Wednesday, 15 April 2026
Home Blog Page 8325

Ini Daftar Harga Sembako di Tengah Pandemi Korona di Bogor

0

BOGORDAILY.net – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, menjamin stok sejumlah bahan pokok (Bapok) di semua pasar, baik pasar Tradisional maupun moderen jelang bulan Ramadhan aman.

Hal itupun diungkapkan oleh Kepala Disdagin Kabupaten Bogor, Nuradi, kepada Bogordaily.net melalui pesan WhatsApp nya, Rabu (15/4/2020).

“Kita sudah pastikan semua bahan pokok itu aman, ini kita bukan bicara jelang Ramadhan saja. Akan tetapi ditengah pandemi Virus Korona ini atau Covid-19 kita sudah pastikan aman,” katanya.

Sedangkan, kata mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini, pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Bulog, dalam penyediaan beras baik menjelang Ramadhan atau Covid-19 ini.

“Kita pastikan aman, semacam beras dan minyak goreng itu aman hanya sebagian bapok yang import saja yang agak langka semacar kacang kedelai dan gula itu kan import, secara umum itu tersedia aman pokoknya,” tukasnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Humas PD Pasar Tohaga, Isni, mengaku, untuk sembilan bahan pokok (Sembako) yang ada di pasar tradisional pihaknya menjamin aman menjelang bulan Ramadhan ini.

“Aman, kita sudah data pokoknya aman jelang bulan Ramadhan ini, walaupun ditengah pandem Virus Korona ini, aman,” singkatnya.

Data yang didapat Bogordaily.net. untuk sebagian komoditi di semua pasar tradisional ada yang mengalami penurunan, berikut datanya :

Untuk Bawang Merah Mengalami penurunan Rp3 ribu, Bawang Bombay penurunan Rp40 ribu, Cabe Rawit, merah, kriting dan Hijau mengalami juga penurunan. Daun Bawang mengalami penurunan Rp1 ribu dan Seledri penurunan Rp2 ribu, Kacang Panjang penurunan Rp2 ribu, Kentang penurunan Rp2 ribu, Jahe Merah penurunan Rp5 ribu, Jahe Putih penurunan Rp5 ribu, Kunyit penurunan Rp5 ribu.

Temulawak penurunan Rp5 ribu, Kencur penurunan Rp5 ribu, Jeruk Nipis dan Lemon penurunan Rp5 ribu, dan untuk hasil perikanan mengalami penurunan Rp10 ribu. (Andi).

Satgas Covid-19 DPR Beri Bantuan Obat Herbal Saat Kunjungi RSD Wisma Atlet

BOGORDAILY – Satgas Covid-19 DPR RI dan Kementerian BUMN mengunjungi RSD Wisma Atlet Kemayoran, Selasa (14/4) kemarin. Menurut Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu(Wapangkogasgabpad), Brigjen TNI M Saleh Mustafa, kunjungan mereka sembari memberikan bantuan berupa obat-obatan herbal untuk kesembuhan para pasien.

“Dan memperkenalkan anggota Satgas DPR RI yang terdiri dari gabungan beberapa komisi di DPR RI. Satgas Covid-19 siap membantu kapan saja sewaktu-waktu dibutuhkan,” ungkapnya melalui keterangan tertulis, Rabu (15/4).

M Saleh menerangkan, dalam kesempatan itu Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa Kementerian BUMN akan membantu sepenuhnya terhadap RSD Wisma Atlet seperti ventilator, rapid test Covid-19 maupun sweb.

Kedatangan mereka juga disambut oleh Mayjen TNI Eko Margiyono selaku Pangkogasgabpad. Sementara Satgas Covid-19 DPR RI dipimpin oleh Sufmi Dasco Ahmad. Eko juga mengapresiasi kedatangan kedua lembaga tersebut.

Jumlah Pasien Positif Bertambah

Pasien positif Covid-19 di RSD Wisma Atlet per Rabu, 15 April 2020 bertambah menjadi 424 orang. Hari sebelumnya hanya 381, artinya bertambah 43 orang.

Menurut Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu(Wapangkogasgabpad), Brigjen TNI M. Saleh Mustafa, jumlah pasien rawat inap keseluruhan ada 561 orang.

