Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8355

MU Ingin Tukar Pogba dengan De Ligt?

BOGORDAILY – Manchester United dikabarkan kembali mengincar Matthijs de Ligt. Setan Merah menyiapkan Paul Pogba sebagai bagian dari transaksi.

MU sempat mengejar De Ligt pada musim panas lalu. Namun bek asal Belanda itu lebih memilih untuk gabung Juventus.

Musim pertama De Ligt di Juventus tak sepenuhnya mulus. Bek berusia 20 tahun itu tak selalu jadi pilihan utama Maurizio Sarri. Dia 17 kali jadi starter dari 26 pertandingan yang sudah dimainkan Juventus di Liga Italia.

Dikabarkan oleh ESPN, Ole Gunnar Solskjaer tertarik untuk memboyong De Ligt ke Old Trafford pada musim panas nanti. De Ligt jadi salah satu target potensial MU selain bek Napoli, Kalidou Koulibaly.

De Ligt dianggap memenuhi kriteria yang diinginkan Solskjaer dalam hal usia, fleksibilitas, dan karakter. Jika Juventus membuka kemungkinan untuk melepas De Ligt, MU siap mengajukan tawaran.

Untuk mendapatkan mantan pemain Ajax itu, menurut laporan Daily Star, MU kabarnya mempertimbangkan opsi transaksi berupa pemain plus uang tunai. Pemain yang mungkin bakal dilepas MU ke Turin adalah Pogba.

Meski demikian, masih perlu ditunggu bagaimana MU menjalankan rencana transfernya mengingat pandemi virus corona menghentikan aktivitas klub-klub Eropa. Jika benar-benar bisa mendapatkan De Ligt, MU kemungkinan melepas Phil Jones atau Eric Bailly.

Langkanya APD Memicu Kreativitas Rumah Sakit Tangani COVID-19

BOGORDAILY – Sejak wabah COVID-19 menjadi pandemi global, masalah kelangkaan APD (alat pelindung diri) bagi tenaga medis untuk menangani pasien terjangkit virus corona juga turut menjadi sorotan utama.

Di Indonesia, kelangkaan APD dilaporkan banyak terjadi di rumah sakit rujukan penanganan penyakit COVID-19 yang berada di daerah. Hal ini ditandai oleh ramainya informasi yang beredar di media sosial tentang bagaimana tenaga medis terpaksa memakai jas hujan untuk mengganti APD standar yang semakin sulit ditemukan.

Kelangkaan APD ini sempat dirasakan oleh Rumah Sakit Lakipadada yang terletak di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit rujukan pemerintah untuk menangani pasien COVID-19 di sekitar wilayah Kabupaten Tana Toraja.

Kreativitas di tengah keterbatasan

Kepada DW Indonesia, Direktur RSUD Lakipadada, dr. Syafari Daniel Mangopo mengakui bahwa sebelum wabah corona ini masuk ke Indonesia, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan melakukan pencarian APD, meski hasilnya terkadang nihil.

“Waktu kejadian di Wuhan Cina virus ini merebak, kami di Tana Toraja sudah mencium bahwa suatu saat ini akan menjadi pandemi, maka sejak Januari lalu kami sudah mengupayakan pencarian APD. Beberapa berhasil kami dapatkan namun memang di pasaran lagi kosong sejak Januari,” ujarnya kepada DW Indonesia, Selasa (31/03).

Syafari menyebutkan kelangkaan APD ini justru memaksa rumah sakit untuk ‘memutar otak’ bagaimana mencari solusi pengganti APD yang kini sudah sangat sulit ditemukan.

“Kami harus terpacu untuk berkreativitas karena kondisi memang APD yang langka. Bukan uang yang tidak ada tapi barangnya yang tidak ada,” jelasnya.

Untuk mengatasi kelangkaan APD inilah akhirnya rumah sakit menggunakan jas hujan sebagai pengganti APD standar yang dibutuhkan untuk menangani pasien. Namun tidak hanya jas hujan saja, Syafari mengatakan pihaknya juga membuat “masker dari kain dengan pori-pori yang sangat rapat dan membuat visor mask sendiri dari plastik yang tebal”.

Meski penggunaan jas hujan banyak menuai simpati karena dinilai tidak layak, Syafari menyatakan bahwa jas hujan justru lebih efektif digunakan dibanding dengan APD biasa.

“Memang mantel hujan ini namanya saja yang menakutkan, tapi dari segi kontur bahannya dia lebih bagus karena waterproof, dibanding baju APD yang buatan pabrikan kebanyakan pori-porinya besar,” ujarnya.

