Tuesday, 7 April 2026
Home Blog Page 8571

Humor Gusdur: Dimarahi Istri Pegawainya dan Ramalannya Tentang Negara

0

BOGORDAILY – Cerita humor dan ramalan almarhum Gusdur tak pernah lekang dimakan waktu. Ramalan dan guyonannya itu lah yang membuat banyak orang kangen.

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pernah kena marah istri kepala protokol Istana.

Itu terjadi saat Gus Dur masih menjadi Presiden Keempat Republik Indonesia.

Kisah itu kemudian ditulis oleh Imam Anshori Saleh, dalam bukunya yang berjudul “Mata Batin Gus Dur, Cerita-Cerita Unik Bersama Sang Kiai”, terbitan Gramedia tahun 2017 lalu.

Dalam buku disebutkan, Gus Dur memang merupakan sosok yang tak mau diatur oleh protokol.

Meski demikian, saat itu Gus Dur benar-benar dibuat tak berkutik oleh seorang istri protokol Istana.

Kisah itu kemudian diceritakan oleh Inayah Wulandari, atau putri bungsu Gus Dur.

“Bapak nggak pernah merasa tinggi hati, misalnya begini, kan ada tuh Kepala Protokol Istana dia cerita. Bapak pernah menelepon dia jam 04.00 WIB pagi sekali,” kata Inayah dalam buku itu.

Menurut Inayah, Gus Dur memang sudah biasa terbangun jam 05.00 WIB.

“Bapak itu mulai terima tamu sambil jalan kaki dan Bapak itu suka mendadak ingin keetemu siapa hari itu dan biasanya telepon protokol,” ujar Inayah.

Padahal saat itu Kepala Protokol baru saja pulang malam.

Gus Dur kemudian menelepon Kepala Protokol tersebut menggunakan nomor ajudannya pada pukul 04.00 WIB.

Selanjutnya yang menjawab telepon tersebut bukanlah sang Kepala Protokol.

Melainkan yang menjawab telepon tersebut adalah istri dari Kepala Protokol.

“Di layar HP muncul nama seorang ajudan. Istrinya mengangkat telepon dengan nada tinggi ‘Siapa ini’?” kenang Inayah.

Gus Dur pun menjawab.

“Abdurrahman,” jawab Gus Dur.

“Mau ngapain?” tanya istri Kepala Protokol sambil bernada tinggi.

“Mau bicara sama Pak Wahyu, ada?” jawab Gus Dur.

Sang istri Kepala Protokol kemudian memberikan jawaban ketus.

“Nggak ada! Tidur Pak Wahyu! Jam segini kok masih telepon saja,” jawabnya ketus sambil menutup telepon.

Gus Dur kemudian menelepon kembali.

“Siapa ini?” tanya istri Kepala Protokol.

Gus Dur lagi-lagi menjawab, yang menelepon adalah Abdurrahman.

“Heh nggak tahu apa jam segini, ini waktunya orang tidur. Kalau perlu besok pagi saja, ganggu orang tidur!” jawab istri Kepala Protokol sambil menutup telepon.

Suara istri protokol tersebut rupanya cukup keras, dan membuat sang suami terbangun.

Sang Kepala Protokol kemudian melihat layar ponsel.

Dia pun kaget bukan kepalang, karena yang meneleponnya barusan adalah Presiden Gus Dur.

“Ma…itu Presiden!” seru sang Kepala Protokol kepada istrinya.

Istrinya juga tak kalah kagetnya.

“Haaaahh!!! Gimana Pak, saya ngomelin Presiden?” ucap sang istri.

Pasca peristiwa itu, Kepala Protokol pun meminta maaf kepada Gus Dur.

Namun, reaksi Gus Dur justru tak terduga.

Gus Dur tak marah, dan malah tertawa.

Tak Digubris Gus Dur, Pesan Para Kiai ini Terbukti Benar saat Dirinya Jatuh dari Kursi Presiden

Meskipun telah tiada sejak beberapa tahun lalu, namun bagi sebagian orang sosok Gus Dur memang sulit untuk dilupakan.

Satu hal yang cukup diingat sebagian orang dari sosok Gus Dur adalah soal sejumlah ramalannya yang seringkali tepat.

