Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8369

Kapasitas RS Darurat Wisma Atlet untuk 3.000 Pasien Corona

BOGORDAILY – Rumah Sakit darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran Jakarta bisa menampung hingga 3.000 pasien Corona. Ada 2 tower wisma atlet yang kini disiapkan untuk menampung pasien Corona.

Pangdam Jaya Eko Margiyono mengatakan, rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran hanya menangani pasien Corona yang bergejala ringan hingga maksimal sedang. Ada dua tower yang disiapkan yaitu tower 6 dan tower 7.

Kapasitas yang tersedia saat ini, dari 2 tower yang disiapkan menjadi RS. Tower 7 itu mampu menampung 1.700 orang. Sedangkan tower 6, 1.300, sehingga total 3.000 pasien mampu ditampung di RS ini,” ungkap Eko saat memberikan keterangan di Kantor BNPB dan disiarkan langsung lewat Akun YouTube BNPB, Kamis (26/3/2020).

Bila ada skenario buruk di mana jumlah pasien melebihi kapasitas rumah sakit, Eko mengatakan, akan disiapkan tower tambahan.

“Kalau skenarionya bertambah buruk, maka bisa akan kita gunakan tower berikutnya yaitu tower 4 dan tower 5,” tuturnya.

Eko juga menyampaikan hasil simulasi dari foruk komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) DKI Jakarta. Eko mengatakan skenario terburuk kasus positif Corona bisa mencapai 8.000 orang.

“Dari hasil simuasi forkompimda DKI karena daerah Jakarta paling banyak terpapar virus ini skenario terburuk adalah bisa mencapai 6.000 sampai 8000 orang positif,” ujar dia.

Hazard: Nilai Saya di Musim Kedua

0

BOGORDAILY – Eden Hazard mengakui musim pertamanya di Real Madrid berjalan buruk. Tapi baginya, ini cuma tahun adaptasi.

Hazard gabung Madrid di awal musim ini dari Chelsea dengan nilai transfer 100 juta euro. Tapi ia belum mampu menunjukkan performa optimal karena diganggu cedera-cedera.

Baru 15 pertandingan dijalaninya dengan torehan satu gol dan lima assist. Berbagai cedera mulai hamstring, retak kaki, hingga cedera tulang kering mengganggu proses adaptasinya.

Hazard tak menampik musim pertamanya berjalan buruk, tapi menjanjikan kebangkitan di tahun kedua.

“Musim pertama saya di Madrid sudah berjalan buruk, tapi tidak sepenuhnya buruk kok. Ini musim adaptasi. Saya akan dinilai di musim kedua,” katanya dikutip AS.

“Ini tim yang bagus, saya sudah bertemu dengan banyak orang baru. Ini jadi pengalaman yang bagus. Saya masih punya empat tahun tersisa dalam kontrak saya dan saya harap bisa tampil oke,” imbuhnya.

Hazard berkesempatan tampil di periode akhir musim ini karena LaLiga ditangguhkan akibat virus corona. Sebelumnya ia diragukan bisa main lagi di sisa musim.

“Saya tak tahu kapan kami akan bermain lagi. Saya berbicara dengan Zidane kemarin dan dia juga tak tahu. Kami cuma harus mencoba tetap dalam kondisi bugar,” sambung Hazard.

“Kami tidak tahu apakah liga akan berjalan lagi atau tidak, kami berharap akan dilanjutkan dan itu bakal jadi akhir yang bagus untuk musim ini. Kalau memang tak bisa dilanjutkan, ya sudah, memang begitu keadaannya,” tandasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Minta Pemkab Bogor Kuasai Bahan Pokok dan APD

BOGOR DAILY – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, meminta, Pemerintah Kabupaten ( Pemkab)  Bogor menerapkan sistem kapitalisme, di tengah pandemi Virus Korona atau Covid-19 ini.

Sistem Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam ekonomi pasar.

“Pemkab Bogor harus menerapkan sistem kapitalisme, kuasai seluruh alat dan bahan pokok, supaya regulasi Pemkab ini menjadi legulator bisa mengatur harga dilapangan,” katanya kepada Bogordaily.net.

