Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8197

Langgar PSBB, Habib Umar Assegaf Baku Hantam dengan Aparat. Ini Kronologisnya!

BOGORDAILY.net – Kehebohan akibat melanggar PSBB kembali terjadi. Seorang pria berjubah baku pukul dengan aparat.

Ya dia adalah Habib Umar Abdullah Assegaf terlibat baku pukul dengan petugas Satpol PP saat ditegur karena melanggar pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Surabaya, Jawa Timur. Video peristiwa tersebut juga viral di media sosial.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan bahwa orang yang terlibat baku pukul adalah Habib Umar Abdullah Assegaf, pimpinan organisasi keagamaan di Pasuruan. Hal itu didapat dari hasil penelusuran nomor polisi di mobil yang dipakai Umar.

“Iya (Habib Umar Abdullah Assegaf), nama itu kami dapat sesuai identitas tercantum dalam kepemilikan kendaraan,” kata Truno saat dihubungi, Kamis (21/5).

Secara terpisah, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Candra menjelaskan kronologi petugas menegur Habib Umar Abdullah Assegaf hingga terjadi baku pukul.

Mulanya, mobil sedang bernomor polisi N 1 B hendak masuk ke Kota Surabaya pada Rabu sore (20/5). Namun, saat sampai di check point Exit Tol Satelit, petugas menghentikan mobil yang ditumpangi Habib Umar Abdullah Assegaf tersebut.

Petugas menyetop karena mobil itu mengangkut 5 orang penumpang. Hal itu, kata Teddy sudah jelas menyalahi aturan PSBB, bahwa kendaraan hanya boleh berisi 50 persen kapasitas. Selain itu, ada pula penumpang yang tak memakai masker.

“Ketika dilakukan pemeriksaan didapati tidak menggunakan masker, kemudian kapasitas mobil lebih dari 50 persen, jadi kalau jenis sedan seperti itu harusnya maksimal 3 orang, 1 supir depan, dua penumpang di belakang. Sedangkan kondisi di mobil saat itu full 5 orang,” kata Teddy saat dihubungi.

Petugas lalu meminta putar balik. Tidak boleh masuk ke Kota Surabaya. Namun, tiba-tiba Habib Umar Abdullah Assegaf yang memakai pakaian serba putih keluar dari mobil. Dia berteriak dan menolak arahan petugas.

Dalam video yang beredar, Habib Umar Abdullah Assegaf sempat berbicara dengan petugas kepolisian dan Satpol PP yang berada di lokasi. Dia protes mengapa tidak boleh masuk ke Kota Surabaya.

Hingga kemudian, terjadi saling dorong dan memukul antara Habib Umar Abdullah Assegaf dengan seseorang yang memakai pakaian Satpol PP. Petugas lain yang ada di lokasi lalu memisahkan mereka. Habib Umar Abdullah Assegaf tetap tidak boleh masuk Kota Surabaya.

https://www.instagram.com/tv/CAb8okxntGG/?igshid=1fqv21v2zj60n

“Kejadian kemarin itu sangat kami sayangkan,” kata Teddy.

PSBB guna menekan laju penularan virus corona (Covid019) berlaku di Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, Jawa Timur hingga 25 Mei mendatang. Ada sejumlah ketentuan yang harus dipatuhi masyarakat.

Protokol kesehatan harus dipatuhi, seperti menjaga jarak dan memakai masker. Kendaraan juga tidak boleh diisi penuh. Hanya boleh 50 persen dari batas maksimal kendaraan. (frd/bmw)

Ma’ruf Amin: Lewat Teknologi Silaturahmi Idul Fitri Tetap Bisa Dilakukan

BOGORDAILY – Bulan Ramadhan mulai memasuki hari-hari terkahir. Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan di tengah pandemi virus Corona, silaturahmi tetap bisa dilakukan saat Idul Fitri melalui teknologi.

