Friday, 10 April 2026
Home Blog Page 8379

Ini Kata Ismed Sofyan yang Digosipkan Hengkang dari Persija

0

BOGORDAILY – Bek sayap senior Persija Jakarta Ismed Sofyan menepis kabar dirinya hengkang dari Macan Kemayoran. Ditegaskannya, dia masih punya kontrak tersisa.

Desas-desus Ismed hengkang mulai muncul karena bek kanan itu belum juga dimainkan di Shopee Liga 1 2020. Sekadar untuk menjadi pemain cadangan pun tak didapatkannya.

Posisi bek kanan yang biasa ditempati Ismed kini sudah diambil alih Marco Motta. Pemain asal Italia itu sejauh ini mampu memainkan peran di posisi itu dengan baik.

“Mungkin itu hanya gosip. Saya memiliki kontrak hingga 2021 dan saya menghormatinya,” kata Ismed dikutip dari laman resmi Liga Indonesia.

Bisa dibilang Ismed kini menjadi pemain pilihan ketiga untuk mengisi pos bek kanan. Karena masih ada nama Alfath Fathier yang menjadi deputi dari Motta.

Ismed memahami kondisi ini dan menyebut Motta serta Alfath memang layak menggantikan posisinya. Pemain asal Aceh itu memahami usianya yang kini sudah mencapai 40 tahun.

“Dengan adanya Motta dan Alfath, bagus karena semakin banyak pemain berkualitas, artinya saya tidak lagi kelelahan,” tuturnya.

“Masa dari dahulu saya terus yang bermain. Kini saya jadi back-up keduanya sudah cukup,” ucapnya menegaskan.

Tetap Kerja meski di Rumah, Corona Bukan Halangan

BOGORDAILY – Di dalam kamar indekos, ditemani ponsel pintar dan komputer jinjing. Sylmi berkomunikasi dengan banyak klien di luar. Komunikasi kadang terputus, karena jaringan internet naik turun. Penjelasan harus pelan dan tegas, hingga lawan bicaranya mengerti.

Rasa khawatir bertemu masih begitu besar. Virus Corona (Covid-19) mewabah di Indonesia membuat kantor tempatnya bekerja meminta melakukan kerja di rumah. Semua demi kesehatan dan keamanan para pegawai. Tentu keputusan ini tidak mudah dilakoni Sylmi. Dia harus berjibaku. Apalagi banyak rencana gelaran acara terpaksa dibatalkan.

Tugas Sylmi sebagai seorang public relation (PR), tentu banyak mengedukasi klien dan para karyawan. Karyawati 21 tahun ini terakhir masuk kantor tanggal 16 Maret 2020. Kala itu dia hadir untuk mengikuti rapat menyangkut informasi tata cara kerja di Rumah yang harus disampaikan kepada seluruh karyawan kantor.

“Semua aku harus kerjakan semaksimal mungkin. Pilihan kerja di rumah tentu baik bagi semua pihak. Karena kita harus menjaga jarak sosial demi memutus rantai penyebaran virus corona,” cerita Sylmi kepada merdeka.com, Rabu pekan ini.

infografis dampak virus corona terhadap pariwisata dan penerbangan

Pada 15 Maret 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat Indonesia untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah guna menghambat wabah virus corona. Tentu bukan hanya tentang kerja. Mulai dari belajar hingga ibadah, juga diminta dilakukan di rumah.

Sesuai dari arahan Jokowi, banyak perusahaan langsung mempekerjakan karyawannya di rumah. Begitu pula kantor Sylmi. Pada Selasa, 16 Maret 2020, tidak ada lagi karyawan yang datang ke kantor. Mereka bahkan dilarang bertemu klien secara langsung. Semua harus dilakukan di rumah.

Itu yang menjadi perbedaan yang signifikan antara bekerja di rumah dan tidak. Rata-rata kerja di rumah dilaksanakan hingga 29 Maret 2020 nanti.

Sylmi mengaku bahwa selama dua pekan ini, ada delapan acara yang harusnya didatangi. Apalagi tamu undangan dijadwalkan hadir berasal dari perusahaan besar. Tentu ini menjadi kesempatan sebagai PR untuk meningkatkan citra perusahaannya.

Kantor tempatnya bekerja untuk sementara menghilangkan sistem absen sidik jari. Absensi diganti dengan laporan kerja terhadap pekerjaannya para karyawan. Dalam laporan itu harus diisi dengan detail. Misalnya, untuk PR itu harus ditulis sudah berapa banyak klien yang dihubungi via telepon, lalu apa yang dibicarakan di telepon juga harus dimasukkan ke dalam laporan itu. Karena dari situ, bisa terlihat sudah sejauh mana prosesnya.

Laporan harian tersebut harus dikirim ke email perusahaan setiap hari, tidak bisa jika dalam satu hari tidak membuat laporan, kemudian besoknya baru dikerjakan dua laporan sekaligus. Hal itu tidak bisa dilakukan karena laporan harian ini pengganti merupakan pengganti absensi.

aktivitas warga jakarta di tengah ancaman corona

“Laporan harus ada setiap hari karena itu merupakan bukti bahwa para karyawan benar-benar bekerja di rumah, tidak pergi ke luar rumah untuk hal yang kurang penting,” ujar Sylmi.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Corona Achmad Yurianto mengumumkan bahwa jumlah pasien positif corona per 19 Maret 2020 yaitu sebanyak 309 kasus. Ada 25 orang yang sudah meninggal dunia, dan 15 orang sembuh.

