Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8362

PD Pasar Tohaga Luncurkan Program Mitoha

BOGOR DAILY – Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga, Kabupaten Bogor akan meluncurkan Program Mitoha. Ini menyusul adanya rencana lockdown atau karantina wilayah yang saat ini tengah dibahas pemerintah pusat dan daerah.

Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengatakan, jika kebijakan lockdown diambil, maka sejumlah pasar pun mau tak mau akan tutup.

“Masifnya penyebaran covid-19, keberadaan pasar tradisional menjadi sorotan. Kemungkinan pasar ditutup total sangat kecil, walaupun berita karantina wilayah sudah santer dimana mana,” katanya dalam pres rilis yang diterima Bogordaily.net. Minggu (29/3/2020).

Ia menjelaskan, pertimbangan itu sangat jelas, masyarakat akan kehilangan arah jika tempat penyedia kebutuhan pangan mereka tidak ada.

“Mencoba memperpendek mata rantai keramaian, Tohaga merilis Mitoha, singkatan dari Mitra Tohaga yang menginformasikan kontak pedagang pangan harian yang bisa online dihubungi warga, dan mengantarkan kebutuhan pangan ke rumah-rumah warga,” jelasnya.

Haris sapaan akrabnya juga mengungkapkan, bahwa program semi e-commerce ini diluncurkan mengingat situasi darurat yang sedang dihadapi Kabupaten Bogor. Apalagi, anjuran dari pemerintah untuk dirumah saja sedikit kontradiktif dengan situasi real Pasar yang masih ramai setiap hari nya.

“Saat ini baru pasar pasar besar yang sudah menerapkan sistem online ini, sisanya menyusul di tiga hari mendatang, target kami semua pasar bisa menjalankannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam waktu dekat Tohaga akan menyediakan Wastafel Portable di titik titik gerbang pasar. Tujuan nya agar warga pasar, mulai dari pengelola, pengunjung, dan pembeli lebih sering cuci tangan untuk meminimalisir penularan Covid-19.

“Kami bekerjasama dengan pihak terkait agar wastafel portabel ini bisa tersedia di tiap pasar. Besok fix Pasar Cibinong, Cileungsi, Cigudeg dan Cisarua dipasang wastafel portable,” tukasnya. (Andi).

Kabupaten Bogor Panen Raya Padi

BOGOR DAILY- Kementerian Pertanian (Kementan) terus membantu peningkatan produksi beras di Kabupaten Bogor. Di antaranya melalui terobosan dengan menerapkan program peningkatan produksi dan produktivitas Padi Inbrida yang sudah dilakukan dari tahun sebelumnya.

“Oleh karena itu, produksi dan ketersediaan beras di Kabupaten Bogor di tengah pandemi Corona atau Covid 19 ini, tidak perlu dikhawatirkam. Produksi padi kita aman, petani di bulan Maret hingga Mei melakukan panen,” demikian dikatakan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Siti Nurianty, Minggu (29/3/2020).

Siti menyebutkan luas panen padi Kabupaten Bogor bulan Maret 2020 mencapai 12.977 hektar dengan produksi 42.450 ton, bulan April seluas 11.006 hektar produksinya mencapai 39.030 ton dan luas panen di bulan Mei 5.366 hektar dengan perkiraan produksi sebesar 19.024 ton.

“Total perkiraan produksi padi dari Maret hingga Mei 2020 sebesar 100.504 ton. Kebutuhan selama wabah Corona kita pastikan bisa dipenuhi sendiri,” terangnya.

Siti menambahkan budidaya Padi Inbrida tahun lalu di lahan 1.000 hektar dan budidaya Padi Inbrida sebagai pengganti benih padi bersubsidi berupa sarana produksi benih seluas 17 ribu hektare yang tersebar di 889 kelompok tani.

