Saturday, 11 April 2026
Home Blog Page 8631

Arsenal Dipermalukan Eintracht Frankfurt 1-2

0

BOGORDAILY  Arsenal kembali meraih hasil minor dalam enam laga terakhirnya. Kali ini mereka kalah melawan Eintracht Frankfurt, Kamis (28/11/2019) atau Jumat dinihari WIB di Liga Europa.

Arsenal sebenarnya tampil dominan dalam laga ini. Tercatat penguasaan bola The Gunners mencapai 55 persen berbanding 45 persen milik tim tamu.

Arsenal pun mampu unggul lebih dahulu pada menit ke-45. Adalah Pierre Emerick Aubameyang yang membuat pendukung tuan rumah bersorak memanfaatkan assist dari Buakayoko Saka.

Sayangnya di babak kedua penampilan Arsenal menurun. Tim tamu mampu berbalik unggul melalui Daichi Kamada masing-masing pada menit ke-55 dan 64.

Hasil 2-1 untuk Frankfurt bertahan hingga jeda. Posisi Unai Emery sebagai manajer Arsenal pun semakin terancam.

Arsenal: Emiliano Martinez; Shkodran Mustafi, Sokratis Papastathopoulos, David Luiz; Callum Chambers, Joe Willock, Granit Xhaka, Kieran Tierney; Gabriel Martinelli, Bukayo Saka; Pierre-Emerick Aubameyang.

Eintracht Frankfurt: Frederik Ronnow; David Abraham, Makoto Hasebe, Martin Hinteregger; Danny da Costa, Djibril Sow, Gelson Fernandes, Filip Kostic; Daichi Kamada; Goncalo Paciencia, Andre Silva.

Kisah Sedih, Bu Dokter dari Bogor Harus Balikkan Ratusan Juta oleh BPJS

BOGORDAILY – Bu dokter yang satu ini tidak pernah menyangka bakal berurusan deng BPJS sampai seperti ini.

Dia diminta untuk mengembalikan jasa medis yang selama ini dilakukannya. Nilainya ratusan juta rupiah.

Dokter itu adalah Yeti Haryati. Dia tidak menyangka, hasil keringat selama 22 bulan melayani pasien siang dan malam di Rumah Sakit Citama, Bogor, tidak dianggap. Dia harus mengembalikan uang jasa medis yang sudah diterima selama praktik di rumah sakit ke BPJS Kesehatan.

“Selama 22 bulan saya bekerja dengan profesional, tidak pernah ada pasien yang komplain, malam pun tetap saya layani. Sedih saja, saya dan rumah sakit tiba-tiba harus mengembalikan uang Rp4,5 miliar ke BPJS Kesehatan,” ungkap Yeti di kantor Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) cabang Bogor, seperti dikutip dari IDN Times Selasa (26/11).

Dokter Yeti menceritakan, permasalahan tersebut bermula saat BPJS Kesehatan menemukan Surat Izin Praktik (SIP) yang digunakan, tidak terdaftar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor.

Kemudian, pada 20 Oktober 2018, direktur RS Citama meminta dokter Yeti berhenti praktik dan mengurus SIP yang baru. Setelah mendapatkan SIP baru, dokter Yeti kembali praktik di RS Citama pada Desember 2018, namun pada Maret 2019, dia mengundurkan diri karena bekerja di rumah sakit lain.

Dokter Yeti tidak menyangka permasalahan yang sudah selesai satu tahun lalu, mendapat somasi dari rumah sakit dan mengembalikan uang jasa medis kepada BPJS Kesehatan.

“Saya pikir sudah selesai, karena saya sudah melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, saya pikir gak masalah surat izin gak teregistrasi, sampai pada waktunya saya kaget,” ucap dia.

Dokter Yeti menerima surat somasi dari RS Citama pertama pada 8 November dan somasi kedua pada 15 November. Dia menyayangkan sebelumnya RS Citama tidak mengomunikasikan masalah ini atau pun mediasi terlebih dahulu.

“Jujur saya kaget, karena ya seperti tadi saya pikir sudah selesai,” kata dia.

Terkait tidak terdaftarnya SIP, dokter Yeti tidak tahu-menahu, sebab yang mengurus SIP adalah manajemen rumah sakit. Bahkan, sampai saat ini dia tidak mengetahui bentuk fisik SIP tersebut.

