Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8646

Mapala Unida Ajak Mahasiswa Lebih Mencintai Kegiatan Outdoor

BOGOR DAILY –  Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala)  Universitas Djuanda (Unida) Bogor atau yang sering disebut Mapala Djuanda mengadakan acara Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Mapala di lapangan besar Unida pada Senin (08/10).

Acara ini terbuka untuk umum, tidak hanya untuk anggota maupun calon anggota Mapala Djuanda saja. Dimulai  pada pukul 13.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) dengan alunan live music yang dibawakan oleh Komunitas Penyanyi Jalanan (KPJ) sebagai pembuka acara ini, menambah suasana klasik yang menyenangkan ditambah lagi acara berlokasi di ruang terbuka.

Mapala Unida

Dengan mengambil tema Satu Hari Bersama Mapala Djuanda, otomatis menunjukkan di mana dalam satu hari tersebut masyarakat Unida bisa lebih dekat dan mengenal Mapala itu sendiri.

Maperca  ini juga bertujuan untuk memperkenalkan UKM Mapala kepada para mahasiswa baru, ditambah dengan adanya agenda Sharing Senja dalam acara ini, yakni diskusi santai yang mengangkat pembicaraan mengenai Mapala dan juga keorganisasian. Membuat acara Mapala Djuanda kali ini semakin memproduktifkan sore mahasiswa Unida.

Mapala Unida

Acara jadi semakin meriah dengan hadirnya bintang tamu seorang komika Vikri Rasta yang menjadi pemateri dalam agenda Sharing Senja,  juga penampilan KPJ yang membuat suasana lebih asyik dengan alunan musik akustik yang santai membuat calon anggota, anggota Mapala, hingga masyarakat umum terus antusias dan menikmati acara ini hingga usai.

Ketua umum Mapala Djuanda, Saepudin mengaku acara ini diadakan bukan hanya untuk memperkenalkan Mapala kepada mahasiswa baru, tapi juga mengajak mahasiswa baru yang tertarik mengikuti UKM Mapala agar tidak takut dalam berkegiatan outdoor.

“Mapala Djuanda akan selalu memberikan inovasi-inovasi baru sehingga mahasiswa tidak hanya kuliah lalu pulang, melainkan ada kegiatan positif dan asyik dengan kita sebagai pecinta alam.” Tutur Aep. (lsp/bdn)

 

Nisa Sabian Kecewa Ada Kabar Bohong

0

Bogor Daily – Pembukaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) XIII yang disel­enggarakan meriah di Stadion Pa­kansari pada Sabtu (6/10), ter­nyata me­nyisakan masalah. Sebab, salah satu grup musik Sabyan Gambus atau Nissa Sabyan merasa dirugikan karena dicantumkan dalam pamflet serta sejumlah papan iklan tanpa konfirmasi.­

Melalui akun Instagram resmi @sabyan_gambus mengungkap­kan, pemberitaan terkait Sabyan batal tampil di Stadion Pakasari Bogor ternyata pihaknya tidak pernah memiliki jadwal show di Stadion Pakansari Bogor. “Panitia acara melakukan pembohongan publik dengan menyebarkan baleho yang mencantumkan sa­byan/nisa akan tampil disana,” tulis akun @sabyan_gambus.

Selain itu, menurutnya panitia melakukan pembohongan dengan memasang logo Sabyan di pang­gung acara. “Panitia melakukan pembohongan publik dengan mengumumkan Sabyan akan tampil di keesokan harinya,” tam­bahnya.

Sementara itu, salah satu per­sonel Sabyan, Tubagus Syaifullah, mengaku berani mengatakan informasi soal penampilan Sa­byan di Bogor adalah hoaks lan­taran tidak ada pemberitahuan jadwal yang masuk dari manaje­men. Sebagai pemain, dirinya hanya menerima jadwal yang sudah 100 persen fix dan sama sekali tidak ada jadwal manggung untuk Kabupaten Bogor. “Karena jadwal yang saya terima itu yang sudah fix. Dari jadwal yang dite­rima, tidak pernah ada jadwal di Bogor di tanggal tersebut,” kata lelaki yang akrab disapa Bang Tebe kepada Metropolitan, ke­marin.

Di tanggal yang sama, Sabyan juga sudah ada jadwal manggung di Kalimantan. Bahkan, jadwal di Kalimantan sudah lama terca­tat jauh hari atau beberapa bulan lalu. Sehingga, janggal jika di waktu yang sama ada nama Sa­byan yang diinfokan hadir di Bogor. “Tanggal 10 kami manggung di Kalimantan Selatan. Bahkan jadwalnya sudah ada sejak bebe­rapa bulan lalu. Karena saya yang berhubungam dengan fanbase langsung, saya katakan ke mera­ka tidak ada jadwal di Bogor dan itu hoaks,” terangnya.