Menurut orang kepercayaan pentolan Partai Gerindra ini, dengan cara ini, bisa membuat bahan pokok atau seperti Sembako, alat pelindung diri (APD), Rapid Tes serta pengecekan Covid-19 lainnya bisa tersedia di Kabupaten Bogor.

“Lebih baik kita stok alat sebanyak-banyaknya, kalau di online muncul yang jual satu alat satu juta, Dinkes Kabupaten Bogor jual dengan standar, yang harga mahal tadi bisa turun. Ajak juga UMKM, konfeksi juga, buat masker hand sanitizer dan APD, Pemkab juga harus jualan. Kita pakai harga dasar yang murah, yang jualan mahal bisa turun nantinya,” ucapnya.

Karena kata Rudy sapaan akrabnya, yang membutuhkan alat di tengah pandemi Covid-19 ini bukan hanya Kabupaten Bogor dan Indonesia, bahkan seluruh dunia membutuhkan itu semua.

“Karena kalau tidak di stok ingat yang dibutuhkan itu bukan Kabupaten Bogor dan Indonesia saja, tapi seluruh dunia butuh, kalau kita stok kita bisa kendalikan ekonomi kita,” tegasnya.

Lanjut Rudy, DPRD Kabupaten Bogor juga meminta, agar anggaran untuk menangani Covid-19 jangan hanya Rp80 Miliar saja yang di anggarkan Pemkab Bogor. Kalau bisa anggarkan sebanyak-banyaknya.

Kalau bisa masih kata Rudy, anggaran untuk pelatihan-pelatihan di semua dinas dialokasikan untuk penanganan Covid di Kabupaten Bogor. Karena, intruksi pemerintah pusat dan Kapolri agar menghindari kegiatan-kegiatan pengumpulan massa.

“Banyak hotel juga tutup, daripada berpotensi silpa. Lebih baik jangan setengah-setengah dalam penanganan covid ini, geser anggaran pelatihan, kalau bisa Rp200 miliar anggarkan. Karena, kalau penanganan lambat, perekonomian juga ikut melemah.  Segera atur pergeseran anggaran, DPRD pada prinsipnya menyetujui,” tukasnya. (Andi).

Polres Bogor Imbau Warga di Rumah Saja

BOGOR DAILY – Jajaran Polres Bogor saat ini terus melakukan patroli di seluruh area di Kabupaten Bogor. Hal itu bertujuan untuk memastikan tidak ada yang menyebabkan mudahnya Virus Korona atau Covid-19 menyebar.

Kabag Ops Polres Bogor, Kompol Agoeng Ramadhani, mengatakan, imbauan itu dilakukan dengan kendaraan yang memiliki pengeras suara serta diiringi dengan mobil unit kesehatan yang dilakukan di sepanjang Jalan Raya Tegar Beriman, Gor Pakansari hingga Fly Over Cibinong.

“Patroli ini akan berlangsung terus sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kita lakukan setiap hari,” katanya kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Ia menjelaskan, imbauan ini atas perintah Kapolri sebagaimana maklumat yang telah disebarluaskan oleh para anggotanya di seluruh jajaran Polsek-polsek yang ada di Kabupaten Bogor.

“Yang kami utamakan dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam kegiatan patroli ini adalah imbauan untuk tetap di rumah, tidak keluar rumah kecuali dengan keadaan yang penting,” jelasnya.

Masih kata Agoeng, kegiatan ini pun sudah dilakukan selama empat hari, dan dirinya mengklaim bahwa sudah memperlihatkan hasil adanya pengurangan aktivitas warga di luar rumah.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan yang kami lakukan masyarakat lebih aware lagi dengan kesehatannya, dan membantu pemerintah untuk tetap dirumah, kami juga dibantu oleh Dokes dan Urkes serta TNI,” tukasnya. (Andi).

Paramedis yang Menangani Corona Layak Dapat Gelar Pahlawan Kesehatan

BOGORDAILY – Mantan hakim agung Prof Gayus Lumbuun memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya bagi paramedis yang telah berjuang di ujung tombak dalam menangani virus Corona. Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah memberikan gelar Pahlawan Kesehatan kepada para medis yang meninggal dunia tersebut.

