Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8278

Belajar di Rumah, Walimurid Curhat Keluhkan Biaya Sekolah

0

BOGORDAILY.net – Belajar di rumah memang menyenangkan, karena bisa berkumpul dengan keluarga. Tapi, lama kelamaan juga menyisakan persoalan.

Salah satunya keluhan biaya pulsa, karena harus belajar secara daring.

Wali murid yang kesulitan dana untuk membeli pulsa atau paket data, untuk menunjang program belajar anak mereka secara daring, di masa wabah virus corona ini mulai bermunculan.

Mereka berharap Permendikbud 19 tahun 2020 tentang perubahan pengelolaan dana BOS dalam situasi pandemi segera diterapkan, jadi iswa juga bisa mendapat dana pulsa dari dana BOS.

Keluhan wali murid ini direspon oleh Cabang Dindik Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu.

Kepala Cabang Dindik Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti menyatakan walimurid bisa menyampaikan keluhannya ke sekolah agar ada tindakan.

“Dalam kondisi saat ini, semua kena dampaknya. Tapi, kemarin juga ada walimurid yang mengeluhkan ke kepada kepala sekolah soal tidak bisa ikut daring karena tidak memiliki dana untuk membeli paket data. Akhirnya kepala sekolah membelikan dan jelas ada nama penerimanya sebagai SPJ,” kata Ema seperti dikutif dari suryamalang.com, Kamis (23/4/2020).

Artinya, pola komunikasi itu bisa disampaikan ke wali kelas dan kemudian gurunya bisa menyampaikan kepada kepala sekolah.

Karena jika tidak disampaikan ke sekolah, maka sekolah juga tidak tahu siapa yang dibantu.

Dikatakan, memang ada perubahan permen soal penggunaan dana BOS antara lain untuk pembelian pulsa bagi siswa saat daring dalam pandemi ini.

Tapi memang ada proses waktu merubah RKAS nya.

Sebelumnya, keluhan wali murid tentang biaya pulsa atau paket data yang harus ditanggung siswa selama belajar di rumah ini nampak dari surat terbuka dari seorang walimurid di Kota Malang yang menyebut dirinya sebagai Cak JI.

Cak Ji yang mengaku sebagai seorang kuli bangunan itu membuat surat terbuka untuk Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta para pejabat di Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Cabang Dindik Jatim wilayah Malang dan kepala sekolah tentang pembelajaran daring.

Surat terbuka itu beredar di grup wartawan, Kamis (23/4/2020).

Ia menyebut dirinya Cak Ji, ayah empat anak yang masih bersekolah semua.

Sejak pandemi, anaknya belajar di rumah. Ada rasa senang bisa berkumpul bersama.

Tapi ia merasa iba karena melihat ke empat anaknya memecah celengan demi membeli pulsa paketan.

“Sebagai seorang ayah, hati saya merasa terenyuh dan teriris melihat itu semua,” tulis Cak Ji.

Dikatakan, beberapa hari ini ia cukup merasa gembira ketika Mendikbud mengumumkan soal perubahan pengelolaan dana BOS dalam situasi pandemi seperti ini yakni melalui Permendikbud 19 tahun 2020.

“Melalui sumber berita koran dan internet, saya membaca bahwa pengelolaan BOS dapat dialokasikan untuk beli pulsa dan paketan, serta katanya bisa digunakan untuk beli masker,” katanya.

Awalnya ia gembira. Tapi, merasa sedih lagi karena dalam grup WA, pihak sekolah anaknya menagih sumbangan rutin sebesar Rp80.000 dan sumbangan insidentil dalam situasi krisis seperti ini.

“Mengapa dalam situasi seperti ini masih menagih biaya pendidikan untuk wali murid? Apakah pihak sekolah tidak peka terhadap kondisi ekonomi? Banyak teman wali murid yang di PHK, dirumahkan bahkan ada yang tidak dapat pemasukan ekonomi sama sekali karena tidak ada pekerjaan,” tulisnya.

Padahal jika dipikir, lanjutnya, dampak anak belajar di rumah adalah bentuk penghematan akan operasional sekolah? Selain demi pencegahan.

Bukankah ada dana BPOP dari provinsi yang besarannya Rp120.000 per siswa/bulan tetap cair? Juga ada dana BOS yang besarannya Rp 1,5 juta?