Tebe juga menyesalkan penyel­enggara yang tidak dengan se­gera merevisi pamflet dan sele­baran. Seharusnya jika panita tidak mendapat jadwal dari manajemen, pamflet yang me­muat bendera Sabyan segera dihapus sehingga tidak menge­cewakan masyarakat. “Sebenar­nya yang seperti ini tidak aneh, karena bukan hal baru bagi kami. Cuma yang buat kaget, di Bogor ini sampai berjalan aca­ranya dan jadi viral, takutnya malah jadi pembohongan publik. Kalau saya sebagai personel yang menerima jadwal berani bilang hoaks, blakblakan saja,” ungkap Bang Tebe.

Selain itu, Bang Tebe menyayang­kan kalrifikasi dari penyeleng­gara yang beredar luas. Kebera­tannya ada pada beberapa poin seperti ada bahasa bahwa komu­nikasi yang berlangsung antara penyelenggara dengan Sabyan lewat jalur kekeluargaan. Sela­njutnya, ada poin yang menga­takan bahwa Sabyan tidak me­respons padahal itu tidak benar.

Atlet Judo Dilarang Tanding Gara-Gara Ogah Buka Jilbab

0

Bogor Daily  – Atlet blind judo putri Indonesia, Miftahul Jannah, harus mengubur mimpi berlaga di Asian Para Games 2018. Ia didiskualifikasi wasit ka­rena menolak membuka jilbab ketika akan bertanding. Miftah dijadwalkan turun di kelas 52 kilogram putri blind judo dan akan berhadapan dengan wakil Mongolia, Gantulga Oyun, dalam pertandingan di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (8/10), kemarin. Namun sebelum atlet asal Aceh itu masuk arena, tiba-tiba juri melarangnya dan memin­tanya membuka jilbab. Larang­an wasit tersebut memang sudah sesuai aturan yang berlaku dalam pertandingan judo tingkat inter­nasional.­

Alasan keselamatan yang men­gharuskan setiap atlet judo tam­pil tanpa penutup kepala. Namun, Miftahul lebih memilih didis­kualifikasi ketimbang melepas­kan jilbabnya. ”Ini memang aturan dari judo internasional, alasannya karena ditakutkan pada saat main bawah (newasa), akan ketarik dari lawannya yang bisa menyebabkan tercekik,” kata Penanggung Jawab Tim Judo Indonesia, Ahmad Bahar.

Ia mengaku sudah mencoba memberikan pengertian agar dia mau melepas jilbab hanya pada saat bertanding, setelah itu di­pasang lagi. Namun, ia tidak mau. ”Dia sudah memiliki prinsip untuk tidak mau membuka au­ratnya hanya demi bertanding. Dia bilang lebih baik tidak usah bertanding,” ucap Ahmad Bahar.

Sebelum bertanding, Bahar mengaku sudah mencoba ber­bagai cara untuk membujuk Miftahul Jannah melepaskan jilbabnya. Bujukan orang tua hingga psikiater tetap tak mam­pu meluluhkan keputusan Mif­tahul Jannah. ”Kami sudah men­gusahakan untuk mendatangkan orang tuanya dari Aceh dan itu arahan dari Cdm (kepala kon­tingen) langsung. Kami juga sudah memberikan psikiater, tetapi atletnya juga sudah tidak mau,” ujar Ahmad.

Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, meminta maaf soal insiden atlet blind judo, Miftahul Jannah, yang didiskua­lifikasi dari pertandingan. NPC mengakui polemik itu muncul karena keteledoran pihaknya dalam memahami regulasi. Senny juga mengaku sikap wasit tersebut sudah sesuai regulasi di judo. Atlet dilarang mengguna­kan penutup kepala dalam ben­tuk apa pun untuk alasan kese­lamatan.

”Regulasinya memang seperti itu. Jadi tidak ada yang salah dengan keputusan wasit. NPC harusnya tahu regulasi. Maafkan atas keteledoran kami. Kami minta maaf dengan mendalam. Semoga di kemudian hari tidak terjadi lagi, bagaimanapun ini cukup memalukan bagi Indo­nesia,” kata Senny.

Senny mengatakan, keteledo­ran ada di pihak pelatih judo. Pelatih judo dinilai tidak bisa menerjemahkan regulasi dengan baik, sehingga tak memahami soal aturan penutup kepala ter­sebut. ”Jadi pelatih judo kurang bisa berbahasa Inggris. Mungkin tidak mau bertanya soal aturan. Padahal regulasi soal ini sudah ada sejak lama. Tapi aturan itu kurang bisa diterjemahkan dengan benar. Sekali lagi kami dari NPC benar-benar minta maaf atas kejadian ini,” urai Senny.

Menurut Senny, regulasi-regu­lasi tiap cabang olahraga di Asian Para Games 2018 sudah diterima pelatih sejak jauh hari. Khusus judo, Senny mengatakan bahwa aturan itu telah diterima pelatih sebelum tim bertolak dari Solo ke Jakarta. Seharusnya saat itu aturan itu juga sudah disampaikan ke atlet.