“Dari program Kementan ini, kami optimis Bumi Tegar Beriman segera mencapai swasembada pangan lokal. Tahun lalu, Kabupaten Bogor mampu memproduksi 353.150 ton beras dari luas panen 85.966 hektare,”

Selanjutnya, kata Siti, terjaminnya ketersediaan beras di Kabupaten Bogor juga dapat dijamin karena sejak 2017 Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mengoptimalkan 5.186 hektare areal persawahan. Kini program optimalisasi sawah di tiga kecamatan yakni Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur mulai terbukti dengan tingginya produktivitas padi di Kabupaten Bogor.

“Tiga kecamatan ini disiapkan untuk menyukseskan pertanian yang maju, mandiri dan modern karena sebagai sumber penghasil gabah utama. Meskipun, secara keseluruhan, beras petani lokal hanya mampu memenuhi 61 persen kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan sesuai arahan Mentan SYL agar selalu menjaga kesehatan, cuci tangan dengan sabun, melakukan social distancing dan ikuti anjuran pemerintah, tetap semangat meningkatkan produksi guna memasok pangan secara cukup bagi penduduk.

Oleh karena itu, ia memastikan stok pangan khusus beras di Kabupaten Bogor di tengah situasi pandemi Corona ini aman. Bahkan, lanjutnya, ketersediaan beras untuk Jawa Barat pun dipastikan tak berpengaruh.

“Geliat panen di Kabupaten Bogor kita apresiasi di tengah wabah virus corona (Covid-19) ini. Petani panen raya mulai bulan Maret sampai Mei, sehingga stok beras selalu tersedian. Oleh karena itu, tidak perlu dikhawatirkan ketersediaan stok pangan sampai dengan bulan April bahkan Mei 2020 khususnya beras,” tegasnya.

Perlu diketahui, tahun lalu Kabupaten Bogor mampu memproduksi 353.150 ton beras dari luas panen 85.966 hektar. Kemudian, pada Maret hingga April 2020 ini, kabupaten yang ada di Jawa Barat melakukan panen raya padi. Pada bulan April Majalengka akan panen 27 ribu hektar, Cianjur 26 ribu hektar dan Subang 26 ribu hektar dan Indramayu seluas 10.573 hektar. (*)

SUMBER: INDOPOS

Desa Neglasari, Dramaga Gotongroyong, Semprot Korona

0

BOGORDAILY – Warga Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga bergotongroyong melakukan penyemprotan disinfektan, untuk mencegah mewabahnya virus korona.

Aksi itu, sesuai surat edaran bupati mengenai tanggap darurat pencegahan penyebaran covid 19 atau virus korona.

Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana bersama para pengurus wilayah, BPD, RT/Rw, kader posyandu, pkk, dan karang taruna bersama warga mengadakan penyemprotan disinspektan secara serentak.

“Aksi ini sebagai upaya mengantisipasi virus korona di wilayah kami,” kata Kades Neglasari, Yayan Mulyana.

Sementara itu Camat Dramaga, Ivan Pramudya Menghimbau untuk semua kades di wilayah nya melakukan penyemprotan Disinfektan.

“Guna menekan penyegaran covid 19. Semuanya harus bergerak,” katanya (*)

Cuaca Tidak Mendukung Pencarian Bocah 10 Tahun di Bogor Dihentikan

BOGOR DAILY – Akibat curah hujan dan aliran Kali Ciliwung semakin deras, serta kondisi semakin gelap, membuat pencarian bocah 10 tahun yang hanyut terbawa arus Kali Ciliwung, Kampung Sulamulya, RT 03/03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor terpaksa dihentikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Priyatnasyansah, mengatakan, BPBD Kota Bogor untuk sementara ini memberhentikan pencarian terhadap bocah 10 tahun yang hanyut di Kali Ciliwung karena faktor cuaca.

“Kita hentikan dulu saat ini, soalnya kondisi cuaca dan aliran Kali Ciliwung semakin deras, apalagi kondisi semakin gelap menjadi salah satu faktor sulitnya mencari korban,” katanya kepada Bogordaily.net, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp nya, Minggu (29/3/2020).

