Monday, 6 April 2026
Home Blog Page 8220

Tak Bisa Mudik, Limbad Rindu Manjat Pohon Bagi-Bagi Uang saat Lebaran

BOGORDAILY – Wabah COVID-19 membuat Limbad tak bisa pulang ke Tegal, Jawa Tengah. Padahal ia sangat rindu dengan kampung halamannya tersebut.

Salah satu yang sang megician itu rindukan adalah saat momen Hari Raya Idul Fitri tiba. Ia biasa melakukan aksi heroik saat Lebaran.

“Iya dia pasti kangen banget sama kampung halamannya dia. Penginnya pulang karena memang biasanya dia pulang,” ujar Nico, asisten Limbad yang menjadi Juru bicaranya, saat ditemui di Trans TV, Kapten Tendean, Jakarta Selatan.

“Biasanya master Limbad ini suka aneh, dia suka naik pohan kelapa di atas nanti panggil orang terus bagi-bagi duit dari atas pohon kelapa,” sambungnya.

Hal itu biasa dilakukan Limbad setiap tahunnya. Sebab, sudah menjadi tradisi turun menurun dalam keluarganya.

“Hampir kebiasaan tiap tahunnya begitu. Mungkin orang sekitarnya juga udah tahu kan,” imbuh Nico.

“Semacam kayak budayanya master. Karena dulu papa nya master Limbad juga ngelakuin hal yang sama. Jadi master Limbad pengin ngelakuin itu,” pungkasnya.

Okie Agustina, Fokus Ramadhan bersama Keluarga Tercinta. Kreatif Bantu UKM Selama Pandemi

BOGORDAILY.net – Momentum Ramadhan dan Lebaran 1441 Hijriyah kali ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Biasanya ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara bersama oleh Okie Agustina, bersama sang suami yang merupakan Pemain Sepakbola Nasional, Gunawan Dwi Cahyo, yang saat ini merumput bersama club Bali United.

Okie Agustina menyampaikan hal tersebut secara eksklusif kepada Bogordaily.net, melalui sambungan telepon. Dirinya mengisi kegiatan selama Ramadhan sampai menyambut Lebaran full team, bersama suami dan anak-anaknya.

“Ya, Alhamdulillah, biasanya ada beberapa kegiatan yang tidak bisa bersama, karena kesibukan masing-masing, tapi Alhamdulillah tahun ini hikmah kami selalu bersama, mengisi Ibadah Ramadhan.” ungkap Okie.

Kegiatan Ramadhan di isi dengan sahur bersama, tadarus Al Quran bersama, buka puasa bersama sampai ke tarawih bersama. Semuanya dilakukan secara bersama di rumah.

Di luar aktifitas Ramadhan di atas, Okie Agustina juga tak lupa menyisihkan waktunya, untuk membantu sesama dengan mengemas promo kreatif, kepada para pelaku bisnis usaha kecil menengah atau pegiat UKM yang ada di Indonesia.

Okie terlihat kreatif dan aktif membantu mereka semua dengan menerima endorse produk UKM, untuk di promokan di Instagram pribadinya.

“Ya dibantu dengan dipromosikan, siapa tau melalui sarana medsos itu, masyarakat luas bisa tau dan membeli produk-produk UKM tersebut,” papar Ibu empat anak itu.

Ada banyak produk UKM yang dibantu untuk di promosikan oleh Okie Agustina, di antaranya produk kuliner atau makanan, produk baju, sepatu, bahkan sampai ke produk-produk kecantikan.

Okie Agustina tidak mengenakan tarif sama sekali, alias gratis. Mereka yang ingin dipromosikan jenis usaha UKM mereka tinggal mengirimkan saja produk mereka, dengan cara Direct Message ke Instagram @okieagustina_.

“Harapan ke depan, siapa tau saya bisa buka usaha online sendiri ya, tapi mungkin itu agak sulit, karena kesibukan sebagai ibu rumah tangga dan ngurus anak-anak,” pungkas Brand Ambassador Tiara Hijabers tersebut.

(Red-BDN).