Direktur Divisi Sport Inapgoc Fanny Irawan mengatakan, atu­ran soal penutup kepala itu ter­cantum di Artikel 4 Poin 4 dari Federasi Judo Internasional. Di artikel itu tertulis, ”The head may not be covered except for ban­daging of medical nature, which must adhere to this one. ”Jadi memang tidak boleh memakai penutup kepala apa pun, bukan hanya jilbab. Aturan itu sudah dibicarakan saat technical mee­ting. Ketika semua sepakat, brarti aturan itu diterapkan saat pertandingan. Ini aturan inter­nasional,” kata Fanny.

Sang atlet, Miftahul Jannah, mengaku sempat menangis tapi lega setelah memutuskan tetap tak mau melepas jilbabnya. Men­urutnya, itu adalah keputusan terbaik. ”Lebih banyak lega. Saya juga bangga karena sudah bisa melawan diri sendiri, melawan ego sendiri. Saya punya prinsip tak mau dipandang terbaik di mata dunia, tapi di mata Allah,” kata Miftahul Jannah kepada wartawan setelah gagal bertan­ding.

Ia sudah berlatih selama sepu­luh bulan untuk bertanding di Asian Para Games. Namun, ha­rapannya untuk mendulang medali di Asian Para Games 2018 akhirnya harus dikubur dalam-dalam. Keputusan Miftahul Jan­nah dipuji Wakil Bupati Aceh Barat Daya Muslizar. Menurut­nya, sikap perempuan tunanetra kelahiran 21 tahun lalu sudah sangat tepat. “Sikapnya mem­buat kami bangga. Ini melebihi ratusan, bahkan ribuan, medali emas yang hendak dia persem­bahkan buat daerah, bahkan negara Indonesia,” jelas Muslizar.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Aceh Barat Daya (Abdya) Alam­syah mengaku kecewa terhadap tim ofisial Indonesia karena telat memberi tahu soal hasil meeting yang diikuti. Soalnya dalam pertandingan, atlet perempuan dilarang mengenakan hijab. ”Miftah bilang dia sudah ber­janji kepada Allah untuk tidak membuka hijabnya. Dia lebih baik mengundurkan diri dari­pada harus buka hijab,” kata Alamsyah. “Hasil technical mee­ting yang diikuti tim ofisial In­donesia baru diberi tahu pada sore kemarin. Namun yang di­sesali kenapa seorang pelatih dan ofisial tidak memberitahu­kan lebih awal,” jelasnya.

Menurut Alamsyah, Miftah me­rasa sedih atas putusan tersebut. Kekecewaannya membuat Miftah mengaku ini terakhir kalinya ia mengikuti cabang judo. ”Dia (Mif­tah) menyampaikan, ini merupa­kan yang terakhir untuk ikut cabang judo karena ini mengorbankan hak privasi seseorang,” ungkap Alamsyah.

Komplotan Pemuda Misterius Teror Warga Ciseeng

0

Bogor Daily – Pembunuhan Asep (27), warga Kampung Panoongan, RT 02/04, Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, berbuntut panjang. Sekelompok pemuda misterius asal Rumpin meneror warga Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, yang diduga telah membunuh santri bertasbih itu. Aksi mereka melempar batu membuat warga resah.

Kegaduhan yang terjadi mem­buat sejumlah ibu-ibu di Kampung Parunglengsir, Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, merasa te­rancam. Bahkan mereka pun bersiaga serta mempersenjatai diri dengan sejumlah senjata tajam (sajam). Sedangkan se­jumlah ibu-ibu yang merasa terganggu mengungsi ke kantor Desa Karihkil untuk meminta perlindungan.

”Kami sudah dua hari ini tidur tidak nyenyak. Kalau malam ng­gak tenang waswas, apalagi ada kabar kampung kami akan dise­rang. Kami meminta pihak desa dan kepolisian melindungi kami agar kami tiap malam bisa tenang,” ujar salah seorang warga Kampung Parunglengsir, Lia Wati.

Seperti pada Minggu (7/10), Lia mengaku ada beberapa kelom­pok orang yang datang sembari membawa sajam. Dirinya dan ibu-ibu yang lain langsung ber­hamburan pergi ke sawah ka­rena ketakutan. “Saya sampai terjatuh di sawah sama anak saya saking paniknya. Suami saya ikut bergabung sama warga lainnya,” kata Lia.

Begitu juga dengan warga lain­nya, Jamilah (42), yang harus mengungsi ke rumah kerabatnya karena sang suami harus ronda demi menjaga kampung. ”Po­koknya kami minta pelaku se­gera ditangkap,” pintanya.

Sebelumnya, Minggu (7/10) pukul 23:00 WIB, ratusan warga Parunglengsir, Desa Karihkil, kumpul sembari membawa bambu dan sejumlah sajam. Mereka berkumpul karena ada sekelompok warga tak dikenal yang mengendarai motor melem­pari para pemuda yang sedang kongko di warung pertigaan Pasar Desa Karihkil.

