Wednesday, 8 April 2026
Home Blog Page 8401

Dalam Reses Endang Setyawati Thohari Tekankan Pentingnya Kedaulatan Pangan

0

BOGORDAILY – Anggota DPR RI dari Komisi IV Fraksi Partai Gerindra DR.Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, Dess., M.Sc, melakukan kegiatan Reses Masa Sidang II Tahun Sidang 2019-2020 di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur pada 4 hingga 10 Maret 2020.

Berbagai Aspirasi dan masukan warga disampaikan ke anggota DPR RI Komisi IV dari Dapil Jabar III meliputi Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur. Hadir juga Kepala Dinas, Kepala Desa beserta jajarannya, pengurus DPC Gerindra dan PIRA (Perempuan Indonesia Raya), para tokoh masyarakat dan warga setempat Kota Bogor dan Kab. Cianjur.

Dalam kesempatan itu, Hj. Endang Setyawati berinteraksi langsung bersama warga, mensosialisasikan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012. Pola komunikasi yang dilakukan Hj. Endang menarik perhatian warga, sehingga warga tidak segan-segan bertanya dan menyampaikan aspirasinya. Menurut Hj. Endang, ada sejumlah prioritas yang disampaikan kepada warga, diantaranya menyangkut program kedaulatan pangan, kedaulatan energi dan kedaulatan air, karena keutuhan Bangsa, kedaulatan dan pertahanan Bangsa dari tiga hal itu.

“Masyarakat harus menyadari bahwa kedaulatan pangan itu artinya dari pangan sendiri bukan barang dari impor,” kata Endang.

Lanjut Hj. Endang menyampaikan masyarakat harus menyadari bahwa pangan lokal lebih bagus gizinya dibandingkan pangan impor. Ketika Indonesia mengimpor pangan dari luar Negeri, tidak menyadari bahwa pangan lokal lebih baik sebenarnya sebagai konsumsi utama masyarakat Indonesia.

Banyak makanan yang bisa dihasilkan dari pangan lokal, contohnya dengan Gerakan Masyarakat Gemar Makan Ikan, diusahakan bisa membuat Nugget berbahan ikan Lele atau ikan yang lainnya dengan menggunakan tepung singkong. Sesuai UU RI No 18 Tahun 2012, mutu pangan adalah nilai yang ditentukan atas dasar kriteria keamanan dan kandungan Gizi
pangan.

“Masyarakat bisa mengolah bahan pangan lokal seperti Singkong, Talas, Ubi, Kentang dan lainnya. Kalau tau cara mengolahnya, makanan itu sangat bergizi dan banyak sekali manfaatnya. Mari masyarakat mulai Dengan mengkonsumsi makanan bergizi berbahan pangan lokal, maka bisa menekan Stunting. Karena persoalan Stunting masih tinggi di Jawa
Barat, dikarenakan masih banyak yang tidak memprioritaskan soal gizi, baik ketika ibu saat hamil ataupun setelah melahirkan dan membesarkan anaknya.

“Problem Stunting di Jawa Barat masih tinggi sehingga masyarakat harus diedukasi bahwa penting mengutamakan asupan gizi terbaik yang bisa mengandalkan dari bahan pangan lokal. Saya mengajak warga untuk mengutamakan gizi agar selalu terjaga kesehatan,” tandasnya.

Hj. Endang menyampaikan, sudah banyak hasil penelitian yang didapatkan dari para pakar dan akademisi namun karena TIDAK ADA POLITICAL WILL yang kuat, anggaran sosialisasi hasil hasil penelitian sangat kecil , Hj. Endang sebagai anggota Dewan dari Fraksi Partai Gerindra di komisi IV DPR RI berusaha mendorong meningkatkan anggaran tersebut untuk bisa dimanfaatkan masyarakat yg sangat memerlukan di era digital.

