Sunday, 12 April 2026
Home Blog Page 8652

Kiai Ini Selawatan Dikelilingi Pemandu Lagu

0

Bogor Daily – SOSOK Gus Miftah mendadak tenar. Ini setelah videonya sela­watan dikelilingi cewek-cewek seksi di sebuah kelab malam viral di media sosial. Video tersebut memicu perdebatan karena Gus Miftah dianggap mengumandang­kan selawat di tempat yang tak lazim. Apalagi di tengah para pemandu lagu yang berbusana minim.

Seperti yang terlihat dalam video, ulama asal Yogyakarta itu menga­jak pemandu karaoke bergaun seksi ikut mengaji dan berselawat. Bagi Miftah, berdakwah bisa dilakukan dengan cara apa pun, termasuk dengan caranya yang mendatangi pemandu karaoke di kelab malam. Meski sempat mendapat penolakan, dia men­gatakan ada beberapa yang akhir­nya bertobat.

“Mendingan mau selawat da­ripada nggak selawat sama se­kali. Tidak semuanya kan harus sepaham dengan saya. Ini caraku, ini jalan dakwahku,” kata Miftah, Selasa (11/9/2018).

Ia mengaku tak pernah men­ghakimi jalan hidup seseorang. “Saya tidak pernah menghakimi mereka. Artinya, saya berpikir, ngaji bukan hanya persoalan pa­hala dan dosa. Surga-neraka, seburuk apa pun mereka, tidak kehilangan mereka dalam hatinya,” lanjutnya.

Selain di kelab malam Bali, Mif­tah beberapa kali menggelar pengajian dan selawat di kelab-kelab malam Yogyakarta. Men­urutnya, yang dapat membuat penilaian terhadap manusia adalah Tuhan. “Yang paling ber­hak menghakimi bukan manusia, tapi Allah. Di Yogya kita juga buat. Ada yang melihat mereka nangis saat pengajian,” katanya.

Gus Miftah sebenarnya sudah membeberkan video itu di akun Instagram-nya, Kamis (6/9/2018) lalu. Ia menjelaskan video terse­but diambil dari Boshe VVIP Club Bali, 6 September 2018 lalu.

Menurutnya, selawat untuk Nabi Muhammad SAW memang sepatutnya dikumandangkan siapa saja. “Dunia beserta isinya diciptakan Allah karena nur [ca­haya] Muhammad, kalau mau dapat dunia seisinya banyaklah berselawatkepada sayyidina Mu­hammad. Suasana selawat di #boshebali #boshevvipclubbali #boshekaraoke,” ungkap Gus Miftah menyertakan videonya saat berdakwah di Boshe VIP Club Bali.

Sebelumnya, ia mengaku sudah meminta izin kepada pemilik kelab. “Itu pengajiannya 6 Sep­tember kemarin. Awalnya dulu saya surati, datangi, ajak ngaji boleh nggak. Awalnya saya belum kenal dengan owner-nya. Akhir­nya saya lobi dan alhamdulillah diizinkan,” kata Miftah.

Miftah mengatakan pemilik kelab malam di Bali itu mengum­pulkan para pemandu karaoke dan beberapa tamu untuk peng­ajian. Mereka pun tidak mem­persoalkan adanya pengajian itu. “Awalnya mereka menolak, tapi lama-lama mengerti. Saya ke Bali itu beli tiket sendiri. Saya ceramah, sebelum berdoa, saya ajak selawatan dulu. Ada tanya-jawab juga,”tuturnya

Menariknya saat di Bali, ada tiga anak pemandu lagu yang menyatakan tobat. “Mereka bilang kalau dia terakhir (bekerja) di kelab itu. Sudah selesai. Malu juga katanya. Banyak yang japri (menyampaikan pesan secara pribadi) dan kasih testimoni, gara-gara mengaji, berubah ba­nyak,” kata Miftah.

Video viral itu kemudian me­micu komentar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin. Melalui akun Twitter-nya, @cakimiNOW, Minggu (9/9/2018), Cak Imin menganggap selawat adalah doa yang bisa dikuman­dangkan di mana saja.

“Selawat itu doa dan ibadah sekaligus, selawat itu jalan tol menuju terkabulnya doa, paling mudah dan ringan dilaksanakan tanpa harus berwudu, tidak harus menghadap kiblat. Kapan pun dalam kondisi apa pun bisa dan boleh membaca selawat. Allo­humma sholly ‘ala sayyidina Mu­hammad,” ungkapnya.

