Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8258

Lagi-lagi KRL

Oleh: Hj. Ade Yasin, SH, MH
(Bupati Bogor/Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor)

Tiga pengguna kereta rel listrik (KRL) dinyatakan positif Covid-19 setelah dites swab PCR oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, tiga pengguna KRL tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG) virus corona.

Adanya temuan itu menurut kami bukanlah sesuatu yang mengherankan. Apalagi sejak awal diberlakukan PSBB, usulan kami agar operasional KRL dihentikan untuk memutus persebaran corona tidak diindahkan.

Kami bersama para kepala daerah di Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) juga kembali mengusulkan untuk pemberhentian sementara KRL pada PSBB periode kedua yang dimulai 29 April 2020 selama 14 hari.

Pada periode pertama PSBB, usulan para kepala daerah di Bodebek mengenai pemberhentian sementara KRL, dibalas dengan surat pemberitahuan dari Kemenhub Nomor: KA.207/1/2. PHB.2020 tentang Pengaturan Pembatasan Operasi KRL Jabodetabek.

Dalam surat tersebut pada poin empat dijelaskan bahwa permohonan pemberhentian sementara KRL tidak dimungkinkan, meski dalam situasi PSBB.

Oleh karena itu, kami memprediksi, bila KRL tetap beroperasi dan kemudian kembali dilakukan tes terhadap penumpang KRL lainnya, akan lebih dari 3 penumpang yang terkonfirmasi positif.

Di Kabupaten Bogor sendiri, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyimpulkan bahwa rata-rata pasien positif terinfeksi yang berdomisili di Kabupaten Bogor lantaran tertular virus di KRL.

Sebab, seharusnya ketika PSBB diterapkan atau diperpanjang, model transportasi seperti kereta ini sudah tidak diizinkan lagi beroperasi.

PSBB akan semakin tidak efektif ketika ada sesuatu yang dilonggarkan tapi di sisi lain ada yang dikerjakan. Lalu apa gunanya meneriakan PSBB di tempat lain, tetapi di hulunya (transportasi) orang ramai-ramai menuju kantornya di Jakarta.

Oleh sebab itu, kasus tiga penumpang KRL yang dinyatakan positif Covid-19 ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat. Mengingat KRL Commuter Line merupakan salah satu moda transportasi terpadat, dengan jumlah pengguna rata-rata setiap hari kerja mencapai 979.853 pengguna. Bahkan awal 2020 mencapai rekor jumlah pengguna terbanyak yang dilayani dalam satu hari mencapai 1.154.080.

Kalau pun pemerintah tetap memutuskan KRL beroperasi, tentunya kami minta pembatasan penumpang harus diperketat atau seleksi dengan menunjukan kartu identitas tempatnya bekerja. Bagi pekerja yang di luar delapan sektor yang dikecualikan, sebaiknya dilarang untuk bepergian.

Untuk memutus mata rantai penyebaran, pemerintah dan masyarakat harus kompak. Memang semua berkorban. Pemerintah berkorban. Masyarakat berkorban. Dalam situasi ini tidak ada yang diuntungkan. Justru yang dibutuhkan adalah kesadaran bahwa virus ini paling senang di tengah keramaian.

Sementara kalau kita tidak membatasi keramaian, tidak bersabar, sampai kapan pandemi ini berakhir? Maka akan semakin tidak kelihatan ujungnya. (*)

Update Korona Kabupaten Bogor 4 Mei: Bertambah, 2 Warga Positif Covid-19, Dari Bojonggede dan Jonggol

BOGORDAILY – Bertambah lagi kasus positif, terinfeksi Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor. Kali ini, ada dua yang terkonfirmasi yaitu, satu warga Bojonggede dan satu warga Jonggol.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah, mengatakan, kedua pasien positif itu merupakan perempuan berusia 60 tahun asal Bojonggede dan laki-laki usia 34 tahun asal Jonggol.

Menurutnya, informasi adanya dua positif Covid-19 ini baru diketahui pada Senin (4/5/2020). Dan masih dilakukan tracking oleh tim gugus tugas.

“Ada dua, warga Bojonggede usia 60 perempuan dan warga Jonggol usia 34 laki-laki,” katanya kepada Bogordaily.net.