”Saya lagi nongkrong di warung pinggir jalan tiba-tiba ada yang melempari batu sambil terdengar nada ancaman. Kurang lebih ada 20 motor yang menyerang kami,” ungkap pemuda yang mengaku mendapat penyerangan, Teddy, Senin (8/10) dini hari.

Setelah diserang, Teddy ber­sama teman-temannya langsung memanggil warga sekitar untuk meminta pertolongan. ”Saya minta tolong lari sambil bilang kampung kita ada yang nyerang,” bebernya.

Untuk menenangkan warga­nya yang merasa terancam, Kepala Desa Karihkil Ahmad Dasuki berjanji akan melin­dungi segenap warga jika me­mang terjadi penyerangan. ”Kami akan menghadang dan melindungi masyarakat kami. Dan kami tidak akan menyerang tapi kami menghadang. Masy­arakat Desa Karihkil tidak usah panik, biarkan kasus perkara pembunuhan yang terjadi itu pihak kepolisian yang menanga­ninya,” kata Ahmad.

Sementara itu, Kapolsek Ran­cabungur Iptu Suparno menga­ku pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Untuk pelaku, dirinya masih melakukan peng­ejaran. ”Doakan saja untuk pelaku mudah-mudahan segera ketangkap,” ujarnya.

Terkait kabar penyerangan disinyalir dari pihak korban, di­rinya meminta warga Parung­lengsir yang merupakan lokasi diduga menjadi awal kematian santri itu untuk tidak khawatir akan isu penyerangan. ”Kami akan lakukan patroli tiap malam dibantu Polsek Parung dan akan berjaga bersama warga di tiap gang,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Ka­polsek Rumpin AKP Ahmad Wiryo. Menurutnya, kabar penyerang­an dari Rumpin itu tidak dibe­narkan. Sebab, sejauh ini dari Kecamatan Rumpin masih kon­dusif, tidak ada penyerangan seperti kabar yang beredar. “Soal penyerangan itu tidak ada, namun kita akan berupaya mela­kukan mediasi antarpihak se­perti kepala desa bersama tiga polsek. Sejauh ini masih dalam tahap pengejaran terhadap pelaku,’’ terangnya.

Terpisah, Kasubag Humas Pol­res Bogor AKP Ita Puspitalena menjelaskan, kabar yang beredar bahwa adanya penyerangan dari pihak korban atau adanya penutupan ruas Jalan Karihkil-Rancabungur, masih kondusif. Ia menyatakan tidak ada penutu­pan ruas jalan yang dilakukan warga sekitar.

“Tulisan tersebut dengan ada­nya imbauan Jalan H Miing yang ditutup hingga kini masih dalam tahap aman, sejak malam bere­darnya. Hal itu tidak benar dan keadaan kondusif. Namun untuk pelakunya masih tahap penye­ledikan dan belum 86,’’ pungkas­nya.

Nyaris Podium, Dimas Ekky Tampil Impresif di CEV Moto2 Jerez

0

Jakarta – Astra Honda Racing Team (AHRT) meraih hasil positif pada balapan Minggu (30/9/2018) di Jerez. Dimas Ekky finis di posisi keempat pada ajang moto2, sementara Gerry Salim nyaris berhasil meraih poin pertamanya musim ini pada persaingan Moto3 Junior World Championship. Dua pebalap Astra Honda Racing Team tersebut mempersembahkan balapan ini untuk warga Indonesia di Palu dan Donggala yang menjadi korban bencana alam gempa bumi dan tsunami, baru-baru ini.

Dimas Ekky kembali tampil prima dan langsung naik ke posisi ketiga setelah tiga lap berjalan pada persaingan balapan Moto2 European Championship. Dimas mempertahankan posisinya hingga lima putaran terakhir sebelum finis,sebelum dilewati rider lainnya dalam persaingan posisi terakhir podium. Dimas berada di peringkat keenam klasemen sementara pebalap dengan koleksi 70 poin.

Dengan hasil ini, Dimas mengaku sangat senang, meski nyaris naik podium. Diceritakannya, pada Kamis dan Jumat, dia dan tim tidak mendapatkan set up motor terbaik. Tetapi pada Sabtu, mereka mendapatkan kemajuan yang membuat Dimas bisa bersaing di top three pada balapan Minggu.

“Saat balapan, saya bisa melakukan start dengan baik dan menjaga kecepatan dengan rider lainnya. Setelah 10 lap, ban belakang saya mulai bermasalah saat memasuki tikungan dan saya kesulitan untuk mempertahankan kecepatan. Ketika akhirnya disalip, saya tetap berusaha menempel barisan depan, meskipun sudah tidak mungkin. Terima kasih Astra Honda, sponsor, dan tim yang sudah memberikan dukungan. Saya juga ingin memberikan dukungan sepenuhnya untuk warga Palu dan Donggala yang menjadi korban bencana alam gempa bumi dan tsunami,” ujar Dimas.

