Monday, 13 April 2026
Home Blog Page 8498

Sebanyak 22 Pelaku UMKM Ikuti Bazar Diskanak Kabupaten Bogor

BOGORDAILY – Sebanyak 22 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti acara Bazar yang dilaksanakan rutin setiap bulan, oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor, dilaksanakan di halaman kantornya.

Kasi Pelayanan Usaha Permodalan dan Perikanan, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, Rida Tresna Dewi, mengatakan, acara Bazar ini rutin dilaksanakan setiap bulannya pada awal Jumat yang diikuti oleh UMKM binaan Dinas Perikanan dan Peternakan.

“Ini kan setiap bulan dilaksanakan nya berbeda-beda, yang dibina oleh kami banyak ada sekitar ratusan pelaku UMKN di Kabupaten Bogor, untuk yang mengikuti bazar ini karena kita keterbatasan sarananya kita hanya punya delapan tenda di pakai, itu jadi sekarang ini ada 22 UMKM itupun tidak semuanya yang menghasilkan produk olahan perikanan maupun pertanian, tapi juga menunjang kegiatan Bazar sendiri,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di sela-sela acara Bazar, Jumat (7/2/2020).

Untuk tahun ini Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor mengadakan Bazar 12 kali.

“Bulan depannya di rolling, soalnya kan ini ada yang sudah daftar mengundurkan diri banyak lah, jadi kita harus cepat mengganti tempat nya juga kan sayang jika dibiarkan kosong. Acara ini dimulai jam 7 pagi sampai sore,” akunya.

Untuk targetnya tersendiri ialah, dari segi sisi uji rasa dan uji marketingnya. Hal itu bertujuan untuk memudahkan dalam melakuka promosi ke luar daerah.

“Yang keluar daerah produknya yang dibina olahan perikanan sudah banyak, minimal mereka tahu ini adalah produk perikanan karena kita juga ada binaan KKP juga,” tuturnya.

Dirinya berharap, dengan adanya bazar ini diharapkan bisa memajukan kembali para pelaku UMKM di Kabupaten Bogor dan kegiatan bisa lebih rapih kembali.

“Sebenarnya ini ada dua penyelenggaraan nya, di bidang peternakan dan perikanan, kita secara bergantian perbulannya juga, di tahun ini baru bulan ini, karena kemarin banyak event di bulan Desember 2019,” tukasnya. (Andi)

Tegaskan Bebas Tak Pakai Suap, Nikita: Seperak Pun Saya Nggak Keluar Uang!

0

BOGORDAILY – Nikita Mirzani memberi tanggapan soal rekaman suara diduga Sajad Ukra, yang menyebut dapat membayar polisi untuk menjebloskan Nikita ke penjara.

Ini memang bukan kali pertama Nikita Mirzani berurusan dengan kepolisian. Sebelum kasus KDRT atas laporan Dipo Latief baru-baru ini, Niki juga sudah pernah ditahan termasuk masih terseret laporan dari Sajad.

Sajad melaporkan Nikita karena dianggap tak memberi jalan bertemu dengan Azka, buah hati dari pernikahan keduanya. Kasus ini pun tercatat di kepolisian dan melaporkan Nikita atas hal penelantaran anak.

Selama berurusan dengan polisi, ibu tiga anak ini menegaskan tak pernah memberi sogokan. Termasuk ketika akhirnya ia dibebaskan setelah tiga hari ditahan belum lama ini.

“Netizen yg ga paham bahasa Inggris di voice note sebelumnya itu. Bahwasanya si Sajad Ukra ini bilang. Kalau dia bisa membayar polisi untuk penjarakan saya. Bukannya saya yang bayar polisi atau apapun itu supaya bisa bebas. 1 perak pun saya ga keluar uang. Mudah2 an paham yah kalian,” ungkap Nikita seperti dilihat di Instagram miliknya, Jumat (7/2/2020).

Pihak Nikita balik menantang Sajad Ukra yang membantah soal rekaman suara yang menyebut Indonesia negara korup hingga tudingan germo pada Hotman Paris.