Hj. Endang politisi Partai Gerindra dengan pengalaman selama 30 tahun di Kementrian Pertanian, menambahkan wawasan untuk mencarikan solusi demi tercapainya Indonesia yang Adil dan Makmur melalui Political will yang kuat. Setiap kali kujungan diakhir Hj. Endang selalu memberikan oleh-oleh bibit tanaman dan makanan sehat untuk anak kepada
masyarakat dan kelompok tani. (*/bdn)

Kepala BKKBN Jabar Lantik 85 ASN Baru

BOGORDAILY – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat melantik 85 aparatur sipil negara (ASN) yang dilantik pagi pada Senin (9/3/2020), di halaman kantor Perwakilan BKKBN Jabar, Jalan Surapati Nomor 122, Kota Bandung.

Tak hanya itu, BKKBN Jabar juga mendapatkan bonus pejabat administrator anyar dengan dilantiknya Angela Sri Melani menjadi Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan (Latbang) yang kosong selama beberapa waktu ke belakang.

Sebelumnya, Angela Sri Melani merupakan pejabat fungsional widyaiswara Balai Diklat Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Bogor.

Usai dikukuhkan, baik Angela maupun ASN, langsung menandatangani pakta integritas di saksikan Kepala BKKBN Jabar dan pejabat administrator maupun pejabat pengawas serta pegawai di lingkungan BKKBN Jabar.

Fakta integritas berisi pernyataan untuk senantiasa teguh menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pegawai negeri sipil atau ASN serta menjauhkan diri dari tindak korupsi.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Kusmana berpesan kepada para ASN yang baru saja dilantik untuk menjalankan tugas sebaik-baiknya di masyarakat.

Uung, sapaan Kusmana, menegaskan bahwa ASN merupakan garda terdepan pelayanan kepada masyarakat. ASN hadir sebagai perpanjangan tangan negara di masyarakat.

“Anak-anakku para CPNS yang baru saja dilantik, kalian adalah tunas-tunas baru BKKBN yang diharapkan mampu menjadi ujung tombak di masyarakat. Kalian harus senantiasa siap menjadi teladan masyarakat,” ujar Uung berpesan.

“Tantangan sekarang adalah masyarakat kita yang makin dinamis. ASN harus siap mengarungi perubahan tersebut. Salah satunya menyangkut tren teknologi informasi. Kita harus siap memanfaatkan teknologi untuk mempercepat informasi dan pelayanan kepada masyarakat,” tambah Uung.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah, sambung Uung, ASN harus menjadi role model bagi anggota keluarga, masyarakat, dan warga negara. Yakni, role model dalam bersikap dan berperilaku serta bekerja.

Bagi Uung, bukan saatnya lagi seorang PNS atau ASN berleha-leha, bekerja asal-asalan. Datang ke kantor, lalu pergi entah ke mana. Jika ASN BKKBN masih seperti itu, maka dia tidak pantas menjadi role model abdi negara. Sosok yang demikian itu tidak layak berada dalam barisan BKKBN.

“ASN BKKBN harus selalu ON, siap siaga setiap saat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik itu pelayanan kontrasepsi maupun pelayanan menyangkut pembangunan keluarga atau kependudukan. Dalam menyelesaikan pekerjaan, kita pantang pulang sebelum menang. Pantang sare lamun can rengse,” tandas Uung.

Khusus kepada pejabat administrator, Uung berpesan agar Angela Sri Melani menindaklanjuti tiga hal dalam memimpin Bidang Latbang BKKBN Jabar. Pertama, menjadikan Latbang sebagai kawah candradimuka para pengelola program Banggakencana di Jawa Barat.

Untuk menopang kinerja tersebut, pejabat baru harus mampu menaikkan kelas Latbang dari akreditasi B menjadi akredutasi A. Saat ini, Bidang Latbang BKKBN Jabar masih berkutat pada akreditasi B. Adapun Balai Diklat Garut di bawah Kedeputian Latbang BKKBN Pusat sudah mengantongi akreditasi A.