Ia berharap Mendikbud bisa segera mendesak sekolah untuk melaksanakan Permendikbud 19 tahun 2020.

Dimana di Permen itu, dana BOS bisa untuk membelikan siswa dan guru pulsa dll selama pandemi Covid-19.

Ia juga berharap, Kepala Sekolah, Komite Sekolah untuk memiliki rasa dan kepekaan akan kondisi saat ini.

Ibnu Syamsu Hidayat dari Badan Pekerja MCW menyebutkan dalam minggu ini ada tiga pengaduan kepada MCW.

“Ada tiga yang mengadu. Satu orang mengadu soal PPDB Kemenag. Sedang dua orang mengadu soal soal tarikan uang di SMA,” jelas Ibnu, Kamis (22/4/2020).

Menurutnya, ada yang sudah menyampaikan kondisi nya ke sekolah, ada juga yang belum.

Dikatakan, harusnya dengan adanya perubahan permendikbud itu karena ada Covid-19, dinas pendidikan dan pihak sekolah bisa langsung tanggap dan peka terhadap keadaan ekonomi.

“Sebab payung hukumnya sudah ada. Memang harus merubah RKAS. Tapi sekolah kan tetap ada BPOP dan BOS,” jawabnya.

Dengan adanya siswa berada di rumah, maka dana operasional lain bisa dialihkan.

Dikatakan, perubahan RKAS apa tidak cukup satu bulan? Sehingga bola kebijakan kembali ke sekolah untuk mengikuti perubahan permen soal dana BOS reguler itu.(*/bdn)

Baru Sembuh Dari Covid-19, Bima Arya Marah-marah Tanpa Menggunakan Masker

0

BOGORDAILY.net – Ada yang unik saat Wali Kota Bogor, Bima Arya, mulai bekerja lagi di hari pertamanya, setelah sembuh dari Virus Korona atau Covid-19.

Orang nomor satu di Kota Hujan ini marah-marah, saat melakukan pengecekan toko di Plaza Dewi Sartika, Kota Bogor, tanpa menggunakan masker. Padahal, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini baru dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Bima Arya terlihat geram, lantaran mendapati sejumlah toko pakaian yang masih buka, di luar delapan sektor yang dikecualikan. Padahal, Kota Bogor masih memberlakukan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB).

Tidak hanya itu, Bima juga mengenakan pakaian serba hitam dan topi hitam beserta sarung tangan, Bima Arya marah-marah di atas mobil Hilux Satpol-PP Kota Bogor.

Sebelumnya, kewajiban menggenakan masker telah tertuang dalam peraturan Wali Kota Bogor tentang PSBB yang ditandatangani oleh Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, tertanggal 13 April 2020 lalu. Pada bagian IV pasal 5 poin 3 b. Setiap orang wajib menggunakan masker di luar rumah.

Tidak hanya itu saja, di masa pandemi Virus Korona atau Covid-19, Bima juga melantik 10 pejabat struktural di Pemerintah Kota Bogor.

Orang nomor satu di Kota Hujan itu melantik 10 pejabat struktural di antaranya Kepala Badan Kesbangpol, Dadang Sugiarta, Kadis Pariwisata Kebudayaan, Atep Budiman, Kadis Kominfo Rahmat Hidayat.

Lalu, Kadis Lingkungan Hidup, Denni Wismanto, Kepala DPMPPA, Iceu Pujiati, Kepala Satpol PP, Agustiansyah, Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid, Camat Bogor Utara, Dudi Fitri Susandi, Camat Bogor Timur, Wawan Sanwani dan Sekretaris BKAD Evandy Dahni. (Andi).

Heboh, Isi Ceramah Onani Tak Batalkan Puasa. Bagaimana Hukumnya?

0

BOGORDAILY.net – Hal-hal yang membatalkan puasa kini banyak dibicarakan, seiring ibadah puasa yang sedang dijalankan umat muslim.

Belakangan ini viral sebuah video seorang ustaz menyebut onani tak membatalkan puasa. Ternyata gara-gara video itu viral, Miftah Maulana Habiburrahman atau biasa dipanggil Gus Miftah jadi banyak dapat pertanyaan sehingga mau nggak mau angkat bicara.

Melalui postingan di Instagram pribadinya, @gusmiftah, Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta itu dengan tegas mengatakan bahwa ia tak sepaham dengan pendapat ulama tersebut.

