Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8532

Makna Dibalik Lilin Tahun Baru Imlek

0

BOGORDAILY – Ketua Panitia Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) Bogor, Arifin Himawan, menyebutkan, bahwa lilin yang dinyalakan adalah bentuk kegiatan ritual bagi para keturunan Tionghoa.

Ia mengatakan, lilin yang dipasang ini sampai hari kedua tahun baru Imlek dan setelah itu akan langsung dibersihkan. Selanjutnya, hari ke tiga akan digunakan untuk ritual lainnya kembali.

“Lilin ini jangka waktunya sampai hari ke dua dan hari ke tiga dijadikan ritual bagi keturunan Tionghoa,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika ditemui di Vihara Dhanagun, Kota Bogor, Minggu (26/1/2020).

Mengenai besaran dan keci lilin sendiri lanjut Ko Ahim sapaan akrabnya, adalah bentuk ketergantungan terhadap orang itu sendiri sesuai kemampuan ekonomi. Jika keturunan Tionghoa ini keadaan ekonominya baik maka akan besar dan sebaliknya jika keadaan ekonimi kurang baik akan kecil.

“Kalau besar dan kecil sesuai dengan Kati (kiloan.red), itu tergantung kemampuan seseorang, seseorang punya kemampuan ekonomi baik pasti akan menyalakan lilin besar,” jelasnya.

Hal itupun bertujuan untuk berharap, agar perubahan tahun 2020 ini bisa dimudahkan dan dilancarkan serta diterangi untuk rezeki kemakmurannya.

“Berharap di tahun 2020 ini, apa yang mereka usahakan dan di kerjakan bisa berhasil,” tutur Ko Ahim

Untuk total lilin yang dinyalakan sendiri dirinya menambahkan, jumlahnya tidak di hitung berapa. Akan tetapi, ada sekitar ratusan lilin yang dinyalaka dan sesuai dengan ukurannya berapa ada yang kecil dan ada juga yang besar.

“Lilin ini disediakan oleh umatnya, dan Vihara ini mempasilitasi menyediakan lilinnya sesuai kebutuhan, mengenai puncaknya Tahun Baru Imlek ini yaitu tanggal 6 Februari 2020,” tukasnya. (Andi)

Silahkan Cek!! Daftar Harga Sembako di Pasar Tradisional Pekan Ini. Cabe Rawit Paling Mahal

BOGOR DAILY – Akibat cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini membuat fluktuasi beberapa harga komoditi di pasar Kota Bogor mengalami peningkatan. Hal itupun diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Ganjar Gunawan.

“Memang, beberapa hari terakhir ada fluktuasi harga beberapa komoditi di pasar, ini memang wajar karena cuaca ekstrim akhir-akhir ini, ditambah beberapa bencana banjir dimana mana,” katanya ketika dihubungi Bogordaily.net, Minggu (26/1/2020).

Menurutnya, akibat cuaca ekstrim itupun mengakibatkan beberapa barang ketika dalam pendistribuasian sedikit terganggu. Sehingga, stok menjadi berkurang.

Dirinyapun mencontohkan, yang mengalami kenaikan harga salah satunya komoditi cabai. Akan tetapi dirinya memastikan semuanya bisa stabil kembali karena permintaan pasar belum tinggi.

“Itu harga cabai hasil survei beberapa hari yang lalu mengalami kenaikan, kita jamin semuanya akan aman kembali ke harga semula,” tegas Ganjar.

Ketika ditanya Bogordaily.net, kapan harga cabai bisa kembali stabil seperti biasanya dirinya tidak menjawab. Akan tetapi, pihaknya memastikan akan melakukan pemantauan dengan intens mengenai harga.

“Untuk langkah selanjutnya masih dibahas lintas instansi,” tukasnya.

Tercatat, berdasarkan laporan Disperindag Kota Bogor di Pasar Kebon Kembang harga cabe merah keriting Rp 60 ribu per kilogram, cabe merah biasa/besar Rp 70 ribu per kilogram, cabe rawit merah Rp 90 ribu per kilogram, cabe rawit hijau Rp 32 ribu per kilogram, cabe rawit hijau besar Rp 32 ribu per kilogram.

Beras medium Rp 10 ribu per kilogram, beras premium Rp 12.000 per kilogram, gula pasir lokal Rp 14 ribu per kilogram, gula pasir luar negeri Rp 11.000 per kilogram, gula pasir Merk Gulaku Rp 14 ribu per kilogram.