“Dari jumlah tersebut laki-laki ada 331 dan 230 perempuan,” kata Rabu (15/4/2020).

Sementara jumlah pasien PDP ada 116 dan ODP 21. Saleh mengungkapkan, sejak kali pertama dibuka pada sejak 23 Maret lalu hingga hari ini ada 308 pasien yang keluar dari rumah sakit.

Hari Pertama PSBB Masih Banyak Penumpukan Penumpang di Stasiun KRL

0

BOGORDAILY.net – Hari Pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lima Daerah wilayah Jawa Barat, yaitu Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten/Kota Bekasi dan Depok, untuk aktifitas masyarakatnya masih ramai.

Hal tersebut terlihat di bebebrapa Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) baik itu di Stasiun Bogor, Cilebut, Bojonggede, masih banyak penumpukan penumpang.

Pantauan Bogordaily.net di lokasi, meski ada pembatas jarak di kursi KRL dan kursi tunggu stasiun, tapi penumpukan massa masih terjadi ketika penumpang KRL hendak naik dan turun kereta di setiap Stasiun Bogor, Cilebut dan Bojonggede.

Pengguna KRL yang mengarah ke Jakarta jumlahnya hampir sebanding dengan pengguna KRL yang mengarah ke Bogor. Terlihat para penumpang terlebih dahulu diperiksa suhu tubuh sebelum melakukan tap in di pintu masuk stasiun.

Salah seorang penumpang KRL, Arafah Nizam (23), mengatakan, dirinya kebingungan dengan adanya penerapan PSBB ini. Karena, walaupun di masa pandemi Virus Korona atau Covid-19 dirinya harus tetap bekerja sesuai arahan kantornya di Jakarta.

“Iah gimana lagi iah kang, soalnya masih tetap ngantor saya dan selama KRL masih beroperasi KRL jadi pilihan,” singkatnya.

Beda halnya dengan Stasiun Bogor, Cilebut dan Bojonggede. Di Stasiun Cibinong tampak terlihat sangat sepi setelah diberlakukan PSBB oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Salah seorang penumpang KRL di Stasiun Cibinong, Ahmadi Munandar (42), mengatakan, di Stasiun Cibinong penumpukan hanya pada jam 07:00 WIB pagi saja itupun tidak banyak, untuk jam-jam biasanya sepi. Warga Kelurahan Cikaret, Kecamatan Cibinong itupun masih belum tahu apa itu PSBB

“Biasanya rame jam 07:00 WIB itu, tapi sekarang agak berkurang. Saya juga belum paham apa itu PSBB, dalam arti sanksi dan segalanya seperti apa,” ucapnya.

Sekedar diketahui, ke lima daerah yang memberlakukan PSBB yaitu wilayah Bodebek meminta, agar PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk menghentikan sementara operasi Kereta Rel Listrik (KRL). Tapi, sampai saat ini belum ada keputusan mengenai pemberhentian operasi tersebut dari pihak manajemen PT KCI. (Andi).

Stasiun Cibinong Sepi di Hari Pertama PSBB

BOGOR DAILY – Hari Pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lima Daerah wilayah Jawa Barat, yaitu Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten/Kota Bekasi dan Depok, untuk aktifitas masyarakatnya masih ramai.

Hal tersebut terlihat di bebebrapa Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) baik itu di Stasiun Bogor, Cilebut, Bojonggede, masih banyak penumpukan penumpang.

Pantauan Bogordaily.net di lokasi, meski ada pembatas jarak di kursi KRL dan kursi tunggu stasiun, tapi penumpukan massa masih terjadi ketika penumpang KRL hendak naik dan turun kereta di setiap Stasiun Bogor, Cilebut dan Bojonggede.

Pengguna KRL yang mengarah ke Jakarta jumlahnya hampir sebanding dengan pengguna KRL yang mengarah ke Bogor. Terlihat para penumpang terlebih dahulu diperiksa suhu tubuh sebelum melakukan tap in di pintu masuk stasiun.

Salah seorang penumpang KRL, Arafah Nizam (23), mengatakan, dirinya kebingungan dengan adanya penerapan PSBB ini. Karena, walaupun di masa pandemi Virus Korona atau Covid-19 dirinya harus tetap bekerja sesuai arahan kantornya di Jakarta.

