Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8370

Anak Demam dan Batuk Parah saat Pandemi Corona Marissa Nasution Panik

0

BOGORDAILY – Di tengah pandemi virus Corona, banyak orang tua yang pastinya takut ketika sang buah hati sakit. Termasuk bagi Marissa Nasution.

Saat anak pertamanya dengan Alaia Moana, satu tahun, tiba-tiba saja demam dan batuk parah, Marissa langsung periksa ke dokter.

“Sebagai orang tua kita langsung khawatir apakah itu Symptom pertama dari Covid. Setelah kita ke dokter dan Allie langsung di check, ternyata “cuman sakit biasa”. Pagi ini Allie sudah kembali berlari, nyanyi dan seperti biasa,” tulis Marissa di akun Instagram, seperti dilihat detikcom, Rabu (25/3/2020).

Menurut Marissa, tetap saja saat ia panik dan takut anaknya terpapar virus Corona, ia sempat berpikir bertemu siapa saja selama tiga sampai empat minggu belakangan.

” Emang, yang grup resiko orang-orang yang berumur dan sudah ada sakit lain tapi orang tua mana mau liat anak nya sakit sesek nafas?
Mendingan di rumah aja. Demi keselamatan dan kesehatan kita bersama 💛✨ stop these nonsense mass gatherings,” sambungnya lagi.

Di Indonesia, ada 686 kasus positif terinfeksi virus Corona, 55 orang meninggal dunia, dan 30 orang sembuh data per-24 Maret 2020.

Pemindahan Ibu Kota Ikut Terhantam Akibat ‘Badai’ Corona

BOGORDAILY – Badai virus Corona atau Covid-19 merusak sendi-sendi kehidupan dan bernegara di Indonesia. Mulai dari ekonomi, sosial, hingga pendidikan ikut terdampak karena virus tersebut. Termasuk proses pemindahan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur terhambat.

Pemerintah tengah dibuat pusing oleh penyakit menular yang disebabkan virus Covid-19 asal Wuhan, China itu. Bahkan, pemerintah telah memutuskan untuk merealokasi anggaran dalam APBN 2020, difokuskan pada penanganan corona.

Menteri Riset dan Teknologi (Ristek) sekaligus calon Chief Executive Officer (CEO) Badan Otorita Ibu Kota Baru, Bambang Brodjonegoro mengatakan, saat ini pemerintah hanya fokus menangani Covid-19. Belum ada pembahasan soal kelanjutan proses pemindahan ibu kota negara.

“Saat ini fokus pada penanganan Covid-19,” kata Bambang saat dihubungi merdeka.com, Selasa (24/3).

Pemerintah memang sedang mengerahkan seluruh kekuatan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Virus yang mengakibatkan 686 orang di Indonesia positif terinfeksi, 55 meninggal, 30 sembuh, hingga Selasa (24/3).

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 62,3 triliun untuk penanganan Covid-19. Anggaran ini berasal dari realokasi APBN, baik yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga di pusat maupun daerah.

Anggaran Pemindahan Ibu Kota Rp 466 T

Besarnya alokasi anggaran penanganan Covid-19 tidak menutup kemungkinan mempengaruhi anggaran pemindahan ibu kota. Sebab, sumber dana sama-sama dari APBN. Berdasarkan hasil kajian Kementerian PPN/Bappenas, pemindahan ibu kota negara akan menelan anggaran Rp 466 triliun.

Dari kajian itu, Rp 466 triliun ini tidak hanya didapatkan dari APBN, tetapi juga Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan swasta.

Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk membangun tiga komponen di ibu kota. Pertama, fungsi utama, yang terdiri dari gedung legislatif, gedung eksekutif, gedung yudikatif, Istana Negara dan bangunan strategis TNI/POLRI.

Komponen pertama ini akan dibangun dengan anggaran Rp 32,7 triliun. Di mana khusus untuk pembangunan Istana Negara dan bangunan strategis TNI/POLRI akan bersumber dari APBN.

Komponen kedua, rumah dinas, sarana pendidikan, sarana kesehatan dan Lembaga Pemasyarakatan. Adapun total anggaran pembangunan sebesar Rp 265,1 triiliun. Sumber pendanaan dalam komponen ini tidak ada yang berasal dari APBN, semua akan berkonsep KPBU dan murni swasta.

Komponen ketiga yaitu sarana dan prasaran (jalan, listrik, telekomunikasi, air minum, drainase, pengolahan limbah, sarana olah raga), ruang terbuka hijau. Kawasan pendukung ini akan dibangun dengan anggaran Rp 160,2 triliun. Adapun untuk fasilitas sarana dan prasarana dibangun dengan skema KPBU dan ruang terbuka hijau dibangun dengan APBN.

