Sunday, 5 April 2026
Home Blog Page 8174

Kota Bogor Nihil Kasus Covid-19 Selama Empat Hari Berturut-turut

Empat hari berturut-turut, Kota Bogor tanpa tambahan pasien positif Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno.

“Jumlah total pasien terkonfirmasi positif tetap 111 pasien,” ujar Nowo, Minggu (31/5/2020).

Sementara itu pasien yang sembuh bertambah 3 sehingga total menjadi 48 orang. Sedangkan pasien meninggal hari ini tetap 15 orang. Orang Tanpa Gejala (OTG) yang masih dalam pemantauan 31 orang, berkurang 5 kasus. Orang Dalam Pemantauan (ODP) 70, berkurang 2 kasus. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) rumah sakit 68, berkurang 5 kasus.

Sementara, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor tembus 203 kasus dengan penambahan lima kasus positif baru. Dari jumlah itu, sebanyak 15 pasien meninggal dunia atau bertambah satu orang dari data sebelumnya.

Ketua Gugus Tugas Kabupaten Bogor Ade Yasin menyebut, data dinas kesehatan, Minggu (31/5/2020) malam, terdapat penambahan lima kasus baru positif. Dengan demikian, kasus positif di Kabupaten Bogor mencapai 203 kasus.

“Lima kasus baru yakni dua laki-laki asal Ciseeng dan Klapanunggal. Dua perempuan asal Cileungsi dan satu balita usia 1,5 tahun asal Cileungsi yang terpapar dari orang tuanya dilaporkan meninggal,” kata Ade Yasin mengkonfirmasi, Senin (1/6/2020).

Kata dia, pasien postif yang meninggal yakni seorang 56 tahun asal Cileungsi. Dengan demikian jumlah pasien positif meninggal dalam laporan terkini mencapai 15 orang. Selain kasus meninggal, pasien sembuh juga bertambah satu yaitu pasien laki-laki 45 tahun asal Bojonggede. Dengan demikian pasien sembuh berjumlah bertambah 49 orang.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) dalam perawatan 376 orang, sembuh 1.113 orang, dan meninggal 98 orang. Dari jumlah meninggal ada penambahan satu kasus perempuan 45 tahun asal Cibungbulang.

Sedangkan untuk pasien dalam pemantauan (ODP) laporan terkini mencapai 1.301 orang telah dinyatakan sembuh dan 277 orang masih dalam pemantauan

Jokowi: Peringatan Hari Lahir Pancasila saat Pandemi Uji Daya Juang Kita

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato peringatan Hari Lahir Pancasila. Peringatan tahun 2020 ini berbeda karena dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19 namun Jokowi bersyukur.

“Peringatan Hari Kelahiran Pancasla tahun ini kita laksanakan di tengah pandemi COVID-19 yang menguji daya juang kita sebagai bangsa, menguji pengorbanan kita, menguji kedisplinan kita, menguji kepatuhan kita, menguji ketenangan dalam mengambil langkah kebijakan yang cepat dan tepat,” kata Jokowi, Senin (1/6/2020).

Jokowi berbicara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara daring melalui konferensi video, ditayangkan oleh kanal YouTube Sekretariat Presiden RI. Hadir dalam peringatan secara virtual ini, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, dan para menteri.

Jokowi kemudian menyampaikan rasa syukurnya. Ujian pada momen ini bisa dilalui. Pancasila tetap menjadi panduan Bangsa Indonesia dalam masa sulit ini.

“Kita bersyukur bahwa Pancasila tetap menjadi bintang penjuru untuk menggerakkan kita semuanya, menggerakkan persatuan kita dalam mengatasi semua tantangan, menggerakan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi, memperkokoh persaudaraan dan kegotong-royongan kita untuk meringankan beban seluruh negeri, dan menumbuhkan daya juang kita dalam mengatasi setiap kesulitan dan tantangan yang kita hadapi,” tutur Jokowi.

Pingin Listrik Gratis, Begini Cara Klaim Token

BOGOR DAILY- PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) memberikan subsidi berupa listrik gratis hingga September 2020.

