Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8653

Tahanan Polisi Bunuh Diri Loncat Dari Lantai Tiga

0

Bogor Daily – Seorang pria yang diduga pelaku pencabulan remaja 15 tahun, SF (41), tewas menge­naskan di kantor polisi, kemarin. Ia melompat dari jendela lantai tiga gedung milik Polresta Bogor Kota yang baru dibangun.

KEPALA Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya mengatakan, awalnya petugas mendapat laporan ada­nya kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kelurahan Ciparigi, Ke­camatan Bogor Utara, Selasa (4/9) malam. Melihat kondisi itu, anggota Satreskrim

lalu mengamankan diduga pelaku pencabulan sekitar pukul 21:00 WIB. “Kemudian anggota membawanya ke Mako Satreskrim Polresta Bogor Kota,” katanya.

Agah melanjutkan, saat datang ke Mako, ada luka-luka di hidung SF, yang diduga karena sempat dihakimi massa. Saat hendak dibawa ke klinik, SF tergolek le­mas dan tiba-tiba berontak hingga teriak. “Saya yang sedang gelar perkara terkaget. Anggota saya juga ditabrak dan lari ke ruangan gelap juga kosong, di ujung gedung. SF masuk jen­dela hingga keluar, anggota saya berteriak ‘SF kabur’, maka se­gera saya turun ke bawah,” pa­parnya.

Saat tiba di bawah, tutur Agah, SF tergolek dengan posisi ke­pala terlebih dahulu menyentuh tanah. SF masih hidup dan ma­sih ada denyut nadi, namun sayang nyawanya tidak tertolong saat dilarikan ke RSUD Kota Bo­gor.

”Jenazah SF dibawa ke RSUD Ciawi, lalu kami panggil kelu­arga SF. Akan diautopsi Jumat (6/9) nanti. Sulit dipercaya, tadi memperagakan seperti rekon­struksi,” terangnya.

Sebelumnya, lanjut Agah, SF diduga melakukan tindakan pencabulan. Namun sebelum ada pembuktian, massa mela­kukan tindakan kekerasan ter­hadap SF sebelum digelandang ke Polresta Bogor Kota. “Kelu­arga SF membuat laporan ke­pada kami, karena merasa SF mendapat kekerasan padahal belum terbukti (pelaku penca­bulan, red). Belum sempat kami bertanya, sepuluh detik begitu cepat saat SF berontak dan ter­geletak di tanah. Tidak ada tanda-tanda akan melarikan diri dan melakukan perlawanan waktu itu sih. Saat ditanya juga tidak merespons, pandangannya seperti kosong,” ujarnya.

Sementara itu, kematian SF meninggalkan pertanyaan bagi keluarga. Sebab pada Se­lasa (4/9) malam, SF dijemput sejumlah warga dan dibawa ke sebuah rumah kosong. Kete­rangan yang dihimpun, sejum­lah warga dan keluarga remaja yang menjadi korban dugaan pencabulan SF, menganiaya SF. Usai dihakimi, SF lalu disera­hkan kepada petugas kepoli­sian. Waktu itu SF masih hidup, namun tak lama kemudian dipulangkan ke keluarga dalam kondisi tidak bernyawa. ”Kelu­arga tidak ikhlas (atas kema­tian SF, red). Kalau benar dia melakukan asusila, silakan diproses hukum. Makanya kami menuntut keadilan,” ung­kap sepupu SF, Rudi.

Selanjutnya, tambah Rudi, pi­hak keluarga akan melaporkan janggalnya kematian SF kepada aparat kepolisian dan Komnas HAM agar kasus ini dikupas tun­tas. “Hari ini (kemarin, red) kami membuat laporan secara resmi,” jelasnya.

Pihak keluarga meyakini SF men­jadi korban penganiayaan berat. Apalagi jika melihat jenazahnya, banyak luka yang dianggap tidak wajar dan patah di bagian kaki. ”Kata ketua RT kami, SF tewas karena terjatuh. Tapi tidak jelas di mana dan kapannya. Dari dila­porkan ke polisi sampai tewasnya, pihak keluarga tidak diberi tahu sama sekali. Keluarga tahu SF te­was saja dari para tetangga,” tutup­nya.

Lowongan CPNS Dibuka 19 September

0

Bogor Daily – Pemerintah memas­tikan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 dibuka pada 19 Septem­ber 2018. Kepastian tersebut diputuskan dalam Rapat Koordinasi Nasional Penga­daan CPNS oleh Badan Kepegawaian Ne­gara (BKN) bersama Kementerian Pen­dayagunaan Aparatur dan Reformasi Biro­krasi (KemenPANRB) di Hotel Bidakara Jakarta, kemarin.

Kepala BKN Bima Haria Wibisana men­gatakan, total formasi yang akan diperebut­kan pelamar berjumlah 238.015. Rinciannya adalah 51.271 instansi pusat yang terdiri dari 76 kementerian/lembaga dan 186.744 untuk instansi daerah. ”Dalam rapat koor­dinasi pagi tadi, telah disampaikan bahwa pendaftaran akan dibuka 19 September 2018,” terangnya.

