Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8198

Lebaran Dimasa PSBB

BOGORDAILY – Mudik adalah ritual yang kita temui setiap tahun di Indonesia. Pergerakan manusia secara besar, secaras ukarela dan suasana sukacita. Ritual besar dalam perayaan besar, perayaan kemenangan setelah melalui serangkaian ibadah selama satu bulan di b7ulan Ramadan. Mudik menjadi agenda setiap orang, sehingga melibatkan setiap dan banyak aktiviras. Apa yang terjadi saat mudik Antara lain adalah berkumpul di masjid atau tanah lapang untuk sholat id, saling mengunjungi, berkumpul dengan keluarga, dan lain-lain. Tempat wisata, sarana transportasi, pasar, mall tumpah ruah, jalanan macet, jalan tol pun penuh sesak. Makanan, baju baru, bagi-bagi uang, perjalanan, macet, rasanya sudah identik dengan lebaran. Bahkan berkah mudik dan lebaran tidak hanya dirasakan oleh kaum muslim saja, tetapi juga penganut agama lainnya.

Namun lebaran kali ini akan terasa lain. Lebaran dalam situasi pandemic Covid-19, ditengah pelaksanaan pembatasan social berskla besar (PSBB). Bagaimana merayakan lebaran tanpa penularan penyakit COVID-19 tentu ini adalah tantangan. Masyarakat harus tetap dirumah untuk menghentikan penyebaran Covid-19, dan mematuhi aturan-aturan PSBB selama masa PSBB berlangsung. Lebaran kali ini adalah lebaran yang berbeda, lebaran yang :

– tanpa berkumpul
Hindari berkumpulnya warga, terutama perkumpulan dalam jumlah yang besar. Jadi tidak ada lagi berkumpul di tanah lapang atau di masjid untuk sholat id. Tidak ada acara arisan keluarga atau kumpul keluarga besar. Sholat id dilakukan dirumah saja dengan anggota keluarga. Kumpul-kumpul cukup dengan keluarga yang serumah saja. Tidak ada acara halal bihalal seRT, se RW, se kampong, se kantor, tidak ada reuni SD, reuni SMP, atau reuni-reuni yang lainnya. Pokoknya tidak ada kumpul-kumpul.

– tanpa saling mengunjungi
Tidak usah saling mengunjungi kerabat, teman, tetangga, atau rekan bisnis. Sebaiknya tidak menerima tamu walaupun itu kerabat kita. Sampaikan salam dan ucapan dengan memanfaatkan teknologi. Jika mengantar atau mengirim sesuatu lakukan dengan kurir atau jasa pengantaran.

– tanpa sungkem dan berjabat tangan
Lebaran kali ini tidak ada sungkeman, tidak ada jabatan tangan. Cukup tanda salam dari jauh saja. Ibu-ibu biasanya tidak hanya bersalaman tetapi juga cipika cipiki. Lebaran kali ini tidak lagi.
– tidak keluar rumah, keluar kota , ke mall, ke pasar
Fokuskan semua kegiatan untuk dilakukan dirumah. Kegiatan-kegiatan yang selama ini dilakukan diluar rumah jadi dialihkan untuk dilakukan didalam rumah. Tidak ada kegiatan di luar rumah, tidak mengunjungi mall, pasar, teman wisata, tempat kuliner, tempat nongkrong, atau tempat-tempat lain yang memungkinkan orang berkumpul atau berkerumun atau berdesakan. Jika memerlukan belanja, sebisa mungkin lakukan secara elektronik, atau gunakan jasa pengantaran. Jika terpaksa harus keluar rumah rencanakan sedmikian rupa sehingga tidak lama berada di luar rumah, dan tidak beramai-ramai.

– Tetap menggunakan masker,
Selama berkegiatan, tetap menggunakan masker, untuk melindungi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita. Jika tidak ada persediaan masker bedah, gunakan masker kain atau masker buatan sendiri. Saat ini banyak masker dengan model-model yang kekinian. Jika tidak ada masker sama sekali gunakan apa saja, kain, kerudung, saputangan, atau sesuatu lainnya sebagai pengganti masker.