Belum berhenti di situ, politikus PKB tersebut juga menegaskan tindakan Gus Miftah pada video viral itu sudah tepat. “Boleh dan tepat, justru di tempat seperti ini [kelab malam] sering-sering aja diajak selawat supaya selamat dan husnul khotimah; yang awal di­anggap tidak baik tetapi bisa berakhir dengan sangat baik, si­apa Gus Miftah yang hebat itu ya?” tandasnya.

Sementara itu, video viral dan perdebatan netizen itu tampaknya tak diambil pusing oleh Gus Mif­tah. Melalui akun Instagramnya, pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Tundan, Sleman, DIY itu be­berapa kali membagikan poster rencana dakwahnya di lokasi-lokasi yang mengejutkan

Sekedar diketahui, Miftah mer­upakan seorang pria keturunan jawa yang dibesarkan di Lampung. Sosoknya dikenal banyak tokoh besar, ulama dan artis lokal. Ba­hkan, pada malam minggu pahing setiap bulannya, Miftah rutin menggelar pengajian mujahadan.

Sederet nama-nama artis lokal dan artis papan atas yang pernah hadir pada acara tersebut di an­taranya cak Dikin, Marwoto, Nyi Beruk, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Prof Amin Rais, Sakti Sheila On7, Ustadz Yusuf Mansyur, Opik, Syekh Ahmad Al Misri, Ayu Azari, Anang dan As­hanti.

ECOBRICK GREEN FESTIVAL 2018

0

Hello Greeners!

Dalam rangka memperingati hari lingkungan hidup internasional, Green Festival mengajak kamu untuk membuat Ecobrick! Ecobrick merupakan seni pengolahan sampah plastik yang dibuat dengan cara memasukkan plastik atau sampah plastik bekas ke dalam botol bekas hingga padat lalu disusun dengan berbagai bentuk sekreatif mungkin. . Tema yang akan dibawakan adalah “Think Recycle For Our Creative Life”. Catat tanggalnya ya!

ALUR PENDAFTARAN DAN PENGUMPULAN SINOPSIS

1.Peserta lomba mengakses laman bit.ly/Ecobrick-GF2018 untuk mengunduh formulir pendaftaran.

2.Peserta melakukan pembayaran pendaftaran sebesar Rp 50.000,00 ke nomor rekening 0584895450 (BNI a.n Aftah Khasunah) selama 26 Agustus – 15 September 2018.

3. Peserta mengirimkan desain karya (gambaran visual karya, bisa berupa foto, dll) beserta penjelasan karya berikut formulir pendaftaran melalui email [email protected] dengan format .rar atau .zip dengan subjek dan nama file GreenFestival_Ecobrick_nama design kelompok selama 26 Agustus – 15 September 2018.

Contoh : GreenFestival_Ecobrick_ our pretty waste

4.Konfirmasi ke WA : 085815333688 dengan format GreenFestival_Ecobrick_Nama design kelompok_Tanggal pembayaran_waktu pembayaran.

Contoh : Greenfestival_Ecobrick_our pretty waste_18Agustus 2018_11. 00WIB.

5.Panitia akan mengirimkan pemberitahuan pengumpulan design beserta penjelasan karya yang telah berhasil dikirim beserta nomor urut kelompok via email.

6.Panitia akan mengumumkan design yang lolos ke tahap berikutnya pada 17 September 2018, bisa dilihat melalui akun instagram @greenfestipb.

7.Peserta yang designnya lolos ke tahap selanjutnya diwajibkan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 250.000,00 per tim. (include : ticket,  snack, makan siang, makan malam, ID card, kaos peserta) keRek : 0584895450 / BNI / A. N : Aftah Khasunah. selama 17 September –  20 September 2018.

8.Lakukan konfirmasi pendaftaran via Whatsapp ke nomor 085815333688 dengan format GreenFestival_Ecobrick_Nama design kelompok_Tanggal pembayaran_waktu pembayaran. Contoh :GreenFestival_Ecobrick_our pretty waste_18 Agustus 2018_11. 00WIB.