“Mohon maaf saya harus tanggapi karena video ini terlanjur viral dan banyak yang bertanya ke saya dan atas petunjuk dan seizin guru-guru saya, saya tidak sepaham dengan video ini,” kata Gus Miftah.

Dalam tayangan live Instagram, Minggu (26/4/2020), Gus Miftah kembali menegaskan hukum onani di bulan puasa, lantaran netizen mulai membahasnya lagi.

Menurut Gus Miftah, aktivitas tersebut membatalkan puasa karena mengeluarkan air mani.

“Mayoritas jumhur ulama mengatakan orang yang melakukan onani atau mengeluarkan air mani pada siang hari di bulan puasa saat berpuasa, puasanya batal. Onani itu membatalkan puasa,” katanya.

“Nanti akan buat kajiannya di YouTube. Karena akan ada banyak dalil yang saya sampaikan di situ, kalau di sini kurang fokus,” ujarnya.

Meski tak sepaham, namun Gus Miftah tak ingin dianggap membenci Ustadz Yazid bin Abdul Qadir yang mengeluarkan pernyataan kontroversial itu.

Usut punya usut, video viral ceramah Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas itu disampaikan saat mengisi acara di Masjid Kampus UGM Yogyakarta 6 Mei 2018 yang diunggah ke kanal YouTube Rodja TV (10/4/2019). (“/bdn)

Viral, Video Kades Curhat Dibikin Pusing Ngurus Dana Bansos

0

BOGORDAILY.net – Bantuan sosial yang digagas pemerintah sebagai kompensasi dari dampak virus Corona, bikin pusing sejumlah kepala desa.

Teranyar, kepala desa curhat melalui video soal penyaluran dan dana penerima bantuan itu, yang membuat mereka pening.

Ya, polemik terkait digelontorkannya paket bantuan sosial untuk para warga yang terdampak pandemi wabah Corona berefek macam-macam. Penyaluran dan implementasi di lapangan tak sedikit menuai keluhan.

Kondisi ini pula yang tengah dirasakan oleh sekelompok orang yang diduga perangkat desa Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Keluh kesah soal bermasalahnya kebijakan bantuan sosial itu pun akhirnya diungkapkan dalam rekaman video yang kini tengah viral. Dalam video itu mereka menggunakan seragam ASN.

Dalam unggahan di jejaring sosial YouTube yang diduga Kepala Desa Jalancagak, Indra Zainal Alim menuturkan sikap keberatannya dengan skema dan implementasi pendistribusian bantuan sosial dari pemerintah tersebut.

Bukan hanya tampil sendirian, Kades Jalancagak tersebut juga didampingi oleh Kepala Dusun, Ketua RW dan Ketua RT.
Mengenakan seragam dinas pemerintahan, sejumlah perangkat desa tersebut sangat menyayangkan pernyataan para pejabat tinggi yang justru dianggap membuat resah warga desanya.

Kades tersebut juga turut meminta perhatian serius soal polemik ini dari Presiden Joko Widodo, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Abdul Halim Iskandar serta Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

“Tolong, ketika bapak mengeluarkan satu kebijakan untuk warga masyarakat luas khususnya yang berhubungan dengan warga desa, apalagi terkait bantuan, tolong sebaiknya bapak pikirkan terlebih dahulu yang lebih matang,” ungkap Kades Jalancagak, Indra Zainal Alim.

“Jangan sesekali menggembar-gemborkan bahasa bahwa akan mendapat bantuan. Warga kami sudah tenang pak sebenarnya, sebelum ada statement-statement dari bapak bahwa kami akan mendapatkan bantuan,” tambahnya.

“Karena warga kami sudah terbiasa hidup dengan kesusahan, dengan statement bapak kami akan mendapat bantuan ini semua ricuh! Dan yang paling garda terdepan adalah kami sebagai kepala sesa,” tegas Indra.

Pola penetapan kebijakan yang kerap berubah hingga dugaan bahwa momen mengemukanya bencana Corona ini sebagai panggung pencitraan adalah hal yang sangat dikeluhkan Indra. “Kami sebagai kepala desa seolah-olah diadudomba dengan kebijakan bapak dengan warga kami sendiri,” keluhnya.

