Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8372

Devie P Sultani Dampingi Yayasan Buddha Tzu Chi dan PT Artha Graha Serahkan APD dan Masker

BOGOR DAILY – Anggota Komisi IV Fraksi Nasdem DPRD Kota Bogor, Devi P Sultani, turut mendampingi penyerahan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Masker yang diserahkan langsung oleh perwakilan dari Yayasan Buddha Tzu Chi dan PT. Artha Graha untuk RSUD Kota Bogor, Selasa (23/3/20).

“Bantuan berupa APD dan masker diberikan karena saat ini tenaga Medis di RSUD Kota Bogor, sangat membutuhkan itu,” kata Devie.

Politisi berparas cantik itu berharap, bantuan APD dan masker bisa berguna untuk para tenaga medis di RSUD Kota Bogor, saat berjuang menanggulangi pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

“Semoga ini bisa bermanfaat buat kita semua dalam menanggulangi pencegahan penyebaran Virus Corona. Kita dukung penuh para tenaga medis yang sekarang menjadi garda terdepan. Mereka merupakan pahlawan kemanusiaan bagi warga Indonesia,” ucap Devie.

Pihak RSUD Kota Bogor, kata Devie akan melakukan penambahan sebanyak 50 ruang isolasi.

“Saya sangat mengapresiasi langkah sigap RSUD Kota Bogor,” tukas Devie.

Devi P Sultan mendampingi perwakilan Yayasan Budha Tzu Chi dan PT Artha Graha Bestari Barus SH, menyerahkan APD dan masker.

Dikesempatan yang sama Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim, menyampaikan data terakhir. Tercatat ODP mencapai 283 orang dan sudah selesai 32 orang. Sedangkan dalam penaganan sebanyak 251 orang. Selanjutnya Dedie, menjelaskan terdapat dua orang yang statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Meninggal dunia satu merupakan petugas medis dan satu lagi masih dalam pendataan.

“PDP ada total 14, selesai empat, dalam pengawasan delapan, meninggal dua satu merupakan tenaga medis, kita doakan semoga tenang di alam sana, dia merupakan pahlawan kemanusiaan,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV Fraksi Nasdem DPRD Kota Bogor, Devi P Sultani, Perwakilan Yayasan Budha Tzu Chi dan PT Artha Graha Bestari Barus SH dan Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim saat berbincang dengan Direktur Utama RSUK Kota Bogor Ilham Chaidir.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Budha Tzu Chi dan PT Artha Graha Bestari Barus SH, menuturkan saat ini seluruh dunia tengah berperang melawan Covid-19. Semua negara yang terserang virus Covid-19 sedang memburu APD dan alat kesehatan lainnya. Beruntung, kata Bestaria, pihaknya bisa menyerahkan bantuan APD serta masker bagi RSUD Kota Bogor.

“Hari ini kami baru dapat memberikan 4.000 masker dan 50 set APD untuk RSUD Kota Bogor, serta untuk kebutuhan para staf di dinas terkait yang bertugas mengamankan wilayah kota bogor dari serangan Covid-19. Semoga bermanfaat. Kami ucapkan selamat bertugas LAWAN CORONA,” kata Bestari. (andi/bdn)

Kritik DPR, Melanie Subono: Saya ODP Nggak Kebagian Tes Corona!

0

BOGORDAILY – Melanie Subono berpendapat tes virus Corona seharusnya didulukan untuk rakyat dibandingkan anggota DPR dan keluarganya. Melanie sendiri sulit tes meskipun berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

“SAYA dapet kertas ODP dan ODP+ dan ampe hari ini gak kebagian rapid dan Swab abis dmana mana,” tulis Melanie di Instagram, Senin (23/3/2020).

Melanie berstatus ODP setelah pulang dari Spanyol. Dia lalu berinisiatif mengisolasi diri sendiri di rumah.
Melanie mengatakan jika anggota DPR mau tes, silakan gunakan jalur tes berbayar. Dia tidak rela bila tes Corona untuk anggota DPR memanfaatkan jatah gratis untuk rakyat.

“Mereka ga perlu cek, kecuali ada gejala…. mereka jg GAK PERNAH NYAMBANGIN Turun ketemu RAKYAT kok kecuali pas minta di pilih minta suara,” curhat Melanie.

