Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8277

Menurut Pelatih Persib ini Waktu Paling Tepat Liga 1 Kickoff Lagi

0

BOGORDAILY – Shopee Liga 1 2020 masih ditangguhkan karena pandemi virus Corona. Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts mengungkap waktu yang tepat untuk mulai lagi.

Melalui saluran YouTube-nya, pelatih asal Belanda itu mengatakan, turnamen pengganti liga sekalipun tak akan berjalan mulus jika virus masih merebak.

“Dilihat dari pro dan kontranya, jika liga benar-benar dihentikan ada rumor yang beredar, akan ada turnamen sebagai penggantinya, secara pribadi saya sudah berbicara kepada beberapa pemain, jika liganya berhenti, tentunya stadion akan tutup,” ujar Robert dalam pernyataannya di Youtube.

“Akan masih ada krisis di Indonesia, bahkan turnamennya tidak akan tuntas, Intinya adalah jika ada turnamen pengganti, pastinya masih ada liga,” kata Robert.

Menurutnya, momen yang paling tepat untuk memulai kembali Shopee Liga 1 adalah saat pemerintah mengumumkan krisis akibat COVID-19 ini telah berakhir. “Dan semuanya kembali normal dan pihak berwenang akan mendiskusikan lagi hal tersebut,” katanya.

Sampai momen itu tiba, Robert berpesan agar setiap para penggawa Maung Bandung untuk tetap berada di rumah, menjaga kesehatan dan kebersihan di negaranya masing-masing.

“Kita bisa lihat liga di Korea Selatan dan Vietnam sudah dimulai kembali, Eropa juga sama, Bundesliga juga sama. Dilihat dari itu, Indonesia kemungkinan akan mengambil keputusan yang sama,” katanya.

Ade Yasin Akui Penyaluran Bansos tak Maksimal

Beberapa daerah sudah mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak virus Corona atau Covid-19. Namun, pelaksanaan penyaluran bantuan sosial masih belum maksimal. Di beberapa daerah, distribusinya tidak merata.

Bupati Bogor Ade Yasin tidak menampik belum maksimalnya penyaluran bantuan sosial di wilayahnya.

Dari pusat sudah berjalan, walaupun belum maksimal. Dari provinsi juga belum maksimal,” ungkap Ade Yasin, Senin (28/4).

Bupati Ade Yasin menceritakan banyak hal mengenai penanganan wabah Corona dan problematika penyaluran bantuan sosial di wilayahnya yang merupakan wilayah dengan penduduk sangat besar.

” Kalau bansos ada beberapa pintu, dari pusat, dari provinsi, dan dari daerah. Dari pusat sudah berjalan, walaupun belum maksimal. Dari provinsi juga belum maksimal. Dari kita sendiri (Pemda Kabupaten Bogor) juga ada bantuan yang distribusinya bekerja sama dengan TNI-Polri. Insya Allah akan aman.

Kalau yang dari provinsi melalui kantor pos. Memang agak sedikit tersendat penyalurannya. Pusat pun karena direct (langsung) ke penerima. Mungkin belum seperti gambaran kita. Jadi kita pikir sebelum puasa ini sudah selesai, ternyata masih banyak yang (belum menerima bantuan)”paparnya

Bupati Bogor Minta Agar Penumpang KRL Diseleksi

0

BOGOR DAILY-Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) diperpanjang. Bupati Bogor Ade Yasin meminta agar penumpang KRL diseleksi.

“Tapi kami kemarin mengajukan agar juga lebih menseleksi penumpang. Jadi penumpang yang masuk kereta itu adalah penumpang yang betul-betul bekerja di sektor yang dikecualikan,” kata Ade kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Ade menjelaskan permohonan pemberhentian operasional KRL sebelumnya ditolak pemerintah pusat karena banyak masyarakat yang bekerja di sektor yang dikecualikan. Oleh karenanya, dia ingin adanya penyeleksian agar KRL tidak digunakan oleh orang yang tak berkepentingan.

“Itu dengan menunjukkan tanda bahwa dia bekerja di situ. Ada kan kartu, kartu biasanya ada kartu kantor atau pegawai ya, dia (penumpang KRL) menunjukkan itu. Harusnya begitu kan, kita ajukan seperti itu,” tuturnya.