Sebelumnya, nama Indra Zainal Alim memang sempat mencuat di sejumlah media online lokal terkait pernyataannya yang memberikan imbauan kepada seluruh warga desa Jalancagak, Kabupaten Subang.

Menurutnya, menyikapi ancaman wabah COVID-19 tersebut jangan jadikan virus Corona ini menjadi ibarat setan, yang menghalang halangi setiap kegiatan keagamaan atau kegiatan apa pun juga.

“Virus Corona adalah ciptaan Allah SWT, dalam firman Allah SWT dalam Alquran Surah Al A’raf ayat 34 yang artinya setiap umat memiliki batas waktu dan ketika waktu itu datang tidak akan ada yang dapat memundurkannya atau memajukannya,” seperti disebarkan gemma rakyat.

Sementara sebelumnya Bupati Boltim mengamuk soal penyaluran BLT yang merasa kebijakan menteri menyulitkan. Dia bahkan menyebut menteri pembantu Jokowi terkait adalah menteri goblok.(*/bdn)

Devie P Sultani Minta Seluruh Elemen Tunduk pada Aturan PSBB

0

BOGORDAILY – Dibutuhkan pengertian dari seluruh pihak, dalam situasi luar biasa seperti ini. Baik itu pemerintah kota, maupun masyarakat terdampak agar bersama tunduk dan taat terhadap aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV Fraksi Frkasi KBR (Partai Nasdem) DPRD Kota Bogor Devie P Sultani, Selasa (28/4/20).

Devie menjelaskan, apa yang disampaikan walikota supaya masyarakat mematuhi pelaksanaan PSBB sudah sepatutnya dipatuhi seluruh masayarakat Kota Bogor, namun kondisi ekonomi masyarakat terdampak perlu mendapat kepastian akan hak-haknya.

“Oleh sebab itu saya menghimbau segenap jajaran Pemkot Bogor dan juga masyarakat utuk saling menguatkan,” ujar Devie.

Anggota Komisi IV Fraksi Frkasi KBR (Partai Nasdem) DPRD Kota Bogor Devie P Sultani,

Sebaiknya, ucap Devie, Pemko Bogor harus bergegas mendistribusikan bantuan, agar masyarakat Kota Bogor bisa lebih tenang. Diakui Devie,
dibutuhkan kesadaran semua pihak untuk mematuhi aturan yang dibuat terkait penanggulangan Covid-19 di Kota Bogor.

“Pak walikota tidak perlu lah bersuara keras kepada warga yang memang lagi berkesusahan. Beri mereka ketenangan. Dan jangan lupa pake masker pak walikota…!” kata Devie.

Selanjutnya, menurut Devie, perlu keterbukaan dalam pendataan dengan memberdayakan pengurus RW yang sudah dibentuk.

“Jangan sampai telah dibentuk tetapi tidak diberikan kewenangan untuk memberikan data yang lebih up to date dan akurat,” tutup Devie. (bdn)

4 Warga Kabupaten Bogor Berstatus PDP Covid-19 Meninggal Dunia

0

BOGORDAILY.net – Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiyah, mengumumkan, sebanyak tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia, pada Selasa (28/4/2020).

Syarifah -sapaan akrabnya- ini mengatakan, ke empat PDP yang meninggal ini yakni, tiga laki-laki Warga Kecamatan Cibungbulang, Cigudeg, Jasinga dan satu perempuan warga Klapanunggal.

“Ada empat PDP meninggal hari ini yaitu, Laki-laki usia 30 tahun asal Cibungbulang, Laki-laki usia 16 tahun asal Cigudeg, Laki-laki usia 30 tahun asal Jasinga, dan Perempuan usia 20 tahun asal Klapanunggal,” katanya kepada Bogordaily.net.

Menurut, Syarifah yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daeran (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor ini, protokol pemakaman dilaksanakan seperti pasien positif Korona yang meninggal.

“Karena kita masih menunggu hasil Swab Test dari Litbankes Kemenkes RI, dikhawatirkan positif Covid-19,” tuturnya.

Untuk diketahui, data PDP yang meninggal di Kabupaten Bogor berjumlah 22 orang, semuanya masih menunggu hasil Swab Tes. (Andi).

Peduli COVID-19, Tessy dan Polo Bagi 1000 Masker dan Sembako

0

BOGORDAILY – Kepedulian terhadap sesama membuat hati Tessy dan Polo tergerak untuk memberi. Para pelawak Srimulat itu, membagikan 1000 masker dan sembako ke masyarakat terdampak COVID-19.

