Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8492

Kisah Dahsyatnya Ajian Pelet “Jaran Goyang” Mampu Membuat Wanita Bergoyang-goyang

0

BOGORDAILY – Pelet, atau guna-guna, sudah jadi kata umum buat orang Indonesia. Tapi tak semua orang percaya bahwa pelet itu memang nyata adanya.

Nah, lewat sebuah video, seorang ustaz bernama Muhammad Faizar, menyebut pelet memang nyata ada di masyarakat.

Ustaz yang disebut kerap mengisi acara bertajuk Ruqyah di sebuah televisi nasional ini mengunggah video dia tengah merukyah seorang wanita.

Video ini diunggahnya pada 27 April 2017 dan sudah disaksikan 298 ribu viewers.

Menurut Faizar, wanita itu merupakan korban dari pelet Ajian Jaran Goyang.

Dia juga menyebutnya sebagai Sihir Al-Jalbu wa At-Tahyiiju.

Korban disebut Faizar berasal dari Cirebon.

Ia merupakan wanita bersuami.

“Pelakunya pun bukan seseorang yang menyamar sebagai thalib, melainkan seorang supir angkutan umum dari arah Cirebon-Indramayu yang telah menjadi langganannya,” tulis Faizar.

Faizar menulis, awal mula kejadiannya ibu tersebut diberi air mineral yang sudah dibuka segelnya oleh si supir.

Setelah meminumnya, jantung tiba-tiba berdebar sangat kencang, sesampainya di rumah ibu itu mual-mual, sulit untuk tidur, kepala pusing luar biasa, dan selalu terbayang wajah supir angkot itu.

Tidak hanya itu, dadanya panas dan bagian intimnya terasa “nggeremet” seperti kesemutan hebat disertai rasa panas yang mengharuskan beliau bertemu dengan penyihir laknat tersebut.

Hingga sekarang yang dikeluhkan adalah kepala sakit, perut dan dada panas, dan masalah di kewanitaan yang tak kunjung sembuh.

Berbagai tenaga medis telah angkat tangan karena tidak bisa terdeteksi sama sekali.

Akhirnya beliau disarankan untuk diruqyah.

“Saat datang ke rumah kami tadi pagi, langsung kami arahkan pengobatan pada sekitaran perut dan kepala. Kami tunjuk area rahim dengan membaca doa-doa ruqyah yang disunnahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tak berselang lama beliau pun tersungkur jatuh ke lantai. Selanjutnya kami melihat beberapa ciri yang menandakan adanya pelet asmara warisan jawa kuno,”

“Saya curiga bahwa ajian yang digunakan adalah ajian jaran goyang yang menjadikan korbannya tak bisa mengendalikan diri seperti orang gila, cirinya kepala dan tulang belakang bergoyang-goyang layaknya kuda-kudaan dan ada ciri lain yang terlihat saat diruqyah,”

“Biasanya mereka menggunakan elemen air atau api untuk melancarkan sihirnya, walau sering juga menggunakan kemampuan pengarahan jiwa kepada korbannya,”

Faizar mengatakan, ia awalnya menunjuk rahim wanita tersebut.

Tiba-tiba wanita itu pingsan.

Wanita itu pun dirukyah dengan dibacakan oleh Faizar 3 ayat Al Quran.

Ketika dirukyah, wanita itu juga menunjukkan gerakan bergoyang dalam kondisi duduk.

Dia mengatakan, jin yang merasuki wanita itu tetap membandel.

Dia kemudian melakukan upaya lain, termasuk memasukkan ramuan herbal ke hidungnya.

Menurut Faizar, sihir Ajian Jaran Goyang adalah salah satu jenis sihir yang sangat berbahaya.

“Pasalnya sihir jaran goyang adalah tingkatan sihir tertinggi yang melebihi ajian semar mesem di kalangan ilmu sihir jawa kuno… konon katanya dikarang oleh Ki Buyut Mangun Tapa (wallahu a’lam), jaran Goyang sudah dibuktikan kejahatannya oleh para hamba hawa nafsu ..”

Lewat video ini, Faizar memperingatkan agar para wanita mewaspadai sihir ini.

Karena, banyak yang tiba-tiba menyerahkan keperawanannya tanpa sadar. (*)

Soal Pesan Beredar ‘Uji Coba Tilang Elektronik’ di Bogor. Dsihub: Itu Hoaks

BOGOR DAILY- Beredar informasi bahwa mulai 8 Februari 2020, Dinas Perhubungan Kota Bogor dan Polisi akan mulai melakukan uji coba tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/ ETLE).