Syafari menuturkan bahwa kini bantuan APD dari pemerintah provinsi dan kelompok masyarakat sudah diterima oleh pihak rumah sakit. Meski begitu, ia menyebut bahwa pihaknya tetap harus melakukan modifikasi pemakaian sebagai upaya penghematan.

“Jadi setelah memakai gaun hazmat, kami lapisi lagi menggunakan jas hujan di luarnya, sehingga yang kami buang ini jas hujannya kemudian gaun APD-nya itu masih bisa reuse, kita disinfeksi kita sterilkan lagi,” jelasnya.

Modifikasi semacam ini menurutnya penting dilakukan karena saat ini belum ada kasus positif COVID-19 yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Tana Toraja.

“Belum ada yang positif, tetapi kalau terjadi positif saya kira akan kewalahan kalau kami tidak persiapkan,” tambahnya.

Bayi berumur 1 tahun jadi PDP

Meski belum ada kasus positif COVID-19 yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Tana Toraja, ia tidak menampik bahwa kasus positif bisa saja terjadi mengingat banyak pendatang dari daerah endemis lain di Indonesia yang masuk ke Toraja.

Syafari menyebut bahwa rumah sakit yang ia pimpin telah merawat 5 pasien terkait dengan virus corona, 3 diantaranya sudah dipulangkan sementara 2 lainnya masih menjalani perawatan.

Ia menegaskan bahwa dua pasien yang masih menjalani perawatan adalah pasien dengan status ODP dan PDP.

“Satu itu bayi masih dengan pneumonia, masih sesak napas belum perlu alat bantu pernapasan tapi dengan oksigen kita berikan. Kemudian satu lagi adalah pasien kambuhan dimana dua minggu lalu kami rawat dengan cairan paru-paru kemudian sekarang masuk lagi dengan sesak napas,” pungkasnya.

Menurut data yang dirilis oleh gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, jumlah kasus positif yang dilaporkan terjadi di provinsi Sulawesi Selatan sampai pada tanggal 31 Maret 2020 adalah sebanyak 50 kasus, dengan 1 pasien meninggal dunia.

Dengan demikian, jumlah total kasus positif COVID-19 di Indonesia sampai pada 31 Maret 2020 sebanyak 1.528 kasus, 81 pasien sembuh dan 136 pasien meninggal dunia.

Sinar Mas Land Berikan Bantuan Alat Pelindung bagi Para Petugas Medis di Provinsi Banten Guna Mencegah Penularan Covid-19

0

BOGORDAILY – Persediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis yang menangani wabah virus korona atau covid-19 di Indonesia semakin terbatas. Menurut Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas terkait Laporan Gugus Tugas Covid-19 melalui akun Youtube secara langsung pada Senin (30/3/20), kita membutuhkan sekitar 3 juta APD hingga akhir Mei mendatang. Dalam rangka membantu pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut serta sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Sinar Mas Land melalui PT. Bumi Serpong Damai menyalurkan sejumlah alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis di beberapa wilayah di Indonesia.

Pada kali ini, bantuan APD itu diberikan untuk Provinsi Banten. Kepala Divisi Corporate Affairs Sinar Mas Land, Dony Martadisata, memberikan bantuan tersebut secara langsung kepada Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Dr Al Muktabar MSc, di rumah dinas Gubernur Banten, Jalan Raya Ahmad Yani, Serang, Selasa (31/3/20). Satu set bantuan berisi berbagai APD, yakni baju hazard, masker N95, sepatu bot, kacamata goggle mask, dan gloves rubber.

Pada kesempatan itu, Dony Martadisata mengatakan, ”Sebagai bangsa yang besar, nenek moyang bangsa kita mewarisi budaya gotong royong yang telah menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Semangat gotong royong membuat kita kuat dan dapat bertahan dalam situasi yang berat. Banyak pengalaman berat di masa lalu yang telah berhasil dilewati bangsa ini secara bergotong royong,” katanya.

Begitu pun yang kita hadapi saat ini, lanjut Dony Martadisata, Sinar Mas Land sebagai bagian dari masyarakat, ingin berpartisipasi dan berkontribusi membantu pemerintah memerangi virus korona. Ia berharap bantuan APD tersebut dapat digunakan para tenaga medis yang berjuang di garda terdepan dalam menangani para pasien. Dengan demikian, mereka dapat melindungi diri dan tetap mampu bekerja dengan baik tanpa membahayakan diri mereka sendiri dan keluarga.