– Tetap jaga jarak
Jika harus berhubungan dengan orang lain, bertemu kawan, menunggu sesuatu, atau antri, lakukan dengan tetap menjaga jarak. Jarak aman minimal satu meter.
Ya, itulah bedanya lebaran kali ini. Tidak seperti lebaran lebaran sebelumnya, namun semoga berkah lebaran tetap bisa dirasakan oleh semua orang. Dan meski begitu, tidak akan kehilangan momen Lebaran dengan memanfaatkan teknologi. ada baiknya untuk menyiapkan diri dan mengetahui cara bersilaturahmi lewat dunia digital.
Berikut sejumlah aplikasi dan layanan digital yang dirangkum Antara untuk dapat dimanfaatkan menjelang dan pada saat lebaran.

1. Aplikasi kartu ucapan Lebaran
Kartu Lebaran umumnya dikirimkan kepada relasi, teman dan sanak-saudara menjelang Lebaran. Pengiriman kartu lebaran melalui kantor pos biasanya mulai ramai dua pekan sebelum Lebaran. Pada saat PSBB seperti sekarang ini, dapat memanfaatkan kartu lebaran digital.

Anda dapat memilih aplikasi-aplikasi cara pembuatan kartu ucapan lebaran tersebut di Play Store. Anda bisa mendesain sendiri kartu ucapan Lebaran dengan berbagai aplikasi. Dan dapat mengirimkan ucapan lebaran anda kapan saja sesuai keinginan.

2. Stiker/GIF
Jika kartu ucapan Lebaran dirasa kaku, Anda bisa menggunakan cara lainnya untuk bersilaturahmi adalah saling berkirim stiker maupun GIF di aplikasi pesan instan atau di media sosial.

Salah satunya, lewat Instagram, Anda dapat memanfaatkan GIF yang tersedia. Tinggal ambil atau pilih foto atau video yang diinginkan, kemudian klik ikon GIF. Setelah itu, ketik “lebaran” atau “Idul Fitri” pada kolom pencarian, untuk mendapatkan GIF dengan tema tersebut.

3. Panggilan video
Tidak ada yang menggantikan pengalaman bersilaturahmi secara tatap muka. Meski saat ini tidak dapat dilakukan secara langsung, Anda dapat melakukannya secara virtual dengan memanfaatkan sejumlah aplikasi dan layanan dari perusahaan teknologi. Sejumlah perusahaan raksasa mengembangkan layanan konferensi video yang dapat kita manfaatkan.
Jadi, meskipun sedang PSBB Anda tidak akan kehilangan momen Lebaran. Ada baiknya untuk menyiapkan diri dan mengetahui cara bersilaturahmi lewat dunia digital, tetap sehat dan lebaran dengan cara baru. (adv/bdn)

Jelang Lebaran, PWI Kota Bogor Berbagi Kebahagiaan

BOGOR DAILY – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah tahun 2020, serta sebagai wujud dan kepedulian terhadap seluruh insan pers di situasi pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor salurkan paket sembako kepada anggota maupun masyarakat tidak mampu.

Sekretaris PWI Kota Bogor, Mochamad Yusuf, mengatakan, sebanyak 75 paket sembako dari berbagai donatur telah disalurkan oleh PWI Kota Bogor.

Menurutnya, sejumlah paket sembako itu dibagikan kepada para anggota, sesepuh dan janda PWI Kota Bogor, serta masyarakat tidak mampu yang memang belum terperhatikan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah, hari ini kita telah salurkan paket sembako sebanyak 75 paket. Semua paket sembako yang disalurkan itu dari berbagai donatur. Baik itu dari Pemerintah Kota Bogor, maupun para anggota dewan,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (20/5/2020).

Tidak hanya bersumber dari para donatur saja, kata Yusuf yang merupakan jurnalis senior di Bogor ini. Sebagian paket sembako yang disalurkan itu juga bersumber dari uang Kas PWI Kota Bogor.