Ternyata, kabar itu tidak benar alias hoax. Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bogor Dody Wahyudin mengatakan, tilang elektronik belum diberlakukan di Bogor. “Jadi kabar yang beredar di grup WhatsApp itu tidak benar atau hoax,” ucap Doddy seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (8/2/2020).

Doddy melanjutkan, Bogor sendiri dalam waktu dekat belum berencana menerapkan tilang elektronik. Sebab, masih banyak yang harus dipersiapkan untuk memberlakukan aturan tersebut. Sejauh ini, sejumlah kota di Indonesia sudah mulai melakukan penerapan tilang elektronik. Tilang ini ditujukan untuk menekan pelanggaran lalu lintas.

Berikut kota yang sudah menerapkan tilang elektronik:

Jakarta

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

DKI Jakarta sudah mulai melakukan penerapan tilang elektronik sejak November 2018 lalu. Hanya dalam waktu sepekan sebanyak 62 surat tilang sudah dilayangkan kepada para pelanggar. Memasuki tahun kedua ini, Ditlantas Polda Metro Jaya memperluas penerapan tilang elektronik.

Jika sebelumnya jumlah kamera pengawas yang dipasang hanya sebanyak 12 titik. Mulai 2020 jumlah kamera pengawas yang dipasang ditambah sebanyak 45 kamera. Sehingga total kamera pengawas menjadi 57 kamera pengawas. Dengan semakin banyaknya kamera yang dipasang akan bisa mendorong pengguna jalan agar lebih tertib dalam berkendara.

Makassar

Makassar menjadi kota selanjutnya setelah DKI Jakarta yang menerapkan tilang elektronik. Penerapan tilang elektronik di Makassar dilakukan akhir 2018 lalu. Dalam sehari saat uji coba ditemukan ribuan pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Tetapi, seiring dengan adanya sosialisasi kepada masyarakat jumlah pelanggar lalu lintas terus menurun. Untuk penerapan sanksinya juga sama dengan kota yang lainnya yakni dengan mengirimkan foto pemilik kendaraan saat melakukan pelanggaran. Setelah itu, pemilik melakukan konfirmasi dan petugas akan mengirimkan kode pembayaran.

Surabaya

Awal tahun ini Ditlantas Polda Jawa Timur mulai melakukan uji coba penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE) di Surabaya.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Aditya Panji Anom mengatakan, untuk penerapan tilang elektronik ini setidaknya sudah ada 757 kamera pengawas yang dipasang di sejumlah ruas jalan. Hanya saja, tidak semua kamera tersebut sudah terpasang jaringan yang ke ruang pengawas TMC Polda Jatim.

“Jumlah kamera pengawas yang sudah terpasang sebanyak 757, tapi yang sudah terpasang ke jaringan dan terpantau di ruang pengawas TMC sebanyak 25,” ujar Aditya.

Semarang

Ditlantas Polda Jateng yang mulai melakukan penerapan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE) bulan ini. Tetapi, sebagai tahap awal tilang elektronik masih sebatas untuk sosialisasi atau uji coba saja.

Kopi Sarongge Hadir dalam Kemasan Sekali Seduh

BOGORDAILY-  Bagi anda penikmat kopi, jangan lewatkan untuk mencicipi racikan Tosca Santoso.  Kopi Sarongge.  Lokasinya ada di tempat pembibitan kopi Sarongge. Kopi yang satu ini menawarkan rasa berbeda.  Ada kopi tubruk dan kopi saring.

Bahkan mulai 17 Februari nanti, owner Kopi Sarongge Tosca Santoso sudah menyiapkan kemasan praktis, sekali seduh. “Sabtu depan, kami keluarkan produk sasetan. Kopi sekali seduh,”kata Tosca.

Bicara soal harga dan rasa, Kopi Sarongge juaranya. Sebab, meski punya cita rasa khas dan tempat yang cozy, penikmat kopi bisa mencicipinya dengan harga murah meriah

“Harganya hanya Rp3 ribu per kemasan sekali seduh. Isinya ada 15 gram. Ada juga dalam boks isi 11 bungkus, hanya Rp30 ribu. Yuk pesen sekarang,”kata Tosca yang juga jadi pendamping petani kopi Sarongge.

Tak cuma soal kemasan ekonomis, rupanya Tosca juga sudah menyiapkan gerobak kopi khusus bagi pengunjung yang ingin melihat pengolahan kopi secara langsung.

“Persis di depan tempat pembibitan. pengunjung bisa nikmati seduhan Moenz. Tersedia dua cara seduh. Tubruk untuk : sarongge fulwash, robusta rosidi dan racikan ki hujan,”kata Tosca.

