Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8175

Putri Anastasya Ladu Digadang Ikut Bertarung di Pilbup Sukabumi 2020

BOGOR DAILY – Nama Putri Anastasya Ladu atau akrab disapa Chacha digadang-gadang bakal ikut meramaikan bursa Pemilihan Bupati (Pilbup) Sukabumi, Desember nanti.

Berbekal dari pengalaman mencalonkan diri sebagai caleg pada 2019, Chacha mengaku siap untuk maju dalam pencalonan Kepala Daerah 2020. Sebab, hal ini akan jadi tantangan tersendiri bagi kiprahnya di dunia politik.

“Insya Allah saya akan jajaki siapa tahu berjodoh,” ujar Chacha, ketika dihubungi Bogordaily.net.

Sebagai salah satu kader terbaik Hanura, Chacha mengaku telah melakukan persiapan, baik secara internal maupun eksternal. Termasuk dalam membangun komunikasi dengan beberapa partai untuk berkoalisi.

“Terutama membangun komunikasi terkait menyamakan persepsi. Insyaallah, dukungan dari partai sih insya allah sudah turun,”ungkap perempuan yang aktif dalam bidang dunia pendidikan ini.

Menurutnya, di sisa waktu yang tinggal 210 hari lagi, sudah ada dua partai berbasis nasionalis religius yang akan merapat untuk berkoalisi. Namun, ia enggan menyebutkannya.

“Sudah ada 2 partai yang berbasis nasionalis religius bicara soal koalisi dan tiket,” imbuh Chacha, yang merahasiakan nama partai mana saja yang sudah dilobi. (gib)

Kelurahan Tanah Baru Mulai Sosialisasi New Normal

BOGOR DAILY – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini sudah mengizinkan tempat ibadah untuk menggelar salat berjamaah walaupun pandemi Virus Korona belum usai. Namun, pengelola masjid tetap harus mengedepankan protokol kesehatan.

Pemkot Bogor juga sudah memerintahkan agar kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Hujan itu untuk mendata dan melaporkan, mana saja masjid yang sudah siap menggelar halat berjamaah dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Salah satunya Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, saat ini sedang melakukan pendataan mana saja masjid yang sudah menerapkan protokol kesehatan.

“Saat ini kita sudah melakukan kordinasi di grup WA dan indipidu kelembagaan sudah kami himbau, dan sampaikan ke kelompok kecil rumah tangga, untuk protokol kesehatan harus ditaati. Saat ini masih mendata tempat ibadah protokol kesehatan yang akan disampaikan ke pemkot, melalui DKM,” kata Lurah Tanah Baru, Dede Sugandi, kepada Bogordaily.net.

Untuk menuju fase New Normal, pihaknya juga berkoordinasi dengan ketua RT dan RW agar disosialisasikan.

“Harus dikasih tahu, kalau pemberlakuan New Normal ini bukan berarti Covid-19 sudah tidak ada, tetapi harus menjalani dengan menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), selalu gunakan masker, hand sanitizer, menghindari kerumunan dan yang lainnya,” jelasnya.

Dede sapaannya juga menjelaskan, untuk bantuan sosial (Bansos) dari Pemkot Bogor sebanyak 268 penerima atau KK sudah tersalurkan semuanya, dengan uang tunai sebesar Rp600 ribu.

“Kita juga saat ini terus gencarkan Gasibu (Gerakan Nasi Bungkus) bekerjasama dengan PKK, dan menargetkan selama satu hari bisa membagikan 50 nasi bungkus kepada keluarga yang membutuhkan,” tukasnya. (Andi).

Tunggu Konsep New Normal, DPMD Bogor Kaji Pilkades Serentak Tahun 2020

BOGOR DAILY – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, saat ini masih menunggu konsep menuju pemberlakuan New Normal (Kenormalan Baru) oleh Pemkab Bogor jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2020.

Kadis DPMD Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi mengatakan, belum bisa memastika Pilkades serentak tahun 2020 yang akan dilaksanakan di 88 desa.

“Walaupun bulan Juni ini harus mulai mendata tapi, kita belum memastikan apakah diperbolehkan atau tidak, soalnya kita juga menunggu konsep New Normal. Kalau sudah keluar kita akan kaji soalnya pelaksanaannya bulan November nanti,” katanya, Minggu (31/5/2020).

