Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8233

Setahun Meninggalnya Ustaz Arifin Ilham ini Doa Para Istri

BOGORDAILY – 17 Ramadhan 1441 H tepat setahun Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia. Istri-istri almarhum, Wahyuniaty Al-Waly, Rania Bawazier, dan Ummi Akhtar memberikan doa yang saling menguatkan.

Istri-istri mendiang Arifin Ilham pun turut menuturkan doa. Wahyuniaty Al-Waly, ibunda Ameer Azzikra dan Alvin itu membagikan video yang berisikan potongan kenangan saat dirinya menghabiskan waktu bersama Arifin Ilham.

“Haul sayangku 17 Ramadhan 1440H
Haul sayangku 17 Ramadhan 1440H-17 Ramadhan 1441H. Setahun sudah kak Arifin / Murabbi meninggalkan kami, Semoga amalan pahala sayang tetap mengalir melalui amal jariah sayangku, anak anak yang sholeh, dan ilmu yang bermanfaat yang sudah kakak ajarkan untuk kita semuanya… Aamiin3 Yaa Rabbal A’lamin.. selamat berbahagia di surga nya Allah yaa sayang..,” tulis perempuan yang akrab disapa Ummi Yuni dalam postingan Instagramnya.

 

Ummi Yuni memeprlihatkan bagaimana manisnya perlakuan ustaz Arifin Ilham semasa hidupnya. Keduanya pun selalu memperlihatkan kemesraan dalam setiap kesempatan tampil bersama.

Jelang bulan Ramadhan, Rania Bawazier juga mengingat ketika sang suami menjalani pengobatan di Penang, Malaysia. Rania juga turut mendampingi ustaz Arifin Ilham di Malaysia bergantian dengan Ummi Yuni dan Ummi Akhtar.

“SubhanAllah
Ramadhan tahun lalu beliau sedang ikhtiar di penang malaysia…. Ramadhan tahun ini beliau sudah beristirahat dengan tenang di tempat terindah. Allah…… Al fatihah🤲🏻 Saling doa dalam kebaikan y sahabat lillah fillah maafin ummu dklrg lahir dan batin,” ungkap Rania.

Ummi Akhtar pun turut berdoa untuk almarhum suami serta Ummi Yuni dan Rania. Ummi Akhtar pun memuji bagaimana indahnya kisah cinta Ummi Yuni dan Rani bersama ustaz Arifin Ilham.

“Luv story
Salah satu kisah cinta terindah yang pernah disaksikan sendiri
semoga Allah selalu menjadikan nya indah hingga kelak bertemu di syurgaNya.
jazaakumullah kaka @umi_yuni_syahla_aceh ade @umi_rania_bwz untuk kisah kalian berdua yang begitu indah dengan alm ,,, luv all of u till jannah in syaa Allah ,,,” doa dan harapan Ummi Akhtar kelak bisa kembali berkumpul di surganya Tuhan Yang Maha Esa.

Ustaz Arifin Ilham dalam kalendar masehi meninggal dunia pada 22 Mei 2019 dalam kalendar hijriah 17 Ramadhan 1440 H. Ustaz yang terkenal karena lantunan zikirnya itu meninggal di Penang, Malaysia setelah berjuang melawan penyakit kelenjar getah bening.

Penertiban Tambang Emas Ilegal Mencekam, Kapolsek Ditusuk, Kanitnya Disandera Massa

BOGORDAILY.net – Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) berubah menjadi sangat mencekam.

Kapolsek Pelepat AKP Suhendry ditusuk orang tak dikenal. Sementara Kanit Tipidter Polsek Pelepat, Iptu Kurniadi, disandera massa.

Peristiwa itu terjadi saat polisi melakukan upaya penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah hukum Polres Bungo.

Penertiban itu mengalami penolakan dari sejumlah orang.

Dikutif dari Tribunjambi.com, saat kejadian ada sekira 400 orang warga yang mengadang polisi.

Kapolsek Pelepat mendapatkan penikaman di bagian bokong. Bahkan saat ini, Kanit Intel Polsek dikabarkan disandera massa.

“Mereka menertibkan peti di desa itu, tetapi setelah ditertipkan muncullah masa mengadang mereka saat alat berat dibawa ke luar dari desa itu,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya itu sepertindikutid Tribunjambi.com.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.(bdn/tri)

Kenalan di Aplikasi MiChat, Cewek Bookingan Merintih Kesakitan, Ditiduri Lalu Ditikam 12 Tusukan

BOGORDAILY.net – Pandemi korona tak berarti apa-apa bagi pemuda ini. Ditengah ganasnya virus COVID-19, pemuda ini justru lebih ganas dan nyaris melakukan pembunuhan. Dini hari itu jadi hari tragis bagi cewek bookingan berinisial E (19). Dia ditemukan sudah Berlumuran Darah di dalam kamar hotel setelah mendapat tikaman dari pelanggannya.