“Iah gimana lagi iah kang, soalnya masih tetap ngantor saya dan selama KRL masih beroperasi KRL jadi pilihan,” singkatnya.

Beda halnya dengan Stasiun Bogor, Cilebut dan Bojonggede. Di Stasiun Cibinong tampak terlihat sangat sepi setelah diberlakukan PSBB oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Salah seorang penumpang KRL di Stasiun Cibinong, Ahmadi Munandar (42), mengatakan, di Stasiun Cibinong penumpukan hanya pada jam 07:00 WIB pagi saja itupun tidak banyak, untuk jam-jam biasanya sepi. Warga Kelurahan Cikaret, Kecamatan Cibinong itupun masih belum tahu apa itu PSBB

“Biasanya rame jam 07:00 WIB itu, tapi sekarang agak berkurang. Saya juga belum paham apa itu PSBB, dalam arti sanksi dan segalanya seperti apa,” ucapnya.

Sekedar diketahui, ke lima daerah yang memberlakukan PSBB yaitu wilayah Bodebek meminta, agar PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk menghentikan sementara operasi Kereta Rel Listrik (KRL). Tapi, sampai saat ini belum ada keputusan mengenai pemberhentian operasi tersebut dari pihak manajemen PT KCI. (Andi).

Ade Yasin Minta Operasional KRL ke Bogor Distop selama PSBB

CIBINONG – Bupati Bogor Ade Yasin meminta kepada Kementrian Perhubungan untuk menghentikan sementara operasi angkutan kereta yang melintasi wilayah Bogor. Permohonan ini disampaikan melalui surat resmi dengan nomor 15/COVID-19/Sekret/IV/2020 perihal permohonan penghentian sementara kereta api Commuter line ke wilayah Bogor.

Dia meminta penghentian operasi ini dilakukan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang kini sudah diberlakukan.

“Pemerintah Kabupaten Bogor mengajukan permohonan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Kabupaten Bogor dilakukan penghentian sementara angkutan kereta untuk memutus transmisi penularan dan penyebaran Covid-19,” kata Ade Yasin, Rabu (15/4/2020).

Dia menjelaskan bahwa protokol kesehatan sulit dilaksanakan di stasiun selama PSBB ini. Sebab menurut pengamatannya di sejumlah stasiun di Kabupaten Bogor kerap terjadi penumpukan orang.

Penumpukan orang dalam jumlah banyak mengakibatkan protocol kesehatan sulit dilaksanakan terutama untuk menjaga physical distancing (jaga jarak). “Berbagai metode ataupun pola pembatasan pergerakan penumpang kereta sudah dilakukan oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT. Kereta Commuter Indonesia (KCI). Mulai dari pengaturan jam operasional hingga pengaturan angkutan spesifik berdasarkan stasiun asal tujuan. Namun dalam pelaksanaannya, jumlah penumpang masih tinggi dan terjadi penumpukan pada jam-jam tertentu,” ungkap Ade Yasin.

Misi Immobile Jika Serie A Bergulir Lagi: Pecahkan Rekor Gol Higuain

0

BOGORDAILY – Ciro Immobile tak sabar menantikan Serie A bergulir lagi. Sebab, penyerang Lazio itu ingin memecahkan rekor gol milik Gonzalo Higuain.

Immobile tengah tampil tajam dan melajukan Lazio dalam persaingan gelar juara dengan Juventus. Sebelum Serie A ditangguhkan karena pandemi virus corona, Immobile sudah bikin 27 gol dari 26 laga.

Dia jadi pemain tertajam di Eropa saat ini dan berpeluang besar meraih sepatu emas. Pasalnya melihat rasio 1 gol per laga milik Immobile, rasa-rasanya dia bisa mencetak 40 gol di 12 pertandingan tersisa.

Itu artinya, Immobile bisa memecahkan rekor 36 gol milik Higuain saat jadi top scorer bareng Napoli pada 2015/2016. Memang hal itu jadi ambisi pribadi Immobile selain membawa Lazio meraih Scudetto.

“Saya tidak tahu (apakah bisa memecahkan rekor gol Higuain). Tergantung kondisi juga,” ujar Immobile kepada Sky Sports.

