Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8357

Berstatus PDP, Wanita Bogor Meninggal di Wisma Atlet

BOGOR DAILY- – Jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta terus melonjak.

Data terkini per Selasa (31/3/2020) total pasien virus Corona (COVID-19) di RSD Wisma Atlet mencapai 413 orang.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono mengatakan, 101 dari 431 orang yang dirawat di Wisma Atlet berstatus positif corona.

Sementara, data keseluruh 413 orang pasien di rumah sakit itu terdiri dari 253 pria dan 160 wanita.

“Positif 101 orang, PDP 232 orang, ODP 80 orang,” kata Yudo Margono saat dihubungi wartawan, Selasa.

Selain itu, Yudo juga mengabarkan ada satu pasien wanita berstatus PDP yang meninggal pada Senin (30/3/2020) pukul 20.52 WIB. Pasien tersebut berasal dari Bogor, Jawa Barat dan sudah dirawat di RSD Wisma Atlet sejak Selasa, (24/32/2020).

Menurutnya, sudah ada tiga pasien yang meninggal di RSD Wisma Atlet. Dia mengatakan pasien wanita meninggal itu merupakan kasus ketiga.

“Itu (PDP meninggal, kasus) yang ketiga,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia kian bertambah sebanyak 129 orang. Hingga Senin (30/3/2020) sore ini tercatat sebanyak 1.414 orang dinyatakan positif Covid-19.

Di sisi lain jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh juga bertambah sebanyak 11 menjadi total 75 orang. Meski, angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah 8 dengan total keseluruhan berjumlah 122 orang.

Galang Ramadhan, Ditemukan Meninggal di Area Kebun Raya

BOGORDAILY – Galang Ramdhan Gaishan (10) anak laki-laki yang terseret arus Kali Ciliwung, di daerah Kampung Sukamulya, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa (31/3), sekitar pukul 11.05 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

“Berkat sinergitas dari tim SAR gabungan, Korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan radius sekitar 3 KM dari lokasi kejadian tepatnya di sekitar area Kebun Raya Bogor, dan saat ini korban telah dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.” papar M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) Hendra Sudirman, S.E.

Menurut Hendara, Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban pada selasa (31/3) pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran dengan membagi area pencarian menjadi 3 (tiga) SRU dimana SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan rafting boat dari lokasi kejadian hingga Jembatan Delima Jaya sejauh 7 KM, SRU kedua melakukan penyisiran menggunakan rafting boat dari Jembatan Delima Jaya sampai Jembatan Kuning Bojong Gede sejauh 15 KM, kemudian melakukan penyisiran secara visual dari lokasi kejadian hingga Delima Jaya sejauh 7 KM.

Adapun kurang lebih 100 personel tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, BPBD Kota Bogor, Tagana Kota Bogor, PMI Kota Bogor, Sakti, Polmas Bogor Raya, Damkar Kab. Bogor, BPBD Kab. Bogor, Satgas Ciliwung, Kec. Bogor Timur, Kel. Baranangsiang;, JKU Polmas, Sintas, Scout Rescue, Regaci, Ukhuwah Al-Fatah Rescue, Relawan Bogor Raya, dan Komunitas Ciliwung Depok.

Sebelumnya diketahui korban yang bernama Galang Ramdhan Gaishan (10) bersama dengan 5 (lima) orang temannya sedang asyik bermain di pinggir kali pada minggu (29/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban kemudian bersama satu temannya melompat ke dalam kali untuk berenang namun dikarenakan pada saat itu arus cukup deras sehingga korban meminta pertolongan dan melambaikan tangan, satu teman korban berhasil diselamatkan tetapi korban sudah terbawa arus. Dengan ditemukannya korban maka Operasi SAR hari ini ditutup dan seluruh unsur kembali kekesatuannya masing-masing.

(*/humas kantor pencarian dan pertolongan jakarta/bdn)

Ahli UI Usulkan Karantina Pulau, Saat Jokowi Meminta Pembatasan Sosial Skala Besar

BOGORDAILY – Kebijakan pembatasan sosial skala besar yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap tidak akan efektif dalam mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). Pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, pun mengusulkan karantina yang tidak berbasis pada letak administratif.