“Ada uang enggak sih, kalau enggak ada uang ya udah,” ucap di pesan singkat yang dikirimkannya kepada Konong (22).

Aplikasi MiChat berhasil mengenalkan Muhajirin alias Konong dan E sehari sebelum keduanya bertatap muka, Sabtu (2/5/2020).

Konong dan E yang adalah Cewek Bookingan atau Cewek Booking Order (BO) akhirnya sepakat bertemu di sebuah hotel kawasan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (3/5/2020) dini hari.

Saat itu, E datang pukul 23:00 WIB sesuai dengan jadwal keduanya janjian.

Tak hanya bertemu, rupanya sang cewek bookingan berisisial E telah sepakat dikencani Konong satu malam dengan imbalan uang Rp 600 ribu.

Tiga jam menunggu sendirian tanpa kepastian di dalam kamar hotel membuat E jadi gusar.

Ia bertanya-tanya apakah pria tersebut serius mengencaninya atau tidak.

Hingga akhirnya, E mengirimkan beberapa kali pesan ke nomor Konong yang keseharian sebagai pengemudi ojek online ini.

Di pesan tersebut, E yang telah lama menunggu menyindir kondisi keuangan Konong.

“Karena tadinya korban awal janjian jam 11 (malam) namun pelaku tidak datang. Jadi korban agak kesal,” kata Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Abdul Ghafur melalui telekonpers dari kantornya, Jumat (8/5/2020).

Akhirnya pada pukul 02:00 WIB, Konong datang menemui E yang sudah berada di kamar hotel tersebut.

Saat datang, Konong memberitahu alasannya mengapa terlambat.

“Saat datang pelaku bilang (alasan telat) nunggu uang, uangnya terlambat. Jadi pertama bertemu, yang pertama diserahkan uangnya Rp 600 ribu,” tutur Ghafur.

Menurut keterangan E kepada polisi, saat keduanya di dalam kamar, E memang sudah mulai curiga melihat gelagat Konong yang tak biasa.

Saat keduanya hendak berhubungan intim, Konong kekeh tak mau meletakkan pakaiannya di lemari.

Ia ngotot ingin pakaiannya ditaruh di samping meja kasur.

E tak mau ambil pusing hingga setelah berhubungan intim apa yang ditakutkannya terjadi.

“Setelah selesai bercumbu pelaku melakukan penganiayaan dengan mencekik korban,” terang Ghafur.

E yang tak mau menyerah begitu saja berusaha melawan dengan menendang Konong.

Hal itu membuat Konong makin naik pitam dan mengambil pisau lipat yang disimpan di balik tumpukan bajunya.

Rupanya itulah alasan Konong tak mau menyimpan bajunya di lemari, sebuah pisau telah disembunyikannya.

“Makanya dari awal pelaku enggak mau pakaiannya digantung di lemari sesuai permintaan korban,” kata Ghafur.

E dihujani 12 tusukan di beberapa bagian tubuhnya, mulai dari leher, punggung, dada dan lengannya.

Ia juga sempat dicecoki pil oleh Konong.

Meski begitu, E sempat sadar dan meminta bantuan temannya.

“Setelah ditusuk, korban sempat pingsan dan pelaku masuk kamar mandi. Tapi saat pelaku masuk kamar mandi, korban sadar kembali dan dengan tergopoh-gopoh mengambil handphone dan menghubungi rekannya untuk meminta pertolongan,” papar Ghafur.

Melihat E masih sadar, lanjut Ghafur, Konong kembali menganiaya.

“Korban kembali dihantam sehingga menyebabkan bibirnya cedera dan giginya goyang,” ujar Ghafur.

Setelah itu barulah Konong melucuti harta yang dibawa teman kencannya mulai dari uang, ponsel hingga cincin emas yang melingkar di jari E.

“Pelaku juga sempat ke rumah sakit untuk mengobati luka hasil gigitan korban. Pelaku diantar oleh rekannya berinisial D yang saat ini sedang kami buru,” imbuh Ghafur.

Beruntung nyawa cewe bookingan E dapat tertolong. Ia bahkan diperbolehkan pulang usai mendapat perawatan.

“Padahal saat dilarikan ke rumah sakit, gagang pisau lipat itu masih tertancap di leher belakangnya,” ujar Ghafur.