Ade mengatakan pengajuan ini telah disampaikan ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Selain itu, dia juga ingin agar Pemerintah Daerah (Pemda) lebih diberi keleluasaan dalam melaksanakan PSBB.

“Saya harap juga kepada masyarakat untuk lebih taat dan patuh kepada aturan yang dikeluarkan pemerintah. Karena semuanya untuk menjaga keselamatan masyarakat, ya,” kata Ade.

Diketahui, masa PSBB di Kabupaten/Kota Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten/Kota Bekasi (Bodebek) akan diperpanjang selama 14 hari ke depan hingga 12 Mei 2020. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/4).

“PSBB Bodebek akan diperpanjang 14 hari ke depan mulai hari Rabu besok (29/4), sudah diputuskan,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Sidak ke Gudang Bulog Dramaga, Bupati Pastikan Bantuan Disalurkan Besok

BOGOR DAILY – Demi menjaga kualitas beras yang sesuai untuk warga, Bupati Bogor, Ade Yasin, melakukan sidak ke gudang Bulog Sub Divisi Regional Dua Dramaga.

Ade Yasin mengatakan, pada sidak ke gudang Bulog Dramaga dirinya ingin memastikan bahwa stok beras dengan kualitas yang sama bisa tersedia, dan bisa sampai kepada masyarakat.

“Hari ini kita cek beras Bulog. Karena kita juga pesan dari Bulog, ini karena lembaga pemerintah yang kita percaya untuk memberikan pelayanan dan kuwalitas. Jadi, tadi kita sudah lihat standar seperti apa, yang kita lihat hari ini dan yang kita inginkan sampai ke masyarakat sama,” katanya kepada wartawan, ketika ditemui dilokasi, Rabu (29/4/2020).

Ade menyebutkan, untuk harga beras yang diperoleh dari Bulog sebesar Rp10.543 dan setiap satu keluarga miskin yang sudah terdata akan mendapatkan 30 kg beras.

“Jadi kami tidak memberikan uang tunai yang masyarakat butuhkan, kita kirim satu bulan 6.000 ton dikali tiga bulan. Dan ini saya pastikan sampai kepada masyarakat dengan dikawal oleh TNI dan Polri berikut armadanya,” sebutnya.

Dirinya memastikan, bahwa mulai besok Kamis (30/4/2020) masyarakat Bumi Tegar Beriman akan mendapatkan beras dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Insyallah mulai besok sudah mulai dikirim. Saya mohon maaf tadinya ingin sebelum puasa dikirim. Tapi, banyak kendala dari birokrasi dan ketersediaan beras. Apalagi, Pemprov Jabar juga sama di sini (Bulog Dramaga.red), ketersediaan beras juga maksimal besok sudah terkirim. Karena Kabupaten Bogor ini luas dan kita bertahap dulu iya untuk yang membutuhkan,” jelasnya.

Menurut Politisi PPP ini, untuk data penerima yang sudah selesai di verifikasi akan dikirim.

“Mana yang siap dan nanti di kirim ada beberapa kecamatan yang sudah siap, sama juga dengan bantuan Pemerintah Pusat dan Pemprov. Karena, kesulitan armada dan tenaga juga. Kita bertahap datanya sudah matang kita kirim,” tukasnya. (Andi).

Pasien Sembuh Corona di Depok Capai 31 Orang, Melebihi Angka Kematian

BOGORDAILY – Jumlah pasien sembuh dari virus Corona (COVID-19) di Kota Depok sudah melebihi angka kematian. Hingga Selasa 28 April 2020, jumlah pasien sembuh telah mencapai 31 orang.

“Kasus terkonfirmasi positif 256 orang, sembuh 31 orang, meninggal 18 orang,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/4/2020).

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 1.095 kasus, di mana 396 telah selesai pengawasan dan 699 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan kasus orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 2.857 kasus, di mana 1.182 di antaranya telah selesai pemantauan dan 1.675 masih dalam pemantauan.

Di sisi lain, jumlah kasus orang tanpa gejala (OTG) hampir menembus angka seribu. Hingga Selasa (28/4), total OTG di Kota Depok mencapai 998 kasus, di mana 215 orang selesai pemantauan dan 783 lainnya masih dalam pemantauan.

“Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 52 orang. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI,” jelas Idris.