Bukan hanya di Jakarta saja jumlah pasiennya paling banyak, Jawa Barat dan Banten pun menempati urutan tiga teratas. Jumlah warga Jawa Barat yang positif Corona berjumlah 22 orang. melonjak 100 persen jika dibandingkan pada 18 Maret 2020 yang hanya berjumlah 22 orang.

Pada situs pikobar.jabarprov.go.id. kemarin, ada 1.004 Orang Dalam Pengawasan (ODP). Namun hari ini bertambah 161 orang menjadi 1.165 ODP

Hemat Kerja di Rumah

di rumah

Berbeda dengan Sylmi yang baru mulai kerja di rumah pada 17 Maret 2020. Sarah, pekerja di sebuah startup Agritech sudah diberitahu perusahaan untuk bekerja di rumah sejak Kamis, 12 Maret 2020.

Wanita yang bekerja sebagai finance officer di Jakarta, ini mengaku bahwa bos kantornya memang sangat peduli terhadap karyawannya. Setiap karyawan diberikan alat kesehatan berisi masker, antiseptik, serta vitamin. Biasanya jam kerja Sarah saat di kantor mulai pukul 9 pagi hingga pukul 6 sore. Itu tetap diterapkan meski kerja di rumah.

“Biar efektif kerjanya, jadi istirahat selama sejam saat Zuhur,” ujar wanita berusia 23 tahun itu.

Sarah mengaku bahwa bos kantornya merupakan pemimpin tegas. Atasannya melarang para karyawannya untuk meninggalkan rumah saat merebak virus corona. Atasannya tidak sungkan untuk menegur karyawannya yang pergi berlibur ketika dalam masa kerja di rumah. Semua dengan dasar alasan kesehatan.

Di Jakarta sendiri, yang terbanyak yaitu wilayah Jakarta Selatan. Ada 51 kasus. Jumlah pasien bisa terus dipantau melalui website persebaran COVID-19 yang dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta (corona.jakarta.go.id)

Kantor Sarah berada di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Sarah mengatakan bahwa kantornya sudah beberapa kali melakukan penyemprotan disinfektan dan akan terus dilakukan selama kerja di rumah. Hal itu dikarenakan tidak semua karyawan bisa bekerja dari rumah. Ada karyawan yang tetap masuk ke kantor seperti divisi Human Resources (HR), Tech, dan Ops. Mereka masih harus masuk ke kantor namun tidak setiap hari, ada pembagian waktu.

Sarah merasa bersyukur karena kerja di rumah ini bisa lebih menghemat pengeluaran. Karena tidak perlu keluar uang untuk transport dan makan. Selain menghemat pengeluaran, menghemat pemakaian kertas.

Dalam satu minggu biasanya, divisi finance bisa menghabiskan satu rim kertas. Tidak terbayang berapa banyak jumlah kertas yang terselamatkan saat WFH di Indonesia.

“Dulu invoice-nya based on hardcopy sekarang pakai softcopy. Hikmahnya kerja di rumah sebenarnya bisa mengurangi penggunaan kertas dan terbiasa dengan invoice online,” ujar dia.

Sarah merasa diuntungkan dengan WFH ini karena sebenarnya memang pekerjaannya bisa dilakukan di rumah. “Sebenarnya pekerjaan finance bisa di lakukan di rumah dan kerja di rumah ini membuat divisi gue jadi lebih mudah karena semuanya menggunakan softcopy,” ujar Sarah.

Pendapatan Menurun

Kerja dari rumah memang menguntungkan bagi sebagian orang. Namun tidak untuk mereka yang bekerja di bidang pelayanan jasa, seperti ojek online. Pendapatan mereka berkurang imbas banyak pekerja memutuskan kerja di rumah.

Pengguna ojek online bukan hanya karyawan saja. Malah lebih banyak anak sekolah atau anak kuliah.

Seorang pengemudi ojek online asal Jakarta, Noval, mengaku bahwa pendapatannya dalam sehari berkurang hingga 50 persen. Ini dianggap sebagai imbas arahan pemerintah untuk bekerja dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona.

“Jumlah order jadi sepi karena banyak yang kerja di rumah. Teman-teman pengemudi ojek online (ojol) yang lain juga mengeluhkan hal itu. Gara-gara virus corona order jadi sepi,” ujar Nauval kepada merdeka.com.

Persebaran virus corona sudah menginfeksi lebih dari 150 negara di dunia. Pesatnya persebaran virus jenis baru ini akhirnya membuat Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkannya menjadi sebuah pandemi. Berbagai negara memiliki kebijakan berbeda-beda untuk menekan dan menyelesaikan bencana wabah penyakit ini.

Ada yang menjadikan sebagai status darurat, ada juga yang melakukan lockdown. Lockdown artinya dikunci. Masyarakat yang tinggal di negara yang telah menyatakan lockdown, maka mereka terkunci di dalam negara itu selama status lockdown diberlakukan. Namun, pemerintah sudah harus menjamin kebutuhan sehari-hari warganya selama lockdown.

