Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8349

Di Sulsel Penolakan Zona Makam Khusus Corona Terus Berlanjut

BOGORDAILY – Penolakan pemakaman jenazah korban virus Corona di Sulawesi Selatan terus berlanjut. Kini, peristiwa berulang itu terjadi di Gowa.

Sebelumnya warga sekitar pemakaman Pannara, Manggala, Makassar, menghadang satu mobil ambulans yang membawa jenazah pada Selasa 31 Maret pukul 15.00 WIB. Warga mengaku curiga karena sopir ambulans mengenakan alat pelindung diri. Dua hari sebelumnya atau Minggu (29/3) insiden serupa terjadi di TPU Baki Nipa-nipa.

Peristiwa terbaru adalah rombongan ambulans yang diduga membawa jenazah korban virus Corona ditolak warga di depan Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, Jalan Teratai, Macanda, Somba Opu Gowa, sekitar pukul 14.00 Wita, Kamis (2/4/2020).

Warga sekitar juga sempat terlibat adu mulut dengan salah seorang keluarga korban. Sejumlah petugas TNI dan polisi yang mengawal ambulans ini berhasil meredakan ketegangan itu.

Massa yang terus berdatangan menolak pemakaman jenazah ini akhirnya memaksa rombongan ambulans balik kanan dan gagal melakukan pemakaman. Sejumlah petugas TNI dan polisi yang berada di lokasi juga tak dapat berbuat banyak terhadap aksi penolakan warga.

“Ambulans itu jelas bawa jenazah, jelas korban COVID karena semua yang mau angkat itu berpakaian yang seperti di rumah sakit (berpakaian APD),” ujar salah seorang warga di lokasi, Hajuddin Daeng Mangun.

Hajuddin menjelaskan warga sekitar dengan tegas menolak lantaran tak ingin tertular virus Corona. Mereka beralasan khawatir akan keselamatan keluarga mereka. Warga juga memblokade jalan dan membakar ban di badan jalan.

Seorang warga lainnya, Mustari, mengatakan, mereka tak menerima pemberitahuan atau izin bahwa pemerintah akan memakamkan korban virus Corona di dekat permukiman mereka.

“Penguburan sini tidak ada izinnya itu untuk COVID, ini untuk umum ini, bukan untuk COVID,” katanya.

Pemprov Sulsel merespons kejadian berulang ini.

Dalam penjelasannya, Pemprov Sulsel menyebut memfokuskan pemakaman korban COVID-19 di TPU Sudiang, Makassar. Namun pihak Pemprov Sulsel belakangan memindahkan lokasi khusus pemakaman korban COVID-19 ke Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, Jalan Teratai, Macanda, Somba Opu, Gowa.

Kebijakan pemindahan lokasi tersebut sejauh ini belum mendapat respons baik oleh warga sekitar TPU lantaran rombongan ambulans Gugus Tugas COVID-19 juga ditolak warga.

Kepala Satpol PP Sulsel Mujiono, selaku pihak yang ditunjuk Gubernur Sulsel untuk mengurus lokasi pemakaman jenazah, meminta masyarakat tidak terlalu mendramatisasi keadaan.

Mujiono beralasan, Kompleks Pemakaman Pegawai Pemda Provinsi Sulsel, Jalan Teratai, Macanda, Somba Opu, Gowa, merupakan milik pemerintah. Dia juga menyebut area dimaksud memang terdiri atas beberapa kompleks pemakaman ini sehingga cukup jauh dari permukiman warga.

“Ini lokasi memang dari dulu lokasi pemakaman. Ini diadakan memang peruntukannya untuk pemakaman,” ujar Mujiono.

Lindungi Tenaga Medis dari Infeksi Covid-19, Sinar Mas Land Serahkan 100 APD ke Pemkot Tangerang Selatan

Sinar Mas Land diwakili oleh Kepala Divisi Corporate Affairs Sinar Mas Land, Dony Martadisata (Kanan) menyerahkan bantuan sebanyak 100 Alat
Perlindungan Diri (APD) ke Walikota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany (Kiri) di Kantor Walikota Tangerang Selatan. Penyerahan ini
sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Sinar
Mas Land melalui PT. Bumi Serpong Damai Tbk. Bantuan tersebut kemudian
akan disalurkan oleh Pemerintah Daerah ke sejumlah rumah sakit rujukan
yang menangani pasien korona di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Kebutuhan APD medis bermanfaat bagi para tenaga medis di rumah sakit
guna memerangi virus korona.