Sedangkan, untuk yang bentuk saring, ada Sarongge 1535, lanang dan natural. “Harganya sederhana hanya Rp 5 ribu untuk kopi tubruk dan Rp 10 ribu untuk kopi saring,”kata dia.

Sekedar diketahui, kopi Sarongge ini adalah kopi spesial yang bisa langsung dinikmati di tempat pengolahannya sambil menikmati pemandangan Gunung Gede.. Kopi specialty dengan skor di atas 83. Dinikmati di tempat pengolahannya. Sambil dibelai kabut Gunung Gede.

PB Awet Rajet Tembus Seminfinal

0

BOGOR DAILY- Persatuan Bulutangkis Awet Rajet yang dikomandoi Haji Ery Prihadi akhirnya lolos ke partai semifinal dalam turnamen Bulutangkis Balakujang Cup 2020.

Keempat tim yang lolos semi final di antaranya,  PB . Awet Rajet A (Bogor), Jaya Naga (Karawang), Anak Mama A (Bogor) dan Retro Utara Selection (Jakarta Utara).

Pasangan Gea/Wildan dan Juan/Alif menjadi penentu sekaligus berhasil membungkam ambisi klub PB. Naurah, yang tampil dengan para pemain Sirnas.

Ery Prihadi Manajer tim PB. Awet Rajet mengatakan, targetnya untuk tembus semifinal sudah tercapai. Menurutnya,  hal ini akan melampaui target tahun lalu.

” Insya Allah tahun ini bisa merebut juara,” tandas Kang Ery, merendah.

Tim Anak Mama dan PB Awet Rajet

Menurutnya kekuatan tim yang tampil di Balakujang Cup kedua jauh lebih kuat dan merata. Faktanya, banyak bermunculan kejutan di hari pertama. Salah satu nya yaitu gugurnya juara bertahan PB. Tirta Karya di Babak perempat final.

” Semoga bisa jadi juara tahun ini, sesuai harapan seluruh pemain,” beber Kang Ery, yang sangat hobi dengan olahraga badminton ini.

Soal triknya yang bisa mengalahkan PB. Naurah yang merupakan tim favorit, ia pun menjawab dengan candaan

“Rahasia dong, kalau dikasih tahu nanti lawan bisa tahu,” tukas nya Kepada Bogordaily.net.

Namun demikian menurutnya salah satu resep jitu adalah semangat bertanding dan motivasi pemain untuk menang harus tinggi.

Tim Anak Mama

Ambisi untuk mengalahkan lawan harus dilakukam dengan bermain fokus dan meminimalisir kesalahan sendiri. ” Intinya harus tampil percaya diri dan jangan anggap enteng lawan,” pungkas Kang Ery, ketika ditemui sesuai pertandingan.

Sekedar diketahui Ketua PBSI Kabupaten Bogor Drs. Dedi Budi Sumardi, M.Pd. secara resmi membuka kejuaraan Bulutangkis Balakujang Open Grup Turnamen 2020.

Dalam pembukaan yang berlangsung di GOR Iniro Bogor. Dedi mengatakan, pembinaan model berjenjang penting dilakukan. Dengan animo peserta yang cukup tinggi. Diharapkan kejuaraan ini menjadi stimulus lahir nya bakat bakat muda. “Mendorong lahirnya talenta muda adalah program PBSI yang harus digelorakan, ” ujar nya di hadapan para peserta turnamen. (Gib)

DPD PDIP Jabar Gelar Bimtek dan Rakerda

0

BOGOR DAILY-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat menggelar bimbingan teknis (bimtek) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) untuk para kadernya yang terpilih di DPRD kabupaten/kota maupun provinsi.

Bimtek tersebut berlangsung di Padalarang Bandung Barat 7 hingga 9 Februari akhir pekan lalu.

Menurut Asanti Rizanna Thalib, anggota DPRD Propinsi Jabar kegiatan bimtek dan rakerda ini penting diikuti seluruh anggota DPRD terpilih. Sehingga, setiap kader selalu malaksanakan amanat dan agenda partai.

“Agenda Bimtek nya adalah pendalaman tugas sebagai wakil Rakyat DPRD Jabar,” Beber Asanti, kepada Bogordaily.net

Sebagai wakil rakyat, tentu secara tugas dan fungsi harus memiliki pemahaman yang komprehensif. Hal ibi dilakukan agar dalam mengemban amanah benar benar mengedepankan kepentingan rakyat.

“Harus berjalan berbanding lurus antara kepentingan partai dan rakyat,” tandas Asanti.