Seperti diketahui, stimulus ini diberikan pemerintah untuk meringankan dampak ekonomi masyarakat akibat wabah virus corona yang terjadi di Tanah Air.

Subsidi listrik berlaku bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA. Pelanggan 450 VA digratiskan secara penuh, sedangkan pelanggan dengan daya 900 VA mendapatkan diskon sebesar 50 persen.

Pada bulan Juni ini, pelanggan yang masuk daftar subsidi dapat mengklaimnya.
Bagaimana caranya?

Token listrik stimulus Covid-19 bisa didapatkan melalui situs web atau nomor WhatsApp yang tersedia.

– Web PLN

1. Buka situs web PLN di www. pln.co.id, lalu masuk ke menu pelanggan dan langsung menuju ke pilihan stimulus Covid-19.
2. Masukkan ID Pelanggan atau nomor meter. Kemudian token gratis akan ditampilkan di layar.
3. Kemudian, pelanggan tinggal memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

– WhatsApp

1. Buka Aplikasi WhatsApp.
2. Lalu, chat WhatsApp ke nomor 08122-123-123 dan ikuti petunjuk yang ada, salah satunya memasukkan ID Pelanggan.
3. Selanjutnya, token gratis akan muncul.
4. Lalu, pelanggan memasukkan token gratis tersebut ke meteran yang sesuai dengan ID Pelanggan.

Adapun rincian pelanggan yang mendapat listrik gratis atau diskon sebagai berikut:

a. R1/450 VA (gratis)
b. R1T/450 VA (gratis)
c. R1/900 VA (gratis)
d. R1/900 VA (gratis)

Pengecekan pelanggan yang termasuk dalam daftar penerima subsidi dapat dilihat di rekening pembayaran listrik atau pembelian pulsa terakhir.

Jika terdapat kode M (mampu) maka pelanggan tidak berhak mendapatkan subsidi. Pelanggan listrik pascabayar yang mendapatkan subsidi akan secara otomatis terpotong dalam tagihan.

Iwan Sumule : Jokowi Mundur Saja Jika Sudah Tak Punya Solusi Selamatkan Rakyat

BOGORDAILY.net – New Normal terus dikritik. Termasuk pentolan Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule.

Ya, rencana pemerintah mulai memberlakukan new normal mendapat kritik dari sejumlah tokoh dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Kritik dilayangkan lantaran rencana yang didengungkan dirasa membingungkan bagi publik.

Hal ini lantaran pemerintah masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan sebaran kasus corona yang terus meningkat dan belum melandai. Sementara di satu sisi, pemerintah sudah membuka rencana pelonggaran.

Kritik atas rencana ini tegas dilayangkan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Putri Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu tidak ingin kebijakan pemerintah justru menambah kebingungan baru di tengah masyarakat.

Puan tidak ingin penerapan teknis new normal terburu-buru dan tidak matang.

Teranyar kritik disampaikan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Melalui siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Muti, ormas yang dibentuk jauh sebelum Indonesia merdeka itu menuntut agar rencana new normal dikaji ulang.

Muhammadiyah ingin ada penjelasan secara transparan dan jujur dari pemerintah sebelum kebijakan itu diambil.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule mengaku sepaham dengan Puan Maharani dan Muhammadiyah. Baginya penerapan new normal bukan hanya akan membingungkan publik, tapi semakin pertegas bahwa pemerintah ingin hindari tanggung jawab pada rakyat.

“Bagaimana tidak, transmisi Covid-19 kan belum teratasi,” ujarnya kepada redaksi, Kamis (28/5).

Menurutnya rencana itu didengungkan karena pemerintah enggan memenuhi kebutuhan rakyat selama masa PSBB. Sebab jika PSBB terus diperpanjang, maka keuangan negara akan goyang untuk memberi subsidi ke rakyat. Terlebih uang negara di era Joko Widodo yang terlalu bergantung pada utang memang tipis.

“Jadi kalau PSBB diperpanjang terus, biaya untuk memenuhi kebutuhan rakyat tentu akan meningkat. Ini juga mempertegas pemerintah tak punya uang. Utangan pun belum dapat,” urainya.

