Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8350

Sampaikan Dukacita dan Apresiasi, Bima Arya Curhat setelah Diisolasi 14 Hari

BOGORDAILY.net – Walikota Bogor Bima Arya akhirnya muncul lagi setelah lama diisolasi karena divonis positif korona.

“Hari ini tepat 14 hari di RSUD Kota Bogor. Hanya karena kuasa Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa, kondisi semakin membaik. Gejala klinis sudah sangat berkurang. Alhamdulillah. Saat ini masih menunggu hasil dari test Swab,” ujarnya yang di-posting diakun FB nya.

Duka cita mendalam bagi semua yang berpulang karena Covid19, sambungnya, semoga diberikan tempat paling mulia di sisi Allah SWT.

Bima menuturkan, apresiasi setinggi-tingginya bagi semua tenaga medis yang saat ini sedang ikhtiar menyelamatkan banyak manusia. “Semoga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWt,” tulisnya.

Alhamdulillah, sambungnya, banyak waktu di Rumah Sakit untuk membaca, menulis dan terutama evaluasi diri.

“Jujur, melewati semua ini merupakan bagian dari ujian kehidupan yang tidak mudah bagi saya, tapi saya yakin semua pasti ada hikmahnya,” tulisnya lagi.

Menurutnya, Allah sedang mengingatkan kita semua. Ini bukan hanya ujian kesehatan, tapi juga ujian bagi keimanan dan kebersamaan semua.

Sambil memompa semangat untuk melahap semua makanan, sayur, buah dan vitamin. Juga mengatur pikiran agar bisa istirahat dan tidur nyenyak.

“Foto ini diambil dengan timer, ketika sendiri di kamar. Karena kalau tenaga medis masuk, saya harus menggunakan masker. Terus sehat, semangat dan optimis untuk semua! Salam,” tutupnya. (bdn)

Kasus Senpi Ilegal, Axel Putra Ayu Azhari Mendapat Penangguhan Penahanan

BOGORDAILY – Axel Gondokusumo terlibat kasus senjata api ilegal. Ternyata, saat ini Axel sudah di rumah dan dalam masa penangguhan penahanan.

Ditemui di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Ayu Azharimenjelaskan putranya saat ini memang sedang berada di rumah. Terlebih kondisi Indonesia saat ini sedang darurat Corona.

“Axel sekarang penangguhan karena kan lagi suasana kayak gini, prosesnya tetap jalan. Dia dikasih kemudahan karena mengakui dan menyesali perbuatannya. Jadi ada keringanan walaupun hukumnya tetap berjalan,” jelas Ayu Azhari.

Ayu memastikan Axel terus menjalani proses hukumnya. Axel juga akan tetap bertanggung jawab.

“Ini kan belum selesai, tanggung jawab. Terus proses hukum yang berlaku masih harus dilanjutkan,” imbuhnya.

Axel telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penjualan senjata api ilegal sejak awal Januari lalu. Bisnis Axel terbongkar setelah polisi menangkap Abdul Malik, tersangka penodongan senjata api kepada dua pelajar di Kemang.

Axel diketahui menjual senjata api laras panjang jenis M16 dan M4 kepada Abdul dengan harga ratusan juta.

Di Tengah Badai COVID-19 Transfusi Darah Bisa Tetap Aman Dilakukan

BOGORDAILY – Ketakutan penyebaran virus Corona atau COVID-19 telah berimbas pada berbagai hal. Salah satu yang cukup terimbas adalah pada Palang Merah Indonesia yang kini stok darah semakin menipis.

Hal ini dipicu oleh munculnya kecemasan pendonor darah terkait menularkan COVID-19. Namun nyatanya, ketakutan ini ditepis oleh pihak PMI.

“Yang lolos (melakukan) donor darah adalah orang sehat, tanpa gejala COVID-19. Walaupun positif tanpa gejala, akan aman untuk pasien yg ditransfusikan,” ungkap Wakil Kepala Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Ni Ken Ritchie.