Sementara itu, Gerry Salim memulai balapan pertama dengan baik dan bisa bersaing dalam perebutan posisi peraih poin. Tergabung di grup yang terdiri dari enam pebalap, sang Rookie atau pendatang baru ini bisa mempertahankan kecepatan sepanjang 16 lap, dan akhirnya finis di posisi ke-17, hanya 0,1 detik tertinggal dari posisi 15 besar. Pada balapan kedua, pebalap Indonesia ini sekali lagi gagal meraih poin, tetapi mencatat hasil positif dengan finis di posisi ke-16, setelah sempat berada di posisi ke-13 selama beberapa putaran.

Secara umum, Gerry mengakui bahwa pada akhir pekan ini, dirinya tahu bahwa masih harus mengembangkan diri, meskipun sudah mencatat kemajuan saat sesi kualifikasi, sehingga dia tidak memulai balapan dari posisi terlalu belakang.

“Menurut saya, balapan kedua lebih baik karena saya sempat berada di posisi ke-13. Pada dua lap terakhir, saya disalip di lintasan lurus dan akhirnya finis di posisi ke-16. Saya sedikit kecewa karena gagal meraih poin. Di Albacete, saya akan berusaha untuk beradaptasi dengan baik di lintasan dan mencatat hasil bagus saat kualifikasi, terus mengembangkan diri dan meraih hasil bagus. Saya juga ingin menyatakan dukungan kepada semua warga Palu dan Donggala yang kini mengalami masa sulit.”

Marketing Director AHM Thomas Wijaya yang langsung hadir menyaksikan balapan seri ini mengungkapkan rasa bangganya kepada dua pebalap binaan AHM ini.

“Dimas Ekky dan Gerry Salim terus menunjukkan peningkatan. Atas nama Astra Honda, saya menyampaikan apresiasi terhadap mereka berdua yang berjuang keras untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Semoga mereka terus menciptakan momentum dan prestasi terbaiknya pada balapan selanjutnya” Ujar Thomas.

Balapan FIM CEV berikutnya, yang merupakan putaran kedua terakhir musim 2018, akan digelar dua pekan mendatang di Albacete, 13-14 Oktober.

Prasasti: Ciptakan Daulat Rakyat Daulat Negara

0

Bogor Daily – Sejumlah kalangan yang merasa resah atas kondisi bangsa berkumpul untuk mendeklarasikan Prasasti (Tonggak) untuk Indonesia. Deklarasi Prasasti diisi nonton bareng Film G30S PKI. Kegiatan dilakuka di lapangan SMK Bina Imformatika Jl. Pahlawan Kelurahan Empang,  Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (30/9).

Ketua Umum Prasasti, Wawan Leak,  menjelaskan Prasasti lahir dari akumulasi kegerahan, kegelisahan tentang kondisi negeri yang semakin  rumit. Akar masalah dari ini semua karena tidak adanya Daulat Rakyat Daulat Negara,  artinya disuasana pesta demokrasi Pasasti hadir untuk bersama rakyat, mengembalikan
kedaulatannya yang selama ini terampas oleh pragmatisme. Rakyat hanya sebatas obyek dalam  pesta demokrasi. Daulat Negara artinya kita tidak punya kedulatan atau nilai tawar kepada bangsa
lain. Sudah menjadi rahasia umum TKA menjamur dimana-mana, tanah dan air yang seharusnya  dikuasai negara hanya sebatas teori karena kenyataanya dikuasai asing dan aseng.
“Prasasti lahir bukan untuk meneruskan perjuangan tetapi meluruskan perjuangan” ujar Leak. Deklarasi diisi dengan   mengadakan nobar.

Leak juga menjelaskan saat ini telah terjadi kerumitan dibidang ekonomi sebut saja impor beras yang menjadi gaduhan atara Bulog dengan Kemendag. Tidak stabilnya dollar yang berdampak pada kenaikan pangan dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain itu supremasi hukum dan politik.

Dibidang politik kata Leak, rakyat hanya sebatas objek pelengkap penderita dalam pesta demokrasi.

“Pragmatisme, money politik sangat kental ditambah dengan tidak adanya pendidikan politik pada rakyat”, ujar Leak.

Ditegaskan Leak, kondisi itu akan melahir pemimpin-pemimpin yang melanggengkan tirani baru.

Ia juga menyampaikan, lahirnya Prasasti diharapkan bisa belajar bekerja berjuang bersama rakyat, untuk menegakkan Daulat Rakyat Daulat Negara.
“Prasasti mengutuk keras rezim penindas,” kata Leak.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Prasasti, Suhendi, menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk tidak meneruskan sejarah, melainkan meluruskan sejarah. Hal itu merupakan komitmen tanggung jawab moral PRASASTI  kepada negara. “Ini ada benang merah dengan moto Prasasti Daulat Rakyat Daulat Negara, artinya bila kita melupakan sejarah daulat rakyat daulat negara hanya dibatas mimpi,” ujar Eeng begitu ia biasa disapa.