 

Sinar Mas Land diwakili oleh Kepala Divisi Corporate Affairs Sinar Mas Land, Dony Martadisata (Kanan) menyerahkan bantuan sebanyak 100 Alat
Perlindungan Diri (APD) ke Walikota Tanggerang Selatan Airin Rachmi Diany (Kiri) di Kantor Walikota Tangerang Selatan. Penyerahan ini
sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Sinar
Mas Land melalui PT. Bumi Serpong Damai Tbk. Bantuan tersebut kemudian
akan disalurkan oleh Pemerintah Daerah ke sejumlah rumah sakit rujukan
yang menangani pasien korona di wilayah Kota Tangerang Selatan.
Kebutuhan APD medis bermanfaat bagi para tenaga medis di rumah sakit
guna memerangi virus korona.

jika Serie A Musim Ini Tetap Dilanjutkan Brescia Siap Mundur

BOGORDAILY – Presiden Klub Brescia, Massimo Celllino, ingin Serie A musim ini tak kembali bergulir. Jika liga dilanjutkan La Leonesa tidak akan bermain di sisa musim ini.

Kasus Covid-19 di Italia sudah menyentuh angka 11.574. Brescia menjadi Provinsi yang terparah ketiga di Italia terdampak virus ini.

Lebih dari 8.500 orang kini terjangkit Virus Corona di Brescia dengan sekitar 1.500 orang di antaranya meninggal dunia. Menilik kondisi tersebut klub dari Wilayah ini yang juga bernama Brescia berharap Serie A musim ini tak dilanjutkan lagi.

Serie A sendiri saat ini ditangguhkan hingga waktu yang belum ditentukan. Namun, ada kemungkinan kompetisi ini kembali digulirkan karena beberapa klub menuntut hal tersebut.

Andai hal itu terjadi, Brescia bakal tak bermain di sisa musim ini. Cellino mengungkapkan langkah tersebut akan diambil demi kesehatan para pemain dan untuk menghormati para korban meninggal akibat Virus Corona.

Brescia akan dianggap Walk Out (WO) jika memilih tak bermain. Lawan mereka di sisa musim ini dipastikan akan mendapat kemenangan 3-0.

“Musim ini sudah tak masuk akal lagi. Semua harus disetop, tidak ada tim yang akan kembali sama seperti kondisi sebelumnya. Jika pertandingan dimainkan secara tertutup pun tetap ada risiko bagi kesehatan para pemain,” ujar Cellino dikutip dari Gazzetta dello Sport.

“Kembali bertanding adalah hal yang gila. Jika mereka memaksa kami melakukannya, saya siap agar tim ini tak bermain dan kalah 0-3. Ini untuk menghormati warga Brescia dan orang-orang terkasih mereka yang sudah tidak ada di sini lagi.”

Cellino juga membantah keinginannya tersebut untuk menghindari agar Brescia tak terdegradasi. Mario Balotelli dkk saat ini berada di posisi juri kunci Liga Italia.

“Saya sama sekali tidak peduli tentang degradasi. Sejauh ini kami memang pantas berada di posisi ini dan itu salah saya,” jelasnya.

Pemudik dari Zona Merah Covid-19, Pemprov Jabar Akan Memeriksa Kesehatan

BOGORDAILY – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) terkait antisipasi mudik melalui video conference di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (2/4/20) kemarin. Usai ratas tersebut, Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar akan memberlakukan prosedur tetap atau protap kesehatan di terminal, bandara, dan stasiun.

“Kepada mereka yang bepergian (mudik), maka kedatangan di terminal atau di point of entry akan dilakukan pengecekan. Dan mereka yang bergejala saat itu juga, di kedatangan, akan dilakukan rapid test oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk dipisahkan dan memastikan orang yang datang adalah orang-orang yang sehat,” kata Kang Emil.

Kang Emil menjelaskan, akan ada beberapa risiko bagi warga Jabar yang memaksakan diri untuk mudik. Seperti berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan) setibanya di kampung halaman dan diwajibkan untuk karantina mandiri selama 14 hari.