“Jadi saya hanya ditelepon HRD, kalau SIP sudah jadi dah, sudah difotokopi. Jadi saya hanya pegang fotokopi, sedangkan fisik aslinya dibawa rumah sakit,” kata dia.

Sementara, Ketua PAPDI cabang Bogor, dokter Erwanto Budi Winulyo mengatakan pihaknya melihat seorang dokter spesialis itu berkompeten atau tidak dilihat dari ijazah, dan tempat menempuh pendidikan serta kepemilikan Surat Tanda Registrasi (STR).

“Kami sudah melihat bahwa dokter Yeti merupakan dokter spesialis dalam yang berkompeten, sudah mempunyai sertifikat dan STR. Bu Yeti menjadi orang yang dirugikan, seperti rumah sakit lain, SIP yang mengurus HRD rumah sakit secara kolektif. Bahkan, saat dokter Yeti keluar dari rumah sakit hanya dikasih SIP fotokopi,” ujar Erwanto.

Akibat masalah ini, dokter Yeti diminta mengembalikan uang jasa medis yang sudah diterima selama praktik di rumah sakit tersebut kepada BPJS Kesehatan sebesar Rp650 juta.

Dalam surat somasi tanggal 15 November, Nomor 78 SOM.II/KH.MAS & R/XI/2019 yang ditujukan ke dokter Yeti, BPJS Kesehatan juga meminta RS Citama mengembalikan uang Rp4,6 miliar.

Surat somasi kedua yang dilayangkan Kantor Hukum Manambak Silalahi menerangkan, Surat Izin Praktik (SIP) dokter spesialis yang digunakan praktik di Rumah Sakit Citama tersebut palsu.

“Sehubungan dengan jawaban somasi I (pertama) saudari bahwa Surat Izin Praktik Dokter Spesialis Nomor 440/050-1/Sp.PD/00579/BPMTSP/2016 yang saudari pergunakan di Rumah Sakit Citama, saudari mengakui palsu. Maka, jasa medis yang telah saudari terima selayaknya dikembalikan ke BPJS melalui Rumah Sakit Citama,” tulis surat somasi tersebut seperti dikutip dari IDNTimes.com.(bdn)

Sidik Jari Hancur, Polisi Kesulitan Lacak Identitas Mayat Dalam Koper di Bogor

BOGORDAILY- “Karena memang terkait dengan hasil sidik jari yang kita temukan bahwa yang bersangkutan posisi sidik jari sudah hancur, sehingga mempersulit kita untuk mengidentifikasi korban,” ujar Kasatreskrim Polres Bogor AKP Benny Cahyadi saat konferensi pers di halaman kantornya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (28/11/2019).

Polres Bogor mulai menyebar sketsa wajah jenazah dalam koper yang ditemukan warga di Kampung Teluk Waru, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Minggu, 10 November 2019 lalu.

Sayangnya, hingga kini pihak kepolisian belum mengantongi identitas korban, sehingga berharap ada laporan masyarakat yang mengenal korban setelah menyebar sketsa wajah korban.

“Kami juga memohon kepada media cetak dan elektronik untuk menyampaikan hasil yang dibuat mengenai sketsa wajah. Kita mencari informasi terkait orang hilang dengan ciri-ciri yang sama,” tambah AKP Benny Cahyadi.

Menurut Benny, ciri-ciri korban dengan tinggi badan 183 sentimeter itu, antara lain memiliki luka bekas kecelakaan di bagian kaki kanan. Kemudian, saat ditemukan mengenakan jas dalam kondisi sobek dengan merek Linea Esa. Pihaknya juga sudah memastikan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki.

Benny mengatakan, hasil dari autopsi jenazah dalam koper yang usianya diperkirakan 40 tahun itu menunjukkan adanya luka bekas pukulan benda tumpul di bagian kepala belakang. Kemudian ada bekas sekapan di bagian mulut korban. (lip)

Sinthya Lima ‘i’

0

 

Oleh : Dahlan Iskan

 

Ups, ada calon baru lagi. Untuk Direktur Utama PLN yang lama kosong: Sinthya Roesly.

Mana yang lebih bagus? Rudiantara atau Sinthya? Saya harus mikir agak lama: dua-duanya sangat bagus. Untuk PLN.