Bangun Gedung Pemerintah Tahun Depan

Bila tak ada rintangan, pemerintah mulai membangun perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama gedung-gedung pemerintah dan prioritas di kawasan Ibu kota baru pada awal tahun 2021. Pembangunan akan menyesuaikan dengan desain

pemenang sayembara ibu kota negara (IKN).

Pemenang pertama sayembara desain ibu kota negara adalah Nagara Rimba Nusa. Pemenang kedua The Infinite City. Pemenang ketiga Seribu Galur. Hasil desain ketiganya akan dikolaborasikan untuk membentuk kota terbaik di dunia.

Setelah pembangunan dinyatakan rampung, pemerintah akan memboyong Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) ke ibu kota baru. Diperkirakan ada sekitar 126 ribu dari 180 ribu PNS di pemerintah pusat yang akan pindah ke Kalimantan Timur.

Ramai-ramai Negara Asing Mau Berinvestasi

Mendengar kabar RI ingin memindahkan ibu kota negara, sejumlah negara asing menawarkan diri untuk berinvestasi. Beberapa negara tersebut antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jerman, China, Singapura, Italia, Denmark dan UEA.

“Banyak sekali, tapi kan kita harus lihat skema-skema yang mereka tawarkan baik untuk kepentingan mereka sendiri dan untuk kepentingan kita,” ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (11/2).

Selain itu, ada Hongaria. Salah satu negara di benua Eropa itu rencananya berinvestasi senilai USD 1 miliar atau sekitar Rp13,6 triliun di ibu kota baru. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, ketertarikan Hongaria untuk berinvestasi disampaikan langsung oleh Perdana Menteri (PM), Viktor Orban.

“Baru ada usulan dari Hongaria. Besok kan pak PM-nya ke sini, ke Yogyakarta. Kemarin duta besarnya juga datang ke saya, mereka ingin membentuk Hongary-Indonesia Investment Fund,” ungkap Menteri Basuki di Labuan Bajo, NTT, Selasa (21/1).

Arab Saudi juga tak mau ketinggalan. Melalui Duta Besar Essam bin Abed Al-Thaqafi, Arab Saudi menyampaikan niatnya untuk berinvestasi di ibu kota baru kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Salah satu prioritas utama di antaranya adalah investasi di ibu kota baru,” kata Essam usai bertemu Ma’ruf Amin, Senin (27/1).

Ria Ricis Akhirnya Minta Maaf

0

BOGORDAILY – Setelah heboh kabar dilabrak tetangga, Ria Ricis sudah memberikan klarifikasinya. Mulai dengan membuat konten sampai menyiarkan lewat IG Live.

Ricis sudah memperlihatkan kondisi rumahnya yang lockdown sebelum terjadi pelabrakan. Syuting untuk web seriesnya juga sudah dilakukan di luar lingkungan rumah.

Di Instagram story miliknya, Ria Ricis kini mengucapkan permintaan maaf.

“Maaf & Terimakasih,” tulis Ricis dilihat, Rabu (25/3/2020).

“Maaf atas kesalahan saya pribadi & Terimakasih sdh bantu menegur dan mengingatkan dengan baik,” ungkapnya.

Ria Ricis sebelumnya menjelaskan dia dan tim hanya ingin menolong tukang bakso. Dalam tayangan IG Live-nya, adanya tukang bakso di depan rumah karena mereka kasihan dan ingin membantu.

“Ketika kejadian, memang lagi pesan bakso di rumah kita. Pokoknya niatnya bantu si Abang bakso, kasihan. Tapi, malah kejadian. Terserah itu aja, bingung,” jelas Ria Ricis.

Gara-gara dianggap tidak memiliki simpati karena masih syuting di rumah saat wabah Corona, Ria Ricis juga buat Triawan Munaf kecewa.

“Saya menyesalkan Public Figure yang tidak sensitif terhadap ancaman #Covid-19 dan hal ini membahayakan orang lain dan negara ini,” kata Triawan Munaf dalam kolom komentar Ria Ricis.

Solskjaer Sempat Diminati Liverpool, Sebelum Gabung MU

0

BOGORDAILY – Ole Gunnar Solskjaer adalah legenda Manchester United. Tapi ada cerita kalau Solskjaer sempat diminati Liverpool sebelum berseragam Setan Merah.

Solskjaer bergabung dengan MU pada musim panas 1996 ketika dibeli dari Molde. Saat itu Solskjaer baru berumur 23 tahun dan bukan tugas mudah bersaing di klub sebesar MU yang punya Eric Cantona serta Andy Cole saat itu.