Minyak goreng curah, kemasan sederhana dan kemasan premium Rp 14 ribu per liter.
Daging sapi Rp 115 ribu per kilogram, daging ayam Rp broiler Rp 35 ribu per kilogram, daging ayam kampung Rp 70 ribu per kilogram, telur ayam broiler Rp 24 ribu per kilogram, telur ayam kampung Rp 2.500 per butir. (Andi)

Wow, Stadion Pakansari Jadi Venue Piala Dunia U20, Bupati Siapkan Rp300,647 M. Ini Rinciannya!!

BOGORDAILY – Federation Internationale de Football Association (FIFA) atau Federasi Sepak Bola Internasional telah menetapkan enam stadion yang menjadi venue Piala Dunia U20 tahun 2021 nanti.

Enam stadion yang bakal digunakan yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Stadion Pakansari Bogor, Stadion Manahan Solo, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar.

Menanggapi hal itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, saat dihubungi Bogordaily.net melalui telpon selulernya akan segera menyiapkan karpet merah untuk mempersiapkan ajang bergengsi tingkat dunia tersebut.

“Kita akan menyiapkan karpet merah. Artinya menyiapkan infrastruktur secara maksimal, sehingga mudah-mudahan yang bertanding di sini laga-laga besar,” katanya, kepada Bogordaily.net, Minggu (26/1/2020).

Ibu yang sudah mempunyai dua anak ini menyebutkan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah menyiapkan anggaran daerah Rp300,647 miliar untuk menata infrastruktur dan aksesibilitas mulai dari pintu keluar Tol Sentul, hingga sekitaran Stadion Pakansari.

“Anggarannya tersebar ada di Dinas PUPR, Dispora, dan DPKPP, banyak yang harus diperbaiki, untuk stadionnya sendiri dan aksesibilitas dari mulai Tol Sentul hingga stadion,” jelasnya.

Ia berharap, penataan stadion dan akses itu rampung pada tahun 2020 ini. Sehingga tahun 2021 venue pertandingan yang ditunjuk jadi penyelenggaraan pertandingan sudah harus siap pakai.

Dirinyapun sangat optimistis penetapan Stadion Pakansari sebagai venue Piala Dunia U-20 ini dapat mendongkrak angka kunjungan wisata Kabupaten Bogor. Hal itu seperti salah satu target Pemkab Bogor, sesuai selogan The City of Sport and Torism.

“Bogor akan lebih mendunia, sehingga sarana dan prasarana kawasan Pakansari harus dipercantik. Kita akan fokus pada penataan infrastruktur dan penyiapan sarana pendukung lainnya,” tukasnya. (Andi)

Alhamdulillah, Jembatan Sementara Menuju Tiga Kampung di Cileuksa Sudah Dibangun

BOGORDAILY – Alhamdulillah jembatan yang menghubungkan tiga dari 11 kampung di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya dengan kategori masih terisolasi itu akhirnya dibangun oleh anggota Kodim 0621/Kabupaten Bogor.

Dandim 0621/Kabupaten Bogor, Letkol Inf Harry Eko Sutrisno, mengatakan, jembatan penghubung ke tiga kampung yaitu Ciparempeng, Cijairin, Ciear, Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya itu sudah dibangun oleh anggota TNI dan masyarakat.

“Iah kita sudah bangun jembatan sementara untuk masyarakat bisa berjalan menyebrang sungai Cijurai tersebut,” katanya kepada Bogordaily.net, ketika dihubungi, Sabtu (25/1/2020).

Pria yang sering disapa Komandan Harry itu mengungkapkan, walaupun pembangunan jembatan itu sementara setidaknya bisa mempermudah masyarakat untuk lalu lalang menuju tiga kampung di Desa Cileuksa.

Ia menjelaskan, sebelumnya masyarakat bisa menggunakan kendaraan melewati tiga kampung yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak, akan tetapi jembatan yang dibangun sebelumnya itu hanyut terbawa sungai Cijurai pada awal tahun 2020.

“Kita akan terus berusaha untuk terus memberikan kemudahan kepada masyarakat,” tukasnya.