Rudiantara sangat bagus –kalau ia mau turun pangkat (DI’s Way:Antara Rudiantara). Sinthya sangat bagus –kalau dia masih cinta listrik.

Saya pun harus kembali memuji pada orang yang menemukan nama Sinthya Roesly ini.

Radar saya tidak sampai ke nama itu. Mungkin karena saya memang tidak pernah mikir lagi siapa harus jadi apa.

Mungkin juga karena saya melihat Sinthya sudah sangat mencintai dunia barunya: perbankan.

Dia sudah jadi banker. Sinthya sudah menjadi Dirut Bank Exim. Yang nama resminya adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Sejak enam tahun lalu.

Bahkan baru saja Sinthya diangkat lagi. Tiga bulan lalu. Untuk masa jabatan kedua di bank itu.

Tapi cinta pertama Sinthya memang adalah listrik.

Sinthya adalah insinyur listrik dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia.

Ketika di PLN tugasnya di bidang yang sangat listrik: P3B. Saya sudah lupa singkatan apa itu. Orang teknik, kalau bikin singkatan, tidak mempertimbangkan sastra.

Yang saya tahu –dan ini tertancap dalam otak saya– P3B adalah otaknya PLN.

Seluruh gardu induk adalah urusan P3B. Seluruh aliran listrik urusannya di bawah P3B. Listrik mati P3B-lah yang sering jadi tertuduh –meski padahal penyebabnya sengon.

P3B pula yang berkuasa: listrik dari pembangkit mana harus dialirkan ke mana. Kalau gardu induk A bermasalah harus dicari jalan: aliran listrik dialihkan ke mana –lewat gardu yang mana lagi.

P3B adalah guru listrik saya. Sampai saya tahu bahwa listrik itu ternyata tidak bisa disebut dengan istilah ‘mengalir’. Listrik itu ternyata potongan-potongan yang dikirim per potong. Hanya saja kecepatan kirimnya begitu tinggi sehingga terlihat seperti mengalir.

Waktu itu belum begitu populer listrik jenis lain: solar cell.

Seharusnya saya sudah tahu yang seperti itu sejak SMA –kalau saja saya bukan lulusan madrasah.

Setelah berkarir matang di P3B Sinthya pindah ke bagian keuangan. Bagi Sinthya urusan keuangan itu kecil –dibanding listrik. Dengan cepat dia mendalami ilmu keuangan. Prestasinyi di bidang keuangan juga menonjol.

Menteri Keuangan pun tahu ada mutiara keuangan di PLN. Lantas diminta menjadi salah satu direktur di Bank Exim. Belakangan jadi dirutnya.

Seperti juga Rudiantara Sinthya sudah 10 tahun tidak di PLN. Dia tidak terlibat dalam intrik ataupun kubu. Dia bisa lebih jernih melihat PLN.

Maka siapa pun di antara Sinthya dan Rudiantara, PLN mendapat harapan baru.

Usia Sinthya juga ideal: 50 tahun. Begitu lulus UI, gadis Riau ini meneruskan S2 di New South Wales, Australia. Gelarnyi master of science. Masih ditambah lagi gelar MBA dari University of Melbourne.

Sinthya bisa dibilang profesional 100 persen. Tidak pernah tengok kanan-kiri.

Itulah kekuatannyi –sekaligus kelemahannyi: apakah politisi akan mendukungnyi.

Kelebihan lainnyi sebenarnya akan saya rahasiakan: ‘i’ – nya lima!

Jumlah ‘i’ itu seimbang dengan suaminyi. Yang juga sangat ganteng. Tinggi. Besar. Pintar. Sempurna sebagai lelananging jagad.

Ada satu yang disayangkan teman-teman Sinthya: mengapa anaknyi hanya satu.

Pasangan ideal-sempurna seperti itu harusnya punya anak banyak: untuk memperbaiki generasi baru Indonesia –otak maupun wajah. (Dahlan Iskan)

270 Orang Jadi Korban Penipuan Rumah Berkedok Syariah. Uang yang Diraup Pelaku Bikin Geleng-geleng Kepala!!

0

BOGORDAILY- Kepolisan berhasil membongkar kasus penipuan jual beli rumah dengan modus penawaran perumahan syariah. Empat orang terlibat kasus itu pun dibekuk, antara lain AD, MAA, MMD, dan SM.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono menyebut, modus penipuan tersebut telah berjalan sejak tahun 2015 sampai 2019. Tercatat ada 270 orang yang menjadi korban dari sindikat ini. Selama menjalankan aksinya, AD berperan sebagai direktur di sebuah perusahaan bernama PT ARM Cipta Mulia. Sedangkan, tiga tersangka lainnya adalah karyawan yang memasarkan perumahan syariah.