Tapi, Solskjaer membuktikan kalau dia pantas masuk dalam jajaran pemain terbaik MU sepanjang masa. Selama sedekade membela klub tersebut, Solskjaer turut menyumbangkan enam gelar Premier League termasuk gelar juara liga di musim perdananya.

Dia jadi bagian dari tim yang merebut Treble Winners pada 1998/1999 dan mencetak gol penting saat mengalahkan Bayern Munich 2-1 di final Liga Champions. Meski tak selalu jadi pilihan Sir Alex Ferguson, Solskjaer tetap tampil oke ketika dipercaya.

Total ada 126 gol dari 366 penampilan sebelum Solskjaer akhirnya pensiun pada 2007. Ada banyak cerita tentu yang ditulis Solskjaer selama memperkuat MU, termasuk soal Liverpool yang mendekatinya pada 1996.

Saat itu, Liverpool memang dipenuhi pemain asal Eropa Utara sehingga wajar jika Solskjaer masuk dalam buruan. Namun, takdir berkata lain karena Solskjaer akhirnya hijrah ke Old Trafford, bukan Anfield.

“Apakah Liverpool dan Bayern Munich meminati saya? Ya, lalu ada Cagliari PSV, dan beberapa tim lainnya,” ujar Solskjaer di situs resmi klub.

“Tapi saya tidak akan mengubah sejarah yang ada. Hnaya ada satu pilihan. Fantastis rasanya ketika mereka menghubungi saya,” sambungnya.

“Pemilik Molde meminta saya datang ke kantor. “Kami mendapat tawaran dari MU – Apakah kamu mau menerimanya? Ya, tentu saja. Mereka sebenarnya mau pergi berlibur beberapa hari setelahnya.”

“Martin Edwards (mantan chairman MU) juga berlibur, jadi kami harus datang beberapa hari setelahnya. Ada masalah saat pemesanan jet pribadi, jadi mereka memesan ulang yang lain agar saya bisa terbang ke sana.”

“Saya agak gugup sebelum bertemu Alex Ferguson, karena Anda takut jika ada salah ucap dan impresi awal saya jadi jelek di matanya. Saya tahu dia belum pernah melihat saya bermain, jadi itu adalah pertemuan penting untuk saya.”

Tes Massal Korona di Kabupaten Bogor Sudah Dimulai, Gratis!!

BOGORDAILY – Rapid tes Virus Korona (Covid-19) yang dilaksanakan di empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bogor sebagian sudah dilaksanakan hari ini Rabu (25/3/2020). Hal itupun diungkapkan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Kusnadi.

Ia mengatakan, untuk alat Rapid tes Covid-19 sudah didistribusikan ke RSUD Cibinong, Ciawi, Leuwiliang dan Cileungsi, dan sebagian sudah melaksanakan Ravid tes tersebut.

“Udah datang ini lagi di didistribusikan, di RSUD Ciawi sudah berjalan, beberapa Cibinong dan leuwiliang serta Cileungsi juga udah di ambil,” katanya ketika dihubungi melalui telpon seluler, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, untuk Rapid tes Covid-19 diutamakan kepada Orang Dengan Resiko (ODR). Mereka adalah tenaga medis dan perawat yang bersentuhan langsung dengan pasien. Lalu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Yang diutamakan petugas dulu, nanti pasien yang di ruangan juga, kasus yang sudah di laporkan juga, sisanya nanti dor to dor,” tuturnya.

Mengenai intruksi Bupati Bogor, Ade Yasin, dalam Rapid Tes Covid-19 tersebut harus sesuai dengan By Name dan By Addres pihaknya belum bisa melaksanakannya.

“Paling bisa hari Minggu dan Senin, kita juga akan beli tambahannya, kalau Bogor gak cukup 1000 tapi 10 ribu. Untuk ODR, ODP dan PDP juga kurang, sekarang sudah mulai dilaksanakan yang ngambil mah, tapi puskesmas besok,” jelasnya.

Akan tetapi, Kusnadi enggan menyebutkan berapa Rapid Tes Covid-19 yang di sebar ke empat RS tersebut. Menurutnya, yang diutamakan adalah yang dilaporkan terpapar banyak saja.

“Tidak RS semuanya, hanya yang banyak terpapar saja, tapi tahap dua kita lakukan mungkin barangnya lebih banyak kita juga beli, harganya kan gak bisa di pegang. Dan gak bisa di mono poli. Harganya dari mulai 200 ada juga 250, tapi banyak yang dilapangan harganya segitu karena langka dan banyak yang butuh,” ucapnya.