“Pada saat sekarang ini kita terhalang oleh adanya suasana COVID-19, sehingga kita sulit untuk bisa bersilaturahim langsung. Tapi syukur alhamdulillah, kita sekarang walaupun tidak bisa bertatap muka, kita (dapat) bersilaturahim melalui media secara virtual. Kita bisa melalui WA, melalui telepon, bahkan kita bisa melalui teleconference,” ujar Ma’ruf Amin, Rabu (20/5/2020).

Ma’ruf mengatakan, dengan teknologi maka silaturahmi bisa dilakukan tanpa perlu bertemu secara langsung.

“Sekarang ini kita bisa melakukan tanpa harus bertemu, dan ini juga bantuan teknologi, alhamdulillah. Sehingga silaturahimnya tidak hilang karena ada media yang bisa menghubungkan kita dengan orang tua, dengan tetangga dengan saudara-saudara kita,” kata Ma’ruf.

Masyarakat diminta untuk bersabar dan tidak pulang terlebih dulu. Ma’ruf memastikan pemerintah akan mengganti waktu libur lebaran Idul Fitri ke Idul Adha.

“Kita sebenarnya kalaupun tidak bisa sekarang, kita bisa menundanya, insyaAllah pemerintah akan menggeser libur lebaran ini. Mungkin ke saat nanti libur panjangnya digeser ke Idul Adha, jadi lebaran haji. Jadi kita tinggal menggeser sedikit, mudah-mudahan Idul Adha Coronanya sudah hilang sehingga kita bisa bertemu dan bersilaturahim, hanya menggeser waktunya,” kata Ma’ruf.

“Jadi sekarang bisa melalui virtual, nanti kita bisa juga bergeser saat Iduladha bertatap muka karena libur lebarannya oleh pemerintah akan digeser. Jadi tidak kehilangan sesuatu,” pungkasnya.

Untuk yang Jengkel Lihat Banyak Kerumunan Saat PSBB, Ini Nasihat Aa Gym

BOGORDAILY – Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat pandemi virus Corona masih diberlakukan di banyak wilayah, namun kerumunan sudah muncul di mana-mana. Banyak yang jengkel melihat hal ini karena mereka sudah bertahan di rumah dalam waktu lama.

Dai kondang Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) memahami kekecewaan masyarakat. Di saat sebagian orang patuh dengan di rumah saja, muncul kerumunan di bandara, pasar, hingga mal.

“Aa kira sahabat-sahabat punya perasaan yang sama. Jengkel, kecewa, sedih, merasa dikhianati,” kata Aa Gym dalam videonya di Instagram, Rabu (20/5/2020).

Banyak yang merasa pengorbanan mereka selama hampir 3 bulan ini tidak dihargai. Di saat sekolah hingga tempat ibadah tak bisa didatangi, pasar hingga mal justru ramai.

“Bagi kita yang sudah hampir 3 bulan di rumah, melihat kerumunan di airport, melihat kerumunan di pasar-pasar, melihat kerumunan di jalan jalan. Seakan-akan perjuangan pengorbanan kita terutama para dokter perawat yang mempertaruhkan nyawa, aparat yang siang malam menjaga, sekolah-sekolah tutup. Masjid tempat ibadah kita pun menjadi sepi, seakan terkhianati oleh mereka itu,” papar Aa Gym.

Aa Gym pun mengajak kita untuk tetap berpikir jernih meski jengkel. Jangan kemudian ikut-ikutan untuk keluar rumah dan berkerumun.

“Jangan sampai kita meniru keburukan dengan keburukan yang sama karena bagi kita khususnya umat Islam, berdiam di rumah, menjauhi kemudaratan adalah amal soleh, adalah perintah agama. Bukan semata mata PSBB,” ungkapnya.

Aa Gym menasihati kita agar tetap disiplin selama PSBB. Dengan demikian, nantinya kita bisa menatap kehidupan baru yang bebas dari virus Corona.

“Tetaplah saudaraku disiplin, bertahan di rumah, ibadah pun tetap di rumah kalau kita berada di zona merah sesuai anjuran guru-guru kita majelis ulama. Insyaallah kalau kita disiplin, Allah menghilangkan wabah ini karena wabah ini adalah kerumunan. Di mana kerumunan itu ada, di sana wabah ini akan ada,” pesan Aa Gym.