Selain itu, bimtek juga dibutuhkan untuk meningatkan kapasitas fungsi anggota DPRD, kapasitas peran dan fungsi anggota DPRD, Orientasi Pengelolaan Dana Reses, Optimalisasi Tugas dan Tanggung Jawab Alat Kelengkapan DPRD.

“Sangat penting agar seluruh program kerakyatan dapat dilaksanakan secara masif dan terukur, ” pungkas wakil Rakyat Dapil Kabupaten Bogor ini. (Gib)

Berikut beberapa foto kegiatan selama Bimtek dan Rakerda;

Bima Arya : Lapor Pak Gubernur di Kota Bogor Tidak Ada Sunda Empire

0

BOGORDAILY – Walikota Bogor, Bima Arya, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, jangan khawatir lagi dengan keberadaan Sunda Empire di Kota Bogor.

“Saya lapor sama pak Gubernur, bahwa di Kota Bogor ini tidak ada Sunda Empire,” katanya dalam sambutannya yang langsung ditertawai puluhan ribu pengunjung Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) 2020, Sabtu (8/2/2020).

Ia mengatakan, dengan adanya Festival pemersatu bangsa Indonesia di Kota Bogor ini bisa menyatukan berbagai rupa manusia ada lansia dan ada juga balita.

“Dan ada juga Tentara ada warga biasa seluruh warna ada yang ada di sini, tujuannya berbeda-beda di sini, ada yang cari jodoh ada yang ingin menikmati kuliner Kota Bogor, dan ada juga menikmati barongsai,” ucapnya.

Akan tetapi, yang paling utama adalah lanjut Politisi PAN ini bagaimana kebersamaan dan keberagaman tetap bersatu di Kota Bogor.

“Ini adalah bukti Kota Bogor memiliki kerukunan kuat dari masa ke masa,” akunya.

Dirinyapun berharap, agar di acara CGM 2020 ini tidak ada yang kehilangan barang berharganya baik itu Handphone maupun dompet.

“Mudah-mudahan dompet tidak ada yang hilang, kita nikmati kebersamaan dalam acara kita semua, hormat juga kepada keluarga besar Dhanagun Kota Bogor,” tukasnya. (Andi)

Banyak Anak Kecil Terjepit dan Duduk di Pagar Pembatas Demi Menyaksikan CGM 2020

0

BOGORDAILY – Banyak masyarakat yang ingin melihat acara Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) 2020. Dari mulai anak-anak sampai yang sudah berumur turut hadir menyaksikan acara pemersatu bangsa di Kota Bogor ini.

Salah seorang warga Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Imah Maesaroh, mengatakan, acara Cap Go Meh merupakan acara tahunan di Kota Bogor tentu hal itu tidak akan dilewatkan oleh seluruh keluarganya.

“Saya sama keluarga dari pagi tadi datang ke sini, untuk lihat beberapa pertunjukan di acara CGM ini,” katanya kepada Bogordaily.net, Sabtu (8/2/2020).

Dirinyapun sangat bersyukur bisa melihat langsung acara CGM 2020. Walaupu terhalang oleh pagar yang membatasi dirinya untuk menyaksikan dengan sesungguhnya.

“Gak apa-apa yang penting bisa menyaksikan langsung, keluarga saya semuanya senang apalagi anak saya ini,” ucapnya.

Pantauan Bogordaily.net banyak anak-anak terjepit dan duduk di pagar pembatas demi menyaksikan acara CGM 2020.

Tampak terlihat juga, puluhan ribu masyarakat memadati Jalan Raya Suryakencana-sampai Jalan Raya Siliwangi Kota Bogor. (Andi)

Endang Setyawati Thohari Turun Langsung Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

0

BOGORDAILY – Anggota Komisi IV dari Fraksi Partai Gerindra DPR RI, DR. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc., turun lansung untuk Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kota Bogor. Sabtu (8/2/20).

Hj. Endang menyampaikan paparan tentang Empat pilar MPR RI terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hj. Endang secara simultan mengupas Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) adalah empat landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang terdiri dari landasan ideologi, konstitusi, persatuan dan kesatuan, dan semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra DR., Ir., Hj., Endang Setyawati Thohari DESS., M.Sc.,

Pada kesempatan itu, Hj. Endang yang juga sebagai Dewan Pakar Partai Gerindra meminta masukan serta pandangan dari warga masyarakat yang hadir dan juga turut hadir struktur DPC dan anggota DPRD kota Bogor. Gagasan itu, kata Hj. Endang, akan menjadi masukan atau aspirasi bagi dirinya saat di gedung parlemen. Tak lupa, ia juga meminta do’a dari masyarakat yang hadir, agar ia tetap konsisten dalam mengemban amanat sebagai wakil rakyat.