Prediksi Gus Dur yang disampaikan pada beberapa tokoh ini terbukti benar-benar terjadi.

Misalnya soal prediksinya sendiri yang akan menjadi seorang presiden.

Itu seperti pernah disampaikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan.

Dilansir dari Tribun Wow, suatu ketika Luhut bertemu dengan Gus Dur, dan mengatakan jika Luhut tak perlu berangkat jadi Duta Besar karena sebentar lagi Gus Dur akan jadi presiden.

Luhut sempat bengong dan tak mempercayai omongan Gus Dur.

“Ndak Pak Luhut betul, ini kyai saya ada sembilan ada dari Lampung, dari, dari manalah gitu. Saya dapat bisikan kalau saya jadi presiden.” ujar Luhut menirukan omongan Gus Dur.

Dalam video tersebut Luhut tertawa kemudian disambut tawa dari khalayak ramai di situ.

“Ah udahlah, dalam hati suka-sukamu lah,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut kemudian menyampaikan kalau ia tak mungkin batalkan jadi dubes.

Kemudian Luhut berangkat menjadi dubes pada bulan September.

“Loh kok nama Gus Dur sama Megawati udah mulai hitung-hitungan.”

“Loh kok Gus Dur namanya menang suara.

Semburan Abu Capai 2.000 Meter, Anak Gunung Krakatau Kembali Erupsi

BOGORDAILY – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi pagi ini pukul 07.53 WIB. Tinggi kolom abu mencapai 2 ribu meter di atas puncak.

“Telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 30 Desember 2019 pukul 07:53 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak (± 2.157 m di atas permukaan laut),” tulis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam keterangan tertulisnya, Senin (30/12/2019).

Abu yang dihasilkan dari aktivitas erupsi teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Abu vulkanik mengarah ke selatan gunung api di perairan Sleat Sunda.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah selatan,” tulisnya.

Dalam laporan yang dibuat Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau, status gunung tersebut berada di Level II atau waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekat dengan radius 2 km.

“Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada status level II (waspada) dengan rekomendasi: tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 2 km dari kawah,” sebutnya.

Menjelang pergantian tahun, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dua kali dengan intensitas berbeda dibanding hari ini. Erupsi pertama terjadi pada Minggu (28/12) sekitar pukul 05.29 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 50 meter di atas puncak.

Deretan Tugas Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

0

BOGORDAILY – PSSI menyodorkan sejumlah target kepada Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Apa saja?

Tae-yong resmi menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia usai teken kontrak dengan PSSI di Stadion Pakansari, Cibinong, Sabtu (28/12/2019). Pelatih asal Korea Selatan itu sekaligus diperkenalkan kepada media.

Kendati tak membuka detail nominal kontrak, PSSI membeberkan sederet tugas kepada Tae-yong. Tugas di depan mata pelatih yang mendampingi timnas Korsel di Piala Dunia 2018 Rusia itu adalah menggantikan Simon McMenemy di Timnas Indonesia senior.

Shin Tae-yong akan mendampingi Timnas Indonesia untuk tampil di Kualifikasi Piala Dunia 2020. Timnas menyisakan tiga pertandingan lagi di babak grup G, yakni menghadapi melawan Thailand (26 Maret 2020), Uni Emirat Arab (31 Maret 2020), dan Vietnam (4 Juni 2020).

“Saya sampaikan tantangan terdekat Shin Tae-yong, yakni bagaimana Timnas kita mencapai yang terbaik di Kualifikasi Piala Dunia 2022 di sisa pertandingan melawan Thailand, Vietnam, dan Uni Emirat Arab,” kata Ketua Umum PSSI, Mochammad Iriawan, dalam konferensi pers.

“Saya berharap dia bisa maksimal untuk menyampaikan ke publik ada perubahan di Timnas kita,” ucap Iwan Bule.

Timnas Indonesia telah melewati lima pertandingan dengan belum sekalipun memetik poin. Skuad Garuda pun menjadi juru kunci dengan defisit 13 gol Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Setelah bekerja di Kualifikasi Piala Dunia 2022 itu, Tae-yong diminta untuk menyiapkan Timnas Indonesia ke Piala AFF 2020.