“Ini karena virus Corona tidak menular lewat transfusi darah. Untuk proses donor darahnya agar aman, dianjurkan memakai masker setiap saat selama proses berlangsung.

Tidak Ditularkan Lewat Darah

Ni Ken menegaskan, virus Corona COVID-19 menular lewat percikan (droplet). Hingga saat ini belum ada informasi penularan Corona lewat darah. Untuk calon pendonor darah yang tidak punya gejala Corona boleh saja donor darah.

“COVID-19 menular lewat droplet, bukan darah. Calon donor yang tidak menunjukkan gejala dan tidak memiliki risiko (Corona dan penyakit lain) berdasarkan hasil self assessment yang memang membutuhkan kejujuran dalam mengisinya, dapat mendonorkan darah,” Ni Ken menegaskan.

Bagi orang yang sudah suspek dan positif harus menunda donor darah sampai 28 hari. Calon pendonor harus sehat sepenuhnya.

Darah dari Pendonor

Terkait darah, ada imunoglobulin yang merespons Corona. Ini digunakan buat rapid test. Apakah ada pemeriksaan secara ketat terhadap darah yang sudah diambil dari pendonor?

Ni Ken menyampaikan, imunoglobulin terhadap virus COVID-19 adalah antibodi yang terbentuk terhadap virus tersebut.

“Namun, pemeriksaan yang menentukan seseorang sakit (terinfeksi Corona) atau tidak adalah pemeriksaan PCR. PCR menggunakan bahan yang diuji atau sampel dari swab yang diambil lapisan saluran napas melalui hidung,” ujar Ni Ken.

“Jadi, bukan dari darah. Karena virus tidak terdeteksi dalam darah. Bukan juga pemeriksaan antibodi imunoglobulin yang menjadi penentu sakit atau tidak.”

Ni Ken menyatakan bahwa Organisasi Kesehatan (WHO), negara-negara Eropa, maupun Food and Drug Administration Amerika telah menyatakan tidak diperlukan pemeriksaan antibodi terhadap virus Corona untuk darah donor.

Musim Korona, 95 Narapidana di Bogor Bebas

BOGORDAILY.net – Sebanyak 15 narapidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, menadapatkan asimilasi berdasarkan keputusan menteri tertuang dalam Kepmen Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 dalam mencegah penyebaran Corona atau Covid-19.

Kepala Lapas Khusus Kelas II A Gunungsindur, Mulyadi, mengatakan, dari 930 napi yang ada di Lapas Kelas IIA Gunung Sindur pada Rabu (1/4/2020) kemarin sebanyak 13 napi yang dibebaskan.

Akan tetapi, lanjut Mulyadi sapaan akrabnya, pada hari ini Kamis (2/4/2020) ini ada dua orang lagi yang mendapatkan asimilasi.

“Kemarin itu ada 13 napi yang dapat asimilasi, hari ini dua yang dapat, jadi untuk di Lapas khusus Kelas IIA Gunung Sindur ada sebanyak 15 napi,” katanya kepada Bogordaily.net, Kamis (2/4/2020).

Sementara itu, untuk di Lapas Kelas II A Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kalapas Kelas IIA Cibinong, Ardian Nova Christiawan, mengatakan, ada sebanyak 23 warga binaan yang pada hari ini dan kemarin dibebaskan.

“Pada Rabu (1/4/2020) kemarin kami asimilaaikan ada 23 warga binaan, untuk hari ini ada sebanyak 57 warga binaan, jadi untuk total yang dapat asimilasi sebanyak 80 napi,” tukasnya.

Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 10 tahun 2020, PP Nomor 99 Tahun 2012 tetap berlaku. PP Nomor 99 Tahun 2012 mengatur Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan bagi narapidana kasus tertentu. Antaranya tindak pidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi. (Andi).

Di Usia 54 Tahun, Mandra Dikarunia Anak

BOGORDAILY – Ada kabar bahagia dari pelawak senior Mandra. Ia baru saja dikaruniai anak.