Pesan Aji Santoso untuk Pemain Persebaya: Jangan Sampai Overweight

BOGORDAILY – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, menitip pesan untuk para pemainnya menatap libur lebaran. Penggawa Bajul Ijo diminta jangan sampai overweight.

Pada akhir pekan ini, umat Islam akan merayakan hari raya Idul Fitri. Persebaya memberi libur yang cukup lama, sembari menunggu kepastian nasib kompetisi.

Shopee Liga 1 2020 sudah diputuskan force majeure sejak 27 Maret. PSSI dan PT Liga Indonesia Baru masih menunggu pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Libur lebaran akan cukup lama, liburnya sampai 2 minggu setelah lebaran. Kompetisi sendiri juga belum ada kepastian seperti apa, tapi nanti kalau ada kepastian masalah kompetisi kita akan sesuaikan jadwal liburnya,” kata Aji di situs Persebaya.

Aji mengaku tak menitipkan banyak pesan untuk pemain-pemainnya. Tak ada pantangan, eks pelatih Persela Lamongan itu mau pemainnya bisa jaga badan.

“Seperti yang selalu saya bilang ke mereka, bahwa mereka pemain profesional harus tau bagaimana menjaga kondisi, karena baik tidaknya kemampuan mereka menjaga kondisi ya mereka sendiri yang dapat akibatnya,” kata Aji.

“Saya juga tidak ada larangan khusus untuk menghindari makanan atau apa, saya hanya berpesan ke pemain untuk jangan sampai overweight,” dia menambahkan.

Skenario Menghadapi Hidup ‘New Normal’ Menurut Pakar Unair, Ini 4 Fakta Wajib Diketahui

BOGORDAILY – Akhir-akhir ini pemerintah menggembar-gemborkan hidup ‘New Normal’ di berbagai kesempatan. Hidup new normal atau normal baru merujuk pada perubahan pola hidup sehari-hari selama pandemi COVID-19 masih berlangsung di Indonesia.

Dikutip dari liputan6.com, menerapkan tatanan hidup normal baru di tengah pandemi COVID-19 dinilai butuh peran pemerintah, tokoh agama dan masyarakat untuk menyiapkan mental masyarakat dalam menerapkannya.

Perilaku Baru

warga memakai masker di stasiun palmerah

Ketua Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (FKM Unair), Hario Megatsari menjelaskan bagaimana skenario menghadapi hidup normal baru di tengah pandemi.

Menurut Hario, tatanan hidup normal baru menuntut adanya perilaku baru. Hidup ‘New Normal’ sebagai konsekuensi dari adanya virus corona jenis baru (Sars-CoV-2) penyebab COVID-19.

Adanya protokol kesehatan yang berlaku menuntut perubahan perilaku sehari-hari. Seperti memakai masker saat berada di luar rumah, menjaga jarak fisik, dan menghindari kerumunan.

Menjaga Kesehatan dan Kebersihan

011 tantri setyorini

Selain itu, untuk menyesuaikan dengan kondisi pandemi COVID-19 masyarakat juga wajib menjaga kesehatan dan kebersihan. Di antaranya dengan makan makanan bergizi yang bisa meningkatkan imun tubuh, olahraga, mencuci tangan dengan sabun, dan lain sebagainya.

“Sebelum ada COVID-19, berinteraksi di suatu acara, misalkan di acara pernikahan berjabat tangan, cipika cipiki, dan selama ada pandemi itu belum bisa dilakukan. Karena ada dalam salah satu protokol (jaga jarak-red), ini perilaku normal yang baru,” jelas Hario, dikutip dari liputan6.com.

Pola Hidup Tidak Sama Seperti Dulu

jaga jarak di dalam kereta

Setidaknya selama belum ada vaksin yang ditemukan, tatanan hidup normal baru ini jadi bentuk antisipasi penyebaran COVID-19. Meskipun nanti vaksin sudah ditemukan, menurut Hario, pola hidup tidak akan sama seperti kondisi dulu.