“Saya menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada seluruh tenaga medis Indonesia yang telah berkorban sepenuh jiwa dan raga menyelamatkan banyak nyawa masyarakat yang terkena virus Corona tanpa memikirkan keselamatannya sendiri,” kata Prof Gayus kepada wartawan, Kamis (26/3/2020).

Bagi Gayus, kondisi saat ini layaknya perang. Namun perang tidak kasat mata karena yang dilawan adalah virus tanpa tuan.

“Para medis itu perang melawan musuh yang tidak kelihatan,” ujar Guru Besar Universitas Krisnadwipayana, Jakarta itu.

Salah satu dokter yang meninggal yang bekerja di RS Adam Malik, Medan. Sedangkan menurut data Kementerian Kesehatan pada Rabu (25/3) kemarin, sudah ada 6 tenaga medis yang meninggal saat menangani Corona di seluruh Indonesia.

“Para tenaga dan aktivis medis yang gugur di dalam tugasnya layak mendapatkan penghargaan sebagai Pahlawan Kesehatan dari negara,” pungkas Gayus.

Piala AFF U-16 dan U-19 di Indonesia Ditunda Gara-gara Corona

0

BOGORDAILY – Federasi Sepakbola ASEAN (AFF) resmi mengumumkan bahwa gelaran Piala AFF U-16 2020 dan Piala AFF U-19 2020 di Indonesia ditunda. Pandemi virus Corona penyebabnya.

Indonesia menjadi negara yang sedang terpapar virus Corona. Pemerintah pusat sudah memutuskan tak boleh ada kegiatan yang mengundang keramaian. Sepakbola menjadi salah satu yang kena imbas.

Rencananya Piala AFF U-16 akan dilangsungkan pada Juli mendatang. Sebulan setelahnya berlanjut dengan Piala AFF U-19. Kegiatan itu kini resmi ditunda.

“Ini saat yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia, termasuk komunitas sepakbola kami. Kami akan berusaha melewatinya bersama,” kata Presiden AFF, Khiev Sameth, yang dikutip dari situs resmi ASEAN Football.

Presiden AFF juga membenarkan bahwa sepakbola yang bisa memancing kerumunan massa memiliki risiko besar membawa virus Corona.

“Kami membuat keputusan menunda dan bila perlu membatalkan turnamen untuk meminimalisasi kontak sosial dengan tujuan melindungi keselamatan dan kesehatan semua pihak,” ujar Khiev Sameth.

Tidak hanya dua kompetisi itu saja yang mengalami penundaan. Piala AFF Putri dan Piala AFF U-18 Putri yang berlangsung di Vietnam dan Indonesia pun mengalami penundaan.

“Kami akan terus mengawasi dan tidak ragu melakukan perubahan jadwal bila diperlukan. AFF akan selalu memprioritaskan kesejahteraan keluarga dan komunitas kami,” tutup Khiev Sameth.

Ini Pro dan Kontra Efektivitas Rapid Test Virus Corona oleh Pemerintah Indonesia

BOGORDAILY – Sejak dimulai Jumat (20/03) lalu, pro dan kontra tes cepat dengan menggunakan metode pemeriksaan darah untuk melakukan penapisan kasus-kasus Covid-19 di Indonesia, terus berlanjut. Para ahli menganggap langkah tersebut tidak efektif dalam membatasi penyebaran virus corona.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus vorona, Achmad Yurianto, menjelaskan bahwa memang tes ini dilaksanakan berbasis penelusuran kontak pasien dan tidak diarahkan untuk menegakkan diagnosis.

Ia mengatakan tes ini bertujuan mendeteksi antibodi dalam tubuh dan merupakan sebuah langkah awal.

“Kita paham bahwa pembentukan antibodi itu butuh waktu, kurang lebih sampai dengan enam atau tujuh hari. Sehingga kalau infeksi itu belum enam – tujuh hari, dan kita lakukan pemeriksaan, hasilnya akan negatif,” kata Yurianto dalam konferensi pers, Rabu (25/03).