Kedua, menyelesaikan sertifikat bagi bidan yang telah mengikuti cntraceptive technology update (CTU), salah satu pelatihan yang seharusnya diikuti oleh bidan sebagai salat satu syarat bagi untuk memberikan pelayanan kontrasepsi IUD dan Implan. Untuk itu, Uung meminta Wiwin, sapaan Angela, untuk melakukan koordinasi dengan Pusat Pelatihan Klinik Sekunder (P2KS) Kesehatan Reproduksi Jawa Barat.

Ketiga, UUng meminta agar Latbang BKKBN melakukan survei terkait pelayanan kepada masyarakat. Hasil survei tersebut menjadi bahan masukan bagi BKKBN dalam menyempurnakan pelayanan menuju terwujudnya zona integrutas wilayah bebas korupsi (ZI WBK).

Sementara itu, ditemui usai dikukuhkan sebagai ASN, salah seorang penyuluh KB (PKB) asal Kabupaten Bekasi, Ivo Fredda, mengaku sangat bersyukur telah dilantik menjadi PNS atau ASN. Sebagai pegawai baru BKKBN, Ivo siap menjalankan amanat yang disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jabar pada saat memberikan sambutan.

“Alhamdulillah sekarang sudah resmi PNS. Tentu saya sangat siap menjalankan pesan-pesan Pak Kaper tadi. Memang tantangannya berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Di Kabupaten Bekasi misalnya, sampai sekarang masing ada keluarga dengan delapan anak dan tidak mau ber-KB. Ini menjadi tantangan tersendiri. Apalagi keluarga ini ada di daerah binaan saya,” ujar PKB yang ditugaskan melakukan pembinaan di Kecamatann Babelan dan Kecamatan Tarumajaya tersebut.(bdn)

ART Diduga Dianiaya Majikannya di Asrama Brimob Lawanggintung

BOGOR DAILY – RO (inisial) yang merupakan asisten rumah tangga (ART) di Asrama Brimob RT01/03, Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, melakukan pelaporan ke Polresta Bogor Kota, atas perlakuan majikannya berinisial RM dan R yang melakukan penganiayaan pada Desember 2019.

Dalam surat tanda bukti lapor nomor : STBL/137/III/2020/SPKT yang diterima Bogordaily.net, RO melaporkan majikannya yaitu RM dan R atas dugaan telah menjambak dan membanting korban RO ke lantai sampai tidak sadarkan diri.

Dalam laporan itupun disebutkan, RM dan R telah melakukan penganiayaan kepada RO dan HR, dikarenakan saudara terlapor yaitu RM dan R merasa kesal, lantaran barang yang dicarinya tidak ditemukan.

Terlapor pun emosi dan langsung menganiaya dua korban. Akibat kejadian tersebut, korban RO mengalami luka di bagian kepala dan HR mengalami luka juga dibagian punggung. Selanjutnya, korban pun melakukan pelaporan ke Polresta Kota Bogor.

Tertulis, laporan itupun dikeluarkan di Bogor pada tanggal 3 Maret 2020, yang langsung ditandatangai oleh Kepala Kepolisian Resta Bogor Kota Kanit 1 SPKT, IPTU Sudirman dan ditandatangai juga oleh pelapor yaitu RO.

Ketika Bogordaily.net mencoba mengkonfirmasi atas laporan yang dibuat RO, Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti belum mengetahui adanya laporan penganiayaan yang diduga dilakukan di Asrama Brimob tersebut.

“Waalaikumsalam, dicek dulu iah,” singkatnya. (Andi).

Bupati Bogor Geram Banyak SKPD Jalan Sendiri-Sendiri

BOGOR DAILY – Baru kemarin Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menyentil forum perangkat daerah Kabupaten Bogor yang selalu menggelar di hotel mewah, kali ini Bupati Bogor, Ade Yasin, menyentil Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berjalan sendiri-sendiri.

Hal itupun diungkapkan, orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu, saat membuka Sosialisasi Paket Regulasi tentang Pengelolaan Keuangan di Hotel Aston Sentul, Babakan Madang, Senin (9/3/2020).