“Ada juga dari Kas PWI. Alhamdulillah, untuk tahun ini walaupun dalam kondisi pandemi yang memang diluar rencana. Awalnya, kita juga akan sekaligus peresmian Masjid. Tapi tidak sesuai dengan keadaan. Dari partai politik itu ada dari anggota dewan Saprudin Bima, dari Fraksi Golkar yaitu M Rusli serta dari Pemkot Bogor juga,” jelasnya.

PWI Kota Bogor juga menghimbau, untuk jurnalis yang bekerja di lapangan selalu menjaga kesehatan baik sosial dan fical distancing. Dirinya juga menegaskan jangan sampai ada satu anggota PWI maupun di luar terpapar Virus Korona.

“Mengingatkan ke teman-teman lebih paham dan tahu, bagaimana menerapkan ficial atau cara aman dalam liputan. Jangan sampai ada terpapar, baik yang tergabung dalam PWI atau yang sedang melaksanakan peliputan juga. Semoga, tidak ada kerumunan juga setelah lebaran,” tukasnya. (Andi).

Prilly Berharap Candaan Andre-Rina Nose soal Marga Latuconsina Tak Dibesarkan

BOGORDAILY – Prilly Latuconsina mengabarkan keluarga besarnya sudah memaafkan dugaan pelecehan marga yang dilakukan Andre Taulany dan Rina Nose. Dia pun mengaku tak kenal dengan pelapor yang melaporkan Andre dan Rina ke polisi.

Lewat video yang dikirimkan ke wartawan, Prilly kembali menegaskan keluarganya di kampung Pelau sudah memaafkan Andre Taulany dan Rina Nose.

“Saya tidak kenal dengan pelapornya. Jadi bukan dari kampung Pelau di mana saya dan keluarga saya berasal. Saya tidak tahu menahu soal pelapor itu dan kalau saya sendiri sih sudah memaafkan dan tidak mau kasus ini maju ke jalur hukum karena ini adalah bentuk ketidaksengajaan, kekhilafan, dan ini adalah bulan suci Ramadhan di mana kita bisa saling memaafkan,” ucap Prilly Latuconsina, Selasa (19/5/2020).

Prilly meminta untuk tidak membesar-besarkan masalah pelecehan marga itu. Apalagi Andre Taulany dan Rina Nose sudah memohon maaf secara langsung.

“Jadi saya mohon sekali untuk tidak usah membesar-besarkan masalah ini karena yang bersangkutan juga sudah meminta maaf. Dan, baiknya di bulan suci Ramadhan ini bisa saling memaafkan apa lagi bangsa kita sedang sama-sama menghadapai COVID-19, jadi kita fokus sama hal yang bisa lebih diperhatikan lagi,” pinta Prilly Latuconsina.

Dugaan penghinaan tersebut bermula saat Andre Taulany memplesetkan nama belakang Prilly Latuconsina menjadi Prilly Latukondangan. Kemudian Rina Nose yang juga berada dalam acara tersebut ikut memplesetkannya menjadi Prilly Latukonstraksi untuk bahan tertawaan.

Melihat hal itu, Ruswan Latuconsina melaporkan Andre dan Rina Nose ke polisi. Ruswan menegaskan laporannya tak ada sangkut paut dengan Prilly dan akan menutup pintu damai dengan Rina dan Andre Taulany.

Video PKL Ngamuk Serbu Petugas, Teriak Hancurkan PSBB Viral, Ini Faktanya!

BOGORDAILY.net – Seruan Hancurkan PSBB mendadak viral di media sosial, setelah sebuah video aksi sekelompok orang rusuh saat pelaksanaan PSBB.

Ya, Beredar sebuah video kerusuhan warga yang diduga terjadi saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna memerangi pandemi virus corona. Video itu kini viral di media sosial.

https://www.instagram.com/p/CAaXki6ng1k/?igshid=1qi5tp40fpmkp

Dalam video itu tampak sekelompok warga berlarian menuju sebuah lokasi pada malam hari.