TIMELINE

Pendaftaran dan pengumpulan design karya:

26 Agustus – 15 September 2018

Pengumuman bagi kelompok yang berkesempatan merealisasikan karyanya di acara Green Festival 2018:

17 September 2018

Technical meeting:

23 September 2018

Ada hadiah menarik loh untuk 3 juara terbaik dan 1 juara favorit. Seluruh peserta akan mendapatkan e-sertifikat.

Yuk ikutan dan jangan sampai ketinggalan guys!

Narahubung: 📞 081298236984 (Yenita Sari)

Terima kasih. ——————–

#LetsGoGreenTogether

Kementerian Lingkungan Hidup

BEM KM IPB 2018

@bemkmipb

@bemkmipb_hijau

@greenfestipb

Line: uym5044i

Nikita Mirzani Ikut Bongkar Kasus Hilda

0

Bogor Daily – Gugatan pembatalan pernikahan yang dilayangkan Hilda Vitira kepada Kriss Hatta ditolak Majelis Hakim Pengadilan Agama (PA) Bekasi. Hal itu rupanya membuat kekasih Hilda, Billy Syahputra, meminta bantuan kepada sahabatnya, Nikita Mirzani.

Ibu dua anak itu mengungkap bahwa ada kejanggalan dalam pernikahan yang diakui Kris Hatta terjadi di kediaman penghulu di kawasan Halim, Jakarta Timur.

Menurut hukum Islam, seorang wanita harus menikah dengan didampingi wali nikah yang memiliki hubungan saudara. Apalagi, tanda tangan Hilda dibuku nikah dikabarkan telah dipalsukan. “Iya mereka akhirnya minta tolong sama gue. Tolong dong mom. Ya sudah Niki bantuin buat ngecek kesahannya semua. Ini lagi proses,” ungkap Nikita.

“Tapi kalau dilihat semua proses-prosesnya sih, harusnya nggak ada pernikahan ya. Karena kalau perempuan di Islam itu harus ada wali. Kalau orang tuanya meninggal harus ada wali setidaknya paman, kakak atau adik.

Siapa pun masih keluarga. Tapi kalau nggak ada terus ada pernikahan sih kayaknya agak aneh, apalagi orang tuanya dibilang sudah meninggal dua-duanya. Terus tanda tangannya palsu juga. Tanda tangan Hilda itu beda banget,” sambungnya.

Sementara itu, Nikita mengungkap bahwa sebenarnya ia enggan mencampuri urusan antara Billy dan Hilda. Namun lantaran cukup paham mengenai pernikahan dan diminta tolong kedua sahabatnya, mau tidak mau dirinya harus ikut campur dan memberi tanggapan mengenai hal tersebut.

“Ih kalau gue sih sebenarnya jujur ini bukan urusan gue. Gue juga nggak mau ikut campur. Cuma kalau Bang Billy sama Hilda nya sudah minta tolong sama gue, kan gue sebagai temen membantu. Biasalah kan namanya pertemanan sudah dekat, begitu juga dengan artis lain kalau temennya ada masalah dibantu,” tuturnya.

“Jadi gue bantu saja. Tapi kan menurut kacamata gue aja nih sebagai muslim yang ngerti agama, dengan proses pernikahan seperti apa. Apalagi gue tiga kali menikah dan gagal. Jadi gue tahu proses dan tahapannya gimana,” tamdasnya.

Juara Sepak Bola Tangkil Ikuti Turnamen Kecamatan

0

Bogor Daily – Perhelatan Turnamen Sepak Bola yang diselenggarakan Pemerintah Desa (Pemdes) Tangkil, Kecamatan Citeureup, selesai dilaksanakan. Dari sepuluh tim yang mengikuti pertandingan ini, ada tiga tim yang berhak mendapatkan piala. Namun hanya tim juara yang diboyong untuk mengikuti perhelatan di tingkat kecamatan.

“Peserta pertandingan yang dilakukan warga kami sebenarnya mereka sudah mampu dan profesional untuk dihadirkan di pertandingan tingkat kecamatan,” terang Sekretaris Desa Tangkil, Baehaki.

Menurut dia, turnamen ini diikuti seluruh warga Desa Tangkil. Pertandingan dilakukan mulai bulan kemarin untuk memeriahkan HUT RI. “Ini merupakan turnamen rutin yang kita gelar untuk memperebutkan piala tingkat Desa Tangkil,” katanya.

