Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8363

Kabar Gembira!! Satu Pasien Positif Korona di Kabupaten Bogor Sembuh

BOGOR DAILY – Satu pasien yang terpapar positif Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor dinyatakan sembuh. Hal itupun diungkapkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Ia mengatakan, pasien sembuh yang berdomisili di Gunung Putri yaitu seorang laki-laki berusia 30 tahun dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta, yang merupakan Paramedis kesehatan dalam penanganan Covid-19.

“Ia yang sembuh domisilinya di Gunung Putri, dinyatakan sembuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Bogor, dr Kusnadi, menyebutkan, bahwa pasien sembuh yang berdomisili di Gunungpitri sudah dinyatakan sembuh, akan tetapi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium akhir.

“Saya sudah konfirmasi, nunggu hasil lab terkhir. Pasen ini alhamdulillah kondisi stabil, hasil lab kedua negatif. Besok kita tanya ke pusat lab,” singkatnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Bogor sendiri ada sebanyak tujuh orang yang positif terpapar Virus Korona, tiga orang warga Bojonggede satu meninggal, dua warga Gunung Putri satu dinyatakan sembuh, Satu Warga Cibinong, satu warga Cileungsi, dan satu warga Parung Panjang.

Artinya, untuk saat ini yang masih menjalani isolasi pasien positif Covid-19 ada lima orang. Di samping itu, Pemkab Bogor mencatat ada 378 orang dalam pemantauan (ODP), 132 di antaranya sudah selesai dipantau, dan 101 pasien dalam pengawasan (PDP), 30 di antaranya sudah selesai diawasi. (Andi).

Bogor Bersiap Lockdown, Bupati: Jakarta Lockdown, Kita Juga Lockdown

0

BOGORDAILY – Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor meminta agar Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, agar segera menerapkan sistem Lockdown. Hal itu bertujuan untuk menekan pandemi Virus Korona atau Covid-19 khusunya di wilayah Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, dirinya sudah membahas terkait permasalahan Pandemi Virus Korona dengan Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim. Salah satunya membahas sistem Lockdown khusunya di Bogor.

“Hari ini saya bertemu dengan wakil Walikota Bogor. Kita bicara hari ini wilayah kota dan Kabupaten Bogor yang satu koneksi. Jadi apapun yang dilakukan kota pasti sangat berimbas. Intinya kami meminta Jakarta segera Lockdown,” katanya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Menurut politisi PPP ini, jika Bogor Kota dan Kabupaten menerapkan sistem Lockdown, maka aktifitas masyarakat menuju Jakarta akan tetap membludak. Karena, kebanyakan masyarakat Bogor khusunya banyak bekerja di Jakarta.

“Saya meminta Jakarta agar lockdown ini, jika lockdown di Jakarta pasti akan berimbas ke daerah lainnya, bisa menekan jumlah positif juga. Kalau Jakarta Lockdown, pasti kami juga siap,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim, sangat setuju dengan apa yang dibilang oleh Bupati Bogor, Ade Yasin. Karena, tingkat ketergantungan masyarakat kota dan Kabupaten Bogor ini sangat tinggi ke DKI Jakarta.

“Catatan paling penting adalah DKi ini banyak penyebaran, kalau DKI tidak melakukan pembatasan pasti kita juga akan sepakat dan sebaliknya kalau sistem Lockdown ini di DKI diterapkan, kita juga sepakat. Artinya, semua langkah harus terpadu kordinasi dengan baik,” singkatnya. (Andi)

Bocah 10 Tahun di Bogor Hanyut Terbawa Arus Kali Ciliwung

BOGOR DAILY – Hendak mandi di Kali Ciliwung, bocah berinisial G (10) hanyut terbawa arus Kali Ciliwung, Kampung Sulamulya, RT 03/03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Timur, AKP Wagiman, mengatakan, peristiwa bocah hanyut baru diketahui pada pukul 11:30 WIB.

“Korban G usia 10 tahun merupakan warga Babakan Asem RT 02/04 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, saat dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu (29/3/2020).

Wagiman sapaan akrabnya menjelaskan. Sebelumnya, korban G bersama ke empat temannya hendak mandi di Kali Ciliwung. Akan tetapi, kondisi air menjadi meluap, ke empat temannya berhasil ke pinggir sungai, akan tetapi G terbawa arus yang deras.