Bima mengatakan, menge­nai sistem pendaftaran dan seleksi CPNS 2018 akan dilakukan terintegrasi melalui portal na­sional via http://sscn.bkn.go.id dan tidak ada pendaftaran mel­alui portal mandiri oleh instan­si. Selanjutnya proses seleksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN untuk pelaksanaan Seleksi Kompe­tensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).­

Bima menyebut pihaknya siap mengantisipasi dengan jumlah peserta seleksi yang bisa men­capai 5 hingga 6 juta orang dan total pelamar akan melampaui total peserta. Berdasarkan review seleksi CPNS 2017, kesulitan update data Nomor Indentitas Kependudukan (NIK) menjadi kendala terbanyak pelamar. Perihal itu BKN berharap sistem dari Kependudukan dan Pen­catatan Sipil (Dukcapil) juga siap. ”Jumlah yang kami per­kirakan sekitar 5-6 juta orang peserta. Kalau peserta lebih dari itu mungkin SSCN masih mampu menerima pendaftaran,” jelasnya.

Selanjutnya untuk kesiapan lokasi tes seleksi CPNS 2018, tuturnya, hingga kini direncana­kan akan dilaksanakan di 176 titik lokasi yang terdiri dari kantor BKN pusat, 14 kantor Regional BKN dan 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN yang tersebar di seluruh wi­layah Indonesia, fasilitas man­diri dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Untuk update persiapan pendaftaran CPNS 2018, tim SSCN BKN dan admin masing-masing instan­si sedang menginput seluruh formasi.

”Dengan demikian, web sscn.bkn.go.id akan difung­sikan setelah semua K/L/D memasukkan formasi dan per­syaratan pelamaran. Proses ini akan memakan waktu sampai 18 September 2018,” jelasnya.

Perihal syarat administrasi pendaftaran, Bima mengimbau seluruh instansi penerima CPNS 2018 agar memberikan persya­ratan yang wajar. Artinya jangan sampai ada persyaratan yang justru memberatkan dan meny­usahkan masyarakat. ”Persyara­tan akreditasi dan Indeks Pre­stasi Kumulatif (IPK) harus di­sesuaikan dengan indeks pre­stasi di wilayah masing-masing,” ucapnya.

Dolar Naik, Mahasiswa Demo Besar-besaran ke Istana Negara

0

Bogor Daily – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah. Hing­ga Kamis (6/9) pukul 23:30 WIB, nilai tukar rupiah masih di angka Rp14.885. Hal ini mendorong Fo­rum Mahasiswa dan Pemuda Kota se-Indonesia berunjuk rasa di Istana Negara Jakarta, hari ini.

Setelah menggelar persiapan aksi bela bangsa dan bela negara di Taman Ismail Marzuki kemarin, Koordinator Lapangan (Korlap) Irfan Maftuh menuturkan, aksi ini salah satu bentuk kekece­waan terhadap kepemimpinan Pre­siden Indonesia Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Ini merupakan bentuk keke­cewaan atas era pemerintahan Jokowi-JK,” tutur Irfan saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.­

Terpuruknya rupiah, mahalnya bahan pokok, merupakan dua alasan besar digelarnya aksi unjuk rasa tersebut. Disinggung soal target massa aksi, Irfan mengaku untuk saat ini sekitar 200 peserta aksi sudah mengonfirmasi keha­dirannya. “Yang sudah pasti ada sekitar 200 orang, bahkan tadi sore juga kita sempat melakukan pertemuan di Taman Ismail Mar­zuki,” jelasnya.

Senada dengan Irfan, Jenderal Lapangan (Jendlap) Masa Aksi Zainuddin Arsyad membenarkan agenda besar unjuk rasa yang bakal digelar pihaknya. Ia menga­ku akan membawa massa seba­nyak mungkin dan menyambangi Istana Jakarta guna meminta secara langsung kepada Jokowi untuk sesegara mungkin meny­elesaikan berbagai masalah yang saat ini tengah terjadi di masa pemerintahannya. “Intinya kita ingin Jokowi-JK menyelesaikan semua permasalahan yang ada, seperti janji-janjinya terdahulu. Dengan ini kami mengimbau semua pemuda dan mahasiswa untuk ikut ambil bagian pada aksi bela bangsa dan negara,” katanya.

SANDI TUKAR DOLAR

Bakal cawapres Sandiaga Uno menukar sebagian kecil dolar AS miliknya. Sandiaga menyebut aksi menukar dolar AS itu sebagai upaya memperkuat ekonomi di tengah tingginya nilai tukar ma­ta uang Negeri Paman Sam itu. Sandiaga menukar dolar AS mi­liknya di money changer Dua Sisi di Plaza Senayan, Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).

Sandiaga tampak mengenakan kaos berwarna biru bertuliskan SandiUno di dada sebelah kanan. ”Jadi itu sebagai simbolisasinya dan diharapkan diikuti bukan hanya pengusaha-pengusaha besar, tetapi seluruh elemen ma­syarakat yang memegang dolar. Jadi ini saatnya kita memperkuat ekonomi kita,” kata Sandiaga di lokasi.

