dalam hal penanganan, mulai dari tingkat RW dan mengedepankan fungsi pengawasan serta edukasi melalui Tim Elang dan Tim Merpati yang mobile setiap hari.

“Kita sekat ada sekitar 9 titik, kita awasi bersama teman-teman Satpol PP, TNI/Polri. Memang banyak juga dari luar Bogor yang olahraga di jalur ini. Kita awasi terus sampai sore nanti. Senin kita akan lihat apakah (Kota Bogor) masih zona merah atau sudah turun oranye. Tapi memang angkanya masih tinggi,” pungkasnya.

Yuk Gabung Dalam Senandung Akbar untuk Palestina, Persembahan RQV Indonesia

0

Bogor Daily – Pesan penuh kedamaian datang dari RQV Indonesia, setelah merayakan hari jadinya yang ke 6 kemarin (Sabtu, 19/09/20). Pada hari ini (Minggu, 20/09/20) RQV Indonesia menggelar kegiatan virtual yang bertajuk ‘Senandung Akbar, Konser Solidaritas untuk Palestina’.

Dalam kegiatan yang dimulai pada pukul 8 pagi sampai dengan jam 12 siang, disiarkan secara langsung di channel YouTube RQV Indonesia tersebut, diisi oleh berbagai nama pesohor yang ada di Indonesia maupun di Palestina, seperti Muzammil Hasballah, Baraa Masoud, Hilman Fauzi and Lidya Rizkia Saskia yang merupakan Hafidz Cilik Pejuang Palestina.

“Mari berjuang bersama menjadi Inisiator Perdamaian Dunia melalui
Senandung Akbar, Konser Solidaritas untuk Palestina.” ungkap Lidya Rizkia Saskia, yang juga menjadi pengisi acara Senandung Akbar itu.

Apa konstribusimu untuk perdamaian Dunia, apakah keberadaanmu telah memberikan perubahan terhadap Dunia. Palestina bukan hanya masalah keyakinan namun masalah kemanusiaan. Ayo berkontribusi dengan ikut kegiatan ini. Kalian bisa click link pendaftaran :

http://bit.ly/SenandungAkbar

Prepare your self to be agent of change in the world.

Find us on
IG : @rqvindonesia
FB : RQV Indonesia
Web: www.rqv.or.id
Youtube: RQV TV
Cp : 0812-9015-8589 (admin)

Atau bisa juga berkontribusi melalui :
Bank Mandiri 123.000.683.3992
BNI Syariah 077.258.1246
BRI Syariah 104.228.1898
Muamalat 309.001.2610
a.n Yayasan Wakaf Rumah Qur’an Violet.

(Red-BDN).

Polres Bogor Tangani Kasus Tendangan Satpol PP Kabupaten Bogor

BOGOR DAILY-Polres Kabupaten Bogor memulai penyelidikan mengenai aksi tendangan terbang anggota Satpol PP ke mahasiswa yang sedang mengadakan aksi unjuk rasa. Aksi Pol PP itu itu juga viral, dengan judul ‘tendangan dari langit’.

Kapolres Kabupaten Bogor AKBP Roland Ronaldy mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami telah menerima Laporan Polisi dari korban yang melakukan aksinya kemarin, dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Roland dalam keterangan tertulis.

Roland menjelaskan kejadian bermula saat massa aksi dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Kabupaten Bogor berunjuk rasa di Kompleks Pemkab Bogor. Aksi unjuk rasa berlangsung pada Kamis (17/9).

Aksi itu, kata Roland, didampingi oleh kepolisian dan Satpol PP. Namun saat aksi berlangsung, terjadi gesekan antara massa aksi dengan pihak keamanan.

“Namun disayangkan, dalam pengamanan para demonstran yang sedang menyampaikan aspirasinya tersebut terjadi aksi yang tidak diharapkan,” ujarnya.

Lihat juga: Aktivis HMI Luruskan Kabar Penculikan Mahasiswa di Maluku
Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan aksi tendangan terbang orang berseragam Satpol PP kepada mahasiswa. Dalam video yang diunggah akun @txtdaribogor, aksi penendangan terjadi saat pengamanan unjuk rasa.

Dalam kerumunan, terlihat aparat kepolisian, Satpol PP, dan mahasiswa yang saling meneriaki satu sama lain. Di tengah kericuhan, seorang berseragam Satpol PP berlari, melompat, lalu menendang salah satu massa aksi.

Khidmat untuk Umat, RS Islam Bogor Rapid Test Karyawan BRI Syariah Bogor.

0

Bogor Daily – BRI Syariah Kota Bogor, melakukan rapid test kepada puluhan karyawan dan staf Bank Rakyat Indonesia (BRI) di kantor BRI Syariah Cabang Ahmad Yani, Kota Bogor, dari pukul 08:00 hingga dengan 11:00 WIB, Sabtu (19/9/2020).