“Dan tentunya kepada mereka yang sudah keburu pergi dari Jakarta dan sekitarnya menuju kampung halaman, Anda punya risiko. Pertama, menjadi status ODP. Dengan status ODP, Anda wajib karantina diri selama 14 hari, dan jika ketahuan tidak melakukan tindakan karantina diri, maka polisi akan mengambil tindakan dengan pasal membuat sebuah potensi yang membahayakan kesehatan dan keselamatan warga,” jelasnya.

Selain itu, Kang Emil menyampaikan beberapa kasus penularan Covid-19 akibat mudik di sejumlah daerah di Jabar.

“Kita sudah mendengar berita, saya sampaikan bahwa satu lansia positif Covid-19 di Ciamis gara gara didatangi oleh anaknya dari Jakarta. Dan satu suami sekarang bersedih karena istrinya positif Covid-19, karena istrinya itu bekerja di Jakarta memaksakan mudik pulang ke Bandung,” ucapnya.

“Dua cerita ini adalah sebuah kekhawatiran yang nyata. Maka, sebaiknya tidak mudik, karena sudah dijamin oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat. Sayangi orang tua kita, sayangi keluarga kita dengan tidak melakukan mudik,” imbuhnya.

Maka itu, Kang Emil mengimbau warga Jabar yang berada di perantauan untuk tidak mudik. Selain itu, warga Jabar yang merantau di Jakarta, akan mendapatkan insentif dari Pemdaprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat.

“Kepada mereka yang tidak mudik jangan khawatir. Khususnya yang di Jakarta, karena hajat hidup akan ada insentif ekonomi dijamin oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat lewat Kementerian Sosial dalam bentuk anggaran tunai ataupun pangan,” ucapnya.

“Sehingga, kalau alasan mudik karena tidak punya uang di Jakarta, karena masalah Covid-19, itu sudah ditanggung dengan baik oleh Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta dan juga pemerintah pusat,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden RI dalam ratas tersebut menyampaikan beberapa opsi kebijakan yang bisa diambil kementerian atau pemerintah daerah. Hal tersebut sebagai bentuk antisipasi mudik di tengah pandemi Covid-19.

“Saya melihat untuk mudik dalam rangka menenangkan masyarakat mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya, ini mungkin bisa dibicarakan. Kemudian yang kedua, memberikan fasilitas arus mudik bagi masyarakat pada hari pengganti tersebut. Kemudian bisa juga di kemudian hari (di hari libur pengganti) menggratiskan tempat-tempat wisata yang dimiliki daerah,” katanya.

“Saya kira kalau skenario ini dilakukan, kita bisa memberikan sedikit ketenangan kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Presiden juga meminta penyaluran bantuan perlindungan sosial sebagai stimulus ekonomi untuk membantu warga yang bertahan khususnya yang ada di Jakarta. Hal itu sebagai langkah antisipasi agar masyarakat tidak mudik.

“Kemudian intervensi di tengah, yaitu pembatasan pergerakan orang, skenario jaga jarak yang aman sesuai dengan protokol kesehatan. Dan dengan kedisiplinan yang kuat, saya kira akan memberikan pengaruh besar terhadap jumlah yang positif Covid-19 ini,” ucapnya.

“Kemudian di hilir, pengawasan dan pengendalian di level daerah utamanya di level kelurahan dan desa, sekarang ini saya lihat sudah mulai digerakkan oleh daerah. Saya ingin mendorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas, baik itu RT maupun RW, sehingga pemudik yang pulang dari Jabodetabek bisa diberlakukan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP), sehingga harus menjalankan isolasi mandiri,” imbuhnya.

Menkeu RI Akhirnya Jalankan Solusi Rizal Ramli

BOGOR DAILY-Analis ekonomi dan politik Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR), Gede Sandra, menilai bahwa Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, sudah menjalankan solusi dari ekonom senior, Rizal Ramli, dalam mengatasi dampak pandemik virus corona terhadap perekonomian rakyat. Menurutnya, langkah Sri Mulyani tersebut tepat.

“Sudah bagus pemerintah masih mau menerima masukan dari luar untuk isu penggunaan dana SAL dalam penanganan wabah Covid-19. Ini menandakan masih ada niatan untuk belajar agar bangsa ini dapat selamat, keluar dari resesi ekonomi,” ujar Gede Sandra, Kamis (2/4/2020).