Menurut Ade Jaya sapaan akrabnya, pelaksanaan Pilkades antar waktu untuk Desa Sukaraja dibatalkan sementara dikarenakan adanya pandemi Virus Korona atau Covid-19 di Bumi Tegar Beriman.

“Kita putuskan untuk Pilkades antara waktu di tunda yang Desa Sukaraja. Karena ada wabah Virus Korona dan itu sudah disepakati oleh Pemerintah Kabupaten Bogor juga,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pilkades antar waktu untuk Desa Sukaraja dikarenakan kades terpilih meninggal dunia usai pelantikan gelombang kedua tahun 2019 lalu.

Ditempat berbeda Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, Pemkab Bogor belum bisa menentukan apakah Pilkades serentak tahun 2020 ini bisa dilaksanakan atau tidak.

“Kita masih kaji itu, belum diputuskan mengenai Pilkades serentak tahun 2020 ini,” singkatnya. (Andi).

Pasar Cileungsi Ditutup Selama Dua Hari

BOGOR DAILY – Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor akan ditutup selama dua hari dari mulai 1-2 Juni 2020 mengingat adanya tujuh kasus positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 di klaster pasar tersebut.

Direktur Operasional PD Pasar Tohaga, Doni Djatnika, menjelaskan bahwa penutupan yang rencananya akan dilakukan pada hari ini Minggu (31/5/2020) atas intruksi bupati Bogor Sabtu (30/5/2020) malam kurang memungkinkan, dikarenakan sebagian pedagang sudah berjualan sejak malam.

Akan tetapi kata Doni, saat ini pihaknya bersama Muspika Cileungsi bersepakat melakukan terlebih dahulu tes massal kepada para pedagang pasar.

“330 alat tes kita siapkan untuk melakukan tes massal kepada para pedagang, sambil kita juga sosialisasi dan ada juga sebagian toko yang bersedia tutup hari ini,” katanya, Minggu (31/5/2020).

Setelah dilakukannya tes massal Covid-19 Doni menegaskan, bahwa tidak ada lagi pedagang dan pengunjung di area pasar guna rangkaian sterilisasi.

“Penutupan yang dilakukan merupakan langkah terbaik dan bijaksana untuk kemaslahatan umat, untuk memutus mata rantai Virus Korona. Khususnya yang ada di area Pasar Cileungsi, dan nanti jika pasar sudah beroperasi kembali , tidak ada toleransi, semua yang masuk ke pasar harus bermasker. Serta rapid test akan terus dilakukan karena kita mengacu pada protokoler kesehatan yang diterapkan pemerintah daerah,” tegasnya.

Terakhir Doni menghimbau, kepada seluruh pedagang dan pengunjung pasar khususnya Pasar Cileungsi untuk bisa menjaga diri serta terus menerapkan standae kesehatan yang sudah di tetapkan pemerintah

“Sayangi diri, keluarga dan lingkungan sekitar dengan terus menerapkan protokol pencehagan Covid-19,” pungkasnya. (Andi).

Vaksin Corona Made in China Siap Dilaunching, Dipasarkan Akhir Tahun

BOGOR DAILY – Tak lama lagi China akan melaunching dan memasarkan vaksin Corona yang berhasil mereka ciptakan.

Vaksin Corona buatan China ini siap dipasarkan paling cepat akhir tahun ini hingga awal tahun depan.

Pernyataan itu diungkap oleh Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi (SASAC) milik negara China.

Dalam uji coba, lebih dari 2.000 orang telah menerima vaksin yang dikembangkan oleh Wuhan Institute of Biological Products dan Beijing Institute of Biological Products.

“Vaksin sudah siap untuk pasar paling cepat pada akhir tahun ini atau awal 2021,” ungkap posting SASAC di akun media sosial China, WeChat pada 29 Mei dilansir dari Reuters, Minggu (31/5/2020).

Vaksin itu telah memasuki uji klinis tahap II. Kedua pengembang vaksin itu berhubungan dengan grup farmasi milik negara Sinopharm yang manajemennya diawasi oleh SASAC.