“Sinergi dibutuhkan untuk suksesi pembangunan. Mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga antar SKPD. Agar semua berjalan beriringan dan tidak terksesan jalan sendiri-sendiri,” katanya.

Ia juga menegaskan, setiap dinas itu mempunyai program, dan dirinya meminta agar semua dinas saling bersinergi.

“Yang paling penting juga jangan kegiatan yang sudah biasa setiap tahun dilaksanakan, dimunculkan kembali. Kegiatannya itu-itu saja, pesertanya pun itu lagi itu lagi, tidak efisien dan membuang-buang waktu,” tegasnya.

Politisi PPP itupun mengungkapkan, slogan Panca Karsa buka hanya untuk salam saja, tapi kita semua harus mengimplementasikan Panca Karsa itu sendiri.

“Ketika para pejabat salam panca karsa saya sama sekali tidak bangga, karena saya ingin panca karsa bukan hanya menjadi slogan atau salam saja, yang terpenting kita semua disini mampu mengimplementasikan panca karsa itu sendiri,” tukasnya. (Andi)

50 Sekolah di Kota Bogor Memperebutkan Piala Wali Kota Bogor Cup 2020

BOGOR DAILY – Sebanyak 50 sekolah yang terdiri dari 30 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan 20 Sekolah Menengah Atas (SMA), se- Kota Bogor, mengikuti kejuaraan sepak bola Wali Kota Bogor Cup ke 5, yang dilaksanakan di Gor Padjajaran, Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Rachim, yang sekaligus membuka kejuaraan tersebut mengatakan, ajang kompetisi ini tak hanya sebagai wadah pelajar untuk aktif di kegiatan positif namun juga untuk mencari bibit unggul pesepakbola Kota Bogor.

“Wali Kota Cup 2020 ini juga sebagai upaya Pemerintah Kota Bogor menurunkan angka tawuran di Kota Bogor,” katanya, Senin (9/3/2020).

Menurutnya, sebagai upaya penurunan angka tawuran, pihaknya pun membuat sanksi tegas di kompetisi ini. Yakni bagi peserta yang memulai perkelahian atau memukul terlebih dahulu akan dikenakan denda sebesar Rp 1 juta. Sanksi ini diberlakukan sebagai pembelajaran bagi semua tim baik tingkat SMP dan SMA.

“Kami ingin semua tim bertanding dengan sportif dan taat aturan,” imbuhnya.

Dedie menjelaskan, Pemerintah Kota Bogor saat ini sedang mengembangkan kompetisi olahraga di kalangan pelajar. Tidak hanya pertandingan sepak bola seperti Wali Kota Cup tetapi juga ingin merambah pengembangan kompetisi di berbagai kegiatan mulai dari Basket, Voli, Futsal, Bulutangkis, Karate dan olahraga lainnya.

“Tujuannya untuk memunculkan bibit-bibit atlet Kota Bogor yang mampu berprestasi di tingkat regional, nasional dan internasional. Dari Wali Kota Cup ini juga kami bisa melihat mana saja atlet berbakat dan mereka bisa ikut seleksi untuk ikut mewakili Kota Bogor di gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat,” tukasnya. (Andi)

Penyuap ASN Pemkab Resmi Jadi Tersangka, Polisi Sebut Kemungkinan Ada Tersangka Lain

BOGOR DAILY – Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, menyebutkan, pelaku berinisial RM penyuap Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) berinisial IR dan salah seorang stafnya berinisial FA resmi jadi tersangka.

Hal itupun diungkapkan oleh kapolres mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), usai pres rilis di Mapolres Bogor, Senin (9/3/2020).

“Satu lagi sudah jadi tersangka, inisialnya RM, kita masih mendalami penyelidikan lagi,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ia menjelaskan, untuk kasus izin Villa di wilayah Cisarua dan Rumah Sakit di wilayah Cibungbulang, Kabupaten Bogor tersebut sudah ditetapkan tiga tersangka, yaitu IR, FA dan RM selaku penyuap.

Menurutnya, saat ini Polres Bogor terus menyelidiki keterlibatan dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) perizinan itu. Roland menyebutkan, masih banyak kemungkinan ada tersangka lainnya.