“Saya berlatih keras untuk mencapainya. Semua orang punya prestasinya sendiri-sendiri. Itu tentu akan menyenangkan,” sambungnya.

“Seperti telur paskah saja. Kita lihat apa kejutan yang menunggu saat sepakbola kembali dimainkan. Saya akan lakukan yang terbaik.”

Perusahaan Khusus Produksi Alat Kesehatan di Kabupaten Bogor Dilarang Ekspor

BOGOR DAILY – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, meminta agar semua perusahaan yang melakukan produksi alat-atat kesehatan di wilayah Kabupaten Bogor agar jangan dulu ekspor, sebelum memenuhi kebutuhan diwilayah atau lokal Jabar.

Orang nomor satu di Jawa Barat ini mengatakan, karena kebutuhan untuk di Jawa Barat sendiri masih banyak yang harus diselesaikan seperti Masker masih membutuhkan 1 juta.

“Saya meminta warga juga disiplin, tren Covid-19 baru akan turun pada Juni. Kalau tidak disiplin bisa berbulan-bulan lagi. Kebutuhan kita 1 juta masker dan stok saat ini sekitar 100 ribu buah saja,” katanya kepada wartawan saat mengunjungi PT Multi One Plus, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Rabu (15/4/2020).

Mantan Wali Kota Bandung ini menjelaskan, khususnya Kabupaten Bogor, terdapat sembilan pabrik yang memproduksi Alat Pelindung Diri (APD), masker medis maupun baju hazmat.

“Janjinya, akhir April mereka mau menambah kapasitas produksi hingga 1 juta buah per hari. Mungkin 2 juta juga bisa,” ucapnya.

Emil menegaskan, dalam dua sampai empat bulan ke depan, kebutuhan APD maupun masker di Jawa Barat dan Indonesia akan tercukupi. Para produsen pun dilarang untuk melakukan ekspor lebih dahulu.

“Memang ada sebagian ekspor. Tapi itu prioritas kedua. Kalau kebutuhan Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Indonesia sudah tercukupi, baru boleh ekspor,” tukasnya. (Andi).

Ini Sanksi Jika Melanggar PSBB di Kota Bogor

BOGOR DAILY – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor hari ini Rabu (15/4/2020) menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jika masyarakat melakukan pelanggaran saat penerapan PSBB ini, pemerintah Kota Hujan ini sudah menyiapkan sanksinya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan, Pemkot Bogor sudah meniyiapkan sanksi pidana dengan hukuman penjara 4 bulan hingga di atas 1 tahun dan denda hingga miliaran rupiah. Sanksi pidana itu tak hanya berlaku untuk individu, tapi juga korporasi.

“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat, akan mendapatkan sanksi,” katanya kepada wartawan, Rabu (15/4/2020).

Berikut ini sanksi pidana yang diterapkan Pemkot Bogor bagi pelanggar aturan saat PSBB:

1. Barang siapa dengan kekerasan atau dengan ancaman kekerasan melawan sorang pejabat, yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau waktu itu menurut kewajiban undang-undang atau atas pemerintah, pejabat bersangkutan sedang membantunya diancam karena melawan pejabat. Pidananya penjara satu tahun empat bulan dan denda Rp4.500, merupakan pasal 212 KUHP.

2. Barang siapa yang tidak menuruti pemerintah atau permintaan menurut undang-undang, menghalang-halangi atau menggagalkan dilakukan oleh seorang pejabat. Pidananya penjara paling lama empat bulan dua Minggu, denda Rp9.000, merupakan pasal KUHP 216.

3. Barang siapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak pergi, dengan perintah tiga kali oleh atas penguasa yang berwenang diancam karena itu perkelompokan. Pidananya penjara paling lama empat bulan dua Minggu, denda Rp9.000, merupakan pasal KUHP 218.

4. Setiap orang tidak mematuhi penyelenggaraan karantina kesehatan atau menghalang-halangi penyelenggaraan Karantina Kesehatan dan membuat kedaruratan kesehatan. Pidananya, satu tahun denda Rp100.000.000, pasal 93 UU no. 6 tahun 2018.