Soal tudingan bisa disuap, pihak kepolisian juga telah mengeluarkan bantahan.

Mabes Polri angkat bicara perihal tudingan penghinaan yang diduga dilakukan oleh Sajad Ukra. Hal itu diduga berlatar belakang kasus penangkapan Nikita Mirzani oleh Polres Metro Jaya pada 30 Januari 2020.

“Kan kasusnya maju (Nikita jadi tahanan kota),” sahut Argo.

“Nyogok gimana maksudnya? Kasusnya kan maju,” lanjutnya lagi.

Pemkot Bogor Bebaskan Tagihan PBB-P2 Dengan NJOP Dibawah Rp 100 Juta

0

BOGORDAILY – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), akan membebaskan tagihan Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp 100 juta, berupa pengenaan tarif 0 %, sehingga nilai dalam SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) menjadi Rp. 0.
Kepala Bapenda Kota Bogor, Deni Hendana mengatakan, kebijakan ini merupakan inisiatif Wali Kota Bogor, Bima Arya memberikan keringanan pembayaran PBB-P2 kepada warga kota Bogor.

“Jadi tagihan PBB-P2 dengan NJOP dibawah Rp 100 Juta benar-benar dibebaskan atau tidak usah dibayar,” katanya.
Dia mengatakan yang berhak atas kebijakan ini adalah seluruh Wajib Pajak (WP) yang memiliki NJOP di bawah 100 juta, sesuai Perda nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Bogor Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.

Kebijakan pengurangan berdasarkan Perwali Nomor 18 Tahun 2017 tentang perubahan kedua Perda Nomor 28 Tahun 2002 tentang Tata cara Pembetulan, Pembatalan, Pengurangan Ketetapan dan Penghapusan atau Pengurangan Sanksi Administratif PBB-P2 juga berlaku bagi wajib pajak veteran atau janda dudanya, pensiunan PNS/TNI/POLRI, lahan pertanian untuk pangan, mantan Presiden dan Wakil Presiden, masyarakat berpenghasilan rendah, wajib pajak karena kenaikan ketetapan pajak, wajib pajak dengan ketetapan Rp 2 juta keatas dan penghasilan maksimal Rp 54 juta setahun namun tidak mampu membayar pajak, wajib pajak badan yang mengalami kerugian dan wajib pajak di bidang (keagamaan, pendidikan formal dan kesehatan) dengan persyaratan tertentu.

Deni menyebut, tahun 2020 ini Pemkot Bogor menaikkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari Pajak Bumi dan Bangunan sektor Pedesaan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp 143.550.000.000,- atau naik dari sebelumnya Rp 136.500.000.000,- Untuk itu, pihaknya akan bekerja maksimal guna mendorong target tersebut dapat tercapai. Oleh sebab itu, di awal tahun ini Bapenda sudah melakukan pemutakhiran data dan menyebarkan SPPT lebih awal kepada pihak kelurahan dengan jumlah sekitar 262.928 SPPT dengan ketetapan Rp 203.950.774.023,-

“Kami sudah mencetak massal SPPT dan sudah dibagikan kepada pihak kelurahan, hal ini dilakukan agar wajib pajak bisa segera membayar. Jadi, tahun 2020 ini lebih cepat cetak dan diserahkan. Tahun lalu bulan maret, sekarang lebih cepat di Februari,” kata dia.

Terhitung 3 Februari 2020 warga sudah bisa melakukan pembayaran PBB-P2 di beberapa lokasi seperti, di Kantor Bapenda, Bank Jawa Barat dan Banten (BJB), Bank Kota Bogor, Bank BTN, Tokopedia, Bukalapak, Indomaret, Alfamart.
Pihaknya juga menilai secara individu terhadap objek-objek pajak potensial agar pemutakhiran data wajib pajak itu bisa terupdate, misalnya ada hotel, mal atau bangunan baru yang belum dinilai secara spesifik.
“Nah, itu kami nilai tersendiri secara serius,” tuturnya. (prokompim/bdn)

93 Peserta CPNS Kabupaten Bogor Dinyatakan Gagal

BOGORDAILY – Sebanyak 93 peserta Calon Pegawan Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Bogor dinyatakan tidak lolos, pada saat ujian seleksi kompetensi dasar yang dilaksanakan di Gedung Tegar Beriman.