“Motif pelaku dari awal memang niat melakukan perampokan dan penganiayaan,” kata Ghafur.

“Tapi (kasus ini) juga dipicu dengan komunikasi kurang baik dengan korban. Karena tadinya korban awal janjian jam 11 namun pelaku tidak datang. Jadi korban agak kesal,” imbuhnya.

“Sehingga timbullah perkataan tidak baik dari korban “Ada uang enggak sih, kalau enggak ada uang yaudah”,” tambah Ghafur menirukan ucapan korban kepada pelaku.

Tak butuh waktu lama, Konong berhasil ditangkap di rumahnya, Rabu (6/5/2020) malam.

Dalam kasus ini, polisi juga telah menangkap IR (39) selaku penadah barang curian Konong. Serta DPO lain berinisial D.

Atas perbuatannya, Konong terancam dikenakan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai kekerasan serta Pasal percobaan pembunuhan.(*/bdn)

Coutinho Malah Absen 6 Pekan Ketika Bundesliga Akan Mulai Lagi

BOGORDAILY – Gelandang Bayern Munich, Philippe Coutinho, tak bisa tampil saat Bundesliga bergulir lagi pekan depan. Coutinho butuh waktu enam pekan untuk pulih usai operasi.

Coutinho menjalani operasi pergelangan kaki kanan pada 24 April. Pesepakbola asal Brasil itu mengalami cedera dalam sebuah sesi latihan.

Dua pekan usai operasi, Coutinho dilaporkan harus absen selama enam pekan atau 1,5 bulan. Demikian menurut laporan Mundo Deportivo.

Itu berarti Coutinho harus melewatkan pertandingan perdana Bundesliga usai ditangguhkan karena pandemi virus corona. Bundesliga yang sempat dihentikan rencananya akan kembali bergulir pada 16 Mei.

Absen selama enam pekan juga bisa saja berarti Coutinho tidak akan tampil lagi di sisa musim ini. Skenario terbaik bagi eks pemain Liverpool itu adalah kembali di pertandingan terakhir Bayern di liga pada Juni mendatang.

Coutinho berada di Bayern dengan status pinjaman dari Barcelona. Die Roten kabarnya tidak akan mempermanenkan status pemain berusia 27 tahun itu.

Selama memperkuat Bayern musim ini, Coutinho tampil 32 kali di semua kompetisi dengan mencatatkan 9 gol dan 8 assist.

PSBB Kota Bogor Diperpanjang hingga 26 Mei 2020

BOGORDAILY.net – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor diperpanjang selama 14 hari.

Pemberlakuan PSBB tahap tiga dimulai 13 Mei hingga 26 Mei 2020. “Baru diputuskan Forkopinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) diperpanjang sampai 26 Mei. Kemudian diajukan ke Gubernur Jabar perpanjangan selama 14 hari,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, Senin (11/5/2020).

Alasan perpanjangan PSBB di Kota Bogor, lanjut Dedie, belum tercapainya beberapa indikator keberhasilan dalam Permenkes 9 tahun 2020.

Seperti penurunan jumlah kasus konfirmasi covid-19, penurunan angka kematian kasus covid-19, dan adanya penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal.

“Patokan kita keputusan dari pemerintah pusat dengan status Bencana Nasional Corona yang ditetapkan sampai tangal 29 Mei 2020. Rencana perpanjangan ini juga disepakati oleh seluruh KDH Bodebek,” kata dia.

Selama masa pemberlakuan PSBB tahap ketiga, unit usaha di luar delapan sektor strategis masih dilarang beroperasi.

“Semua sektor usaha yang tidak dikecualikan harus menyesuaikan,” kata Dedie.

Hingga menjelang berakhirnya PSBB tahap 2, ruas jalan di Kota Bogor cenderung ramai kendaraan lalu lalang, terutama akses menuju pasar tradisional.

Tak hanya itu, banyak masyarakat yang berkumpul dan berkegiatan di Kota Bogor terutama menjelang buka puasa. Baik bepergian untuk menunggu waktu buka puasa maupun mencari takjil.

Bahkan antara pedagang dan pembeli masih berkerumun tanpa mengindahkan physical distancing, terutama di kawasan pasar tradisional.

Sejumlah toko di luar 8 sektor pun masih tetap buka, hanya saja mereka menyiasatinya dengan membuka pintu toko seukuran orang. Hal ini agar suatu saat ada razia pemilik langsung menutup pintunya. (*/bdn)

Geger, Seorang Wanita Mau Bunuh Diri di Jembatan Merah Bogor. Lihat Nih Videonya!