Dia menyebut, saat ini banyak rakyat kecil yang kesulitan tes Corona. Ujung-ujungnya, mereka hanya didiagnosis demam berdarah, tipes, atau radang paru-paru.

“Sementara mereka (anggota DPR) nanti akan pamer hasil tes nya di medsos medsos dan kkta cuma bisa merana nyariin swab dimana,” paparnya.

“Yang GAJI mereka itu kita…. kenapa harus kita yang ga jelas nasib nya,” lanjut Melanie kesal.

MUI Kabupaten Bogor Akan Bahas Kebijakan Shalat Jum’at dan Bulan Ramadan

BOGOR DAILY – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH. Mukri Aji, mulai mengantisipasi pendemi Virus Korona (Covid-19), mengenai Shalat Jumat dan jelang bulan Ramadhan di Bumi Tegar Beriman.

Ia mengatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan kordinasi dengan sejumlah Ustadz dan Kiyai di seluruh Kabupaten Bogor dalam mengantisipasi wabah Virus Korona ini.

“Covid 19 di Kabupaten Bogor ini jelas warning sesuai dengan yang di katakan oleh intruksi Gubernur Jawa Barat, apalagi masuk ke zona merah ya, jelas itu tantangan untuk diatasi dengan serius fokus dan kompak,” katanya kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).

Terkait harus patuhnya terhadap Pemerintah Pusat untuk mematuhi Fatwa MUI Pusat, ia menjelaskan, akan segera berkordinasi dalam waktu dekat ini. Dirinya berjanji hasilnya akan keluar pada hari Kamis (26/3/2020) nanti, bagaimana kebijakan di Kabupaten Bogor untuk Shalat Jumat dan jelang Ramadhan.

“Ketika Jumat kemarin itu masih melaksanakan salat Jumat ya, khususnya mesjid-masjid besar, level desa, kecamatan. Besok insya Allah kita ada munaqosah dengan para kiyai para ulama by online. Saya sudah membuat perangkatnya. Sehiangga walau jarak jauh itu mudah-mudahan sejauh ada wifi,” jelasnya.

Dirinyapun akan merancang skema jelang Ramadhan, jangan ssampai umat islam tidak melaksanakan Shalat Tarawih nantinya. Apalagi, Shatal Idul Fitri tentunya harus diantisipasi oleh MUI Kabupaten Bogor.

“Sehingga nuansa Rajab, salat Jumat atau salat berjamaah lima waktu boleh nanti jelang Ramadhan, Shalat Tarawih, kita akan lihat nanti fluktuasi ancaman covid ini, dan juga Idul Fitri kita lihat nanti, malam takbir dan bisa nanti haji, kita akan bahas nanti,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan tiga kecamatan yaitu Kecamatan Bojonggede, Cibinong dan Gunungputri, masuk dalam Zona Merah penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Bumi Tegar Beriman.

Hal itupun diungkapkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada wartawan, usai rapat kordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penanganan wabah Virus Covid-19 di Gedung Tegar Beriman.

“Kita proseskan Zona Merah dulu, karena yang positif terpapar Covid-19 itu ada di tiga kecamatan itu, diantaranya tiga orang positif dan satu meninggal di Bojonggede, Cibinong Satu, dan Gunung Putri dua yang positif, total ada 6 positif dan satu meninggal di Kabupaten Bogor,” katanya, Senin (23/3/2020) kemarin. (Andi).

Negosiasi Kontrak dengan Neuer Mandek, Bayern Beralih ke Ter Stegen?

0

BOGORDAILY – Bayern Munich belum juga menemui kata sepakat dengan Manuel Neuer soal kontrak baru. Kini Bayern kabarnya mencoba mengontak Marc-Andre ter Stegen.

Sebelum pandemi virus corona menghentikan sepakbola Eropa, Bayern tengah menegosiasikan kontrak baru untuk tiga pemain yakni David Alaba, Thomas Mueller, dan Neuer. Kontrak ketiga pemain tersebut habis pada 2021.

Baik Alaba dan Mueller kabarnya menginginkan kontrak jangka panjang. Bayern pun belum siap kehilangan dua pemain tersebut.

Namun situasinya berbeda dengan Neuer. Dia sudah berusia 33 tahun dan punya riwayat panjang terkait cedera. Hubungan yang kurang harmonis dengan Presiden Kehormatan Bayern, Franz Beckenbauer, juga kabarnya membuat negosiasi kontrak Neuer kian rumit.