Hal itipun diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengadaan Pemberhentian dan Informasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Susi Hastuti, ketika dihubungi Bogordaily.net, Kamis (7/2/2020).

“Tes CPNS pertama kemarin dari total 1.400 peserta yang dijadwalkan mengikuti tes, yang datang hanya 1.307 orang. Sesuai peraturan yang ada, artinya ada 93 orang CPNS yang otomatis tidak lolos ke tahapan selanjutnya karena absen,” katanya.

Dirinyapun memastikan, bahwa peserta yang tidak datang dengan berbagai alasan akan dilakukan penegasan dan tidak bisa mengikuti tahapan selanjutnya kembali.

“Bahwa tidak ada kompensasi untuk peserta yang tidak patuh terhadap jadwal. Bahkan untuk mengikuti ujian di hari berikutnya,” tegasnya.

Menurutnya, ke 93 orang yang dianggap gugur tersebut, beberapa diantaranya terlambat datang. Sehingga saat registrasi, peserta yang terlambat datang tersebut tak dianggap ada.

“Total 1.307 peserta yang mengikuti ujian hari pertama sudah dianggap aman karena datang tepat waktu dan membawa persyaratan lengkap. Begitu pula untuk tes hari kedua di hari ini, sistem dan teknis ujian tidak ada yang berubah,” tukasnya. (Andi)

Mengenai Ibukota Bogor Barat, Dewan Asal Rumpin : Bukan Kita Tidak Setuju, Tapi Harus Dikaji Lagi

BOGORDAILY – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dapil 5, Daen Nuhdiana, angkat bicara mengenai rencana Ibukota Bogor Barat yang semula kajiannya di Kecamatan Cigudeg akan dipindahkan ke Kecamatan Rumpin.

Ia mengatakan, dirinya bukan tidak setuju mengenai pemindahan Ibukota Kabupaten Bogor Barat berada di Kecamatan Rumpin. Akan tetapi, hal itu harus dikaji kembali yang semula berkas pemekaran Bogor Barat di Cigudeg sudah dikirim ke Provinsi Jabar.

“Mengenai Rumpin yang diisukan menjadi ibukota Bogor Barat, menurut saya jangan, pertama perlu adanya kajian kembali sehingga, kajian lama yang sudah dilaksanakan itu sudah masuk persyaratan administrasi dan sudah ok, bukan saya tidak setuju, tapi harus ada proses yang lama kembali,” katanya kepada Bogordaily.net, ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (7/1/2020).

Menurutnya, jika pengalihan Ibukota Bogor Barat ini ke Kecamatan Rumpin, tentunya anggaranpun harus disiapkan dan itu bukan sedikit.

“Merubah lagi semuanya persyaratan DOB Bogor Barat, anggarannya mau dari mana. Kalau pengalihan Rumpin di kaji lagi butuh anggaran, dari mana, gak mungkin dong kan dianggarkan lagi apalagi di anggaran pemerintah daerah,” tegas pria yang merupakan asli dari Kecamatan Rumpin tersebut.

Mengenai isu Cigudeg tanahnya yang labil menurutnya tidak tepat. Kecamatan Cigudeg pasca Banjir dan Longsor pada awal tahun 2020 lalu itu hanya dampak dari Gunung Halimun Salak di Kecamatan Sukajaya.

“Cigudeg itu gak labil, justru Cigudeg itu pertengahan, hanya dampak saja dampak dari Gunung Halimun dari Sukajaya saja,” ucapnya.

Ketika ditanya Rumpin merupakan wilayah yang strategis berdekatan dengan Tangerang politisi Partai Hanura ini menjawab, semua wilayah akan maju jika tata kelola kepemerintahannya di tata dengan baik.