Modusnya, sambung Iwan Sumule, seperti saat pemerintah menghindari karantina wilayah dan lebih memilih PSBB. Sebab pemerintah enggan menggelontorkan dana besar untuk menjamin kehidupan rakyat yang berada di rumah.

Seharusnya, Jokowi cukup menyatakan mundur jika merasa tidak mampu menyelamatkan rakyat, ketimbang harus terus berkilah tanpa solusi nyata.

“Kenapa tak mundur saja kalau sudah tak mampu dan tak punya solusi,” tekan Iwan Sumule.

Di balik kritik pada new normal yang kian masif tersebut, Iwan Sumule mengaku tergelitik saat ada pihak yang membela dan menyudutkan para pengkritik.

Salah satunya sebagaimana dilakukan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono. Arief menyebut bahwa langkah Jokowi mengambil kebijakan new normal, sementara mereka yang mengkritik belum paham tentang dasar pengertian kondisi new normal.

“Ini lucu, ternyata masih ada yang bilang new normal sudah tepat,” sindirnya mengakhiri. (*)

Ngeri, Rizal Ramli Bicara Soal Gap Antara Visi, Strategi, Personalia dan Demokrasi Kriminal

BOGORDAILY.net – Gap antara Visi, Strategi, Personalia dan Demokrasi Kriminal merupakan sumber kebobrokan. Apa Jalan Keluarnya ? Pemimpin bangsa Dr. Rizal Ramli” yang juga Menko Ekuin era Presiden Gus Dur menilai ada inkonsistensi dari visi, misi dan personalia.

Begawan ekonomi itu mengatakan praktik yang terjadi di Indonesia, visi sering kali dibuat bagus hanya sebagai modal untuk berkampanye. Sementara, ketika dieksekusi dengan strategi sering kali tidak nyambung.

Sejauh ini, kinerja Jokowi masih jauh dari harapan masyarakat Indonesia.

Hal ini disebabkan, kata Rizal, pemerintah sibuk dengan hutang yang terus berbunga.

“Karena terperangkap oleh ekonomi neo-liberal boros utang berbunga tinggi, yang harus dibayar dengan pemotongan-pemotongan subsidi dan kenaikan harga. Ada disparitas yang luar biasa antara visi, strategi dan personalia,” kata Rizal, Rabu (29/1/2020).

Belum lagi, kata ia, kesibukan Jokowi yang membagi-bagi “kue” untuk partai pendukungnya.

“Personalia hanya bagi-bagi untuk pendukung politik dan finansial. Samasekali bukan untuk nencapai misi dan laksanakan strategi,” ucapnya.

“Visi hanya alat kampanye, alat untuk mendapat dukungan politik. Strategi gak nyambung untuk mencapai visi. Kemudian, penunjukkan personalia (orang untuk mengeksekusi) kgak ada hubungannya, ini hanya thank you note untuk yang memberikan dukungan politik, thank you note kepada yang nyumbang. Itu lah kenapa Indonesia sulit maju, walaupun paling kaya di Asia, tapi selalu jadi negara yang missed opportunity,” kata Rizal

“Pada kenyataannya justru ada inkonsistensi dari visi, misi dan personalia,” ungkapnya lagi.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan dan BUMN, RR menilai ahlak saja tidak cukup dimiliki oleh para pimpinan pemerintah dan bos BUMN untuk membenahi perusahaan pelat merah tersebut. Sebab, yang lebih dibutuhkan, menurut pandangannya, adalah konsistensi antara pemaparan visi dengan implementasi strategi,”ujarnya ketika berbicara di program Indonesia Lawyer’s Club yang tayang di tvOne pada Selasa malam (11/2).

Dalam konteks BUMN,rumus agar BUMN bisa berkembang maju dan bebas dari korupsi sangat sederhana dalam pandangan Rizal. Itu semua merupakan perpaduan antara visi, strategi dan personel yang sinkron.

Lalu, apa saran dari Rizal supaya permasalahan korupsi di BUMN bisa tuntas?