Kusnadi juga menegaskan, jika ada oknum di Rumah Sakit yang memang ketika pengecekan Rapid Tes Covid-19, dipungut biaya agar segera melaporkannya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

“Gratis itu, dari kita langsung, kalau dari dinkes itu gratis nol rupiah. Kalau yang minta bayaran bilang ke saya,” tegasnya. (Andi)

Keputusan Pelarangan Mudik Lebaran 2020 Tunggu Restu Presiden Jokowi

BOGORDAILY – Pemerintah tengah menggodok berbagai opsi kebijakan agar masyarakat tidak melakukan mudik Lebaran 2020. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 ke seluruh Indonesia.

“Kami sudah bersepakat, hal yang paling utama adalah menjaga keselamatan masyarakat. Atas berbagai pertimbangan ini, kami melihat opsi kebijakan pelarangan mudik,” kata Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jodi Mahardi, di Jakarta, Rabu (25/3).

Jodi mengatakan, ada tiga skenario yang tengah dibahas oleh sejumlah kementerian terkait. Pertama, bussines as usual, artinya mudik Lebaran seperti dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Kedua, meniadakan mudik gratis oleh perusahaan. Ketiga, skenario pelarangan mudik.

“Ketiga skenario itu akan segera dilaporkan kepada presiden. Semua ini masih belum ada keputusan final menunggu kondisi penyebaran virus Covid-19. Pemerintah mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat termasuk menghadapi puasa dan hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.

Pemerintah Kaji 3 Opsi

3 opsi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait kesiapan kebijakan tidak mudik Lebaran tahun 2020 sebagai upaya pembatasan penyebaran virus Covid-19 (Corona) yang tengah melanda Indonesia.

Rapat yang digelar melalui video conference tersebut diikuti oleh sejumlah kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, BNPB, KSP, TNI, dan Polri.

Dalam rapat itu dibahas berbagai skenario untuk menyikapi potensi penyebaran virus Corona ke seluruh Indonesia akibat mudik. “Kita harus hitung berbagai skenario untuk memastikan keselamatan masyarakat ,” ujar Menko Luhut.

Mess Pemain Persib Bandung Disemprot Disinfektan

0

BOGORDAILY – Persib Bandung tak hanya meliburkan penggawanya dari segala aktivitas klub di tengah pandemi Covid-19. Kantor manajemen Persib dan mess tempat tinggal pemain pun disemprot dengan disinfektan.

Penyemprotan dilakukan tim dari PMI Kota Bandung, Selasa (24/3/2020). Pertama mereka menyemprot kantor manajemen Persib di Jalan Sulanjana, Kota Bandung terlebih dahulu. Kemudian, pada sore harinya, petugas menyemprot area mess pemain di Stadion Sidolig.

Dokter tim Persib Rafi Ghani mengatakan, penyemprotan dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi atau membunuh mikroogranisme penyebab penyakit.

“Seperti kita ketahui saat ini kita sedang ditimpa musibah dengan mewabahnya Covid-19,” ujar Rafi saat dihubungi.

“Jadi penyemprotan ini dilakukan salah satunya buat memutus rantai penyebaran yang Kita ketahui salah satu penularan bisa dari barang atau material yang terpapar virus corona ini,” katanya.

Pemkab Bogor juga Perpanjang Libur Sekolah hingga 11 April

BOGOR DAILY – Setelah Pemerintah Kota Bogor memperpanjang masa belajar di rumah bagi peserta didik dari mulai jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan Lembaga pendidikan non pormal. Kali ini, giliran Pemerintah Kabupaten Bogor, yang juga memperpanjang masa belajarnya di rumah.

Dalam surat edaran nomor : 421/408-Disdik, yang ditandatangani langsung oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, memperpanjang masa belajar di rumah. Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor nomor : 360/06-BPBD/2020.

Hal itu merupakan tentang penetapan status darurat bencana non alam akibat pandemi Virus Korona atau Covid-19 di Kabupaten Bogor pada tahun 2020.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna, membenarkan, bahwa semua peserta didik dari mulai jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan Lembaga pendidikan non pormal, kembali diperpanjang masa belajar di rumahnya.

“Iya kita perpanjang masa libur nya dari 30 Maret sampai 11 April 2020, hal tersebut merupakan untuk memutus penyebaran dan penularan Virus Korona,” katanya ketika dikonformasi melalui telpon selulernya, Rabu (25/3/2020).

Untuk itu, Entis sapaan akrabnya meminta, kepala satuan pendidikan agar melakukan tambahan tugas kepada seluruh peserta didik di semester ini. Minggu depan tugas siswa mengulangi mempelajari materi yang sudah diberikan pada semester ini agar lebih dipahami.