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Langsung Siapkan Bantuan Pangan

BOGORDAILY – Bupati Bogor, Ade Yasin, langsung meninjau lokasi bencana longsor yang terjadi di Kampung Sruduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini turut berbela sungkawa atas kejadian longsor, yang membuat 14 rumah rata tergerus longsor.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor, turut berbelasungkawa, atas kejadian ini dan semoga satu warga yang meninggal diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT,” katanya kepada wartawan, dilokasi kejadian, Rabu (13/5/2020).

Ia menjelaskan, akan segera melakukan penghijauan di lokasi kejadian, dengan menanam tanaman vetiver karena merupakan kawasan rawan longsor

“Mudah-mudahan ini bisa cepat terpulihakan dan harus dilakukan penghijauan dengan vetiver. Ini rawan sekali,” jelasnya.

Untuk sementara, kata Ade, korban saat ini mengungsi di tempat sanak saudaranya. Pemkab akan segera melakukan tindakan untuk korban bencana.

“Sementara kita relokasi di kampung, di rumah-rumah saudara, tetangga yang tidak terkena. Ada bantuan yang mendesak berupa pangan dari pemda. Sementara ini yang urgent dulu, pangan, obat obatan, pakaian dan selanjutnya kita pikirkan untuk bagaimana mengganti tempat tinggal para korban,” tukasnya. (Andi).

Catat! Begini Alasan Azahari Fikri Tinggal di Cluster Terra Maharani

BOGORDAILY – Tidak terasa satu tahun sudah Azahari Fikri beserta istrinya Diah Syarifah, menetap di Cluster Terra Maharani  di Jalan Ciburial, Ciparigi (Kedung Halang), Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Menurut Firkri, mencari rumah tinggal seperti layaknya mencari jodoh. Tidak mudah untuk mendapatkan tempat tinggal, begitu katanya. Beruntung, seorang sahabat mengenalkan dirinya dengan pimilik Cluster Terra Maharani.  Pasca berkenalan, beberapa kali Fikri melakukan kunjungan ke lokasi perumahan. Fikri mencoba menggali lebih dalam lagi kondisi perumahan yang dibangun sejak 2016 tersebut.

Cluster Terra Maharani berlokasi di Jalan Ciburial Ciparigi, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Lokasinya mudah diakses.

Diceritakan Fikri, untuk memastikan calon tempat tinggalnya sesuai harapan. Ia sempat bolak-balik ke Cluster Terra Maharani, baik pada saat pagi, siang ataupun malam hari. Hal itu dilakukan untuk memastikan aksesibilitas di Cluster Terra Maharani.

“Saya pingin memastikan kelancaran sewaktu datang atau pergi, pada saat pagi, siang, sore atau malam di perumahan ini. Ternyata jalan masuknya mudah,” kenang Fikri.
Setelah itu, kata dia, dirinya langsung memutuskan untuk menjadi salah satu penghuni perumahan Terra Maharani. Tinggal di perumahan Terra Maharani, sambungnya, sangat menyenangkan. Tenang, tentram dengan iklim Bogor yang sejuk.

Setahun tingangal di Cluster Teramaharani, ia bersama keluarga mengakui hunian yang berlokasi di Jalan Ciburial  Ciparigi, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor sesuai dengan harapannya.

Tak terasa satu tahun sudah Azahari Fikri beserta istrinya Diah Syarifah, menetap di Cluster Terra Maharani di Jalan Ciburial, Ciparigi (Kedung Halang), Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

“Suasanaya enak, bangunannya ekslusif,  terus lokasinya di kota. Akses mudah,” kata Fikri.

Suasana nyama serta fasilitas yang mumpuni membuat Fikri merasa betah. Setiap petang ia masih dapat mendengarkan riuhnya suara Jangkri.

“Kalo sudah di rumah itu jadi mager. Karena suasananya. Di sini masih terdengar suara jangkrik. Dan saya rasa sulit menemukan perumahan model seperti ini di Kota Bogor,” ujarnya.

Apalagi, sambung istrinya Diah Syarifah, rumah sebelumnya berada dekat Jalan, suasananya agak ramai dan bising.

Azahari Fikri beserta istrinya Diah Syarifah, salah satu penghuni di Cluster Terra Maharani.