Priyatnasyansah juga menjelaskan, pencarian akan kembali dilakukan pada esok Senin (30/3/2020), pada pukul 8:00 WIB. “Besok dilanjut jam 8 pagi,” tukasnya.

Sebelumnya, bocah berinisial G (10) hanyut terbawa arus Kali Ciliwung, Kampung Sulamulya, RT 03/03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Timur, AKP Wagiman, mengatakan, peristiwa bocah hanyut baru diketahui pada pukul 11:30 WIB.

“Korban G usia 10 tahun merupakan warga Babakan Asem RT 02/04 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, saat dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu (29/3/2020).

Wagiman sapaan akrabnya menjelaskan. Sebelumnya, korban G bersama ke empat temannya hendak mandi di Kali Ciliwung. Akan tetapi, kondisi air menjadi meluap, ke empat temannya berhasil ke pinggir sungai, akan tetapi G terbawa arus yang deras.

“Korban G loncat bersama teman temannya dari pinggir kali, saat itu teman temannya yang sama-sama loncat berhasil ke pinggir kali, sedangkan korban G terbawa arus sungai kali Ciliwung,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya sedang mengumpulkan informasi yang merupakam saksi di lokasi kejadian, yaitu Dinar (27) dan teman korban bernama Azam (10).

“Saat ini sedang dilakukan pencarian, kami sudah kordinasi dengan BPBD Kota Bogor, agar segera mungkin korban bisa ditemukan,” tukasnya. (Andi).

Oow…!! Perbatasan Cianjur- Bogor Sudah Diblokade Polisi, Mobil Luar Cianjur Dilarang Masuk

0

BOGORDAILY – Kabupaten Cianjur sudah melakukan blokade di perbatasan wilayah. Sejumlah petugas kepolisian meminta kendaraan yang hendak menuju Cianjur untuk memutar balik.

Upaya itu merupakan langkah pencegahan penyebaran virus Corona-19 (COVID-19) dengan melakukan pembatasan kendaraan dari luar daerah yang hendak berwisata ke Cianjur.

“Penyekatan di perbatasan upaya dan langkah antisipasi sejak dini. Artinya pencegahan penyebaran virus kini sedang marak,” kata Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto melalui Kanit Laka Polres Cianjur Iptu Iwan Hendi, kepada wartawan, Minggu (29/03/2020).

Ia menghimbau kepada wisatawan yang datang dari luar daerah Cianjur agar kembali lagi ke daerah asalnya, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Sebagaimana himbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja beraktivitas,” ujar Iptu Iwan.

Ia mengatakan meskipun belum ditemukan kasus warga positif terjangkit virus Corona-19 (COVID-19) di Cianjur, penyekatan sejumlah kendaraan dengan plat luar di Kabupaten Cianjur merupakan bentuk peduli Polri kepada masyarakat ditengah wabah Covid-19.

“Tidak hanya itu jajaran Polsek setempat pun hal sama dilibatkan untuk melaksanakan penyekatan dan himbauan kepadan para pengendara plat (nopol) luar Kabupaten Cianjur, yang ingin memasuki kota santri,” ujarnya. (*)

Cuaca Tidak Mendukung, Pencarian Bocah 10 Tahun di Bogor Dihentikan

BOGOR DAILY – Akibat curah hujan dan aliran Kali Ciliwung semakin deras, serta kondisi semakin gelap, membuat pencarian bocah 10 tahun yang hanyut terbawa arus Kali Ciliwung, Kampung Sulamulya, RT 03/03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor terpaksa dihentikan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Priyatnasyansah, mengatakan, BPBD Kota Bogor untuk sementara ini memberhentikan pencarian terhadap bocah 10 tahun yang hanyut di Kali Ciliwung karena faktor cuaca.