Sandiaga mengaku sudah me­nukar hampir 40% dolar AS yang dimilikinya. Dia menyebut ham­pir seluruh hartanya dalam ben­tuk rupiah. ”Simbolisnya tadi 1.000 dolar. Sekarang hampir 40% dari portfolio valas saya. Sekarang saya lebih dari 95% posisi rupiah saya di portfolio saya,” terang San­diaga

Begal Pembunuh Mahasiswi Bandung Ditangkap

0

Bogor Daily – Kematian mahasiswi Sekolah Tinggi Tek­nologi Tekstil (STTT) Bandung, Shanda Puti Denata (23), setelah dibegal pada akhir Agustus lalu sempat menjadi viral. Kurang dari seminggu, polisi pun me­nangkap dua pelaku. Satu begal sadis pun ditembak mati.

Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, ke­duanya punya peran berbeda saat merampas tas ibu satu anak itu. ”Ada berperan sebagai joki, ada juga sebagai eksekutor,” ucapnya.

Agung menuturkan, dalam kasus tersebut, Yonas Aditya (26) berperan sebagai joki. Sedangkan Aminatus Solihin alias Ami (23) sebagai eksekutor. Pada Kamis (30/8) lalu, keduanya beraksi menggunakan sepeda motor matik D 5699 KP yang dikemu­dikan Adit. Sejak dini hari, me­reka beroperasi mengelilingi Kota Kembang. Kala tiba subuh sekitar pukul 04:00 WIB, mereka menemukan ’mangsa’. Saat itu mereka melihat Shanda dan re­kannya, inisial EA (23), mengen­darai motor di kawasan Cika­payang, Bandung.

Saat itulah kawanan begal ter­sebut menyasar kedua korban. Adit memepetkan kendaraan yang dikemudikannya ke arah motor Shanda dan EA. Setelah dekat, giliran Ami menjalankan tugasnya. Ia mengambil paksa tas yang dibawa Shanda yang posisinya dibonceng. ”Kendar­aan beserta korban terjatuh, kepala korban mengenai jalan dan kedua pelaku kabur mem­bawa tas rampasan,” tutur Agung.

Polisi langsung bergerak meny­elidiki pelaku. Namun saat polisi memburu pelaku, Shanda mening­gal dunia di RS Borromeus Bandung. Tetapi polisi akhirnya menangkap Ami pada Selasa (4/8). Sang eksekutor itu ditangkap tim gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar di kawasan Jalan Pahlawan, Bandung. Penyelidikan polisi berlanjut. Setelah menge­tahui titik persembunyian Adit di Rancamanyar, Kabupaten Bandung, dini hari tadi, Ami justru berupaya kabur dan melawan petugas. Po­lisi langsung menembakkan timah panas ke arah dada Ami hingga tewas.

Tersangka Yonas Aditya alias Adit terus menunduk saat di­tampilkan polisi di RS Sartika Asih Bandung. Berbaju tahanan berwarna biru, Adit tak banyak bicara saat wartawan menyer­bunya dengan aneka pertanya­an. Ia hanya mengaku menyesal atas perbuatannya. ”Saya meny­esal,” ucap Adit.

Usai mengucapkan kalimat tersebut, Adit langsung dibawa petugas ke rumah sakit. Saat berjalan, wartawan masih men­coba menyerbu dengan beber­apa pertanyaan. Adit hanya menyebut aksi yang dia lakukan baru satu kali. Ia berperan seba­gai joki. ”Baru sekali ini saja. Saya yang bawa motor,” kata Adit.

Sementara itu, ayah Shanda, Yudhi Kusmayadi, meminta po­lisi agar begal itu dihukum berat. ”Harapannya untuk pelaku begal khususnya dihukum seberat-beratnya dan setimpal, karena itu nyawa. Tidak terulang lagi hal yang sama,” ujarnya.

Yudhi mengapresiasi atas kerja keras kepolisian Polrestabes Bandung dan Polda Jabar yang tanpa lelah memburu pelaku begal sadis yang menewaskan anak pertamanya. Ia mengaku pihak keluarga penasaran ingin melihat wajah para pelaku begal yang menghilangkan nyawa anaknya. ”Katanya ada yang di­tembak mati, saya sangat setuju. Sesuai statement dari Pak Ridwan Kamil. Memang itu perlu dila­kukan untuk membuat jera pelaku begal,” tutur Yudhi.

Yudhi berpesan kepada petugas berwenang untuk meningkatkan pengamanan dan ,patroli teru­tama di jalan yang dianggap rawan, khususnya di Bandung dan umum­nya di Jawa Barat. ”Kan sudah tahu jalan-jalan yang rawan untuk diperketat pejagaannya, penerang­annya agar celah-celah para pen­jahat untuk melakukan kejahatan bisa diminimalisasi. Karena begal ini sekarang sedang tren,” pung­kasnya.

Ramai – Ramai Tukar Dolar

0

Bogor Daily – Merosotnya nilai tukar rupiah dimanfaatkan warga Cibinong dan sekitarnya dengan ramai-ramai menukarkan dolar Amerika Serikat (AS). Seperti kun­jungan ke money changer di Cibinong City Mall (CCM) yang meningkat sejak awal pekan ini. Pantauan Met­ropolitan, sejumlah orang keluar-masuk ke tempat penukaran uang itu untuk menjual dolar AS.