“Shin Tae Yong juga menyiapkan Timnas Indonesia di Piala AFF di semester kedua,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Selain itu, Shin Tae-yong bakal berperan menangani Timnas U-20 untuk tampil di Piala Dunia 2021 yang dilangsungkan di Indonesia. Dia mematok target untuk lolos dari babak grup.

“Jadi, saya minta tolong rakyat Indonesia tetap semangati Timnas agar bisa maju ke depannya. Pada 2021 akan ada Piala Dunia di Indonesia, akan menunjukkan usaha semaksimal mungkin agar bisa lolos dari babak grup U-20 2021,” ujar dia.

Bebas, Ahmad Dhani Diramal Bocah Sakti, Nasibnya Bakal Tragis. Jika…

0

BOGORDAILY – Ahmad Dhani akhirnya bebas. Disambut para pendukung dan keluarganya. Tapi, bukan Ahmad Dhani kalau tidak jadi sorotan publik.

Nasib Ahmad Dhani bahkan sudah diramal bocah sakti, pasca kebebasannya. Apa yang akan terjadi pada Ahmad Dhani tahun 2020?

Menurut penerawangan dari seorang indigo, Naomi Angelia, karier Ahmad Dhani di 2020 akan semakin meningkat. Bahkan, singlenya yang akan keluar di 2020, diterawang akan menjadi hits dan banyak disukai oleh masyarakat.

“Kalau aku lihat dari om Dhani di 2020, untuk karir di dunia kreatif banyak banget, terbuka banget untuk karirnya, dan bagus banget. Banyak yang bisa dia lakuin di dunia kreatif, yang aku lihat seperti itu ya. Aku lihat sih dia akan meledak saat nanti bikin lagu di 2020,” ungkap Naomi seperti dikutif dari Okezone.

Meski diterawang memiliki kesempatan emas untuk kembali eksis di industri musik Indonesia, Naomi mengatakan bahwa ada hal yang bisa membuat hal tersebut hancur berantakan. ia menyebut bahwa karier politik yang beberapa waktu belakangan dilakoni Dhani, memiliki imbas cukup parah dalam karier bermusiknya.

“Tapi balik lagi, kalau dia masih terpengaruh sama politik, dia bakal jatuh lagi. Karena om Dhani itu enggak cocok di bidang politik menurut aku. Jadi selama dia masih di kreatif, dia banyak banget hal yang bisa dilakuin, dan kariernya dia bakal bagus sih. Karier dia habis keluar dari penjara itu bagus banget,” tuturnya.

Yang penting dia ini jangan balik lagi ke ranah politik. Karena kalau aku lihat, untuk ke ranah politik, om Dhani itu enggak cocok banget. Benar-benar enggak cocok. Itu salah satu yang bikin karier dia jatuh, ya karena itu (politik),” lanjutnya.

Sementara itu, Naomi menuturkan bahwa meski Dhani memiliki istri seorang anggota DPR, hubungan keluarganya dengan Mulan Jameela dikatakan cukup aman di 2020. Naomi mengatakan bahwa dirinya hanya mengkhawatirkan karir politik, yang jika hal itu tetap dilakukan, akan berimbas buruk pada karier bermusik seorang Ahmad Dhani.

“Di 2020 (hubungan keluarga) aman sih. Om Dhani itu selama dia mendedikasikan hidupnya untuk bermusik, kariernya dia bagus. Tapi kalau menyimpang ke soal politik atau apa, itu enggak cocok sih,” paparnya.

“Jadi kesempatan dia banyak di karier musik. Karena masih banyak banget kesempatan om Dhani, jadi dia enggak usah takut kehilangan fans sih, karena akan meledak juga,” tandasnya.

Fadlizon Minta Kasus Penyiraman Air Keras Pada Novel Diselidiki Sampai Akarnya

BOGORDAILY – Dua pelaku penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan sudah diungkap oleh Bareskrim Polri.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon mendesak kepolisian agar mengusut tuntas, terduga pelaku kasus penyiraman air keras itu sampai ke akar-akarnya.