Dalam melancarkan aksinya, para tersangka kerap menawarkan rumah syariah tanpa sistem riba. Tak hanya itu, mereka juga menawarkan rumah tanpa pengecekan Bank Indonesia (BI checking), dan tanpa bunga kredit. “Membuat rumah-rumah contoh untuk meyakinkan dari pada korbannya, korbannya ini berjumlah lebih kurang 270 orang,” kata Gatot di Polda Metro Jaya, dilansir Suara.com, Kamis (28/11/2019).

Dari total 270 korban, hanya 41 orang yang membuat laporan ke polisi. Dari kejahatan tersebut, para tersangka berhasil meraup untung senilai Rp23 miliar. “Bayangkan tidak ada riba, kamu tidak checking bank, tidak ada bunga kredit, pasti akan sangat menarik. Tapi sampai sekarang pembangunan (perumahan syariah) belum ada, sehingga masyarakat ini menjadi korban,” sambungnya.

Gatot menyebut, perumahan syariah itu akan di bangun di lima lokasi. Di antaranya, dua di Bogor, dua di Bekasi, dan satu di Lampung. Dalam hal ini, para korban sudah mentransfer uang melalui bank syariah. Setelah para korban menyetor uang, rumah yang dijanjikan tak kunjung diberikan. “Jadi, uang aliran dananya itu (uang dari korban) digunakan untuk kelima perumahan. Kami sedang melakukan penyidikan,” kata Gatot.

Yudha Permana, salah satu korban mengaku membeli rumah syariah yang berada di kawasan Bojong Gede. Bermula dari tawaran iklan di website dan media sosial, Yudha dan korban lain akhirnya tertarik untuk membeli rumah tersebut.

“Rata-rata sama modusnya, yaitu ada iklan di medsos baik itu berupa website, IG, Facebook, Twitter atau yang lainnya karena memang yang disewa juga ada tim marketing juga jadi masif seperti itu,” ujar Yudha.

“Setelah masif kemudian kami tertarik dan menuju kantor pemasaran setelah itu dijelaskan dan di bawa ke side ke lokasi perumahan tersebut,” tambahnya.

Setelah menyetor uang, Yudha tak kunjung mendapat rumah yang dijanjikan. Setelah ditelisik, para tersangka malah mengilang entah ke mana. “Setelah beberapa lama pembangunan berhenti setelah di-kroscek tidak ada kelanjutannya, yang bersangkutan juga menghilang dan di situlah kita membuat konsensus atau kesepakatan di sesama korban untuk menempuh jalur hukum,” kata  Yudha.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal berlapis dan terancam hukuman di atas dua puluh tahun penjara. Adapun ancaman pidana itu sesuai Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 137 Jo Pasal 154, Pasal 138 Jo pasal 45 Jo Pasal 55, Pasal 139 Jo pasal 156, pasal 145 Jo pasal 162 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan atau Pasal 3,4 dan 5 UU Nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (bdn)

Ini Sumber Penghasilan Chicco Jerikho, Selain Berprofesi Sebagai Artis

0

BOGORDAILY Sukses sebagai artis ternama Tanah Air, Chicco Jerikho memiliki beberapa bisnis yang dijalaninya secara bersamaan. Bisnis ini tentunya menjadi sumber penghasilannya selain jadi artis.

Dilansir dari Brilio.net, setidaknya ada lima sumber penghasilan Chicco di bidang bisnis. Kesibukannya di dunia bisnis tentu saja membuat kekayaannya semakin berlimpah.

Nah, penasaran kan dengan bisnis apa saja yang dijalani oleh Chicco. Dilansir dari Brilio.net, berikut bisnis yang dijalani oleh Chicco.

Kedai Filosofi Kopi

Sukses membuat film Filosofi Kopi yang diangkat dari novel karya Dewi Lestari, Chicco mewujudkan kedai bernama sama di dunia nyata.