Dengan situasi itu, menurut laporan Sport, Bayern mengalihkan bidikan ke Ter Stegen. Kiper berusia 27 tahun itu disebut-sebut memenuhi kriteria yang dicari Bayern. Bayern dikabarkan sudah mengontak Ter Stegen untuk menyampaikan ketertarikannya.

Ter Stegen sendiri Masih terikat kontrak dengan Barcelona sampai 2022. Saat ini, Barcelona dan Ter Stegen juga sedang negosiasi pembaruan kontrak.

Barcelona berniat memperpanjang kontrak Ter Stegen sampai 2024 dan menyiapkan gaji 6,5 juta euro per tahun. Namun, belakangan negosiasi tersebut kabarnya belum juga mencapai kata sepakat.

Guru Besar UGM Positif Corona Meninggal Dunia

BOGORDAILY – Seorang guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) berinisial ID yang dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19 meninggal dunia. Selama ini ID dirawat di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta.

“Keluarga besar UGM merasa sangat berduka atas kepergian guru besar kami, sahabat kami, teman, dan kolega yang sangat baik dan memiliki kontribusi yang luar biasa bagi UGM,” ujar Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Ariani kepada wartawan, Selasa (24/3/2020).

“Kami memohonkan maaf jika selama berhubungan dengan beliau ada hal-hal yang membuat kurang berkenan, dan mohon doa dari tempat masing-masing untuk almarhum, juga mohon doa untuk keluarganya agar diberikan kesabaran dan ketabahan,” lanjut Iva.

Iva menyampaikan akan ada doa bersama dan upacara penghormatan di Balairung UGM pada sekitar pukul 07.30 WIB nanti.

Diberitakan sebelumnya, ID dirujuk ke RSUP Dr Sardjito pada Minggu (15/3) dan selanjutnya pihak rumah sakit melakukan perawatan isolasi serta pemeriksaan dengan standar COVID-19. Salah satunya dengan mengirimkan sampel swab ke Balitbangkes pada Senin (16/3). Selama menjalani perawatan, pasien dikelola di ruang isolasi khusus.

Hal ini disampaikan Wakil Rektor UGM Bidang Kerja Sama dan Alumni, Paripurna, melalui keterangan tertulis yang dikirim Humas UGM, Rabu (18/3).

Tiga Kecamatan Zona Merah Korona di Kabupaten Bogor Disemprot Disinpektan

1

BOGOR DAILY – Sebanyak tiga Kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk dalam Zona Merah penyebaran wabah Virus Korona (Covid-19), disemprot Disinpektan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadan Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor.

Ketiga kecamatan yang masuk Zona Merah itu diantaranya, Kecamatan Cibinong, Bojonggede dan Gunungputri. Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, mengatakan, penyemprotan tersebut merupakan intruksi dari Bupati Bogor, Ade Yasin.

“Kami hari Selasa (24/3/2020) ini atas perintah Bupati Bogor, Ade Yasin menyemprot Kecamatan Bojonggede, Cibinong, dan Gunungputri yang masuk zona merah,” katanya kepada wartawan ditemui dilokasi penyemprotan di Kecamatan Cibinong, Selasa (24/3/2020).

Ia menerangkan, dalam pelaksanaan penyemprotan zat disinpektan, jajarannya dibantu Satpol PP hingga selain melakukan penyemprotan. Tidak hanya itu, jajarannya juga melakukan sosialisasi physical distancing.

Hal senada diutarakan, Plt. DLH Kabupaten Bogor, Anwar Anggana. Ia mengatakan, pihaknya juga menyemprotkan zat disinpektan di beberapa ruas jalan, tempat ibadah dan komplek perumahan yang masuk dalam kategori Zona Merah penyebaran Covid-19.

“Hari ini kami menyemprotkan zat disinpektan di Jalan Bersih, Jalan KSR Dadi Kusmayadi, Masjid Baitul Faizin, RSUD Cibinong dan sebuah perumahan di Kelurahan Pondok Rajeg, Cibinong,” akunya.

Selain Kecamatan Bojonggede dan Kecamatan Cibinong, pihaknya juga melakukan penyemprotan di Kecamatan Gunung Putri.