Lebih lanjut, Idris menyampaikan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Depok diperpanjang. PSBB diperpanjang selama 14 hari, mulai hari ini 29 April hingga 12 Mei 2020.

PSBB di Bogor Diperpanjang sampai 12 Mei

BOGOR DAILY- Pemerintah Kota Bogor resmi memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Bogor selama 14 hari, mulai Rabu 29 Mei 2020 hingga 12 Mei 2020.

Kepala Bagian Hukum dan HAM Pemerintah Kota Bogor, Alma Wiranta mengatakan, keputusan perpanjangan penerapan PSBB tersebut diatur dalam Surat Keputusan Wali Kota Bogor Nomor 900.45-336 tentang Perpanjangan Pemberlakuan PSBB Kota Bogor.

ditandatangani Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiartio, di Kota Bogor pada Selasa (28/4) tersebut, dalam konsiderannya menyebutkan, bahwa perpanjangan penerapan PSBB selama 14 hari ke depan adalah melanjutkan penerapan PSBB tahap pertama pada 15-28 April 2020.

“Sasarannya, guna menekan penyebaran virus corona COVID-19,” katanya di Bogor, seperti dikutip dari Antara, Rabu (29/4/2020).

Alma menjelaskan, Bima Arya Sugiarto menerbitkan Surat Keputusan Wali Kota ini setelah menerima surat persetujuan perpanjangan PSBB di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek) dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ridwan Kami menerbitkan surat persetujuan perpanjangan PSBB di Bodebek itu setelah menerima surat persetujuan dari Menteri Kesehatan, sehingga kemudian menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.250-Hukham/2020, tanggal 28 April 2020.

Dalam Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat itu, menyebutkan, perpanjangan penerapan PSBB di lima daerah di Bodebek, terhitung mulai 29 April hingga 12 Mei 2020.

“SK Wali Kota Bogor diterbitkan, setelah menerima SK dari Gubernur Jawa Barat,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Bogor, menyatakan, perpanjangan penerapan PSBB di Kota Bogor, karena pada penerapan PSBB tahap pertama masih belum efektif.

“Pada penerapan PSBB tahap pertama, masih adanya penyebaran COVID-19 yang ditandainya masih terus meningkatnya kasus positif COVID-19 maupun pasien dalam pengawasan (PDP),” katanya.

Karena Virus Corona Hasrat Ramos Raih Gelar dengan Madrid Harus Direm

0

BOGORDAILY – Hasrat Sergio Ramos untuk membawa Real Madrid merengkuh trofi musim ini harus terganggu akibat wabah Virus Corona. Ia sudah tak sabar untuk bermain kembali.

Madrid musim lalu hanya mampu meraih gelar Piala Super Spanyol. Hal tersebut tampaknya membuat Ramos berhasrat membawa Los Blancos merengkuh banyak gelar di musim ini.

Sayang ambisi kapten Madrid tersebut terganggu oleh merebaknya Virus Corona. Pandemi COVID-19 membuat kompetisi sepakbola di Eropa harus ditangguhkan sejak awal Maret lalu.

Saat kompetisi ditangguhkan, Madrid menempati peringkat kedua LaLiga dengan 58 poin terpaut dua angka dari Barcelona di puncak klasemen. El Real juga masih berkiprah di Liga Champions dengan menantang Manchester City di babak 16 besar.

Ramos mengaku tak sabar untuk kembali bermain demi mewujudkan hasratnya meraih trofi bersama dengan Madrid. Meski begitu, ia memahami bahwa situasi saat ini tak memungkinkan untuk melakukan hal tersebut.

“Jika kondisi tak lagi berisiko untuk kesehatan, saya ingin bermain lagi dan kembali untuk bersaing, di LaLiga dan Liga Champions,” ujar Ramos dikutip dari AS.

“Saya begitu lapar untuk bisa mengakhiri musim dengan gelar. Namun, yang terpenting saat ini kita harus menunggu pihak yang berwenang mengambil keputusan yang tepat,” jelasnya.

Hasrat Ramos untuk bermain tampaknya tak akan bisa terwujud dalam waktu dekat. Hal itu menilik dari kasus COVID-19 yang masing cukup tinggi di Spanyol.

Dari data John Hopkins Univesity, angka penderita Virus Corona di Negeri Matador mencapai 232.128 hingga, Rabu (29/4/2020) pagi WIB.