Di sisi lain, Baehaki mengucapkan terima kasih kepada semua unsur lapisan masyarakat yang ikut berpartisipasi meramaikan pertandingan sepak bola. Sebab, pertandingan ini bisa terlaksana dengan baik dan kondusif hingga final. “Kami selaku panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga,” ujarnya

Guru Malaysia Belajar di Desa Bantarsari

0

Bogor Daily – Pemerintah Desa (Pemdes) Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, menerima kunjungan puluhan guru asal Malaysia di kantornya, Sabtu (8/9). Selain menikmati wisata, para guru asal negeri ’jiran’ itu diajarkan cara menanam jambu kristal dan ilmu pertanian lainnya.

Pantauan di lapangan, dengan berjalan kaki, para guru asal Malaysia itu menikmati sambil memanen jambu kristal. Jambu kristal ini merupakan ikon Desa Bantarsari yang dipanen dan dikonsumsi guru tersebut.

Menurut Pengurus Kadet Remaja Sekolah Musleh, Abd Rahaim bin Ms Isa, banyak pelajaran yang bisa diambil di desa ini. Untuk itu, ia meminta kepala desa dapat memberikan ilmu cara menanam jambu kristal dan ilmu pertanian lainya.

”Dalam waktu dekat kita akan membawa murid sebanyak 300 orang. Saya sudah koordinasikan dengan kepala desa. Beliau setuju. Kunjungan hari ini bukan semata kita berwisata, tapi banyak ilmu yang didapat.

Ini desa yang sangat elok,” ujarnya. Menanggapi hal itu, Kepala Desa (Kades) Bantarsari Lukmanul Hakim mengapresiasi para guru dasar dan menengah yang sudah mengunjungi desanya.

Menurut dia, kedatangan para guru asal Malaysia ini menggambarkan keindahan dan keakraban sesuku dan serumpun. ”Iya betul dalam waktu dekat ada kunjungan lagi dari Malaysia, yaitu murid-murid sebanyak 300 orang. Saya merasa bangga desa saya banyak dikunjungi tamu dari luar.

Artinya, desa ini bisa memberikan edukasi bagi mereka. Saya juga berterima kasih kepada warga yang sudah menjaga kebersihan lingkungan serta menjadikan tamu betah berlama- lama di Desa Bantarsari,” bebernya

Wisata yang Berakhir di Jurang

0

Bogor Daily – Sri Julianti dan Muhamad Ashari, sejoli yang sudah berencana menikah bulan depan harus mengalami nasib tragis. Keduanya jadi korban bus maut yang masuk jurang di jalur Cikidang, Sukabumi, Sabtu (8/9). Padahal sejak terlibat cinta lokasi (cinlok) di perusahaan yang sama, pasangan kekasih itu sudah mulai sibuk mengurus hari bahagianya nanti.

DUA hari sebelum maut men­jemput sejoli asal Kampung Ke­mang, RT 01/06, Desa Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, keduanya telah mengge­lar pertemuan keluarga.

Itu tak lain untuk membahas rencana pernikahannya yang kabarnya akan dilangsungkan bulan depan. “Orang tua yang laki sudah datang dari Medan sebelum kejadian kecelakaan maut, untuk menentukan hari dan pertemuan antara orang tua calon pengantin,” ungkap Ke­pala Desa Kemang Entang Sua­na.

Rencananya, sejoli itu akan melangsungkan pernikahannya pada Oktober nanti. ”Ya pasti lah keluarga korban merasa kehi­langan. Apalagi bulan depan sudah mau nikah,” tutur Entang.

Saat didatangi ke kediaman almarhumah, kakak ipar Sri Julianti, Bachtiar, bercerita ba­hwa adiknya dan Muhamad Ashari sudah menjalin hubung­an meski bekerja di kantor yang sama.

Bachtiar mengatakan, Sri Juli­anti dan Muhamad Ashari be­rencana mengikat tali kasih. ”Mereka berdua itu pasangan satu kantor. Cinlok. Rencananya mereka memang akan menikah,” katanya di Kemang, Kabupaten Bogor, Minggu (9/9/2018).

Bahkan dua keluarga dari Sri Julianti dan Muhamad Ashari baru saja melakukan pertemuan untuk membahas pernikahan. ”Minggu kemarin kedua kelu­arga bertemu. Baru dilakukan perkenalan awal,” lanjutnya.