“Kebetulan rumah kami sebelumnya di dekat jalan. Jadi pas ke sini suasananya berbeda sekali,” kata sang istri menambahkan.

Fikri menuturkan, secara pelayanan manajemen juga sangat bagus, semuanya berjalan sangat baik, dan kekeluargaan. “Tak banyak ada keluhan, karena sejak awal bangunannya pun audah bagus,” tutup Fikri. (bdn)

 

Aplikasi Pencarian Jodoh Ini Paling Dicari Netizen, Ada yang Siap Dipoligami

BOGORDAILY.net – Masih jomblo ingin segera menikah. Kini sudah tak sulit lagi. Di tengah teknologi canggih dan keterbukaan di media sosial, apapun bisa ditemukan termasuk jodoh. Salah satunya melalui aplikasi pencarian jodoh.

ANDA pasti tak asing mendengar aplikasi Tinder kan?

Aplikasi kencan yang satu itu memang populer di kalangan para lajang yang mencari pasangan.

Selain Tinder, ada juga sejumlah aplikasi kencan yang paling banyak di-download di Playstore.

Kini ada juga yang dilakukan di Instagram. Salah satunya akunnya @Ta’arufsiapnikah dan @taaruf_manhaj_salafussaleh.

Akun Instagram khusus bagi para pencari jodoh se iman

 

Akun ini menjelaskan, bibit, bobot, para jomblowan atau jomblowati yang siap menikah, dan mencari pendamping. Bahkan ada yang siap dipoligami.

Akun-akun itu merupakan akun yang disiapkan untuk para pencari jodoh yang se-iman.

Akun oerjodohan lainnya juga masih banyao. Berikut aplikasi pencarian jodoh:

1. Kepo

Aplikasi Kepo: Chat & Cari Jodoh Terdekat ini populer banget lho.

Anda bisa kepo profil orang lain yang ingin atau sedang dekat dengan Anda.

Selain bisa chat personal, melalui aplikasi Kepo, Anda bisa berkomunikasi lewat grup chat.

2. Taaruf Nikah

Nah, bagi Anda yang ingin mencari pasangan untuk menikah sepertinya cocok menggunakan aplikasi yang satu ini.

Oleh karena itu, Anda akan menemukan orang-orang terdekat yang juga siap menikah.

3. Hot or Not

Aplikasi yang satu ini lebih seru karena bisa berinteraksi melalui game atau permainan.

Melalui aplikasi Hot or Not, Anda bisa menemukan orang paling hot di sekitarmu.

4. YoCutie

Ada juga nih, aplikasi kencan lain yang tak kalah populer.

Melalui plikasi YoCutie ini, Anda bisa menggunakan fitur video dating.

Anda bisa menggunakan video pendek sebagai pengganti foto profil. (bdn)

Haaland Sudah Siap Main untuk Real Madrid

BOGORDAILY – Meski performanya sensasional, Erling Haaland bisa dibilang masih belum teruji. Bomber muda itu diyakini sudah siap untuk main di klub sebesar Real Madrid.

Haaland, 19 tahun, sedang on fire di sepanjang musim 2019/2020. Sudah 40 gol diciptakan penyerang Norwegia itu dalam 33 penampilan untuk RB Salzburg dan Borussia Dortmund.

Tak pelak Haaland menjadi incaran klub-klub top Eropa di antaranya Manchester United, Liverpool, dan Madrid. Sekalipun belum genap semusim berkostum Dortmund, Haaland sudah dikaitkan dengan kepindahan di bursa transfer musim panas.

Kendati demikian tidak sedikit yang meragukan kesiapan Haaland untuk pindah ke klub yang lebih besar. Pasalnya, Haaland baru moncer semusim saja.

Alf Ingve Bernsten, pelatih Haaland di Bryne, mendukung mantan anak didiknya itu untuk hengkang ke Madrid. Bernsten yakin Haaland akan meraih sukses.

“Kalau saya pelatih dari salah satu dari lima tim terbaik di dunia, saya akan langsung membeli dia,” Bernsten mengatakan kepada BernabeuDigital.com.