Teller money changer, Ires Kus­tiani, mengaku sejak nilai tukar dolar terhadap rupiah meningkat tidak sedi­kit warga yang datang untuk menjual dolar AS. ”Terutama Senin (3/9) kemarin, itu total dolar yang ditukar ke rupiah nilainya bisa mencapai ratusan juta,” katanya kepada Metro­politan.­

Namun sejak nilai tukar rupiah menembus Rp15.029, belum ada lagi lonjakan penjualan dolar, tidak seperti di Jakarta yang ramai. Per Rabu (5/6) kemarin, money changer mengenakan kurs beli sebesar Rp14.990 per dolar AS. Sedangkan bagi yang ingin men­jual dolar AS dikenakan kurs beli Rp14.700 per dolar AS. “Hari ini (kemarin, red) belum ramai tapi peningkatan ada,” ujarnya.

Ires mengaku sudah menjadi tren jika kenaikan nilai tukar dolar AS ke rupiah terus mening­kat. Sebab, orang akan lebih banyak menukar dolarnya. ”Ba­nyak warga yang berdatangan, mereka lebih banyak yang jual dolar AS ketimbang beli,” ung­kapnya.

Terpisah, Media and Public Relation Manager CCM Yuna­ti Alinda pun mengetahui ada­nya peningkatan jumlah pen­gunjung ke money changer. “Tapi yang benar-benar datang buat sengaja tukar di CCM sih belum melonjak. Kalau secara global kunjungan ke CCM sih tidak terlalu pengaruh soal do­lar ini ya,’’ singkatnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah menem­bus Rp15.029 pada Selasa (4/9) sekitar pukul 19:20 WIB. Merespons anjloknya kurs rupiah terhadap mata uang dolar AS, Menteri Ko­ordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tak mau ada semacam gerakan cinta rupiah. “Jangan lah, nanti dibilang sudah gawat,” kata Darmin.

Untuk diketahui, dalam dua hari terakhir ini pelemahan rupiah terhadap dolar AS ber­kisar Rp200 rupiah. Darmin mengaku pihaknya masih men­cari alasannya apakah hal ini turut dipicu langkah Bank In­donesia (BI) melepas rupiah secara gradual. “Makanya saya bilang ada hal yang kemudian mendorong agak lebih banyak pelemahannya, yang kami sen­diri (melihat, red) ini nggak ma­suk akal. Mesti ada sesuatu yang apa, kita cari (dasarnya, red). (Krisis, red) Argentina ini semua negara kena, tapi kita tidak le­bih buruk dari negara maju,” jelasnya.

Seret Beberapa Nama Di Kasus Korupsi Bunga Deposito

0

Bogor Daily – Kasus korupsi yang menjerat Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Deni Harumantaka, sepertinya bakal menyeret beberapa nama lain yang terlibat. Usai ditetapkan sebagai tersangka dan mende­kam di pesakitan, Deni bersama tim kuasa hukumnya tengah menyusun kekuatan dalam menghadapi pengadilan. Termasuk menjadi Justice Collabora­tor untuk menguak nama-nama lain yang terlibat dalam kasus rasuah itu.

Hal itu diungkapkan kuasa hu­kum Deni, Unggul Cahyaka. Ia mengaku tim kuasa hukum kini sedang menyiapkan strategi dan langkah-langkah hukum ke de­pannya usai penahanan Deni. Termasuk upaya pengajuan penangguhan penahanan. Sejak ditahan, tim kuasa hukum baru sekali bertemu Deni, yakni pada Rabu (5/9). “Pasca-ditahan, kami langsung menyusun ren­cana ke depan, bagaimana soal penangguhan dan skema pen­jaminannya. Intinya lebih ke strategi menghadapi persidangan. Baru sekali ketemu di lapas, ya tadi siang (kemarin, red) setelah Pak Usmar (wakil wali kota Bogor, red) datang menjenguk,” ujar Unggul kepada Metropolitan, kemarin.

Dalam pertemuan itu, papar Unggul, Deni sudah menyam­paikan beberapa hal kaitan du­gaan korupsi yang membelitnya. Termasuk soal nama-nama lain yang kemungkinan terlibat dan mengetahui skema deposito, aliran dana hingga kemungkinan ikut ‘menikmati’ bunga dana aset untuk revitalisasi pasar itu. “In­tinya Pak Deni siap jadi Justice Collaborator untuk membuka kasus lebih dalam. Kami juga sudah menyertakan nama-nama yang disebutkan, yang diduga terlibat atau mengetahui soal adanya deposito, alirannya ke mana, atau bisa saja ikut di da­lamnya,” ungkapnya.

Namun, Unggul enggan me­nyebutkan nama-nama yang disertakan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Menurutnya, nama tersebut dari internal dan eksternal PD PPJ. Menjadi Jus­tice Collaborator atau saksi se­kaligus tersangka, memang tidak dapat dibebaskan dari tuntutan pidana. Namun kesaksiannya dapat dijadikan pertimbangan hakim dalam meringankan hu­kumannya. “Belum bisa (diung­kap, red) di sini lah. Nanti saja ketika masuk tahap persidangan. Bisa ditanyakan ke kejaksaan negeri (kejari) ya. Fokus kami masih pada strategi dan langkah hukum ke depan,” ucapnya. Ia menambahkan, tim kuasa hukum direncanakan kembali bertemu dengan Deni Harumantaka di Lapas Paledang, hari ini. “Untuk konsultasi selanjutnya,” imbuh­nya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman mengaku siap ‘pasang badan’ menjadi penjamin untuk peng­ajuan penangguhan penahanan bagi tersangka Deni Haru­mantaka. Hal itu ia ungkapkan usai melakukan kunjungan ke kantor PD PPJ di bilangan Su­kasari, Kecamatan Bogor Timur, kemarin. “Sayangnya pas ke sini direksi nggak ada. Katanya dipanggil wali kota, ya ke balai kota. Ya intinya memotivasi lah, sebagai pimpinan perusahaan supaya roda pekerjaan tetap jalan. Saya juga siap jadi pen­jamin untuk pengajuan pena­hanan beliau (Deni, red), tidak akan kabur atau menghilangkan barang bukti saat proses pera­dilan,” paparnya.