Pada kesempatan yang sama hadir anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Najamudin, Momentum ini adalah akan selalu di lakukan setiap satu tahun sekali tepatnya hari ini tanggal 30 September 2018, bahwa seluruh masyafakat indonesia sangay memahami peristiwa G30S/PKI dan ini menjadi catatan sejarah yamg tidak akan pernah hilang dari sampai kepada kita, anak kita, cucu kita dan seterusnya. Terus kita berikan proses pemahaman yang benar bahwa sesungguhnya kita sebagai anak bangsa harus mwmjadi satu penopang utama tegaknya NKRI sampai kapan pun.

Karena secara langsung atau tidak langsung banyak sekali upaya – upaya secara terstruktur melakukan kegiatan – kegiatan yang tentu kita khawatirkan dan kita sangat kita fahami bahwa akan mwmjadikan bangsa Indonesia akan di jadikan Indonesia menjadi negara yang tidak maju.

Itulah yang melatar belakangi hadir nya saya dalam undangan kegiatam yamg di laksanakan oleh Prasasti ini, kebetulan semangat itu masih melekat dalam jiwa muda saya, dan saya mempunyai tanggung jawab bersama masyarakat  Kota Bogor masyarakat Indonesia menjaga NKRI harga mati dan perlu kita jaga sampai kapan pun, utama nya sebetulnya di situ.

Melihat kondisi pendidikan sejarah di sekolah, menurut Najamudin bahwa, salah satu bentuk upaya agar kita bisa mengimbangi hilangnya kurikulum di sekolah itu kita membuat penyeimbangan dengan satu konsep bahwa kita tidak boleh lupa dengan sejarah pendahulu kita, dan sejarah itu di catat dalam catatan visual seperti film-film yang harus busa kita resapi, karena semangat memahami ini sedikit demi sedikit di Bogor bahkan di Indonesia sudah mulai menurun. Sehingga kami semuanya berupaya agar menjadikan momentum 30 September ini merupakan momentum yang hafus di ingat seluruh rakyat Indonesia.

Saya juga sebagai komisi IV DPRD kota Bogor menuturkan masyarakat  mempunyai tanggung jawab untuk memastikan seluruh siswa dan siswi seluruh kota Bogor  memahami dan mengerti tonggak sejarah Indonesia.

“Saya juga berharap dan menegaskan kepada Dinas Pendidikan kota Bogor agar betul-betul di pastikan mengetahui sejarah tentang G30S/PKI di buka kembali dan di pelajari kembali didalami dan dihayati jangan sampai kita terlena dengan penddikan yang selama ini sedikit demi sedikit mulai menjauh,” kata Najamudin.

Ia menjelaskan selakubanggota legislatif ia upaya -upaya yang di lakukan  kepada pemerintah kota dalam hal ini Wali Kota dan Dinas Pendidikan agar kembali menguatkan bahwa sejarah ini betul-betul harus di gelorakan kembali. Ia  menghimbau dan meminta kepada dinas pendidikan agar kembali mengangkat kembali tentang sejarah Indonesia terutama sejarah G30S/PKI.

50 Bikers Honda Nikmati Keindahan Alam Ciwidey

0

Ciwidey – Sebanyak 50 peserta dari komunitas Honda Verza Riders Bandung (HVRB) dan Ikatan Motor Honda Jawa Barat (IMHJB) mengikuti gelaran CB150 Verza Bikepacker Touring yang diselenggarakan oleh PT Daya Adicipta Motora (DAM) selaku distributor utama sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Barat. Mengusung tagline “Berkendara lebih jauh bersama Honda CB150 Verza”, kegiatan ini dilaksanakan pada 29-30 September di Ciwidey.

Start dimulai dari kantor DAM, para peserta menikmati perjalanan menuju Ciwidey dengan jarak tempuh sekitar 92 km sambil mengkampanyekan keselamatan berkendara #Cari_Aman. Touring ini bertujuan untuk menguji kehandalan sekaligus memperkenalkan Honda CB150 Verza kepada masyarakat luas.

Lerri Gunawan, General Manager Motorcycle Sales, Marketing & Logistic DAM mengatakan sebagai bentuk apresiasi kami terhadap konsumen setia Honda khususnya pengguna Honda CB150 Verza, kami mengajak mereka untuk secara langsung menguji kehandalan Honda CB150 Verza sebagai motor naked sport yang maskulin dan tangguh sambil menikmati keindahan Ciwidey dan Alam Bandung Selatan yang memiliki pesona dan daya tarik tersendiri.

Selain mengajak touring dan memberikan bantuan donasi untuk renovasi MCK sebagai sarana mesjid di Desa Mekarwangi, Sindangkerta – Bandung Barat, berbagai aktivitas dilakukan guna menjalin keakraban antar pengguna sepeda motor Honda sekaligus menjalin tali silaturahmi antar sesama anggota komunitas. Seperti halnya, gathering, games dengan hadiah menarik hingga riding test New Honda CB150 Verza.