Pandu awalnya berbicara mengenai pentingnya karantina wilayah dalam pencegahan penularan virus Corona. Mobilitas penduduk, kata Pandu, harus dibatasi agar penyebaran virus tak semakin luas.

“Lebih efektif karantina wilayah karena dalam karantina wilayah tercakup pembatasan sosial skala besar, dan yang lebih penting dalam karantina wilayah adalah bukan hanya itu, tapi membatasi mobilisasi penduduk, itu yang terjadi sekarang adalah mobilisasi penduduk. Artinya penduduk dari tempat epidemi, pusat, epicenter tersebut pulang ke wilayah lain, padahal virus ini menyebar ke seluruh dunia karena manusia bergerak terus,” kata Pandu saat dihubungi, Senin (30/3/2020) malam.

Pandu menduga ada kekhawatiran pemerintah tak bisa memenuhi kebutuhan dasar masyarakat jika karantina wilayah diberlakukan. Padahal, kata Pandu, pemerintah tak harus menanggung kebutuhan seluruh warga, hanya mereka yang tergolong miskin saja.

“Memang ini kedaruratan kesehatan masyarakat. Kita terapkanlah langkah-langkah yang ada di UU Karantina, termasuk karantina wilayah. Tapi kan karantina wilayah di dalam pasal itu konsekuensinya pemerintah harus menjamin bagaimana supaya masyarakat di wilayah tersebut tidak mengalami hal-hal yang kebutuhan hidupnya bisa terpenuhi, kebutuhan dasar. Nah ini yang menurut saya ada kekhawatiran di sana. Kan sebenarnya tidak harus ditanggung semua, hanya penduduk yang miskin saja yang ditanggung yang memang tidak punya kemampuan sama sekali,” ujar Pandu.

Pandu juga menyinggung tidak adanya edukasi yang masif terhadap masyarakat terkait pencegahan Corona ini. Menurut dia, intervensi pemerintah saat ini lebih soal kata-kata dibanding pembuktian kerja.

“Jadi tarafnya sekarang itu intervensi pada pemerintah itu lebih banyak di kata-kata, bukan di implementasi kepada masyarakat semasif mungkin loh. Kalau libur sekolah-kerja sudah dilakukan. Sekarang pembatasan sosial dalam skala besar apa yang belum dilakukan sih, sudah dilakukan semua,” tutur dia.

Barulah Pandu berbicara mengenai usulan pemberlakuan karantina pulau. Usulan itu muncul atas semakin menyebarnya virus di seluruh daerah. Selain itu, kata Pandu, istilah wilayah dalam UU Kekarantinaan Kesehatan juga tak dijelaskan secara jelas.

“Di sinilah pemerintah bilang, mengingat perluasan penyakit sudah tidak terbatas dari provinsi ke provinsi lain, mungkin yang saya usulkan, wilayahnya itu bukan wilayah administratif, tapi geografis, pulau. Jadi karantina pulau. Pulau Jawa dikarantina, penduduk Jawa itu nggak boleh keluar dari Jawa. Orang luar Jawa nggak boleh (masuk) Pulau Jawa supaya penyakitnya itu terbatas di Pulau Jawa,” tutur dia.

Dalam karantina pulau ini juga, sambung Pandu, masyarakat di satu provinsi tak boleh bepergian ke provinsi lain. Tentu itu dikecualikan bagi hal-hal tertentu, semisal dokter, pengiriman logistik, dan sebagainya.

“Penduduk di dalamnya kalau dalam karantina wilayah juga dibaca dalam UU itu harus dibatasi tidak boleh seenaknya saja, karantina wilayah itu memang membatasi pergerakan penduduk dari luar dan membatasi pergerakan di dalam wilayah. Jadi penduduk Jakarta nggak boleh pulang kampung, penduduk dari Jakarta nggak boleh ke Jawa Barat, tidak boleh ke Jawa Tengah, apalagi ke luar pulau,” ujar dia.

Mirip Film Nyi Blorong, Ular Piton ‘Rebahan’ di Kolong Ranjang. Warga Bojonggede Heboh

BOGORDAILY – Ular jenis Piton masuk ke kolong tempat tidur warga Kampung Pabuaran, Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Sontak hal itupun membuat satu kampung berbondong-bondong, untuk mengeluarkan ular tersebut akan tetapi tidak merhasil. Wargapun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor untuk mendapatkan pertolongan.