Tak sampai di situ, Usmar pun menjenguk Deni di Lapas II Pa­ledang sekitar pukul 14:00 WIB. Mereka berbincang di ruangan Kepala Lapas IIA Paledang Gu­nawan hingga pukul 15:00 WIB. “Menjenguk lah. Ingin tahu kon­disinya pasca-ditahan saja,” ujarnya.

Sebelumnya, pengamat hukum Sugeng Teguh Santoso mema­parkan, ada dua hal yang harus dilihat dalam kasus tersebut. Pertama, penyidik harus men­cari tahu apakah penempatan dana penyertaan modal di de­posito itu melanggar aturan atau tidak. Penyidik pun perlu me­nelusuri soal dugaan keterlibatan pihak lain, seperti wewenang penarikan bunga yang diserah­kan kepada dirum atau perlu persetujuan dari direktur utama (dirut) atau pihak lain. Jika hal itu terjadi, tidak menutup kemun­gkinan akan ada tersangka baru karena ikut mengetahui penari­kan tersebut.

“Harus ditelusuri sampai sana, jika misalnya ada keterlibatan dirut maupun pihak lain dalam penarikan bunga dari rekening deposito tersebut, perlu ditelusuri. Harus diperiksa dulu apakah ada dan sejauh mana penyimpangan terkait pembelian emas batangan itu. Kalau ada yang tahu, artinya terlibat karena mengetahui me­narik emas untuk kepentingan lain,” papar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Per­himpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu.

Untuk itu, menurut Sugeng, penyidik harus memperluas penyidikan jika menemukan informasi atau keterangan yang harus didalami. Sebab jika ada pihak lain yang mengetahui pe­narikan bunga tersebut, bisa ikut terjerat menjadi tersangka.

“Memang tidak menutup kemungkinan (tersangka lain, red), tetapi yang jelas harus di­periksa dulu. Kalau mengetahui, apalagi menyetujui, bisa terjerat. Ada informasi juga penempatan deposito ini sepengetahuan wali kota, maka harus diklarifi­kasi. Kejaksaan juga harus me­meriksa motif penempatan dana penyertaan modal ini apa,” tandasnya.

Ridwan Kamil Dilantik, Relawan Bogor Syukuran

0

Bogor Daily – Sembilan pasangan gubernur-wakil gubernur terpilih, termasuk Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum untuk Jawa Barat (Jabar), dilantik hari ini. Namun kubu eks rival politik Ridwan Kamil di pilgub Jabar lalu, Sudrajat-Ahmad Syaikhu, meminta pelantikan tersebut dibatalkan.

Kuasa hukum Sudrajat-Syaikhu, Muhammad Fayyadh, mengatakan bahwa tim pasangan yang terkenal dengan sebutan Asyik itu telah mengajukan permohonan ke KPU Jabar untuk mencari keadilan. Menurutnya, pasangan Ridwan Kamil-Uu atau Rindu melakukan pelanggaran administrasi. “Kami selaku kuasa hukum paslon yang memperoleh suara terbesar kedua merasa dirugikan oleh pelanggaran tersebut, akhirnya melaporkan hal ini kepada KPU Provinsi Jabar dan meminta agar pelantikan pasangan Rindu dibatalkan karena melanggar ketentuan administrasi,” kata Fayyadh.

Sementara Gubernur Jabar terpilih Ridwan Kamil tak ambil pusing soal permintaan tim kuasa hukum pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu agar KPU membatalkan pelantikan dirinya sebagai gubernur Jabar. Ia mengaku bersama Uu Ruzhanul Ulum telah melaksanakan tahapan pilkada sesuai kebijakan KPU Jabar. Ia pun menyatakan telah membuka ruang dialog dan siap berkolaborasi dengan rivalnya di pilkada Jabar.

Di hari pelantikannya, Kang Emil mengaku akan membawa semua kelurganya untuk menghadiri momen yang dianggap bersejarah baginya. “Istri (Atalia, red) sedang sakit, mungkin nanti cari cara kemungkinan pakai kursi roda atau bagaimana. Anak, ibu dan mertua juga akan hadir di hari bersejarah besok,” ucapnya.

Kepastian pelantikan juga diungkapkan Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat. Menurutnya, tidak ada kesalahan yang dilakukan pasangan Rindu di Pilgub Jabar lalu. KPU juga tidak punya alasan untuk membatalkan pelantikan pasangan tersebut. “Berdasarkan kajian tim hukum kami, tidak ada kesalahan yang dilakukan pasangan Rindu,” katanya.