1. Rizal bingung Indonesia punya visi agar berdaulat pangan, tapi strateginya malah impor
Rizal Ramli: BUMN Sulit Maju, karena Visi dan Strategi Gak NyambungIDN Times / Larasati Rey
Salah satu contoh bentuk ketidak konsistenan visi dengan strategi dalam pembangunan BUMN yakni soal membangun kedaulatan pangan. Idealnya sebagai negara yang ingin berdaulat di bidang pangan, maka Indonesia harus bisa memenuhi kemampuannya sendiri.

“Tapi, strateginya malah impor jor-joran, sehingga nanti petani enam bulan kalau belum bisa panen karena terlalu panas baru bisa nanam bulan Januari dan panen bulan Mei atau Juni. Saat itu Bulog (Badan Urusan Logistik) belum punya uang, dan kalau dibiarkan bisa-bisa petani kita akan susah,” kata Rizal yang sempat duduk sebagai Kepala Bulog itu.

Ia menilai strategi yang dijalankan justru terbalik dengan visi yang selama ini disampaikan ketika berpidato agar bisa dipilih oleh rakyat. Contoh lain yang ia ambil yakni soal impor garam. Rizal mengatakan petani garam mengeluh karena komoditas itu diimpor terlalu banyak.

“Petani garam itu nangis, karena harusnya yang diimpor hanya dua juta ton, tetapi malah ada ekstra impor satu juta ton,” kata dia.

Soal Referendum Papua, Rizal Ramli Minta Pemerintah Introspeksi

Komoditas gula pun mengalami nasib serupa. Yang didukung oleh pemerintah yakni mengimpor gula rafinasi.

Sementara, SDM yang dijadikan pemimpin BUMN itu justru orang-orang yang diuntungkan dari praktik impor tersebut.

“Selama Indonesia tetap inkonsisten seperti ini, maka kita akan sulit untuk menjadi the best,” katanya menegaskan.

Baca Juga: Rizal Ramli: Rakyat Indonesia Gak Butuh Ibu Kota Baru, Tapi Presiden

2. Rizal Ramli menyebut sistem di Indonesia tidak menginginkan SDM dengan kualitas terbaik duduk sebagai pemimpin

Hal lain yang dikritik oleh Rizal yakni mengenai kemampuan birokrat di Indonesia. Sistem yang berlaku di Indonesia justru sering kali tak menempatkan orang-orang dengan kemampuan terbaik di posisi puncak. Padahal, ada begitu banyak para pejabat yang memiliki kemampuan mumpuni.

“Tetapi, they not come forward ke atas karena sistem di kita tidak mencari yang terbaik untuk tugas apapun. Yang ditempatkan adalah yang mendukung dan memberikan sumbangan ketimbang mencari sosok yang terbaik,” ujarnya.

Ia menilai apabila Indonesia bisa menerapkan itu, maka RI bisa menjadi negara yang hebat di masa depan.

Waduh… Rizal Ramli Sebut ada Menteri Raja Impor, Siapa Ya?
3. Politik uang dinilai Rizal menghancurkan upaya untuk membangun Indonesia

Sayangnya, sesuatu yang ideal di Indonesia tidak akan bisa terwujud karena dipengaruhi oleh politik uang. Menurutnya, titik episentrum dari semua perbuatan korupsi di Indonesia adalah politik uang.

“Oleh sebab itu kita biayai saja partai politik oleh negara seperti di Eropa, Australia dan Selandia Baru. Biaya yang dibutuhkan tidak banyak hanya Rp6 triliun satu tahun. Partai itu nyolong ramai-ramai saya prediksi bisa mencapai Rp70 triliun,” kata Rizal.

Ia optimistis dengan parpol dibiayai oleh negara maka orang-orang yang memiliki kualitas baik bisa muncul.