Selain penggunaan dana SAL tersebut, Gede Sandra menyarankan pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi yang lebih drastis. Misalnya, menunda dan merestrukturisasi cicilan pokok dan bunga utang SBN yang untuk tahun 2020 diperkirakan mencapai Rp641 triliun, terdiri dari pokok SBN jatuh tempo sebebar Rp346,5 triliun dan bunga SBN sebesar Rp295 triliun.

“Saya kira para investor di pasar keuangan mengerti kondisi yang dialami oleh pemerintah Indonesia. Mereka smeua pasti mengalami kepanikan yang sama di tengah pandemi. Akan sangat berartu bagi Indonesia bila dana penanganan Covid-19 dapat bertambah Rp641 triliun karena Menkeu-nya berhasil nego ke kalangan investor agar cicilan pokok dan bunga kita ditunda pembayarannya tahun ini,” kata dia.

Ekonom senior Rizal Ramli meminta Presiden Jokowi mengalihkan anggaran proyek infrastruktur untuk penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Adapun anggaran tersebut senilai Rp430 triliun.

“Jangan gengsi. Gunakan uang proyek infrastruktur Rp430 triliun, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) yang kurang lebih Rp270 triliun untuk membantu kebutuhan pokok pekerja harian dan rakyat miskin. Ajak tentara, polisi, sopir ojol, RT/RW untuk distribusi makanan,” ujar Rizal Ramli.

Usul Rizal Ramli tersebut lantas digunakan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rangka menyelamatkan perekonomian dari dampak pandemik virus corona. Dalam keterangan pers, Sri Mulyani mengungkap sumber pendanaan anggaran penanganan virus corona dan dampak sosial dan ekonomi dalam APBN 2020, salah satunya melalui Sisa Anggaran Lebih (SAL).

SAL merupakan akumulasi dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA)/Sisa Kurang Pembiayaan Anggaran (SiKPA) tahun anggaran lalu dan tahun anggaran berjalan usai ditutup, ditambah atau dikurangi dengan koreksi pembukuan.

“Kami banyak alternatif. Bisa menggunakan sisa anggaran lebih kalau tidak salah jumlahnya ada Rp160 triliun,” kata Ani, panggilan akrabnya.

Asyanti Rozana Thalib Bersyukur Iuran BPJS Batal Naik

BOGOR DAILY – Iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang sebelumnya akan dinaikan, oleh Pemerintah Pusat ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) dalam putusan Nomor 7/P/HUM/2020.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDIP, Asyanti Rozana Thalib, bersyukur dan juga berterimakasih kepada MA yang telah membatalkan kenaikan iuran BPJS.

Menurut Asyanti sapaannya, jika iuran BPJS ini naik, tentunya akan menjadi beban bagi masyarakat. Apalagi, dengan adanya penolakan ini membuat hati wakil rakyat dari Kabupaten Bogor ini bisa lega.

“Alhamdulillah, kita sebagai kepanjangan tangan dari rakyat tentunya bersyukur. Karena, kita juga sudah beberapa kali membahas mengenai kenaikan BPJS ini di DPRD Provinsi Jabar,” ungkapnya, kepada Bogordaily.net, Kamis (2/4/2020).

Dirinya juga meminta, Pemerintah Pusat jika ingin menaikan iuran BPJS agar dikaji ulang lagi, jangan membuat beban lagi kepada masyarakat.

“Saya harap jika ada kebijakan iuran BPJS naik untuk dikaji lagi, demi masyarakat intinya,” pintanya.

Untuk diketahui, putusan MA No. 7P/HUM/2020 diterima pemerintah secara resmi pada 31 Maret 2020, berdasarkan surat dari Panitera Muda Tata Usaha Negara Mahkamah Agung Nomor: 24/P.PTS/III/2020/7P/HUM/2020 tanggal 31 Maret 2020 perihal Pengiriman Putusan Perkara Hak Uji Materiil Reg. No. 7P/HUM/2020.

Sesuai ketentuan Pasal 8 ayat (2) Peraturan Mahkamah Agung No. 01/2011 tentang Hak Uji Materiil, pemerintah mempunyai waktu paling lambat 90 (sembilan puluh) hari untuk melaksanakan Putusan MA tersebut (sampai dengan 29 Juni 2020). (Andi). 