Untuk menghadapi tatanan hidup baru itu, Hario menilai masyarakat perlu menyiapkan mental. Hal ini agar tidak tergagap saat menerapkannya. Apalagi masih ada warga yang belum bisa menjalankan protokol kesehatan dan menerima tatanan hidup normal baru.

Peran Banyak Orang

psbb surabaya raya sudah sepekan

Masyarakat perlu mengikuti informasi yang baik dan benar sebagai panduan menjalani hidup normal baru.

“Ikuti informasi yang baik dan benar mengenai perilaku tatanan yang baru seperti apa, karena masih menata dan belum ada definitif,” jelas Hario.

Di sini, dibutuhkan peran pemerintah, tokoh agama, masyarakat. Hario mengatakan, peran pemerintah menenangkan masyarakat agar dapat menerapkan tatanan hidup normal baru dengan menjalankan protokol kesehatan.

“Pemerintah harus mulai konsisten dan punya ketegasan. Konsisten itu terhadap protap atau regulasi sehingga publik akan timbulkan trust,” pungkasnya.

Bagi Drogba, Juan Mata yang Membuat Chelsea Juara Liga Champions

BOGORDAILY – Musim 2011/2012, Chelsea memenangi Liga Champions untuk kali pertama. Didier Drogba adalah pahlawannya, tapi bagi dia justru sang pahlawan adalah Juan Mata.

Perjalanan Chelsea memenangi Liga Champions kala itu sangatlah penuh drama. Manajernya, Andre Villas-Boas dipecat, digantikan Roberto Di Matteo dan The Blues terseok-seok di liga.

Pun di Liga Champions, Chelsea harus jatuh-bangun. Sempat ditaklukan Napoli 3-1 di babak 16 besar, Chelsea akhirnya membalikkan keadaan 4-1 dan lolos ke babak berikutnya.

Selanjutnya, Chelsea bisa mengalahkan Barcelona di semifinal dan berhadapan dengan Bayern Munich di final.

Chelsea Juara Liga Champions di musim 2011/2012Chelsea Juara Liga Champions di musim 2011/2012

Lewat Twitter, Didier Drogba cerita bagaimana dirinya merasakan kembali final Liga Champions. Tahun 2008 sebelumnya, The Blues pernah gagal di final setelah kalah adu penalti dari Manchester United.

“Saya meminta kepada Juan Mata yang saat itu adalah pemain muda berusia 23 tahun, ‘maestro bantulah kami untuk menang, saya sudah delapan tahun di sini dan belum sekalipun memenangi Liga Champions’. Dia bilang, ‘kamu gila ya, kamulah yang akan membuat kita menang nanti’,” kata Drogba.

Laga final berlangsung sengit. 8 Menit menjelang peluit akhir berbunyi, Bayern Munich bisa unggul lewat Thomas Muller.

“Saya nangis saat itu, saya ingat beberapa sebelumnya negara saya Pantai Gading juga kalah di final Piala Afrika. Juan Mata lalu melihat saya, ‘percaya Didi (panggilan Drogba-red), kamu harus percaya’,” ujar Drogba.

“Percaya apa? Ini sebentar lagi pertandingan selesai,” kata Drogba.

Namun di menit ke-88, Chelsea mendapat tendangan sudut. Dari situlah Didier Drogba mencetak gol lewat umpan manis Juan Mata.

“Lihat siapa yang mengambil tendangan sudut, Juan Mata! Setelah itu adalah sejarah. Itu merupakan pelajaran bagi saya untuk selalu percaya,” ungkap Drogba.

Chelsea menyamakan kedudukan 1-1 dan pertandingan berakhir sampai adu penalti. Chelsea akhirnya menang dengan skor 4-3 dan menjadi juaranya.

Juan Mata yang membawa Chelsea juara Liga Champions

Pemkab Bogor Akan Kembali Persiapkan Pusat Isolasi di Wilayah Selatan

BOGOR DAILY – Setelah meresmikan tempat isolasi bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), di Gedung Diklat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang berlokasi di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali akan membuat pusat isolasi di wilayah Bogor Selatan, hal itupun diungkapkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, Kamis (21/5/2020).