Untuk saat ini, Kecamatan Gunung Putri masih menjadi puncak tertinggi, kasus penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor sebanyak 28 orang.

Untuk peta penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor ke dua yaitu, Cileungsi 20 orang serta di Cibinong sebanyak 17 orang.

Sedangkan, untuk di Kecamatan Bojonggede ada sebanyak 16 orang, di Kemang ada lima orang, Ciampea empat orang. Untuk Citeureup, Babakan Madang Tamansari, Gunung Sindur ada sebanyak tiga orang.

Untuk di Kecamatan Tajurhalang ada dua orang. Sedangkan, untuk di Parung Panjang, Parung, Ciawi, Caringin, Ciomas dan Leuwisadeng dan Jonggol ada sebanyak satu orang.

“Total positif aktif ada 111 orang, yang meninggal ada sebanyak 11 orang dan sembuh 13 orang,” tukasnya. (Andi).

Berstatus PDP, Kakek 83 Tahun Asal Kemang Tutup Usia

BOGOR DAILY – Kakek yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), berusia 83 tahun asal Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sopiah mengatakan, meninggalnya laki-laki usia 83 tahun itu belum diketahui, apakah positif Covid-19 atau tidak.

Menurut Syarifah +sapaan akrabnya- tim kesehatan dari Kabupaten Bogor sudah melakukan Swab Tes PCR, untuk menentukan apakah pasien tersebut positif terinfeksi Virus Korona atau tidak sama sekali.

“Lak-laki usia 83 tahun ini meninggal status PDP, kita juga masih menunggu hasil Swab Tes,” katanya kepada Bogordaily.net, Senin (4/5/2020) malam.

Sementara itu, ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin, mengungkapkan, dua kecamatan yang ada di Bumi Tegar Beriman masih bersih dari penyebaran Virus Korona.

Ia mengatakan, dua kecamatan itu diantaranya Kecamatan Tanjungsari dan Tenjo, yang masih bersih dari peredaran Covid-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pantauan (ODP).

“Cuma dua kecamatan yang belum ada penyebaran, semoga tetap bertahan. Di Kecamatan Tanjungsari, Tenjo, itu masih bersih. Karena, tidak ada PDP dan ODP yang terdata,” katanya.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini menjelaskan, ke 38 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor sudah ada yang masuk dalam catatan Gugus Tugas Covid-19 di Kabupaten Bogor, baik kasus PDP maupun ODP. (Andi).

Gara-gara Masakan Gak Enak, Suami di Bogor Aniaya Istrinya

BOGORDAILY.net – Apa penyebab suami bengis yang tega menghajar istrinya hingga babak belur? Rupanya, karena urusan sepele, Gegara masakannya selalu tidak enak, istrinya SM (17) dianiaya dan disekap oleh suaminya AA, yang kini mendekam di jeruji besi Polsek Parung Panjang.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol Nundun Radiaman, mengatakan, dari keterangan SM (korban) pelaku AA ini selalu komplain, setiap masakan yang disajikannya.

Setiap hari, usai berjualan roti keliling itu, AA pasti membenturkan badannya ke tembok rumah, usai mencicipi makanan yang disiapkan SM yang dianggap tak enak.

“Di jedutin ke tembok. Menurut keterangan istrinya, gara-gara masak tidak enak. Dan suami marah-marah, nikah muda dan sekarang sudah tiga tahun menjalani pernikahan itu,” katanya, Senin (4/5/2020).

Menurut Kapolsek, saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman terkait kasus penyekapan dan penganiayaan tersebut.

“Sekarang dalam penelusuran kasusnya agar terang. Iya mudah-mudahan secepatnya nanti bisa disampaikan,” ucapnya.

Kasus tersebut masih dalam penelusuran. Pihaknya menemukan fakta baru, berupa pemakaman dibelakang rumah pelaku.

Namun, pihaknya masih melakukan penelusuran mendalam menganai kasus ini.

“Nah kalau itu kita buktikan nanti yah (pemakaman baru di belakang rumah). Nanti hasil pendalaman gimana, kita juga meminta bantuan dari forensik. Informasi masih di dalami. Nanti, kita lihat arahnya ke mana,” tukasnya.