Jenazah Ashari pun sudah di­terbangkan langsung ke Medan pada Minggu (9/9) pukul 03:00 WIB. Pihak keluarganya menga­ku sudah ikhlas atas kepergian Sri Julianti yang tewas akibat kecelakaan bus di Cikidang.

”Alhamdulillah, keluarga ikhlas semua. Jenazah dimakamkan tadi siang dekat rumah, setengah kilometer lah kira-kira jaraknya,” tutup Bachtiar.

Selain Sri dan Ashari, hal tragis serupa juga menimpa Sofiah Nurdila, warga Kampung Sukam­ulya, Kelurahan Sukasari, Keca­matan Bogor Timur, Kota Bogor. Di tengah mengandung anak pertamanya, ia harus merelakan kepergian suaminya, Tagrit, un­tuk selama-lamanya akibat ke­celakaan maut di Cikidang.

”Nggak ada firasat apa-apa, ng­gak ada tanda,” katanya usai pe­makaman

Tarif TransPakuan Diusulkan Jauh Dekat Rp3.000

0

Bogor Daily – Usai diresmikan akhir pekan lalu, bus milik Perusa­haan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor akhirnya kembali beroperasi setelah dua tahun tidak ‘mengaspal’ pada rute Terminal Bubulak- Cidangiang. Empat bus pun diaktifkan dengan tarif jauh dekat Rp6.000. Namun, ongkos untuk menikmati perjalanan bus TransPa­kuan itu dianggap kema­halan.

Pengamat Transpor­tasi Kota Djoko Seti­jowarno menilai jum­lah kocek sebesar Rp6.000 yang perlu dirogoh penumpang untuk rute kurang lebih 11 kilometer itu masih terlalu mahal dan memberatkan warga. Apalagi jika come back-nya bus ini bertujuan mengubah pola mobilisasi warga dari penggunaan kendaaran pribadi ke moda angkutan umum.

“Kalau jumlah tersebut diterapkan di Kota Bogor, ya masih mahal lah. TransJa­karta saja kan Rp3.500 per penumpang per perjalanan. Bahkan dikota lain ada yang cuma Rp1.000.

Tanpa intervensi dari pemerinkota lain ada yang cuma Rp1.000. tah, kalau daerah di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, ya trans­portasi umum tidak akan hidup. Hanya sukses di awal, berikutnya hanya mimpi,” kata Djoko ke­pada Metropolitan, kemarin.­

Karena itu, sambung Djoko, seharusnya pengelola transpor­tasi umum, dalam hal ini PDJT, harus diubah dulu statusnya, dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang berbeda dari aturan pengelo­laan. Nantinya badan tersebut yang mengawasi operasional angkutan umum. Tetapi itu jika ada subisidi operasional. “Ber­tahap, seperti yang terjadi pada pengelolaan bus TransJakarta. Makanya tarif bisa ditekan,” ucap­nya.

Djoko menambahkan, jika soal tarif yang harusnya diberlakukan, apalagi melihat Kota Hujan yang jaraknya tidak terlalu panjang, seharusnya bisa lebih murah dari yang diterapkan sekarang. “Rp1.000 untuk pelajar, maha­siswa dan buruh. Sedangkan un­tuk umum Rp3.000 jauh dekat,” imbuhnya

PERSIAPAN SBMPTN SERENTAK DI INDONESIA!!!

0

TELAH DIBUKA PERSIAPAN SBMPTN SERENTAK DI INDONESIA!!!

Buat kalian yang kemarin ketinggalan beli tiket presale, sekarang ada tiket presale 2 loh!!!

Buruan daftar di tiket presale 2 ini, karena kuotanya terbatas lohhh! Dan sewaktu waktu bisa ditutup!!!
….
SIMULNAS HADIR TANGGAL 27 OKTOBER SERENTAK DI SELURUH INDONESIA!!!
….
Dan ingat, untuk harga tiket berdua lebih murah loh!!
2 tiket 35.000/Tiket
….
Apa yang akan kalian dapatkan?