Sekedar diketahui, masyarakat yang tinggal di tiga kampung masih terisolasi itu diantaranya, Kampung Ciparempeng ada sebanyak 479 jiwa, Cijairin sebanyak 143 jiwa dan Ciear sebanyak 78 jiwa. (Andi)

Imlek Tahun 2020 Harapan Ko Ayung Selamat, Sehat dan Negara Bisa Rukun

0

BOGORDAILY – Imlek identik dengan hari raya warga keturunan Tionghoa, di hari Imlek ke 2571 inipun banyak harapan yang datang dari warga keturunan Tionghoa tersebut, salah satunya petugas di Vihara Dhanagun, Kota Bogor yaitu Ko Ayung.

Pria yang berusia 69 tahun itu berharap, Imlek tahun 2020 ini bisa menjadikan masyarakat semakin rukun dan selalu diberkati kesehatan.

“Harapan saya dengan masyarakat pada umumnya sama, kalau saya satu mintanya selamat dan sehat,” katanya kepada Bogordaily.net ketika di temui di Vihara Dhanagun Kota Bogor, Sabtu (25/1/2020) malam.

Ko Ayung itu juga meminta harapan di tahun 2020 dan kedepannya, agar masyarakat semakin rukun serta berusaha tidak susah. Walaupun, di Indonesia ini khususnya Bogor agama berbeda-beda.

“Semoga negara kita juga damai dan rukun, nyari usaha juga gak susah, untuk semua masyarakat,” ungkapnya.

Pada kegiatan hari ini ia menjelaskan, di hari Imlek ini pada umumnya masyarakat yang identik dengan keturunan Tionghoa itu bisa menghormati leluhur.

Hal itu berbeda dengan agama-agama lainnya seperti Islam. Menurutnya, di Islam sendiri harus menjalankan kewajiban Jumat berjamaah, dan umat nasrani diwajibkan dengan beribadah Sabtu dan Minggu.

“Kalau di kita anda kapan ada waktunya jadi sipatnya lebih demokrasi. Anda waktunya bisa pagi silahkan, bisa siang dan sore silahkan. Malam pun gak jadi masalah toh nilainya sama,” jelasnya.

Jika di ibaratkan dengan Agama Islam, Imlek ini adalah sebuah hukum wajib akan tetapi sunah. Yang disebut wajib lanjutnya adalah, harus berbakti kepada orang tua. Karena, bakti yang utama adalah terhadap negara yang lebih besar.

“Kalau bakti terhadap orang tua itu bakti kecil tapi hukumnya bakti itu hukumnya wajib. Anda tidak bisa tawar menawar cara melaksanakan nya itu sunah, anda mau pakai caranya terserah anda sesuai dengan kemampuan. Anda bisa memberi, dan kalau anda gak mampu bisa dengan cara menghormati, atau kalau biasanya bersih-bersih silahkan, jadi hukumnya kalau anda laksanakan anda punya pahala kalau anda tidak laksanakan tidak masalah, tapi tidak ada pahala mungkin,” tuturnya.

Ia menambahkan, di tahun 2020 maupun yang sebelum dan akan datang prinsipnya adalah hidup harus punya cita-cita senantiasa menyayangi, dan jangan berpacu terhadap orang lain.

“Kita harus berani maju terus dalam hal yang positif. Belajar membina diri sendiri supaya kian taun kian hari kian maju dan kian baik, bukan kian hari banyak kerusuhan dan keributan, itu kan tidak ada manfaatnya, carilah sesuatu yang bermanfaat baik untuk negara maupun untuk masyarakat,” tukasnya. (Andi)

Ini Harapan Ketua DPW PPP Jabar di Harlah PPP ke-47

BOGORDAILY – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat, Ade Munawaroh Yasin turut hadir, dalam acara Hari Lahir (Harlah) PPP ke 47 yang dilaksanakan di Indonesia Port Corporation (IPC) Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (25/1/2020).

Ade Yasin sapaan akrabnya itu berharap, di Harlah ke 47 PPP ini bisa semakin berkembang dan kembali naik baik itu di Jawa Barat maupun di Kabupaten Bogor.

“Harapan saya supaya PPP ini kembali naik, khususnya di Kabupaten Bogor,” katanya, kepada Bogordaily.net ketika dihubungi.

Ade Yasin yang juga menjabat sebagai Bupati Bogor ini mengatakan, agar semua kader partai disemua tingkatan semakin kompak dan solid lagi.

Wanita yang mempunyai dua anak ini juga berharap, PPP bisa menjadi partai Islam yang kuat di Indonesia.

“Semoga menjadi partai islam yang kuat,” tukasnya.

Hal senada diutarakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin, dirinya pun akan melakukan pembinaan dan penguatan kepada kader di tingkatan bawah.