All New Honda CB150 Verza merupakan generasi kedua dari Honda Verza yang kini hadir dengan desain bodi baru berkonsep tangguh dan maskulin namun tetap kompak. Pilihan warna stripe yang minimalis semakin memperkuat karakter desain bodi yang diusung. Model ini kini dilengkapi lampu depan berbentuk bulat yang memberi kesan modern dan tak lekang oleh waktu. All New Honda CB150 Verza tetap mengusung mesin 150cc berpendingin udara yang tangguh, responsif, efisien, serta ramah lingkungan untuk kebutuhan sehari-hari baik untuk berkendara jarak dekat maupun jarak jauh.

Komunitas Board Game Bogor Hehehe (Kabogoh) Bekerjasama dengan Lippo Plaza Keboen Raya Bogor Menggelar Acara PlayDay Bogor untuk Memperkenalkan Board Game Kepada Masyarakat Bogor

0

Bogor, 30 September 2018 – Kabogoh (Komunitas Board Game Bogor Hehehe) bekerjasama dengan Lippo Plaza Keboen Raya Bogor mengadakan acara PlayDay Bogor yang bertujuan memperkenalkan dunia board game kepada masyarakat Bogor. Pada acara PlayDay Bogor kali ini, tidak hanya masyarakat umum, Komunitas Kabogoh juga mengundang Mojang Jajaka Kota dan Kabupaten Bogor serta Komunitas FaktaBahasa Bogor untuk turut berpartisipasi menjajal keseruan bermain board game.

PlayDay Bogor merupakan acara bermain board game yang biasanya bekerja sama dengan cafe atau restoran sebagai penyedia tempat. Acara tersebut adalah acara rutin yang diadakan setiap sebulan sekali dan terbuka untuk umum, baik anggota komunitas ataupun masyarakat lainnya dapat bergabung untuk bermain.

Alvikha Adrian, salah satu pendiri Komunitas Kabogoh, mengatakan “PlayDay Bogor ini merupakan acara umum, dimana siapa saja boleh datang. Jangan khawatir bila anda adalah seorang pemula di dunia board game. Karena ada GM (Game Master) yang siap sedia menjelaskan dan membimbing bagaimana aturan atau cara bermain permainan tersebut.”

Mengingat generasi saat ini adalah generasi tumbuh bersama kemajuan teknologi dan internet, secara tak sadar merubah pola gaya hidup anak-anak muda menjadi tech-savvy. Berbagai jenis gadget kini telah beralih fungsi dari barang komplementer menjadi kebutuhan pokok.

“Tak jarang di zaman teknologi yang maju seperti sekarang ini banyak orang berkumpul bersama kerabat atau keluarganya tetapi fokus berkutat dengan gadget masing-masing, hingga lupa bagaimana cara berkomunikasi, bersosialisai secara langsung. Board game ada sebagai salah satu alternatif hiburan yang positif, menyenangkan serta edukatif.  Board game memberikan pengalaman bermain dan sosialisasi dengan cara yang berbeda dari berbagai macamgame lainnya. Dengan menemui dan berinteraksi secara langsung, maka dapat mengurangi ketergantungan orang terhadap gadget.” Tambah Alvikha.

Alvikha Adrian, menambahkan “Masyarakat Indonesia pada umumnya sudah tidak asing dengan permainan papan atau board game seperti kartu Remi, UNO, Monopoli, Ludo, Halma atau Werewolf yang sampai saat ini masih digemari publik. Popularitas dan eksistensi dunia board game di Indonesia mulai menanjak di tahun 2015. Hal ini dapat dilihat dari munculnya festival bertemakan gaming dan toys, peluncuran berbagai jenis board game karya anak bangsa, juga Komunitas atau gaming group di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Semarang”

Selain memaksa pemainnya untuk bersosialisasi, pemain “dipaksa” untuk menentukan strategi yang paling efektif untuk mengungguli lawan. Berbagai macam tema yang spesifik seperti industri media, sejarah perjuangan kemerdekaan, bahkan permainan saham menjadikan Board Game sebagai media pembelajaran tak hanya edukatif tapi juga menyenangkan.

***

Tentang Kabogoh (Komunitas Board Game Bogor  Hehehe)

Komunitas Board Game Bogor Hehehe atau Kabogoh adalah komunitas yang bergerak di bidang hobi, khususnya permainan papan atau Board Game. Komunitas ini berdiri sejak Agustus 2016 oleh ketika salah satu foundernya, Fikri Azka Nugroho, mengadakan sesi playtesting untuk menguji coba permainan yang sedang ia kembangkan.