Seorang laki-laki lewat pengeras suara lantas terdengar beteriak, “Ayo Serang!” yang kemudian disusul oleh pergerakan massa menuju unjung jalan.

Tak lama berselang, beberapa perempuan yang mengabadikan peristiwa terdengar berteriak, “Hancurkan PSBB. Mamp** kau. Hancurkan PSBB!”.

Teriakan perempuan itupun disambut oleh beberapa orang lainnya yang turut mendukung aksi massa.

Sementara massa terus menyerbu batas jalan, menolak penerapaan PSBB. Sementara dituliskan dalam keterangan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Dumai, Riau.

Kontan saja, hal itu memancing atensi publik yang justru mengecam teriakan perempuan dalam video lantaran dinilai berlebihan.

“Ibu oh ibu sungguh luar biasa yang ibu katakan saat merekam video ini, di mana hari nurani ibu sesungguhnya,” tulis @winpand***.

“Kita lihat endingnya,” kata @theojepang_off***.

“Baru PSBB aja udah rusuh.. Gimana lockdown… Hahaha lucu banged kadrun,” terang @han***.

Setelah ditelusuri, aksi penolakan tersebut dilakukan oleh ratusan pedagang kali lima (PKL) di Pasar Senggol, Jalan Jenderal Sudirman, Dumai, Senin (18/5) malam.

Massa menolak penerapaan PSBB lantaran dinilai telah menghambat aktivitas jual beli hingga terlibat cekcok dengan petugas gabungan, seusai berusaha membuka paksa portal penutup jalan.

Dikutip dari Antara, para pedagang merasa pemerintah telah bersikap tidak adil karena menutup usaha mereka di tengah pandemi.

Melihat kejadian tersebut, Kapolres Dumai AKBP Andri Ananta dan perwira Kodim 0320/Dumai serta pejabat Dinas UKM Dumai pun turun tangan untuk menenangkan massa.

Petugas berusaha menenangkan warga dan meminta mereka untuk, pulang ke rumah masing-masing dengan tertib. Beruntung insiden tersebut terjadi tanpa bentrok, hingga para pedagang memilih untuk membubarkan diri.(*)

Bye-bye, Kelas BPJS Dihapus. Ini Aturan Baru BPJS Kesehatan!!

BOGORDAILY.net – Setelah ramai soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan, pemerintah kembali membuat aturan baru BPJS.

Pemerintah akan menghapus kelas, 1,2 dan 3 dalam pelaksanaan BPJS.

Nantinya, sistem kelas 1, 2, dan 3 untuk peserta mandiri bakal dihapus dan tergabung menjadi hanya satu kelas saja yang disebut kelas tunggal atau kelas standar JKN.

Kebijakan penghapusan kelas ini sudah disetujui dalam rapat tingkat menteri dan mengikuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 Pasal 54 A dan 54.

Lalu, apa yang dimaksud dengan kelas standar JKN ini? Apa saja manfaat yang diterima peserta?

Kelas standar JKN adalah meniadakan pembagian kelas peserta mandiri yang selama ini berlaku. Tujuannya, agar nantinya setiap peserta BPJS Kesehatan bisa menikmati layanan kesehatan yang sama dan tidak dibedakan lagi berdasarkan kemampuan ekonomi peserta tersebut.

“Yang dimaksud kelas tunggal tidak ada lagi kelas peserta di kelas 1, 2 dan 3. Jadi hanya ada kelas JKN. Manfaat secara medis dan non medis akan sama semua, tidak ada perbedaan antar peserta,” ungkap Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien, Rabu (20/5/2020).

Kelas standar JKN ini merupakan upaya untuk menerapkan kembali prinsip ekuitas yang tertuang dalam amanat Undang-Undang (UU) nomor 40 tahun 2004 Pasal 23 Ayat (4).

Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa konsep kelas tunggal atau standar JKN ini akan disusun dengan tetap memperhatikan kualitas layanan kesehatan dan keterjangkauan pesertanya.