Terselip agenda moral dalam sosialisasi 4 Pilar MPR RI, yaitu Hj. Endang tengah berupaya ikut memperbaiki citra pemerintahan yang masih kurang mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi sampai Pusat dengan bersinergi bersama sama masyarakat terus mensosialisasikan pentingnya empat pilar MPR RI untuk mewujudkan visi MPR yaitu “Rumah kebangsaan, pengawal ideologi pancasila dan kedaulatan rakyat.

Hj. Endang menyampaikan dengan melaksanakan visi tersebut, MPR memiliki mandat konstitusional untuk menjembatani berbagai arus perubahan, pemikiran, serta aspirasi masyarakat dan daerah. sebagai lembaga Negara pembentuk konstitusi, MPR akan mengawal ideologi Pancasila sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD NKRI Tahun 1945. (bdn)

Lihat Nih, Gaya Ridwan Kamil saat Terlambat Datang di Pembukaan Capgomeh

0

BOGORDAILY – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan istri yaitu Atalia Praratya, dibiarkan berdiri saat keenam pemuka agama membuka acara Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) 2020 di Kota Bogor.

Hal itupun dikarenakan kedatangan orang nomor satu di Jawa Barat itu telat datang, dan lebih dahulu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wishnutama Kusubandio, yang datang dibanding suami dari Atalia tersebut.

Berdirinya mantan Walikota Bandung dan istri itupun menarik perhatian masyarakat yang menyaksikan. Terlihat sang istri Atalia merapihkan baju yang dikenakan Ridwan Kamil tersebut. Apalagi keduanya mengenakan baju bersamaan warna merah.

Lebih menarik lagi, RK sapaan akrabnya itu tidak dikenakan kalung dari bunga yang merupakan bentuk tamu istimewa atau kehormatan di acara CGM 2020 ini.

Kalung kehormatan itupun hanya dikenakan oleh kedua tokoh saja yaitu Walikota Bogor, Bima Arya, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wishnutama Kusubandio.

Dalam sambutannya, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, meminta maaf atas keterlambatannya datang ke lokasi acara CGM ini.

“Saya mohon maaf telat datang, karena memang macetnya luar biasa, saya juga pakai motor tadi di Baranangsiang bonceng si Cinta karena macet, saya meminta maaf,” tukasnya. (Andi)

Enam Pemuka Agama Buka Acara Bogor Street Fest CGM 2020

0

BOGORDAILY – Enam pemuka agama turut membuka acara Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) 2020 yang merupakan ajang budaya pemersatu bangsa Indonesia, di Kota Bogor.

Ke enam pemuka agama itu pun diantaranya Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu, turut membuka dengan doanya masing-masing.

Pantauan Bogordaily.net dilokasi acara, tampak terlihat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wishnutama Kusubandio, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Istri Gubernur Jawa Barat, Atalia Praratya dengan mengenakan baju yang sama warna merah, dan juga Walikota Bogor, Bima Arya dan unsur Muspida Kota Bogor, Kapolda Jawa Barat.

Tidak hanya itu saja, ribuan masyarakat tampak turut memadati acara Bogor Street Fest Cap Go Meh (CGM) 2020 yang dilaksanakan di Jalan Suryakencana, Kota Bogor.

Tampak juga puluhan anggota Polisi TNI dan Dishub serta Pol PP mengamankan acara yang merupakan ajang budaya pemersatu bangsa tahunan yang selalu dilaksanakan di Kota Bogor ini.

Acara yang tadinya akan dimulai pada pukul 15:00 WIB itupun diundur menjadi pukul 16:00 WIB.

Ketua panitia CGM 2020, Arifin Himawan, mengatakan, acara CGM ini bukan pertama kali dilaksanakan tapi sudah 19 kali acara budaya pemersatu bangsa di laksanakan di Kota Bogor ini.

“Ini sudah ke 19 kali dilaksanakan bukan pertama kali, ini adalah bentuk acara pemersatu bangsa di Indonesia khususnya di Kota Bogor,” katanya salam sambutannya.

Menurut Ko Ahim sapaan akrabnya, sebanyak 40 sanggar dari Jabar, Jatim, Sumatera, Makasar, Aceh, NTT, Papua.

“Dari selurih pengisi acara sebanyak 7450 yang terlibat dalam acara ini dan tentunya kita boleh menikmati dengan alam yang bersahabat, semoga kita bisa memandang Timur dan budaya leluhur kita, kita kiblatnya ke Timur bukan ke Barat lagi, terimakasi buat seluruh warga Kota Bogor dan luar pulau,” tukasnya. (Andi)