Yayat mengungkapkan dugaan pelanggaran itu muncul pada 4 Juli 2018. Pasangan yang dikenal dengan nama RINDU ini sudah melaporkan adanya aliran dana tanpa identitas tersebut untuk kemudian dikembalikan. “Tapi saat itu, KPU Jabar butuh waktu untuk mendapat (nomor) rekening kas negara. Billing yang dikeluarkan Kementerian Keuangan itu baru terbit hari Minggu tanggal 8 Juli 2018 jam tiga sore,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Tim Pemengan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruhzanul Ulum (Rindu) Kota Bogor Joy Pendhita menanggapi santai permintaan tim pasangan Asyik agar KPU membatalkan pelantikan pasangan Rindu. Baginya, kondisi ini merupakan bagian dari dinamika politik untuk memperkeruh suasana jelang pilpres 2019.

“Saya kira ini bagian dari dinamika politik. Yang pasti tidak semuanya seperti itu, hanya ada sebagian orang yang merasa tidak puas. Mungkin ini bagian untuk memperkerus suasana jelang pilpres, arahnya bisa ke sana,” kata Joy kepada Metropolitan, kemarin.

Bagi Joy, kondisi ini tidak akan berefek ke pelantikan Rindu. Masyarakat juga diminta tidak terpengaruh isu semacam itu. Saat ditanya apakah ada perayaan di Kota/Kabupaten Bogor, dirinya mengaku tidak akan ada acara khusus. Menurut Joy, tim pemenangan juga tidak akan menghadiri pelantikan di istana lantaran terbatas. Hanya saja setelah pelantikan, tim diarahkan berkumpul di Ancol untuk sekadar makan atau syukuran kecil.

“Paling acaranya setelah pelantikan diarahkan ke Ancol. Ya sekadar makan untuk syukuran. Insya Allah saya juga ke sana kalau sudah fix. Nanti juga Rindu akan menggelar syukuran di Gedung Sate, Bandung. Jadi diundang seluruh masyarakat luas dan dipusatkan di sana,” terangnya.

Lelaki yang juga duduk sebagai Tim Optimalisasi dan Sinkronisasi Rindu wilayah Bogor, Depok dan Bekasi, itu berharap pasangan Rindu bisa merealisasikan janji kampanye setelah dilantik. Khususnya di Kota dan Kabupaten Bogor. “Semoga amanah dan terus memprioritaskan masyarakat,” tandas Joy.

Rupiah Dihajar Habis Habisan

0

Bogor Daily – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) telah menembus angka Rp15.029 pada Selasa (4/9) sekitar pukul 19:20 WIB. Merespons anjloknya kurs rupiah terhadap mata uang dolar AS, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution tak mau ada semacam gerakan cinta rupiah. “Jangan lah, nanti dibilang sudah gawat,” kata Darmin.

Diketahui dalam dua hari terakhir, pelemahan rupiah terhadap dolar AS berkisar Rp200 rupiah. Darmin mengaku pihaknya masih mencari alasannya apakah hal ini turut dipicu langkah Bank Indonesia (BI) melepas rupiah secara gradual. “Makanya saya bilang ada hal yang kemudian mendorong agak lebih banyak pelemahannya, yang kami sendiri (melihat, red) ini nggak masuk akal. Mesti ada sesuatu yang apa, kita cari (dasarnya, red). (Krisis, red) Argentina ini semua negara kena, tapi kita tidak lebih buruk dari negara maju,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta pelemahan rupiah yang terjadi sekarang jangan dibandingkan dengan situasi ketika krisis moneter pada 1998. Pasalnya ketika itu, kurs rupiah berangkat dari Rp2.800 ke Rp14.000. Sementara sekarang dari Rp13 ribu ke Rp14 ribuan. Pihaknya meyakini berbagai kebijakan yang sekarang ditempuh pemerintah masih efektif. Terlebih fundamental ekonomi nasional dalam kondisi baik. Meskipun diakuinya ada kelemahan karena terjadi defisit transaksi berjalan.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, demi menjaga nilai tukar rupiah agar tidak jatuh lebih dalam terhadap dolar AS, intervensi ganda telah dilakukan. Baik di pasar valuta asing maupun di pasar sekunder dengan melakukan pembelian surat berharga negara. Ia menjabarkan, intervensi tersebut telah dilakukan sejak Kamis minggu lalu hingga Senin (3/9/2018). Di mana dari rentang waktu tersebut, total intervensi yang dilakukan BI sudah mencapai Rp7,1 triliun. “Kamis, Jumat, Senin, apalagi hari ini kami juga intervensi dalam jumlah yang besar. Di pasar valas, kami juga beli SBN (Surat Berharga Negara, red) dari pasar sekunder yang dilepas asing,” katanya.

Terpisah, gara-gara dolar semakin menguat, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) kembali menyuarakan pendapatnya agar produk-produk impor mewah disetop. JK mencontohkan mobil Ferrari, Lamborghini hingga tas Hermes. “Barang lux contohnya, mungkin jumlahnya tidak besar tapi perlu untuk meyakinkan masyarakat suasana ini suasana berhemat. Tak usah Ferrari, Lamborghini masuk dalam negeri, tak usah mobil-mobil besar, yang mewah-mewah,” ujar JK. “Tak usah parfum-parfum mahal atau tas-tas Hermes contohnya itu. Jangan dalam situasi sulit ini, negara itu masyarakat luxuries,” sambung JK.