Dengan melibatkan Rumah Sakit (RS) Islam Bogor, satu per satu karyawan bank diperiksa kesehatannya apakah apakah reaktif atau non reaktif.

Kepala Cabang BRI Syariah Bogor, Firmansyah saat mendapatkan pelayanan medis Rapid Test dari Tim RS Islam Bogor.

Kepala Cabang BRI Syariah Bogor, Firmansyah mengatakan, sebanyak 84 karyawan BRI Syariah se-Kota Bogor diperiksa langsung untuk memastikan apakah ada karyawan yang mempunyai indikasi reaktif. Apabila reaktif perlu test lebih lanjut dengan metode Swab Test untuk dapat mengetahui apakah positif Covid-19 atau tidak.

Ketua Yayasan RS Islam Bogor, DR. Ir. H. Dwi Sudharto M.Si menjelaskan, pihaknya menurunkan tim medis yang terdiri dari dokter, analis dan perawat.

“Dalam rangka terus berkhidmat untuk melayani umat, pagi ini kami melaksanakan Rapid Test bagi karyawan BRI Syariah Cabang Bogor. Kami menyampaikan apresiasi kepada BRI Syariah Cabang Bogor dan berharap semakin banyak pihak yang dapat bekerjasama dengan RS Islam Bogor yang didirikan oleh para Kyai dan ulama pada tahun 1982 dengan berbasis wakaf.” Ungkap Dwi Sudharto.

Setelah BRI Syariah Cabang Bogor, selanjutnya RS Islam Bogor akan melakukan Rapid Test di Manggala Wanabakti Jakarta pada Senin, 21 September 2020, BPDAS Citarum Ciliwung Bogor pada Selasa, 22 September 2020 dan Bank Mandiri Syariah serta sebuah pabrik cat di Citeureup pada awal Oktober 2020.

(Red-BDN)

Bima Arya Minta Dinkes Telusuri ASN yang Kontak Erat dengan Rektor IPB

0

BOGOR DAILY-Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, telah memerintahkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk melakukan tracking siapa saja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pernah kontak erat dengan Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria.

Menurut Bima, pihaknya juga saat ini sedang melakukan pengecekan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik rektor IPB, apakah masuk ke wilayah Kota Bogor atau Kabupaten Bogor.

“Pak Rektor ini tinggal di Sentul (Kabupaten Bogor), tapi kita akan melihat apakah KTP-nya Sentul atau Kota Bogor, kita sedang koordinasikan,” ujar Bima, di Bogor Jawa Barat, Sabtu (19/9/2020).

Ia mengatakan, bahwa rektor IPB sebelum dinyatakan positif Covid-19 melakukan daring (diskusi online) dan sempat tertawa.

“Pak rektor menjalani aktivitas melalui daring tadi, pagi juga koordinasi dengan IPB melalui daring dan kondisi beliau (Prof. Dr. Arif Satria) masih sehat. Bahkan masih tertawa,” ucapnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini optimis, bahwa rektor IPB akan baik-baik saja karena sering melakukan olah raga.

“Saya optimis karena rajin olahraga juga dua atau tiga Minggu yang lalu. Saya sempat lari pagi dengan pak rektor (Prof.Dr. Arif Satria), rajin badminton sepertinya pak rektor akan baik-baik saja Insya Allah kita doakan bersama,” ujarnya.

Sementara Humas IPB University, Yatri Indah Kusumastuti, menuturkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan tracking.

“Kami sedang melakukan tracking siapa saja yang bertemu dengan rektor dalam 14 hari terakhir. Untuk yang melakukan kontak dekat akan dilakukan swab atau rapid,” ujarnya.

Tertular Virus Corona, Rektor IPB ngaku Hanya Terima Kunjungan di Bogor

0

BOGOR DAILY– Rektor Institut Pertanian Bogor atau IPB University Arif Satria terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19).

Dia menyebut selama pandemi Corona di Indonesia tak pernah bepergian keluar Jabodetabek.
Arif mengatakan sebelum terkonfirmasi positif Corona, dirinya beberapa kali menerima tamu dan mengikuti sejumlah acara. Namun, kata dia, kegiatan yang dijalankannya hanya sebatas di Bogor saja.

“Acara di Bogor saja. Beberapa kali menerima tamu dan ikut acara eksternal juga, meski sudah sesuai protokol. Selama COVID-19 saya tidak pernah keluar Jabodetabek,” kata Arif kepada wartawan, Sabtu (19/9/2020).