“Saya pikir dia sudah siap bermain untuk Real Madrid dan saya pikir dia bisa sukses di sana.”

“Erling masih berusia 19 tahun dan dia masih bisa meningkat di semua aspek dan bagian dari permainan ini. Saya pikir kalau klub-klub hebat tidak merekrut dia… mereka mungkin akan menyesalinya nanti,” simpul Bernsten.

Ivan Gunawan Bersyukur Bisa Membuka Lapangan Kerja saat Pandemi Corona

BOGORDAILY – Ivan Gunawan membuka lapangan kerja baru di tengah pandemi Corona. Adalah usaha bisnis kopi yang baru saja dibukanya.

“Saat ini dunia bisnis lagi terpuruk. Namun ini justru membangkitkan semangat saya untuk memberikan kontribusi. Caranya dengan menciptakan peluang kerja baru di Kedjora Coffee ini,” jelas Ivan Gunawan dalam keterangan yang diterima, Selasa (12/5/2020).

“Saya selalu ingin, usaha yang saya kembangkan bisa membantu banyak orang. Salah satunya, dengan menjadi jaringan usaha yang besar hingga ke daerah sehingga bisa membawa berkah bagi banyak orang,” katanya lagi.

Untuk saat ini Ivan mengakui baru memiliki dua kedai, pertama di Roseville SOHO dan Suite Apartment BSD, Tangerang, dan yang kedua di kawasan, Cipete, Jakarta Selatan. Namun lantaran ada pandemi Corona, Ivan mengatakan untuk saat ini penjualan hanya dilakukan secara online.

“Di BSD berupa coffee shop, bisa ngopi sambil nongkrong. Tapi karena lagi Corona, maka semua toko kopi saya hanya bisa dipesan secara online atau take away saja,” ungkap Ivan Gunawan.

Untuk harga sendiri, Ivan mematok mulai dari Rp 25 ribu.

“Saya menyasar para penikmat kopi semua kalangan. Dengan harga Rp 20.000, orang bisa menikmati kopi kelas premium,” akunya.

“Banyak yang pesan. Bahkan di bulan puasa seperti sekarang juga nggak menurun. Ya Alhamdulillah kalau kopi saya bisa diterima dan dinikmati oleh banyak orang,” tutup Ivan Gunawan.

Warga Kampung Sruduk: Boro-boro Sahur, Kami Sibuk Selamatkan Diri

BOGOR DAILY – Longsor yang terjadi pada pukul 04:00 WIB Rabu (13/5/2020) membuat warga di Kampung Sruduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, tidak sempat menyantap sahur.

Salah seorang warga Kampung Sruduk, Usen (36) mengatakan, peristiwa longsor yang terjadi pada dinihari itu membuat puluhan warga tidak menyempatkan diri untuk sahur.

Hal itupun dikarenakan, warga berbondong-bondong untuk menyelamatkan diri masing-masing, dikarenakan gemuruh longsor itupun menyebabkan belasan rumah hancur.

“Boro-boro mau sahur kang, pada sibuk untuk menyelamatkan diri. Baru pertama kali ini soalnya hujan deras yang mengakibatkan longsor,” katanya kepada Bogordaily.net dilokasi.

Apalagi menurut Usen, ada salah seorang warga yang bernama Samsu (48) tertimbun longsor dan meninggal dunia.

“Pas denger ada satu yang tertimbun, warga kaget semuanya. Setelah pagi baru kita bareng-bareng cari korban, alhamdulillah datang BPBD dan langsung ketemu pukul 10:00 WIB kemudian langsung dibawa serta di kuburkan,” tukasnya.

Untuk diketahui, longsor yang terjadi di Kampung Sruduk, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng itu, terjadi tiga kali. Pertama pada pukul 01:00 WIB lalu susulan pukul 03:00 WIB dan yang paling besar pada pukul 04:00 WIB.

Menyebabkan belasan rumah hancur dan satu orang meninggal, akibat tertimbun tanah berlumpur. (Andi).