Ia menambahkan, untuk sementara pelaku dikenakan Pasal 351 ayat (1) tentang tindak Pidana Penganiayaan dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. (Andi).

Miris, Curhatan SM Korban Suami Bengis dari Bogor

BOGORDAILY – SM (17) korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penyekapan oleh suaminya AA, ternyata sudah menikah tiga tahun lalu.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol Nundun Radiaman, mengatakan, kepada petugas korban memgaku, di usia 14 tahun SM yang merupakan warga Rangkas Bitung, sudah menikah dengan AA warga asli Padang.

SM disekap oleh suaminya sudah satu tahun silam. Saat sang suami berkeliling jualan roti, SM nekat kabur melarikan diri dari rumahnya pada hari Minggu pukul 16:00 WIB, melalui jendela kamar mandi. Korbanpun saat melarikan diri dalam keadaan terluka di sekujur badannya.

“Sekarang dalam penelusuran kasusnya agar terang. Iya mudah-mudahan secepatnya nanti bisa disampaikan hasilnya. Baru tadi malam kita tangani. Tidak semudah itu kita statmen. Karena perlu adanya data yang akurat,” katanya, Senin (4/5/2020).

SM mengaku selalu dianiaya oleh suaminya itu, dengan cara membenturkan kepalanya ke tembok rumah

“Di jedutin ke tembok. Menurut keterangan istrinya, gara-gara masak tidak enak. Dan suami marah-marah. Nikah muda dan sekarang sudah tiga tahun menjalani pernikahan itu,” jelasnya.

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut.

“Masih diselidiki terus. Barang bukti kita amankan pakaian milik korban saja saat ini,” tukasnya. (Andi).

Dua Kecamatan di Kabupaten Bogor Bersih dari Virus Korona

BOGORDAILY – Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin mengungkapkan, ada dua kecamatan di Bumi Tegar Beriman bersih dari penyebaran Virus Korona.

Ia mengatakan, dua kecamatan itu adalah, Kecamatan Tanjungsari dan Tenjo. Dua wilayah itu bersih dari peredaran Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pantauan (ODP).

“Cuma dua kecamatan yang belum ada penyebaran, semoga tetap bertahan. Di Kecamatan Tanjungsari, Tenjo, itu masih bersih. Karena, tidak ada PDP dan ODP yang terdata,” katanya kepada Bogordaily.net, Senin (4/5/2020).

“Kita berharap, semoga dengan penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB), bisa berjalan lebih baik dalam pencegahan Covid-19 di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Data yang didapat Bogordaily.net, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) ada sebanyak 367 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 526 orang, meninggal 40 masih menungu hasil swab dari Litbankes Kemenkes RI.

Sedangkan, untuk kasus positif ada sebanyak 135. Diantaranya, sembuh 13, meninggal 11, dan positif aktif 111. (Andi).

Ngeri, Fakta Baru Suami Sadis dari Bogor. Kubur Seorang Wanita di Belakang Rumahnya

BOGORDAILY – Polsek Parung Panjang masih melakukan pendalaman kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan penyekapan, yang menimpa korban berinisial SM (17) oleh suaminya yaitu AA.

Polisi menemukan fakta baru, dalam kasus penganiayaan dan kekerasan tersebut. Yaitu, adanya kuburan baru yang berada di belakang rumah pelaku, yang berlokasi di Desa Kabasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Parung Panjang, Kompol Nundun Radiaman mengatakan, ada fakta baru dalam penyidikan sementara. Namun, pihaknya masih melakukan penelusuran mendalam menganai kasus ini.

“Nah kalau itu kita buktikan nanti yah. Nanti hasil pendalaman gimana, kita juga meminta bantuan dari forensik. Informasi masih di dalami. Nanti, kita lihat arahnya ke mana,” katanya kepada wartawan, Senin (4/5/2020).

Sampai saat ini, pengakuan pelaku dan korban mengungkapkan, bahwa pada bulan Ferbruari 2020, ada seorang perempuan yang datang seperti, orang gila meminta tolong untuk diobati pelaku.

“Keterangannya kan sakit, maupun dari pelaku (yaitu AA) yang diduga di kubur di belakang. Keterangan sementara, dia itu sakit ingatan, dengan rasa iba dan diobati. Dibawalah ke rumahnya di Griya itu. Mungkin di rukiyah dan di macem-macemin, kita juga perlu pembuktian juga,” ungkapnya.