Di tempat yang berbeda, CEO Strategic Land Bank Sinar Mas Land, Christopher Siswanto, mengatakan bahwa bantuan APD juga akan diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. “Kami pun akan menyalurkan APD ke Batam dan Manado. Secara lebih rinci, Sinar Mas Land memberikan bantuan sebanyak 750 set Ini merupakan bentuk solidaritas konkret yang bisa kami lakukan untuk membantu pemerintah dan masyarakat memulihkan keadaan,” tutur Christopher Siswanto.

Selain itu, Sinar Mas Land bersama para ibu rumah tangga dan komunitas masyarakat yang menjadi anggota Rumah Pintar BSD City membagikan sanitizer, masker, dan cairan disinfektan kepada sejumlah sekolah binaan. Sekolah yang dibantu tersebut berada di wilayah perkampungan dan pinggiran perkotaan dalam area Banten, seperti Mauk, Sukadiri, Gunung Kaler, Pandeglang, dan Lebak.

Tentang Sinar Mas Land
Sinar Mas Land adalah pengembang properti di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun. Sinar Mas Land tercatat di bursa saham Indonesia atas nama PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Awal 2011, BSDE telah merampungkan proses akuisisi perusahaan terafiliasi yakni PT Duta Pertiwi Tbk, PT Sinar Mas Teladan, dan PT Sinar Mas Wisesa. Akuisisi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BSDE, terutama portofolio pendapatan dan diversifikasi usaha BSDE.

Sinar Mas Land telah mengembangkan lebih dari 50 proyek di Indonesia. Keberhasilan Sinar Mas Land dengan mengembangkan properti serta realestat di Indonesia juga diakui lembaga yang kredibel dan independen di dunia dengan mendapatkan berbagai macam penghargaan international yang prestisius, seperti FIABCI Golden Award di Andora (2017), MIPIM di Hong Kong (2017), MIPIM Award di Prancis (2018), dan Asia Pacific Property Awards 2018 di Thailand (2018).

Dengan dukungan tim manajemen yang solid, Sinar Mas Land dikenal pula sebagai pengembang kota mandiri (melalui BSD City Development) serta menjadi pelopor dalam pengembangan konsep perumahan klaster/concept-clustered residential (Kota Wisata, Legenda Wisata, Grand Wisata, dan lain-lain). Di samping itu, Sinar Mas Land juga merupakan pelopor/pionir pengembangan proyek inovatif strata mall/trade center (ITC) di Indonesia.

Sinar Mas Land sebagai pengembang property berupaya mewujudkan kepedulian terhadap masalah pelestarian lingkungan melalui penerapan visi green di setiap proyeknya. Kesadaran perusahaan untuk bertanggung jawab melestarikan lingkungan hidup diwujudkan melalui berbagai program, seperti pembangunan kawasan hijau Green Office Park, sertifikasi green building (bangunan hijau), dan mal tanpa dinding yang ramah lingkungan ‘The Breeze’. Ada pula jalur-jalur pejalan kaki yang nyaman serta berbagai acara untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya melalui penyelenggaraan acara Festival Hijau setiap tahun.

Sejauh ini, Sinar Mas Land menanam lebih dari tiga juta pohon di area komersial, pedestrian, median jalan, taman lingkungan, dan mengembangkan taman kota, serta hutan kota. Inisiatif dan komitmen terhadap masalah sosial juga terus dilakukan melalui program-program CSR yang memberi kesempatan masyarakat sekitar dan usaha kecil dengan menikmati pembangunan yang dilakukan Sinar Mas Land, seperti penyediaan tempat usaha untuk 3.000 pelaku UMKM di Pasar-pasar tradisional dan taman jajan kaki lima serta program-program CSR lain. Sinar Mas Land memiliki mitra strategis yang kuat seperti Sojitz Japan, Aeon, Itochu-Japan yang sudah berlangsung selama 25 tahun, Mitsubishi Corporation,Hong Kong Land, serta mitra lokal seperti Kompas Gramedia dan Kalbe.

Zaskia Adya Mecca Mencoba Ikhtiar, Di Tengah Pandemi Corona

0

BOGORDAILY – Di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 yang terjadi di berbagai negara, Zaskia Adya Mecca mencoba ikhtiar dengan selalu berada di rumah.

Sejak adanya anjuran social distancing dan di rumah saja, ia lebih menikmati dan memanfaatkan waktu bersama keluarga. Zaskia juga mencoba mengambil hikmah di tengah keadaan saat ini.