“Korban G loncat bersama teman temannya dari pinggir kali, saat itu teman temannya yang sama-sama loncat berhasil ke pinggir kali, sedangkan korban G terbawa arus sungai kali Ciliwung,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya sedang mengumpulkan informasi yang merupakam saksi di lokasi kejadian, yaitu Dinar (27) dan teman korban bernama Azam (10).

“Saat ini sedang dilakukan pencarian, kami sudah kordinasi dengan BPBD Kota Bogor, agar segera mungkin korban bisa ditemukan,” tukasnya. (Andi)

Pemkab dan Pemkot Bogor Minta DKI Segera Lockdown

BOGOR DAILY – Pemerintah Kabupaten dan Kota Bogor meminta agar Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta segera menerapkan sistem Lockdown. Hal itu bertujuan untuk menekan pandemi Virus Korona atau Covid-19 khusunya di wilayah Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, dirinya sudah membahas terkait permasalahan Pandemi Virus Korona dengan Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim. Salah satunya membahas sistem Lockdown khusunya di Bogor.

“Hari ini saya bertemu dengan wakil Walikota Bogor. Kita bicara hari ini wilayah kota dan Kabupaten Bogor yang satu koneksi. Jadi apapun yang dilakukan kota pasti sangat berimbas. Intinya kami meminta Jakarta segera Lockdown,” katanya kepada wartawan, Minggu (29/3/2020).

Menurut politisi PPP ini, jika Bogor Kota dan Kabupaten menerapkan sistem Lockdown, maka aktifitas masyarakat menuju Jakarta akan tetap membludak. Karena, kebanyakan masyarakat Bogor khusunya banyak bekerja di Jakarta.

“Saya meminta Jakarta agar lockdown ini, jika lockdown di Jakarta pasti akan berimbas ke daerah lainnya, bisa menekan jumlah positif juga. Kalau Jakarta Lockdown, pasti kami juga siap,” tukasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim, sangat setuju dengan apa yang dibilang oleh Bupati Bogor, Ade Yasin. Karena, tingkat ketergantungan masyarakat kota dan Kabupaten Bogor ini sangat tinggi ke DKI Jakarta.

“Catatan paling penting adalah DKi ini banyak penyebaran, kalau DKI tidak melakukan pembatasan pasti kita juga akan sepakat dan sebaliknya kalau sistem Lockdown ini di DKI diterapkan, kita juga sepakat. Artinya, semua langkah harus terpadu kordinasi dengan baik,” singkatnya. (Andi).

Waketum Gerindra Sebut Pemerintah Anggap Remeh Penyebaran Virus Corona

0

BOGORDAILY – Sudah lebih dari dua minggu lamanya, pandemi Covid-19 mewabah dan malah semakin masif saja laju penularannya di Indonesia. Namun belum ada tanda-tanda kapan virus corona ini akan berakhir.

Mensikapi hal itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra, DR. Ferry Juliantono mengatakan, ketika pemerintah dari awal tidak memiliki skenario dan bahkan menganggap remeh soal penyebaran virus Covid-19, rakyat sebenarnya tahu akan akibatnya.

Menurut Ferry yang juga pimpinan di Pengurus Pusat Dekopin, ketika langkah penanganan dampak ekonominya juga kurang tepat maka rakyat juga tahu siapa yang jadi korban.

“Menghadapi lockdown atau apapun namanya yang akan diputuskan pemerintah, kita semua harus bersama rakyat memberi suluh dan kepemimpinan agar tidak terjadi kekacauan”, tegas Ferry. (bdn)

Disperdagin Kabupaten Bogor: Seluruh Pasar Modern dan Tradisional Tetap Buka

BOGOR DAILY – Beredarnya informasi akan adanya penutupan sementara pasar tradisional dan pasar modern di seluruh pasar di Kabupaten Bogor dibantah oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Nuradi.

Mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini menegaskan, bahwa semua pasar Modern dan Tradisional yang ada di Bumi Tegar Beriman akan tetap beroperasi, meski ditengah pandemi Virus Korona atau Covid-19 ini.