“Sudah lebih dari dua tahun kasus berlansung, sudah saatnya kasus diungkap secara nyata,” katanya Fadli Zon.

Menurutnya, Kasus ini sudah terkatung – katung lama tanpa ada penyelesaian. Dirinya menilai penanganan kasus tersebut adalah PR yang tidak selesai – selesai.

“Masyarakat kan menuntut untuk adanya transparansi dalam kasus ini,” tegasnya ketika ditemui di Citeureup, Kabupaten Bogor.

Wakil Ketua Umun Partai Gerindra itu juga menyinggung, bahwa kasus Novel sudah sempat dibawa ke dunia internasional.

Apalagi, kasus ini menyangkut pencederaan terhadap seorang petugas penegak keadilan. Dalam hal ini untuk memberantas korupsi.

“Ini peristiwa yang menurut saya sangat membahayakan. Apalagi dilakukan oleh oknum anggota Polri yang sedang aktif,” ungkapnya.

Dirinya juga meminta, agar dalam proses pengadilan nantinya juga harus terungkap juga, apakah hal tersebut inisiatif pribadi atau ada orang yang menjadi dalang didalamnya.

“Yang harusnya aparat melindungi petugas yang sedang melakukan penegakan hukum, justru malah aparat ini yang mencederai,” tukasnya. (Andi).

Diduga Ikut Edarkan Ganja Dalam Sel, Kalapas Gunung Sindur Masih Menunggu Pihak Polres Metro Bekasi

BOGOR DAILY – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) III Gunung Sindur, Sopian menanggapi, terkait dugaan Narapidananya juga melakukan pengedaran Ganja.

Hal itupun diketahui, ketika Polres Metro Bekasi berhasil menangkap pengedar ganja berinisial Odi di Bekasi.

Dari tangan tersangka, polisi menyita ganja 200 kilogram yang disimpan di dalam rumah kontrakannya, Jalan Sersan Aning RT 04 RW 05, Depok, Pancoran Mas, Kota Depok.

Sopian mengatakan, terkait dugaan adanya pengendalian oleh salah satu Napi nya tersebut, masih dalam proses penyelidikan Polres Metro Bekasi.

“Ia ini kan masih dalam proses penyelidikan Polres Metro Bekasi mas, jadi saya juga minta tolong, sampean buat beritanya juga jangan menyudutkan ini soalnya masih dalam tahap penyelidikan,” kata Sopian ketika dihubungi Bogordaily.net, Minggu (29/12/2019).

Ketika ditanya jikalau terbukti, bahwa Napinya tersebut memang benar mengendalikan barang haram itu, dirinya tak segan-segan akan melakukan hukuman.

“Kita akan sanksi, yang jelas kita akan isolasi terus dilarang untuk keluarganya di jenguk, dan akan di register F, supaya orang itu tidak dapat remisi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kalau bicara mengenai hukuman tambahan dirinya masih menunggu pihak Polres Metro Bekasi.

“Kalau dilanjutkan pidananya kita akan mendukung,” tukasnya. (Andi).

Ini Kata Korlantas Polri, Jika Masyarakat Ingin Malam Tahun Baru di Puncak Bogor

BOGORDAILY – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Istiono menghimbau, kepada masyarakat yang hendak berlibur ke Puncak Bogor pada malam tahun baru.

Ia mengatakan, sebaiknya masyarakat mempersiapkan ketika ingin berlibur ke Puncak Bogor, sudah berangkat pada pukul 16:00 WIB.

“Karena, pada jam 18:00 WIB kita akan lakukan penutupan permanen menuju arah Puncak,” ujarnya.

Lanjut Irjen Istiono, kondisi kembali normal menuju arah Puncak Bogor, pada pagi pukul 6:00 WIB tanggal 1 Januari 2019.

“Kita kembali buka nanti pukul 6 pagi, oleh karena itu, masyarakat semua yang mau menuju ke Puncak dari jauh-jauh hari sebelum pukul 16:00 WIB,” himbaunya.

Untuk tahun baru, di Gadok Ciawi sendiri harapannya, dirinya sudah menyiapkan petugas untuk stay, baik dari Polda Jawa Barat maupun Polres.

