Saturday, 4 April 2026
Home Blog Page 8167

Catat! Jadwal Operasional KRL saat New Normal

BOGOR DAILY – PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) menyiapkan tiga protokol operasional Kereta Api Listrik (KRL) untuk menghadapi era new normal. Pada tahap awal KCI akan melakukan pengoperasian jalan sebanyak 770-783 KA saja per hari.

Untuk, jam operasional tahap ini pun masih terbatas yaitu mulai pukul 04.00 WIB sampai dengan 18.00 WIB.

“Untuk jumlah penumpang kereta dibatasi 80 penumpang per kereta (gerbong) itu protokolnya adalah menggunakan masker,” kata Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti diskusi virtual bertajuk Implementasi New Normal Menghadapi Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Situasi Ekonomi dan Sosial, Selasa (2/6/2020).

Tahap selanjutnya, jumlah perjalanan dan kereta KRL akan ditambah menjadi 885-900 KA per hari. Penambahan ini juga membuat jam operasi lebih panjang dari sebelumnya yaitu mulai pukul 04.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB.

“Total penumpang setiap ditambah menjadi 102 penumpang (per kereta/gerbong),” sambungnya.

Terakhir, jumlah perjalanan dan kereta KRL akan ditingkatkan lagi menjadi sebanyak 991-1001 KA per hari dengan jam operasional dari pukul 04.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB.

“Jumlah penumpang per kereta ditingkatkan menjadi 140 orang,” sambungnya.

Meski begitu, penerapan kedua tahapan tersebut masih menunggu hasil evaluasi dan persetujuan dari pemerintah pusat. Jika disetujui maka tidak menutup kemungkinan langkah-langkah tersebut akan diambil oleh PT KCI.

Wiwik menambahkan, seiring diterapkannya kedua tahap ini, protokol kesehatan juga bakal lebih diperketat dibandingkan pada tahapan awal. Semua penumpang diwajibkan menggunakan lengan panjang, dan tidak boleh berbicara di dalam kereta.

Kemudian, untuk penumpang berusia lebih dari usia 60 tahun disarankan untuk menggunakan KRL di jam non peak hour saja, yakni antara pukul 10.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB. Balita juga tidak diperkenankan naik KRL.

“Karena manusia termasuk risiko yang tinggi supaya tidak berdesakan dengan penumpang penumpang yang pagi hari ada kebijakan KRL bahwa lansia diperbolehkan naik KRL di luar jam sibuk,” katanya.

Pedagang yang membawa barang dagangan pun disarankan dapat menggunakan KRL pada keberangkatan jam pertama yakni pukul 04.00 WIB atau di luar jam sibuk saja.

Namun, mulai tahap awal, penumpang diimbau untuk melakukan transaksi secara non tunai. Sebab, dianggap efektif meminimalisir terjadinya penyebaran virus langsung melalui uang tunai.

“Imbauan kepada pengguna untuk berinteraksi dengan KMT, kartu bank, pertamanya menggunakan transaksi dana tunai untuk meminimalisir risiko penularan melalui uang dan yang terakhir juga kerja sama dengan TNI Polri dan Brimob ini di stasiun untuk menertibkan antrean dan social distancing yang sekarang sedang berjalan dan akan tetap berjalan selama masa normal,” tandasnya.

SIM Mati saat Pandemi Nggak Bakal Kena Tilang

BOGOR DAILY- Polri telah memberikan dispensasi kepada pemegang surat izin mengemudi (SIM) yang masa berlakunya habis saat pandemi virus Corona (COVID-19). SIM yang mati di saat pandemi takkan ditilang.

Hal itu disampaikan Kasie SIM Regident Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Lalu Hedwin, seperti diberitakan Antara, Rabu (3/6/2020).

“Tidak akan ada penegakan hukum kepada masyarakat yang SIM-nya habis dari 17 Maret hingga 29 Mei. Tidak ada penilangan terhadap masyarakat mengenai masa berlaku SIM tersebut,” kata Hedwin.