BOGORDAILY.net – Jembatan merah kota Bogor geger. Seorang wanita mencoba bunuh diri dari atas Jembatan yang berada di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB, Senin (11/5).

Percobaan bunuh diri tersebut berhasil digagalkan warga, yang melintas di sekitar lokasi.

Peristiwa percobaan bunuh diri terekam dalam sebuah video dan beredar di media sosial.

https://www.instagram.com/tv/CACkZHwHxMh/?igshid=43ywhuagc6z2

Dalam video itu nampak seorang perempuan yang terlihat linglung, berdiri di jembatan merah itu. Seolah hendak melompat.

Suasana pun mendadak heboh, warga yang melintas berkerumun. Beberapa terus berusaha menggagalkan aksi pwrempuan itu. Hingga akhirnya berhasil diselamatkan warga.

“Telah terjadi percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang wanita dengan cara berdiri di atas pinggiran jembatan merah,” kata Kepala Humas Polresta Kota Bogor Ipda Desty Irianti kepada wartawan, Senin (11/5).

Rencana perempuan itu diketahui oleh warga yang tengah melintas di lokasi tersebut. Warga melihat perempuan itu sedang berjalan bolak-balik di tepi jembatan.

Menurutnya, para warga langsung berusaha membujuk wanita tersebut untuk segera turun dari atas jembatan.

“Kemudian warga berhasil menurunkannya dalam keadaan selamat,” ujar Desty.

Desty menyatakan perempuan itu langsung diamankan oleh tim Tagana dan dibawa ke Dinas Sosial untuk penanganan lebih lanjut. Belum diketahui motif yang bersangkutan mencoba bunuh diri.

“Tidak ditemukan identitas pada wanita tersebut,” katanya.

Kepedulian TP PKK Kabupaten Bogor, Salurkan Ribuan Paket Sembako Untuk Masyarakat

BOGOR DAILY- Dalam masa pandemi Covid-19 ini, banyak masyarakat yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Seperti yang dilakukan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Bogor, ikut dalam upaya penanganan dampak Virus Korona, dengan cara menyalurkan ribuan paket sembako dan ratusan paket gizi balita.

Ketua TP PKK Kabupaten Bogor, Hj. Halimatu Sadiah, mengatakan, sebanyak 1500 paket sembako dibagikan kepada warga membutuhkan, dan 300 paket gizi bagi balita.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami TP PKK Kabupaten Bogor. Sebelumnya saya mengajak PKK Kecamatan untuk menggalang donasi membantu masyarakat terdampak virus korona. Alhamdulillah tahap pertama ini terkumpul 1500 paket sembako dan 300 paket gizi balita,” katanya kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Menurutnya, bantuan tahap pertama ini akan disalurkan di 18 kecamatan yang masuk dalam zona merah. Setelah itu, TP PKK akan terus bergerak menggalang donasi agar semua kecamatan bisa tersentuh.

“Sejauh ini baru untuk 18 kecamatan yang masuk zona merah. Insyaallah secara bertahap seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor juga akan kami sentuh. Tidak berhenti sampai di sini kami ingin semuanya bisa terslurkan bantuan,” tukasnya. (Andi)

Langkah Kelurahan Situ Gede Perangi Covid-19

BOGOR DAILY – Kelurahan Situ Gede, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, saat ini sedang fokus kepada pendataan penerima bantuan bagi masyarakat miskin maupun yang terdampak Covid-19.

Lurah Situ Gede, Wulan, mengatakan, sebelum adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor, pihaknya sudah melakukan pembentukan Rukun Warga (RW) siaga Covid-19 di 10 RW yang menaungi 34 Rukun Tetangga (RT).

Untuk memudahkan kordinasi, dirinyapun melakukan trobosan dengan membentuk grup Gugus Tugas tingkat Kelurahan Situ Gede, yang didalamnya diisi oleh tokoh masyarakat, RT, RW, LPM, MUI, Babinsa, Baninkamtibmas.

“Jadi tujuannya untuk mempermudah komunikasi antara warga dan kita. Yang saat ini masih sulit yaitu melakukan himbauan jangan dulu melakukan shalat berjamaah, itu agak susah. Tapi sudah mulai mematuhi alhamdulillah, kita juga road show terus kasih himbauan dan arahan,” katanya kepada Bogordaily.net. Senin (11/5/2020).

Pihaknya juga sudah malakukan program Gerakan Nasi Bungkus (Gasibu) untuk masyarakat miskin, dan bekerjasama dengan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam pembuatan dan penyalurannya.

“Saat ini kita sudah melalukan pembagian sebanyak 620 nasi bungkus, yang memang dibagikan langsung kepada masyarakat tidak mampu maupun terdampak Covid-19, secara bergiliran,” jelasnya.