“Oleh karena itu, maka yang kita lakukan, manakala hasilnya negatif, meskipun tanpa keluhan, kita menyarankan untuk jaga jarak.”

Bagaimana metode tes?

Jika orang yang hasil tesnya negatif namun kemudian mengalami gejala, maka ia akan disarankan untuk karantina diri sebelumnya melakukan tes lagi setidaknya tujuh hari sejak tes sebelumnya.

“Manakala di dalam tesnya ditemukan positif, maka ini adalah dcidentifierance, tuntunan bagi kita untuk melakukan pemeriksaan antigen dengan menggunakan metode yang sudah kita ketahui yaitu real time PCR. Ini yang kemudian dipakai dasar di dalam kaitan dengan menegakkan diagnosis,” kata Yurianto.

Ia menambahkan bahwa tidak semua pasien positif akan dirawat di rumah sakit dan dapat melaksanakan isolasi di rumah masing-masing.

“Apabila kemudian hasil positif dari PCR dan kemudian diyakini bahwa tidak bisa untuk melakukan isolasi diri di rumah, karena ada gejala panas, batuk, sesak, atau kita temukan faktor-faktor penyakit lain sebagai co-morbid, misalnya penderita hipertensi, diabet, kelainan jantung, gagal ginjal kronis – maka kelompok inilah yang harus dilakukan isolasi di rumah sakit,” kata Yurianto.

Pasien yang memerlukan perawatan intensif akan dirujuk ke rumah sakit rujukan.

Apakah ‘rapid test’ efektif’?

Sementara itu, Ahmad Utomo, pakar biologi molekuler dari Stem Cell and Cancer Institute, mengkritik pengandalan metode tes cepat itu yang ia nilai kurang efektif dalam membatasi penyebaran Covid-19.

Utomo menjelaskan bahwa tes itu merupakan metode yang sangat sederhana sehingga dapat menghasilkan “negatif palsu”. Ia menjelaskan bahwa kelemahan terletak pada masalah waktu yang dibutuhkan untuk mendeteksi antibodi.

Utomo mengatakan bahwa ‘rapid test’ kalah cepat dalam mencegah penularan virus.

Rapid test ini sebetulnya hanya bisa mendeteksi antibodi. Cuma, antibodi ini munculnya kan terlambat, sementara virusnya sudah masuk duluan. Jadi kita kalau misalnya mau screening, menggunakan rapid test yang murah ini, itu ya sudah terlambat sebetulnya,” kata Utomo.

“Karena apa? Dia kan terdeteksinya kan mungkin bisa seminggu, 10 hari, bisa dua minggu setelah terpapar virus kan. Sementara orang ini dalam seminggu pertama udah ke mana-mana sambil bawa virus. Bahayanya di situ,” tambahnya.

Menurut data penelusuran kontak pasien oleh pemerintah, antara 600.000 sampai 700.000 orang diperkirakan memiliki risiko tinggi terpapar virus corona. Mereka, berserta tenaga medis yang berada di garda depan penanganan Covid-19 adalah kelompok prioritas yang dapat melaksanakan tes cepat.

Pemerintah menyatakan telah “menyiapkan satu juta kit untuk tes massal”.

Alat tes cepat telah disebar ke sejumlah provinsi dan pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah setempat.

Jakarta, pusat penyebaran kasus, tengah menjalani tes sejak Jumat.

Bagaimana pelaksanaannya?

Provinsi Jawa Barat, yang saat ini merupakan wilayah kedua paling terdampak, mulai melaksanakan tes pada hari Rabu (25/03).

Sebelumnya, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah terima kurang lebih 20.000 rapid test kit yang sudah dibagikan ke 27 daerah.

Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang akan dites dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat risiko terpapar. Prioritas pertama adalah kategori A, atau yang paling berisiko.

Mereka termasuk orang yang berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), dan mereka yang berada dalam lingkaran keluarga, pertemanan, dan tetangga dari pasien, juga para tenaga medis.

Tes bagi Kategori A dilaksanakan di fasilitas-fasilitas kesehatan setempat. Para peserta dapat menerima hasilnya dalam waktu 15 menit.