Bersama Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN), Tessy dan Polo turun langsung dalam agenda yang dilakukan di area kantornya, di Jalan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2020) tersebut.

“Jadi hari ini kami berbagi sembako kepada orang yang membutuhkan. Kami menyiapkan 1000 masker dan sembako. Nah, di sini kami hanya simbolis saja. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk mereka,” ujar Ketua Umum GPAN, Brigjen Pol (Purn) Siswandi.

Tak hanya itu, Polo dan Tessy juga tak henti-hentinya menyuarakan setop penggunaan narkoba. Mereka berharap agar masyarakat jangan sampai konsumtif dengan narkotika, selama Indonesia di wabah virus Corona.

“Yang kami ingin sampaikan adalah semoga kepedulian terhadap COVID-19 ini juga masuk ke kepedulian untuk menjauhi narkoba. Bangsa ini sedang prihatin,” tutur Polo.

“Jadi jangan ditambah beban lagi dengan mengonsumsi narkoba. Stop narkoba, Corona minggat!,” tutup pria bernama asli Christian Barata Nugroho itu.

Ustadz Rosyid Aziz, Guru Besar Property Syariah Indonesia

0

BOGORDAILY.net – Konsisten dan luar biasa, itulah kalimat yang pantas disematkan kepada sosok pria yang akrab di sapa dengan sapaan Ustadz Rosyid itu. Berpegang teguh untuk terus memberikan edukasi-edukasi perihal konsep bisnis Property Syariah yang Real tanpa Bank dan menggerus praktek-praktek ribawi dalam jual beli unit lahan kavling dan rumah mengukir namanya sebagai guru besar Property Syariah di Indonesia dan Pendiri dari komunitas Developer Property Syariah atau DPS.

Saat ini DPS memiliki 500 lebih project Property Syariah yang ada dari Sabang sampai Merauke dan lebih dari 2.000 member anggotanya di seluruh Indonesia. Dibawah arahan, ilmu dan edukasi dari Ustadz Rosyid, semua penerapan aspek ilmu management Property Syariah yang baik dan benar dapat terus berjalan serta membuat mulus perjalanan project sampai serah terima kepada para konsumen.

Berikut petikan wawancara Eksklusif Bogor Daily dengan Ustadz Rosyid Aziz, Guru Besar Property Syariah di Indonesia dan Pendiri Komunitas Developer Property Syariah atau DPS :

*1. Apa yang membuat Anda tidak lelah dalam berjuang di ranah bisnis Property Syariah ???…*
Jawaban :
√ Tujuan akhir kita sebagai seorang muslim adalah akhirat, konsep bisnis Property Syariah mengacu kepada konsep pahala yang akan terus mengalir. Visioner untuk gapai kesuksesan yang hakiki di dunia dan kesuksesan di akhirat. Apabila ada seseorang yang hijrah meninggalkan sesuatu karena Allah, maka peran serta kita yang mengajaknya kepada jalan kebaikan tersebutlah yang menimbulkan pahala yang terus menerus mengalir. Developer Property Syariah menciptakan kawasan yang didalamnya ada masjid, musholla, kajian kegiatan agama yang berjalan. Kegiatan ketakwaan itulah modal keberkahan kita dunia dan akhirat, In Syaa Allah.

*2. Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal sistem pembelian rumah melalui fasilitas dari per-bank-kan yang ada, apa yang membedakan konsep Property Syariah ini sesungguhnya ???…*
Jawaban :
√ Hal pembeda yang utama adalah konsep kepemilikan yang ditawarkan konsep Property Syariah. Indonesia merupakan negara yang mayoritas 85 persen penduduknya beragama Islam, cuma masih sangat di sayangkan, banyak masyarakat muslim Indonesia yang masih membeli rumah dengan melanggar dan menabrak syariat agama dengan ada nya praktek ribawi dalam kepemilikannya. Dengan konsep yang diusung oleh Property Syariah akan memberikan sesuatu yang berbeda dan menjadi pembeda. Berkah kepada pembeli dengan proses tanpa praktek ribawi dan berkah selamat untuk pengusaha atau developernya itu sendiri dengan menikmati harta yang halal tanpa riba. Sesungguhnya Property Syariah itu menguatkan Fitroh Manusia, memuaskan akal dan menentramkan hati.