“Kita jangan melihat dari segi berdekatan dengan Tangerang, Cigudeg juga kan berdekatan, tinggal mau akses mana mau arah Parungpanjang dekat atau Tenjo, Cigudeg ini strategis adanya di tengah dari Jasinga, Sukajaya Leuwiliang dan Rumpin itu bagus, sekarang fokus ke pencabutan moratorium saja dulu,” tukasnya. (Andi)

BEM se-Bogor Bakar Ban Kritik Kinerja Jokowi-Ma’ruf

BOGORDAILY – Puluhan Mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor Raya melakukan aksi bakar ban, didepan kantor Balaikota Bogor, Kota Bogor.

Koordinator Aksi dari BEM Se-Bogor, Muhammad Abdul Mukhtar, mengatakan, aksi demonstrasi ini bertujuan untuk mengkritisi 100 Hari Kinerja Presiden dan Wakil Presiden RI, yaitu Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin

“Aksi unjuk rasa ini buah dari kekhawatiran mahasiswa, yang menilai jika bangsa ini sedang tidak baik-baik saja di bawah kepemimpinan Jokowi,” katanya kepada Bogordaily.net, disela-sela aksi demonstrasi di Balaikota Bogor, Jumat (7/2/2020).

Pihaknya menilai, 100 hari kinerja Jokowi-Ma’ruf, banyak permasalahan yang masih belum selesai. Bahkan, permasalahan tersebut cenderung terus berulang di setiap tahunnya hingga berlarut dan belum terselesaikan.

“Kita menilai ketidakbecusan Jokowi dalam mengontrol kabinetnya, pada 100 hari kinerja nya di periode kedua ini,” tegasnya.

BEM Se-Bogor juga meminta, agar Presiden Jokowi melakukan evalusi secara menyeluruh ‘Kabinet Indonesi Maju’. Mereka juga meminta agar presiden mengusut tuntas, sejumlah kasus korupsi, yang terdapat pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kami meminta agar presiden lakukan evaluasi, mengusut tuntas kasus korupsi di BUMN, membatalkan revisi omnibus law, mencopot Menkopolhukam dan Kapolri atas kasus Lutfi,” tukasnya. (Andi)

Jokowi Mengakui Kebijakan Cegah Virus Corona Bikin Ekspor dan Turis Menurun

BOGORDAILY – Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengatakan, pemerintah telah melakukan sejumlah langkah tegas dalam upaya menghadapi penyebaran virus Corona. Salah satu langkah yang diambil pemerintah, yakni menghentikan penerbangan dari dan ke China.

“Juga pelarangan sementara impor dari Tiongkok. Kita juga mengatur ulang pemberian Visa,” tegas dia, dalam Acara Pelantikan Pengurus DPP PBB, Jakarta, Kamis (6/2).

Mantan Walikota Solo ini mengakui bahwa kebijakan tegas yang diambil pemerintah dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona memang memiliki konsekuensi pada perekonomian.

“Memang konsekuensinya tidak kecil,” ujar dia.

Kendati demikian, dia menegaskan langkah-langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk melindungi kepentingan nasional. “Kepentingan nasional adalah tetap yang nomor satu,” tegasnya.

Salah satu dampak yang muncul adalah turunnya jumlah kunjungan turis asing asal China. China diketahui merupakan salah satu negara penyumbang turis dalam jumlah besar ke Indonesia.

“Masih beruntung Alhamdulillah kita tidak bergantung pada turis dari satu, dua, tiga negara. Turis kita berasal dari hampir semua daerah,” ungkapnya.

“Dari sisi ekonomi tekanan itu sangat terasa sekarang ini. Ekspor menurun, turis menurun. Moga-moga tidak berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang kita miliki,” imbuhnya.

Jokowi pun mengaku bersyukur, sebab hingga saat ini belum ada warga Indonesia yang tinggal di dalam negeri yang terjangkit virus tersebut.

“Alhamdulillah sampai saat ini saya belum dapat laporan bahwa warga kita yang berada di tanah air ini ada yang terjangkit virus Corona. Ada satu, tapi ada di Singapura,” tandasnya.

Bikin Pening! Kini Giliran Anggota DPD RI Ngaku Raja Majapahit. Ini Orangnya

0

BOGORDAILY – Setiap orang kini beramai-ramai mengaku keturunan raja termasuk politisi ini.