“Kita hentikan dulu saat ini, soalnya kondisi cuaca dan aliran Kali Ciliwung semakin deras, apalagi kondisi semakin gelap menjadi salah satu faktor sulitnya mencari korban,” katanya kepada Bogordaily.net, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp nya, Minggu (29/3/2020).

Priyatnasyansah juga menjelaskan, pencarian akan kembali dilakukan pada esok Senin (30/3/2020), pada pukul 8:00 WIB. “Besok dilanjut jam 8 pagi,” tukasnya.

Sebelumnya, bocah berinisial G (10) hanyut terbawa arus Kali Ciliwung, Kampung Sulamulya, RT 03/03, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Kapolsek Bogor Timur, AKP Wagiman, mengatakan, peristiwa bocah hanyut baru diketahui pada pukul 11:30 WIB.

“Korban G usia 10 tahun merupakan warga Babakan Asem RT 02/04 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor,” katanya kepada Bogordaily.net, saat dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu (29/3/2020).

Wagiman sapaan akrabnya menjelaskan. Sebelumnya, korban G bersama ke empat temannya hendak mandi di Kali Ciliwung. Akan tetapi, kondisi air menjadi meluap, ke empat temannya berhasil ke pinggir sungai, akan tetapi G terbawa arus yang deras.

“Korban G loncat bersama teman temannya dari pinggir kali, saat itu teman temannya yang sama-sama loncat berhasil ke pinggir kali, sedangkan korban G terbawa arus sungai kali Ciliwung,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk saat ini pihaknya sedang mengumpulkan informasi yang merupakam saksi di lokasi kejadian, yaitu Dinar (27) dan teman korban bernama Azam (10).

“Saat ini sedang dilakukan pencarian, kami sudah kordinasi dengan BPBD Kota Bogor, agar segera mungkin korban bisa ditemukan,” tukasnya. (Andi).

Pengumuman!! Ini Rekayasa Lalulintas, Jika Kota Bogor Dilockdown

BOGOR DAILY – Rencana Lockdown yang saat ini masih dalam pembahasan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor nampaknya telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, untuk menyiapkan rekayasa lalu lintas. Hal tersebut jika Pemerintah Kota Hujan itu menerapkan sistem yang disebut karantina wilayah.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa alternatif jika kebijakan karantina wilayah atau lockdown itu diteraokan demi menekan penyebaran Virus Korona atau Covid-19.

“Kita diperintahkan untuk membuat gambaran umum perencanaan jika Kota Bogor, benar-benar lockdown. Karena, pimpinan melihat Kota Bogor dimungkinkan terjadi lockdownm tapi keputusan akhir ada di pimpinan,” katanya saat dihubungi Bogordaily.net, Minggu (29/3/2020).

Eko sapaan akrabnya menjelaskan, Dishub Kota Bogor, telah menyiapkan dua perencanaan baik mengantisipasi lockdown di pusat kota, maupun lockdown di seluruh wilayah Kota Bogor.

“Apabila keputusan lockdown pusat kota yang akhirnya dipilih, beberapa persimpangan jalan yang menuju pusat Kota Bogor akan dilakukan penyekatan arus lalu lintas,” jelasnya.

Ia menjelaskan juga, ada lima titik yang akan disekat nantinya. Yakni, Simpang Baranangsiang (menuju Tugu Kujang-SSA), Simpang Empang (menuju BTM/SSA), Simpang Jembatan Merah (dari Jl Merdeka-Jl Kapt Mulihat), Simpang Air Mancur (Jl Jend Sudirman-SSA) dan Simpang Pangrango (menuju SSA).

Akan tetapi, jika karantina seluruh wilayah Kota Bogor, maka titik-titik perbatasan yang akan difokuskan untuk dilakukan rekayasa dan pembatasan arus lalu lintas.