Saat ini Kelurahan Situ Gede sedang memperjuangkan masyarakat yang tidak mampu, baik miskin karena terdampak Covid-19 untuk mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Yang dapat bantuan itu dari Gubernur sebenarnya 196 KK, akan tetapi banyak data double. Maka dari itu kita sedang lakukan pendataan ulang, dan yang sudah fiks di diatribusikan sebanyak 64 KK dua orang tidak bisa hadir. Sedangkan bantuan dari Pemkot Bogor ada sebanyak 253 KK, dan ada data double sebanyak 21, kita kembalikan lagi wesel nya ke kantor POS,” jelasnya lagi.

Ia menambahkan, banyak masyarakat yang menolak lokasi pamakaman bagi pasien positif Covid-19 ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal. Karena, di Situ Gede sendiri menjadi pusat TPU bagi pasien Covid-19.

“Alhamdulillah, kesini-sini warga mulai menerima adanya pemakaman itu,” tukasnya. (Andi).

Bintang Emon Kangen ke Mall, Jenuh Jalani Karantina Diri

BOGORDAILY – Komika Bintang Emon mengunggah video tentang keluhannya di tengah masa isolasi mandiri saat ini. Sejak seminggu yang lalu, Bintang merasa telah mencapai di titik terjenuhnya.

“Halo temen-temen, sebenarnya dalam seminggu terakhir kemarin adalah titik terjenuh saya dalam masa karantina ini,” ujar Bintang saat dilihat melalui Instagramstoriesnya, Minggu (10/5/2020).

Rasa jenuhnya saat ini membuat Bintang merasa serba salah. Ia menjadi mudah marah dan merasa stress.

“Bener-bener ngapa-ngapain jadi salah, cranky, gampang sebel sama orang, stress deh,” lanjut Bintang.

“Untung ini aku ada minuman… hehe nggak deh, kalem. Nggak iklan ini kalem hehe. Gitu deh pusing banget,” tuturnya.

Atas rasa jenuhnya, kemudian Bintang merasa ingin sekali pergi berjalan-jalan ke mal. Tentunya ia turut membalut ungkapannya itu dengan candaannya.

“Kayak gua nggak sabar banget pengen ke mal. Dulu benci banget sama mbak-mbak Jenius, cuma sekarang itu kayak ada rasa kangen gitu, pengen gua ke mal,” tutur Bintang.

Diketahui, Bintang memang sering terlihat disibukkan dengan konten di Instagramnya akhir-akhir ini. Mulai dari konten DPO miliknya hingga mempromosikan banyak produk.

Namun hal itu saat ini hanya bisa ia lakukan di kediamannya. Panggung stand up comedy pun kini belum kembali aktif lantaran pandemi Corona yang tengah merebak.

Hasil Forensik, Ada Luka Benturan di kepala Perempuan Yang Dikubur Tersangka

BOGOR DAILY – Hasil forensik menunjukan bahwa, korban perempuan yang dikubur dibelakang rumah AA pelaku penganiayaan terhadap Istri mudanya di Parung Panjang, terdapat luka pendarahan di otaknya akibat benda tumpul.

Kapolsek Parungpanjang, Kompol Nundun Radiaman, mengatakan, dari hasil forensik menunjukan bahwa, jenzah korban berjenis kelamin perempuan itu hanya bersisakan tulang belulang yang sudah membusuk.

“Sedangkan hasil autopsi ditemukan resapan darah pada tulang pelipis kiri, dan pendarahan pada otak bagian kiri,” katanya kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Kompol Nundun mengungkapkan, bahwa dalam hasil pendalaman saat ini pelaku pernah menginjakan kakinya kepada korban.

“Jadi pelaku dengan sengaja menginjakan kakinya ke kepala korban, sehingga ada benturan yang cukup keras mengakibatkan almarhum tidak sadarkan diri, untuk sementara segitu dulu,” tukasnya.

Sebelumnya, Polisi bongkar kuburan di area rumah pelaku penganiayaan dan penyekapan Istri muda siri, yang berlokasi di salah satu perumahan Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jumat (8/5/2020) kemarin.

Kapolesek Parung Panjang, Kompol Nundun Radiaman, mengatakan, pembongkaran yang dilakukan pada pukul 08:00 WIB pagi itu merupakan tindak lanjut penyidikan terhadap pelaku berinisial AA.

Menurut keterangan pelaku kata Kompol Nundun sapaan akrabnya, korban berjenis kelamin perempuan yang dikubur di belakang rumahnya itu pada pertengahan Februari 2020. (Andi).