Tak lama kemudian, tim Regu satu Rescue Damkar Kabupaten Bogor datang kelokasi, untuk mengeluarkan ular jenis Piton tersebut.

Petugas damkar menamgkap ular piton di dalam rumah warga di Bojonggede, Kabupaten Bogor

Danru Rescue 1 Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Arman Riyanto, mengatakan, tim mendapat laporan dari warga sekitar bahwa ada ular sanca/piton masuk ke kolong tempat tidur, saat pemilik rumah sedang membersihkan rumah.

“Kita dapat laporan bahwa ada ular masuk kolong tempat tidur. Langsung kan kita meluncur ke TKP dan melakukan pencarian,” katanya, kepada Bogordaily.net ketika dibubungi, Selasa (31/3/2020).

Setibanya dilokasi, Tim Rescue yang dikomandoi oleh Arman itupun berhasil mengeluarkan ular Piton yang diperkirakan panjangnya sekitar satu meter setengah tersebut.

“Seperti biasa kita lakukan lima langkah dalam melakukan pencarian ular. Yaitu pengecekan lokasi, mengamankan arena, melakukan pencarian dan mengambil ular. Alhamdulillah ditemukan,” kata Arman.

Ia menambahkan, adapun alat yang digunakan yakni tongkat, helm, sarung tangan, kacamata/gogle dan ditangani oleh enam anggota Regu satu Rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor. (Andi).

Muncul Desakan PON Ditunda, Bagaimana Solusi dari Kemenpora?

0

BOGORDAILY – Di tengah pandemi virus Corona, muncul desakan agar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua ditunda. Ini kata pihak Kemenpora.

PON diagendakan berlangsung 20 Oktober hingga 2 November 2020 di Papua. Seiring persiapannya, muncul virus corona yang kini menjadi pandemi. Penundaan dan pembatalan agenda-agenda olahraga menjadi salah satu dampaknya.

DPR, melalui Ketua Komisi X, Syaiful Huda, sebelumnya telah meminta pemerintah untuk memberikan kepastian soal penundaan pelaksanaan multi ajang olahraga nasional tersebut. Hal ini tidak lepas dari terus bertambahnya jumlah warga Indonesia yang terkonfirmasi positif COVID-19 dari virus Corona, termasuk di Papua.

Menyikapi itu, Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto memberi respons. Ia menyebut, pihaknya menghormati apa yang disampaikan Komisi X DPR RI. Kemenpora pun terus berkomunikasi dengan PB PON untuk mencari solusi terbaik.

“Masalah PON yang kemarin sudah ramai, kami menghargai apa yang disampaikan pimpinan Komisi X,” kata Gatot dalam video conference dengan pewarta, Senin (30/3/2020).

“Pada dasarnya kami menghargai apa yang disampaikan oleh pimpinan Komisi X. Kami saat ini pun terus berkomunikasi dengan pihak PB PON, untuk mencari tahu apa yang bisa dilakukan saat ini,” ucapnya.

Gatot juga tak menepis pandemi virus Corona memberi pengaruh pada persiapan panitia. Untuk itu, pemerintah akan membuat skenario plan A dan plan B menyikapi persoalan PON ini.

“Di level pusat pun, kami juga selalu berkomunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Hasilnya, mereka mengatakan memang suplai barang yang masuk (material) agak berkurang ke Papua sekarang,” katanya.

Warga Perantau Diminta Tak Mudik, Pemkab OKI Tetapkan Darurat Corona

BOGORDAILY – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (Pemkab OKI), Sumatera Selatan, menetapkan status tanggap darurat terkait penyebaran virus Corona (COVID-19). Bupati OKI Iskandar mengatakan tidak ingin virus Corona menyebar ke wilayahnya.

“Kami tidak ingin mengambil risiko lebih besar dan tidak ingin menunggu ada yang terjangkit, sehingga hari ini kami tetapkan status tanggap darurat. Tentunya kami tak mau menunggu ada korban,” kata Iskandar dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (31/3/2020).