5. Pengemudi kendaraan darat yang menurunkan atau menaikan orang, sebelum dilakukan pengawasan karantina kesehatan dengan maksud menyebarkan penyakit. Pidananya 10 tahun denda Rp15.000.000.000, pasal 92 uu no.6 tahun 2018.

6. Korporasi tidak mematuhi penyelenggara karantina kesehatan atau menghalang-halangi penyelenggaraan karantina kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat. Pidananya, pokok yang dijatuhkan korporasi adalah pidana denda maksimum ditambah dengan pidana 2/3. Pasal uu no. 6 tahun 2018. (Andi).

Belum dapat Bantuan Sosial? Bupati: Lapor ke Saya!

BOGOR DAILY – Jika masyarakat Bumi Tegar Bariman yang tidak mampu belum mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), agar segera melaporkan hal tersebut kepada Bupati Bogor, Ade Yasin.

Hal itupun diungkapkan oleh Politisi PPP tersebut. Karena, saat ini Rabu (15/4/2020) Pemkab Bogor memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bersama empat daerah yang ada di Jawa Barat.

“Bantuan sosial itu dibagikan hari Rabu ini. Bantuan sosial itu dibagikan kepada semua yang membutuhkan. Dengan bantuan itu saya berharap warga Kabupaten Bogor tidak ada yang tidak makan, tidak ada yang kelaparan karena corona. Bagi yang belum mendapat bantuan sosial segera lapor ke Ketua RT atau ketua RW atau bisa melapor langsung kepada saya,” tegasnya kepada wartawan.

Menurutnya, hari ini Rabu 15 April 2020, Kabupaten Bogor melaksanakan PSBB. Wanita yang mempunyai dua anak ini mengungkapkan, mulai hari ini sampai 14 hari ke depan situasi di Bumi Tegar Beriman pasti tidak seperti biasa. Karena semuanya dibatasi.

“Saya mengerti PSBB ini akan banyak menimbulkan masalah. Sebab untuk sementara ini warga akan dibatasi pergerakannya. Tidak sedikit warga yang tidak bisa mencari nafkah seperti biasa, tidak bisa ngerumpi seperti biasa, tidak bisa bersilaturahmi dengan kerabat dan sanak saudara seperti biasa, bahkan sholat jumat ke masjid atau beribadah ke Gereja seperti biasa pun tidak bisa,” ucapnya.

Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini meminta, agar masyarakat membantu pemerintah dalam penerapan PSBB ini, hal itu bertujuan untuk bisa memutus mata rantai penyebaran Virus Korona atau Covid-19.

“Oleh sebab itu tinggallah di rumah untuk sementara. Berat memang, tetapi itu lebih baik daripada tertular korona yang pasti akan sangat berat dalam segala hal.
Tinggallah di rumah, diamlah di rumah untuk sementara,” tukasnya. (Andi).

Pemerintah Ungkap Sulitnya Kirim Bantuan Logistik ke Wilayah Timur Indonesia

BOGORDAILY – Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengungkap kesulitan mendistribusikan bantuan ke wilayah timur Indonesia. Sebab, penerbangan ke wilayah tersebut berkurang.

“Ini saja sekarang kami kesulitan memberikan bantuan logistik kesehatan ke Papua karena sudah tidak ada penerbangan sekarang. Setengah mati kami. Mau ngirim bantuan aja setengah mati, harus ngirim bantuan pakai Hercules sendiri,” Yuri saat dihubungi, Selasa (14/4/2020).

Yuri mengatakan proses pembagian logistik dilakukan dengan menggunakan pesawat Hercules. Namun, katanya, setelah sampai di Jayapura, pemerintah setempat mengalami kesusahan mendistribusikan karena kendaraan yang sulit.

“Akhirnya pakai Hercules kami sendiri sampai di Jayapura. Dari Jayapura ke kota yang kecil di gunung itu gimana, kami ngirim APD dan masker saja harus pakai Hercules sendiri. Semua Indonesia timur kan sudah banyak berkurang drastis,” ujarnya.

“Akhirnya orang-orang yang mampu melanjutkan ke Indonesia (wilayah) timur tidak melanjutkan perjalanan dan menumpuk semua di Makassar,” sambung Yuri.