Ini Evaluasi dari Kepala Daerah hingga Gugus Tugas, PSBB Bodebek Diperpanjang

BOGORDAILY – Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) diperpanjang lagi mulai hari ini hingga 12 Mei 2020. Kepala daerah hingga Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat memberikan catatan.

Perpanjangan masa PSBB Bodebek ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Senin 27 April 2020.

“PSBB Bodebek akan diperpanjang 14 hari ke depan mulai hari Rabu besok (29/4/2020), sudah diputuskan,” ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Ridwan Kamil menjelaskan alasan diperpanjangnya masa PSBB Bodebek ini lantaran terjadi peningkatan kasus di Kabupaten/Kota Bekasi.

Meskipun di tiga wilayah lainnya tren kasus terkonfirmasi COVID-19 ini menurun. Ia menyebut penurunan kasus COVID-19 di Bodebek menurun hingga 38,5 persen.

Menindaklanjuti kebijakan itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jawa Barat mengungkap sejumlah evaluasi PSBB di Bodebek, yang dimulai sejak 15 April 2020.

Ke depan, kematian diharap bisa ditekan hingga angka nol. Selain itu, kepala daerah Bodetabek menyetujui PSBB diperpanjang dengan catatan. Mereka berharap beberapa poin yang tercantum pada Permenkes tersebut yang masih harus dievaluasi.

Berikut evaluasi kepala daerah hingga gugus tugas soal PSBB Bodebek yang diperpanjang:

Peta Sebaran COVID-19 Melebar

Juru Bicara GTPP COVID-19 Jabar Berli Hamdani mengatakan ada penurunan kasus sebanyak 38,5 persen di Bodebek, kendati demikian sebaran dari warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 semakin meluas.

“Ada penurunan angka (keseluruhan), tapi ada perluasan wilayah kasus, sebarannya jadi melebar. Demikian juga dari 50 (penambahan) kasus hari ini, ada dari berbagai daerah, terutama dari Bodebek,” kata Berli dalam konferensi pers daring dari Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (28/4).

Walau demikian, angka pasien yang sembuh semakin meningkat. Khususnya dari wilayah Kabupaten Bekasi. Tim Gugus Tugas pun mencatat terjadi peningkatan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Bogor.

“Kemudian berikutnya lagi secara umum terjadi penambahan kasus positif di Kota Depok dan Kota Bogor,” ucapnya.

“Sebaran kasus memang belum terlihat signifikan, tapi jumlah secara total ada peningkatan. Tentu dari beberapa evaluasi ini perlu kita tindak lanjuti dengan melakukan pemeriksaan PCR, yang tujuannya menyapu habis ODP, PDP, gejala ringan, dan Orang Tanpa Gejala (OTG),” tutur Berli.

“Semakin awal diketahui, penanganan yang diberikan akan semakin cepat dan tuntas. Diharapkan bila cepat dan tuntas, angka kematian bisa ditekan dan bisa kita nol-kan, dan itu tujuan pelaksanaan PSBB di Jabar,” ujar Berli.

Hingga Selasa (28/4) pukul 17.32 WIB, laman pikobar.jabarprov.go.id menampilkan ada 969 kasus terkonfirmasi positif di Jabar. Angka kesembuhan mencapai 103 orang dan angka kematian mencapai 79 orang.

Data Terbaru Corona di Depok

Jumlah pasien sembuh dari virus Corona (COVID-19) di Kota Depok sudah melebihi angka kematian. Hingga Selasa 28 April 2020, jumlah pasien sembuh telah mencapai 31 orang.

“Kasus terkonfirmasi positif 256 orang, sembuh 31 orang, meninggal 18 orang,” ujar Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/4).

Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 1.095 kasus, di mana 396 telah selesai pengawasan dan 699 orang masih dalam pengawasan. Sedangkan kasus orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 2.857 kasus, di mana 1.182 di antaranya telah selesai pemantauan dan 1.675 masih dalam pemantauan.

Di sisi lain, jumlah kasus orang tanpa gejala (OTG) hampir menembus angka seribu. Hingga Selasa (28/4), total OTG di Kota Depok mencapai 998 kasus, di mana 215 orang selesai pemantauan dan 783 lainnya masih dalam pemantauan.

“Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 52 orang. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI,” jelas Idris.