“Saya harap ini juga di ketahui, dan titik manapun diinformasikan oleh Polda jajaran, selain di puncak ada yang dikelola oleh Polda Jabar juga seperti, Lembang, Sumedang, Garut itu sudah dikelola maksimal,” tukasnya. (Andi)

Sistem One Way Jalur Puncak, Diberlakukan Rutin Sampai 31 Desember

BOGORDAILY – Sistem Satu arah atau One Way Jalur Puncak, akan dilakukan secara rutin sampai tanggal 31 Desember 2019.

Hal itupun diungkapkan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Istiono.

Ia mengatakan, rekayasa lalu lintas tersebut sama halnya, dengan rekayasa lalu lintas yang diberlakukan setiap akhir pekan di Jalur Puncak.

“(Sistem satu arah) itu pengaturan rekayasa yang disosialisasikan terus kepada masyarakat,” katanya.

Dirinya memprediksi Puncak ini fluktuasi kepadatan, akan terus berjalan sampai puncak malam Tahun Baru.

“Maka diatur secara demikian rupa, diatur secara konsisten,” kata Istiono.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Bogor, AKP Fadli Amri menyebutkan, bahwa pemberlakuan oneway secara tentatif selama liburan akhir tahun.

Hal ini merupakan hasil dari analisis dan evaluasi (anev) Polres Bogor di tahun-tahun sebelumnya.

“Kita rencanakan setiap hari berlakukan oneway seperti tahun-tahun sebelumnya,” tukasnya. (Andi)

Heboh, Dakwah ‘Panitia Hari Kiamat’ Ustad Ini viral

0

BOGORDAILY – Belakangan nama Ustaz Das’ad Latief tengah menjadi perbincangan netizen.

Pasalnya, video Ustaz Das’ad Latief yang berceramah soal ‘Panitia Hari Kiamat’ viral di media sosial.

Dalam potongan video di akun Instagram @makassar_iinfo, (17/11/2019), Ustaz Das’ad Latief mengkritik komunitas hijrah yang belajar Islam secara instan.

Bahkan komunitas itu kerap menyebut amalan umat Islam lain di luar komunitasnya dengan kafir.

Ustaz Das’ad juga menyindir cara pandang komunitas yang sangat mudah membid’ahkan amalan di luar paham yang dianut.

“Baru belajar agama enam bulan, itupun melalui Youtube, baru dua menit habis kuotanya, paham agama setengah-setengah, semua orang dikafirkan, masuk neraka,” kata Ustaz Das’ad.

“Heh!! Kau panitia hari kiamat?” tambahnya disambut gelak tawa jemaah.

Tak pelak, Ustaz asal Makassar ini disebut-sebut bisa sepopuler Ustaz Abdul Somad (UAS).

Gayanya menyampaikan ceramah dianggap sangat tepat sasaran dan menghibur pendengarnya karena kerap diselingi guyonan fakta.

Ustaz Das’ad pun kini kembali mencuri perhatian netizen lewat sebuah foto yang ia unggah di akun Instagram pribadinya.

Dalam foto yang diunggah Kamis (19/12/2019), Ustaz Das’ad tampak tidur pulas di dalam warung bersama satu rekannya.

Ustaz Das’ad sendiri pun mengaku jika dirinya mudah tidur dimana saja.

Ustaz Das’ad Latief
Potret Ustaz Das’ad yang tengah tidur dalam warung sederhana itu lantas mendapat beragam komentar dari netizen.

“Klo berjuang Ulama Akherat ky bgtu.. Apa ada nya.. Tdk perlu tmpat yg mewah2 yg penting nyaman buat Istirahat,” tulis @safarasyid.

“Bisa aja pak ustad. Ehehehe. Salam kenal pak ustaz,” tulis @davidtaliabu.

“Hahaha semangat ustad,” tulis @alfarizi_zeen.

“Habis makan coto pak ustad..sehat selalu pak ustad. ..aminn,” tulis @jepart80.

Melansir dari Tribunnews.com, Ustaz Das’ad adalah dosen tetap di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Ustaz Das’ad resmi menyandang gelar doktor dalam bidang Syariah/Hukum Islam program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Diketahui Ustaz Das’ad juga adalah mantan calon Wakil Wali Kota Makassar periode tahun 2014 2019.