Hingga saat ini, terdapat 10 negara yang melakukan lockdown di negaranya, yaitu China, Italia, Spanyol, Malaysia, Prancis, Denmark, Irlandia, Belanda, Spanyol, Polandia, El-Salvador, dan Selandia Baru.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi belum terpikirkan untuk melakukan lockdown seperti negara lain. “Belum terpikir ke arah sana,” kata Jokowi usai meninjau Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 13 Maret 2020

Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengungkapkan alasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menerapkan lockdown atau penguncian akses wilayah baik secara regional maupun nasional di Indonesia. Salah satunya yakni mempertimbangkan berbagai akses ekonomi.

infografis virus corona

Sekretaris Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Susiwijono mengatakan banyak hal yang harus dipertimbangkan dari sisi ekonomi ketika pemerintah memutuskan untuk melakukan lockdown. Mengingat, sebagian besar pasokan barang di DKI Jakarta masih bergantung dari luar.

“Kalau dari sisi kami hanya lihat dari aspek ekonominya karena banyak hal yang harus dipertimbangkan dengan struktur ekonomi kita seperti ini dan ketergantungan kita terhadap keluar masuknya barang terutama provinsi DKI ini pasokan bahan pangan pokok barang barangnya di luar DKI sehingga harus dipertimbangkan betul,” kata dia kepada wartawan di Kantornya Jakarta, Selasa lalu

Pemerintah menetapkan wabah virus corona ini sebagai status darurat selama 91 hari sejak dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020. Sebagian masyarakat mendesak pemerintah untuk mengubah status darurat menjadi lockdown. Hal ini dikarenakan sudah ada 25 orang yang meninggal karena terinfeksi virus corona. Namun ada juga sebagian warga yang tidak setuju jika pemerintah memberlakukan lockdown.

Para pengemudi ojek online misalnya. Nauval mengaku bahwa dirinya tidak setuju jika Indonesia memberlakukan lockdown karena bisa kehilangan penghasilan. “Sebenarnya saya tidak setuju di lockdown. Kalau pegawai negeri mereka kerja dari rumah tapi tetap digaji, sedangkan para ojol kalau di lockdown bisa tidak makan bahkan karena tidak ada penghasilan,” keluh Nauval.

Walaupun tidak setuju jika Indonesia memutuskan lockdown, namun Nauval tetap akan mengikuti ketetapan pemerintah. Menurutnya kepentingan bersama itu lebih baik daripada kepentingan pribadinya, jadi ia akan menerima jika memang Indonesia akan di lockdown.

“Kalau wabah virus corona ini sudah semakin parah dan mengharuskan untuk lockdown ya apa boleh buat, demi kepentingan bersama harus diterima,” ujar Nauval kepada merdeka.com

Nauval berharap pemerintah bisa lebih serius dalam menangani COVID-19 sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan. Ia berharap masyarakat Indonesia bisa beraktivitas seperti sebelum virus ini mewabah, sehingga jumlah order para ojol bisa kembali ramai seperti biasanya lagi.

Menurut Ahli Imunologi Duel Atalanta Vs Valencia Menyebarkan COVID-19

0

BOGORDAILY – Pakar imunologi mengklaim duel Atalanta vs Valencia menjadi salah satu pemicu wabah virus corona di wilayah Bergamo, Italia. COVID-19 menyebar dari kota Milan.

Pertandingan leg pertama 16 besar Liga Champions antara Atalanta kontra Valencia di Stadion San Siro pada 20 Februari lalu menyisakan kabar buruk. 40 ribu penggemar La Dea yang menyaksikan langsung timnya meraih kemenangan 4-1 atas tim tamu itu diduga membawa virus corona ke kota asalnya di Bergamo.

Bergamo kini menjadi salah satu wilayah dengan dampak virus corona terbesar di Italia. Football Italia mencatat 533 korban meninggal dunia di sana akibat penyakit tersebut hingga Kamis (19/3/2020).

Menurut ahli imunologi Italia, Francesco Le Foche, persebaran virus di Bergamo salah satunya dibawa oleh para penggemar Atalanta yang menyaksikan langsung pertandingan Liga Champions di San Siro, Milan. Kota yang terkenal dengan ikon fashionnya itu memang menjadi salah satu wilayah awal yang terpapar virus corona di Negeri Pizza tersebut.

“Kemungkinan ada beberapa pemicu utama dan katalis untuk penyebaran virus. Pertandingan Atalanta-Valencia bisa menjadi salah satunya,” kata La Foche kepada Corriere dello Sport, dilansir dari Football Italia.

“Itu adalah puncak euforia kolektif di musim sepakbola yang unik bagi klub tersebut. Satu bulan telah berlalu sejak pertandingan itu, jadi waktunya memang tepat,” dia menambahkan.

“Kumpulan ribuan orang, masing-masing berjarak satu sentimeter, teribat dalam manifestasi euforia seperti berpelukan, berteriak, semuanya saling berbalasan. Saya membayangkan banyak yang tak mau melewatkan laga itu jika sudah memegang tiket, bahkan jika mereka merasa sedikit demam.”

“Melihat ke belakang, itu gila banget bermain di tengah kerumunan. Meskipun saat itu masalah ini belum jelas betul, tetapi saat ini sesuatu seperti itu tidak mungkin terpikirkan,” ujar La Foche.

Valencia juga menjadi tim yang terdampak saat melakoni laga kontra Atalanta di San Siro. 35 persen dari skuat dan staf mereka positif terjangkit virus corona seusai menjalani duel di Milan itu.

Ini Tuntutan Pidana Maksimal Bagi Penimbun Masker-Penebar Kabar Bohong Corona

BOGORDAILY – Penyebaran virus Corona (COVID-19) di sejumlah daerah di Indonesia semakin masif. Upaya warga menimbun masker untuk menghindari virus atau dijual lagi dengan harga tinggi hingga adanya kabar bohong atau hoax terkait Corona pun tak terhindarkan.

