Thursday, 9 April 2026
Home Blog Page 8398

Gempa Sukabumi Terasa Sampai Bogor

BOGOR DAILY – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, (BMKG) menyebutkan, gempa Selasa (10/3/2020) sore pukul 17:18 WIB telah mengguncang wilayah timur laut Kabupaten Sukabumi, dan sekitarnya.

BMKG mengumumkan gempa bumi tersebut berkekuatan 5.0 Mg, tersa sampai wilayah Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Depok.

Menurut BMKG pusat gempa berada dilaut 13 Kilo meter di Timur Laut Kabupaten Sulabumi, adapun kedalaman pusat gempa (hiposentrum) tersebut adalah 10 Km.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat di wilayah Kabupaten Sukabumi agar berhati-hati adanya gempa susulan yang mungkin terjadi.

Salah seorang warga Cibinong, Budi Darmono, mengatakan, gempa terasa sampai Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Hal tersebut membuat benerapa warga keluar rumah.

“Gempa mas, tadi banyak yang keluar rumah, lumayan lah gempanya kerasa,” katanya kepada Bogordaily.net, dalam pesan WhatsApp.

Dua menit kejadian, tampak terlihat banyak pengguna media sosial WhatsApp tersebut membuat status gempa. (Andi)

Ngeri, Di Bogor Bocah Kelas 5 SD Sudah Konsumsi Tembakau Sintesis. Begini Ceritanya!!

BOGOR DAILY – Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam, menyebutkan, sudah ada salah seorang bocah sekolah dasar (SD) kelas lima di Bogor, yang telah mengkonsumsi narkoba jenis tembakau Sintesis.

Hal itupun diungkapkan Andri sapaan akrabnya usai pres rilis di Mapolres Bogor, Selasa (10/3/2020).

Menurut Andri yang saat ini ditugaskan untuk menjadi Kasat Narkoba di Polres Cimahi, bocah SD yang sudah mengkonsumsi tembakau sintetis itu diserahkan oleh orang tuanya ke Polres Bogor untuk dilakukan proses rehabilitasi.

“Keluarga dan pihak sekolah menyerahkan ke kita, bocah SD ini untuk dilakukan pembinaan. Karena, kita juga berpikir untuk kemanusiaan kita lakukan rehabilitasi,” katanya kepada Bogordaily.net.

Akan tetapi, fakta sesungguhnya lanjut Andri. Bahwa, barang haram jenis tembakau sintetis tersebut sudah masuk kalangan bocah SD di Bogor. Proses pembeliannya juga dengan sistem online yaitu dengan pemesanan terlebih dahulu.

“Dapat dari online, perlu diketahui ini berkat kerjasama kita dengan pihak jasa pengiriman, dan bisa diungkap oleh kita,” jelasnya.

Masih kata Andri, para penjual menjual tembakau sintetis per tiga gram itu sebanyak 200 ribu.

“Baru kelas 5 SD, kita upayaka di sekolah. Dia tidak pingsan, tapi membawa sedikit untuk dibagikan-dibagikan kepada teman sekelasnya,” ucapnya.

Ketika ditanya bocah kelas 5 SD ini sudah mengkonsumsi lama apakah baru, Andri menjawab, baru mengenal dari sistem online. “Baru online saja, dan baru pertama kali,” tuturnya.

Dirinya berharap, pengawasan orang tua kepada anaknya harus lebih diperhatikan lagi, agar teknologi tidak disalah gunakan.

“Saya harap orang tua agar memperhatikan dan memantau teknologi yang diberikan kepada anaknya, agar tidak disalah gunakan,” tukasnya. (Andi)

Pengakuan AM dan DA Produksi Narkoba di Gunung Putri, Untungnya Rp40 juta Seminggu

BOGOR DAILY – Sudah empat bulan pelaku yang pembuat tembakau sintentis berinisial AM (19) dan DA (20), melakukan produksinya di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, mengatakan, pihak Satnarkoba Polres Bogor berhasil mengamankan 5,022 Kilo Gram dan 33 Kilo Gram bibit Sintetis di wilayah Kecamatan Gunung Putri.

“Alat produksinya juga kita amankan yaitu panci, timbangan getel, saringan, pewarna dan alkohol serta bahan kimia lainnya untuk membuat tembakau sintetis,” katanya kepada Bogordaily.net dalam pres rilisnya di Mapolres Bogor, Selasa (10/3/2020).

Untuk modus operandi lanjut kapolres mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, pelaku menjual secara online dengan jasa pengiriman JNE.