“Selama yang mendominasi adalah politik uang, gak usah mimpi deh yang aneh-aneh, survived aja udah lumayan,” kata dia lagi.(*)

Kronologis Kebakaran Dahsyat di Jembatan Merah, 14 Armada Damkar Diterjunkan

BOGOR DAILY – Kebakaran hebat terjadi di Kota Bogor pada Minggu (31/5/2020) pukul 20:30 WIB. Si jago merah yang ganas itupun melalap sebuah toko modern di Jalan Merdeka, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Saat ini, Tim Pemadan Kebakaran Kota Bogor itupun masih melakukan proses pemadaman api.

“Api itu menjalar dari toko modern ke toko sebelahnya, dan sangat cepat diakibatkan pengaruh cuaca angin malam yang kencang,” kata Kepala Bidang (Kabid) Damkar Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, kepada Bogordaily.net.

Dugaan sementara kata Marse, kebakaran yang menyebabkan toko modern itu akibat konsleting listrik.

“Kita saat ini masih melakukan pendinginan lokasi, dan pendataan juga disebabkan karena apa api ini muncul,” jelasnya.

Dalam penanganan peristiwa itupun, tim Damkar Kota Bogor menerjunkan enam unit untuk menjinakkan api yang berkobar tersebut.

“Dari Kota Bogor enam unit, dari Kabupaten Bogor delapan unit, totalnya 14 unit,” ucapnya.

Ia menambahkan, saat ini pihaknya belum bisa menyebutkan berapa kerugian akibat kebakaran tersebut.

“Masih di data, pokoknya nanti di infokan kalau udah di data semuanya, takut salah kalau sekarang mah,” tukasnya. (Andi).

Video Detik-Detik Kebakaran Dahsyat di Bogor, Sejumlah Ruko Dekat Jembatan Merah Dilalap Api

BOGOR DAILY – Sejumlah ruko atau bangunan di kawasan dekat Jembatan Merah terletak di Jalan Merdeka, Kota Bogor, terbakar Minggu (31/5/2020) malam.

Video kerbakaran ruko atau bangunan itupun beredar di sejumlah media sosial, baik itu WhatsApp, Instagram, dan Facebook.

Dalam video yang beredar itupun, tampak terlihat sejumlah mobil pemadam kebakaran sudah berada di lokasi kejadian serta warga berbondong-bondong membantu, dan ada juga yang mengabadikan kobaran api itu.

“Kebakaran terjadi sekitar pukul 20:00 WIB di sejumlah ruko dekat Jembatan Merah,” kata salah seorang warga Kota Bogor, Adit kepada Bogordaily.net.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemadam Kebakaran Kota Bogor ketika di konfirmasi belum menjawab, penyebab terjadinya kebakaran tersebut. (Andi)

Tertular Virus Covid-19, Bayi Usia 1,5 Tahun Asal Cileungsi Meninggal

BOGOR DAILY – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor menyebutkan, satu pedagang di Pasar Cileungsi yang meninggal terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 telah menularkan virusnya ke semua keluarganya sebelum dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Dede Syarif, menjelaskan, akibat tertular virus dari sang ayah, bayi perempuan berusia 1,5 tahun menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (31/5) hari ini.

“Jadi gini, pertama kan yang positif itu pedagang daging di Cileungsi. Terus menularkan ke semua keluarganya dan juga anaknya yang berusia 1,5 tahun, dan anaknya juga dikabarkan meninggal dunia,” jelas Dede kepada Bogordaily.net.

Menurutnya, pada hari ini Minggu (31/5/2020) kembali terkonfirmasi positif merupakan klaster Pasar Cileungsi sebanyak tiga orang dan di luar dari itu sebanyak dua orang.

“Yang positif perempuan 48 tahun, perempuan 20 tahun, dan perempuan 1,5 tahun itu merupakan keluarga dari ayah pedagang Pasar Cileungsi yang meninggal, terus yang diluar klaster Pasar Cileungsi ada dua laki-laki 21 tahun asal Ciseeng dan laki-laki usia 48 tahun asal Klapanunggal,” ungkapnya.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, menyebutkan tidah hanya lima orang yang dikabarkan positif Covid-19 saja pada hari ini. Namun, ada juga kasus positif yang meninggal dunia merupakan perempuan usia 56 tahun asal Cileungsi.