Peningkatan status, sambung Iskandar, berdasarkan kajian mobilisasi massa dari luar ke OKI yang terus meningkat. Untuk itulah perlu ada peningkatan status.

“Yang kita waspadai, meningkatnya transmisi lokal, terutama mereka yang datang dari wilayah zona merah virus Corona, dan itu telah mencapai sekitar 1.400 orang,” ungkap Iskandar.

Meskipun begitu, Pemkab OKI kini belum menempuh kebijakan mengunci wilayah atau lockdown. Iskandar memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas keluar-masuk orang ke wilayahnya, baik yang melalui jalur darat maupun perairan.

Lockdown kan sudah diterapkan secara terbatas, sebut saja di kantor-kantor atau sekolah, termasuk ruang publik. Khusus di perbatasan kita lakukan pengawasan superketat setiap pintu masuk OKI, baik dari darat maupun perairan,” sebut Iskandar.

Bupati Iskandar mengatakan pemerintah turut mengimbau warga OKI yang berada di perantauan agar menunda dulu keinginan pulang kampung selama masa darurat COVID-19, terutama yang tinggal di daerah terpapar.

“Kita imbau untuk tidak pulang kampung dulu. Bagi yang sudah pulang, kita lakukan pengawasan superketat, baik kesehatan maupun segi keamanannya,” imbau Iskandar.

“Khusus pintu tol juga kita awasi secara ketat bagi kendaraan keluar-masuk. Kita bekerja sama dengan pihak operator untuk pemantauan,” imbuhnya.

Musim Corona, 14.000 Warga Jabodetabek malah Mudik

BOGOR DAILY- Imbauan pemerintah untuk tidak mudik di musim Lebaran tahun ini sepertinya hanya jadi angin lalu. Banyak warga Jabodetabek yang sudah mudik saat wabah corona masih merebak.

Mereka yang ‘nyolong start’ mudik jumlahnya cukup besar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapatkan laporan dalam 8 hari terakhir sudah ada sekitar 14 ribu warga Jabodetabek sudah mudik. Itupun yang hanya menggunakan bus.

“Selama 8 hari terakhir ini ada 876 armada bus antar provinsi yang membawa kurang lebih 14.000 penumpang dari Jabodetabek ke Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY Yogyakarta,” ujarnya saat membuka rapat terbatas secara online, Senin (30/3/2020).

Jumlah penumpang mudik itu belum ditambah dengan pemudik yang sudah berangkat lebih dulu menggunakan transportasi massal yang lain. Seperti kereta api, kapal laut, pesawat dan kendaraan pribadi.

Lalu apa alasan pemerintah larang mudik tahun ini?

Pemerintah mengeluarkan imbauan tujuannya untuk menahan penyebaran virus corona. agar tidak semakin meluas. Mudik menjadi perhatian lantaran setiap tahunnya menimbulkan pergerakan orang yang begitu besar.

“Siang hari ini kita perlu membahas secara khusus karena tradisi ini melibatkan mobilitas orang yang sangat banyak. Sebagai gambaran 2019 terjadi pergerakan kurang lebih 19,5 juta ke seluruh wilayah Indonesia. oleh sebab itu di tengah merebaknya pandemi covid-19, adanya mobilitas orang sebesar itu sangat berisiko memperluas penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Jokowi pun menekankan kepada para menterinya, fokus pemerintah adalah mencegah meluasnya Covid-19 dengan mengurangi atau membatasi pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain. Jokowi meminta langkah tegas agar mencegah terjadinya hal tersebut.

“Saya juga minta dilakukan langkah-langkah yang lebih tegas untuk mencegah terjadinya pergerakan orang ke daerah. Saya melihat sudah ada imbauan dari tokoh-tokoh dan gubernur, agar perantau di Jabodetabek untuk tidak mudik. Dan ini saya minta ini untuk diteruskan dan digencarkan lagi, tapi menurut saya imbauan seperti itu belum cukup. Perlu langkah-langkah yang lebih tegas untuk menutup rantai penyebaran Covid-19 ini,” tuturnya.