Lebih lanjut, Idris menyampaikan masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Depok diperpanjang. PSBB diperpanjang selama 14 hari, mulai hari ini 29 April hingga 12 Mei 2020.

Sementara itu, angka kasus positif Corona di Kota Depok mengalami kenaikan mencapai 8-9 orang per harinya sebelum diberlakukan PSBB.

“Selama PSBB terjadi peningkatan kasus konfirmasi rata-rata 8-9 orang per hari dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 6-7orang per hari,” kata Idris.

Meningkatnya kasus positif Corona pada masa PSBB ini, dikarenakan adanya rapid diagnostic test (RDT). Penyebab lainnya, karena adanya penambahan dari orang yang semula berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) yang setelah dites menjadi positif.

Permenkes PSBB Dievaluasi

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim sebelumnya juga mengatakan kepala daerah di Bodebek menyetujui perpanjangan PSBB dengan catatan.

“PSBB di Bodebek akan berakhir tanggal 28 April 2020. Tadi kita sepakat semua, kepala daerah Bodebek, semuanya hadir kecuali Kota Depok, Intinya menyetujui perpanjangan tapi dengan catatan karena ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan yang dinilai belum bisa mengoptimalkan pelaksanaan PSBB itu sendiri,” ujar Dedie dalam keterangan tertulis, Senin (27/4).

Catatan yang dimaksud Dedie yaitu 5 kepala daerah Bodebek ingin agar Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bisa dilaksanakan dengan lebih konsisten.

Dedie mengatakan Bodebek ingin agar Kemenkes bisa berkoordinasi dengan kementerian lain agar Permenkes itu tidak tumpang-tindih.
“Contohnya yang tidak dikecualikan selain industri strategis. Tetapi dalam kenyataannya ada rekomendasi-rekomendasi dari Kementerian Perindustrian dan (Kementerian) Perdagangan ya. Jadi itu salah satu,” ungkap Dedie.

Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa poin yang tercantum pada Permenkes tersebut yang masih harus dievaluasi.

“Implikasinya, masih ada risiko-risiko penyebaran di dalam produksi pabrik itu yang meskipun melaksanakan social distancing, physical distancing, tapi sangat berisiko tinggi. Kemudian yang kedua, kita juga minta ada beberapa poin di dalam Permenkes itu yang juga dievaluasi betul, seperti pembatasan moda transportasi untuk menekan tingkat risiko penyebaran COVID-19,” tambahnya.

Dedie menyatakan, daerah-daerah juga mengusulkan pelaksanaan PSBB di Jabodetabek ini harus diberlakukan bersamaan agar efektivitasnya bisa terlihat.

“Supaya tidak ada jeda waktu yang berbeda-beda. Bahkan kalau memungkinkan lagi disambung dengan wilayah Bandung Raya. Paling tidak ukuran yang akan kita capai akan sama, baik kualitatif maupun kuantitatif. Selama ini ada jeda waktu lima hari, ada jeda waktu satu minggu. Perlu ada kesepakatan, perlu ada arahan dari pemerintah pusat bagaimana kemudian diambil langkah supaya ada kesamaan langkah supaya efektivitasnya lebih terlihat,” imbuhnya.

Rapid Test Acak Penumpang Transportasi

Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin menegaskan bahwa daerah-daerah Bodebek menginginkan adanya rapid test bagi para penumpang transportasi publik secara acak untuk menjaring penumpang yang terindikasi sebagai carrier atau pembawa virus.

“Lalu harus ada pengawasan yang ketat secara bersama-sama, terutama untuk daerah-daerah perbatasan. Jadi kami ingin diberi kewenangan bagaimana cari kami untuk membatasi orang-orang yang keluar masuk ke wilayah-wilayah kami. Berikan kewenangan juga kepada kami untuk memberikan sanksi kepada pelanggar yang sampai saat ini masih sifatnya belum tegas, masih persuasif berupa teguran. Ingin ada sanksi yang maksimal agar pelaksanaan PSBB ini mampu menurunkan angka penyebaran COVID-19,” tandasnya.

Kesepakatan-kesepakatan yang ditujukan kepada daerah Bodebek tersebut dituangkan ke dalam surat resmi untuk kemudian dikirimkan ke Menteri Kesehatan melalui Gubernur Jawa Barat.