“Kemarin Senin (18/5/2020) kita sudah resmikan tempat untuk Isolasi pasien ODP dan PDP di Kemang. Ada satu lagi isolasi nanti di wilayah Selatan Bogor, yang memang kita bekerjasama dengan swasta, karena yang akan dipinjamkan itu milik swasta,” katanya.

Masih kata Ade Yasin, untuk pusat isolasi di wilayah Selatan Kabupaten Bogor dinilai masih tergolong kurang. Maka dari itu, Pemkab Bogor akan bekerjasama dengan swasta membuat pusat isolasi.

“Yang di utara (Gedung Diklat Kementerian Dalam Negeri) itu untuk pasien wilayah utara saja, dan sama di selatan nanti untuk selatan. Kalau untuk wilayah timur, itu kita maksimalkan RSUD Cileungsi dan Rumah Sakit swasta,” jelasnya.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini berharap, agar tempat yang dikhususkan untuk ODP dan PDP diwilayah utara Kabupaten Bogor menjadi solusi bagi pasien positif Covid-19.

“Saya berharap, ini tidak terpakai dan pandemi ini bisa berakhir. Ini juga untuk jaga-jaga, cuman kalau Masyarakat tidak melakukan sosial distancing dan selalu berkerumun, tentunya ini dinilai berbahaya sekali,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kapasitas tempat penampungan pasien yang di isolasi di Gedung Diklat Kementerian Dalam Negeri itu hanya untuk 84 pasien, yang disini bagi ODP di ruangan bawah, dan 20 PDP ringan diatas, dan pasien ini hanya untuk usia 15 tahun ke atas saja. (Andi).

PSBB Diperpanjang, DPRD DKI Harap Perilaku Warga Lebih Tertib Protokol Kesehatan

BOGORDAILY – Wakil Ketua DPRD DKI, Zita Anjani menyambut baik perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Menurut dia, dari paparan Pemprov DKI, terjadi penurunan angka penularan virus corona di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Kita sudah melihat paparan dari Pak Anies yang memperlihatkan turunnya angka penularan. Kami melihat perlu sinkronisasi dari kebijakan pemerintah pusat dengan pemprov agar bisa lebih cepat,” kata dia lewat keterangan tertulis diterima, Kamis (21/5/2020).

Zita berharap, pada tahap PSBB periode ketiga ini warga Jakarta bisa menjadi lebih baik, khususnya terhadap protokol kesehatan yang diterapkan selama PSBB. Seperti mencuci tangan di air mengalir, mengenakan masker di tempat publik, dan menjaga jarak aman di tengah kerumunan.

“Kami juga berharap, PSBB terakhir ini bisa mengubah perilaku warga. Kita lebih perhatian sama masalah-masalah kesehatan kita sendiri,” harap dia.

Selain masyarakat, Zita juga mendorong kepada pelayanan kesehatan di DKI dapat terus ditingkatkan sekelas meghadapi pandemi Covid-19. Sebab, sebagai wakil rakyat, Zita ingin terus memastikan pendampingan kesehatan warganya terjaga betul setelah tidak diberlakukannya PSBB.

“Setelah PSBB terakhir, kami dorong agar pelayanan kesehatan di DKI Jakarta masih sama dengan masa PSBB. Kami ingin pastikan prosedur kesehatan dan pendampingan dari tenaga medis harus tersedia,” Zita menandasi.

Agar Pemainnya Tak Terjerumus Narkoba Persib Bandung Lakukan Ini

BOGORDAILY – Persib Bandung akan terus memantu pemain dengan lebih ketat, agar tak terjerumus penggunaan atau peredaran narkoba seperti yang menimpa seorang pesepakbola aktif saat ini.

“Nah ini pembinaannya terutama, dia mungkin sudah terjerumus sudah lama, terjerumus narkoba tapi tidak ada yang memantau,” ujar Komisaris Persib Umuh Muchtar saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/5/2020).