Meski begitu ternyata Jokowi belum mengambil keputusan tegas tentang mudik tahun ini.
Pemerintah kemarin mengadakan rapat terbatas (ratas) soal pembatasan mudik Lebaran 2020. Hasilnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memberikan keputusan karena masih memikirkan dampak ekonomi serta masyarakat yang berdampak.

“Hasil rapat mengenai pembatasan mudik,Presiden meminta dilakukan kajian kembali bagaimana mitigasi dari sisi ekonomi khususnya kepada masyarakat yang terdampak,” kata Jubir Kemenkomarves Jodi Mahardi, lewat keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (30/3/2020).

Menurutnya, Jokowi memahami masyarakat yang ‘colong start mudik’ merupakan para pekerja informal. Mereka pulang ke kampung halamannya lantaran sudah sulit mencari nafkah di Jakarta dan sekitarnya.

“Sebagian besar yang mudik ini adalah pekerja sektor informal yang kehilangan pendapatannya di Jakarta,” ucapnya.

Oleh karena itu, Jokowi meminta, program jaring pengaman sosial cepat diterapkan. Jokowi ingin seluruh sektor informal termasuk UMKM mendapatkan insentif ekonomi yang sudah disiapkan.

Kajian diharapkan akan selesai dalam 2 hari mendatang dan akan diumumkan langsung oleh Jokowi.

Galang Belum Ketemu, Tim SAR Gabungan Maksimalkan Pencarian

BOGORDAILY – Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap Galang Ramdhan Gishan (10) seorang anak laki-laki yang terseret arus Kali Ciliwung tepatnya di daerah Kampung Sukamulya, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat masih belum juga ditemukan.

Kurang lebih 100 personil Tim SAR gabungan terlibat dalam melakukan pencarian Galang Ramdhan Gishan usia 10. Galang terseret arus Kali Ciliwung tepatnya di daerah Kampung Sukamulya, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Tim penyelamat terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, BPBD Kota Bogor, Tagana Kota Bogor, PMI Kota Bogor, Sakti, Polmas Bogor Raya, Damkar Kab. Bogor, BPBD Kab. Bogor, Satgas Ciliwung, Kec. Bogor Timur, Kel. Baranangsiang, JKU Polmas, Sintas, Squad Rescue, Regaci, Ukhuwah Al-Fatah Rescue, Relawan Bogor Raya, dan Komunitas Ciliwung Depok (KCD).

“Seluruh personil SAR gabungan sudah melakukan pencarian secara optimal dan maksimal dari tadi pagi hingga sore ini namun korban belum kami temukan, tetapi pencarian tetap dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada.” Tegas Hendra Sudirman, S.E., M.Si., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SMC (SAR Mission Coordinator).

Hendra mengatakan, pencarian telah dilakukan secara maksimal dimana pada SRU pertama melakukan penyisiran menggunakan rafting boat dari lokasi kejadian hingga Jembatan Lap.Sempur sejauh 3 KM, SRU kedua melakukan penyisiran menggunakan rafting boat dari Jembatan Lap. Sempur sampai Jembatan Delima Jaya sejauh 4 KM, kemudian melakukan penyisiran secara visual melalui jalur darat dari lokasi kejadian hingga Delima Jaya sejauh 7 KM.

Diketahui korban bersama dengan 5 (lima) orang temannya sedang asyik bermain di pinggir kali pada minggu (29/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban kemudian bersama satu temannya melompat ke dalam kali untuk berenang namun dikarenakan pada saat itu arus cukup deras sehingga korban meminta pertolongan dan melambaikan tangan, satu teman korban berhasil diselamatkan tetapi korban sudah terbawa arus.
Hingga ini pencarian akan dilakukan dengan pemantauan visual di sekitar lokasi kejadian dan penyisiran akan dilanjutkan esok hari pada Selasa (31/3). (*/humas kantor pencarian dan pertolongan jakarta/bdn)

Jumlah Kasus Kematian Akibat Corona jadi 15 Orang di Bogor

BOGOR DAILY- Dinas Kesehatan Bogor menyatakan jumlah angka kematian akibat virus corona bertambah empat orang pada Senin (30/3). Penambahan kematian tersebut berasal dari dua orang yang positif terinfeksi virus corona dan dua pasien dalam pengawasan (PDP).