“Jualnya mereka online, ini kasus dari kasus pengembangan sebelumnya, kita bekerjasama dengan pengiriman jasa JNE dan Polda Jawa Timur untuk menangkap pelaku,” ungkapnya.

Dalam satu Minggu, kedua pelaku ini bisa memproduksi tembakau sintetis sebanyak 500 gram. Keuntungannya sendiri bisa mencapai Rp40 juta.

“Mereka menjual per tiga gram 200 ribu, keuntungannya dalam produkai satu Minggu mencapai Rp40 juta rupiah,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 113, 114, 111, 112, UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika JO perkemenkes No 44 tahun 2019, dengan ancaman hukum pidana delapan tahun maksimal 15 tahun penjara denda minimal Rp1 miliar. (Andi)

Pelaku Home Industri Narkoba di Bogor Ditangkap. Ini Identitasnya!

BOGOR DAILY – Polres Bogor ringkus 14 tersangka dalam 13 kasus yang mayoritasnya berstatus sebagai Home Industri penjual, pengedar dan bandar Narkoba, di wilayah hukum Kabupaten Bogor.

Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, mengungkapkan, Satnarkoba Polres Bogor meringkus dua tersangka dalam kasus produksi narkotika jenis tembakau sintetis, pelaku pengedar narkoba jenis Key, Magic Drug atau Katamine.

“Kita juga mengungkap kasus pengedar narkoba, kasus ketersediaan obat farmasi atau obat keras tanpa izin, dan pelaku penyalahgunaan narkoba dan juga membahayakan anggota polisi, serta kasus penyalahgunaan yang berhubungan dengan jaringan kerjahatan curanmor,” katanya kepada Bogordaily.net saat pres rilis di Mapolres Bogor, Selasa (10/3/2020).

Kapolres mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menjelaskan, barang bukti yang berhasil diamankan yaitu tembakau sintetis sebanyak 5022 gram, Sabu key tiga bungkus, sabu-sabu 507,77 gram dan sediaan farmasi 210 butir tramadol, 588 butir trihexphenidly, 514 butir hexymer.

“Kita juga amankan dua buah golok, satu pucuk senjata api rakitan jenis snw yang hampir melukai petugas dalam beroperasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan ke 14 tersangka itu diantaranya, inisial JP (36) melakukan peredaran narkoba di wilayah Cileungsi, IS (21) peredaran narkoba jenis Farmasi di Kecamatan Ciampea, FB (30) peredaran sabu di Kecamatan Parung, AMR (43) peredaran sabu di Kecamatan Gunung Putri.

Kemudian IG (30) peredaran sabu di Kecamatan Gunung Putri, RD (30) peredaran narkoba di Farmasi di Kecamatan Babakan Madang, MF (24) peredaran narkoba di Farmasi di Kecamatan Babakanmadang, OK (24) dalam peredaran sabu di Kecamatan Citeureup.

DK (38) peredaran sabu di Kabupaten Sukabumi, AM (19) dan DA (20) peredaran tembakau sintetis diwilayah Gunung Putri, RN (24) peredaran narkoba di wilayah Depok, BH (36) yang melakukan perlawanan kepada anggota kepolisian hingga terluka, dan DN (34) peredaran narkoba diwilayah Kabupaten Bogor.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 113, 114, 111, 112, UU RI No 35 tahun 2009 tentanf narkotika JO perkemenkes No 44 tahun 2019, dengan ancaman hukum pidana delapan tahun maksimal 15 tahun penjara denda minimal Rp1 miliar. Dan pasal 196/197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan ancaman hukum penjara 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar. (Andi).

BPJS Kesehatan Belum Terima Salinan Putusan MA

BOGOR DAILY – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sampai saat ini belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA), yang telah mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum menerima salinan putusan MA atas mengabulkannya Judicial Review terkait Perpres 75 tahun 2019.

“BPJS Kesehatan sampai saat ini belum menerima salinan putusan MA, terkait dengan pemberitaan yang beredar, bahwa Mahkamah Agung mengabulkan judicial review,” katanya dalam pres rilisnya yang diterima Bogordaily.net, Selasa (10/3/2020).

Iqbal sapaan akrabnya mengaku, belum bisa memberi konfirmasi kebenaran isi putusan yang pada Senin (9/3/2020) dikabulkan oleh MA dan mempelajari hasil putusannya.