“24 pasar tradisional yang berada di bawah naungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Pasar Tohaga tetap beroperasi seperti biasa. Namun, protokol kesehatan kita kedepankan kepada para pedagang. Dengan menyiapkan hand sanitizer, sarung tangan karet juga kita imbau agar dipakai pedagang,” katanya dalam pesan WhatsAppnya, Minggu (29/3/2020).

Nuradi juga memastikan, stok sembako sejauh ini dan diprediksi hingga ramadan masih cukup aman, meski ada beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga.

Sementara harga sembako lainnya, cenderung stabil. Hanya gula pasir yang ikut mengalami kenaikan harga, dari pekan sebelumnya Rp14 ribu per kilogram, pekan ini menjadi Rp17 ribu per kilogram.

Untuk komoditi lain, seperti cabe keriting justru alami penurunan harga dari pekan lalu Rp70 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram pekan ini.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengatakan, bahwa pihaknya tidak memberlakukan pembatasan jam operasional di pasar tradisional meski pemerintah memberlakukan kebijakan social distancing.

“Operasional pasar tetap berjalan seperti biasa, pasar tidak bisa serta merta ditutup, pedagang juga sudah kami berikan hand sanitizer. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir ketika belanja di pasar,” singkatnya. (Andi).

Hajatan di Katulampa Disetop Muspika

BOGOR DAILY – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Bogor Timur, Kota Bogor, menyetop hajatan di Kampung Katulampa, RT 03/14, Kelurahan Katulampa. Hal tersebut merupakan tindak lanjut adanya laporan warga yang akan menggelar hajatan di tengah pandemi Virus Korona atau Covid-19.

Kapolsek Bogor Timur, AKP Wagiman, mengatakan, pihaknya pada Sabtu (28/3/2020) malam bersama Muspika Bogor Timur melakukan kunjungan ke rumah yang akan melaksanakan resepsi pernikahan pada hari ini, Minggu dan Senin (29-30/3/2020).

“Pertama kami dapat laporan dari warga, bahwa akan ada resepsi pernikahan di Kelurahan Katulampa, yaitu sodara Wahyu (30), hal itu langsung ditindaklanjuti oleh kami, dan memberikan arahan untuk diberhentikan resepsi pernikahannya,” katanya kepada Bogordaily.net melalui telpon selulernya, Minggu (29/3/2020).

Akan tetapi orang tua dari Wahyu ini lanjut Wagiman, bersikukuh akan tetap melaksanakan resepsi pernikahan anaknya. Karena, beralasan surat undangan jauh-jauh hari sudah di sebar olehnya.

“Tapi, yang bersangkutan tidak mau dan akan tetap melaksankan resepsinya. Karena, undangan sudah diedarkan. Kami bersama unsur Muspika pun langsung melakukan peninjauan lokasi dan berbicara dengan baik-baik, dan mensosialisasikan bahwa untuk sementara tidak ada resepsi dulu,” jelasnya.

Setelah melakukan sosialisasi beberapa jam. Akhirnya, Wagiman menjelaskan, pihak keluarga perempuan dan laki-laki tersebut menyepakati kesepakatan untuk tidak diadakan resepsi pernikahan, dan hanya akad saja dilaksanakannya.

“Alhamdulillah, beberapa jam kemudian dua keluarga yang akan melakukan resepsi pernikahan itu menyepakati, bahwa tidak akan ada resepsi hanya akad saja,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembubaran atau larangan adanya kerumunan massa itupun salah satunya resepsi pernikahan atas intruksi dari Kapolri Jenderal Idham Azis yang menerbitkan Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 terbit pada 19 Maret lalu.

“Maklumat itu disebarkan untuk tidak ada sementara ini perkumpulan massa, jalam jumlah banyak salah satunya resepsi pernikahan ini, saya menghimbau, untuk saat ini jangan dulu diadakan resepsi pernikahan di tengah merabaknya wabah Virus Korona,” tukasnya.

Tampak terlihat dalam foto, persiapan dekorasi untuk resepsi pernikahan tampak sudah siap, baik dari panggung tenda dan yang lainnya juga. (Andi).

Ciomas Hills Cegah Corona, Cek Suhu dan Semprot Desinfetan bagi Warga & Tamu yang Berkunjung

BOGORDAILY – Banyak upaya yang dapat kita lakukan ditengah Pandemi Virus Corona atau Covid 19, yang semakin tinggi tingkat penyebarannya khususnya di wilayah Bogor. Selain dengan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan melakukan penyemprotan desinfektan dan cek suhu tubuh.