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno yang merupakan Juru Bicara Pemerintah Kota Bogor untuk Siaga Corona menyebutkan dengan penambahan tersebut, jumlah kasus meninggal dunia akibat infeksi virus corona di Bogor naik menjadi 15. Kasus tersebut berasal dari empat orang yang positif terinfeksi virus corona dan 11 orang PDP.

Selain melaporkan kasus kematian, ia juga menyatakan terdapat penambahan delapan infeksi virus corona menjadi 18 kasus.

“Empat kasus di antaranya meninggal dunia, sehingga dalam perawatan di Rumah Sakit saat ini ada 14 kasus,” katanya, Selasa (31/3).

Kemudian, untuk PDP jumlah tidak bertambah dan bahkan berkurang satu. Pasalnya, pada Minggu (29/3) kemarin tercatat 47 kasus, dan pada Senin hari ini tercatat 46 kasus.

Dari jumlah tersebut, enam kasus dinyatakan selesai dan 11 kasus meninggal dunia, sehingga PDP dalam pengawasan ada 29 kasus.

Menurut Retno, dari 11 kasus PDP yang meninggal dunia, semuanya telah menjalani tes Swab untuk mendeteksi virus corona. Tapi sampai saat ini belum ada hasilnya.

Saat ini tes masih menunggu hasil laboratorium dari Litbangkes Kementerian Kesehatan. Kasus PDP yang pertama meninggal dunia di Kota Bogor, pada Senin (23/3).

Sedangkan, warga Kota Bogor yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), pada Senin hari ini jumlahnya menjadi 654 orang, yakni meningkat 16 orang dibandingkan sehari sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 224 ODP dinyatakan selesai pemantauan, sehingga ODP dalam pemantauan jumlahnya ada 430.

Kantor PT. Ayamaru Sertifikasi Dibobol Maling, Rp82 Juta Raib

BOGOR DAILY – Sejumlah uang Rp82 juta rupiah milik PT. Ayamaru Sertifikasi, yang berlokasi di Komplek Rumah Toko, Braja Mustika, B-11, Lantai satu, Jalan Dr Sumeru, RT 02/01, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, raib digondol maling.

Aksi pencurian itupun diketahui oleh Office Boy PT. Ayamaru Sertifikasi, Kusnadi, saat hendak membersihkan ruangan kantor. Tiba-tiba, di ruangan kantor tersebut berantakan, dirinyapun langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada atasanya.

“Jam 7:00 WIB, saya pas mau bersih-bersih melihat sejumlah ruangan berantakan. Saat pintu saya buka, kondisi ruangan kantor yang berada di depan sudah berantakan,” katanya kepasa wartawan, Senin (30/3/2020).

Dirinya juga bersama rekan kerjanya setelah mengetahui kejadian tersebut, langsung melaporkan kejadiannya kepada atasannya melalui grup WhatsApp.

“Saya sama teman takut disalahkan,
Kemudian kami langsung foto semua ruangan yang posisinya berantakan, di share ke gurp WhatsApp kantor dan langsung menghubungi petugas Polsekta Bogor Barat,” jelasnya.

Menurutnya, setelah melaporkan hal tersebut kemudian datang petugas Polsekta Bogor Barat, yang berjumlah sekitar enam orang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Tadi ada anggota polisi yang langsung olah TKP mas,” tukasnya.

Sedangkan menurut Direktur Utama PT. Ayamaru Sertifikasi, Akhmad (56), kerugian dari aksi pembobolan tersebut ditotal sebanyak Rp82 juta. “Setelah diperiksa semuanya, total sekitar Rp82 juta,” singkatnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolsek Bogor Barat, Kota Bogor, Kompol Sundarti, membenarkan, bahwa PT. Ayamaru Sertifikasi, yang berlokasi di Komplek Rumah Toko, Braja Mustika, B-11, Lantai satu, Jalan Dr Sumeru, RT 02/01, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor telah dibobol maling.

“Benar di, itu bukan perampokan iah tapi pencurian atau pembobolan, saat ini ditangani oleh Polresta Bogor Kota,” tukasnya, saat dihubungi Bogordaily.net melalui WhatsAppnya. (Andi).