Mandra membagikan momen bahagia tersebut di Instagram. Bintang film ‘Si Doel The Movie’ itu punya harapan untuk buah hatinya.

“Alhamdulilah telah lahirnya anak kami … semoga menjadi anak yang yang sholeh ya,” tulisnya.

Dilihat dari Wikipedia, Mandra total mempunyai tiga orang anak. Suami Mila Juwita Sari itu sebelumnya dikaruniai anak perempuan, Tia Septiana, pada September 2000.

Lalu Mandra angkat anak bernama Sherly Oktaviana. Keluarganya pun makin ramai.

Netizen ramai mengucapkan selamat kepada Mandra. Mereka mendoakan yang terbaik untuk Mandra dan sang istri.

“Selamat Baaang. Smg Ibu & bayinya sehat selalu,” komen aktris Maudy Koesnaedi.

“Mata ny mirp bg mandra,” sahut @ayu.sartika.9.

Andai Terbukti Menganiaya Saddil Ramdani Terancam Dipecat Bhayangkara

BOGORDAILY – Saddil Ramdani berpotensi dipecat Bhayangkara FC. Ini terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukannya di Kota Kendari, Jumat (27/3/2020).

Kasus itu berujung pelaporan ke Polres Kendari yang dilakukan oleh A sebagai kerabat korban. Pelaporan langsung dilayangkan sehari setelah kasus tersebut atau pada, Sabtu (28/3).

Dalam laporan A, korban disebut mengalami luka robek di bagian kepala bagian kanan dan luka di sekitar bibir. Andai laporan itu terbukti benar, Saddil terancam dipecat The Guardian.

“Kami menyerahkan proses hukum kepada Polres Kendari,” kata Manajer Bhayangkara, I Nyoman Yogi Hermawan, dikutip dari rilis resmi klub.

Ancaman pemecatan itu ada dalam kontrak Saddil bersama klub. Hal itu tertuang dalam Pasal 12 poin 2.a dalam kontrak pemain Bhayangkara.

Pasal itu menyebut bahwa kontrak Saddil Ramdani bersama Bhayangkara FC bisa berakhir jika ia terjerat hukum pidana. Pemain berusia 21 tahun dikontrak satu tahun awal Februari 2020.

“Kami tunggu proses penyelidikan pihak berwajib. Setelah itu, kami akan membahasnya dalam rapat manajemen,” ujar Nyoman mengakhiri pernyataan.

DPRD Serahkan 200 APD Untuk Tenaga Medis di Kabupaten Bogor

BOGORDAILY.net – Sebanyak 200 Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis diserahkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bogor kepada Dinas Kesehatan Kabupatem Bogor, Kamis (2/4/2020).

Tidak hanya itu saja, para wakil rakyat Bumi Tegar Beriman inipun menyerahkan Tenda Pelton untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor di masa pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan, sebanyak 200 APD dan Tenda Pelton itu merupakan hasil dari iuran para 55 anggota dewan pada hari Rabu (1/4/2020) kemarin.

Menurutnya, dari hasil iuran ke 55 anggota dewan itu, terkumpul uang tunai sebesar Rp350 juta.

“Nah dari Rp350 juta itu, kita belikan Rp200 juta untuk 200 APD. Karena, harga APD itu satu juta per satunya, dan Rp150 juta kita belikan Tenda Pelton untuk Dinkes,” katanya kepada wartawan, Kamis (2/4/2020).

Ia berharap, sebanyak 200 APD ini dipakai oleh tenaga medis di garda terdepan. Seperti dokter yang memang menangani pasien secara langsung.

“Diharapkan ini digunakan oleh tim medis paling garis depan, maksimal 20 kali cuci APD ini standar kesehatan sudah layak. Ini pihak yang jualnya hanya 200 aja menyediakannya. Yang lokal banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Agus Salim, mengatakan, langkah yang dilakukan para anggota dewan ini merupakan bentuk penyemangat bagi paramedis di garda terdepan, yang menangani pasien Covid-19.