“Harlah PPP ini sebenarnya harlah acara yang rutin dilaksanakan setiap tahun, diacara ini kita akan lebih mensolidkan kader mulai dari tingkat bawah,” katanya.

Di Harlah PPP ke 47 ini dirinya juga berharap, agar kader di semua tingkatan lebih maju dan solid lagi, dan jangan ada lagi kendala di tubuh PPP Kabupaten Bogor seperti sebelum-sebelumnya.

Hal itupun dirinya mencontohkan, bahwa hasil survei yang dilaksanakan oleh dirinya pada Pileg tahun 2019 yang seharusnya PPP mendapatkan dua kursi untuk DPR RI dan DPRD juga bertambah malah ini tidak.

“Ada beberapa hal yaitu tidak kita inginkan, dengan dahsyatnya Masyarakat langsung berubah arah dan digoreng oleh orang lain, dan ini jangan terulang kembali kedepannya,” tukasnya. (Andi)

Brutal, Dua Pelajar Tewas saat Tawuran di Bogor. Ini Identitas Korbannya!!

0

BOGORDAILY – Aksi kekerasan di Kota Bogor makin Brutal. Dua pelajar tewas akibat tawuran di Kota Bogor.

Tawuran antarpelajar yang terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Bogor semalam. Tawuran pelajar itu menyebabkan dua siswa meninggal dunia akibat senjata tajam.

Kepala Urusan (PAUR) Humas Presta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti menjelaskan kejadian pertama terjadi di Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, pada Jum’at (24/1/2020) malam, sekitar pukul 22:30 Wib.

Di lokasi ini, dua kelompok remaja saling serang sambil membawa senjata tajam. Satu remaja berinisial LI (16) tewas karena sabetan sajam.

Sementara itu, peristiwa tawuran lainnya terjadi pada Sabtu (25/1/2020) sekitar pukul 01.00 WIB di Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Dua kelompok pelajar terlibat tawuran menggunakan senjata tajam dan menewaskan pelajar SMK Taruna Terpadu 1 (Bogor Center School) berinisial DA (17). Korban meninggal setelah terkena tusukan di punggungnya.

“Tauran di Jalan RE. Martadinata kejadiannya jam 01:00 dini hari. 1 orang MD (meninggal dunia) inisial DA,” kata Ipda Desty saat dikonfirmasi, Sabtu (25/1/2020).

“Korban (Tawuran) yang di Tanah Baru inisial LI (16). Iya, ini antarpelajar,” tambah Desty.

Saat ini, kata Desty, pihak kepolisian baik Polsek Bogor Utara maupun Polsek Bogor Tengah masih melakukan penyelidikan terkait kasus tawuran yang menewaskan dua pelajar di Bogor.

Beberapa orang yang terlibat tawuran lanjut Desty, saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Bogor Tengah dan Polsek Bogor Utara.

“Beberapa pelajar masih di Polsek, untuk dimintai keterangan,” kata Desty.

Sebelumnya, tawuran antarpelajar juga sempat terjadi di Jalan Raya Tumenggung Wiradireja, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (21/1/2020) malam.

Dalam kejadian tersebut, tiga pelajar dibawa ke rumah sakit karena luka tebasan senjata tajam. Bahkan satu pelajar berinisial WA (17) dirawat intensif dan dirujuk ke RSCM karena tangan kanannya putus disabet celurit.(bdn/*)

Anggota DPR RI Elly Rachmat Yasin Siap Dorong UMKM Berbasis Digital

BOGORDAILY – Anggota Komisi VI DPR RI, Elly Rachmat Yasin, akan melakukan dorongan kepada Kementerian Perindustrian untuk memajukan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berbasis digital di Kabupaten Bogor.

Elly Rachmat Yasin, yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor ini mengatakan, dirinya sudah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian untuk membuat pelatihan kepada para UMKM supaya bisa menjalankan usahanya dengan berbasis digital.

“Saya kemarin dapat pendapat juga dari menteri perindustrian jadi memang UMKM ini juga harus berbasis digital itu kan sudah tuntutan jaman,” katanya kepada Bogordaily.net, Sabtu (25/1/2020).

Dirinya menilai, bahwa dengan trobosan pelatihan berbasis digital kepada para pengusaha UMKM bisa memajukan para usaha kecil di Indonesia khususnya Bumi Tegar Beriman.