JK menjelaskan salah satu upaya mengatasi penguatan dolar AS terhadap rupiah adalah meningkatkan ekspor dan mengurangi impor sehingga defisit transaksi berjalan berkurang. “Contohnya bagaimana meningkatkan ekspor sumber daya alam, bagaimana pemakaian juga mengurangi impor kita, seperti yang dibicarakan dulu bagaimana biodiesel. Bagaimana local content produk kita makin besar, apakah Pertamina apakah PLN ataupun industri lain, juga bagaimana efisien dan uang masuk dari ekspor,” kata JK.

Dia juga meminta para pengusaha untuk menarik dana mereka yang disimpan di luar negeri, dan menukarnya dengan rupiah. Jangan lagi para eksportir mengirim barang ke luar negeri dan setelah terima pembayaran, dananya justru disimpan di luar negeri.

JK berharap para pengusaha mengerti kondisi nilai tukar rupiah yang sedang tertekan dolar AS. “Karena banyak ekspor, kita barangnya diekspor tapi dananya pergi disimpan di Singapura, disimpan di Hong Kong. Itu juga sumber daya alam perlu terkontrol dengan baik, jangan barangnya pergi rapi duitnya tidak masuk ke dalam negeri sehingga memperkuat Singapura Hong Kong, melemahkan Indonesia,” tegas JK

Siapa Tersangka Berikutnya?

0

Bogor Daily – Usai Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Deni S Harumantaka ditetapkan sebagai tersangka, penyidik Kejari Kota Bogor masih mengendus keterlibatan pihak lain. Artinya tidak menutup kemungkinan bertambahnya tersangka baru dalam kasus korupsi bunga deposito ini.

PENGAMAT Hukum Sugeng Teguh Santoso memaparkan, ada dua hal yang harus dilihat dalam kasus tersebut. Pertama, penyidik harus mencari tahu apakah penempatan dana penyertaan modal di deposito itu melanggar aturan atau tidak. Penyidik juga perlu menelusuri soal dugaan keterlibatan pihak lain.

Seperti wewenang penarikan bunga yang diserahkan kepada dirum atau perlu persetujuan dari direktur utama (dirut) atau pihak lain. Jika hal itu terjadi, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru karena ikut mengetahui penarikan tersebut.

“Harus ditelusuri sampai sana. Jika misalnya ada keterlibatan dirut maupun pihak lain dalam penarikan bunga dari rekening deposito tersebut perlu ditelusuri. Harus diperiksa dulu apakah ada dan sejauh mana penyimpangan terkait pembelian emas batangan itu. Kalau ada yang tahu, artinya terlibat karena mengetahui menarik emas untuk kepentingan lain,” papar Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) itu.

Untuk itu, menurut Sugeng, penyidik harus memperluas penyidikan jika menemukan informasi atau keterangan yang harus didalami. Sebab jika ada pihak lain yang mengetahui penarikan bunga tersebut, bisa ikut terjerat menjadi tersangka.

“Memang tidak menutup kemungkinan (tersangka lain, red), tapi yang jelas harus diperiksa dulu. Kalau mengetahui, apalagi menyetujui, bisa terjerat. Ada informasi juga penempatan deposito ini sepengetahuan wali kota, maka harus diklarifikasi. Kejaksaan juga harus memeriksa motif penempatan dana penyertaan modal ini apa,” ujarnya.

Sementara itu, Dirut PD PPJ Andri Latif Asikin Mansjoer mengaku dirinya dan Direktur Operasional (Dirops) Syuhairi Nasution tidak mengetahui soal kepingan logam mulia sebagai bunga deposito yang dinikmati dirum. Menurutnya, uang Rp15 miliar tersebut diperuntukkan revitalisasi pasar dan didepositokan di Bank Muamalat pada 2015. Namun hanya berjalan sembilan bulan, yakni sejak Agustus 2015 hingga April 2016.

“Karena ada perubahan RAB maka uang itu didepositokan. Sedangkan untuk bunga depositonya masuk ke perusahaan, sesuai yang terdapat pada bill deposito, yakni sekitar Rp400 sampai Rp450 juta. Dan itu merupakan bunga yang saya ketahui dan tercatat di perusahaan,” kata Andri.

Andri juga menegaskan dirinya bahkan belum pernah bertemu pihak Bank Muamalat, selaku penerima dana deposito. Sebab sesuai tugas pokoknya, urusan keuangan ditangani dirum.

“Saya dan Pak Dirops tidak tahu-menahu soal emas, karena sampai hari ini saya belum pernah bertemu dengan pihak bank. Begitu juga kewenangan keuangan ada di bagian umum. Kami baru tahu ada bisnis logam mulia itu, ya pada sore hari saat pemeriksaan,” paparnya.

Saat ditanya soal keberadaan dana Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) Rp15 miliar yang didepositokan, Andri menjelaskan bahwa uang tersebut sudah habis digunakan untuk merenovasi Pasar Bogor pada 2016 silam. Sejatinya dana tersebut digunakan untuk Pasar Bogor dan Pasar Jambudua pada 2015. Hanya saja setelah hitung ulang RAB, perombakan dua pasar itu diperkirakan menelan biaya Rp22 miliar.