Karena, menurut keterangan yang dikumpulkan, kata dia, pelaku AA juga bisa dikenal bisa mengobati pasien seperti, paranormal atau dukun.

“Dia juga bisa mengobati kayak para normal lah,” katanya.

Sementara korban yang di kubur dibelakang rumahnya, pernah diobati pelaku pada Februari. Korban diperkirakan berjenis kelamin perempuan,

“Dari forensik juga nanti akan ketahuan, dia itu seperti apa,” tegas Kapolsek.

Masih kata Nundun -sapaan akrabnya- tujuan AA yaitu untuk mengobati. Akan tetapi, dalam perjalanannya meninggal dunia, dan dikubur dibelakang rumahnya.

“Tujannya mau obati. Tapi dalam perjalanan meninggal, ini ahli dakwah pelaku ini. Masih kita kembangkan. Jika sudah ada bantuan dari forensik baru tahu. Ini kan masih keterangan pelaku tersangka maupun korban. Karena meninggalnya alamiah, katanya sakit orang gila, dan tidak jelas tempat tingalnya. Tapi hal itu masih di dalami kenapa dikubur di belakang rumah, barang bukti kita amankan pakaian milik korban, pelaku merupakan penjual roti keliling di Bogor,” tukasnya. (Andi)

Ngeprank Sembako Isi Sampah, Teman Sang Youtuber Minta Maaf

BOGORDAILY.net – Youtuber bernama Ferdian Paleka yang membuat konten prank sembako berisi sampah di Bandung kini jadi buruan.

Seorang rekannya telah ditangkap oleh aparat kepolisian. Ia meminta maaf kepada masyarakat atas video pranknya saat membagikan sembako berisi sampah kepada warga.

Lewat sebuah video, rekan Ferdian bernama Tebe’ ini meminta maaf dan mengaku menyesal atas aksi tak terpujinya itu.

“Tebe’ meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang terganggu akan video itu. Saya meminta maaf sedalam-dalamnya bagi pihak yang dirugikan, saya minta maaf,” kata rekan dari Ferdian Paleka, Tebe’, seperti dilihat dalam video permintaan maafnya, Senin, 4 Mei 2020.

Kendati rekannya sudah ditangkap, namun pelaku utama yakni Ferdian Paleka masih sementara diburu aparat polisi dan warga.

Diberitakan sebelumnya, seorang YouTuber di Bandung, Ferdian Paleka, dengan dibantu 2 rekannya membuat video prank untuk konten di YouTube mereka.

Dalam video itu, para pemuda ini membagikan sembako kepada warga tapi berisikan sampah.

Dilihat dari video yang beredar, tampak para pemuda itu mempersiapkan sejumlah dus mie instan di dalam mobil mereka untuk dibagikan kepada warga di pinggir jalan.

“Jadi kita mau ngeprank membagi-bagikan makanan,” kata dua pemuda seperti terdengar dalam video itu.

Setelah itu, kedua pemuda tersebut memasukkan sampah yang mereka ambil dari tempat sampah untuk dimasukkan ke dalam kardus mie instan itu.

“Jadi kita lagi ngisi dulu ini (sampah),” ujar pemuda yang mengenakan pakaian berwarna putih sambil memasukkan sampah tersebut ke dalam kardus mie instan.

Beberapa saat kemudian, pemuda ini dengan menggunakan mobil, membagikan kardus berisi sampah itu ke warga di pinggir jalan.

Para pemuda itu kemudian bertemu dengan dua orang warga yang merupakan Waria. Kedua waria ini terlihat sedang mangkal di pinggir jalan.

Mereka pun lantas memberi kardus mie instan berisi sampah tersebut kepada dua waria itu.

“Bagi-bagi tuh ke teman-temannya tuh,” kata seorang pria yang merekam video itu kepada sang waria.

Usai memberi sembako sampah itu kepada si waria, para pemuda ini lantas kembali ke dalam mobil dari meninggalkan dua waria tersebut.