Mantan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU – PR) ini pun menambahkan, bahwa penyemprotan zat disinpektan di Kecamatan Gunung Putri akan dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

“Dalam penyemprotan zat disinpektan di wilatah zona merah penyebaran wabah virus corona ini kami membagi tugas, kemungkinan yang akan menyemprotkan zat disinpektan ke Kecamatan Gunung Putri ialah petugas Damkar,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan tiga kecamatan yaitu Kecamatan Bojonggede, Cibinong dan Gunungputri, masuk dalam Zona Merah penyebaran Virus Korona atau Covid-19 di Bumi Tegar Beriman.

Hal itupun diungkapkan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada wartawan, usai rapat kordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penanganan wabah Virus Covid-19 di Gedung Tegar Beriman.

“Kita proseskan Zona Merah dulu, karena yang positif terpapar Covid-19 itu ada di tiga kecamatan itu, diantaranya tiga orang positif dan satu meninggal di Bojonggede, Cibinong Satu, dan Gunung Putri dua yang positif, total ada 6 positif dan satu meninggal di Kabupaten Bogor,” katanya, Senin (23/3/2020) kemarin. (Andi).

Pepen Firdaus Perangi Covid-19 di Kelurahan Katulampa

BOGORDAILY – Perang melawan pandemi Covid-19 juga dilakukan Anggota Komisi III Fraksi Gerindra DPRD Kota Bogor Pepen Firdaus. Bersama Relawan Dulur Pepen, mereka melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke sejumlah fasilitas umum yang ada di linkungan RW 8,9 dan 10 Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (24/3/20).

“Kegiatan mulai dilakukan pada pukul semilan pagi tadi. Sekarang masih berlangsung,” ujar Pepen.

Anggota Komisi III Fraksi Gerindra DPRD Kota Bogor Pepen Firdaus, bersama Relawan Dulur Pepen melakukan penyemprotan cairan disinfektan disepuluh titik fasilitan umum di Kelurahan Katulampa, Selasa (24/3/20).

Aksi perlawanan terhadap Covid-19 dilakukan Pepen, untuk memutus matarantai penyebaran pandemik virus asal Wuhan yang tengah mengguncang dunia. Pada kesempatan itu, kepada masyarakat Pepen, terus mengikatkan supaya warga mengikuti anjuran pemerintah dengan tetap  melakukan jaga jarak sosial dan tidak berkumpul namun diam di rumah masing-masih.

Anggota Komisi III Fraksi Gerindra DPRD Kota Bogor Pepen Firdaus, bersama Relawan Dulur Pepen melakukan penyemprotan cairan disinfektan disepuluh titik fasilitan umum di Kelurahan Katulampa, Selasa (24/3/20).

Bersama Relawan Dulur Pepen, ia melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sepulh titik fasilitas umum diantaranya musholla serta posyandu. “Kita prioritaskan lokasi-lokasi yang menjadi tempat interaksi masyarakat,” cetus Pepen. (bdn)

Update Korona Kota Bogor: Dua Orang Meninggal Dunia

BOGOR DAILY – Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachim, mengungkapkan, bahwa Plt. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) Virus Korona atau Covid-19. Hal itupun diungkapkan oleh orang momor dua Kota Hujan tersebut melalui pesan WhatsApp nya.

Ia mengatakan, Plt Dinkes Kota Bogor masuk dalam ODP karena mempunyai riwayat kontak langsung dengan Walikota Bogor, Bima Arya, yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Iya Plt. Dinkes Kota Bogor juga merupakan ODP untuk saat ini,” katanya, Selasa (24/3/2020).

Ia menyampaikan, untuk data terupdate Covid-19 di Kota Bogor, ODP ada sebanyak 283 dan sudah selesai 32 dalam penanganan 251. Sedangkan, Dedie sapaan akrabnya menjelaskan, ada dua yang statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) meninggal dunia satu merupakan petugas medis dan satu lagi masih dalam pendataan.

“PDP ada total 14, selesai empat, dalam pengawasan delapan, meninggal dua satu merupakan tenaga medis, kita doakan semoga tenang dialam sana, dia merupakan pahlawan kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor sebanyak tujuh orang, masih dalam pengawasan enam dan meninggal satu orang. (Andi).

Borneo FC Akhirnya Liburkan Pemain, Sebelumnya Sempat Latihan di Tengah Pandemi Corona

0

BOGORDAILY – Borneo FC akhirnya memutuskan meniadakan latihan. Pesut Etam sempat menjalani latihan seperti biasa di tengah pandemi virus corona.