Viral, Foto Habib Bahar Bareng Napi Viral. Ini Fakta Sesungguhnya

0

BOGORDAILY.net – Beredar foto Bahar Bin Smith atau Habib Bahar foto bersama dengan para narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, ditanggapi langsung oleh Kalapas Kelas IIA Cibinong, Ardian Nova Christiawan.

Ardian -sapaan akrabnya- mengatakan, mengenai foto beredarnya Habib Bahar yang melakukan foto bersama, dengan para napi di Lapas Pondok Rajeg tersebut, merupakan foto pada 2019 lalu.

“Owh itu sudah kita kroscek, foto itu sudah lama pada Oktober 2019 mas,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika dihubungi, Selasa (28/4/2020).

Ia mengungkapkan, Lapas Pindok Rajeg memiliki Photo Booth yang digunakan pengunjung. Karena, menjadi salah satu program unggulan, Lapas Pondok Rajeg dalam persiapan menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Di sini kan ada layanan Photo Booth nih, di lapas ini. Jadi, pada saat kunjungan selesai di foto. Nah itu tahanan pendamping itu yang foto,” jelasnya.

Ia mengaku, banyak narapidana yang ingin belajar agama ke Habib Bahar. Ardian juga menyebutkan sebagian narapidana yang ada dalam foto telah bebas.

“Dan sebagian sudah ada narapidana yang bebas juga. Itu foto lama kan. Ada yang (bebas) dari asimilasi,” akunya.

Dirinya juga menambahkan, Habib Bahar saat ini (Dibulan Suci Ramadhan.red) kondisinya baik, dan selalu melaksanakan ibadahnya seperti biasa di Blok Mushola.

“Banyak juga warga binaan yang ingin belajar agama dengan habib, kondisinya sama semuanya baik,” tukasnya. (Andi).

Kadinsos Beberkan Data Penerima Bansos di Kabupaten Bogor. Ini Rinciannya!!

0

BOGORDAILY.net – Mengenai data bantuan sosial (Bansos) yang belum sinkron dengan Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Jawa Barat (Jabar), Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Rustandi, mengklaim bahwa semua data sudah baik.

Mantan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor ini mengatakan, mengenai data di semua level baik pusat, provinsi, dan daerah sudah berjalan dengan baik.

Akan tetapi, mengenai pendataan untuk warga miskin yang terkena dampak Covid-19 masih terus diverifikasi.

“Kita harus sadari kondisi begitu cepat, sedangkan mengeluarkan anggaran itu harus ada aturannya. Data terus jalan. Kalau kondisi seperti ini ada data 670 ribu orang, bisa terdata sempurna akan jauh dari kondisi normal,” katanya kepada wartawan, Selasa (28/4/2020).

Menurutnya, mengenai warga saat ini panik dengan kondisi bantuan belum turun atau tidak sesuai sangat wajar. Karena, Pemkab Bogor sendiri mempunyai kriteria sendiri bagi penerima Bansos.

“Jadi semua harus ditanggapi dengan arif dan bijak. Kita sudah bekerja, data sudah ada. Harapanya semua yang punya hak sesuai kriteria terdampak, bukan miskin tapi bisa nerima, dia dapat itu,” tuturnya.

Untuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Kabupaten Bogor yang menerima sebanyak 341.616 Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), dan itu merupakan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Sedangkan, data non DTKS di Kabupaten Bogor ada sebanyak 670.140 KPM. Jika ditotalkan dengan data DTKS ada sebanyak 1.011.756 warga Bumi Tegar Beriman yang harus mendapatkan bansos.

“Dari Pemprov rencana 100an ribu. Kuota yang diterima hari ini, ya mudah-mudahan itu tahap pertama,” jelasnya.

Masih kata Rustandi, untuk sisanya yaitu sebanyak 570 an ribu itu juga bukan semuanya tanggung jawab Pemkab Bogor. Karena, saat ini data yang mendapatkan Bansos dari APBD sebanyak 200.000 KK.

“Karena kan ada bantuan swasta, dan yang lainnya. Ke saya mereka minta data mana saja yang belum tercover, ada yang mau bantu. 200 ribu KPM untuk sumber APBD Kabupaten Bogor menerima 30 kg beras. Kalau Swasta itu bukan menggandeng, ada yang ke saya WhatsApp minta data ini untuk di bantu, ya kita siapkan data itu,” tukasnya. (Andi).