Setelah sukses beberapa hari kemarin menggelar kegiatan penyemprotan ke seluruh rumah, kendaraan dan fasum di wilayah Perumahan Ciomas Hills khususnya Cluster Pangrango. Niko Santoso Humas warga RT 04 RW 01 Perumahan Ciomas Hills, Desa Sukamakmur Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor menjelaskan langkah ini diambil setelah berdiskusi dengan Bapak Rudi Ketua RT 04 RW 01, tokoh masyarakat, pengurus DKM Masjid Baiturrahman dan warga yang berada di Cluster Pangrango Ciomas Hills.

“Mulai hari Minggu ini (29/3/20). Digerbang Cluster Pangrango kami lakukan cek suhu tubuh dengam alat termo scanner dan penyemprotan desinfektan kepada para tamu yang berkunjung maupun warga Perumahan Ciomas Hills yang akan pulang kerumahnya setelah bepergian keluar wilayah.” tegas Niko.

Antusias dan bahu membahu warga secara swadaya melakukan dan mengerjakan proses ikhtiar dalam langkah mencegah penyebaran Virus Corona ini tercermin dari kegiatan yang sedang berjalan ini.

Niko juga berharap, kedepan permasalahan penyebaran Virus Corona dapat terselesaikan dengan baik, membantu Pemerintah dalam menekan jumlah penyebaran infeksi Virus Corona dengan berbagai macam usaha.

“Terimakasih kepada para semua warga Ciomas Hills yang sudah berperan aktif dalam kegiatan ini, membantu memberikan semangat, dukungan moril dan dukungan meteriil sehingga kegiatan penyemprotan desinfektan berjalan dengan baik.” Ungkap Niko.

“Mau masuk ke Ciomas Hills, pastikan anda dalam keadaan sehat, kami berlakukan S.O.P pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan desinfektan, Ayo Bersama Lawan Corona.” Pungkas Niko Santoso. (red-bdn).

Lawan Covid-19, ProDem Bogor Edukasi PKL De’pris

BOGORDAILY – Peduli terhadap keselamatan manusia di muka bumi ProDem Bogor dibantu Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) Bogor, membagikan masker serta Sanitizer kepada pedagang dan penguna jalan di kawasan De’prist Jl. Mantarena, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor, Sabtu (28/3/20) malam.

Aktivis ProDem Bogor Sunandar, biasa disapa Yuyuy, mengungkapkan Indonesia saat ini sedang dilanda wabah virus Corona. Bogor termasuk salah satu daerah yang ditetapkan sebagai zona merah. Pihaknya juga menilai antisipasi serta penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah berjalan lambat, sehingga masyarakat banyak yang menjadi korban.

Aktivis ProDem bersama Komunitas Penyayi Jalanan (KPJ) Bogor membagikan masker, sanitzer kepada PKL De’rist, Sabtu (28/3/20) malam.

“Lebih cepat penyebaran virus dibanding antisipasi,” terang Yuyuy.

Kurangnya kesiapan dan juga kurangnya kepedulian pemerintah, dalam memberi perlindungan terhadap warganya, terutama kepada rakyat kecil, menggerakkan ProDem Bogor untuk menghelat aksi bagi-bagi masker, hand sanitiser serta mengedukasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jembatan Merah.

Terlihat para pedagang begitu antusias dan bersyukur mendapatkan pembagian masker, hand sanitizer dan edukasi dari para aktivis ProDem Bogor. Hal itu membuktikan harapan yang tinggi dari masyarakat supaya bisa mendapatkan bantuan berupa bahan, alat serta edukasi/petunjuk dalam menghadapi wabah virus Corona yang sedang melanda.

Aktivis ProDem bersama Komunitas Penyayi Jalanan (KPJ) Bogor membagikan masker, sanitzer kepada PKL De’rist, Sabtu (28/3/20) malam.