*3. Sejak kapan dan apa yang menjadikan anda terjun ke bisnis Property Syariah ???…*
Jawaban :
√ Sebenarnya dakwah kepada pengusaha-pengusaha muslim sudah dilakukan sejak periode tahun 2005 sampai 2011 lalu. Konsep bisnis Property Syariah disusun sejak tahun 2012, walau lebih umum sejak tahun 90an semasa pendidikan di pesantren, saya sudah mengenal konsep bisnis Syariah. Pada tahun 2012 itulah konsep bisnis Property Syariah pertama kali saya jalankan sendiri dan menghasilkan kesuksesan. Pada tahun 2013 baru saya coba berikan konsep bisnis Property Syariah ini kepada umum. Sampai dengan tahun 2020 ini sudah tujuh tahun saya bersama keluarga besar pejuang di DPS memberikan edukasi melalui camp Property Syariah, kelas-kelas mentoring dan kegiatan lainnya. Genap sudah tujuh tahun dengan capaian yang dahsyat.

*4. Bagaimana Anda membentuk dan membuat kokoh Komunitas Developer Property Syariah atau DPS ???…*
Jawaban :
√ Ada tiga dorongan yang diberikan, tiga dorongan ini sebenarnya adalah hal-hal yang kita perjuangkan dalam hidup kita,

Pertama
Dorongan Materi ( Al-Quwwah Al-Madiyyah), yaitu dorongan memotivasi manusia melalui harta, profit, materi, bonus, atau apapun yang membawa kebahagian. Dorongan ini sangat ampuh apabila capaian dari target dapat kita penuhi.

Kedua
Dorongan Emosi ( Al-Quwwah Al-Ma’nawiyah ), yaitu dorongan yang lebih efektif dari dorongan materi, dorongan emosi, mengangkat kebanggaan, bergengsi dan prestige. Alasan untuk terus berubah dan bertindak. Stigma yang tercipta bahwa bisnis Property itu Keren.

Ketiga
Dorongan Spiritual ( Al-Quwwah Ar-Ruhiyyah ), yaitu dorongan untuk mendapatkan pahala. Motivasi ini lebih kuat bertahan lama dan bersifat jangka panjang. Orang yang membeli Property Syariah akan mengalirkan pahala untuk developernya dengan aktifitas ketakwaan yang dilakukan di project-project yang kita ciptakan.

Tingkatan motivasi permanen untuk semua keluarga besar Developer Property Syariah atau DPS.

*5. Apa yang harus dilakukan ketika kita berniat untuk membuat project Property Syariah ???…*
Jawaban :
√ Ada tiga hal yang perlu sangat diperhatikan, diantaranya

Pertama
Lengkapi ilmu yang cukup, karena langsung nyemplung saja dengan berbekal hanya semangat saja sangatlah berbahaya.

Kedua
Belajar Teknis Management, termasuk cara-cara yang biasa dilakukan di berbagai Project Property Syariah mulai dari proses akuisisi lahan, pengurusan izin, teknis selling marketing sampai teknis serah terima atau hand over unit.

Ketiga
Pengendalian Diri Developer, sebagai Pengusaha atau Developer yang membuka dan membuat project Property Syariah haruslah kuat mengendalikan dirinya sendiri. Biasanya banyak yang tidak sadar akan hal ini, pada akhirnya project menjadi berantakan dan merugikan nama baik Property Syariah itu sendiri.

Pada intinya Syariah bukan hanya sekedar label dan penglaris dagangan saja, tapi secara aktual penerapan kadar-kadar Syariah lah yang perlu kita jaga bersama. Maka untuk itu Islam mengajarkan berkolaborasi, bersinergi dan berkelompok. Berjamaah akan lebih kuat, untuk itu DPS hadir menjadi solusi dan perahu besar kita semua dalam menjalankan konsep bisnis Property Syariah.

*6. Hal apa yang paling membuat Anda Bahagia ketika menjalankan konsep Bisnis Property Syariah ???…*
Jawaban :
√ Ada di momen-momen tertentu, yang paling bahagia adalah melihat dengan mata kepala sendiri, mereka yang akhirnya memutuskan untuk Hijrah ke bisnis Property Syariah yang Real ini. Rata-rata mereka sebelumnya berprofesi sebagai pegawai ataupun pengusaha yang diselimuti praktek ribawi. Sampai suatu saat mereka menangis bertobat dengan meninggalkan riba dan masuk dalam dunia bisnis Property Syariah. Mengantarkan orang berhijrah dengan peran serta kita, maka menurut Islam itu Lebih Baik Dari Dunia dan Isinya.