Azis Gagap Pamit dari ‘OVJ’

BOGORDAILY – Setelah belasan tahun bergabung di Opera Van Java, Azis Gagap membuat pengumuman mengejutkan. Dia memutuskan untuk pamit.

Azis menuturkan keinginannya untuk istirahat dari dunia televisi. Denny ‘Cagur’ pun menegaskan soal keputusan Azis Gagap.

“Hari ini adalah Bang Azis memutuskan ini hari terakhir di OVJ?” tanya Denny ‘Cagur’ dalam tayangan ‘Opera Van Java’, semalam.

“Ya hari ini, malam ini mudah-mudahan bukan yang terakhir. Tapi, Azis mencoba untuk besok mungkin udah nggak ada lagi tapi tapping-tapping masih ada,” tutur Azis.

Keputusan Azis membuat para pemain OVJ khususnya Mpok Alpa sedih dan terus menangis. Azis pun menuturkan, dirinya masih menunggu kabar seminggu lagi.

“Insyaallah seminggu ada kabar yang enak. Kalau emang kabarnya baik ya Azis kerja lagi, kalau nggak ya Azis mau daganglah, dagang keripik, dagang apa,” ungkapnya.

“Kalau memang Azis harus disuruh kerja ya Azis kerja. Tapi, emang sampai sekarang belum ada petunjuk yang memang gue harus kerja. Jujur buat ninggalin OVJ dari awal sampai sekarang Azis berat,” tambah Azis.

Azis Gagap mengungkapkan tiap malam memohon petunjuk pada Tuhan. Apa keputusan yang tepat apakah dirinya akan fokus di pondok pesantren miliknya, Pondok Pesantren (Ponpes) Ash-Habul Aziziyah di Kampung Josol, Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Bogor, Jawa Barat.

“Seminggu setiap malam, Allah tunjukkan buat Azis ke depan seperti apa kalau harus urus pondok ya urus pondok. Tapi, harus mikirin ekonominya gimana. Tapi harus punya keyakinan anak-anak Azis, anak-anak yang di pondok,” tegas Azis Gagap.

Berlinang air mata, Azis menuturkan sangat berat untuk berpamitan dengan rekan sejawatnya yang sudah bertahun-tahun menghibur penonton di Opera Van Java (OVJ). Azis juga sempat berujar bisa saja dirinya serius untuk berdagang.

“Kalau memang kabarnya baik ya Azis kerja lagi, kalau nggak ya Azis mau daganglah, dagang keripik, dagang apa,” jawab Azis.

Azis pun tak memungkiri, untuk urusan uang menjadi pemain ‘OVJ’ memang sangat enak. Kerjanya sangat ringan tapi akan menghasilkan uang yang banyak.

“Kalau bicara nyari duit yang paling enak itu udah pasti di OVJ. Satu, duitnya gampang, duitnya gede, kerjanya ringan. Kalau di sana kan gali-gali apa gitu kan,” tuturnya.

“Insyaallah ya rezeki. Saya cuma minta doa dari teman-teman semoga bisa berkumpul lagi. Yang penting mah sekarang sehat semuanya,” pungkas Azis Gagap.

Azis pun belum memutuskan apakah kelak setelah pamit dia masih akan kembali ke dunia komedi di televisi atau tidak. Kalaupun dirinya tak lagi eksis di layar kaya, Azis memohon maaf atas segala kesalahan yang sudah diperbuatnya.

“Kalau Allah kasih Azis kerja lagi di bidang komedi, Azis berangkat lagi. Tapi, kalau memang nggak, Azis sekali lagi kalau memang ada kata-kata atau tingkah laku yang kurang baik dari hati yang selama ini, Azis minta maaf buat teman-teman semua, buat pemirsa di rumah. Azis mohon maaf,” ungkap Azis Gagap sambil menghapus air matanya.

Keputusan Azis Gagap untuk pamit dari panggung komedi memang buat teman-temannya tak menyangka. Parto yang sudah sejak awal bersama di OVJ tahu keinginan Azis sejak lama.

“Masih gimana ya? Mungkin di tahun ini Azis di tahun ini sudah ambil keputusan yang bulat. Niatan dia ini sudah lama di OVJ ya. Dia bilang, ‘Umur 40 gue harus istirahat kondisi gue juga udah tua’,” ungkap Parto dalam ‘OVJ’.