Pihaknya pun, setelah menerima hasil salinan putusan MA akan melakukan kordinasi terlebih dahulu, dengan kementerian terkait sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pada prinsipnya BPJS Kesehatan akan mengikuti setiap keputusan resmi dari Pemerintah,” tukasnya. (Andi)

Pangdam Siliwangi Pastikan Dukung Banggakencana

BOGORDAILY – Panglima Daerah Militer (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto memastikan jajaran TNI selalu mendukung program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Banggakencana). Termasuk agenda Pendataan Keluarga (PK) 2020 yang bakal dihelat Juni mendatang. Dukungan yang sama juga diberikan kepada semua program pemerintah.

Pangdam III/Siliwangi menegaskan hal itu saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat Kusmana di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Selasa 10 Maret 2020. Turur mendampingi Uung, sapaan akrab Kusmana, para pejabat administrator serta pejabat pengawas di lingkungan BKKBN Jawa Barat.

“TNI bersama rakyat akan selalu mendukung semua program pemerintah, termasuk KB atau Banggakencana. Sinergi yang terjalin melalui kegiatan TNI Manunggal KB Kesehatan merupakan wujud nyata peran TNI dalam menyukseskan program Banggakencan,” tandas Nugroho.

“Kemitraan TNI-BKKBN selalu menjadi prioritas dalam upaya pengendalian penduduk. Terlebih bagi Jawa Barat sebagai penyangga program di tingkat nasional,” tambah Pangdam.

Menyambut pelaksanaan PK 2020, Pangdam mengajak segenap masyarakat Jawa Barat untuk bersama-sama menyukseskan program lima tahunan tersebut. Pangdam secara khusus meminta masyarakat memberikan data secara benar, jelas, dan akurat.

Nugroho menegaskan bahwa pendataan merupakan awal dari perencanaan keluarga. Data berkualitas menjadi modal utama perencanaan pembangunan. Sejalan dengan itu, prajurit Siliwangi akan selalu mendukung upaya baik ini di wilayah Jabar dan Banten.


Komitmen tegas Pangdam tersebut merespons pemaparan singkat Kepala Perwakilan BKKBN Jabar tentang pentingnya pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga di Jawa Barat. Uung menjelaskan, Jawa Barat yang tahun 2020 ini mencapai angka 50 juta penduduk mutlak perlu pengendalian baik dari aspek kuantitas maupun kualitas.

“Program KB yang sejak tahun 1970-an digelorakan berbagai pihak diyakini mampu menyetop ledakan penduduk hingga 100 juta penduduk pada era 2000-an. Dengan demikian, pembangunan pada kurun waktu tersebut dapat dengan optimal memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” papar Uung.

Ke depannya, sambung Uung, BKKBN akan menyesuaikan dengan tantangan generasi baru melalui cara-cara baru. Salah satunya melalui rebranding sebagai upaya mendekatkan pada sasaran milenial dan zilenial. (bdn)

Pelajaran yang Didapat Baim Wong dari Meninggalnya Sang Ibu

0

BOGORDAILY – Baim Wong mendapatkan pelajaran yang penting dari meninggalnya sang bunda, Kartini beberapa waktu lalu. Hal tersebut diungkapkan Baim Wong dalam Instagram miliknya.

“Saya sangat menyadari. Dalam waktu dekat ini mendapatkan banyak pembelajaran. setelah melihat tiga kematian yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat ini. Semoga semua itu dijadikan pembelajaran. Jangan hilang begitu saja,” katanya dalam Instagram pribadinya.

Tiga kematian yang dimaksud Baim dalam waktu yang berdekatan adalah meninggalnya suami Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, sang bunda dan juga meninggalnya pebasket Kobe Bryant.

“Terkadang hanya ucapan yg bilang. “Umur ga ada yang tau ya..” Tapi setelah itu..Kita melakukan kesalahan-kesalahan terdahulu lagi tanpa melihat pesan yang ada..Untuk saya..Allah sudah sangat jelas memberikan teguran-tegurannya..Cuma terkadang memang gangguan bisikan ke arah yg salah selalu ada,” urai Baim Wong lagi.

Tidak bermaksud menggurui lewat postingannya, Baim mengatakan dirinya juga jauh dari kata sempurna. Tapi ia hanya ingin mengingatkan pada sesama mengenai masalah umur.

“Begitupun dengan saya..Jauh dari sempurna..Bahkan masih jauh dari kata baik dan benar..Saya menulis ini..Ingin kita semua saling mengingatkan..Gunanya sahabat dan teman adalah untuk saling mengingatkan..Terutama mengenai ibadah,” tukasnya.

Dengan meninggalnya sang bunda, bapak dari Kiano Tiger Wong itu tambah mengerti jika dunia bukanlah tujuan akhir hidup.

“Dengan meninggalnya ibu saya. Semakin saya yakin..Dunia bukanlah tujuan hidup manusia..Perbanyaklah ibadah..”Umur tidak ada yang tau..,” tutupnya.