Ia juga menjalin kemitraan bersama dengan lawan mainnya, Rio Dewanto. Filosofi Kopi kini menjadi salah satu tempat nongkrong epic bagi kawula muda.

Filosofi Kopi Apparel

Filosofi Kopi ternyata membawa berkah yang bertubi-tubi bagi Chicco. Ia pun akhirnya membuka bisnis marchendise Filosofi Kopi yang juga ada di film.

Beberapa produk yang dijualnya adalah kaus, kemeja, serta topi. Bisnis ini konsisten mengeluarkan produk baru dengan desain yang otentik.

Bonga-Bonga

Chicco juga memiliki bisnis bersama istri Angga Dwimas Sasongko, Anggia Kharisma. Bisnis ini berupa lapo halal.

Mereka menggaet Rahung Nasution untuk menjadi koki di lapo tersebut.

CJ Tomyum

Bisnis kuliner yang juga dimiliki Chicco adalah CJ Tomyum. Seperti namanya, tomyum merupakan menu utama.

Restoran ini berada di Kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Restoran ini merupakan cabang dari bisnis yang sama di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Ini merupakan bisnis yang dijalaninya bersama keluarga sejak delapan tahun lalu.

Produser Film

Tak cukup sampai di situ, Chicco juga memiliki proyek bisnis dengan Angga Dwimas Sasongko. Ia sukses menjadi produser film Visinema.

Sudah banyak film sukses yang diproduserinya. Sebut saja Surat dari Praha, Keluarga Cemara, hingga Love for Sale.

Tompi Menduga Mak Erot Pakai Metode Ini Pada Pasiennya: Tak Mungkin Diurut Doang Tiba-tiba Gede

0

BOGORDAILY Awal pekan tadi, Tompi membuka kisahnya bertemu dengan korban pusat kebugaran Mak Erot. Tompi menduga ada teknik lain yang digunakan selain pijatan pada pasien yang datang untuk ‘memoles’ bentuk organ vitalnya.

Kisah ini berawal saat penyanyi dan dokter ahli bedah plastik, ia tertarik bicara tentang Mak Erot yang kabarnya akan dijadikan destinasi wisata oleh Menkes Terawan.

Tompi rupanya punya kisah para pasien Mak Erot.

Penyanyi itu mengungkap, banyak korban Mak Erot datang padanya karena bermasalah pada organ vitalnya.

“Karena kita sebagai dokter bedah plastik sering mendapatkan korban Mak Erot. Meskipun saya enggak tahu itu Mak Erot yang dimaksud sama atau tidak,” ujarnya.

Terkait praktek Mak Erot, ia mengatakan tak mungkin metodenya hanya dengan diurut saja.

Sebab beberapa pasien yang datang padanya kerap mengeluhkan karena pernah jalani pengobatanan di Mak Erot.

“Karena tidak mungkin diurut doang tiba-tiba penisnya gede. Ternyata ada sesuatu yang disuntikan secara tidak sadar mengurut, sambil dia nyuntik,” kata Tompi.

Setelah dari Mak Erot yang diduga memakai metode suntik inilah kemudian membuat bentuk alat vital pria tak karuan.

Sistem Zonasi, Sekolah Mesti Bijak Menghadapi Siswa dari Kalangan Kaya dan Miskin

BOGORDAILYPengamat Pendidikan, Doni Koesoema, berpesan supaya ada penguatan pendampingan untuk siswa dari keluarga tidak mampu yang masuk sekolah favorit karena kebijakan zonasi. Dia khawatir terjadi kesenjangan antara siswa tajir dan siswa miskin.

“Itu anak-anak bisa stres kalau misalnya nanti sekolah A, sekolah favorit ini anak dari keluarga miskin misalnya masuk sekolah ini, sementara di sekolah ini gurunya, anak anak tajir, biaya hidupnya keluar negeri, lalu anak (keluarga miskin) ini bisa stres,” kata Doni di diskusi Membedah Zonasi PPDB di Kantor LAN, Jakarta Pusat, Rabu (27/11).

Harusnya, kata Doni, sekolah bisa mengembangkan budaya menghargai antarsiswa. Bukan mengutamakan gaya hidup siswa.

“Kalau kemudian sekolah masih seperti itu nanti anak-anak yang gara gara zonasi punya akses ke sini bisa jadi stres, gak tersembuhkan,” ucapnya.