*7. Sukses itu tentunya Tidak Sendiri. Sejauh apa peran Keluarga dalam perjuangan Anda di bisnis Property Syariah ???…*
Jawaban :
√ Mereka adalah yang Utama. Dorongan Support, Ridho dan Doa dari keluarga adalah segalanya. Tanpa mereka saya tidak mungkin ada dan sampai di titik ini. Dengan situasi wabah corona virus saat ini, membuat saya jauh lebih banyak waktu untuk mereka. Biasanya dalam satu bulan, keluarga hanya mendapatkan waktu beberapa hari saja bersama saya, dikarenakan padatnya jadwal perjuangan untuk Ummat melalui bisnis Property Syariah.

*8. Harapan apa yang anda miliki untuk konsep bisnis Property Syariah kedepan ???…*
Jawaban :
√ Atas izin Allah Ta’ala, konsep bisnis Property Syariah kelak akan menjadi Pemenang. Mau tidak mau, konsep ini lah yang akan dipakai kita semua pada fase ke lima akhir jaman, itulah janji dari Allah yang Pasti Terjadi dan menjadi visi besar yang saat ini dijalankan oleh DPS. Sistem ekonomi kapitalisme yang saat ini sedang berjalan akan musnah. Property Syariah akan menjadi trend, spirit hijrah akan berkembang. Masuk dalam perjuangan Syariah.

“Bila kalian yakin, jalan yang dilalui ini adalah jalan kebenaran. Jika kalian yakin, jalan yang dilalui ini adalah jalan kebaikan. Maka berlarilah sekuat tenaga, jangan sesekali kalian berdiam apalagi berbalik arah.” pungkas Ustadz Rosyid Aziz, mengambil perkataan dari Imam Syafi’i.

=============================

BIODATA

Nama : Rosyid Aziz Muhammad

TTL : Rembang, 29 Nopember 1977

Tempat Tinggal : Vila Indah Pajajaran (VIP), Kota Bogor

Pendidikan :
1. Sarjana IPB Bogor
2. Ma’had Al Azhar, Bogor
3. Madrasah Sholatiyah, Lasem, Jateng
4. Dinar Coach International, Jakarta
5. Panangian School of Property, Jakarta

Keluarga :
1 istri, 6 anak

Pengalaman Organisasi :
1. Organisasi Santri Ma’had Al Azhar
2. Badan Kerohanian Islam Mahasiswa, LDK IPB Bogor
3. Senat Mahasiswa (SM) IPB Bogor
4. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FPIK IPB Bogor
5. MT Al Marjan, FPIK IPB Bogor
6. Ketua Umum Pengurus Pusat Komunitas Pengusaha Rindu Syariah (PRS)
7. Wakil Ketua Saudagar Muslim Nusantara (SMN)
8. Founder Komunitas Developer Property Syariah (DPS)
9. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Developer Properti Syariah (ADPS)

Pengalaman Bisnis :
1. Pernah menjalani 40 jenis bisnis yang berbeda
2. Direktur Penerbit Media Al Azhar Press Group
3. Direktur Lembaga Pengkajian Pengembangan Ummat (LPPU) Assalam
4. Pimred Majalah Remaja Permata, Majalah Sobat Muda dan Majalah Pengusaha Moslempreneur
5. Komisaris PT Cilap Darmajaya Propertindo, Jakarta
6. Komisaris PT Citra Mahakarya Propertindo, Tangerang
7. Komisaris Kampung Tahfidz Cicalengka, Bandung
8. CEO Developer Property Syariah
9. Mengembangkan ratusan projek Property Syariah Tanpa Bank di 100 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.

Motto :
Lahir miskin itu takdir, mati miskin itu pilihan.

Misi Bisnis :
Membumikan Skema Syariah dalam Bisnis dan Meratakannya ke Seluruh Penjuru Nusantara.

(Red-BDN).