Menurut Hedwin, dispensasi yang diberikan itu merupakan kebijakan Polri untuk menghindari penumpukan masyarakat yang hendak mengurus perpanjang SIM yang habis dalam kurun waktu tersebut.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan pelayanan pembuatan dan perpanjangan SIM sudah mulai dibuka. Begitu juga layanan SIM keliling dan SIM Internasional.

Argo menegaskan, Polri memberikan dispensasi kepada masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis saat pandemi Corona (COVID-19). Biasanya, SIM yang masa berlakunya habis lewat satu hari saja maka diminta untuk bikin baru. Tapi saat ini, masyarakat yang masa berlaku SIM-nya habis dan belum sempat diperpanjang karena situasi pandemi Corona tak perlu membuat SIM baru.

“Bagi masyarakat yang SIM-nya telah habis di masa pandemi itu bulan Maret, April, Mei, habis, ada dispensasi dari kepolisian sampai tanggal 29 Juni. Jadi kalau misalnya masyarakat datang, hadir, walaupun SIM-nya telah mati, atau telah tidak berlaku lagi di masa pandemi Corona ini tetap dilayani sebagai perpanjangan. Jadi bukan membuat SIM yang baru. Dispensasi sampai tanggal 29 Juni,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono saat konferensi pers, Selasa (2/6/2020) kemarin.

Sudah Lunas Bayar BPIH, 3.421 Calhaj Bogor Gagal Berangkat Tahun Ini

BOGOR DAILY-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat ada 3.421 calon haji yang sudah melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Meskipun, pemerintah batal memberangkatkan para jemaah ke Tanah Suci.

“Sejauh ini yang sudah melunasi ada 3.421 calon haji, dari kuota 3.473 untuk tahun ini,” ujar Pelaksana Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Bogor, Muslimin.

Meski begitu, hingga Selasa sore, belum ada satu pun jemaah calon haji yang mengajukan penarikan kembali pelunasan BPIH ke Kantor Kemenag Kabupaten Bogor. “Mungkin karena pengumumannya baru disampaikan tadi,” sambung dia.

Menurut Muslimin, Kemenag Kabupaten Bogor pun akan mengikuti instruksi dari pemerintah pusat soal pembatalan keberangkatan jemaah calon haji tahun ini. Ia mengaku pihaknya telah menggelar pelatihan terhadap ribuan calon haji beberapa waktu lalu.

Pemerintah pusat sebelumnya mengeluarkan kebijakan pembatalan keberangkatan jemaah calon haji pada 1441 Hijriah melalui Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020.

“Isinya membatalkan keberangkatan jemaah haji tahun ini, baik yang kuota haji pemerintah dan visa haji muamalah. Sesuai di SK itu, jadi jemaah yang sudah melunasi BPIH akan menjadi jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji 2021 nanti,” pungkasnya.

HJB ke 538 Dirayakan Virtual

BOGOR DAILY- Hari ini (Rabu, 3/6) adalah Hari Ulang Tahun atau Hari Jadi Bogor (HJB) ke-538. Namun, tak ada pesta seperti biasanya saban tahun diselenggarakan memperingatinya. Kali ini. Pemerintah Kabupaten Bogor Jawa Barat menggelar peringatan melalui rapat paripurna secara virtual.

Hari ini, Bupati Bogor Ade Yasin bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melaksanakan rapat paripurna di Gadung DPRD Kabupaten Bogor, dengan peserta terbatas. Sementara perangkat lainnya hanya diperkenankan ikut serta secara virtual.

“Ada sebagian yang menghadiri paripurna secara daring. Ya kan masih PSBB (pembatasan sosial berskala besar),” ujar Bupati Bogor Ade Yasin, di Pendopo Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (3/6).