“Udah jadi tersangka, inisialnya kita kembangkan, nanti iah, kita masih dalam tahap pengembangan dan pemeriksaan. Nanti kita kedepannya kalau memang ada perkembangan lagi kita sampaikan,” tukasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) berinisial IR, dan salah seorang stafnya berinisial FA, resmi diumumkan menjadi tersangka atas kasus korupsi (Rasuah.red) perizinan Rumah Sakit (RS) dan Villa di wilayah Kabupaten Bogor.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, saat ditemui di Mapolres Bogor, Kamis (5/3/2020).

“Statusnya sudah tersangka, dua-duanya inisial FA dan IR, terbukti,” katanya kepada Bogordaily.net.

Ia menjelaskan, Polres Bogor menetapkan kedua Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut resmi jadi tersangka atas kasus korupsi. Karena, telah menerima uang yang memang bukan haknya. Sedangkan, untuk perkaranya yaitu untuk mendapatkan sebuah izin pembanguna Villa di wilayah Cisarua, dan Rumah Sakit di wilayah Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

“Rumah sakit di daerah Cibungbulang, Villa di daerah Cisarua, Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Masih kata Kapolres mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan kepada kedua pelaku yang melakukan tindakan rasuah tersebut.

“Gini, kalau pengungkapan korupsi itu pada saatnya, pada saat ini melakukan OTT terkait dengan itu ya itu kita ungkap. Yang lainnya kita sedang melakukan pengembangan, sementara ini dalam proses penyidikan kita ya ituh,” jelasnya lagi.

Ia menuturkan, dalam OTT tersebut pihaknya berhasil mengamankan uang senilai Rp120 juta rupiah dan beberapa berkas atau dokumen yang berkaitan dengan perizinan.

“Iah, ini masih dalam tahap penyidikan yang kita amankan pada saat itu, yang bersangkutan menyerahkan uang Rp50 juta terkait untuk pengeluaran proses penyidikan sementara ini dalam proses,” tuturnya. (Andi).

Ini Pengakuan Penimbun Masker di Pakansari

BOGOR DAILY – Salah seorang dari empat pelaku penimbun masker dan Hand Sanitizer di Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yaitu DW (40) mengaku, melakukan pembelian di Pasar Pramuka, Jakarta.

Hal itupun diungkapkan pelaku saat pres rilis di Mapolres Bogor, Senin (9/3/2020).

“Saya nyetok dan beli di Pasar Pramuka Jakarta, jualnya Rp300 ribu dari sana, saya jual di sini Rp315 ribu,” katanya.

DW mengaku, bahwa dirinya melakukan aksi penimbunan masker dan Hand Sanitizer dari beredarnya isu virus korona. Karena, masyarakat pada saat itu memburu masker untuk dipakai sehari-hari dalam rangka menjaga kesehatannya.

“Dari isu virus korona, pas kebetulan ada dua warga Depok yang positif terkena virus tersebut,” akunya.

Hasil yang menggiurkan dari penjualan masker tersebut, membuat empat pelaku itu nekat untuk membuat sendiri masker yang memang tidak ada ketentuan kesehatan dari Kementerian Kesehatan.

“Untungnya besar, baru lah kami buat tuh masker buatan kami, dan di keep kita buat dan taro didalam mobil, tujuannya sendiri untuk diputar supaya untungnya banyak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, mengatakan, ke empat pelaku berinisial MA, MF, DW dan AW itu diamankan oleh Satreskrim Polres Bogor di wilayah Pakansari Cibinong pada Jumat (6/3/2020) kemarin. Tidak hanya itu saja, pihaknya juga mengamankan lima karung maskre timbunan, 232 botol hand sanitizer, 336 boks masker kesehatan dan 950 lusin masker yang tidak sesuai dengan standar kesehatan.