Dia adalah anggota DPD RI asal Bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), menanggapi santai dirinya dilaporkan ke Polda Bali atas tuduhan penodanaan agama karena dianggap menghina sulinggih, pemangku, dan mengklaim diri sebagai raja Majapahit.

AWK memilih fokus pada pekerjaannya.

“Ini agenda-agenda masih banyak. Jadi enggak apa-apa, itu hak mereka. Biasa aja,” kata AWK saat dihubungi jurnalis di Denpasar, Selasa (21/1).

AWK pun menjelaskan mengenai trah raja Majapahit.

Menurut anggota DPD dua periode ini, leluhurnya memang merupakan seorang raja Badung yang merupakan keturunan dari Majapahit.

Seperti diketahui, AWK menyebut dirinya Raja Majapahit bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III.

“Leluhur kami adalah raja Badung pertama yang merupakan keturunan Majapahit dan itu tercatat dalam babad, babad sejarah dari pasemetonan ini,” jelasnya.

Selain itu, versi AWK, di Bali ada Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori yang mempunyai leluhur, yakni raja Badung pertama yang menurutnya merupakan keturunan Majapahit.

“Itu tercatat dalam babad babad sejarah. Bahkan, ketua kami mantan Wakapolda Bali Bapak Nyoman Suweta beliau ketua umum loh. Saya sebagai Sekjen. Dalam artian, sejarah kami jelas kok. Ga pernah ada kata klaim. Tapi kalau orang panggil saya raja, banyak yahhhh…itu hak masyarakat,” ujar AWK, yang memiliki Istana Mancawarna di Tampaksiring, Gianyar.

Saat ditanya keturunan garis ke berapa di Kerajaan Badung, AWK menjawab dirinya adalah keturunan raja Badung pertama, sebagai pendiri kerajaan Badung pertama di Bali.

AWK menyebut dirinya tak pernah mengklaim diri sebagai raja Majapahit.

Ia menyebut jika gelar itu adalah sebutan dari masyarakat Bali.

“Saya gak pernah mengklaim sebagai raja Majapahit Bali. Itu enggak pernah. Kalau orang memberikan gelar macam-macam, itu kan namanya persahabatan. Orang kasih gelar. Kan saya pengayom dari banyak komunitas ada di Jawa, ada di Bali. Saya mengayomi mereka,” tutur senator kelahiran 23 Agustus 1980 ini.

Soal pelantikan dirinya sebagai raja, AWK menjelaskan dulunya ada tokoh Hindu yang mencari perlindungan karena puranya sempat dirusak dan kemudian mereka memberikan gelar AWK sebagai raja.

“Jadi kalau orang memberikan pusaka, memberikan saya gelar kan sah-sah aja, tergantung saya mau pakai atau tidak.

Kalau ada orang yang memberikan gelar sebagai saudara sebangsa saya hormati,” jelas mantan model dan cover majalah ini.

Terakhir AWK menegaskan dirinya tidak terlalu ingin menanggapi laporan yang dilayangkan kepada dirinya. Ia meminta masyarakat Bali menilai sendiri.

“Kalau gak salah itu yang lapor kan calon DPD yang kalah ya, ya silakanlah nilai sendiri,” ujar AWK, terkait Ngurah Harta yang gagal lolos DPD pada Pileg lalu. (*)

Misteri Gunung Kayangan. Ada Kereta Kencana Terbang Lalu Menghilang

0

BOGORDAILY – Setiap kali kita menuju Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, atau sebaliknya, ada satu kawasan yang selalu dilintasi yaitu gunung Kayangan.

Gunung atau lebih tepatnya bukit ini berada di Desa Ambungan, sekitar 10 Km dari pusat Kota Pelaihari.

Dulunya kawasan gunung Kayangan menjadi area perkebunan tebu dan ada pabrik di lerengnya. Jalur jalan provinsi pun masih satu, belum seperti sekarang yang dibagi dua, di kiri-kanan kaki gunung.