“Sebenarnya dengan di rumah, waktunya kita quality time sama orang-orang tercinta. Kadang-kadang kita terlalu sibuk kegiatan di luar. Dengan alasan kita cari uang untuk mereka, giliran kita dikasih waktu maksimal dengan mereka. Kita kaya orang nggak betah banget, kaya orang stres” ujar Zaskia di video YouTube ‘The Bramantyos’.

“Jadi, coba nikmatin, coba syukuri, aku tahu ini nggak mudah. Aku juga seorang pengusaha, bagaimana harus membayar ini, itu sedangkan kita bekerja dari rumah,” jelasnya.

Istri Hanung Bramantyo ini juga mencoba menikmati dan mensyukuri apa yang telah terjadi saat ini. Ia menyerahkan semuanya kepada Allah swt yang telah menentukan kehendaknya dan mencoba ikhtiar.

“Tapi ini semua kita pasrahkan semua sama Allah, coba ikhtiar salah satu ikhtiarnya dengan stay at home. Ya sesekali sama Allah kita dipaksa untuk break sejenak, tenang sejenak, mungkin kita lagi minta untuk merenung sedikit sama Allah dan menikmati waktu-waktu kita sama orang-orang tercinta di rumah. Kita doain semoga wabah ini cepat diangkat sama Allah, semoga dunia bisa sehat kembal,” tutur Ibu tiga anak itu.

Super Ketat, Ini 7 Aturan Desa Ciapus Perangi Covid-19

0

BOGORDAILY – Desa Ciapus langsung bergerak seiring semakin massifnya virus korona.

Jadi, terkait pencegahan Covic-19 itu, dan setelah mempertimbangkan dengan seksama, dan juga Himbauan/Maklumat Kapolri, himbauan Pemda Kabupaten. Bogor, Polsek Ciomas serta Musyawarah Satgas Penanggulangan Corona Covid 19.

“Desa Ciapus membuat aturan ketat bagi warganya, untuk kebaikan bersama,” kata Kepala Desa Ciapus, Pendi.

Peraturan tersebut sebagai berikut :

1. Tetap menjaga kondusivitas dan membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 secara penuh.

2. Untuk Sementara waktu ini, menunda acara kumpul-kumpul secara masif (melebihi 5 orang) baik untuk Acara Keagamaan, Seminar, Pernikahan, Workshop, di Kafe/Warung dan sejenisnya, sampai wabah Covid-19 telah mereda.

3. Setiap tamu atau keluarga besar yang dari Luar Wilayah Desa Ciapus dan berniat akan menginap di wilayah Desa Ciapus, mohon bisa menginformasikan ke ketua RT dan RW, yang selanjutnya akan di teruskan ke PemDes Ciapus sebagai bagian pencegahan penyebaran Covid 19.

4. Sementara waktu ini, memohon warga tidak menerima tamu, atau keluarga dari daerah lain (diluar Ciapus) yang menginap, tanpa di sertai surat sehat atau surat keterangan tidak terinfeksi virus Covid-19 dari puskesmas Ciapus,
serta izin resmi dari polsek ciomas atau dari Desa Ciapus.

5. Menghimbau kepada warga yang telah terpapar ODP dan PDP sesuai dengan surat resmi keterangan dari Dinas Kesehatan diharapkan menginformasikan kepada Pihak RT dan RW dan Selanjutnya melaporkan Kepada SatGas Covid 19 utk dilakukan pemantauan dan kepada mereka dihimbau utk tetap tinggal dirumah melakukan Isolasi Mandiri minimal selama 14 hari, mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan serta melakukan pelaporan pekembangan statusnya.

6. Pihak Pemerintahan Desa Ciapus akan melakukan Penyemprotan Desinfektan selama berkala minimal 1 kali dalam seminggu dan jadwalnya akan disusun dari Satgas Covid 19.

7. Dihimbau Warga untuk tetap tenang dan melaksanakan himbauan dari pemerintah :
a. Cuci tangan setiap saat
b. Apabila pulang dari bepergian dan saat sampai di rumah segera ganti baju dan mandi
c. Hindari Kerumunan massa
d. Jauhi tempat yang sdh terpapar Virus Corona (Pandemi)
e. Tetap tinggal di rumah kalo tidak ada kepentingan yang mendesak
f. Pakai Masker apabila keluar rumah.