Jabar juga akan melakukan tes dengan konsep drive-thru yang dilakukan bagi Kategori B dan C. Pemprov saat ini tengah berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait sarana-prasarana, alat, maupun tenaga kesehatan yang akan bertugas melaksanakan tes tersebut.

Lokasi yang dipilih diisyaratkan memiliki lapangan parkir yang luas, akses yang mudah, dan lokasi yang berjauhan dengan pemukiman warga. Karena itu, tes masif ini akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung dan Stadion Patriot Candrabaga, Kota Bekasi.

Gubernur Ridwan Kamil mengatakan golongan Kategori B adalah mereka-mereka yang profesinya menuntut interaksi sosial yang massif, seperti wartawan, petugas transportasi di bandara dan terminal, para ulama, para pejabat publik yang memberi layanan publik dan para pedagang pasar.

Sementara Kategori C adalah mereka yang bergejala apapun penyakitnya, tapi karena gejalanya mirip Covid-19. Dengan catatan ada keterangan dari fasilitas kesehatan dan bukan diagnosis mandiri.

Warga Jawa Barat yang merasa masuk dalam kategori B dan C bisa mendaftar melalui aplikasi pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid 19 Jawa Barat) atau ke dinas kesehatan di wilayahnya masing-masing.

“Kami berharap dengan hasil tes masif ini, yang berdasarkan undangan, analisa, itu akan menghasilkan peta persebaran yang terukur di hari Jumat atau Sabtu, sehingga hasilnya kita bisa mengambil keputusan apakah bekerja dan bersekolah di rumah dilanjutkan, menambah satu minggu atau bisa kembali lagi ke sekolah, tempat bekerja dengan tetap menjaga jarak,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat jumpa pers di Gedung Pakuan, Selasa (24/03).

Di Bandung, sekitar 300 orang tenaga kesehatan dan karyawan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung menjalani tes masif COVID-19, Rabu (25/03).

“Hari ini, kami memeriksakan prioritas pertama, yaitu para dokter, terdiri dari dokter penyakit dalam, dokter anestesi, dokter patologi klinik, dan dokter anak, juga dokter peserta didik PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) masing-masing KSM (Kelompok Staf Medis),” kata Direktur Medik & Keperawatan RSHS Bandung, Nucki Nursjamsi Hidayat, kepada wartawan Yulia Saputra yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

“Lalu diikuti para perawat, perawat dari Ruang Rawat Inap Khusus, dari Isolasi Instalasi Gawat Darurat, dari Isolasi Instalasi Rawat Jalan.

“Ditambah juga tenaga non-nakes dari driver. Ada tiga driver yang bantu mobilisasi pasien positif COVID-19. Satpam juga mengamankan (pasien), close contact. Kemudian petugas forensik yang memandikan jenazah terkonfirmasi positif (COVID-19). Juga petugas penunjang lain seperti Tata Usaha di area Ring 1, termasuk cleaning service,” tambahnya.

Banjir di Sukajaya, 25 Rumah dan Satu Ponpes Rusak

BOGOR DAILY – Sebanyak 25 rumah dan satu pondok pesantren yang berada di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, mengalami kerusakan. Akibat banjir lintasan dan longsor yang terjadi sore tadi, Rabu (25/3/2020).

Hal itupun diungkapkan oleh Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, dalam pesan WhatsApp yang diterima Bogordaily.net.

Ia mengatakan, kejadian longsor dan banjir lintasan itupun diakibatkan intensitas curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat cukup tinggi.

“25 Unit rumah terdampak di Kampung Congcorang Lebak, RT 02/02, dan satu Ponpes Nurul Hikmah, serta jalan raya Sukajaya yang berlokasi di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam peristiwa banjir dan longsor itupun tidak ada korban jiwa. Hanya saja rumah, ponpes dan jalan yang rusak.