Latihan rutin digelar selama lima hari berturut-turut mulai 18 hingga 22 Maret. Sebelumnya skuat sempat libur lima hari setelah menjamu Persela Lamongan dalam lanjutan Shopee Liga 1 2020 di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (13/3/2020).

Manajemen tim akhirnya memutuskan meniadakan kegiatan setelah melihat situasi penyebaran yang semakin tak terkendali. Rencananya tim diliburkan sampai akhir Maret.

“Kami memutuskan untuk menghentikan kegiatan sementara waktu sampai tanggal 1 April. Pemain diharap menjaga kondisi sebisanya, latihan ringan,” kata Manajer Borneo, Farid Abubakar, dikutip dari laman resmi klub.

“Jangan keluar mess atau rumah bagi pemain yang di rumah. Tidak keluar pokoknya jika tidak mendesak. Kami juga ingatkan mereka untuk berkomunikasi dengan dokter setiap saat bila ada gejala sakit,” ujarnya menambahkan.

Sultan Samma cs sempat melakukan pengecekan kondisi pemain dari ancaman virus corona pada latihan tanggal 18 Maret. Hasilnya tak ada gejala yang diderita pemain dan seluruh anggota tim.

Manajemen berharap pemain menaati peraturan klub. Mereka sangat berharap pemainnya tidak menjadi salah satu yang dinyatakan Covid-19.

“Ya kami berharap situas ini segera membaik dan kita bisa kembali bertanding seperti semula,” tutur Farid mengakhiri.

Rapid Tes Covid-19 untuk Anggota DPR RI Ditentang

BOGOR DAILY – Rencana rapid tes Virus Korona (Covid-19) bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), mendapatkan sorotan dan penolakan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Pengamat Kebijakan Publik, Yusfitriadi.

Ia mengatakan, di tengah kabar duka ini tidak sepatutnya anggota DPR beserta keluarganya menjalani rapid test Virus Korona dalam waktu dekat ini. Tentunya kata Yus, total pesertanya diperkirakan mencapai 2000 an orang. Jumlah ini tak bisa dibilang sedikit.

“Belum lagi, hampir semua yang masuk dalam rombongan anggota DPR ini tidak sedang mengalami gejala terjangkit Virus Korona. Mereka hanya dikejar oleh rasa takut yang keterlaluan kalau-kalau virus mematikan itu sudah menjangkiti dirinya. Padahal jelas-jelas rapid test ini diprioritaskan bagi warga yang sudah menyandang status ODP dan PDP,” katanya kepada Bogordaily.net, melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/3/2020).

Tentu saja, Yus menyayangkan hal tersebut dan bahkan jengkel. Sebab, di tengah situasi serba minim yang saat ini dihadapi, baik karena lambannya gerak Pemerintah dalam proses penanganan Korona, termasuk kelangkaan alat medis untuk petugas medis sendiri.

“Anggota DPR beserta keluarga justru ingin diistimewakan. Pengistimewaan ini menambah luka warga masyarakat kita. Masyarakat kita, khususnya mereka yang berada di zona merah Covid-19, belum terlayani dengan semestinya, kini mereka melihat dengan mata telanjang, para wakil mereka seperti diutamakan dalam pelayanan ini,” kesalnya.

Ia meminta kepada Pemerintah Pusat, agar pelaksanaan rapid test anggota DPR beserta keluarganya itu dibatalkan. Jika ada anggota DPR yang mengalami gejala terpapar Virus Korona, maka sebaiknya berinisiatif sesuai dengan petunjuk protokol penanganan Covid-19 yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

“Saat ini, berbagai elemen masyarakat tengah membangun semangat solidaritas untuk mengatasi pandemi korona, diantaranya dengan melakukan penggalangan dana demi bisa membantu tenaga medis dalam mendapatkan Alat Pelindung Diri (APD) yang memang masih jauh dari yang dibutuhkan,” pintanya.

Apalagi, terhitung sampai tanggal Senin 23 Maret 2020, jumlah orang yang terinveksi virus Covid-19 di Indonesia mencapai 579 kasus. 49 diantaranya meninggal dunia, termasuk didalamnya ada enam orang dokter yang terlibat secara langsung menangani pasien positif Korona. (Andi).