“Aturan ini dibuat agar semua merasa aman, sekaligus upaya mencegah mewabahnya virus korona,” kata Kepala Desa Ciapus, Pendi. (*/Gib)

Asli Bandung, Calon Istri Sule Berhijab Sesuai Kriteria

0

BOGORDAILY – Sule dan calon istrinya terpaut usia 14 tahun. Calon istrinya yang berusia 29 tahun itu disebut Sule berhijab sesuai dengan kriteria.

“Alhamdulillah berhijab. Kalau hijab itu kan memang wajib untuk wanita. Terus anak saya juga berhijab. Dari kecil sampai saat ini,” ujar Sule di Channel YouTube The Hermansyah, dilihat detikcom, Senin (30/3/2020).

“Karena saya public figure itu akan menjadi sorotan ‘anaknya begini emaknya nggak berhijab’. Tapi bukan target sih, ya jalanin saja. Tapi karena dianya mungkin sreg,” sambungnya.

Awalnya, calon istri yang bakal dinikahinya tahun ini tersebut tidak berhijab. Namun, ia akhirnya mau menutup aurat setelah bertemu dengan Sule.

“Ya nggak tahulah. Mungkin karena niatnya juga. Terus saya pengin punya pasangan yang berhijab, terus dia punya niatan berhijab. Sekarang berhijab ya mungkin cocok. Masih orang Bandung lah,” tutur mantan suami Lina Jubaedah itu.

Seperti pengakuan Sule, perempuan yang bakal jadi istrinya itu adalah seorang pengusaha. Padahal sebelumnya kabar mengatakan calon istri Sule adalah seorang pramugari bernama Fany Kurniawaty.

Bertambah Lagi, Dua Warga Positif Korona. Bupati: Totalnya Jadi 13

0

BOGORDAILY – Kasus Positif Virus Korona di Kabupaten Bogor mengalami peningkatan. Kali ini, sebanyak 13 orang di Bumi Tegar Beriman dinyatakan positif terpapar Virus Korona.

Data ter Update yang diterima Bogordaily.net itupun pada Selasa (31/3/2020) pukul 19:00 WIB.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, ada dua kasus baru yang hari ini terkonfirmasi positif Virus Korona. Yaitu, perempuan usia 25 tahun warga Kecamatan Cileungsi, dan perempuan usia 32 tahun warga Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

“Ada dua yang masuk terkonfirmasi positif, warga Bojonggede dan Cileungsi, dua duanya perempuan,” katanya.

Ia menjelaskan, dari 13 orang yang dinyatakan terpapar Covid-19 di Kabupaten Bogor, yaitu dua dinyatakan sembuh warga Kecamatan Cibinong dan Gunung Putri, dan satu warga Bojonggede meninggal dunia.

Sementara itu, lanjut orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman ini, saat ini ada 288 Orang Dalan Pantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 97 orang.

“Saya meminta, agar masyarakat tetap jaga kesehatan dan tetap di rumah saja. Agar, penanganan kasus Covid-19 ini tertangani dengan cepat,” tukasnya. (Andi).

Resmi Cerai dari Vicky Prasetyo, Angel Lelga Bahagia

0

BOGORDAILY – Angel Lelga dan Vicky Prasetyo resmi bercerai. Diungkapkan oleh pengacara Angel, Didik Sumariyanto kliennya bahagia.

“Dikabulkan oleh majelis berkaitan dengan cerainya. Dia bahagialah dalam hal ini,” kata Didik kepada detikHOT, Senin (30/3/2020).

Pasalnya hal itu sesuai dengan harapan Angel Lelga. Angel disebut sudah menunggu lama keputusan ini keluar.

“Responsnya dia memang sudah tunggu-tunggu ya dia berharap putusan ini, ditunggu. Dalam arti apa yang diharapkan sesui yang dia inginkan intinya seperti itu,” bebernya.

Saat diberi tahu, Angel disebut mengucap syukur. Ia cuma menjalani pernikahan dengan Vicky selama kurang dari dua tahun.

“Maksudnya (Angel) mengucapkan alhamdulillah kabar gembira buat beliau karena sesuai harapan beliau saat ini,” pungkasnya.

Lawan Covid-19, Bupati Bogor Bentuk Satgas Korona Tingkat RW

0

BOGOR DAILY – Langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menekan pandemi Virus Korona atau Covid-19 terus digalakkan. Kali ini Bupati Bogor telah membentuk Satgas Korona tingkat Rukun Warga (RW) yang ada di Bumi Tegar Beriman.