Ia sibuk keliling daerah di tengah besarnya tanggung jawab untuk mengajar mahasiswa pada jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Unhas.

Lantas apakah Ustaz Das’ad kelak akan mundur sebagai PNS dan meninggalkan profesi dosen seperti UAS?

Melalui sebuah grup WhatsApp, Selasa (15/10/2019), Ustaz Das’ad menjawabnya.

“Doakan saya bisa jalankan keduanya sebab PNS (dosen) dengan dai adalah dua pengabdian yang sejalan. Satunya formal (dosen) dan satunya nonformal (dai),” kata Das’ad.

Ustaz Das’ad beralasan jika dirinya ingin tetap menjalankan profesi dosen sebab punya sebuah cita-cita sekaligus utang kepada almarhum ayahnya.

“Saya menekuni pofesi dosen karena saya masih punya utang kepada almarhum bapak saya untuk jadi profesor pertama di dalam keluarga pertama kami. Insya Allah, aamiin,” ucapnya.

Ustadz Das’ad mulai menyandang status PNS pada April 2006 saat dirinya berusia 32 tahun.

Diketahui, Ustadz Das’ad sudah 13 tahun menjadi abdi negara di almamaternya.

Selama menjadi dai sekaligus menjalani profesi dosen, Ustadz Das’ad mengaku tak melakukan pelanggaran terkait disiplin PNS.

“Alhamdulillah sejauh ini saya tidak melakukan pelanggaran aturan ASN dalam dakwah,” kata dia.

Jasa Patwal Khusus Wisatawan di Jalur Puncak

BOGORDAILY – Macet di puncak kadang bikin jengkel, lebih jengkel lagi saatbada iring-iringan mobil yang diiringi patwal khusus dari polisi.

Seperti apa sebenarnya patwal polisi di puncak? Apakah bisa disewa wisatawan? Atau warga sipil?

Kepolisian Resor Bogor memberikan klarifikasi bahwa tidak benar adanya “jasa patwal khusus” bagi pengunjung Puncak, Bogor bagi yang akan berlibur akhir tahun agar terhindar dari kemacetan.

“Sepertinya ini harus kami sampaikan klarifikasi sehingga masyarakat juga bisa jelas,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni ketika mengecek pos pantau di Jalur Gadog, Bogor, Sabtu.

Rumor yang sampai ke telinga masyarakat tersebut, kata dia, kemungkinan karena melihat adanya kendaraan yang diiringi mobil patwal melintasi jalur tersebut.

Jika ada pengawalan untuk VVIP, seperti presiden dan jajaran kabinet, menurut dia, biasanya memang sudah diiringi patwal dari Jakarta, sementara kepolisian di lokasi setempat hanya mengatur lalu lintas jalan saja.

“Pengawalan VVIP butuh personel tertutup, misalnya reserse maupun intel untuk di-floating di masing-masing titik yang dianggap rawan, itu juga bisa diasumsikan masyarakat mobil tertentu dikawal oleh kepolisian. Padahal, itu memang anggota tertutup kami yang untuk di-floating,” kata AKBP Muhammad Joni.

Kapolres mengklarifikasi rumor tersebut saat mendapatkan pertanyaan dari anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala ketika melakukan inspeksi mendadak pelayanan publik untuk liburan Natal dan Tahun Baru 2020.

“Kami juga bertanya kepada beliau tentang rumor di tengah masyarakat atau desas-desus bahwa petugas lantas di kawasan ini bisa dibeli ketika ada macet, kondisi stuck, kami bisa menghubungi petugas di jalan,” kata Adrianus Meliala.

Padahal, menurut dia, masyarakat berada dalam posisi tidak berhak untuk mendapatkan pengawalan khusus tersebut.

“Tadi sudah ditepis oleh Pak Kalpores bahwa itu tidak ada, mungkin sekali masyarakat menduga-duga saja, padahal kenyataannya tidak ada. Melalui ini, kami apresiasi dan percaya. Akan tetapi, jangan sampai hal ini terjadi dan membuat citra Polri rusak,” ujarnya.