“Kita melihat kebutuhan, APB penanganan garis depan, para dokter dan tenaga medis ini luar biasa. Tapi, sangat sulit kita dapatkan itu, paling tidak ini menjadi stimulus bagi semuanya untuk kemudian bisa memberikan sumbangsih bagi para dokter dan tenaga medis yang ada di Kabupaten Bogor,” tukasnya. (Andi).

Inalillahi, Satu Orang Positif Korona di Kota Bogor Meninggal Lagi

BOGOR DAILY – Update kasus Virus Korona atau Covid-19 di Kota Bogor hari Kamis (2/4/2020) per pukul 15:00 WIB. Kali ini, satu orang yang positif dinyatakan meninggal dunia.

Hal itupun diungkapkan oleh, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalan pres rilis yang diterima Bogordaily.net.

“Ada satu orang yang dinyatakan meninggal dunia positif Covud-19,” katanya dalam pers rilisnya.

Ia menjelaskan, untuk saat ini kasus positif Virus Korona yang terkonfirmasi sebanyak 28 orang dan tujuh orang meninggal.

“Saat ini ada 21 pasien yang positif, masih diisolasi di rumah sakit rujukan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, untuk data Orang Dalam Pantauan (ODP) di Kota Bogor saat ini berjumlah 697 selesai 299 dan masih dalam pantauan 398.

Sementara, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Bogor ada sebanyak 56, selesai tujuh dan masih dalam pengawasan 36. Akan tetapi ada yang meninggal 13 orang. Ia menyebutkan, ke 13 itu masih menunggu hasil lab dari Litbangkes Kementwrian Kesebatan RI.

Sebelumnya, pada hari Rabu (1/4/2020) kemarin, untuk data ter Update meninggal Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Bogor sebanyak 11 orang. Akan tetapi, ke 11 orang yang meninggal tersebut masih menunggu hasil dari Litbangkes Kementerian Kesehatan RI. (Andi)

Miris, Curhat Warga Bogor Divonis PDP Tapi Disuruh Pulang ke Rumah

BOGOR DAILY – Banyak masyarakat yang mengeluhkan terkait penanganan Virus Korona atau Covid-19, yang saat ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan.

Salah satu keluhan itupun diutarakan oleh seorang warga Perumahan Taman Citayam, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, berinisial F.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor menurutnya sangat lambat dalam menangani pasien yang diduga Covid-19. Hal itupu dirasakan oleh dirinya yang merasakan sesak dan batuk beberapa hari yang lalu.

Bahkan, ketika dirinya melakukan pengobatan ke Puskesmas di wilayah Bojonggede. Langsung dinyatakan status Pasien Dalam Pemantauan (PDP). Padahal, dirinya hanya merasakan sesak dan batuk belum tentu hal itu merupakan Covid-19.

“Karena gak di respon sama pemerintah, akhirnya saya melakukan pengobatan mandiri ke salah satu puakesmas di Bojonggede, tapi langsung dinyatakan PDP, tapi anehnya gak di rawat suruh tinggal di rumah saja,” ceritanya, kepada Bogordaily.net, Kamis (2/4/2020).

Hal itupun lanjutnya, membuat satu perumahan di wilayah tempat tinggalnya itu menjadi cemas. Bahkan, hal tersebut membuat warga sekitar yang tadinya dekat dengannya saat ini menjauh.

“Sampai saat ini saya sembuh, tapi tetap saja di jauhi, saya heran sama Pemkab Bogor cara penanganan nya seperti apa sih covid-19 ini. Ada temen saya juga tetangganya sakit seperti itu tapi tidak ditanggapi oleh pemerintah,” jelasnya.

Hal senada juga diutarakan salah seorang pewarta di salah satu media Bogor, yang merupakan warga asli Kabupaten Bogor. Bahwa, pada saat peliputan Walikota Bogor, Bima Arya, dan orang nomor satu di Kota Hujan itu dinyatakan positif sampai beberapa wartawan berstatus Orang Dalam Pangauan (ODP).