Penimbunan masker hingga penyebaran kabar bohong soal Corona mendapat perhatian serius Kejaksaan Agung. Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta agar pelaku penimbun masker dan penyebar hoax Corona dituntut dengan pidana maksimal.

“Menyikapi fenomena penimbunan yang terjadi di tengah-tengah usaha kita bersama untuk mencegah dan menangkal virus COVID-19, saya selaku Jaksa Agung Republik Indonesia memerintahkan para Jaksa dalam menangani kasus-kasus seperti penimbunan masker, obatan-obatan, dan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako), serta penyebar hoax terkait Corona, agar setiap pelakunya diberikan tuntutan pidana maksimal,” kata Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menyampaikan arahan Jaksa Agung ST Burhanuddin, dalam siaran persnya, Kamis (19/3/2020).

“Sehingga menimbulkan efek jera sekaligus menjadi peringatan bagi yang lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama,” imbuhnya.

Hari mengatakan Burhanuddin prihatin dengan meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Corona. Menurut Hari, aksi penimbunan masker tersebut bisa berdampak ke masyarakat ekonomi kecil karena kelangkaan masker menyebabkan harga masker melambung tinggi.

“Aksi penimbunan masker ini sangat meresahkan dan membebani masyarakat, terlebih untuk strata ekonomi menengah ke bawah karena keberadaan masker yang semakin langka dan harganya kian tinggi,” ujarnya.

Untuk diketahui, polisi mengamankan 22 pelaku penimbun masker pada awal Maret lalu. Para pelaku kemudian dijerat dengan Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Merujuk pada pasal tersebut, pelaku penimbun masker dijerat pidana 5 tahun dan denda hingga Rp 50 miliar. Berikut isi pasal tersebut:

Pasal 107
Pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat dan/atau terjadi hambatan kelangkaan lalu Barang, lintas gejolak Perdagangan harga, Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Bisakah pelaku penimbun masker dijerat jaksa?

Merujuk pada Pasal 29 UU Perdagangan, kategori barang terdiri atas dua jenis, yaitu ‘barang kebutuhan pokok’ dan ‘barang penting’. Ketentuan lebih lanjut mengenai penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting diatur di Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang.

Dalam Pasal 1 Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, dijelaskan tentang definisi barang kebutuhan pokok.

Barang Kebutuhan Pokok adalah barang yang menyangkut hajat hidup orang banyak dengan skala pemenuhan kebutuhan yang tinggi serta menjadi faktor pendukung kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, definisi barang penting berdasarkan Perpres tersebut adalah ‘barang strategis yang berperan penting dalam menentukan kelancaran pembangunan nasional’.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan jaksa akan melihat terlebih dahulu pasal yang akan disangkakan kepada pelaku sebelum diberi tuntutan.

“Kami akan lihat dan pelajari dulu perkaranya dari penyidik guna menerapkan ancaman pidananya,” ujar Hari saat dimintai konfirmasi.

Nilmaizar Girang, Marquinhos Datang

0

BOGORDAILY – Rekrutan anyar Persela Lamongan, Marcus Vinicius Vidal atau Marquinhos telah tiba di Lamongan. Kedatangannya disambut gembira oleh pelatih Persela, Nilmaizar.

Marquinhos datang ke Lamongan, Kamis (19/3/2020). Gelandang asal Brasil ini langsung menjalani tes medis di RSUD dr. Soegiri Lamongan.

Marquinhos menjadi rekrutan anyar Persela bersama dengan Brian Ferreria. Keduanya akan mengisi slot pemain asing Laskar Joko Tingkir yang ditinggalkan oleh Shunshue Nakamura dan Jasmin Mecinovic.

“Tadi jam 7 datang langsung cek kesehatan dan fisik, tidak ada masalah. Tapi sampai saat ini, saya belum dapat hasilnya seperti apa. Mungkin nanti saya akan tanya kepada manajemen,” kata pelatih Persela, Nilmaizar, usai memimpin latihan di Stadion Surajaya, Lamongan.

Nilmaizar mengaku bahagia dengan Kedatangan mantan gelandang Perseru Badak Lampung FC tersebut. Hanya saja Marquinhos belum bisa langsung bergabung dengan rekan satu timnya untuk menjalani latihan.

Ia masih membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya. Hal itu dikarenakan Marquinhos harus menempuh perjalanan panjang dari Brasil ke Indonesia.

“Kita bahagia dia datang ke sini, mudah-mudahan ada perubahan. Saya sudah diskusi sama dia dan dia minta waktu selama 3 hari latihan rekondisi dulu, karena perjalanan sangat jauh 24 jam dan pindah-pindah tempat,” terang Nilmaizar.

Persela Lamongan kini tinggal menunggu kedatangan Brian Ferreira. Mantan gelandang PSS Sleman tersebut diperkirakan baru baru bisa bergabung dengan Laskar Joko Tingkir Minggu depan.

Kehadiran Marquinhos dan Brian tentu diharapkan bisa menganggkat performa Persela yang kini tengah terpuruk di dasar klasemen. Persela tanpa poin di tiga laga awal mereka di Shopee Liga 1 2020.

MUI: Untuk Sementara Ganti Salat Jumat dengan Zuhur di Rumah

BOGORDAILY – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menganjurkan kepada umat Islam di Indonesia, terutama mereka yang akan melaksanakan ibadah salat Jumat, agar menggantinya dengan shalat Zuhur di rumah.