Ade Yasin yang juga Ketua Gugus Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor itu, menyebutkan bahwa acara peringatan HJB ke-538 di Kabupaten Bogor ini juga akan diisi kegiatan doa bersama dengan menghadirkan ulama kondang, Yusuf Mansur. Ini juga tidak dilangsungkan dengan mengundang warga ke lokasi.

“Memang tidak akan mengundang masyarakat ke lokasi. Tapi warga bisa menyaksikan tasyakuran ditambah tausiah dari Ustaz Yusuf Mansur secara daring melalui live streaming dan aplikasi Zoom Meeting,” terangnya.

Kali ini, Hari Jadi Bogor dinilai sebagai momentum mempererat solidaritas berbagai elemen masyarakat di Bogor, khususnya dalam memutus mata rantai penularan covid-19.

23 Desa

Sementara, terkait penyebaran covid-19 di wilayah ini, Badan Informasi Geospasial (BIG) mencatat ada 23 desa di Kabupaten Bogor yang memiliki risiko tinggi penularan virus corona baru ini. Kesemuanya juga berpotensi menjadi pusat konsentrasi atau episenter penularan.

Ke-23 desa itu merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi bila dibandingkan dengan wilayah lain yang ada di Kabupaten Bogor.

“Berdasar derajat kepadatan yang menunjukkan tingkat konsentrasi kejadian dapat dikatakan bahwa penduduk di desa tersebut mempunyai tingkat risiko yang lebih tinggi daripada wilayah lain,” kata Kepala Bidang Pemetaan Kebencanaan dan Perubahan Iklim BIG, Ferrari Pinem dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6).

Dirincikan, 23 desa itu tersebar di enam kecamatan. Pertama, Kecamatan Gunung Putri sebanyak lima desa, yakni Bojong Kulur, Ciangsana, Cikeas Udik, Nagrak, dan Wanaherang. Kedua, Kecamatan Cileungsi sebanyak lima desa, yaitu Desa Cileungsi, Cileungsi Kidul, Limusnunggal, Pasir Angin, dan Cipenjo.

Ketiga, Kecamatan Cibinong sebanyak lima desa, yaitu Pabuaran, Harapan Jaya, Pondok Rajeg, Ciriung, dan Ciri Mekar. Keempat, Kecamatan Bojonggede sebanyak enam desa yaitu Desa Bojong Gede, Bojong Baru, Rawa Panjang, Pabuaran, Susukan, dan Raga Jaya.

Ada jugaKecamatan Tajurhalang satu desa, yaitu Kali Suren. Keenam, Kecamatan Kemang, juga satu desa, yakni Desa Tegal.

Dia menjelaskan, potensi dengan kepadatan penduduk di desa-desa itu dibuktikan dengan data titik konsentrasi kejadian berada pada desa atau kelurahan yang sebagian besar memiliki kepadatan penduduk lebih dari 100 jiwa per hektar. “Dengan kata lain potensi risiko masih tinggi karena epicenter berada pada wilayah dengan kecamatan yang padat penduduk,” kata Ferrari.

Dari peta yang ada juga menyimpulkan bahwa wilayah yang menjadi konsentrasi kejadian positif corona adalah wilayah yang berasosiasi dengan akses transportasi utama wilayah Bogor – DKI Jakarta. Akses utama tersebut meliputi jalur kereta rel listrik (KRL), jalan arteri (Jl. Raya Jakarta-Bogor), maupun jalan tol (Jagorawi).

Dia menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor agar memprioritaskan 23 desa tersebut untuk mengimplementasikan protokol kesehatan secara maksimal, jika berencana menerapkan new normal atau kelaziman baru.

DPP Garnita Malahayati Salurkan APD ke Pemkot Bogor

BOGOR DAILY – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garnita Malahayati yang merupakan kader sayap perempuan Partai Nasdem Kota Bogor, kembali menyalurkan puluhan Alat Pelindung Diri (APD) kepada Pemkot Bogor.