Sejak awal berdiri, Kabogoh secara rutin mengadakan acara bertajuk Play Day yang ditujukan kepada publik. Melalui acara ini, Kabogoh ingin memperkenalkan board game sebagai sarana hiburan yang tak hanya menyenangkan, tapi juga edukatif. Komunitas ini terbuka pada berbagai macam game yang dimainkan dan juga tingkat kesulitan sehingga komunitas ini terbuka baik untuk yang pemula maupun pemain yang sudah berpengalaman. Saat ini member Kabogoh sudah mencapai 44 orang.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi

 

Lukman

Komunitas Board Game Bogor Hehehe (Kabogoh)

0812  9710  1302

[email protected]

Pengarusutamaan Gender Tak Cuma Soal Hak Perempuan

0

Bogor Daily – Kepedulian. Itulah sikap yang ditunjukan Slamet Iswantoro, seorang warga Perumahan Mutiara Bogor Raya. Ia menata lahan kosong di depan rumahnya menjadi taman bermain anak-anak. Hal itu dilakukan karena ia prihatin melihat anak-anak bermain di jalanan. Akhirnya lahan fasos fasum yang sudah rimbun ditanami pohon jati dan berbagai pohon lainnya itu, dibersihkan.

Lalu ia memanfaatkan ban bekas dan tali untuk membuat ayunan serta tempat duduk. Kini setiap sore tempat itu ramai dikunjungi anak-anak dari kompleks tersebut maupun dari kampung di sebelahnya. Bahkan tidak sedikit keluarga memanfaatkan taman itu sebagai tempat piknik. “Kalau hari Minggu banyak yang gelar tikar sambil makan-makan, tiduran dan ngobrol-ngobrol bersama keluarga,” jelas Slamet.

Kepedulian yang diikuti  tindakan nyata seperti itu, merupakan hal yang diperlukan dalam mendukung terlaksananya strategi Pengarusutamaan Gender (PUG). “PUG pada dasarnya ditujukan untuk mendorong seluruh komponen masyarakat termasuk seluruh instansi pemerintah, lebih memperhatikan dan memfasilitasi kepentingan serta kebutuhan lima pihak di masyarakat yang dibidik dalam PUG,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor, Artiana Anggraeni.

Kelima pihak dimaksud adalah kaum perempuan, kaum disabilitas, kaum lansia, ibu-ibu hamil dan anak-anak. Itulah sebabnya apa yang dilakukan Slamet dengan mengubah lahan kosong menjadi taman bermain anak-anak merupakan salah satu bentuk dukungan nyata terhadap strategi PUG. Sebab, membuat taman bermain termasuk bentuk memperhatikan kebutuhan anak-anak

Menurut Agustin, mentor PUG DPMPPA Kota Bogor, selama ini PUG masih disalah-pahami oleh banyak masyarakat. Gerakan ini seolah-olah hanya fokus pada urusan memperjuangkan persamaan hak antara kaum perempuan dengan kaum laki-laki. “Jadi banyak yang memandang PUG seolah-olah hanya soal emansipasi perempuan,” kata Agustin.

Padahal menurutnya, PUG merupakan strategi pembangunan yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia melalui kebijakan dan program.

Dengan kata lain PUG dikampanyekan untuk mengingatkan dan mengajak semua pihak mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Kesetaraan yang dimaksud adalah, pembangunan harus memberi akses, partisipasi dan kontrol terhadap kaum perempuan. Supaya kaum perempuan bisa berkembang optimal sehingga memperoleh manfaat hasil pembangunan yang sama. Sedangkan keadilan adalah pembangunan harus merespon adanya perbedaan kebutuhan antara perempuan dengan laki-laki.

Lebih jauh kesetaraan gender dapat dipahami sebagai sebuah kesamaan kondisi bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh kesempatan serta hak-haknya sebagai manusia. Agar dengan demikian setiap laki-laki dan perempuan mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan politik, hukum, ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pertahanan dan keamanan.

Sedangkan keadilan gender dapat dipahami sebagai suatu proses dan perlakuan adil terhadap perempuan dan laki-laki. Dengan kata lain, tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan perempuan, sehingga mereka memiliki akses, kesempatan berpartisipasi dan kontrol terhadap pembangunan serta memperoleh manfaat pembangunan secara adil.

Dalam perencanaan pembangunan sebuah taman kota, misalnya. Desain dan peruntukannya nanti, perlu mempertimbangkan dan memfasilitasi kepentingan anak-anak, kaum difabel, para lansia serta perempuan. Dengan begitu taman tersebut bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh semua pihak secara adil.

PUG tidak hanya dijabarkan pada kegiatan pembangunan bersifat fisik, melainkan juga pada pembangunan non fisik. Diantaranya seperti program dan kegiatan pemberdayaan kaum perempuan. Sebab pada dasarnya pembangunan adalah sebuah proses yang bisa membuat seseorang berdaya. Dalam hal pemberdayaan perempuan, maka sasaran yang dibidik adalah mengubah posisi perempuan sebagai objek pembangunan.

Sejauh mana PUG terimplementasikan di dalam perencanaan pembangunan, program dan kegiatan kerja pemerintah daerah, maka akan dilaksanakan evaluasi. Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) akan diberikan pada kementrian, lembaga atau pemerintah daerah yang dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi PUG, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan anak di berbagai sektor pembangunan. Ada empat kategori APE, masing-masing pratama, madya, utama dan mandiri. (Advertorial)