Biasanya saat berjualan, para PKL tidak mempersiapkan diri dengan kelengkapan yang memadai. Saat berjualan mereka tigak mengenakan masker atau menjaga jarak sosial dengan pembeli, serta tidak tersedianya cairan pembersih kuman.

melakukan kegiatan dagangnya tanpa memakai masker dan juga tdk tersedianya hand sanitiser ditempat dagangannya,
“Kondisi darutat di tengah masyarakat membuktikan kurangnya edukasi dan bantuan pihak pemerintah.

Pada kesempatan ini Yuyuy menyampaikan ProDem Bogor meminta kepada Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor agar segera melakukan tindakan menyelamatkan warga Bogor tanpa perbedaan dari pandemi Covid19 atau dari serangan virus Corona.

“ProDem Bogor menyatakan rasa keprihatinan yang mendalam, atas tragedi kemanusiaan yang terjadi karena kurangnya kepedulian pemerintah pusat maupun pemerintah daerah kepada rakyatnya.” papar Yuyuy. (bdn)

Rapid Tes di GOR Pajajaran, 3 Positif

BOGOR DAILY-Pelaksanaan tes cepat (rapid test) untuk mendeteksi virus corona (Covid-19) oleh Pemerintah Kota Bogor di halaman Gelanggang Olah Raga (GOR) Pajajaran Kota Bogor, Sabtu (28/3).

Rapid test yang diikuti 145 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) menghasilkan tiga kasus positif dan 142 lainnya negatif.

Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, terhadap orang berstatus ODP yang hasil tesnya negatif dipersilakan kembali ke rumah masing-masing. Namun, terhadap tiga orang positif akan dilakukan tes lanjutan yakni tes swab di RSUD Kota Bogor untuk mengetahui hasil lebih lanjut.

“Kepada ODP yang hasil tesnya positif juga akan dilakukan pelacakan (tracking) untuk mengetahui peta penyebaran kasus corona,” katanya.

Ade Sarip mengatakan pelacakan tersebut dilakukan dengan bertanya kepada ODP positif, selama 14 hari terakhir memiliki riwayat bepergian kemana saja dan bertemu siapa saja.

“Dari hasil itu bisa dipastikan jumlah ODP akan bertambah lagi,” katanya.

Pelaksanaan tes cepat dilakukan petugas dari Dinas Kesehatan Kota Bogor itu dengan metode peserta tidak turun dari kendaraannya alias drive thru. Ada dua jenis kendaraan yang digunakan peserta yakni mobil dan sepeda motor. Karena itu, dibuat dua jalur yakni jalur mobil dan jalur sepeda motor.

Baik jalur mobil dan jalur motor masuk ke lokasi tes melalui Jalan Ahmad Yani. Sampai di lokasi tes, peserta tidak perlu turun dari kendaraan, tapi petugas pelaksana tes yang menghampiri ke kendaraan, mengukur suhu tubuh dengan thermo gun dan mengambil sampel darah. Peserta menunggu sekitar 15 menit sudah diketahui hasilnya.

Sementara itu, data terbaru di Dinas Kesehatan Kota Bogor untuk pemetaan corona menyebutkan, sampai Sabtu pukul 14:00 WIB orang berstatus ODP jumlahnya 618 orang—di mana yang masih dalam pemantauan ada 517 orang, dan yang sudah selesai 101.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 41 orang, selesai enam orang, masih dalam pengawasan rumah sakit 27 orang, serta meninggal dunia delapan orang.

“Dari delapan orang yang meninggal dalam status PDP sudah dilakukan tes swab, tapi hasilnya belum keluar dari Litbangkes Kementerian Kesehatan,” kata Ade.

Kemudian, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 jumlahnya delapan orang, dan dari jumlah itu meninggal dunia dua orang sehingga masih dirawat di rumah sakit ada enam orang.

Sementara itu, data pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dalam aplikasi PIKOBAR, hingga Sabtu, 28 Maret 2020, pukul 11.30 WIB, menyebutkan, total kasus positif Covid-19 ada 119 kasus dari sebelumnya 98 kasus.

Dari jumlah tersebut, jumlah yang meninggal dunia naik tiga orang menjadi 17 orang dari sebelumnya 14 orang. lima sembuh dan 97 positif lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit.

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) seluruhnya baik lagi menjadi 5419 dari sebelumnya 4.729 orang. Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) corona seluruhnya naik lagi menjadi 664 pasien dari sebelumnya 644 pasien.