“Tadi kita salurkan bantuan berupa APD, ratusan masker, hand sanitizer dan perlengkapan alat kebersihan seperti sabun dan lain-lain kepada pemerintah kota,” kata Anggota Komisi IV Fraksi Nasdem DPRD Kota Bogor, Devi P Sultani, Selasa (2/6/2020).

Menurut wakil rakyat yang cantik ini, Garnita Malahayati ingin berkontribusi dan membantu pemerintah serta masyarakat, dalam mendukung kinerja tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit, agar tetap selalu sehat dan aman.

Anggota komisi IV Fraksi Nasdem DPRD Kota Bogor, Devi P Sultani, saat melihat data covid-19 di Kota Bogor bersama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.

“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi para tenaga medis di Kota Bogor, kami berharap agar pandemi Covid-19 ini juga segera usai,” tuturnya.

Terkait Pemkot Bogor akan melakukan transisi menuju New Normal (kenormalam baru), politisi Nasdem itu meminta agar kajiannya terus dimatangkan, walaupun kasus positif di Kota Hujan melandai.

“Saya apresiasi kinerja Pemkot Bogor, dalam bekerja menanggulangi pandemi Covid-19 ini. Saya meminta juga kepada masyarakat agar selalu menerapkan PHBS, gunakan masker ketika berpergian, jauhi kerumunan, dan selalu menjaga sosial distancing,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim berterimakasih, atas perhatian DPP Garnita Malahayati.

“Untuk bantuannya kami akan teruskan ke Puskesmas atau instansi lain yang masih memerlukan. Solidaritas dan kepedulian seperti ini yang mampu menaikkan moral dan semangat tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugas menurunkan tingkat penyebaran Covid-19,” singkatnya. (Andi).

PCNU Kabupaten Bogor Salurkan Sembako untuk Guru Ngaji

BOGORDAILY.net – Pandemi Covid 19 memang menjadi momok dan hal luar biasa yang menjadikan laju ekonomi melambat di tengah masyarakat, termasuk isi kantong para guru ngaji. Banyaknya kegiatan umum yang dibatasi semasa PSBB ini, menghambat mata pencaharian sejumlah besar lapisan masyarakat.

Hal tersebut yang mendorong Keluarga Besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bogor untuk menyalurkan bantuan kepada para guru ngaji yang berada di wilayah Kabupaten Bogor.

Pada Selasa (2/5/20) PCNU Kabupaten Bogor menggelar kegiatan ‘Berkah Selepas Ramadhan’ di Padepokan NU milik Bapak H. Kurdi, yang terletak di wilayah Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Ditemui Bogor Daily saat kegiatan tersebut, Ustadz Abdul Sobur Al-Bogory S.Pd yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara 1 PCNU Kabupaten Bogor menjelaskan bahwa kegiatan ini seharusnya dilakukan pada bulan suci Ramadhan 1441 H yang lalu, dikarenakan wabah pandemi Covid 19 ditunda sampai terlaksana pada hari ini, dengan tetap memperhatikan S.O.P protokoler kesehatan guna menekan laju wabah tersebut dengan menyediakan handsanitizer, memakai masker dan menjaga prinsip physical distancing selama acara berlangsung.

Tampak Hadir dalam Kegiatan Pembagian Sembako tersebut, Abdul Somad S.IP Sekretaris Umum PCNU Kabupaten Bogor (Kedua dari Kanan) bersama jajaran MWCNU Korwil 6, Bogor Utara.

“Ya, hari ini kami menyalurkan sembako yang berasal dari PWNU Jawa Barat, sekurang-kurangnya ada tujuh kecamatan di wilayah Korwil 6 Bogor Utara Kabupaten Bogor yang kami berikan bantuan. Mereka adalah para guru ngaji alias para ustadz dan kyai.” ungkap Sobur.