“Untuk banjir sudah surut (kondusif). Sedangkan untuk longsor saat ini kegiatan pembersihan material longsoran dihentikan sementara, dikarnakan situasi dan juga alat yang tidak memungkinkan dan untuk sementara jalan bisa dipergunakan hanya satu arah, namun untuk keselamatan pengguna jalan hanya kendaraan roda dua yang bisa melalui jalur tersebut,” tukasnya. (Andi)

Kerja dari Rumah, Tina Toon Fokus Anggaran Penanganan Corona di DKI

0

BOGORDAILY – Sebagai anggota DPRD DKI, Tina Toon juga sudah kerja dari rumah selama pandemi virus Corona. Dia kini fokus untuk mengupayakan anggaran cair untuk penanganan Corona di Jakarta.

Mantan penyanyi cilik ini mengunggah foto kegiatannya di Instagram, Selasa (24/2/2020). Dia terlihat tetap memakai baju rumah saat kerja.

“Aku Dirmh Tetap kerja (Cuma Ga pake baju rapih aja hehe) , trus kerja dan pelayanan dprd jalan trus , kordinasi sama kawan dewan online utk perjuangkan anggaran untuk corona sambil dorong btt (belanja tak terduga dari apbd),” tulis Tina dalam Instagramnya.

Saat ini, Tina dan anggota DPRD DKI lainnya memelototi APBD DKI dan memilah mana yang bisa direalokasikan untuk penanganan Corona. Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

“utk bisa cair dan ubek2 apbd mana yg bisa di realokasi cepat sesuai instruksi presiden ke kepala daerah utk merealokasikan APBN & APBD utk penanggulangan dampak Covid-19,” tulisnya lagi.

Lewat alokasi APBD ini, Tina berharap para pekerja informal bisa mendapat bantuan langsung. Dengan demikian, dampak Corona ke mereka bisa berkurang.

“Untuk masyarakat berpenghasilan kecil dan yg kena dampak phk mendapat bantuan langsung dan dibebaskan angsuran untuk ojol dll (DPRD DKI jakarta akan mendorong dan mengawal habis),” tutupnya.

Beredar Kabar Jenazah Covid-19 Tidak Perlu Dimandikan, Ini Kata MUI Kabupaten Bogor

0

BOGOR DAILY – Polemik cara memandikan jenazah pasien positif terpapar Virus Korona atau Covid-19, tanpa dimandikan langsung dikuburkan, ditanggapi serius oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH. Mukri Aji.

Ia mengatakan, mengenai beredarnya informasi jenazah tanpa dimandikan langsung di kuburkan hal tersebut bertentangan dengan kaidah agama islam di Indonesia khususnya di Kabupaten Bogor.

“Korban meninggal dunia karena virus corona atau COVID-19 statusnya syahid fil akhiroh. Perlakuan atas jenazah pasien Covid-19 muslim sama dengan yang lainnya, yakni wajib dimandikan, dikafani, disholatkan, dan dimakamkan,” katanya kepada Bogordaily.net, Rabu (25/3/2020).

Menurutnya, semua proses perlakuan kepada jenazah yang positif Covid-19 kalau dalam kaidah agama islam harus tetap dijalankan. Akan tetapi, dibekali juga peralatan sesuai dengan keahlian tenaga medis, bagaimana caranya agar virus tersebut tidak menular juga kepada yang memandikannya.

“Memandikan jenazah pasien Covid-19 harus dengan menggunakan peralatan yang dapat mencegah penularan virus tersebut,” ucapnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut KH Mukri Aji, orang yang memandikannya pun harus yang betul-betul terampil dan profesional atau petugas kesehatan, serta harus disertai dengan melindungi diri dan memastikan keamanannya.

“Seperti mengenakan pakaian khusus pelindung, masker, sarung tangan, desinfeksi diri, dan lainnya. Setelah itu kemudian jenazah dibungkus dengan kain kafan oleh orang yang juga sudah dipastikan keamanannya. Kemudian setelah itu kembali dibungkus dengan sejenis plastik agar tidak mudah tercemar,” jelasnya.

Hal tersebut tujuannya, agar jenazah Covid-19 bisa lebih sempurna secara medis dan tentunya harus mengikuti arahan dari para ahli medis atau dokter.

“Intinya harus dimandikan, jangan sampai tidak. Tapi, dimandikan dengan cara dari para ahli medis. Kalau yang tidak dimandikan bagi jenazah umat islam kami tidak setuju,” tukasnya. (Andi).