Yakni Simpang Baranangsiang (menuju Tugu Kujang/SSA), Simpang Empang (menuju BTM-SSA), Simpang Gunung Batu (menuju Jl Veteran), Simpang RSUD (menuju Jl Semeru/SSA), Simpang Air Mancur (menuju Jl Jend Sudirman/SSA), Simpang BORR (menuju Wr Jambu/SSA), Simpang Marwan (dari arah Pangrango/SSA), Simpang Ekalokasari (menuju Baranangsiang/SSA) dan U-turn Polsek Bogor Timur (menuju Baranangsiang/SSA).

“Jika terjadi, kita butuh 65 water barrier dan 27 personel. Sementara untuk full lockdown, kita butuh 130 water barrier, 9 rambu dan 52 personel,” tukasnya. (Andi)

Lagi, Polisi Bubarkan Pesta Pernikahan di Babakan Madang

BOGOR DAILY – Lagi, polisi bubarkan pesta pernikahan. Kali ini Anggota Polsek Babakan Madang melakukan pembubaran resepsi pernikahan yang sedang berlangsung, di Kampung Babakan Jengkol, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Babakan Madang, Kompol Silfia Sukma Rosa, mengatakan, dirinya sudah mengintruksikan kepada personil Bhabinkamtibmas untuk melakukan himbauan, ke masyarakat yang sedang melaksanakan resepsi pernikahan di tengah pandemik Virus Covid-19.

“Kegiatan yang dilakukan oleh Kapolsek Babakan Madang itu berdasarkan Maklumat Kapolri, terkait langkah antisipasi pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika dihubungi, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya, Bhabinkamtibmas Desa Sumur Batu yaitu Aiptu Herman Rozali pun melakukan himbauan, dengan membacakan Maklumat Kapolri dan turut membubarkan pesta resepsi pernikahan.

“Sebelum membubarkan acara resepsi pernikahan ini, tiga hari sebelumnya anggota kami Aiptu Herman Rozali telah memberikan himbauan, kepada keluarga pengantin agar mengundur waktu acara resepsi pernikahan putrinya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembubaran atau larangan adanya kerumunan massa itupun salah satunya resepsi pernikahan atas intruksi dari Kapolri Jenderal Idham Azis yang menerbitkan Maklumat Kapolri Mak/2/III/2020 terbit pada 19 Maret lalu. (Andi)

Devie P Sultani: Jaga Jarak Fisik Bukan Berarti Putus Silaturahmi

BOGORDAILY – Anggota Komisi IV Fraksi Nasdem DPRD Kota Bogor Devie P Sultani SE, bersama Tim DPS-nya dan Tim KK Ananda Toh pati, serta KNPI Kecamatan Bogor Barat melakukan penyemprotan Disinfektan dan membagikan makanan kepada team medis di lima kelurahan se Kecamatan Bogor Barat, Minggu (29/3/20).

Disampaikan Devie, pihaknya memberikan nasi box baso dan buah-buahan untuk team Medis di RSUD Kota Bogor. Bantuan indomie, telor susu untuk masyarakat di wilayah Tanah Sareal, pembagian Hand Sanitizer dan juga memberikan bantuan dua alat semprot untuk Kecamatan Bogor Barat.

Menurut Devie, kesadaran masyarakat sudah meningkat terhadap bahaya Covid-19. Karena itu mereka meminta supaya lingkungannya disterilisasi dengan disinfektan. Upaya tersebut menjadi cara memutus matarantai penyebaran Covid-19.

Tim Devie P Sultani (DPS), Tim KK Ananda Toh pati, serta KNPI Kecamatan Bogor Barat melakukan penyemprotan di lima kelurahan di Kecamatan Bogor Barat. Minggu (29/3/20).

Devie berjanji, pihaknya akan melakukan penyemprotan disifektan di enam kecamatan yang ada di Kota Bogor. Sebelumnya, kata Devie, Tim KK Ananda Toh Pati telah melakukan sterilisasi di sejumlah wilayah yang ada di Kecamatan Bogor Timur dan Utara. Selanjutnya Devie menyampaikan, kepada masyarakat pihaknya menghimbau supaya tinggal di rumah saja.