Ia mengaku, Pemerintah Kabupaten Bogor sampai saat ini dirinya dinyatakan sehat, belum sama sekali melihat rumah atau dipantau. Padahal, dirinya merupakan warga asli Kecamatan Cibinong.

“Saya aneh ke Pemkab Bogor, saya warga Kabupaten Bogor, tapi belum sekali pun petugas dari Pemkab Bogor memantau keadaan saya, sampai dinyatakan sehat. Cara kerjanya seperti apa mereka dalam penanganan Virus Korona ini,” tegasnya.

Menanggapi banyaknya keluhan dari warga, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, meminta, agar Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor lebih serius lagi dalam menangani kasus Covid-19 ini.

Karena, lanjut politisi Gerindra ini. Jika memang Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor ini lambat dalam menangani pasien. Maka, akan semakin masifnya juga yang positif Covid-19 di Bumi Tegar Beriman ini.

“Jangan sampai ada yang ditutupi, ini urusannya nyawa orang. Kalau lambat dalam penanganan dikhawatirkan lonjakan yang positif ini semakin banyak. Lebih penting lagi imbauan pemerintah lebih baik di rumah. Tengok negara maju, kita gamau hal ini terjadi seperti dinegara luar,” tukasnya. (Andi).

Bersama Peneliti Nasional Unair Kembangkan Vaksin Corona

BOGORDAILY – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya tengah mengembangkan vaksin berbasis protein rekombinan untuk virus corona. Namun Unair membutuhkan waktu cukup lama uji berbagai proses yang harus dilaui, seperti uji klinis.

Anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi mengatakan, vaksin yang dikembangkan terdapat protein antigen dari virus corona pasien Indonesia. Ada pun empat komponen struktur corona utama yang digunakan.

“Membrane Glycoprotein (M), Envelope Protein (E), Spike Protein (S) dan Nucleocapsid Protein (N). Kita mendesain rekombinan itu macam-macam jenis vaksinnya. Bisa protein rekombinan, bisa sit vaksin, banyak angka yang bisa dikerjakan,” kata Nyoman di Gedung Rektorat Unair, Kamis (2/4/2020).

Dalam proses pengembangan vaksin corona, Unair tak bekerja sendiri. Melainkan saling berbagi tugas dengan riset konsorsium nasional.

“Unair buat protein rekombinan. Ini kita dengan TDC whole genomnya juga diperuntukkan pasien Indonesia. Kita inginnya membuat alat vaksin yang cocok untuk pasien Indonesia yang terinfeksi. Karena bisa jadi virusnya bisa terjadi mutasi,” jelasnya.

“Kita ingin dapat sikuen dari pasien Indonesia. Ini juga tidak bekerja sendiri tapi nasional,” tambahnya.

Namun, Nyoman mengatakan whole genomnya belum ada untuk pasien Indonesia. Sedangkan pasien di luar negeri sudah ada semua, tapi di luar negeri sudah membuat untuk negaranya dengan ciri khas masyarakatnya.

“Kalau kita buat yang sama kan nggak ada gunanya,” katanya.

Adapun perbedaan mutasi sikuen urutan dari basa-basa nukleotida. Terdapat juga empat bahasa utama, yaitu adenina, guanine, RNA sitosol dan urasil.

“Mereka kan saling bervariasi dalam urutannya. Nah variasi itu RNA virus karena dia (virus) nggak punya peran ketepatan membaca pada urutan-urutannya. Sehingga mudah sekali dia termutasi. Makanya dari hewan bisa ke manusia, dia berubah sesuai sel inangnya,” urai Nyoman.

Mutasi itu akan terpengaruhi dari virusnya sendiri. Karena virus tidak memiliki ketepatan baca untuk hidup survive secara alami.

“Kalau dia mau survive dia harus di sel inang yang baru. Virus itu cepat sehingga kalau mutasinya terjadi cepat kita ingin tahu di Indonesia perbedaannya dengan China, Eropa dan lainnya,” pungkasnya.