“Untuk sementara waktu dianjurkan agar salat berjamaah, termasuk salat Jumat di Masjid diganti dengan salat Zuhur di rumah masing-masing,” katanya dalam keterangan via video dikutip dari Antara, Jumat (20/3).

Anjuran tersebut, kata dia, sesuai dengan pandangan para ulama dan didasarkan pada tuntunan Kitab Alquran dan hadits serta prinsip hukum Islam.

“Yaitu menghindari kemudaratan lebih penting untuk dikedepankan dari sekadar mewujudkan kemaslahatan,” katanya.

Dia mengatakan, Indonesia saat ini dalam keadaan darurat dengan derajat kedaruratan yang telah ditentukan oleh pemerintah dan juga para ulama serta para zuama setempat.

Oleh karena itu, menjaga diri agar tidak terjangkit virus SARS-COV-2, penyebab penyakit Covid-19, perlu diutamakan.

Untuk itu, umat Islam juga dianjurkan untuk membudayakan hidup bersih dengan membersihkan masjid dan musala serta lingkungan di sekitar.

Perilaku hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari seperti rutin mencuci tangan, membasuh wajah, terutama melalui wudhu juga sangat dianjurkan guna menghindari diri dari kemungkinan penyebaran virus berbahaya tersebut.

Namun, ia juga menekankan bahwa hal paling penting yang perlu tetap dilakukan oleh umat Islam adalah berdoa kepada Allah SWT agar semuanya diberi perlindungan dan dibebaskan dari wabah Covid-19.

Sebelumnya, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar juga menganjurkan kepada umat Islam untuk menjalankan ibadah salat berjamaah di rumah masing-masing sampai kondisi memungkinkan untuk kembali beribadah di masjid.

“Aa, pimpinan Daarut Tauhid dan jajaran Daarut Tauhid memutuskan untuk sepenuhnya mengikuti fatwa MUI. Aa dan keluarga sudah salat berjamaah di rumah dan semua juga dianjurkan untuk shalat di rumah,” katanya.

Cegah Kemudaratam

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar memaparkan beberapa alasan untuk meniadakan salat Jumat berjamaah di masjid dan menggantinya dengan salat Zuhur masing-masing di rumah. Salah satunya adalah mencegah kemudaratan.

Nazarudin dalam Konferensi Pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta, Jumat, mengatakan, alasan objektif meniadakan salat Jumat dikarenakan sudah ada fatwa dari Majelis Ulama Indonesia untuk menghindari kerumunan guna mencegahnya penyebaran virus corona baru Covid-19.

Selain itu, Nazarudin juga mengatakan alasan lainnya sudah ada imbauan dari Presiden Joko Widodo untuk melakukan pembatasan interaksi sosial dan juga imbauan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meniadakan shalat Jumat berjamaah selama dua pekan.

“Kita sebagai umat beragama tidak ada hal lain selain mengikuti ulama dan umara (pemerintah) kita,” kata Nazarudin.

Selain itu pihak Masjid Istiqlal, kata Nazaruddin, juga mempelajari dan mempertimbangkan kondisi-kondisi penyebaran virus yang begitu cepat di luar negeri seperti di Iran, Korea Selatan, dan Italia yang kondisinya disebut sangat memprihatinkan.

“Oleh karena itu untuk mencegah jangan sampai hal itu terjadi di Tanah Air kita tercinta, maka kami selaku Imam Besar Masjid Istiqlal mengimbau kepada seluruh umat Islam terutama yang berada di dalam wilayah-wilayah yang sangat banyak virus berkembang, maka sudah cukup alasan untuk tidak melakukan pertemuan dalam keadaan berjamaah, termasuk di dalamnya shalat Jumat, termasuk juga shalat berjamaah Subuh, Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya,” kata dia.

Sedangkan apabila masih ada yang ingin melakukan salat berjamaah dikarenakan wilayahnya terbilang masih aman dari penyebaran virus, Nazaruddin mengimbau agar menerapkan pembatasan sosial yaitu dengan memberi jeda ruang antarjamaah seluas dua meter sebagai upaya untuk menghindari penyebaran virus. Dia mengatakan Masjid Istiqlal menerapkan hal tersebut dalam shalat berjamaah sekarang ini.

Anies Baswedan Telah Mengimbau

Pada Kamis (19/3), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan imbauan bahwa kegiatan ibadah bersama keagamaan di Jakarta, termasuk shalat Jumat di masjid-masjid Jakarta, untuk ditiadakan selama dua pekan ke depan sebagai antisipasi pencegahan penularan virus corona baru Covid-19.

Menindaklanjuti seruan tersebut, Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Laksmana Pertama TNI (Purn) Asep Saepudin dalam keterangan resminya kemarin, juga telah menyampaikan imbauan bahwa Masjid Istiqlal tidak melaksanakan shalat Jumat selama dua minggu dan diganti dengan shalat zuhur masing-masing (tidak berjamaah).

Berdasarkan data per hari kemarin, jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 309 orang, bertambah 82 orang dibandingkan hari sebelumnya. Kasus kematian akibat penyakit tersebut menjadi 25 orang dengan tingkat kematian atau Case Fatality Rate 8,09 persen, dan 15 orang telah pulih dan diperbolehkan pulang.

Suaminya Positif Corona, Istri Walikota Bogor Sampai Pesan Khusus

BOGOR DAILY – Setelah dinyatakan positif terjangkit virus korona Istri Walikota Bogor, Yane Ardian, berterimakasih kepada masyarakat Kota Hujan yang telah mendoakan  suaminya.  Saat ini Bima Arya  sedang menjalani proses isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.