Tantangan lainnya, kata Doni adalah tentang peningkatan keterampilan guru. Dia menyebut, para guru harus mengubah perspektifnya bahwa dia melayani semua peserta didik dan bukan melayani anak-anak yang pintar saja.

“Dengan demikian guru nanti juga berani nanti di rotasi jika pindah sekolah,” kata Doni.

Kemudian, lanjut Doni, guru perlu mengubah paradigma pengajaran. Artinya, guru guru sekolah negeri yang biasa mengajarkan anak-anak pintar tidak kaget mengajari siswa berlatar belakang ekonomi rendah.

“Karena anak-anaknya campuran, anak-anak tukang sayur, yang males males belajar, belajarnya berbeda, gurunya jadi stres,” ucap dia.

Ini Pesan Bijak Ashanty Soal Diet, Biar Gak Nyesel Belakangan

0

BOGORDAILY Istri Anang Hermansyah, Ashanty belum lama ini dikabarkan mengidap penyakit autoimun. Kondisinya yang semakin menurun membuatnya harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari.

Di unggahan Instagram terbarunya, Rabu (27/11), artis kelahiran 1984 ini menceritakan pengalamannya mengonsumsi obat diet sembarangan tanpa petunjuk dokter. Ashanty menduga inilah yang menyebabkannya terserang autoimun.

Penyakit autoimun membuat tubuh Ashanty jadi lebih kurus, dan tidak bisa banyak beraktivitas. Meski begitu, kondisinya kini semakin membaik dan sudah mulai beraktivitas lagi.

Tidak ingin kejadian yang menimpanya terjadi pada orang lain, Ashanty membagikan tips dan pesannya soal diet. Berikut tips dan pesan Ashanty soal diet yang aman agar tidak menyesal seperti dirinya.

Jangan Minum Obat Diet Sembarangan

Siapa sangka, di balik tubuh langsingnya, Ashanty pernah mengonsumsi obat diet sembarangan tanpa resep dokter. Menurut pengakuannya, Ashanty sudah mengonsumsi obat diet dari umur 15 tahun.

 /></p>
<p style=

Jujur aku mau cerita pengalaman aku dari umur 15 tahun yg udah ngga sehat… salah satunya minum obat diet sembarangan, ngga ke dokter beneran…” tulis Ashanty di unggahannya.

Ia mengaku terpaksa minum obat diet agar tubuhnya cepat langsing dan tidak lagi di-bully. Akibatnya, tubuh Ashanty mulai merespon efek obat diet tersebut beberapa tahun kemudian. “Jangan sampai ngalamin kayak aku. Udah sakit baru nyesel…” pesan Ashanty.

Pilih Cara Diet yang Aman

Kini, bagi Ashanty kesehatan adalah hal yang utama. Tubuh kurus bukan lagi tujuan utama untuk menunjang penampilan, terutama untuk perempuan. “Buat apa kurus tapi penyakitan, penampilan memang penting, apalagi kita perempuan…” jelas Ashanty.

Dalam cerita panjangnya di unggahan terbarunya, Ashanty menyarankan untuk memilih cara diet yang aman dan tidak berbahaya. “Carilah diet aman, memang ngga secepet obat2an kimia itu… tapi sekarang sehat adalah segalanya..” tulis Ashanty.

Ashanty tak ingin pengalaman pahit yang pernah dia alami terjadi pada orang lain. Kini, dia rajin mengonsumsi makanan dan minuman sehat untuk berdiet, tidak lagi mengonsumsi obat diet sembarangan.

Rutin dan Sabar

Untuk mendapatkan tubuh idaman dengan cara yang sehat dan aman memang tidak instan. Apapun cara diet sehatnya, yang diperlukan ialah konsistensi dan kesabaran.

 /></p>
<p style=

Hal senada juga disampaikan Ashanty, “Harus sabar, rutin dan rajin konsumsi dengan cara yang tepat.” Akan sia-sia kalau cara diet sehat yang dilakukan hanya beberapa kali saja.

Tidak ada cara diet yang instan tanpa efek samping. Bagi Ashanty, lebih baik mencari cara sehat dan aman, walau harus menunggu sedikit lebih lama.