Menurut Bupati Bogor, Ade Yasin, hal tersebut merupakan bentuk menindaklanjuti instruksi Presiden yang disampaikan melalui Gubernur Jawa Barat. bahwa dalam rangka upaya pencegahan penyeberan Virus Corona (Covid-19), seluruh Kabupaten/Kota khususnya di Jawa Barat agar melaksanakan Sosial Sekala Besar (SSB).

“Adapun implementasinya berupa pengelolaan area pencegahan penyebaran Covid-19 dan memberdayakan potensi masyarakat, dalam bentuk RW Siaga Korona. Serta,menerapkan karantina Wilayah Parsial (KWP), yakni membatasi wilayah-wilayah tertentu yang tingkat penyebaran virus tersebut dianggap tinggi,” katanya dalam surat edaran Bupati Bogor yang diterima Bogordaily.net, Selasa (31/3/2020).

Dalam surat edaran itupun ada sembilan poin diantaranya :

Para Camat melalui Para Lurah/Kepala Desa agar membentuk Kampung/RW Siaga Korona dengan mengikuti ketentuan berikut:

1. Pembentukan Satgas Korona tingkat RW, melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, Pengurus LPM dan seluruh potensi masyarakat yang ada.

2. Melakukan Sosialisasi, Edukasi , dan Pembatasan pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang-orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing.

3. Memasang spanduk Kampung/RW Siaga Korona dan menggiatkan kembali Siskamling dengan memberlakukan Pshycal Distancing/jarak minimal 1 meter.

4. Melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat yang masuk kategori ODP dan melakukan pengawasan bekerja sama dengan Tim Survailan.

5. Menyiapkan langkah pengamanan ketersediaan bahan pokok, bahan bakar dan air minum bagi warga dengan mengkalkulasi seluruh resiko dan solusi apabila diterapkan pembatasan dalam jangka waktu tertentu.

6. Memberdayakan seluruh potensi masyarakat utk menerapkan prinsip gotong royong, solidaritas antar warga, peduli sesama, peduli tetangga dan tolong menolong.

7. Melarang kegiatan sosial dan keagamaan yang menimbulkan kerumunan sehingga berdampak penularan Covid-19.

8. Melaksanakan instruksi Presiden agar melakukan aktivitas belajar, bekerja dan beribadah dari rumah masing-masing.

9. Jika ada warga yang merasakan gejala Covid-19, segera berkoordinasi dengan petugas puskesmas dan SISCA (Satgas Siaga Corona) mengikuti ketentuan yang berlaku, dengan alur laporan dan tindak-lanjut sebagai berikut :

Koordinasi dengan puskesmas untuk Penyelidikan Epidemiologi (PE); dengan form yang sudah disiapkan Puskesmas;

-Setelah PE segera tindak lanjut dan lapor ke Tim SISCA Kecamatan, Satgas Kec;

-Koordinasi dan konsultasi dengan Tim SISCA Dinas Kesehatan Kabupaten untuk tindakan selanjutnya.

-Jika Ada Gejala demam >38 °C, batuk, filek dan sesak nafas berat, segera rujuk ke RS terdekat untuk pemeriksaan selanjutnya,

-Jika hanya demam dan batuk filek , sakit tenggorokan, bisa di tangani puskesmas terdekat untuk mendapat pengobatan, dan/atau melakukan Isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan atau pengawasan oleh Satgas RW. (Andi).

Update Korona Kota Bogor : Kasus Positif Covid-19 Bertambah Jadi 21 Orang

BOGOR DAILY – Kasus positif Virus Korona atau Covid-19 di Kota Bogor terus bertambah. Kali ini, yang terkonfirmasi positif di kota berjuluk Kota Hujan tersebut sebanyak 21 orang, dan meninggal empat orang.

Hal itupun diungkapkan oleh, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno dalan pres rilis yang diterima Bogordaily.net, Selasa per pukul 16:00 WIB.

“Untuk kasus positif Covid-19 di Kota Bogor saat ini ada 17 orang meninggal empat,” katanya, Selasa (31/3/2020).

Data meninggal Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Bogor juga bertambah jadi 13 orang. Akan tetapi, ke 13 orang yang meninggal tersebut masih menunggu hasil dari Litbangkes Kementerian Kesehatan RI.

“Kita masih menunggu hasilnya, apakah positif atau tudak. Tapi untuk yang terdata sekarang PDP ada 54, selesai enam, dan masih pengawasan sebanyak 35,” jelas Retno.

Ia menambahkan, untuk data Orang Dalam Pantauan di Kota Bogor ada 672 orang. Selesai sebanyak 251, dan masih dalam pemantauan sebanyak 421. (Andi).