1. E-sertifikat

2. Info SBMPTN

3. Hadiah

4. Penilaian skala nasional

5. Soal 100% baru

6. Tryout skala nasional

7. Motivasi sukses

8. Teman baru

Jadi tunggu apalagi? Buruan daftar sebelum pendaftaran ditutup!!!
….
Dan buat kalian semua yang beli tiket Tryout Simulasi Nasional SBMPTN (SIMULNAS) akan dapetin GRATIS tiket Tryout Online Nasional SBMPTN (TRYON) serentak di 416 Kota looooh!!!
….
Yuk langsung daftar di www.simulasinasional.com
….
Jika ada pertanyaan/saran/masalah bisa hubungi OFFICIAL LINE ACCOUNT kita di @simulasinasional ( pakai @ )

Aku Siap! Aku Siap!! Aku Siap!!!

Presented By : Future Indonesia Society
….
#putihabyabustory #simulasinasional #simulasi #simulnas #tryout #sbmptn #simulasisbmptn #tryoutnasional #lolossbmptn #kuliah #putihabu #pejuangsbmptn #soshum #saintek #snmptn2019 #sbmptn2019 #pendidikan #kelasduabelas #xiiips #xiiipa #ptn #sukses #lulus #suksessbmptn #perguruantinggi #suksessbmptn #smahitz #infosbmptn #belajar

Warga Kemang Ngebet Punya GOM

0

Bogor Daily – Warga Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, cemburu dengan warga di kecamatan lain yang sudah memiliki Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) dan stadion mini di wilayahnya.

Berdirinya GOM di Kecamatan Kemang memang menjadi dambaan masyarakat. Namun, keinginan masyarakat tak kunjung terwujud.

Untuk itu, sejumlah warga mendesak GOM segera terealisasi. Warga Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Sanusi (45), mengatakan, sudah sepantasnya Kemang memiliki GOM yang baik. Mengingat kegiatan olahraga, khususnya sepak bola, terkendala keberadaan lahan.

”Sekarang ada satu lapangan bola di Desa Jampang, itu pun tidak representatif. Selain jauh, kondisi lapangannya tak terurus,” katanya. Adapun beberapa sarana olahraga yang sifatnya  komersil, sambung dia, karena gedung olahraga itu milik pengusaha.

”Kan kalau pemda bangun GOM tentu masyarakat bisa berolahraga tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Desa Kemang, Entang Suana, mengatakan, kehidupan masyarakat Kemang masuk semiperkotaan.

Sehingga keberadaan GOM sangat dibutuhkan. ”Untuk itu, kami minta desa hingga kecamatan mendorong agar GOM bisa dibangun dan diusulkan saat Musrenbang,” ujarnya.

Nilai Rupiah Lesu, Harga Bahan Baku Tinggi Bos Tahu Rumahkan Setengah Pegawai

0

Bogor Daily – Turunnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat, ternyata berdampak serius bagi beberapa jenis usaha masyarakat, terutama tahu dan tempe. Sebab, harga kedelai di pasaran saat ini semakin melambung tinggi.

Seperti yang disampaikan pengusaha tahu merek Sari Djadi di Desa Parakanjaya, Kecamatan Kemang, Wahyu (38). Saat ini ia harus membeli bahan baku kacang kedelai seharga Rp7.800 sampai Rp8.000 per kilogramnya. Padahal, biasanya beli hanya Rp6.600 per kilogram.

”Makanya biaya produksi semakin tinggi dan membuat usaha saya agak keteteran. Saat ini saya terpaksa mengurangi separuh jumlah karyawan saya. Awalnya 30 orang, sekarang tinggal 15 orang,” katanya.

Wahyu menuturkan, pengurangan karyawan itu dilakukan karena dirinya tidak sanggup memberikan upah akibat tingginya biaya produksi. ”Bayangkan harga kacang kedelai terus naik, sementara harga jual tahu tidak bisa dinaikkan. Kalau dinaikkan harganya, penjualan tahu menurun drastis,” ucapnya.

Mengantisipasi hal itu, Wahyu mengaku menurunkan jumlah produksi pembuatan tahu. Akan tetapi, yang jauh lebih penting, jika harga bahan baku terus naik, bukan tidak mungkin usahanya akan bangkrut dan penganan tahu akan hilang di pasaran.

”Saya berharap pemerintah bisa menstabilkan harga kacang kedelai agar saya dan karyawan bisa bertahan memproduksi tahu demi menunjang hidup keluarga kami,” harapnya.