Sobur juga menambahkan bahwa ada tujuh kecamatan yang masing-masing mendapatkan 12 paket bantuan sembako, yaitu mereka yang berada di Kecamatan Ciseeng, Kecamatan Gunung Sindur, Kecamatan Parung, Kecamatan Tajur Halang, Kecamatan Bojong Gede, Kecamatan Kemang dan Kecamatan Rancabungur.

Selama kegiatan berlangsung tampak juga sejumlah kyai sepuh, para pengurus MWCNU Korwil 6 Bogor Utara dan para pengurus PCNU Kabupaten Bogor, salah satu yang hadir juga adalah Abdul Somad S.IP yang menjabat sebagai Sekretaris Umum PCNU Kabupaten Bogor.

Dalam sambutan singkatnya, Abdul Somad berpesan kepada warga NU yang hadir dalam kegiatan tersebut untuk terus bersemangat memajukan Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Bogor, bersatu padu bersama-sama dalam menghadapi problematika pandemi Covid 19, dengan terus berdoa kepada Allah SWT agar semua warga NU di Kabupaten Bogor diberikan kekuatan.

“NU harus terus berkembang dan menjadi pelopor kebaikan, yang kurang kita perbaiki, yang belum baik kita perbaiki lagi. Nahdlatul Ulama adalah Rumah Besar kita semua. Bersama-sama erat kita bisa hadapi apapun yang ada di depan kita,” tutup Abdul Somad. (Red-BDN).

Tangkal Banjir, Bupati Ajukan Normalisasi DAS Cisadane-Ciliwung Dihadapan Mendagri

BOGOR DAILY – Anggaran sebanyak Rp13 triliun digelontorkan pemerintah pusat, untuk penanggulangan bencana banjir dan tanah longsor di kawasan Jabodetabek tahun 2020-2024.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, dalam rapat khusus dari Pendopo Bupati itu dibahas rencana aksi itu meliputi kawasan hulu hingga tengah sungai.

“Sebanyak 203 kegiatan yang akan dilakukan selama periode 2020-2024. Mulai dari penataan regulasi, penataan ruang dan bangunan, pengurangan bahaya, hingga penguatan manajemen krisis,” ujarnya usai mengikuti diskusi yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam via zoom meeting, Selasa (2/6/2020).

Untuk di Kabupaten Bogor sendiri, dia mengajukan agar ada normalisasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane, Ciliwung hingga Cikeas yang belakangan kerap terjadi luapan volume air maupun banjir bandang.

“Cuma kan kita belum bisa pastikan masuk atau tidaknya. Karena yang tadi disampaikan oleh sejumlah kementerian, masih global. Belum dirinci satu per satunya,” tukasnya. (Andi).

Kasus Positif Covid-19 Klaster Pasar Cileungsi Bertambah Jadi 16 Orang

BOGOR DAILY – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyebutkan, terdapat tambahan positif Covid-19 pada Selasa (2/6/2020) sebanyak enam kasus dari klaster di Pasar Cileungsi.

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah mengatakan, enam kasus positif Covid-19 klaster Pasar Cileungsi itu di antaranya, tiga laki-laki usia 35, 33 dan 44 tahun, serta tiga perempuan usia 20, 18 dan 28 tahun.

“Saat ini ada penambahan kasus Covid-19 baru sebanyak enam yang merupakan klaster dari Pasar Cileungsi,” katanya.

Menurutnya, jumlah positif Covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi saat ini sebanyak 16 orang.

“Yang enam orang ini merupakan hasil dari Swab test pada Minggu (31/5/2020) kemarin,” jelasnya.

Kemudian, saat ini ada 236 Orang Dalam Pantauan (ODP), 305 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan meninggal status PDP sebanyak 104 orang. Sementara, untuk jumlah kasus positif Covid-19 ada 217 orang, sembuh 49 orang, meninggal 15 orang, dan positif aktif saat ini ada 151 orang .