“Saya berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang sudah mendoakan suami saya. Allah Maha Baik dengan menitipkan ujian ini kepada Kami. Kang Bima sebagai Pemimpin sudah bekerja keras memberikan sosialisasi dan pelayanan maksimal untuk masyarakat Bogor terkait makhluk mungil ini Vrus Korona, dan saat ini waktunya Kang Bima untuk istirahat sejenak, melawan makhluk mungil yang sedang mengganggu kesehatannya,” katanya melalui pesan WhatsApp yang diterima Bogordaily.net, Jumat (20/3/2020).

Yane meminta, kondisi saat ini harus menjadi awareness bagi seluruh masyarakat di Indonesia khusunya Kota Bogor.

“Karena siapapun bisa kena. Makhluk mungil yang hanya berukuran sekitar 100 nanometer itu ditakuti semua orang, termasuk saya. Dibanding virus-virus lainnya, makhluk mungil ini tidak memiliki daya bunuh sebesar virus lainnya, namun cara kerjanya masif. Makhluk mungil ini sebenernya ngga cocok sama iklim di Negara kita, makanya masuk Indonesia agak ketinggalan. Tapi dia pinter, meskipun awalnya ngga cocok dengan iklim Negara kita, dia terus belajar dan beradaptasi. Akhirnya makhluk kecil itu berhasil memenjarakan jutaan orang,” ucapnya.

Dirinyapun meminta, agar masyarakat membantu Pemerintah dalam melawan virus korona ini, dengan cara tinggal di rumah dan tidak usah mengeluh dan kesal serta bosan.

“Ngga usah lebay belanja sembako pakai nyetok-nyetok. Yuk, sama-sama disiplin Ikuti himbauan Pemerintah untuk tinggal di rumah. Banyak dzikir dan berdoa, minta pertolongan Allah,” jelasnya.

Sebelumnya, Plt. Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengumumkan, bahwa Walikota Bogor, Bima Arya, dinyatakan positif terjangkit virus korona atau Covid-19, hal itupun diungkapkan melalui pres rilis yang diterima Bogordaily.net.

“Pada hari Kamis sore, kemarin tanggal 19 Maret 2020, Walikota Bogor Bima Arya, telah menerima hasil tes Covid-19 yang dilakukan dua hari sebelumnya. Adapun hasil dari tes tersebut
menunjukkan bahwa Walikota Bogor dinyatakan: Positif Corona. Walau mengalami gejala ringan,” katanya, Jumat (20/3/2020) dinihari.

Menurut Retno sapaan akrabnya, orang nomor satu di Kota Bogor tersebut telah mempercayakan sepenuhnya penanganan isolasi di RSUD Kota Bogor selama 14 hari.

“Berbagai protokol yang berlaku sudah dijalankan sejak kunjungan ke luar negeri dan menjalankan tugas,” ucapnya.

Wanita yang mengenakan kacamata itu menjelaskan, ada lima orang pejabat yang menjadi bagian dari rombongan kunjungan kerja yang telah dilakukan tes Covid-19.

“Lima pejabat yang menjadi bagian dari rombongan kunjungan kerja telah dites, yang dinyatakan positif dua orang, salah satunya Walikota Bogor,” jelasnya.

Dirinyapun menghimbau, kepada seluruh warga Bogor dan publik secara luas untuk terus waspada, betul-betul menjaga Kesehatan dan selalu berhati-hati dalam tawakal dan munajat kepada Yang Maha Kuasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pelaksanaan pemerintahan Kota Bogor sendiri akan berjalan seperti biasanya, di bawah koordinasi Wakil Walikota, Defoe A Rachim untuk menjalankan tugas-tugas pemerintahan, dengan tetap fokus pada penanganan dan pencegahan Pandemi Covid-19 lebih luas.

“Saat ini warga Kota Bogor dapat memperoleh informasi terkini tentang Covid-19 yang diakses di: www.covid19.kotabogor.go.id
Kami mohon doa bagi kesembuhan Walikota dan seluruh pasien yang sedang dirawat, agar dapat segera pulih dan beraktivitas kembali. Demikian pula Walikota juga selalu mendoakan
keselamatan dan kesehatan bagi seluruh warga Kota Bogor,” tukasnya. (Andi).

Ini Pernyataan Lengkap Imam Besar Masjid Istiqlal soal Tunda Gelar Salat Jumat

BOGORDAILY – Masjid Istiqlal pada hari ini dan Jumat pekan depan tidak menggelar salat Jumat seiring imbauan Presiden Jokowi dan diperkuat Gubernur DKI Jakarta. Keputusan ini diambil untuk mencegah virus corona COVID-19.

Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin juga berbicara mengenai fatwa MUI mengenai kegiatan beribadah di tengah wabah COVID-19. Nasaruddin menilai dalil-dalil yang dikeluarkan MUI sudah tepat.

“Saya kira fatwa Majelis Ulama sudah dikenal kita semuanya, dan saya pribadi sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, saya sudah mengalalisis secara mendalam, dasar-dasar atau dalil-dalil yang digunakan MUI pusat itu sudah sangat tepat. Oleh karena itu, bagi kita umat beragama, tidak ada cara lain yang kita lakukan kecuali mengikuti ulama dan umara kita. Tidak mungkin kedua institusi akan memberikan suatu fatwa yang tidak berjalan dengan keadaan di masyarakat kita,” ujar Nasaruddin di Grha BNPB, Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Nasaruddin pun menambahkan bahwa Masjid Istiqlal tidak menggelar salat Jumat hingga pekan depan. Pihaknya sudah mempertimbangkan ini berdasarkan imbauan Jokowi dan Anies serta melihat kondisi wabah COVID-19 secara global.