Komitmen dan Percaya Diri

Selasa (26/11), Ashanty mengunggah fotonya dengan menuliskan, “Once you belive in yourself, and you put your mind to something, you can do it.

Dalam usaha berdiet menurunkan berat badan, diperlukan komitmen yang kuat. Rasa percaya diri juga diperlukan untuk membuat komitmen yang sudah dibuat jadi lebih kuat.

 /></p>
<p style=

Hal inilah yang dilakukan Ashanty selama masa penyembuhan dan usaha menurunkan berat badannya. “Ketika kamu percaya pada diri kamu dan berkomitmen untuk melakukan sesuatu, kamu pasti bisa melakukannya.

Begitu juga dalam menurunkan berat badan, aku selalu percaya, sabar dan berkomitmen…” imbuh Ashanty.

Pengacara Akan Mengkoordinasi ke Habib Rizieq soal Laporan Resmi ke Menko Polhukam

BOGORDAILY – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyinggung soal Habib Rizieq Syihab yang disebutnya tak pernah melapor terkait masalah pencekalan yang dialaminya. Pengacara Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro, mengaku akan berkoordinasi dengan kliennya itu soal pelaporan secara resmi.

“Mengenai masalah itu, nanti saya koordinasikan dengan Habib Rizieq. Saya justru begini, apakah kalau kita melaporkan secara resmi, ada jaminan Habib Rizieq bisa balik? Ada jaminan cekalnya dicabut?” kata Sugito kepada wartawan, Kamis (28/11/2019).

Menurut Sugito, Habib Rizieq bisa segera kembali jika pemerintah Indonesia menghendaki. Sugito mengatakan pihaknya juga sudah memberikan informasi terkait pencekalan terhadap Habib Rizieq kepada Mahfud.

“Kalau yang pencekalannya kan Menko Polhukam sudah tahu. Bahkan saya kirimkan semua dokumen yang terkait dengan, yang pernah menjadi statement Habib pada, yang di YouTube itu lho, yang beredar di media, itu sudah saya kirimkan ke Menko Polhukam. Jadi gini, detik ini juga Habib Rizieq itu bisa pulang, kalau pemerintah mau,” ujarnya.

Sugito mengatakan pihaknya sudah pernah melaporkan dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi terkait pencekalan terhadap Habib Rizieq pada 2018 lalu. Karena itulah, kali ini Sugito khawatir pemerintah akan mencari alasan lain untuk tak memulangkan Habib Rizieq dan saling melempar tanggung jawab.

“Ah kebiasaan. Jadi begini ya, nanti kita buat laporan resmi segala macam, nanti ada alasan yang lainnya ‘oh ada ini, ini’. Sebenarnya kalau mengenai masalah yang semacam itu, staf pribadinya beliau juga sudah mengurus ke sana, bahkan pernah berkomunikasi dengan beberapa pengambil keputusan yang ada di Saudi, terutama di Konjen maupun di Kedutaan Besar,” jelas Sugito.

“Jadi saya nggak mau berdebat untuk hal yang menurut saya tidak masuk akal, gitu aja. Nanti kalau misalnya Habib Rizieq sudah melapor, ada lagi alasannya. Memang niatnya mau melempar tanggung jawab,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md memastikan pemerintah tak mencekal Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Mahfud mengatakan Rizieq juga tak pernah melapor tentang masalah yang dialaminya.

“Ternyata memang tidak ada sama sekali pencekalan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia ,untuk itu kami tidak bisa berbuat apa-apa karena urusannya bukan dengan pemerintah Indonesia sebenarnya,” kata Mahfud saat memberikan keterangan pers di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (27/11).

Mahfud menyebut, seharusnya Rizieq menyerahkan bukti jika memang benar dicekal. Jika ada bukti, Mahfud menjanjikan akan diproses oleh pemerintah.

“Nah kalau memang ada bukti sekecil apapun bahwa itu dicekal oleh pemerintah Indonesia, ya diserahkan kepada Menteri Agama kepada Menko Polhukam atau Mendagri nanti akan di prosesnya, akan diklarifikasi sejelasnya, kalau memang ada,” ucapnya.

“Tapi sampai saat ini tidak ada dan Habib Rizieq sendiri tidak pernah melapor tentang masalahnya, kita mendengarnya dari YouTube dari medsos, kalau tidak melapor bagaimana kita mau bertindak,” imbuh Mahfud.