“Konsep Kelas standar JKN yang akan disusun tetap memperhatikan kualitas dan affordability dari peserta,” terang Muttaqien.

Apabila ada peserta yang ingin mendapatkan layanan kesehatan yang lebih tinggi lagi, maka peserta bisa mengikuti asuransi kesehatan tambahan.

“Atau membayar sendiri selisih antara biaya yang dijamin oleh BPJS dengan biaya yang harus dibayar akibat peningkatan kelas perawatan tersebut,” imbuhnya.

Rencananya penghapusan kartu peserta ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari 2021-2022 mendatang sembari menunggu kesiapan RS. Setelah itu, barulah kelas tunggal benar-benar bisa diterapkan seutuhnya pada 2024 mendatang.(*)

Skandal Seks Istri Hakim Dibongkar di Pengadilan. Muncul Istilah ‘Nyangkul Bareng dalam Mobil’

BOGORDAILY.net – Pembunuhan hakim oleh istrinya sendiri menguak fakta baru. Ada skandal seks antar pelaku yang diduga sebagai otak pembunuhan itu.

Ya, terdakwa kasus pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin, Jefri Pratama, mengaku pernah berhubungan intim dengan terdakwa lainnya, Zuraida Hanum. Dia mengaku setidaknya pernah lima kali melakukan hal itu dengan istri Jamaluddin tersebut.

Pengakuan Jefri itu disampaikan saat dia diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa lainnya di PN Medan, Rabu (20/5/2020). Jefri awalnya ditanyai soal CCTV di rumah Zuraida.

Jefri mengaku dirinya tahu soal keberadaan CCTV di rumah Zuraida. Namun dia mengaku tak tahu kalau ternyata CCTV itu mati.

“Saudara tau nggak kalau kabel CCTV itu jatuh supaya tidak bisa merekam secara total?” tanya hakim.

“Saya tidak tahu,” jawab Jefri.

Tanya-jawab kemudian beralih ke pengacara terdakwa. Salah satu pengacara menanyakan soal curhat Zuraida ke Jefri soal rumah tangganya.

“ZH menceritakan bahwasanya permasalahan pribadi dia. Saya menganjurkan dalam hal ini bersabar, ikhtiar. Udah itu saya menganjurkan kalau memang sudah begitu terjadi agar ke Pengadilan Agama. Dia minta tolong pada saya agar almarhum dibunuh. Kalau nggak mati, dia bunuh diri. Jadi saya jelaskan kepada Hanum, ‘kenapa seperti itu? Daripada kamu yang bunuh diri lebih baik dia yang mati’. Itulah saya sampaikan setelah dia minta tolong,” ucap Jefri.

Setelah itu, Jefri juga bercerita soal janji Zuraida tentang umroh, uang, mobil, hingga kantor pengacara. Menurutnya, hal tersebut hanya janji yang diucapkan oleh Zuraida saat mereka bertemu di salah satu kedai kopi.

“Itu hanya janji yang disampaikan ZH,” ucapnya.

Jefri kemudian bercerita tentang awal perkenalannya dengan Zuraida karena anak mereka satu sekolah. Perkenalan itu berlanjut ke hubungan pribadi.

“Kemudian curhat itu berlanjut sepertinya bercinta?” tanya salah satu pengacara.

“Kedekatan saya pada Hanum pada bulan Juni. Jadi di saat Hanum minta tolong untuk pembuatan perusahaan dan itu diketahui oleh almarhum,” ujar Jefri.

Dia pun membenarkan kalau dirinya dan Zuraida sempat berhubungan intim. Jefri menyebut hal tersebut setidaknya pernah mereka lakukan sebanyak lima kali.

“Setelah saya cerai sama istri saya. Berapa kalinya itu kurang-lebih lima kali,” ucap Jefri.

“Setelah kamu melakukan hubungan suami-istri dengan ZH, bagaimana perasaan kamu sendiri kepada ZH?” tanya pengacara.