Tim Devie P Sultani (DPS), Tim KK Ananda Toh pati, serta KNPI Kecamatan Bogor Barat melakukan penyemprotan di lima kelurahan di Kecamatan Bogor Barat. Minggu (29/3/20).

“Biar kami yang nyemprot, biar kami yg kerja karen ternyata disejumlah kampung masih ada yg berkumpul seperti kurang paham akan bahaya virus covid 19 ini,” ucap Devie.

Ditegaskan Devie, Partai Nasdem selalu hadir untuk Masyakarat, khususnya Kota Bogor. Devie mengingatkan masyarakat untuk ikut memutus matarantai penyebaran virus Covid-19, caranya dengan menjaga jarak sosial atau tidak berdekatan secara fisik dengan tinggal di rumah.

“Namun, menjaga jarak fisik bukan berarti memutus tali silaturahmi antar-sesama,” terang Devie.

Pada kesempatan ini Devie menyampaikan rasa terima kasihnya ke pada seluruh masyarakat yg sudah mentaati aturan pemerintah agar di Rumah Saja (keluar jika perlu), aparat Kepolisian dan TNI yang terus melakukan patroli demi memberi kenyamanan kepada masyarakat. Serta para tim medis yang menjadi garda terdepan melakukan penanganan medis. (bdn)

Ramalan Saintis, Korona di Indonesia Berakhir di Bulan April, Jika….

BOGORDAILY – Kabar baik datang dari para ilmuwan. Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) merekomendasikan pembatasan sosial (social distancing) sebagai cara ampuh memutus penularan COVID-19 yang menjadi pandemi global termasuk di Indonesia.

Istilah social distancing sendiri sering dipakai di tengah wabah pneumonia jenis baru ini, selain lockdown, tentunya.

Rekomendasi muncul dari para peneliti yakni Nuning Nuraini, Kamal Khairudin, Mochamad Apri, lewat jurnal ilmiah mereka berjudul “Data dan Simulasi COVID-19 dipandang dari Pendekatan Model Matematika”. Penelitian dosen Program Studi Matematika ITB ini menyebut, jika pembatasan sosial serius dilakukan, pandemi COVID-19 di Indonesia bisa berakhir April 2020.

Belakangan penelitian ini diklarifikasi oleh penelitinya mengingat data yang dipakai simulasi menggunakan data lama. Penelitian dilakukan ketika Indonesia masih memiliki 96 kasus positif. Saat ini jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia sudah di atas 100.

Terlepas dari relevansi prediksi penelitian itu, peneliti merekomendasikan kebijakan yang perlu diambil, yaitu pembatasan sosial.

Kebijakan ini dinilai masih relevan dan akan menjadi salah satu kunci mengendalikan penularan virus korona baru.

Nuning Nuraini dan kawan-kawan menyatakan, social distancing perlu menjadi kebijakan mengingat sampai sekarang belum ditemukan vaksin COVID-19. Social distancing sebagai bentuk pencegahan dari meluasnya penyebaran virus.

Dengan adanya pembatasan sosial, Nuning berharap setiap masyarakat tidak akan menjadi penular maupun tertular karena tidak melakukan kontak dengan siapa pun sehingga laju penyebaran dapat menurun atau setidaknya terjaga konstan. Sebab cara terbaik untuk mencegah penyakit adalah menghindari penyebab penularan virus.

Virus ini diperkirakan menyebar terutama dari orang ke orang, antara lain melalui sentuhan dalam jarak kurang dari dua meter dan melalui droplet orang yang batuk atau bersin.

Tingginya tingkat penyebaran virus akan memberatkan rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang jumlahnya terbatas. Sehingga krusial menjaga laju penyebaran berbasis masyarakat lewat menjaga jarak sosial.

“Ada satu hal yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan dan diharapkan berhasil untuk mencegah laju penyebaran yakni: jaga jarak sosial (social distancing),” kata Nuning, mengutip makalah ilmiahnya.