Andri Latief juga mengaku sudah berkomunikasi dengan wali kota selaku pemilik perusahaan. Ia meminta surat penangguhan penahanan kepada kejari, yang bisa keluar secepatnya. Atas kejadian ini, menurut Andri, PD PPJ bakal memberi bantuan hukum kepada dirum melalui kuasa hukum perusahaan. “Bagian hukum kami intens komunikasi dengan pemkot dan kejaksaan. Prinsipnya kami mencoba semaksimal mungkin menolong rekan kami,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas PD PPJ Achsin Prasetyo menjelaskan, hingga kini belum ada kepastian nama untuk menjabat sebagai pelaksana tugas (plt) dirum. Namun, pihaknya sudah merekomendasikan beberapa nama kepada wali kota, baik dari eksternal atau internal PD PPJ untuk mengisi kekosongan. “Sudah jelas yang pak wali ucapkan itu dari kami sebelumnya. BP sudah memberikan masukan, termasuk soal nama-nama,” singkatnya.

Usai penetapan dirum PD PPJ yang menjadi tersangka, hari ini Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman dijadwalkan akan mendatangi kantor PD PPJ untuk melakukan evaluasi. Usmar mengaku ingin memastikan kinerja dan suasana kerja di kantor PD PPJ tetap berjalan, meskipun salah satu pimpinan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor itu tersangkut kasus korupsi.

“Kinerja harus tetap berjalan pasca dirum jadi tersangka. Jika nanti semua jajaran manajemen ada, ya ngobrol dengan pimpinan. Intinya ingin pastikan pelayanan tetap maksimal,” kata Usmar.

Ditanya soal rencana mencari rekomendasi plt dirum dari internal PD PPJ, Usmar mengaku hal itu di luar kewenangannya dan menjadi prerogatif wali kota. Ia juga menegaskan meskipun tengah tertimpa masalah, kinerja pegawai dan administrasi di PD PPJ tidak boleh terganggu. “Tidak, memang nggak boleh.

Ya memberi semangat lah. Sebagai bagian dari pimpinan, tentu merasa prihatin karena wajib kasih semangat. Makanya bapak besok (hari ini, red) mau ke sana,” jelasnya.

Bacaleg Berkarya Dibekali Aturan Pemilu

0

Bogor Daily – Jelang pemilu 2019, bakal calon legislatif (caleg) DPRD dan DPR RI dari Partai Berkarya dibekali aturan dan tahapan kampanye oleh KPU Kota Bogor dan Bawaslu Kota Bogor di Hotel Pangrango 2, Jalan Raya Pajajaran No 32, Bogor, kemarin. Partai Berkarya merupakan partai pertama di Kota Bogor yang mengelar bimtek pemilu. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk pemahaman agar bacaleg tidak melanggar aturan kampanye. Bimtek itu dihadiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Kota Bogor Rocky F Subun dan para pengurus cabang Partai Berkarya Kota Bogor.

Di sesi tanya jawab, para bacaleg dan kader Partai Berkarya Kota Bogor melontarkan pertayaan kepada Bawaslu tentang aturan kampanye terkaitcuri start kampanye dan pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK). Bacaleg DPR RI dari Partai Berkarya Dapil Jawa Barat (Jabar) III Muamar Torik mengaku bimtek yang digelar Partai Berkarya dengan mengundang KPU dan Bawaslu bisa menambah wawasan tentang aturan pemilu. Apalagi di tahapan kampanye nanti,bakal bertebaran APK caleg, tentunya perlu adanya aturan agar tidak ada gesekan ataupun pelanggaran kampanye.

Setelah bimtek, para bacaleg Berkarya jadi paham akan aturan tentang pemasangan APK, mana yang dimaksud curi start atau tidak. “Caleg Berkarya siap mengikuti aturan pemilu 2019 dan optimis bisa meriah hati masyarakat dengan progran yang nyata,”ujar Muamar usai mengikuti Bimtek. Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elias menjelaskan, caleg yang maju di Pileg 2019 harus paham apa saja yang menjadi larangan kampanye. Partai Berkarya, merupakan partai yang sudah menjalankan undang-undang Pemilu, yakni mengundang Bawaslu dan KPU untuk memberikan pembekalan tentang Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) untuk pemilu 2019.

Dengan adanya bimtek, caleg jadi bisa membedakan antar Alat Peraga Sosialisasi (APS) dan APK, termasuk larangan kampanye. Terlebih, 23 September 2018 nanti APK sudah bisa digunakan. “Partai Berkarya merupakan partai pertama di Kota Bogor yang mengelar bimtek pemilu dengan mengudang KPU dan Bawaslu,” ujarnya. Tidak hanya Partai Berkarya, lanjut Yustinus, partai lainnya juga harus menggelar bimtek kepada caleg-calegnya agar mereka paham aturan kampanye. Jika ada caleg yang sudah pasangan APK sebelum tahap kampanye sama saja curi start kampanye.

Tentunya sanksinya berat. Selain dicoret bakal kena ancaman hukuman pidana dengan kurungan satu tahun penjara. “Antisipasi adanya caleg yang curi start kampanye, Panwascam terus memonitor dan sedang mengumpulkan data mana saja caleg yang sudah melangar,” pungkasnya.