“Untuk hand sanitizer ini kita amankan 232 botol, dimana harganya awalnya Rp20 ribu per item, dan oleh pelaku dijual sebesar Rp120 ribu per item. Kemudian juga kita amankan 336 boks masker kesehatan. Ini harga awalnya per boks ini Rp20 ribu kemudian yang bersangkutan menjual Rp345 ribu per boks,” katanya kepada Bogordaily.net, saat pres rilis di Mapolres Bogor, Senin (9/3/2020).

Kemudian lanjut Roland, untuk masker yang tidak sesuai dengan ketentuan kesehatan sebanyak 950 lusin atau 6000 per lusinnya itu dijual senilao Rp30 ribu per lusin. Sehingga, omzet keseluruhan yang didapat sebesar Rp160 juta dipotong dengan modal utama sebesar Rp20 juta.

“Kita sebelumnya lakukan tindakan selanjutnya, kita laksanakan penyidikan dan pengawasan yang sudah kita ungkap,” ucap Roland.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 107 ayat 1 junto 29 ayat 1, atau pasal 106 junto 24 ayat 1 UU no 27 tahun 2014, tentang perdagangan, dengan ancaman penjara selama lima tahun dan dendanya sebesar Rp50 miliar. (Andi).

Ini Permintaan Vicky Prasetyo ke Suami Baru Ibunda

BOGORDAILY – Vicky Prasetyo harus berpisah sementara dengan sang bunda, Ema Fauziah. Hal tersebut dikarenakan, Ema Fauziah yang akan pergi ke Turki dengan suami barunya, Baba Mustafa.

Sebelum pergi ke bandara, Vicky pun meminta pada suami baru sang bunda untuk benar-benar menjaga Ema. Vicky mengatakan itu sambil meneteskan air mata.

“Minta tolong jagain mama ya Baba, soalnya kan aku jauh dari mama. Nanti takut kenapa-napa,” kata Vicky Prasetyo seraya meneteskan air mata.

Ibunda Vicky pun langsung menangis mendengar hal itu. Ia meminta untuk Raffi Ahmad untuk menjaga Vicky.

“Tolong jagain Vicky ya, jangan sampai dia tergiur ini itu,” terang Ema Fauziah.

Ema Fauziah menikah dengan Baba Mustafa akhir pekan kemarin. Baba Mustafa adalah pria kewarganegaraan Turki. Keduanya menikah di Cikarang, tempat tinggal ibunda Vicky.

Arda dan Tantri Remuk Melihat Anaknya Diinfus

BOGORDAILY – Belum genap sebulan lahir, bayi Arda dan Tantri ‘Kotak’ kini menjalani perawatan di rumah sakit. Arda dan Tantri saling menguatkan.

Arda juga mengungkapkan betapa hatinya hancur harus melihat anak keduanya, Arka, diinfus. Akan tetapi, Arda tetap menguatkan Tantri dan akan hadapi bersama-sama masalah yang datang ke keluarga mereka.

Remuk sih pasti remuk ya sayang @tantrisyalindri tapi remahannya nanti kita kumpulin lagi ya, kita susun lagi yang penting kita bareng, kita hadapin bareng,” ungkap Arda dilihat, Senin (9/3/2020).

Arda menuturkan, Arka memang tengah dirawat intensif di rumah sakit. Dia pun berterima kasih, kepada semua teman dan kerabat yang sudah memberikan masukan untuk kesehatan Arka.

ARKA sedang perawatan intens tapi alhamdulillah kondisinya semakin membaik kok. Untuk semua yg dari kemarin kasih info apapun terima kasih ya kalian punya hati yang murni,” ucapnya.

Untuk semua teman2 makasih ya perhatiannya, maaf ARKA tidak boleh dijenguk. Pesan untuk semua jaga kondisi badan ya, makan yang benar, istirahat yg benar, kelola stresnya, kalau tidak ada perlu yg mendesak hindari kontak dgn kerumunan sdg subur-suburnya virus bakteri. Panik jangan waspada harus!” tutup Arda.

Arda memperlihatkan tangan sang anak yang diinfus. Terlihat juga dibagian pipinya ada selang yang menempel.