Hasil Tes Andrea Dian Negatif Corona

BOGORDAILY – Kabar bahagia datang dari Andrea Dian. Usai menjalani karantina selama lebih dari 12 hari, ia kini dinyatakan negatif atas virus Corona.

Hal tersebut disampaikan oleh sang suami, Ganindra Bimo, lewat unggahan instagram pada Rabu (1/4).

“Puji Tuhan! Horeee hasil test nya sudah (-)!! Doain yaaa semoga beberapa test lainnya hasilnya bagus! Jadi @andreadianbimo bisa cepet pulang!!” tulisnya.

Sebelumnya Andrea Dian juga menceritakan jika pada siang tadi ia menjalani rapid test.

“Good morning guys, gimana kabarnya sehat? Semoga kalian sehat selalu dalam lindungan Tuhan. Oya guys, aku mau minta doa kalian hari ini aku di-rapid test, semoga hasilnya negatif ya,” tuturnya di insta-story.

Meski hasilnya dinyatakan negatif, Andrea pun harus menjalani beberapa tes lagi sebelum diizinkan pulang ke rumah.

Andrea Dian mengaku positif terinfeksi virus Corona sejak Rabu (18/3) lalu. Ia pun menjalani perawatan di rumah sakit rujukan pemerintah dan dikarantina di Wisma Atlet.

Alhamdulillah, Satu Pasien Positif Korona dari Bojonggede Dinyatakan Sembuh.

BOGORDAILY.net – Update Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor. Kali ini ada kabar gembira satu pasien positif korona berusia 35 tahun laki-laki berdomisili di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, dinyatakan sembuh.

Hal itupun diungkapkan oleh, Bupati Bogor yang juga Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, Ade Yasin, dalam pres rilis yang diterima Bogordaily.net, per pukul 19:00 WIB.

“Alhamdulillah, kasus positif pasien di Bojonggede dinyatakan sembuh. Semoga terus membaik,” katanya, Kamis (2/4/2020).

Ia menjelaskan, dari kasus positif Covid-19 di Kabupatem Bogor sebanyak 14, tiga dinyatakan sembuh yaitu warga Bojonggede, Gunungputri dan Cibinong serta satu meninggal warga Bojonggede.

“Dari 14 itu, tiga sembuh, satu meninggal,” jelasnya.

Untuk diketahui, saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Bogor sebanyak 344 orang. Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 192 orang.

Sebelumnya, pasien sembuh yang berdomisili di Cibinong merupakan seorang laki-laki berusia 27 tahun yang berprofesi sebagai pramugara, dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong, setelah terinfeksi COVID-19 dari riwayat perjalan terakhirnya ke Singapura.

Sementara, pasien sembuh yang berdomisili di Gunung Putri yaitu seorang laki-laki berusia 30 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta. Ia merupakan perawat di salah satu rumah sakit Jakarta yang pernah menangani pasien kasus positif COVID-19. (Andi).

Gisel Kurangi Tampil di TV Karena Tak Suka Kehidupan Pribadinya Dikorek

BOGORDAILY – Gisella Anastasia mengaku lelah kehidupan pribadinya terus menjadi pemberitaan. Tak suka terus dikorek, ia pun memilih untuk tidak mengambil pekerjaan di televisi.

“Emang saya kalau di TV lebih effort, lebih capek. Jadi banyak kerjaan yang bisa diambil tanpa harus di TV, yang lebih menghasilkan buat saya,” kata Gisel saat dihubungi, belum lama ini.

Mantan istri Gading Marten itu kini memilih untuk konsen berbisnis. Namun sesekali, undangan tv masih ada yang diterimanya dengan alasan satu dan lain hal.

“Terus saya lebih concern di bisnis juga. Saya nolak-nolakin (acara tv) banyak. Karena menurut saya kadang di TV itu kebanyakannya cuma mau ngorek-ngorekin apalah yang nggak penting buat saya, jadi nggak perlu saya ladenin,” ujar Gisel.

“Kecuali ada yang memang saya anggap beda, kadang talent-nya teman lama, geng-geng lama, jadi saya sungkan sama mereka, jadi saya terima. Misalnya gini yang dulu megang saya di OVJ, ‘ayo dong main saya sekarang megang program ini’, ya udah. Ayo, tandasnya.