Umuh mengatakan, Persib telah memiliki protokol khusus untuk memantau geliat para pemainnya. Maung Bandung akan bergerak cepat bila ada hal yang tak diinginkan terjadi.

“Pemain terus kita pantau, seperti ada kejadian seperti COVID-19 kemarin, kita minta cepat diperbaiki (dirawat),” katanya.

Saat ditanya apakah ada kemungkinan pesepakbola terjerat narkoba karena imbas ditangguhkannya liga saat ini, Umuh mengaku tidak mengetahui persis. Ia cuma menegaskan besarnya pengaruh buruk narkoba buat siapa saja.

“Saya juga tidak mengerti. Orang di persepakbolaan jangan sampai ada yang terlibat narkoba, itu musuh negara, itu musuh semua,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumya, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menguak kasus peredaran narkoba yang melibatkan eks pesepakbola dan pemain Liga 2 aktif.

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim Kombes Arief Darmawan mengatakan, eks pemain yang diciduk adalah Eko Susan Indarto yang notabene pernah memperkuat Persela Lamongan. Sementara pemain Liga 2 yang terjerat adalah Choirun Nasirin, penjaga gawang Hizbul Wathan. Selain itu juga ditangkap eks wasit Dedi A Manik dan Novin Ardian.

JK Soroti Protokol Kesehatan yang Setiap Hari Dilanggar, Ini Respons Pemerintah

BOGORDAILY – Ketua PMI Jusuf Kalla (JK) mengatakan masih banyak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan meski imbauan itu disampaikan setiap hari. Pemerintah mengatakan memang tidak mudah menertibkan masyarakat.

“Iya (susah menertibkan masyarakat), kan penyakit ini menularnya dari situ. Makanya nggak gampang. Kalau gampang kan dari dulu udah selesai penyakit ini. Bukan harusnya (tetap patuh), nggak ada pilihan. Kalau masih ada pilihan kita bisa pilih yang lain, nyatanya nggak ada pilihan kok,” kata juru bicara pemerintah terkait penanganan COVID-19, dr Achmad Yurianto, saat dihubungi, Rabu (20/5/2020).

Yuri menyadari memang masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Hal itu pun mengakibatkan terus melonjaknya kasus positif COVID-19 di Indonesia.

“Terus mau diapain? Harusnya diapain dong? Ya kan kalau melanggar terus kayak begini jadinya, (Corona) nggak selesai-selesai nantinya. Kalau kamu bisa lihat hari ini melonjak, terus gimana mau selesainya? Nggak pernah selesai kan,” ujarnya.

Yuri mengatakan mematuhi protokol kesehatan merupakan tanggung jawab bersama. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu pun mengibaratkan pelanggaran terhadap protokol kesehatan layaknya pelanggaran lalu lintas.

“Kalau masyarakat ngeyel terus diapain hayo? Pemerintah itu bukan hanya pemerintah pusat aja kan, pemerintah daerah kan juga pemerintah toh. Sama dengan rambu lalu lintas sudah dipasang (tapi) dilanggar terus, apa salah rambunya? Nah, iya (salah orang yang melanggar),” ucap Yuri.

Sebelumnya diberitakan, Ketua PMI Jusuf Kalla (JK) meminta masyarakat sadar mengenai bahayanya penyebaran virus Corona. Jika masyarakat tidak disiplin, penularan virus Corona di Indonesia masih akan terus terjadi.

JK berharap masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan virus Corona. Menurut JK, imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan itu selalu disampaikan setiap hari namun banyak pula masyarakat yang melanggarnya.

“Seperti katakan tadi, pertama menghindari virus, dengan disiplin, dengan tinggal di rumah, dengan selalu memakai masker apabila keluar, dengan cuci tangan. Itu rule tiap hari diucapkan oleh kita semua, dipahami di TV hal itu, yang tiap hari diucapkan tiap hari juga banyak melanggarnya. Karena itulah, virus ini tidak akan berhenti apabila banyak orang melanggar aturan-aturan,” ujar JK.