Menang di Pekan ke 2, accun mochammad.rachmat Sabet Voucher dari Cluster Terra Maharani

0

BOGORDAILY – Dua pekan sudah sejak Lomba Foto “Kita Dirumah Aja” digulirkan. Pada pekan de dua ini tim juri yang terdiri dari Agus Muharam serta Bayu Swandhani S, dari Komunitas Fotografi Bogor, memilih foto milik accun mochammad.rachmat dari 95 foto di pekan ke dua, sebagai pemenang mingguan. Pekan ini accun mochammad.rachmat berhak mendapatkan voucher Rp100 ribu dari Cluster Terra Maharani.

Pada lomba foto “Kita Dirumah Aja” pekan ke dua ini, accun mochammad.rachmat menjadikan bumbu dapur sebagai objek jepretannya. Banwang Merah, Bawang Putih serta Telor menghelat pertunjukan musik dilengkapi dengan tata lampu yang apik. Mini concer di rumah aja, begitu torehan dalam kolom komentar di accun mochammad.rachmat.
“Tetap berkarya dikala #dirumahaja dengan bahan yang ada,” kata mochammad.rachmat, Selasa (28/4/20).

Menanggapi foto kiriman accun mochammad.rachmat, salah seorang juri Agus Muharam, menuturkan fotografi menjadi media untuk menciptakan visual baru bagi si Kreator. Menurut Agus, ide dan gagasan yang ditampilkan dalam foto tersebut cukup menarik. Efek “dirumah aja”, lanjut Agus, membuat Kreator mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang lain. Pemikiran seperti ini muncul dari kebiasaan si Kreator, untuk mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang lain. yang akhirnya menjadi sebuah karya foto yang menarik.

“Seperti memfungsikan bahan masakan sebagai tokoh layaknya pemain band. Sebuah karya yang tercipta dari kejenuhan “dirumah aja” yang akhirnya mendapat apresiasi dari kami,” papar Agus.

Lomba foto ini berlangsung hingga 14 Mei 2020, untuk memperebutkan hadiah total Rp 2,4 juta. Disetiap pekan, akan dipilih pemenang mingguan. Pemenang mendapatkan voucher senilai Rp 100 ribu. Kegiatan ini diselenggarakan berkat kerjasama Komunitas Fotografi Bogor, Cluster Terra Maharani, Edupro serta Bogordaily.net. (bdn)

Hasil Rapid Tes, 2 Petugas Lapas Pondok Rajeg Terindikasi Positif Korona

0

BOGORDAILY.net – Dari 120 petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Paledang, Cibinong, Kabupaten Bogor, yang dilakukan Rapid Tes, dua di antaranya dinyatakan masuk dalam indikasi positif Virus Korona atau Covid-19.

Kalapas Kelas IIA Cibinong, Ardian Nova Christiawan mengatakan, 118 petugas Lapas dinyatakan negatif setelah melakukan Rapid Test. Sedangkan, untuk dua orang yang hasilnya positif sudah diisolasi di Klinik khusus.

“Jadi gini, 120 di Rapid tes 118 negatif hasilnya, sedangkan dua orang hasilnya positif dan sudah di isolasi biar terpantau di Klinik,” katanya ketika dihubungi Bogordaily.net. Selasa (28/4/2020).

Ia menjelaskan, hasil Rapid Tes itu belum sepenuhnya bisa dinyatakan positif terinfeksi Virus Korona. Akan tetapi, pihaknya sudah melakukan juga Swab Tes dan satu petugas sudah keluar hasilnya negatif.

“Satu lagi yang belum keluar hasilnya, apakah positif atau tidak. Kita masih menunggu hasilnya dari tim medis,” jelasnya.

Menurutnya, ada sebanyak tiga warga binaan yang sebelumnya kontak langsung dengan petugas yang dinyatakan positif Rapid Tes.

“Tiga itu kita isolasi ada yang di Aula dan di Kelinik dan satu sudah keluar hasilnya negatif Swabnya. Tapi yang bersentuhan kita sudah Swab juga hasilnya negatif, yang dua lagi menunggu hasil Swab,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini petugas di Lapas Kelas IIA Cibinong ada sebanyak 140 orang, dan untuk saat ini warga binaan ada sebanyak 1.182 yang sebelumnya berjumlah 1.391 orang. Karena sebanyak 209 Napi mendapatkan Asimilasi dari Kemenkumham RI. (Andi)