Sejak 2005, di puncak gunung dibangun sarana wisata berupa pendopo dengan dua menara, gazebo, kios dan warung, serta musholla. Jalan menuju puncak juga beraspal dan tidak begitu curam.

Berada di puncak, panorama alam nan indah bisa dinikmati. Sementara bagi yang bisa merasakan aura gaib, di puncak ini terasa ada keganjilan yang menandakan sesuatu yang mistis.

Ya, memang gunung Kayangan juga dikenal sebagai area berhawa supranatural. Banyak beberapa peristiwa aneh terjadi di situ. Bahkan penamaan gunung Kayangan juga berawal dari peristiwa aneh kala itu.

Siti (51), warga setempat yang bersama suaminya bertugas mengelola obyek wisata tersebut, mengatakan, konon penamaan Kayangan itu karena menurut kisah ada penampakan kereta kencana yang terbang melayang menuju gunung.

“Begitu kata orang dari mulut ke mulut. Pernah beberapa kali ada yang melihat saat malam sebuah kereta kencana yang ditarik sejumlah kuda, terbang di langit dan menuju gunung ini, kemudian menghilang. Mungkin dipercayai terbang dan hilangnya itu ke kahyangan atau kayangan yang artinya tempat dewa-dewa,” ungkap Siti.

Diakui Siti, selama tahun 2002 tinggal di puncak gunung itu ia dan suami tidak pernah mengalami hal ganjil. Hanya anggota keluarganya, anak dan menantu yang pernah mengalami hal tersebut.

“Kalau saya dan suami sih tak pernah lihat sesuatu yang ganjil di sini. Biasa-biasa saja. Sedangkan anggota keluarga katanya pernah, begitu juga orang-orang yang berkunjung kadang ada yang kesurupan (kerasukan mahluk halus),” papar Siti.

Pastinya, menurut Siti, asalkan niat kita baik dan tidak melakukan hal aneh, ya tak apa-apa. Sekedar sebuah alam karya Tuhan yang nyaman dinikmati.(*)

Jadi Kenyataan!! Wangsit Prabu Siliwangi Sebelum Akhirnya Menghilang

BOGORDAILY – Wangsit Prabu Siliwangi berpesan pada warga Pajajaran yang ikut mundur sebelum beliau menghilang. Perjalanan kita hanya sampai di sini, hari ini, walaupun kalian semua setia padaku! Tapi aku tidak boleh membawa kalian dalam masalah ini, membuat kalian susah, ikut merasakan miskin dan lapar.

Prabu Siliwangi pernah bica, kalian boleh memilih untuk hidup kedepan nanti, agar besok lusa, kalian hidup senang kaya raya dan bisa mendirikan lagi Pajajaran! Bukan Pajajaran saat ini tapi Pajajaran yang baru yang berdiri oleh perjalanan waktu! Pilih! aku tidak akan melarang, sebab untukku, tidak pantas jadi raja yang rakyatnya lapar dan miskin.

Dengarkan! kata Prabu Siliwangi, yang ingin tetap ikut denganku, cepat memisahkan diri ke selatan! Yang ingin kembali lagi ke kota yang ditinggalkan, cepat memisahkan diri ke utara! Yang ingin berbakti kepada raja yang sedang berkuasa, cepat memisahkan diri ke timur! Yang tidak ingin ikut siapa-siapa, cepat memisahkan diri ke barat!

Dengarkan! Kalian yang di timur harus tahu: Kekuasaan akan turut dengan kalian! dan keturunan kalian nanti yang akan memerintah saudara kalian dan orang lain. Tapi kalian harus ingat, nanti mereka akan memerintah dengan semena-mena. Akan ada pembalasan untuk semua itu. Silahkan pergi! kata Prabu Siliwangi.

Kalian yang di sebelah barat! Carilah oleh kalian Ki Santang! Sebab nanti, keturunan kalian yang akan mengingatkan saudara kalian dan orang lain. Ke saudara sedaerah, ke saudara yang datang sependirian dan semua yang baik hatinya. Suatu saat nanti, apabila tengah malam, dari gunung Halimun terdengar suara minta tolong, nah itu adalah tandanya. Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!