“Hari ini ada yang positif sebanyak lima orang, meninggal positif satu orang. Jadi, hasil tracking tim dinkes jumlah cluster Cileungsi sampai saat ini sebanyak 10 orang,” tutupnya. (Andi).

361 Ribu Kendaraan Masuk Jakarta Via Tol

BOGOR DAILY- Jumlah kendaraan yang masuk Jakarta hingga H+5 Lebaran 2020 menurun dibanding tahun lalu. Catatan PT Jasa Marga, volume kendaraan menuju Jakarta dari H+2 hingga H+5 lebaran sebanyak 361.932 unit.

Dalam keterangan resmi yang diperoleh, Minggu (31/5/2020), jumlah tersebut mengalami penurunan 69,96 persen dibanding H+5 Lebaran pada 2019 lalu. Ini juga tak terlepas dari larangan tidak mudik di masa pandemi COVID-19.

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero), Dwimawan Heru mengatakan, ratusan ribu kendaraan yang menuju Jakarta itu berasal dari arah timur, selatan dan barat.

“Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta sebesar 34,6 persen dari arah Timur, 34,3 persen dari arah Barat dan 31,1 persen dari arah Selatan,” ujar Heru dalam keterangan tertulisnya.

Heru menjelaskan, kendaraan yang berasal dari arah timur itu melewati gerbang tol (GT) Cikampek hingga GT Cikarang Utama dan juga GT Kalihurip. Jasa Marga mencatat, kendaraan yang menuju Jakarta di GT Cikarang Utama 2 berjumlah 72.277, angka tersebut mengalami penurunan 84,21 persen dibanding tahun lalu. Di GT Kalihurip 2 penurunan jumlah kendaraan dibanding tahun lalu mencapai 81,66 persen, total 52.788 kendaraan tercatat menuju Jakarta hingga H+5.

“Total kendaraan menuju Jakarta dari arah Timur, turun sebesar 83,23 persen dibandingkan dengan lalin lebaran tahun 2019,” ucapnya.

Untuk kendaraan yang datang dari arah selatan, Jasa Marga mencatat ada 112.661 kendaraan yang masuk melalui GT Ciawi 2. Jumlah tersebut turun 38,32 persen dibanding 2019.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan, untuk kendaraan yang datang dari arah barat masuk dari GT Cikupa, tercatat 124.206 kendaraan yang hendak ke Jakarta. Menurut Heru, jumlah tersebut turun 55,13 persen dibanding lebaran tahun lalu.

Heru mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas rekreasi pasca-Lebaran. Hal itu bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Selain itu batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Putri Anastasya Ladu Digadang Ikut Bertarung di Pilbup Sukabumi 2020

BOGOR DAILY – Nama Putri Anastasya Ladu atau akrab disapa Chacha digadang-gadang bakal ikut meramaikan bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Sukabumi, Desember nanti.

Berbekal dari pengalaman mencalonkan diri sebagai caleg pada 2019, Chacha mengaku siap untuk maju dalam pencalonan Kepala Daerah 2020. Sebab, hal ini akan jadi tantangan tersendiri bagi kiprahnya di dunia politik.

“Insya Allah saya akan jajaki siapa tahu berjodoh,” ujar Chacha, ketika dihubungi Bogordaily.net.

Sebagai salah satu kader terbaik Hanura, Chacha mengaku telah melakukan persiapan, baik secara internal maupun eksternal. Termasuk dalam membangun komunikasi dengan beberapa partai untuk berkoalisi.

“Terutama membangun komunikasi terkait menyamakan persepsi. Insyaallah, dukungan dari partai sih insya allah sudah turun,”ungkap perempuan yang aktif dalam bidang dunia pendidikan ini.

Menurutnya, di sisa waktu yang tinggal 210 hari lagi, sudah ada dua partai berbasis nasionalis religius yang akan merapat untuk berkoalisi. Namun, ia enggan menyebutkannya.

“Sudah ada 2 partai yang berbasis nasionalis religius bicara soal koalisi dan tiket,” imbuh Chacha, yang merahasiakan nama partai mana saja yang sudah dilobi. (gib)