Meskipun Arif positif Corona, tapi lingkungan keluarga hingga sopirnya tidak terpapar Corona. “Alhamdulillah keluarga, ART dan sopir aman,” katanya.

Menurut Arif, dirinya mendapat banyak dukungan dari rekan kerja dan mahasiswa. Karena itu, Arif merasa semangat dan optimis bisa sembuh dari infeksi virus tersebut.

“Alhamdulillah mendapat banyak semangat dari kolega dan mahasiswa sehingga makin semangat,” katanya.

“Insya Allah terus semangat dan optimis. Ada beberapa ramuan untuk meningkatkan imun, yang penting meningkatkan daya tahan tubuh. Sekaligus waktu untuk terus berdoa dan mengaji, semakin mendekatkan kepada Yang Maha Mengobati,” sambungnya.

Kabar mengejutkan datang dari Rektor Institut Pertanian Bogor atau IPB University Arif Satria. Dia mengabarkan dirinya positif terjangkit virus Corona atau COVID-19.

“Di tengah berbagai aktivitas yang padat, atas inisiatif saya sendiri, saya melakukan test swab pada tanggal 18 September dan ternyata hasilnya dinyatakan positif,” kata Arif dalam pernyataan resminya, Sabtu (19/9).

Arif mengatakan, meski positif Corona dirinya merasa dalam kondisi fisik yang baik. Dia saat ini menjalani isolasi mandiri

Weekend, Mobil Plat B Dilarang ke Puncak

BOGOR DAILY-Arus lalu lintas di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terpantau mengalami penurunan hingga 70 persen pada pekan pertama pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) ketat Jakarta, Sabtu (13/9/2020).

Pasalnya, sejumlah kendaraan roda empat berpelat B (Jakarta) yang menuju area tersebut dipaksa untuk memutar balik, oleh anggota gabungan operasi masker yang terdiri dari Polisi, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bogor.

“Dari pagi sampai sekarang masih normal di kedua arah, belum ada oneway,” kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Fitra Zuanda di keterangan tertulis, Sabtu.

Di samping itu, penurunan volume kendaraan ini juga dipengaruhi oleh aturan pembatasan kapasitas tempat wisata hingga restoran dan kendaraan jika melampaui 50 persen.

Volume kendaraan berkurang hingga 70 persen (dibanding akhir pekan lalu). Ya mungkin ada aturan gugus tugas itu. Bisa juga pengaruh (PSBB ketat Jakarta),” tandasnya

Fitra juga menyatakan bahwa aparat gabungan tadi melakukan penyisiran di tempat wisata kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat. Tujuannya untuk mengantisipasi wisatawan dari Jakarta di tengah pandemi Covid-19 yang terus meningkat.

Dari hasil operasi, kesadaran masyarakat untuk menggunakan masker terlihat mulai tumbuh. Terbukti pada operasi masker kali ini hanya 50 pelanggar saja yang diberikan sanksi.

Bagi mereka yang tidak menggunakan masker mendapat berbagai sanksi sosial mulai menyapu jalan, push up, dan mengaji.

Rizal Ramli Sindir Hasil Survei LSI Denny JA

0

BOGOR DAILY-Tokoh senior, Rizal Ramli ikut bersuara terkait hasil survei dan riset yang dilakukan LSI Denny JA.

Sebelumnnya, LSI Denny JA melakukan riset dengan mengolah data dari berbagai sumber terkait tren kasus COVID-19 di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

LSI Denny JA memprediksi Indonesia akan mengalami kondisi normal pada Juni 2020, asalkan tetap mematuhi protokol pencegahan COVID-19.

Atas hasil riset itu, mantan Menko Perekonomian itu menilai hasil survei yang meleset tersebut membodohi rakyat.

“Prediksi yang melesetnya sangat akurat seperti survey2 yang kerap membohongi dan membodohi rakyat dan menina-bobokan pejabat. Wabah survey,, How low can you go?,” kata Rizal Ramli di akun Twitternya.

Sebelumnya, Deklarator KAMI itu juga menyindir Manajemen ‘Dua Minggu’ ala Presiden Joko Widodo.

Dimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memberikan target baru kepada jajarannya untuk menurunkan pandemi Covid-19.

Dalam waktu dua minggu, kasus Covid-19 di sembilan provinsi episentrum harus turun. Sembilan provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Kalsel, Sulsel, Bali, Sumut, dan Papua.

Sembilan provinsi tersebut menyumbang 75 persen dari total kasus kumulatif nasional dan 68 persen dari total kasus aktif.

Untuk melaksanakan tugas tersebut, Presiden Jokowi menunjuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

“Ayo naon jeng “Manajemen 2 Minggu” ? Kebanyakan meleset dan off-side, weak follow-up & poor management..,” tulis Rizal Ramli. (Fajar.co.id)