Sebab saat ini kasus positif di Kabupaten Bogor semakin banyak faktor dari Orang Tanpa Gejala (OTG), oleh karena itu Syarifah menghimbau, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan memakai masker. (Andi).

Ditiadakan Pemerintah, 3.473 Calon Jamaah Haji Kabupaten Bogor Gagal Berangkat

BOGOR DAILY – Sebanyak 3.473 calon jamaah haji di Kabupaten Bogor terpaksa batal untuk melakukan pemberangkatan ke tanah suci di tahun 2020 ini.

Hal tersebut diakibatkan pandemi Virus Korona atau Covid-19 di Indonesia dan Arab Saudi belum terlihat aman, dan membuat Kementerian Agama (Kemenag) melalui Surat Keputusan Menteri Agama nomor 494 tahun 2020 untuk membatalkan pemberangkatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Bogor, H. Maksum mengatakan, dari 3.473 calon jamaah haji yang sudah melunasi pembayarannya sebanyak 3.421.

“Untuk jamaah haji yang sudah melunasi menjadi jamaah haji (pemberangkatan) nanti pada tahun 2021,” ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Untuk diketahui, pelaksanaan ibadah haji tahun 2020 ditiadakan terkait dengan Pandemi Virus Korona yang masih melanda Tanah Air maupun Arab Saudi.

Indonesia pada tahun ini mendapatkan kuota haji untuk 221.000 orang. Jumlah ini terdiri dari 203.320 kuota haji 2020 reguler dan 17.680 kuota haji khusus. (Andi).

Selama Pandemi Covid-19, 6.159 Ibu Muda di Kota Bogor Hamil

BOGOR DAILY – Selama masa pandemi Virus Korona atau Covid-19 masyarakat harus mengerjakan semua aktifitasnya di rumah seperti bekerja, belajar dan beribadah, karena hal tersebut merupakan anjuran dari pemerintah.

Akan tetapi ada hal menarik selama masyarakat melaksanakan semua aktifitasnya di rumah. Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat ada sebanyak 6159 ibu muda yang hamil dari mulai bulan Januari sampai April 2020.

“Ibu hamil tahun 2020 pada bulan Januari sebanyak 1701, Februari 1658, Maret 1478, April 1336, jika di total sebanyak 6159 ibu hamil,” kata Kepala Seksi Humas Dinas Kesehatan Kota Bogor, Veni, Selasa (2/6/2020).

Sedangkan untuk jumlah Ibu bersalin di Kota Bogor tercatat ada sebanyak 5902 dari bulan Januari sampai April.

“Ibu bersalin pada bulan Januari ada 1542, Februari 1625, Maret 1371, April 1376, jika ditotal ada 5902,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah itu tidak berpengaruh terhadap aktifitas masyarakat selama berada di rumah. Bahkan, di Kota Hujan sendiri jika dibandingkan tahun 2019 mengalami penurunan.

“Yang dikhawatirkan dinkes ketika Stay Athome banyak ekonomi buruk sehingga tidak bisa mengakses layanan kesehatan termasuk kontrasepsi, lalu hamil. Kalau ini jumlah Maret April malah turun dari Januari Februari, jadi gak berpengaruh stay atehome ke kehamilan,” tukasnya.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Bogor dalam hal ini menyampaikan bahwa saat ini yang terdata ada sebanyak 40.896 ibu muda yang hamil, pada pendataan mulai dari bulan Januari sampai April 2020.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor, dr. Dede Agung menyebutkan, dari 40.896 ibu muda yang hamil itu rinciannya pada bulan Januari terdapat 11.121 ibu hamil, Februari 11.125 ibu hamil, Maret 10.442 ibu hamil dan April 8.208 ibu hamil.

“Pada bulan Januari memang tinggi dan bulan Februari mengalami kenaikan selisih empat ibu hamil, pada bulan Maret mengalami penurunan sampai bulan April,” akunya. (Andi).