Social distancing dapat diartikan dengan menahan diri untuk menjauhi kerumunan dan membatasi keinginan untuk keluar rumah tanpa keperluan yang penting. Memindah pekerjaan, sistem pendidikan secara daring, membatalkan atau menunda rekreasi dan kegiatan-kegiatan yang bersifat massal mungkin tidak nyaman, menjengkelkan, dan mengecewakan. Selama social distancing berlaku, perlu dilakukan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Nuning mengambil contoh kebijakan yang diambil China dalam menghadapi pandemi pertama kali. Pejabat China mengatakan pembatasan perjalanan yang mereka lakukan telah mendorong epidemi sampai ke puncak di China. Hal ini dimaksudkan agar langkah selanjutnya akan membawa dampak penurunan kasus di negara tersebut.

Namun social distancing tidak cukup tanpa didukung informasi akurat tentang pola penularan dan sebaran COVID-19. Informasi penularan Covid-19 dapat membantu menentukan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

Informasi akurat juga penting untuk menangkal simpang siur terkait gambaran dan penanganan pandemic COVID-19 secara eksak di Indonesia. “Saya makanya cukup terkejut ketika tulisan saya ini viral dan ramai dibahas oleh netizen Indonesia. Gara-gara keresahan saya ini, publik jadi semakin tahu bahwa matematika juga bisa membantu dan mengambil peran dalam menghadapi kasus pandemi,“ ujar Nuning, saat menyampaikan klarifikasi di laman resmi ITB, Kamis (19/3/2020).

Kesimpulan dari penelitian Nuning dan kawan-kawan menyebut bahwa Indonesia akan mengalami puncak jumlah kasus harian COVID-19 pada akhir Maret 2020 dan berakhir pada pertengahan April 2020 dengan kasus harian baru terbesar berada di angka sekitar 600.

“Tentu perlu dicatat, ini adalah hasil pemodelan dengan satu model yang saya rasa ‘cukup sederhana’ dan sama sekali tidak mengikutkan faktor-faktor yang kompleksitasnya tinggi, “ ujar Nuning.

Dalam penelitiannya, Nuning dengan tim membangun model representasi jumlah kasus COVID-19 dengan menggunakan model Richard’s Curve karena sesuai dengan kajian Kelompok Pemodelan Tahun 2009 yang dibimbing oleh Prof. Dr. Kuntjoro A. Sidarto. Model tersebut terbukti berhasil memprediksi awal, akhir, serta puncak endemi dari penyakit SARS di Hong Kong tahun 2003.

Model Richard’s Curve lalu mereka uji pada berbagai data kasus COVID-19 terlapor dari berbagai macam negara, seperti RRT, Iran, Italia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, termasuk data akumulatif seluruh dunia. Ternyata, secara matematik, ditemukan bahwa model Richard’s Curve Korea Selatan adalah yang paling cocok (kesalahannya kecil) untuk disandingkan dengan data kasus terlapor COVID-19 di Indonesia jika dibandingkan dengan model yang dibangun dari data negara lain (kesesuaian ini terjadi saat Indonesia masih memiliki 96 kasus).

“Jadi, bisa dikatakan, jika kita punya penanganan yang mungkin sama, sesuai dengan publikasi yang ada dengan Korea Selatan, tanpa memasukkan faktor kompleksitas lainnya seperti temperatur lingkungan, kelembaban, dan lainnya, seharusnya kita bisa mendapat kesimpulan yang sama persis dengan apa yang ditulis pada publikasi kami,“ terang Nuning.

Akan tetapi Nuning mengakui, Korea Selatan termasuk beberapa negara di dunia yang paling baik dalam penanganan kasus COVID-19. “Tentu sulit untuk bisa persis seperti mereka, tetapi, setidaknya, dari tulisan ini kita bisa mengetahui bahwa Indonesia perlu melakukan sesuatu untuk tetap berada dalam tren yang baik,“ ucapnya.(*)