Lini produksi Beijing Institute of Biological Products akan memiliki kapasitas manufaktur mencapai 100 juta hingga 120 juta dosis.

China memiliki lima vaksin Corona dalam uji coba pada manusia. Sampai saat ini belum ada perusahaan yang bersedia memberikan komentar terkait vaksin tersebut. (*)

330 Pedagang Pasar Cileungsi Jalani Rapidtes Massal

BOGOR DAILY – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor kembali melakukan tes massal kepada ratusan pedagang Pasar Cileungsi, mengingat adanya tujuh kasus positif Covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi tersebut.

Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kecamatan Cileungsi, Zainal Ashari, mengatakan sesuai intruksi dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor bahwa pada hari ini Minggu (31/5/2020) kembali dilakukan tes massal ke 330 pedagang Pasar Cileungsi.

“Kita pada kesempatan ini melakukan tes massal Swab sebanyak 30 dan Rapid 300 ke semua pedagang pasar, mengingat kemarin baru dilaksanakan swab ke 35 pedagang ternyata muncul yang positif sebanyak tujuh orang,” kata, Zainal yang juga merupakan Camat Cileungsi.

Dirinya berharap, dengan melakukan tes massal kepada para pedagang ini diharapkan bisa menekan angka positif Covid-19 di wilayah Cileungsi.

“Ini adalah upaya memutus mata rantai Covid-19, kita sekarang dilakukan tes massal terlebih dahulu yaitu dengan Rapid dan Swab test,” jelasnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Kabupaten Bogor pada hari Sabtu (30/5/2020) mengumumkan, sebanyak empat pedagang Pasar Cileungsi dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil Swab Test sebelumnya telah keluar.

Dari empat orang yang dinyatakan positif Covid-19 itu diantaranya, satu pedagang daging, satu pedagang ikan asin, dua orang pedagang buah.

Ada juga pedagang daging usia 30 tahun (meninggal dunia hasil positif Covid-19) yang juga menularkan ke istrinya usia 23 tahun dan saudaranya laki-laki usia 17 tahun, di Kecamatan Cileungsi. (Andi)

Awas, Krisis Pangan Pun Mengancam

Distribusi bantuan sosial (bansos) ke masyarakat terdampak pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) diwarnai sejumlah persoalan, yang tak bisa dipandang sebelah mata. Misal, mulai dari pendataan yang kacau, pengembagian bantuan karena tak adil, hingga sejumlah pemotongan. Ironisnya, Menteri Sosial Juliari Batubara mengakui persoalan data menjadi tantangan dalam penyaluran bantuan sosial, khususnya bansos sembako (seperti dikutip dari liputan6.com 06/5). Lantas, menyoal carut-marut pendistribusian bansos itu siapa salah?

Kita lupakan saja, soal fenomena kacaunya data pendistribusian dari pemerintah seperti yang diakui oleh Menteri Sosial tadi. Kini, kita sedikit melirik cara jitu pendistribusian yang dilakukan oleh salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal Komisi IV. Sebut saja, DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS.,M.Sc. Kendati boleh dibilang tak muda lagi, wanita peraih gelar Doktoral asal Prancis ini terlihat begitu getol terjun langsung menemui masyarakat penerima bantuan sosial yang disalurkan lewat kerjasama dengan mitra Komisi IV DPR RI.

“Bantuan ini adalah amanah yang mesti sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, tentunya. Jadi, saya tidak mau main-main atau aksi ambil untung dalam penyaluran bantuan ini. Terlebih saat ini, masyarakat sedang kesusahan oleh dampak pandemi covid-19 dari sisi ekonomi. Lantas, dimana rasa empati kita untuk rakyat?,”ujar mantan Direktur Pembiayaan di Kementerian Pertanian itu kepada bogordaily (30/5/20).

Nah, di kegiatan resesnya di Kabupaten Cianjur, Hj. Endang menjelaskan, saya dibantu para Tenaga Ahli, Sespri dan Struktur DPC dalam memberikan ribuan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) berupa Masker, Handsanitizer. Selain itu, kami juga mendistribusikan lebih dari 3.000 paket beras, 3.000 paket sembilan bahan pokok (sembako), 2.000 paket ikan (berupa ikan beku dan olahan ikan) yang bekerjasama dengan mitra Komisi IV DPR RI kepada masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.