Kalian yang di sebelah utara! Dengarkan! Kota takkan pernah kalian datangi, yang kalian temui hanya padang yang perlu diolah. Keturunan kalian, kebanyakan akan menjadi rakyat biasa. Adapun yang menjadi penguasa tetap tidak mempunyai kekuasaan. Suatu hari nanti akan kedatangan tamu, banyak tamu dari jauh, tapi tamu yang menyusahkan. Waspadalah!

Semua keturunan kalian akan aku kunjungi, tapi hanya pada waktu tertentu dan saat diperlukan. Aku akan datang lagi, menolong yang perlu, membantu yang susah, tapi hanya mereka yang bagus perangainya. Apabila aku datang takkan terlihat; apabila aku berbicara takkan terdengar.

Memang aku akan datang tapi hanya untuk mereka yang baik hatinya, mereka yang mengerti dan satu tujuan, yang mengerti tentang harum sejati juga mempunyai jalan pikiran yang lurus dan bagus tingkah lakunya. Ketika aku datang, tidak berupa dan bersuara tapi memberi ciri dengan wewangian.

Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa diteemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.

Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang. Apa yang dia gembalakan? Bukan kerbau bukan domba, bukan pula harimau ataupun banteng. Tetapi ranting daun kering dan sisa potongan pohon. Dia terus mencari, mengumpulkan semua yang dia temui. Tapi akan menemui banyak sejarah/kejadian, selesai jaman yang satu datang lagi satu jaman yang jadi sejarah/kejadian baru, setiap jaman membuat sejarah. setiap waktu akan berulang itu dan itu lagi.

Dengarkan! yang saat ini memusuhi kita, akan berkuasa hanya untuk sementara waktu. Tanahnya kering padahal di pinggir sungai Cibantaeun dijadikan kandang kerbau kosong. Nah di situlah, sebuah nagara akan pecah, pecah oleh kerbau bule, yang digembalakan oleh orang yang tinggi dan memerintah di pusat kota. semenjak itu, raja-raja dibelenggu. Kerbau bule memegang kendali, dan keturunan kita hanya jadi orang suruhan. Tapi kendali itu tak terasa sebab semuanya serba dipenuhi dan murah serta banyak pilihan.

Semenjak itu, pekerjaan dikuasai monyet. Suatu saat nanti keturunan kita akan ada yang sadar, tapi sadar seperti terbangun dari mimpi. Dari yang hilang dulu semakin banyak yang terbongkar. Tapi banyak yang tertukar sejarahnya, banyak yang dicuri bahkan dijual! Keturunan kita banyak yang tidak tahu, bahwa jaman sudah berganti! Pada saat itu geger di seluruh negara. Pintu dihancurkan oleh mereka para pemimpin, tapi pemimpin yang salah arah!

Yang memerintah bersembunyi, pusat kota kosong, kerbau bule kabur. Negara pecahan diserbu monyet! Keturunan kita enak tertawa, tapi tertawa yang terpotong, sebab ternyata, pasar habis oleh penyakit, sawah habis oleh penyakit, tempat padi habis oleh penyakit, kebun habis oleh penyakit, perempuan hamil oleh penyakit. Semuanya diserbu oleh penyakit.

Keturunan kita takut oleh segala yang berbau penyakit. Semua alat digunakan untuk menyembuhkan penyakit sebab sudah semakin parah. Yang mengerjakannya masih bangsa sendiri. Banyak yang mati kelaparan. Semenjak itu keturunan kita banyak yang berharap bisa bercocok tanam sambil sok tahu membuka lahan. mereka tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita lagi.

Lalu sayup-sayup dari ujung laut utara terdengar gemuruh, burung menetaskan telur. Riuh seluruh bumi! Sementara di sini? Ramai oleh perang, saling menindas antar sesama. Penyakit bermunculan di sana-sini. Lalu keturunan kita mengamuk. Mengamuk tanpa aturan. Banyak yang mati tanpa dosa, jelas-jelas musuh dijadikan teman, yang jelas-jelas teman dijadikan musuh.