Dalam mobil, para pemuda ini tampak tertawa usai melakukan aksi prank-nya tersebut.(*/bdn)

Elly Yasin Ingatkan BUMN Jangan Tergantung Bahan Baku Impor

BOGORDAILY.net – Elly Yasin anggota Komisi VI DPR, kembali bersuara lantang. Dia mempersoalkan ketergantungan industri farmasi nasional terhadap bahan baku impor.

Menurut data yang ada, farmasi sekitar 95 persen bahan bakunya impor dari China sebesar 60-70 persen dan 30-40 persen berasal dari India dan negara lain.

“Dalam masa darurat Covid-19, ketika pemerintah telah mempermudah untuk importasi bahan baku obat-obatan, alat kesehatan dan sejenisnya. Artinya, bahan baku farmasi, anti virus, vitamin, alat kesehatan dan sejenisnya yang impor akan membanjiri Indonesia. Selain oleh pihak swasta, importasi juga telah direncanakan oleh BUMN farmasi seperti Kimia Farma, Bio Farma, Indofarma dan Phapros,” kata Elly.

Elly menilai menjadi suatu persoalan ketika, industri farmasi dalam negeri bergatung pada pasokan bahan baku impor. Apalagi, saat ini China dan India juga menghadapi tingginya tuntutan kebutuhan obat-obatan rakyatnya.

“Kekayaan alam di dalam negeri untuk obat-obatan sesungguhnya berlimpah,” ujarnya.

Elly mengatakan, industri farmasi harus berani berinovasi dan memasarkan bio teknologi dan herbal asli Indonesia. Kalau tetap mengandalkan bahan baku impor maka akan kembali bergantung oleh pasokan negara lain.

“Tetap saja tidak akan tercipta kemandirian bahan baku farmasi. Apalagi di saat kebutuhan obat di dunia yang kini membumbung tinggi. Maka, pemanfaatan bahan baku lokal merupakan langkah tepat,” katanya.

Anggota DPR dari Fraksi PPP itu melanjutkan devisa negara akan bertambah ketika industri farmasi nusantara tidak lagi bergantung pada bahan-bahan kimia impor. Penggunaan bahan baku lokal juga akan merangsang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pelaku industri farmasi dan investor juga harus diarahkan membangun pabrik pengolahan bahan baku farmasi di Indonesia sehingga biaya produksi farmasi bisa lebih efisien,” ujarnya.

Saat ini, tegas dia, justru merupakan momentum bagi industri farmasi nasional untuk bangkit. Dia mengungkapkan sektor farmasi merupakan salah satu industri nonmigas yang justru bisa menjadi target pertumbuhan industri dalam negeri.

“Di saat sekian bulan industri manufaktur dan usaha kecil menengah tengah terdampak Covid-19,” ujarnya.

Dia berharap BUMN farmasi lebih memaksimalkan penggunaan bahan baku dari kekayaan alam Indonesia. Jika mengandalkan impor dalam situasi sulit seperti saat ini dikhawatirkan mengganggu proses produksi farmasi.

“Berdasarkan laporan masyarakat yang ada, di beberapa daerah masih dirasakan kesulitan memperoleh masker, vitamin C, alkohol, hand sanitizer dan sejenisnya,” tutur anggota DPR dari Dapil Jawa Barat V atau Kabupaten Bogor tersebut.(*/bdn)

Meski Bisnis Hijab Menurun Revalina S Temat Tetap Semangat

BOGORDAILY – Pandemi corona membawa dampak terhadap perekonomian, tak terkecuali bisnis para selebritas. Salah satunya usaha milik Revalina S Temat yakni hijab.

Meski di bulan Ramadhan, Revalina mengaku mengalami penurunan dalam pendapatan bisnisnya. Hal itu dia ungkapnya di Instagramnya.

“Semangat ya teman-teman semua yang bisnisnya lagi menurun di masa pandemi seperti sekarang ini,” tulis Revalina S Temat.

“Aku juga ngerasain banget. Baru saja launching scarf @revaljnastory bulan Desember kemarin,” lanjutnya.

Padahal Revalina sudah menyiapkan rencana merilis, namun tertunda. Revalina pun pasrah kepada Tuhan.

“Baru saja ngerencanain mau bikin Grand Launching, tapi memang manusia cuma bisa berencana. Semua Allah yang menentukan. Dan semua rencana Allah pasti baik,” tulisnya mengakhiri.