“Kami membagikan paket-paket bantuan sosial tersebut dengan teknik pengumpulan data-data masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan identitas kartu tanda penduduk yang sudah diverifikasi secara valid dan tepat sasaran,” kata Hj. Endang.

Menyoal ancaman krisis pangan, Hj. Endang bilang, saat ini pandemi virus corona merupakan sebuah ancaman yang tak bisa dianggap remeh. Lihat saja, banyak negara-negara di dunia nyaris tumbang perekonomiannya dan salah satunya Indonesia. Saya ingatkan, jika menyoal stok kebutuhan pangan rakyat ini tidak segera dibenahi secara sistematis mulai dari sisi sektor pertanian, perkebunan dan perikanan. Agar tidak lagi ada lonjakan harga kebutuhan bahan pokok ditengah masyarakat yang mencekik leher rakyat.

“ini PR (red; Pekerjaan Rumah) yang mesti segera di benahi oleh pemerintahan pada saat ini, tentunya. Setidaknya, Presiden menegaskan kepada perintah intansi dan lembaga terkait harus menjaga stok pangan sekaligus melakukan operasi pasar hingga ke berbagai pelosok daerah. Kendati begitu, jangan lupa tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 yang dianjurkan oleh WHO,” ujar Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra asal Dapil Jawa barat III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur) itu.

Selain tugas tersebut mesti direalisasikan oleh pemerintah, Hj. Endang menambahkan, kita sebagai rakyat pun mesti bersama-sama berperan aktif untuk bangkit dan berusaha keluar dari ancaman krisis pangan di tengah pandemi virus corona ini.

“Jangan lupa, Indonesia memiliki tanah subur. Jadi, saya berharap betul agar seluruh rakyat Indonesia bersama-sama secara massif memanfaatkan lahan kosong atau lahan tidur untuk ditanami berbagai tanaman yang dapat dikonsumsi seperti umbi-umbian, dan sayur-sayuran salah satu contoh penanaman secara hidroponik,” menurut Hj. Endang.

Di penghujung kegiatan menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Cianjur kali ini, Hj. Endang pun berharap betul agar masyarakat dan pemerintah bahu-membahu bangkit bersama dari ancaman krisis pangan dampak pandemi covid-19.

“Saya mengajak masyarakat Kabupaten Cianjur khususnya, bersama-sama mematuhi aturan protokol kesehatan yang di tetapkan oleh pemerintah maupun WHO. Selain itu, ditengah pandemi ini saya berharap masyarakat jangan panik. Mari, kita bersama-sama berjuang untuk meningkatkan Kedaulatan Pangan, Energi dan Air. Semoga Alloh SWT mengabulkan doa dan ikhtiar kita bersama,” pungkas Hj. Endang. (yps/bdn)

Pasar Ditutup, Warga Cileungsi Bisa Belanja Online di Mitoha.id

BOGOR DAILY – Bagi masyarakat di sekitaran wilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, jangan khawatir dengan adanya penutupan Pasar Cileungsi pada hari ini Minggu (31/5/2020).

Direktur PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan, menjelaskan bahwa penutupan pasar hanya sementara karena akan ada sterilisasi pasar dari Tim Gugus Tugas Kabupaten Bogor.

“Hanya sementara, kita akan lakukan penyemprotan disinfektan di semua lokasi pasar, mengingat adanya tujuh pedagang terpapar Covid-19,” jelas Haris, Minggu (31/5/2020).

Menurutnya, PD Pasar Tohaga sudah jauh-jauh hari membentuk aplikasi untuk pembelian online melalui Web Mitoha.id, jika memang masyarakat kebingungan untuk berbelanja di situasi saat ini.

“Untuk pengurangan keramaian pasar, pembeli bisa menghubungi pasar terdekat selain Cileungsi dengan mengakses Web Mitoha.id. warga bisa tetap belanja tanpa harus keluar rumah,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat pasar-pasar yang ada di Kabupaten Bogor akan dilakukan tes massal serupa kepada pedagang.

“Jadi jangan khawatir untuk kebutuhan pemenuhan pangan karena ada Mitoha.id, jaga kesehatan dan tetap menggunakan masker,” tutupnya.