Mengerikan, Cerita Warga Detik-detik Sebelum Longsor Terjadi

BOGOR DAILY – Salah seorang warga Kampung Sruduk, RT 01/11, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Ajum (42) menceritakan sebelum terjadinya longsor yang menggerus belasan rumah pada pukul 04:00 WIB Rabu (13/5/2020) pagi tadi.

Menurutnya, hujan yang mengguyur pada pukul 16:00 WIB Selasa (13/5/2020) kemarin, tidak seperti biasanya terjadi di Kampung Sruduk sampai malam hari.

Ia mengatakan, pada pukul 01:00 WIB Rabu (13/5/2020) dinihari, mendengar suara anak kecil yang berteriak membangunkannya ketika saat tidur. Ajum pun terhentak dan langsung bangun untuk melihat kondisi di luar rumahnya.

https://www.instagram.com/tv/CAH_lU3H7V6/?igshid=40nx994hegk0

Ketika di luar rumah, pria yang mempunyai dua anak itu sempat mendengar suara gemuruh air dari atas Bukit Pawaja yang begitu deras. Akan tetapi, dirinya kembali masuk ke rumahnya dan membangunkan istri serta anaknya.

Pada pukul 03:00, kembali terdengar gemuruh air dicampuri lumpun sampai ke halaman depan rumahnya tersebut.

Sontak, hal itu membuat kaget dirinya dan langsung membawa istri dan anaknya pergi untuk meninggalkan rumahnya tersebut.

Tak lama kemudian, suara dentuman seperti gunung meletus terjadi pada pukul 04:00 WIB. Air bercampur tanah berlumpur itupun seketika menghancurkan belasan rumah di kampung yang berbatasan dengan Kecamatan Nanggung itu.

Banyak warga juga yang berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri. Karena, air bercampur lumpur tanah itupun selama lima menit menggerus rumah warga.

“Pertama ada suara anak yang bangunkan saya, jam 04:00 WIB, seketika belasan rumah tergerus longsor hanya dengan waktu sekitar lima menit saja,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ia juga menceritakan, suara benturan batu pun terdengar begitu kencang saat kejadian longsor tersebut.

Bahkan, satu unit mobil merk Fortuner dan motor milik seorang doktor pun terbawa longsor.

Pantauan dilokasi, tampak terlihat belasan rumah di Kampung Sruduk itupun rata dengan tanah. Bahkan sampai tidak tersisa.

Untuk diketahui, dalam peristiwa itu ada satu orang yang tertimbun longsor bernama Samsu (48). Yang memang, pada saat itu korban sedang mengabadikan kejadian longsor dengan handphonenya.

Saat ini korban sudah ditemukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, dan langsung dimakamkan. (Andi).

Satu Orang Korban Longsor di Leuwisadeng Ditemukan Meninggal di Reruntuhan Rumah. Ini Identitasnya

BOGOR DAILY – Satu orang korban tertimbun longsor di Kampung Sruduk, RT 01/11, Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, berhasil dievakuasi tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

Satu orang yang tertimbun itu atas nama Samsu (48), ditemukan tim BPBD tertimbun tumpukan material rumah yang tergerus oleh longsor, dengan keadaan sudah meninggal dunia.

Menurut salah seorang warga setempat, Usen (36) mengatakan, korban berhasil diangkat oleh petugas BPBD Kabupaten Bogor pada pukul 10:00 WIB, dan langsung dimakamkan hari ini.

“Tadi sudah ditemukan meninggal, langsung dikuburkan hari ini,” singkatnya kepada Bogordaily.net.

Informasi yang didapat Bogordaily.net, longsor terjadi pada pukul 01:00 WIB Rabu (13/5/2020), setelah hujan mengguyur wilayah Kampung Sruduk, Desa Wangun Jaya, Kecamatan Leuwisadeng.

Salah seorang warga Leuwisadeng, Tatang (26) mengatakan, longsor menimbun belasan rumah di Leuwisadeng, dan banyak korban yang luka-luka.

“Infonya ada satu warga tertimbun,” singkatnya.

Dalam video yang diterima pun, nampak salah seorang yang merekam kejadian itu mengatakan, ada satu korban yang tertimbun.

“Korban masih hilang, atas nama Samsu, sebanyak 18 rumah habis,” singkatnya. (Andi).