Ibunda Baim Wong meninggal dunia lantaran diabetes yang diidapnya. Sang bunda meninggal dunia Jumat 6 Maret 2020 di Rumah Sakit Abdi Waluyo.

Rencana Umrah 2 Kali Diundur, Ashanty Berharap Agar Lekas Berangkat

0

BOGORDAILY – Kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menyetop umrah untuk beberapa negara, masih menyisakan kisah. Keluarga Ashanty dan Anang juga kena imbasnya.

Ashanty berharap bisa lekas menginjakan kaki ke Tanah Suci bersama anak-anaknya dan Anang Hermansyah.

Sedihhh 2 kali diundur mau umrah, semoga yg ketiga ini bener2 bisa berangkat,” ungkap Ashanty dalam Instagram Stroies dilihat, Selasa (10/3/2020).

Istri Anang Hermansyah itu mengatakan, anak-anaknya memang ingin umrah. Dia tak tega ketika melihat anak-anaknya yang sudah berharap untuk melakukan ibadah umrah.

Kasihan permintaan anak2 yg udah pengen banget ke rumah Allah..,” tutur Ashanty.

Wabah Corona membuat Arab Saudi menyetop sementara umrah untuk jemaah dari beberapa negara, termasuk Indonesia.

Persidangan Membuat Waktu Nikita Mirzani Banyak Tersita

0

BOGORDAILY – Sidang kasus penganiayaan yang menjerat nama Nikita Mirzani terus bergulir. Kali ini sidang dinyatakan akan digelar setiap Senin dan Kamis.

Hal itu diakui Nikita akan membuat waktunya habis tersita. Waktu bersama keluarga dan pekerjaannya pun kian terhambat. Namun hal itu dianggap tak masalah.

“Iya kalau untuk kerjaan iya (waktunya tersita). Ngurusin anak jadi terhambat,” ujar Nikita usai sidangnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/3/2020).

“Tapi nggak apa-apa seminggu dua kali, semoga cepat selesai persidangannya. Ini kan tadi sudah dibilangin entar agendanya ada saksi-saksi, bukti,” lanjutnya lagi.

Selain itu, Nikita memang sering ditemani sahabatnya, Fitri Salhuteru, yang setia menemaninya. Namun, ia merasa tak enak, jika Fitri harus selalu menemaninya.

“Iya kasihan, Ka Fitri tuh tiap ke sini meetingnya sama orang-orang penting diundur, rapatnya diundur. Maksudnya terima kasih banget,” ujarnya.

“Kalau minggu depan nggak dateng juga nggak apa, tapi yang penting pas saksi pasti dateng,” tutup Nikita.

Saat Jumpa Man City Real Madrid Terancam Tanpa Courtois

0

BOGORDAILY – Real Madrid terancam tanpa Thibaut Courtois saat menghadapi Manchester City. Kiper asal Belgia ini mengalami cedera di laga kontra Real Betis.

Madrid harus rela takluk 1-2 dari Real Betis pada pekan ke-27 LaLiga, Senin (9/3/2020) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Los Blancos harus merelakan puncak klasemen jatuh ke tangan Barcelona.

Kesialan Madrid di laga ini bertambah setelah Courtois dikabarkan mengalami cedera. Dikutip dari AS, kiper 27 tahun ini memang mampu menyelesaikan pertandingan selama 90 menit. Namun saat meninggalkan lapangan, ia terlihat terpincang-pincang.

Courtois dikhawatirkan mengalami masalah pada otot abduktor. Mantan kiper Chelsea ini baru akan menjalani pemeriksaan medis terkait cederanya ini pada hari Selasa (10/3).

Pemeriksaan tak bisa langsung dilakukan karena daerah yang dikhawatirkan mengalami cedera tersebut masih mengalami peradangan. Madrid kini harus menunggu kepastian apakah cedera Courtois tersebut cukup parah atau tidak.

Jika cedera Courtois parah, Ia terancam absen saat El Real menghadapi City di Etihad pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions (18/3). Situasi ini jelas tak diinginkan oleh Madrid.

Pasalnya, Courtois menjadi kunci utama kukuhnya lini belakang Madrid di musim ini. Ia mampu mencatatkan 12 cleansheet dan membantu Madrid baru kebobolan 19 gol di Liga Spanyol ini.

Madrid sendiri punya misi yang cukup berat di Etihad. Skuat Zinedine Zidane wajib menang untuk melaju ke delapan besar karena pada leg pertama mereka takluk 1-2 dari The Citizens di Santiago Bernabeu