“Tapi apakah ini sudah merambah ke tingkat bawah, sementara di tingkat bawah sendiri banyak UMKM hasil produk Bagus, malah boro-boro menggunakan Online hp pun masih jadul, artinya ini harus ada pembinaan dari tingkat pusat ke daerah baru itu bisa merata, itu juga adalah kebutuhan yang harus menjadi harapan,” ucapnya.

Wanita yang menjadi perwakilan Rakyat Bumi Tegar Beriman di DPR RI ini meminta, agar Dinas UMKM Kabupatem Bogor juga memprogramkan pelatihan berbasis digital kepada para usaha kecil menengah.

“Nah saya berharap untuk Dinas UMKM itu ada pelatihan seperti itu, bagaimana pembinaan untuk para UKM untuk penggunakan digital. Karena yang sudah maju itu sudah menggunakan teknologi online,” harapnya.

Tidak hanya itu saja, dirinya juga akan membawa program yang sudah diusulkan olehnya kepada Kementerian Perindustrian, melalui Aspirasi untuk membuat pelatihan dan memberikan alat bagi para UKM di Kabupaten Bogor.

“Saya juga akan membawa program saya dari Kementerian yaitu melalui aspirasi ke Kabupaten Bogor, memberikan pelatihan kepada mereka termasuk juga memberikan alat kepada mereka supaya bisa maju dalam menjalankan UMKMnya sendiri, tahun ini kita akan mulai, bulannya belum di tentukan karena mereka kan yang menekankan, tapi saya sudah ajukan tahun ini akan dilaksanakan,” tukas Elly. (Andi)

Kapolda Turun Tangan Lerai Bentrok Ormas di Sukabumi

0

BOGORDAILY – Bentrok ormas di Sukabumi akhirnya reda, meski masih dalam kondisi panas.

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mendatangi lokasi bentrok massa di Kecamatan Sukalarang – Kecamatan Sukaraja, Sukabumi, pukul 07.00 WIB, Sabtu (25/1/2020).

Sempat terjadi insiden saling lempar batu antar massa saat kedatangan Rudy.

Massa yang berada di jalan utama Cianjur-Sukabumi merangsek ke massa yang berada di jalan perkampungan, hingga akhirnya terjadi aksi saling lempar. Rudy yang kebetulan baru tiba, langsung mendekat ke arah massa dan mengultimatum mereka.

“Saya beri waktu kalian 30 menit untuk membubarkan diri, serahkan kepada kepolisian,” kata Rudy, terlihat juga Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo dan Kapolres Cianjur,AKBP Juang Andi.

Dari arah massa terdengar teriakan-teriakan menolak permintaan Rudy. Beberapa orang diduga perwakilan massa terlihat menjauh dari lokasi. “Kita minta tangkap dulu pelakunya, tangkap dulu pelakunya,” teriak massa.

Tempat lokasi massa berkumpul berada di Jalan nasional Sukabumi – Cianjur, area menuju lokasi dijaga aparat kepolisian. Otomatis jalur tersebut lumpuh tidak bisa dilintasi.

Belum sampai 30 menit, sekitar pukul 07.20 WIB, akhirnya massa yang berada di jalan utama Cianjur-Sukabumi mundur dan membubarkan diri.

BREAKINGNEWS: Mencekam, “Perang” Ormas Saling Bacok di Sukabumi

0

BOGORDAILY – Bentrok dua kelompok ormas kembali pecah. Dua ormas “perang” pada hari jum’at (24/1/2020) sekira pukul 14.30 Wib di Kampung Satong Desa Titisan Kecamatan Sukalarang Kabupaten Sukabumi.

Tepatnya didepan proyek ayam, dua kelompok itu bentrok. Polisi masih menyelidiki motif, dan penyebab bentrok massa itu.

Sejlah korban dilaporkan, berjatuhan dari kedua kelompok itu dan dilarikan ke Rumah Sakit.

Aksi bentrok dua ormas itu pun sudah beredar luas di WA Group Ormas tersebut dari Jakarta , Cianjur dan Bogor untuk mendatangi sukabumi dan Cianjur.

Sementara itu, sebuah video viral di media sosial. Nampak, sejumlah orang mengacungkan golok di tengah jalan, dan sempat membuat warga dan lalu lintas terganggu.

Saling kejar-kejaran pun terjadi diantat dua kelompok itu. Video lain memperlihatkan kondisi korban yang penuh luka saat dievakuasi.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai bentrok dua ormas itu. (*/bdn)