Sebelumnya, Imbas tujuh pedagang Pasar Cileungsi yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 pada Sabtu (30/5/2020) kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memutuskan untuk melakukan penutupan sementara dengan batas waktu yang tidak bisa ditentukan. (Andi).

Tujuh Pedagang Positif Korona, Pasar Cileungsi Ditutup

BOGOR DAILY – Imbas tujuh pedagang Pasar Cileungsi yang dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 pada Sabtu (30/5/2020) kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memutuskan untuk melakukan penutupan sementara.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, menjelaskan terkait penutupan Pasar Cileungsi merupakan intruksi dari bupati Bogor langsung kepada Direktur PD Pasar Tohaga.

“Ibu (bupati Bogor) semalam sudah bilang, bahwa untuk segera mengumumkan kepada pedagang Pasar Cileungsi agar segera ditutup sementara, itu ditugaskan ke Dirut PD Pasar Tohaga,” kata Syarifah, Minggu (31/5/2020).

Penutupan itu tidak lain dikarenakan akan ada sterilisasi di Pasar Cileungsi menggunakan cairan disinfektan. Serta Syarifah menjelaskan, Tim Gugus Tugas juga akan melakukan penelusuran warga yang tertular Covid-19 dari para pedagang.

“Tim Dinkes (Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor) juga akan melakukan tracking, siapa saja yang pernah kontak langsung dengan pedagang yang positif itu,” jelasnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Kabupaten Bogor pada hari Sabtu (30/5/2020) mengumumkan, sebanyak tujuh pedagang Pasar Cileungsi dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil Swab Test sebelumnya telah keluar. (Andi).

Digilir Ayah dan Paman, Perempuan Ini Sebulan Minimal 3 Kali Disetubuhi

BOGORDAILY.net – Kelakuan ayah dan Paman ini benar-benar biasa. Seorang perempuan muda belasan tahun, jadi budak seks keduanya secara bergiliran.

Seorang wanita muda di Minahasa, Sulawesi Utara bertahun-tahun digilir ayah dan pamannya sendiri di rumah.

Gadis berusia 16 tahun ini, tak kuasa melawan saat ayah dan pamannya mengajaknya berhubungan badan.

Setelah dilakukan penelusuran sang ayah berinisial J dan paman Y mengakui perbuatannya.

Kasus tersebut terungkap setelah korban mengalami trauma berat karena sering dipaksa melayani nafsu bejat ayah dan pamannya tersebut berulang kali.

Tak kuasa menahan beban tersebut, akhirnya korban menceritakan kejadian yang menimpanya kepada ibunya.

“Akibat perbuatan kedua pelaku, korban mengalami ketakutan dan trauma berat, karena aksi memilukan itu dilakukan secara berulang-ulang,” ujar Kasubbag Humas Polres Tomohon AKP Andrie Mamahit, Jumat (29/5/2020).

Mengetahui laporan anaknya, sang ibu merasa syok.

Tak terima dengan perbuatan pelaku terhadap anaknya, sang ibu langsung melaporkan ke polisi pada Kamis (28/5/2020).

Tak butuh waktu lama, setelah mendapat laporan itu pihaknya langsung mengamankan kedua pelaku.

“Kedua pelaku diamankan pada hari itu juga. Pelaku J diamankan pada pukul 15.30 Wita.

Sedangkan, pelaku Y diamankan pada pukul 16.30 Wita,” sebut dia.

Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya.

Perbuatan bejat tersebut, lanjut dia, dilakukan pelaku di rumahnya saat kondisi sedang sepi.

Pemerkosaan itu dilakukan pertama kali sejak 2016 hingga Maret 2020.

Bahkan sang paman, pada bulan Maret lalu memperkosa korban sebanyak tiga kali.

“Aksi keduanya dilakukan di dalam rumah korban saat anggota keluarga lainnya sedang keluar.

Sebelum menjalankan aksinya, kedua pelaku membujuk dan mengancam korban,” kata Andrie, Jumat (29/5/2020).

Atas perbuatan tersangka, polisi akan menjerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Diperkosa Ayah dan Paman Selama 4 Tahun, Gadis Ini Alami Trauma Berat, Terungkap setelah Melapor Sang Ibu. (*)