Mendadak banyak pemimpin dengan caranya sendiri. Yang bingung semakin bingung. Banyak anak kecil sudah menjadi bapa. Yang mengamuk tambah berkuasa, mengamuk tanpa pandang bulu. Yang Putih dihancurkan, yang Hitam diusir. Kepulauan ini semakin kacau, sebab banyak yang mengamuk, tidak beda dengan tawon, hanya karena dirusak sarangnya. seluruh nusa dihancurkan dan dikejar. Tetapi…ada yang menghentikan, yang menghentikan adalah orang sebrang.

Lalu berdiri lagi penguasa yang berasal dari orang biasa. Tapi memang keturunan penguasa dahulu kala dan ibunya adalah seorang putri Pulau Dewata. Karena jelas keturunan penguasa, penguasa baru susah dianiaya! Semenjak itu berganti lagi jaman. Ganti jaman ganti cerita! Kapan? Tidak lama, setelah bulan muncul di siang hari, disusul oleh lewatnya komet yang terang benderang. Di bekas negara kita, berdiri lagi sebuah negara. Negara di dalam negara dan pemimpinnya bukan keturunan Pajajaran.

Lalu akan ada penguasa, tapi penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin. Memang penguasa buta! Bukan buta pemaksa, tetapi buta tidak melihat, segala penyakit dan penderitaan, penjahat juga pencuri menggerogoti rakyat yang sudah susah.

Sekalinya ada yang berani mengingatkan, yang diburu bukanlah penderitaan itu semua tetapi orang yang mengingatkannya. Semakin maju semakin banyak penguasa yang buta tuli. memerintah sambil menyembah berhala. Lalu anak-anak muda salah pergaulan, aturan hanya menjadi bahan omongan, karena yang membuatnya bukan orang yang mengerti aturan itu sendiri. Wajar saja bila kolam semuanya mengering, pertanian semuanya puso, bulir padi banyak yang diselewengkan, sebab yang berjanjinya banyak tukang bohong, semua diberangus janji-janji belaka, terlalu banyak orang pintar, tapi pintar kebelinger.

Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian. Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara. Lalu mereka mengacak-ngacak tanah orang lain, beralasan mencari musuh tapi sebenarnya mereka sengaja membuat permusuhan.

Waspadalah! sebab mereka nanti akan melarang untuk menceritakan Pajajaran. Sebab takut ketahuan, bahwa mereka yang jadi gara-gara selama ini. Penguasa yang buta, semakin hari semakin berkuasa melebihi kerbau bule, mereka tidak sadar jaman manusia sudah dikuasai oleh kelakuan hewan.

Kekuasaan penguasa buta tidak berlangsung lama, tapi karena sudah kelewatan menyengsarakan rakyat yang sudah berharap agar ada mukjizat datang untuk mereka. Penguasa itu akan menjadi tumbal, tumbal untuk perbuatannya sendiri, kapan waktunya? Nanti, saat munculnya anak gembala! di situ akan banyak huru-hara, yang bermula di satu daerah semakin lama semakin besar meluas di seluruh negara yang tidak tahu menjadi gila dan ikut-ikutan menyerobot dan bertengkar.

Dipimpin oleh pemuda gendut! Sebabnya bertengkar? Memperebutkan tanah. Yang sudah punya ingin lebih, yang berhak meminta bagiannya. Hanya yang sadar pada diam, mereka hanya menonton tapi tetap terbawa-bawa, Prabu Siliwangi menjelaskan.

Prabu Siliwangi  menjelaskan, yang bertengkar lalu terdiam dan sadar ternyata mereka memperebutkan pepesan kosong, sebab tanah sudah habis oleh mereka yang punya uang. Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!

Yang ditemui hanya gagak yang berkoar di dahan mati. Dengarkan! jaman akan berganti lagi, tapi nanti, Setelah Gunung Gede meletus, disusul oleh tujuh gunung. Ribut lagi seluruh bumi. Orang sunda dipanggil-panggil, orang sunda memaafkan. Baik lagi semuanya. Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati.***