Berikut pernyataan lengkap Nasaruddin Umar:

Saya ingin menyampaikan hari ini hari Jumat. Hari yang sangat mulia bagi umat Islam, kita dianjurkan memperbanyak ibadah hari ini. Sehubungan keadaan darurat yang sedemikian mencemaskan ini, agama menganjurkan kita untuk melakukan ikhtiar-ikhtiar. Setiap kali kita berbicara tentang takdir, maka setiap itu pula kita berbicara tentang ikhtiar. Kita tidak boleh berbicara tentang takdir, tanpa dengan ikhtiar. Sama halnya serta merta kita berbicara tentang ikhtiar, tapi tanpa mengembalikan persoalan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atau takdir.

Apa yang sebaiknya kita lakukan sebagai umat Islam dalam era seperti sekarang ini?

Saya kira fatwa Majelis Ulama sudah dikenal kita semuanya, dan saya pribadi sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, saya sudah mengalalisis secara mendalam, dasar-dasar atau dalil-dalil yang digunakan MUI pusat itu sudah sangat tepat. Oleh karena itu, bagi kita umat beragama, tidak ada cara lain yang kita lakukan kecuali mengikuti ulama dan umara kita. Tidak mungkin kedua institusi akan memberikan suatu fatwa yang tidak berjalan dengan keadaan di masyarakat kita.

Karena itu, pada hari ini, terutama setelah ada imbauan dari Bapak Presiden dan diperkuat lagi kemarin sore oleh imbauan dari Bapak Gubernur DKI Jakarta, ditambah lagi setelah kami komunikasi dengan imam-imam besar di sejumlah negara Islam yang juga melakukan hal yang sama, maka barulah kami menetapkan bahwa hari ini untuk 2 Jumat yang akan datang, Masjid Istiqlal itu kita tidak menggunakannya untuk salat Jumat.

Sebetulnya ada alasan objektif dan subjektif. Kami melakukan penutupan Masjid Istiqlal untuk salat Jumat, alasan objektifnya. Objektifnya ada imbauan dari MUI fatwanya yang saya berharap tokoh-tokoh Islam, khususnya betul-betul membaca dan imbauan Presiden dan Gubernur DKI. Itu alasan objektifnya. Kami juga pelajari perkembangan di dunia luar, dunia lain seperti di Iran, Korea Selatan, Italia yang dalam 2-3 hari terakhir ini sangat-sangat memprihatinkan.

Oleh karena itu, kita mencegah itu terjadi di tanah air kami. Kami selaku Imam Besar Istiqlal mengimbau kepada seluruh umat islam, terutama yang berada di wilayah yang sangat banyak masalah ini, virus berkembang, maka sudah cukup alasan dasar majelis ulama untuk tidak lakukan pertemuan dalam keadaan berjemaah, termasuk salat Jumat dan salat jemaah subuh, zuhur, asar, magrib, isya. Kalau pun misalnya mau melakukan salat jemaah karena mungkin dianggap daerah aman, kita perlu perhatikan imbauan internasional, jarak satu dengan lainnya sekitar 2 meter.

Kami Istiqlal melakukan hal seperti itu. Ini tidak ada cara lain, untuk upaya menghindari virus. Karena kata medis satu kali bersin dalam tempo 2 menit itu maka akan terjangkiti dalam cukup luas. Kita sangat dianjurkan mencegah sesuatu yang sifatnya mudarat.

Maka itu ada kaidah seperti yang dikutip oleh majelis ulama yaitu mencegah kemudaratan itu lebih penting daripada mengejar manfaat. Karena itu, para pemirsa di manapun berada, kita serahkan ini kepada Allah SWT. Kita ingin salat Jumat seperti kewajiban yang sangat kita cintai. Tapi dalam kondisi memprihatinkan seperti ini, Nabi pun juga mengingatkan kita. Jangankan virus sebesar ini, banjir atau hujan deras pun, Rasulullah SAW suatu saat meminta umatnya untuk salat di rumah, tidak perlu ke masjid.

Kita sangat cinta terhadap agama kita, tapi kita juga ditegaskan dalam Al-Qur’an: Jangan menceburkan diri kalian dalam kebinasaan. Jika ada bahaya yang sangat besar, maka kita untuk menghindari jangan ke tempat itu.

Tentu kita juga harus berdoa dan bagi para laki-laki yang tidak salat Jumat hari ini, sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadahnya di rumah masing-masing, mungkin bisa mengaji, bisa berdoa lebih banyak, berwirid, salat-salat sunah dan berdoa. Insya Allah, Allah Maha Mengerti dan tahu tentang kondisi kita.

Semoga apa yang kami sampaikan ini bisa mendapatkan perhatian dari umat Islam di Tanah Air.

PNS Pemkab Bogor mulai Bekerja dari Rumah

BOGOR DAILY – Pemerintah Kabupaten Bogor akhirnya memberlakukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang bekerja di ruang lingkup kepemerintahan Bumi Tegar Beriman agar bekerja di rumah.

Hal itu menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo.