“Sayang, Pak,” tuturnya.

Dia pun mengaku bahwa perasaan sayang tersebut menjadi salah satu pemicu dirinya mau membunuh Jamaluddin. Selain itu, dia tergiur janji Zuraida memberikan rumah, mobil, dan kantor pengacara jika mereka menikah setelah Jamaluddin tewas.

“Saya sayang sama dia, dijanjikan menikah dan kantor, rumah, mobil. Itu, Pak,” ucapnya.

Hakim kemudian menyela dan bertanya ke Jefri soal berapa kali dia dan Zuraida melakukan hubungan suami-istri di mobil. Jefri mengaku hal itu dilakukan dua kali.

“Seingat saya dua kali,” ujar Jefri.

Sebelumnya, hakim juga sempat menyinggung soal hubungan Jefri dengan Zuraida saat memeriksa Zuraida sebagai saksi pada Jumat (15/5). Hakim menyebut keduanya pernah melakukan hubungan intim dan hal tersebut tak ditepis Zuraida.

“Kenapa harus terjadi hubungan pribadi, mohon maaf, sampai berhubungan suami-istri?” tanya hakim ke Zuraida.

“Begini, Yang Mulia, dari pertama saya menikah, sejak saya hamil, dia (Jamaluddin) bawa perempuan lain,” jawab Zuraida.

“Apakah pacaran dengan Jefri ini sebagai balas dendam?” ujar hakim lagi.

“Belum bisa mengimbangi, Yang Mulia,” ucap Zuraida.

Masih pada persidangan pekan lalu, hakim juga sempat bertanya ke Jefri soal ‘nyangkul’ di mobil bareng Zuraida. “Saudara pernah ‘nyangkul’ sama Zuraida di dalam mobil?” tanya hakim.

“Pernah, di daerah Johor,” tutur Jefri. (*)

Cerita Choky Sitohang Pernah ‘Terjebak’ Jadi Wartawan

BOGORDAILY – Choky Sitohang ternyata sempat mencicipi profesi wartawan sebelum terjun ke dunia pembawa acara. Profesi tersebut dijalaninnya selama tiga tahun, yaitu pada 2002 hingga 2005.

Pria berusia 37 tahun itu mengaku terjebak ke dalam dunia jurnalis. Awalnya, Choky Sitohang melamar pekerjaan sebagai pembawa acara di sebuah stasiun televisi. Namun, ia malah diposisikan sebagai reporter.

“Saya melamar ke stasiun TV sebagai presenter karena saya pengennya jadi presenter, eh keterimanya malah ke redaksi ntah gimana caranya nyambung ke sana,” ujar Choky Sitohang saat ditemui di Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2020).

“Terus orang redaksi telepon saya bilangnya lagi cari presenter dan nyuruh saya datang ke Jakarta mau wawancara. Enam kali bolak-balik Bandung-Jakarta akhirnya keterima,” sambungnya lagi.
Setelah masuk kantor pertama kali, Choky Sitohang dibuat bingung karena tiba-tiba mendapat tugas liputan. Ia diminta meliput sebuah peristiwa di Polsek Tebet, Jakarta Selatan.

“Awalnya saya bingung kok ngeliput ya. Terus pulang dari tkp saya datang ke kantor bawa rekaman pas saya kasih disuruh bikin beritanya, saya pikir loh kok, saya presenter kan saya bingung,” katanya.

Singkat cerita, Choky Sitohang yang tadinya bingung dan merasa terjebak akhirnya mengerti maksud si pemberi pekerjaan. Alhasil, profesi tersebut tak terasa dijalaninya hingga tiga tahun.

“Akhirnya saya baru tahu presenter yang dimaksud adalah presenter news, kan itu reporter juga, jurnalis tv terjun ke lapangan juga. Terjebak lah saya 3 tahun menjadi wartawan,” tutup Choky Sitohang.

27 Mei 2020 Sidang Perdana Lucinta Luna akan Digelar

BOGORDAILY – Kasus Lucinta Luna sudah siap disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Lucinta Luna akan diadili terkait kasus narkoba.

Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Eko Ariyanto membenarkan hal tersebut lewat pesan singkat.

“Sidang LL (akan digelar) pada Rabu, 27 Mei 2020,” kata Eko Ariyanto.

Mengikuti arahan pemerintah, bila kondisi DKI Jakarta masih dalam pembatasan sosial berskala besar kemungkinan, sidang perdana Lucinta Luna akan digelar secara online. Agenda sidang perdana Lucinta Luna yang digelar tepat setelah Lebaran itu adalah pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum.

Lucinta Luna dijerat pasal 112 ayat (1) atau 127 ayat (1) UU 35/2009 Tentang Narkotika dan pasal 60 ayat (3) atau 62 UU 5/1997 Tentang Psikotropika.

Setelah penyerahan tahap satu, Lucinta Luna sudah dipindahkan ke Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Lucinta Luna pada 11 Februari 2020 diamankan bersama beberapa rekannya, termasuk kekasihnya, Abash di sebuah apartemen.

Sekitar pukul 01.30 WIB Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mendatangi apartemen Lucinta Luna. Saat itu, polisi menemukan pecahan dua butir ekstasi di keranjang sampah serta tramadol sebanyak 7 butir, dan riklona sebanyak 5 butir.

Berdasarkan hasil tes urine, Lucinta Luna juga dinyatakan positif benzodiazepin yang masuk golongan psikotropika.

Inter Milan Lagi Serius Bidik Cavani?

BOGORDAILY – Kontrak Edinson Cavani di Paris Saint-Germain segera habis. Inter Milan dikabarkan sudah melakukan pergerakan untuk membawa Cavani.

Cavani sudah menjalani musim ketujuh bersama PSG. Kontraknya pun bakal habis pada Juni 2020.

Inter, yang tampaknya bakal gagal memboyong Dries Mertens dari Napoli, dikabarkan mengalihkan bidikan ke Cavani menurut laporan pakar transfer Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio.

Striker berusia 33 tahun itu sampai saat ini belum ada tanda-tanda memperpanjang kontrak di PSG. Padahal, musim 2019/2020 bersama Les Parisiens sudah tuntas lebih cepat karena pandemi virus corona.

Cavani total tampil 300 kali untuk PSG dengan torehan 200 gol. Dia sudah merasakan semua gelar domestik di Prancis.

Masjid Mana Saja yang Boleh Shalat Ied di Kota Bogor??

BOGORDAILY.net – Menjelang Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor meminta Pemerintah Kota Bogor untuk mengkategorikan, zona masjid yang nantinya diperbolehkan untuk melaksanakan shalat berjamaah.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua DMI Kota Bogor, Ade Sarmili, dalam keterangan tertulis yang dikirim kepada Pemkot Bogor, Rabu (20/5/2020).

“Saya meminta dibuat peta masjid sesuai zonanya, apakah masjid ini masuk dalam zona hijau, kuning, atau merah,” katanya.

Menurutnya, jika memang semua masjid di Kota Hujan ini masuk dalam kategori zona merah. Tentunya masyarakat tidak diperbolehkan untuk melaksanakan Shalat berjamaah.

Kalau memang ada masjid yang masih zona hijau, kata dia, bisa mempertimbangkan melaksanakan Shalat berjamaah dan Idul Fitri. Dan untuk zona kuning diperbolehkan. Asalkan menerapkan protokol kesehatan

“Sesuai fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020, Shalat berjamaah di masjid, termasuk Shalat Idul Fitri, bisa dilakukan secara berjamaah. Hanya saja wilayah yang harus aman,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya, mengatakan, untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri berjamaah di masjid ataupun di lapangan akan disesuaikan.

“Jadi fatwa MUI dan arahan dari Gubernur Jawa Barat sama. Kita pedomannya itu bunyinya adalah Shalat Idul Fitri diperbolehkan di daerah yang sudah aman dari potensi penularan,” katanya. (Andi).