“Dan mulai membaca materi-materi baru yang akan dijelaskan oleh guru, ketika mereka masuk sekolah. Karena, materi itulah yang akan digunakan untuk pemberian tugas untuk mengukur keberhasilan siswa,” pintanya.

Dirinya juga meminta, agar orang tua siswa-siswi agar berperan aktif dalam mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Bogor, untuk memperpanjang masa libur sekolah ini. “Jangan sampai siwa gak di kontrol oleh orang tuanya, harus di kontrol,” tukasnya. (Andi).

Agar Pencegahan Corona Efektif Pemerintah Minta Disiplin Terapkan Social Discanting

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengeluarkan imbauan agar kegiatan belajar, bkerja hingga ibadah dilakukan di rumah. Kebijakan yang diberlakukan sejak 16 Maret hingga 31 Maret 2020 itu dilakukan dalam rangka mencegah sebaran virus corona atau Covid-19.

Tetapi, Direktur Managemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri, Safrizal Za, melihat pascakebijakan itu diberlakukan tren Covid-19 di Tanah Air terus naik dari hari ke hari. Padahal, katanya, pemerintah sudah berulang kali mengimbau agar membatasi interaksi sosial atau social distancing.

“Tujuan social distancing ini adalah menekan angka jangan statistik terus naik melalui penyebarna orang ke orang. Nanti akan dipantau apakah work from home ini berjalan efektif tidak,” tutur Safrizal di Kantor Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (25/3).

Menurut Safrizal, sudah seharusnya masyarakat tidak ngeyel dan mau berdiam diri di rumah sementara. Jika penerapan 14 hari social distancing tidak juga berhasil, maka pemerintah akan menentukan langkah lebih serius.

“Kalau tidak, perlu ada tindakan lebih disiplin lagi dalam membatasi masyarakat. Kalau tidak disiplin tidak akan efektif,” jelas dia.

Safrizal menekankan perlunya kerjasama semua pihak mulai dari pemerintah hingga para pelaku usaha. Rumah sakit yang ada di Indonesia perlahan penuh pasien dan jika terus bertambah, maka semakin sulit Covid-19 tertangani.

“Covid-19 ini penyebarannya sangat cepat, solusinya membatasi kita kontak sesama pihak. Lakukan social distancing di mana saja. Harus dilakukan bersama-sama baru 14 hari itu berlaku efektif. Kalau tidak, maka efek ping pong akan terjadi. Daerah lain turun, lainnya naik. Terus begitu, maka dari itu disiplin,” tegas Safrizal.

Pandemi Corona, Demi Klub Skuad Dortmund & Bayern Rela Potong Gaji

0

BOGORDAILY – Pandemi virus corona jadi pukulan untuk keuangan klub. Demi menekan pengeluaran klub, para pemain Borussia Dortmund dan Bayern Munich rela dipotong gajinya.

Liga Jerman jadi salah satu kompetisi yang terdampak virus corona di Eropa. Bundesliga saat ini tengah ditangguhkan sampai 2 April.

Tidak adanya pertandingan membuat pemasukan klub berkurang. Oleh karena itu, para pemain Dortmund dan Bayern rela dipangkas gajinya.

Para petinggi klub sudah mendiskusikan hal ini dengan pemain-pemainnya, Senin (24/3/2020). Menurut laporan Bild, para pemain Dortmund tak keberatan dengan pemotongan gaji tersebut.

Dortmund menargetkan pemotongan gaji sebesar 20% selama tidak ada pertandingan. Jika nantinya liga dilanjutkan tanpa penonton, maka pemotogan gaji adalah sebesar 10%.

Tagihan gaji Dortmund dalam setahun adalah sekitar 140 juta euro. Itu berarti klub bisa menghemat 2,3 juta euro per bulan. Dengan pemotongan gaji itu, sebanyak 850 karyawan di Dortmund juga diharapkan tidak kehilangan pekerjaannya.

Hal serupa juga terjadi di Bayern. Para pemain dan dewan direksi Bayern akan menerima pemotongan gaji sebesar 20%. Beban gaji Bayern untuk divisi olahraga adalah sebesar 336,2 juta euro.

Para petinggi Bayern seperti Karl-Heinz Rummenigge, Oliver Kahn, dan Hasan Salihamidzic telah menyepakati keputusan itu dalam perbincangan dengan pemain-pemain senior seperti Manuel Neuer, Thomas Mueller, Robert Lewandowski, David Alaba, Joshua Kimmich, dan Thiago.