Dalam surat edaran itu, Menpan RB, Tjahjo Kumolo, menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara menyesuaikan diri untuk bekerja dari rumah kecuali dua level jabatan tertinggi di instansi pemerintah yang ada di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.

Instruksi itu berlaku selama 14 hari mulai dari Senin (16/3) sampai dengan 31 Maret 2019 dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan, berdasarkan surat edaran nomor 19 tahun 2020.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, mengatakan, pihaknya saat ini memberlakukan ASN untuk bekerja di dalam rumah. Akan tetapi, hal tersebut disesuaikan dengan para pimpinan di masing-masing dinas.

“Pimpinan SKPD mah tidak, sama tenaga teknis masih tetap, bawahannya saja yang kerja di rumah,” katanya kepada wartawan usai menyambangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Jumat (20/3/2020).

Ia menjelaskan, untuk pejabat level tinggi di Pemerintahan Kabupaten Bogor seperti Sekda sampai kepala bagian (Kabag) tetap diwajibkan bekerja atau mengantor.

“Dua level, Sekda sampai Kabag masih kantor. Teknis anak buah dengan operasional menyesuaikan situasional di instansi masing-masing,” jelasnya.

Burhan sapaan akrabnya menambahkan Pada perinsipnya, ASN yang bekerja di ruang lingkup Pemerintahan Kabupaten Bogor tetap melakukan pekerjaannya di rumah masing-masing. Hal itu merupakan antisipasi mewabahnya virus korona (Covid-19).

“Tapi prinsipnya mereka di rumah bukan libur, tapi kerja. Work from home gitu,” tukasnya. (Andi).

Disdukcapil Kabupaten Bogor Terima Layanan via WhatsApp

BOGOR DAILY – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor, mulai menerima permohonan pembuatan data kependudukan via WhatsApp untuk mengantisipasi penyebaran Virus Korona.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor, Oetje Subagdj.  Ia mengatakan bahwa bentuk tersebut merupakan untuk menindak lanjuti surat edaran Bupati Bogor dengan Nomor: 443/671-TUK Tentang penyesuaian sistem kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease-19 (Covid) 19 dilingkungan Pemerintah Kabupaten.

Ia menjelaskan, saat ini pihaknya memberlakukan sistem work from home atau yang dilakukannya untuk menjaga kesehatan serta keselataman pegawainya dari penyebaran virus Corona.

“Iya saya terapkan WFH ini demi mencegah penyebaran virus Corona terhadap pegawai kami pak,” katanya, kepada Bogordaily.net, melalui pesan WhatsApp, Jumat (20/3/2020).

Ia menjelaskan, pencegahan penyebaran Virus Korona di tempatnya bekerja itu sebagai bentuk tindak lanjut intruksi Bupati Bogor melalui surat edaran yang telah dikeluarkan tertanggal 19 Maret 2020.

“Kan sistem kerja Work From Home ini atas dasar surat edaran ibu Bupati Bogor pada pagi tadi melalui rapat dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Bogor,” jelasnya.

Masih kata Otje, meski hampir seluruh staf Disdukcapil Kabupaten Bogor bekerja melalui rumahnya masing-masing atau dengan sistem WFH ini, untuk pelayanan seluruh dokumen tentang kependudukan maupun pencatatan sipil masih terus berjalan, namun dengan cara yang berbeda.

Sistem pelayanan via WA ini lanjutnya, dimana setiap masyarakat yang hendak mengajukan misalnya pengurusan akhir pendaftaran akte kelahiran baru dapat mengakses semangat.dukcapilbogorkab.id maupun semangat.bogorkab.go.id di situs website dengan mengikuti tata cara yang ada.

Adapun, di bidang pendaftaran penduduk seperti perubahan data dan KK bisa Meng-WA petugasnya di Nomor 0858-9032-7265 (Murni) atau 081293255785 (Novi), Kartu Identitas Anak (KIA): 081293256039 (Putri)
SKTT WNA : [email protected]
Pindah datang : 085714158257 (Wiwit), dan 081211127732 (Dimas),

“Dan untuk update data (BPJS, Bank dan Imigrasi): 085772587640 (Ade)
Pengecekan status KTP-el: 085156345058 (Sanusi), Pelayanan darurat perekaman KTP-el (keperluan rumah sakit): 081293255792 (Wildan), jadi itu nomor kontak petugas kami yang siap melayani masyarakat dibidang pendaftaran penduduk selama sistem WFH ini dilakukan hingga 31 Maret nanti,” tuturnya.

Selain itu, untuk di bidang Pencatatan Sipil (Capil) mulai dari Akta Kelahiran layanan via WhatsApp: 085773130046 (Dimyati), dan 089515467502 (Herfik), Akta Kematian: 089515467504 (Ikna), Perkawinan dan pengesahan anak: 081213637631 (Agustyo), Perceraian: 085710094350 (Achmad Fahrudin), Legalisir KTP dan KK: 081319722695 (Dika), 085733312220 (Dwijo), 081806377893 (Rudy), dan 081285751820 (Iwan).

“Dan yang terakhir dalam legalisir Akta Kelahiran dan Akta Kematian untuk penerbitan Kabupaten Bogor dapat menghubungi di 089659913249 (syahrial), dan 081385333439 (Depri),” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk pelayanan perekaman KTP-el reguler sementara diliburkan sampai WFH ini berakhir.

“Dan batas waktu penerimaan permohonan dimulai dari pukul 08:00 WIB sampai 12:00 WIB. Dan setiap berkasnya dibatasi hanya 50 pemohon,” tukasnya. (Andi).